Warga Usul Nama Tanggul Baswedan di Jati Padang, Ini Respons Anies

Warga Usul Nama Tanggul Baswedan di Jati Padang, Ini Respons Anies

Warga RT 03/RW 06 Jati Padang, Jakarta Selatan mengusulkan nama Tanggul Baswedan untuk tanggul yang jebol yang rampung diperbaiki. Anies hanya menegaskan tanggung jawabnya untuk memastikan penanganan tanggul jebol. “Tidak ada tanggapan khusus, saya hanya mengerjakan yang seharusnya sebagai penanggung jawab daerah saya merespons. Saya datang ke sini, saya tidak mengira juga diberi nama seperti itu,” kata Anies saat meninjau tanggul jebol di RT 014/ RW 06 Jati Padang, Rabu (20/12/2017). Bagi Anies yang terpenting pembangunan tanggul baru di lokasi yang sempat jebol sudah rampung. Anies ingin memastikan warga tidak terdampak banjir karena tanggul jebol “Saya berharap mudah-mudahan kampung ini terbebas dari banjir. Kita usahakan semua yang bisa kita lakukan. Saya apresiasi pada kinerja seluruh warga, mereka bikin dapur umum, semuanya. Membuat suasana gotong royong itu yang membuat saya bangga dengan tempat ini,” sambung Anies. Terkait jebolnya tanggul di RT 14, Anies mengatakan petugas untuk sementara melakukan penanganan awal dengan memasang bronjong, anyaman kawat untuk memperkuat dinding tanah dan menumpuk karung pasir. Penanganan lanjutan menutup jebolnya tanggul akan dilakukan besok. Sedangkan untuk jangka panjang, Anies mengatakan normalisasi Kali Pulo harus dilakukan. Sebab kondisi kali saat ini makin menyempit karena bangunan rumah warga. “Ini harus ada pelebaran. Sungainya makin kecil karena warga menempati, membangun (rumah) betul-betul mengurangi lebar sungai. Karena itu saya tegaskan bahwa kita tidak ingin peristiwa ini terjadi. Ini tahun terakhir musibah ini terjadi, jadi sesudah musim hujan ini akan kita perbaiki secara tuntas,” tegas Anies.

Baca juga :

Jakarta, CNN Indonesia — Warga RW 06 Kelurahan Jatipadang, Jakarta Selatan akan meresmikan tanggul di wilayah mereka yang jebol beberapa waktu lalu dam diberi nama Tanggul Baswedan. Tanggul itu kini dalam proses perbaikan setelah jebol karena hujan deras, Senin (11/12) pekan lalu. Kepada CNN Indonesia.com , Ketua RW 06 Arief Syarifuddin mengatakan ide pemberian nama Baswedan itu bermula dari obrolan warga yang sedang bekerja bakti pada Minggu (17/12). Ide tersebut kemudian disampaikan kepada Lurah Jatipadang dan Camat Pasar Minggu, dan disetujui. “Hari Minggu, lagi kumpul-kumpul, lagi kerja bakti. Ada aja cetus dari warga. ‘Gimana kalau kita namain Tanggul Baswedan?” kata Arief saat dihubungi Selasa (19/12). Menurut Arief, pemberian nama Baswedan itu merupakan bentuk rasa terima kasih warga kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah memberikan perhatian terhadap mereka saat banjir.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Kata Arief, daerah ini memang sering kali dilanda banjir, tapi baru Anies yang langsung turun ke lokasi dan memberikan perhatian. Kendati demikian, kata Arief, warga RW 06 Jatipadang belum memberi tahu Anies perihal penggunaan namanya sebagai nama tanggul. Warga berharap Anies mengizinkan penggunaan nama dan dapat menghadiri peresmian tanggul ini. “Rencananya (diresmikan) hari Jumat jam 9 pagi. Acara syukuran. Akan ada doa bersama dan potong tumpeng,” tuturnya. Di lokasi tanggul juga akan disematkan prasasti berukuran 1×0,5 meter sebagai penanda pergantian nama tanggul tersebut.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Pantauan CNN Indonesia.com Rabu (20/12), perbaikan tanggul ini sudah mencapai 70 persen. Saat ini pembangunan difokuskan pada peninggian tanggul. Perbaikan tanggul itu dikerjakan oleh gabungan petugas Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Kelurahan Jatipadang. Menurut Arief, pengerjaan dikebut 24 jam. Pekerja dibagi dalam dua shift. Shift pagi dimulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Lalu shift malam dikerjakan pukul 18.00 hingga 08.00 WIB.


Baca juga : tanggul jati padang jebol lagi puluhan rumah terendam banjir

Jakarta, CNN Indonesia — Tanggul di Jati Padang, Jakarta Selatan kembali jebol pasca hujan deras mengguyur Jakarta pada Rabu (20/12) siang. Tanggul di RT 14 RW 06 tak kuat menahan arus deras sungai Kali Pulo. Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Jati Padang untuk RW 06 Abdul Kohar, mengatakan tanggul jebol sekitar pukul 14.30 WIB. “Begitu hujan lama, debit air yang tinggi mengalir ke sini. Di tanggul di RT 03 kan sedang diperbaiki dan sudah kuat, jadi bebannya ke sini,” kata Abdul saat ditemui CNNIndonesia.com di lokasi tanggul jebol. Tanggul yang didirikan lewat swadaya warga, menurut Abdul, tidak kuat menahan arus deras yang sangat kuat. Air sekarang mengaliri puluhan rumah warga di sekitaran RT 14 RW 06 , Jakarta Selatan.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Abdul mengatakan ada tiga korban dari jebolnya tanggul ini. Korban pertama adalah Martin, seorang ibu pemilik rumah di depan tanggul. Ia mengalami luka karena tersayat pecahan kaca yang terbawa aliran air. Korban selanjutnya adalah sepasang suami istri, Gito dan Yanti, pemilik rumah yang berada satu meter di depan tanggul. Gito mengalami luka yang serupa dengan Martin. Adapun Yanti, ia tertimpa lemari pendingin saat arus deras air memasuki rumahnya. “Bu Yanti tadi sudah dibawa ke Puskesmas. Semuanya sekarang sudah ada di rumah pak RT. Mereka masih syok,” ujar Abdul. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com , air dari Kali Pulo membanjiri jalanan di sekitaran RT 14 dengan tinggi genangan sekitar satu meter. Puluhan warga terlihat memenuhi lokasi jebolnya tanggul karena penasaran.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Abdul mengatakan, warga kini hanya bisa menunggu air surut terlebih dahulu. Baru nantinya akan dilakulan penanggulan sementara dan permanen seperti Tanggul Baswedan di RT 03 RW 06. “Sekarang air masih tinggi. Tunggu surut dulu. Nanti akan ditanggul seperti yang di RT 03,” ucapnya. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sebelumnya, Senin (11/12), sempat menggenangi RT 03 RW 06. Genangan air diperparah tanggul yang jebol karena arus sungai Kali Pulo yang begitu deras. Akibat tanggul jebol, sebanyak 23 kepala keluarga di RT 03 RW 06, , Jakarta Selatan diungsikan. (gil)


Baca juga : watch

Banjir yang merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta membuat Gubernur Anies Baswedan turun langsung untuk memantau sekaligus mencari akar permasalahan penyebab banjir. Salah satunya di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pada Senin (11/12), 23 warga di kawasan ini mengungsi di musala karena rumahnya terendam banjir. Penyebab banjir ialah jebolnya tanggul sungai. Di pinggir sungai tersebut terdapat beberapa bangunan rumah warga. Sebagai salah satu solusi jangka panjang menangani banjir, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan rencananya membongkar rumah warga tersebut. Sebab, jika tak dibongkar, banjir akan selalu terjadi. Sungai juga tertutup karena di bagian atasnya dibangun rumah. Saat menginspeksi tanggul di Jati Padang Anies bertemu warga yang rumahnya tepat di pinggir sungai. Kepada warga dia menyampaikan keinginannya melakukan pembongkaran. Dia menjelaskan pada warga, jika tak dibongkar, keberadaan bangunan itu menghalangi aliran sungai dan menyebabkan banjir. “Saya bicara kalau kita harus perbaiki ini. Ibu harus geser, tidak mungkin tidak karena rumahnya ibu sudah menghalangi aliran sungai dan saya bilang pada beliau ini bukan soal melanggar aturan tapi ibu tega tidak melihat tetangga pada kebanjiran seperti itu,” ujar Anies, Rabu (13/12).Berita,BeritaSatu,Indonesia,Jakarta,Breaking News,High Definition,Top Headlines,BERITA TERBARU,BERITA TERKINI,Seru,Video,Viral,Trend,Trending,Terbaru, news,update,news to day,berita hari ini, UNTUK MELIHAT VIDEO TERBARU KAMI SILAHKAN BERLANGGANAN ATAU KLIK INI

Warga RT 03/RW 06 Jati Padang, Jakarta Selatan mengusulkan nama Tanggul Baswedan untuk tanggul yang jebol yang rampung diperbaiki. Anies hanya menegaskan tanggung jawabnya untuk memastikan penanganan tanggul jebol. “Tidak ada tanggapan khusus, saya hanya mengerjakan yang seharusnya sebagai penanggung jawab daerah saya merespons. Saya datang ke sini, saya tidak mengira juga diberi nama seperti itu,” kata Anies saat meninjau tanggul jebol di RT 014/ RW 06 Jati Padang, Rabu (20/12/2017). Bagi Anies yang terpenting pembangunan tanggul baru di lokasi yang sempat jebol sudah rampung. Anies ingin memastikan warga tidak terdampak banjir karena tanggul jebol “Saya berharap mudah-mudahan kampung ini terbebas dari banjir. Kita usahakan semua yang bisa kita lakukan. Saya apresiasi pada kinerja seluruh warga, mereka bikin dapur umum, semuanya. Membuat suasana gotong royong itu yang membuat saya bangga dengan tempat ini,” sambung Anies. Terkait jebolnya tanggul di RT 14, Anies mengatakan petugas untuk sementara melakukan penanganan awal dengan memasang bronjong, anyaman kawat untuk memperkuat dinding tanah dan menumpuk karung pasir. Penanganan lanjutan menutup jebolnya tanggul akan dilakukan besok. Sedangkan untuk jangka panjang, Anies mengatakan normalisasi Kali Pulo harus dilakukan. Sebab kondisi kali saat ini makin menyempit karena bangunan rumah warga. “Ini harus ada pelebaran. Sungainya makin kecil karena warga menempati, membangun (rumah) betul-betul mengurangi lebar sungai. Karena itu saya tegaskan bahwa kita tidak ingin peristiwa ini terjadi. Ini tahun terakhir musibah ini terjadi, jadi sesudah musim hujan ini akan kita perbaiki secara tuntas,” tegas Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau tanggul jebol di RT 14 RW 06, Jati Padang, Jakarta Selatan. Anies meninjau lokasi tanggul jebol dan kondisi rumah warga yang kebanjiran bersama dua anaknya. Anies datang ke lokasi dengan dua anaknya, Mikail Azizi Baswedan dan Ismail Hakim Baswedan, sekitar pukul 21.30 WIB, Rabu (20/12/2017). Anies langsung menemui warga dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang melakukan penanganan awal tanggul jebol. “Yang penting Bapak-bapak malam ini bisa tidur dulu, tinggal di musala. Sementara biar PPSU yang mengerjakan,” ujar Anies. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau tanggul jebol di RT 14 Jati Padang, Jaksel, Rabu (20/12/2017) Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom Ketua RW 06 Jati Padang Arief Syarifuddin sebelumnya mengatakan tanggul jebol ini berada di RT 14 RW 06, tepatnya di wilayah Gang Annur III. Tanggul ini berbeda dengan tanggul yang pernah diperbaiki sebelumnya di RT 03. Menurut dia, di wilayah ini justru baru pertama kali tanggul Kali Pulo jebol. Saat ini ketinggian banjir di permukiman mencapai 40-50 cm.

Tanggul Kali Pulo di Jati Padang, Jakarta Selatan, kembali jebol hari ini. Warga kebanjiran. “Tanggul Kali Pulo jebol lagi, hujan dari pagi,” kata Ketua RW O6 Jati Padang Arief Syarifuddin saat dihubungi lewat telepon, Rabu (20/12/2017). Arief menjelaskan, tanggul Kali Pulo yang jebol ini berada di wilayah RT 14 RW 06. Tanggul jebol sekitar pukul 14.00 WIB tadi. Tanggul di wilayah ini baru pertama kalinya jebol. Tanggul yang jebol dan membanjiri rumah warga sebelumnya berada di wilayah RT 03 Jati Padang. Tanggul ini menurut Arief tetap kokoh diterpa air Kali Pulo usai diperbaiki petugas. “Tanggul yang jebol ini di RT 14 RW 06 yang di ujung, yang pak Anies pernah datang menelusuri. Di sini bisa dibilang belum pernah banjir. Kemungkinan karena tanggul di RT 03 sudah rapat habis diperbaiki, jadi air ke RT 14 sini. Tanggulnya nggak kuat jadi jebol,” ucapnya. Menurut Arief, posisi tanggul yang jebol ini berada di posisi menikung. Kemungkinan tanggul tidak kuat menahan derasnya air, apalagi Kali Pulo di wilayah ini mengalami penyempitan. Ditambahkan Arief, saat ini petugas PPSU sudah berada di lokasi. Penanganan untuk menutup tanggul yang jebol sementara belum bisa dilakukan karena derasnya aliran air. “Ketinggian air bervariasi, ada yang sepinggang orang dewasa,” ucapnya.

Tanggul darurat Kali Pulo di wilayah Jatipadang, Jakarta Selatan, yang dibangun petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) kembali jebol. Air merendam puluhan rumah warga. “Kejadian diperkirakan jam 4 pagi,” kata Ketua RW 06 Jatipadang, Arief Syarifuddin (37), saat menghubungi detikcom, Kamis (30/11/2017). Dijelaskan Arief, air masuk dari tanggul darurat dari karung berisi pasir yang dibangun Dinas SDA. Tanggul darurat itu tidak kuat menahan tingginya debit air sehingga jebol. Air kemudian menggenangi rumah warga. Ketinggian air mencapai sekitar 20-30 cm pada pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. “Ada 50-an rumah yang terdampak,” kata Arief. Dia menyatakan, sejumlah anggota PPSU atau Pasukan Oranye Kelurahan Jatipadang sudah berada di lokasi melakukan penanganan. Dia menambahkan, sejumlah warga yang terdampak genangan air saat ini mengungsi ke rumah warga yang tidak terdampak. Diketahui tanggul Kali Pulo di RT 03 RW 06, Jatipadang, Jakarta Selatan, jebol dan menggenangi rumah warga pada Selasa (21/11) malam. Esok harinya petugas Dinas SDA datang menambal tanggul yang jebol itu dan menambalnya dengan karung pasir. Arief menyoroti hal ini. Dia menyayangkan tanggul yang jebol tersebut hanya ditambal karung pasir. Dia berharap Pemprov DKI Jakarta membuat tanggul permanen agar kasus ini tidak berulang dan menyusahkan warga beraktivitas. “Itulah, seperti yang saya katakan beberapa minggu lalu, kalau masalah sudah dianggap selesai, ya selesai (tidak ada tindak lanjut-red),” kritiknya.

Malam tadi tanggul Kali Pulo di wilayah Jatipadang, Jakarta Selatan, jebol. Puluhan rumah hingga pagi ini masih terendam air. “Air sekarang masih menggenangi sekitar 30 sampai 50 cm. Ada kurang-lebih 50-an rumah warga yang terdampak,” kata Ketua RW 06 Jatipadang, Arief Syarifuddin (37), saat dihubungi detikcom lewat telepon, Rabu (22/11/2017). Arief menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Selasa (21/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Sebagian tanggul Kali Pulo jebol dan membuat air meluber ke rumah warga. “Kejadian persisnya jam 7 malam. Itu tiba-tiba saja tanggul jebol karena tingginya debit air. Tanggul itu belum ada sebulan dibuat warga. Semalam itu ketinggian airnya hingga sedada orang dewasa. Kalau pagi ini sudah lumayan surut,” ujarnya. Menurut Arief, petugas PPSU Kelurahan Jatipadang dan petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Pasar Minggu sudah berada di lokasi melakukan penanganan. Dari foto-foto yang Arief kirim, tampak rumah-rumah warga masih tergenang air berwarna cokelat. Selain itu, rumah-rumah dan masjid yang airnya sudah surut tampak dipenuhi lumpur dan sampah berwarna kehitaman. Warga yang terdampak semalam, menurut dia, sudah diungsikan sementara ke Masjid Al-Ridwan di RW 09. Selain itu, ke rumah-rumah warga yang tidak terdampak. BPBD DKI Jakarta sebelumnya juga menginformasikan soal tanggul jebol di wilayah Jatipadang ini. Mereka pukul 10.00 WIB tadi masih membersihkan lumpur di rumah-rumah warga yang terdampak.

Ketua RW 06 Jatipadang Arief Syarifuddin menyatakan tanggul Kali Pulo yang hari ini jebol berada di wilayah RT 14. Tanggul yang sebelumnya jebol di wilayah RT 03 tetap kokoh. “Alhamdulillah aman,” kata Arief lewat telepon, Rabu (20/12/2017) sore saat ditanya soal ‘Tanggul Baswedan’ yang lokasinya berada di RT 03. Warga memberi nama tanggul Kali Pulo itu ‘Tanggul Baswedan’ sebagai rasa terima kasih atas perhatian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tanggul Kali Pulo di wilayah RT 03 ini sebelumnya sempat jebol beberapa kali. Anies kemudian beberapa kali melakukan peninjauan dan telah memerintahkan agar dilakukan perbaikan sehingga tanggul ini sekarang kokoh diterpa air. Dijelaskan Arief, tanggul Kali Pulo yang jebol ini berada di RT 14 RW 06, tepatnya di wilayah Gang Annur III. Menurut dia, di wilayah ini justru baru pertama kali tanggul Kali Pulo jebol. Tanggul Kali Pulo di RT 14 Jatipadang jebol. (M Taufiq/detikcom) Menurut Arief, tanggul Kali Pulo di RT 14 yang jebol ini posisinya di tikungan. Dia menduga jebolnya tanggul ini akibat perbaikan tanggul di RT 03 yang biasanya jebol saat hujan deras. “Tanggul di RT 3 kan sudah rapat, jadi airnya larinya ke sini. Biasanya nggak jebol, ini jadi jebol karena nggak kuat nahan air,” ujarnya. Pantauan detikcom pukul 17.15 WIB, air masih terus mengalir dari Kali Pulo membanjiri permukiman warga di RT 14. Ketinggian air bervariasi hingga sepaha orang dewasa. Puluhan petugas PPSU atau pasukan oranye juga masih bertahan di lokasi. Mereka menunggu air Kali Pulo surut untuk melakukan penanganan. Kali Pulo di wilayah RT 14 lebarnya hanya sekitar 1 meter. Di kiri-kanannya atau di bantaran kali sudah dipenuhi rumah warga.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau turap tanggul yang jebol di Kali Pulo, Jl Masjid Al Ridwan, Jatipadang, Jakarta Selatan. Jebolnya turap menyebabkan banjir di permukiman sekitar kali. Pantauan detikcom , Anies datang pada pukul 16.56 WIB, Jumat (20/10/2017). Anies datang didampingi Wali Kota Jaksel Tri Kurniadi dan Camat Pasar Minggu Irwanto. Anies tampak berbincang dengan Wali Kota menanyakan kondisi turap tanggul yang jebol. Dia juga bertanya soal lebar kali yang ideal agar debit air tidak meluap. Turap tanggul yang jebol sepanjang 6 meter ini menyebabkan banjir di permukiman pada Kamis (19/10). Warga sempat mengungsi ke Masjid Al-Ridwan. Menurut salah satu warga, Ita Rosita, banjir surut sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Banjir memang kerap terjadi karena luapan air Kali Pulo saat hujan deras. Ketua RT 03, Fatimah, menyebut banjir sebelumnya terjadi pada 5, 12, dan 18 Oktober. Namun banjir pada Kamis (19/10) terjadi karena turap tanggul yang jebol. “Kita menunggu terealisasinya tanggul permanen dengan adanya gubernur yang baru banjir bisa ditanggulangi,” kata Fatimah saat diwawancarai terpisah. Petugas Sudin Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Pasar Minggu sudah membuat turap tanggul sementara.

Tanggul Kali Pulo di Jati Padang, Jakarta Selatan, lagi-lagi jebol. Puluhan rumah warga langsung kebanjiran. “Tanggul kembali jebol pukul 18.00 WIB,” kata Ketua RW 06 Jati Padang Arief Syarifuddin kepada detikcom, Sabtu (16/12/2017). Arief menjelaskan, air deras masuk dari sela-sela tanggul yang baru saja selesai diperbaiki pada Rabu (13/12) lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies baswedan juga saat itu ikut memantau pengerjaan perbaikan tanggul ini. [Gambas:Video 20detik] Tanggul Kali Pulo di wilayah Jatipadang jebol Lagi Foto: Arief Syarifuddin Tidak lama, tanggul Kali Pulo jebol pukul 18.05 WIB. Jebolnya persis di sebelah tanggung yang baru saja diperbaiki itu. “Yang kemarin sudah dikunjungi Pak Anies tanggul bocor dan di sebelahnya jebol. Ketinggian banjir 50-120 cm,” jelas Arief. Dari foto dan video yang dikirim Arief, terlihat air deras masuk dari sela-sela tanggul yang belum lama diperbaiki. Air berwarna kehitaman juga masuk dari sisi tanggul yang jebol. Aliran air deras menghantam rumah-rumah warga. Menurut Arief, di lokasi sudah ada petugas PPSU dan Dinas SDA yang melakukan penanganan. Hingga pukul 18.47 WIB air masih tinggi membanjiri rumah warga.

Tanggul Kali Pulo, Jati Padang, Jakarta Selatan kembali jebol, Sabtu (16/12) kemarin. Petugas dari Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan pun langsung memperbaiki tanggul tersebut. Pantauan detikcom, Minggu (17/12/2017), para petugas yang mengenakan baju biru itu bergantian mengangkut batu. Batu itu lalu dipasang dan diberikan semen. Para petugas tampak bekerja keras untuk memastikan kawasannya tak kebanjiran lagi. Ini sesuai dengan permintaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tanggul segera diperbaiki secepatnya. “Hari ini kita langsung, sebenarnya sejak dua hari lalu, langsung sudah membangun turap permanen. Setinggi kurang lebih dua meter, supaya tidak melimpah kali Pulo ini. Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus. Nanti malam ada shift dua,” kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA, Firman saat ditemui di lokasi. Firman menerangkan perbaikan tanggul ini berkejaran dengan waktu. Sebab cuaca akhir-akhir ini relatif sering hujan. “Kuta target secepatnya, karena ada cuaca. Kita tidak bisa target satu hari, dua hari,” ujarnya. Selan itu, perbaikan tanggul yang dekat Masjid Sabili ini berbeda dengan perbaikan tanggul sebelumnya. Petugas harus memperbaiki mulai dari fondasi tanggul. “Kalau yang di sana meninggikan, di pondasi sudah, cuma kalau ini di sini sudah jebol. Kita bangun lagi dari awal,” terangnya. Foto: Petugas berjibaku perbaiki tanggul di Kali Jati Padang (Vino-detikcom) Foto: Petugas berjibaku perbaiki tanggul di Kali Jati Padang (Vino-detikcom) Arief juga menjelaskan, total ketinggian tanggul yang sedang diperbaiki ini sekitar 3 meter. Sedangkan jumlah personel yang dikerahkan mencapai 80 orang. “Pondasi kita 80 sampai 1 meter, tinggi turap 1,8 meter sampai 2 meter,” jelasnya. Terakhir, dia berharap tanggul ini dapat mencegah terjadinya banjir. Masyarakat pun diimbau untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. “Ke depan mengimbau masyarakat peduli seperti tidak membuang sampah karena ini menyebabkan kali sempit,” tutupnya.

Related Posts

Comments are closed.