Zulkifli Hasan: Janji Kemerdekaan itu Senasib Sepenanggungan

Zulkifli Hasan: Janji Kemerdekaan itu Senasib Sepenanggungan

Organisasi Islam Wahdah Islamiyah menggelar Silaturahmi Kebangsaan bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan. Acara digelar di Asrama Haji Makassar Sulawesi Selatan dan dihadiri ribuan perwakilan Wahdah Islamiyah dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Harian Wahdah Islamiyah Ustaz Zaitun Rasmin mengapresiasi kiprah Ketua MPR Zulkifli Hasan yang tidak berhenti menyambung silaturrahmi ke penjuru Nusantara. “Pak Ketua MPR ini di Aksi Palestina hadir, di forum kita ini pun menyempatkan hadir. Yang paling penting beliau terjaga integritasnya dalam mengemban amanat umat,” kata Ustaz Zaitun Rasmin seperti tertulis dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (23/12). Makna lain kehadiran Zulkifli Hasan di Forum Wahdah Islamiyah menurut Ustadz Zaitun Rasmin adalah bentuk keberpihakan pada umat. “Sebagai tokoh umat Pak Zul bisa menempatkan diri sebagai pemersatu dan penjaga kebhinnekaan kita,” lanjut Zaitun Foto: Dok. Istimewa Menanggapi hal tersebut, Zulkifli Hasan mengajak Wahdah Islamiyah dan Ormas Islam lainnya untuk memperkuat kesadaran nasionalisme dalam berbangsa. “Nasionalisme itu peduli bangsanya, peduli daerahnya, peduli pada lingkungannya. Tidak tinggal diam ketika ada praktik korupsi, politik uang atau tenaga kerja ilegal masuk ke daerahnya,” kata Zulhasan, panggilan akrabnya. Baginya perbaikan sistem demokrasi harus dilaksanakan terus menerus untuk memenuhi janji kemerdekaan yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia “Janji kemerdekaan itu senasib sepenanggungan. Ketika Jawa dan Luar Jawa sama sama sejahtera. Demokrasi kita seharusnya menghadirkan keadilan untuk semua, bukan segelintir golongan saja,” tutup Zul.

Baca juga : zulkifli hasan janji kemerdekaan itu senasib sepenanggungan

Organisasi Islam Wahdah Islamiyah menggelar Silaturrahmi Kebangsaan bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan, Sabtu (23/12). Acara digelar di Asrama Haji Makassar Sulawesi Selatan dan dihadiri ribuan perwakilan Wahdah Islamiyah dari seluruh Indonesia Dalam sambutannya, Ketua Harian Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin mengapresiasi kiprah Ketua MPR Zulkifli Hasan yang tidak berhenti menyambung Silaturrahmi ke seluruh Indonesia  “Pak Ketua MPR ini di Aksi Palestina hadir, di forum kita ini pun menyempatkan hadir. Yang paling penting beliau terjaga integritasnya dalam mengemban amanat ummat,” kata Ustadz Zaitun Rasmin Makna lain kehadiran Zulkifli Hasan di Forum Wahdah Islamiyah menurut Ustadz Zaitun Rasmin adalah bentuk keberpihakan pada ummat  “Sebagai tokoh ummat Pak Zul bisa menempatkan diri sebagai pemersatu dan penjaga kebhinnekaan kita,” lanjut Zaitun  Menanggapi hal tersebut, Zulkifli Hasan mengajak Wahdah Islamiyah dan Ormas Islam lainnya untuk memperkuat kesadaran nasionalisme dalam berbangsa  “Nasionalisme itu peduli bangsanya, peduli daerahnya, peduli pada lingkungannya. Tidak tinggal diam ketika ada praktek korupsi, politik uang atau tenaga kerja ilegal masuk ke daerahnya,” kata Zulhasan panggilan akrabnya  Baginya perbaikan sistem demokrasi harus dilaksanakan terus menerus untuk memenuhi janji kemerdekaan yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia  “Janji kemerdekaan itu senasib sepenanggungan. Ketika Jawa dan Luar Jawa sama sama sejahtera. Demokrasi kita seharusnya menghadirkan keadilan untuk semua, bukan segelintir golongan saja,” tutup Zulhasan


Baca juga : p1f4wv368 ketua mpr setiap ulama berjiwa pancasilais

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan percaya bahwa setiap ulama punya jiwa Pancasilais. Begitu juga pendapat Zulkifli bahwa setiap ulama sangat ingin menjaga keutuhan NKRI. Selama ini, kata dia, ulama dan umat Islam menjadi bulan-bulanan dan dianggap anti NKRI karena adanya pihak yang paranoid karena umat Islam saat ini semakin sadar dengan agama dan mengindikasikan persatuan. “Menjadi pemeluk agama yaan taat adalah jalan jadi warga negara yang baik. Ustaz itu sangat Pancasilais. Marena mencintai tanah air adalah sebagian dari iman,” kata Zulkifli di saat memberikan pidato dialog nasional kebangsaan bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan di Asrama Haji sudiang, Kota Makassar, Sabtu (23/12). Pidato Pancasila diucapkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu di hadapan ratusan anggota organisasi Wahdah Islamiyah. Di situ Zul mengimbah agar ulama terus menyuarakan persatuan umat Islam. Umat Islam yang taat menurut Zul adalah kunci untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Andai umat Islam terpecah maka itu bisa jadi preseden buruk bagi negara karena lebih dari 80 persen warga negara Indonesia adalah umat Islam. “Ulama,Ustaz,sampaikan pada umat bahwa umat Islam menjaga demokrasi,” ujar Zul. Zul tak memungkiri bahwa saat ini banyak terjadi salah kaprah mengenai umat beragama yang taat menjalankan aturan agamanya. Orang-orang taat kata Zul difitnah tidak pancasilais dan anti-NKRI. Hal ini menurut Zul harus diluruskan dan harus diberitahukan bahwa anggapan ulama anti-NKRI itu salah. “Akhir-akhir ini mulai banyak salah paham. Atau paham yang salah. Taat beragama dianggap menjauh dari berbangsa. Pemeluk agama yang taat dianggap tak nasionalis. Tunduk pada ajaran agama dianggap tak mau ikut kemauan bangsa,” kata Zulkifli.


Baca juga : p1f8qk438 lazio gunduli crotone 40

ROMA — Lazio sempat membutuhkan waktu satu jam untuk membongkar pertahanan tim papan bawah, Crotone, saat tim ibu kota Italia itu mengamankan kemenangan 4-0 pada pertandingan Serie A Liga Italia pekan ke-18 di Stadion Olimpico, Roma, Sabtu (23/12). Meski demikian, empat gol yang disarangkan Jordan Lukaku, Ciro Immobile, Senad Lulic, dan Felipe Anderson ke gawang Crotone tidak mengubah posisi Lazio di peringkat lima klasemen Serie A dengan koleksi 36 poin. Namun kemenangan ini setidaknya memberikan tekanan bagi rival sekota, AS Roma, yang berada di posisi empat dengan keunggulan dua poin dari Lazio, menjelang pertandingan melawan Juventus pada Ahad (24/12) dinihari WIB nanti. Sebaliknya, Crotone di posisi 17 dengan perolehan 15 poin bisa saja turun ke zona degradasi apabila Spal dan Hellas Verona yang duduk di urutan 18 dan 19 meraih poin pada laga malam ini. Gol pembuka pasukan Simone Inzaghi itu tercipta pada menit 56 berkat sentuhan Jordan Lukaku yang menyambar umpan tajam Ciro Immobile. Ciro Immobile menggandakan keunggulan menjadi 2-0 saat tandukannya mengantar bola meluncur ke gawang Crotone setelah menyambut umpan silang Senad Lulic pada menit 78. Senad Lulic ikut menorehkan namanya di papan skor setelah mencetak gol ketiga Lazio dari umpan terobosan pemain pengganti, Felipe Anderson, pada menit 86. Felipe Anderson menggenapkan kemenangan 4-0 tim Elang Ibu Kota pada satu menit sebelum laga berakhir berkat umpan pendek Marco Parolo.

Organisasi Islam Wahdah Islamiyah menggelar Silaturahmi Kebangsaan bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan. Acara digelar di Asrama Haji Makassar Sulawesi Selatan dan dihadiri ribuan perwakilan Wahdah Islamiyah dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua Harian Wahdah Islamiyah Ustaz Zaitun Rasmin mengapresiasi kiprah Ketua MPR Zulkifli Hasan yang tidak berhenti menyambung silaturrahmi ke penjuru Nusantara. “Pak Ketua MPR ini di Aksi Palestina hadir, di forum kita ini pun menyempatkan hadir. Yang paling penting beliau terjaga integritasnya dalam mengemban amanat umat,” kata Ustaz Zaitun Rasmin seperti tertulis dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (23/12). Makna lain kehadiran Zulkifli Hasan di Forum Wahdah Islamiyah menurut Ustadz Zaitun Rasmin adalah bentuk keberpihakan pada umat. “Sebagai tokoh umat Pak Zul bisa menempatkan diri sebagai pemersatu dan penjaga kebhinnekaan kita,” lanjut Zaitun Foto: Dok. Istimewa Menanggapi hal tersebut, Zulkifli Hasan mengajak Wahdah Islamiyah dan Ormas Islam lainnya untuk memperkuat kesadaran nasionalisme dalam berbangsa. “Nasionalisme itu peduli bangsanya, peduli daerahnya, peduli pada lingkungannya. Tidak tinggal diam ketika ada praktik korupsi, politik uang atau tenaga kerja ilegal masuk ke daerahnya,” kata Zulhasan, panggilan akrabnya. Baginya perbaikan sistem demokrasi harus dilaksanakan terus menerus untuk memenuhi janji kemerdekaan yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia “Janji kemerdekaan itu senasib sepenanggungan. Ketika Jawa dan Luar Jawa sama sama sejahtera. Demokrasi kita seharusnya menghadirkan keadilan untuk semua, bukan segelintir golongan saja,” tutup Zul.

jpnn.com , MAKASSAR – Organisasi Islam Wahdah Islamiyah menggelar silaturahmi kebangsaan bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan di asrama haji Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/12). Ribuan perwakilan Wahdah Islamiyah dari seluruh Indonesia menghadiri acara tersebut. Ketua Harian Wahdah Islamiyah Ustaz Zaitun Rasmin mengapresiasi kiprah Zulkifli yang tidak pernah berhenti menyambung silaturahmi ke seluruh Indonesia. “Pak Ketua MPR ini di Aksi Palestina hadir, di forum kita ini pun menyempatkan hadir. Yang paling penting beliau terjaga integritasnya dalam mengemban amanat umat,” kata Ustaz Zaitun. Dia menambahkan, makna lain kedatangan Zulkifli di forum itu adalah keberpihakan pada umat. “Sebagai tokoh umat, Pak Zul bisa menempatkan diri sebagai pemersatu dan penjaga kebinekaan kita,” tambah Zaitun. Sementara itu, Zulkifli mengajak Wahdah Islamiyah dan ormas Islam lainnya untuk memperkuat kesadaran nasionalisme dalam berbangsa. “Nasionalisme itu peduli bangsanya, peduli daerahnya, peduli pada lingkungannya. Tidak tinggal diam ketika ada praktik korupsi, politik uang atau tenaga kerja ilegal masuk ke daerahnya,” kata pria yang karib disapa Zulhasan itu.

Nasionalisme yang dimaksud adalah sikap peduli dengan keadaan bangsa dan keadaan sekitar. “Tidak tinggal diam ketika ada praktik korupsi, politik uang, atau tenaga kerja ilegal masuk ke daerahnya,” ujarnya saat menghadiri silaturrahmi kebangsaan yang digelar Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Makassar Sulawesi Selatan, Sabtu (23/12). Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan juga menyinggung mengenai sistem demokrasi yang dianut bangsa ini. Menurutnya, sistem demokrasi Indonesia harus terus diperbaiki agar bisa memenuhi janji kemerdekaan, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Janji kemerdekaan itu senasib sepenanggungan. Ketika Jawa dan Luar Jawa sama sama sejahtera. Demokrasi kita seharusnya menghadirkan keadilan untuk semua, bukan segelintir golongan saja,” tutup ketua umum PAN itu . [ian]

Related Posts

Comments are closed.