Warga Padati Lokasi Hujan Duit di Kuningan, Lalin Rasuna Said Macet

Warga Padati Lokasi Hujan Duit di Kuningan, Lalin Rasuna Said Macet

Lalu lintas Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tersendat. Sebabnya, warga berkumpul menunggu aksi ‘hujan duit’ (seperti yang terjadi pada Rabu kemarin) di depan pintu masuk Pasar Festival. Padahal polisi sudah menarik izin keramaian aksi hujan duit tersebut. Pantauan di Pasar Festival, Jalan HT Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018), sekitar pukul 13.00 WIB, puluhan warga tampak berkumpul di trotoar. Ada juga motor ojek online yang diparkir di pinggir jalur lambat depan Pasar Festival. Lalu lintas di depan sepanjang Pasar Festival tersendat. Baik mobil maupun motor kesulitan melintasi jalan tersebut karena banyak motor yang diparkir di pinggir jalan. Menurut salah satu pengendara ojek online yang kerap mangkal di Pasar Festival, ‘hujan duit’ akan kembali terjadi hari ini. Informasi yang mereka terima menyebutkan ‘hujan duit’ akan digelar pada pukul 12.30 WIB, hari ini. “Ya kan kemarin ada tuh ‘hujan duit’, mungkin warga dengar jadi pada ke sini. Kemarin tuh ada yang bilang 3 hari sampe besok, jam setengah 1,” kata salah satu pengemudi ojek online yang enggan disebutkan identitasnya di lokasi. Namun, hingga pukul 13.00 WIB, ‘hujan duit’ tidak juga terjadi. Saran si pengemudi ojek online , seharusnya panitia memberi tahu warga ada-tidaknya ‘hujan duit’. “Kalau begini kan kasihan warga, panas-panasan. Harusnya panitia ngasih tahu nih, nggak jadi ‘hujan duitnya’,” terang si pengemudi ojek online . Hujan duit di depan Pasar Festival pertama kali terjadi kemarin. Menurut Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib, hujan duit di Pasar Festival dalam rangka promosi. “Info sementara, dalam rangka promosi aplikasi kuis di internet,” jelas Irwan saat dimintai konfirmasi kemarin.

Baca juga : destinasi sejuk nan damai di jakarta

detikTravel Community – Kalau mau wisata alam di tempat yang sejuk dan asri, Jakarta punya. Ada Taman Wisata Alam Angke Kapuk yang dapat traveler kunjungi. Tanpa harus ke luar kota, Jakarta juga punya pilihan destinasi wisata alam. Tempatnya ada di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta. Nama tempat tersebut adalah Taman Wisata Alam Angke Kapuk. Ini adalah konservasi hutan mangrove yang dibuka untuk umum. Akses menuju ke tempat ini yang paling mudah adalah menggunakan bus Transjakarta. Naiklah bus TransJakarta tujuan halte Monas dan lanjut naik feeder busway menuju Pantai Indah Kapuk kemudian turun di depan Yayasan Buddha Tzu Chi. Taman Wisata Angke ini terletak persis di depannya. Harga tiket masuk Rp 25.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Peraturan yang harus dipatuhi adalah hanya boleh berswafoto atau mengambil gambar dengan kamera handphone saja. Apabila menggunakan kamera selain itu akan dikenakan biaya Rp 1.000.000. Begitu masuk kita akan disambut jalan yang terbuat dari bambu sebagai petunjuk jika kita ingin berkeliling saja. Adapun fasilitas yang tersedia di dalamnya selain tanaman pepohonan hutan bakau, kita dapat mendengar riuh rendahnyanya suara kicau burung dari pepohonan, sesekali hewan biawak melintas dan banyak spot foto yang instagramable. Spot foto yang cukup terkenal dan instagramable adalah deretan rumah kayu diatas rawa, rumah dengan ornamen payung dan rumah dengan ornamen balon. Selain itu ada rumah model flying fox dan rumah panggung. Fasilitas lainnya tersedia rumah tenda yang bisa digunakan untuk menginap dan bisa dihuni dua orang. Tersedia pula fasilitas boat dan kano yang dapat kita sewa untuk mengelilingi danau dan melihat rimbunnya bakau. Untuk menyewa boat kapasitas 6-8 orang dikenakan biaya Rp 250.000-Rp 300.000, sedangkan menyewa kano dikenakan biaya Rp 100.000 per 45 menit. Jika kita hanya sekadar melepas penat hanya dengan berjalan kaki dan olahraga kecil berkeliling hutan mangrove sudah cukup membuat pikiran rileks serta tubuh bugar kembali.  Bagaimana, sudah siap untuk pergi ke taman wisata mangrove pekan ini?


Baca juga :

Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok murka di Balai Uji KIR. Ahok bahkan menutup balai uji KIR Kedaung, Jakbar. Ahok melihat ada dugaan tindakan korupsi. “Kita kan langsung stop hari ini. Jadi semua hari ini yang sudah daftar mau uji KIR tidak bisa lagi dilakukan, karena sudah tidak ada gunanya kan. Ini namanya bohong-bohongan. Dia harus stop, dan kami akan perbaiki serah terima ini, karena kadang BPKD kan mempersulit orang menerima. Jadi mau menyerahkan barang ke DKI kan pun mungkin mesti menyogok. Sama seperti bus TransJ kemarin, dimainin berbulan-bulan,” murka Ahok di balai uji KIR, Rabu (23/7/2014).

seperti di kutip dari https://akuindonesiana.wordpress.com

Ahok akan memperbaiki balai uji KIR. Pegawai yang bandel akan langsung dipecat. Dahulu balai uji KIR memang dikelola swasta dan kini sudah diserahterimakan ke Pemprov DKI. “Itu kami akan perbaiki, dan yang di sini akan kami periksa. kalau enggak mau kerjaama, kita akan pecat. Supaya ada shock therapy. Kita caranya gampang saja, kalau dia ditanya bilang enggak tahu, saya juga enggak mau taHu. Pecat saja udah. Kalau dia gugat ya kita ladeni saja, kita telusuri saja duitnya, lapor ke jaksa dan polisi lagi,” urai Ahok.

seperti di kutip dari https://akuindonesiana.wordpress.com

Ahok pun menginterogasinya karena terbukti menyimpan setumpuk uang di kantong jaket hitamnya. “Dapat berapa kamu dalam sehari?” tanya Ahok. “Bisa dapat Rp 27 juta pak,” sahut pegawai bernama Agung di depan Ahok dan di hadapan Ahok dan Sekda Saefullah, Wakadishub Benyamin Bukit, kepala Inspektorat DKI serta dua pimpinan KPK. Kemudian dia menanyakan dari mana asal uang tersebut. Namun karena tak dapat menjelaskannya, Ahok menjadi geram. Kemudian dengan nada marah dia memerintahkan agar petugas tersebut dipecat.

seperti di kutip dari https://akuindonesiana.wordpress.com

3. Ada problem strukturalnya. Dulu ini adalah kerjasama antara pemda dengan korporasi tertentu. Setelah kerjasama harusnya ditransfer kepada Pemda ternyata setelah ditransfer alat-alatnya rusak semua. Oleh pemda baru saja diputuskan untuk tidak dilanjutkan prosesnya. Itu sebabnya alat-alat itu tidak diperbaiki dan kalau diperbaiki juga salah karena belum diserahkan kepada Pemda.”Berkaitan dengan itu muncul lagi SDM-nya. Ternyata beberapa orang yang mempunyai pekerjaan fungsional tidak berasal dari lembaga ini. Tapi justru orang-orang swasta yang dulu,” tegas Bambang.

seperti di kutip dari https://akuindonesiana.wordpress.com

“Paling menarik adalah putaran uang yang terjadi di sini, kami mengecek antara uang yang ada dan uang yang seharusnya dimasukkan, ada selisih yang sangat besar. Rata-rata terdapat putaran pungutan antara Rp 100 ribu-Rp 200 ribu per kendaraan. Hari ini saja sudah ada 500 kendaraan yang terdaftar. Kemarin ada 700-an. Kalau pakai angka konservatif 500 kendaaraan per hari maka satu hari putaran uangnya hampir Rp 100 juta. Jadi bisa dibayangkan Rp 100 juta kali 25 hari, sebulan misalnya bisa Rp 2,5 M. Itu illegal fee,” tutup Bambang.

seperti di kutip dari https://akuindonesiana.wordpress.com

Seorang warga membenarkan adanya praktek korupsi dan pungutan liar di kantor Satuan Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat. Selain tahu akan praktek itu, warga yang bekerja sebagai sopir truk itu mengaku pernah menjadi korban para petugas di kantor tersebut. Muhammad Syarifudin, nama warga itu, memastikan bahwa petugas uji kir menarik pungutan liar. “Ya, seperti membuat SIM saja, ketika diminta buku ujinya di loket juga diminta uang,” katanya, Jumat, 25 Juli 2014.

seperti di kutip dari https://akuindonesiana.wordpress.com

Dalih itu kembali disampaikan Kepala Seksi Pelayanan Pusat Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Lukman Iskandar, pada Kamis, 24 Juli 2014. Dia menyatakan ketiadaan anggaran menyebabkan kerusakan tak tertangani. Kepala Satuan Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor Kedaung Kali Angke, Syafei, di kantornya, Jumat, 25 Juli 2014, juga menyatakan hal yang sama. “Di sini dalam setahun bisa dua hingga tiga kali banjir. Tinggi banjir bisa setinggi pinggang orang dewasa, jadi alat penguji rusak.”


Baca juga : demo buruh ke istana jalan ke thamrin.html

Demo Buruh Ke Istana, Jalan ke Thamrin dan Monas Dialihkan Jakarta – – Buruh yang berdemo di jantung Jakarta semakin melimpah. Akibatnya polisi mengalihkan arus lalu lintas agar pengendara tidak terjebak macet. TMC Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (6/2/2013) menyebutkan, lalu lintas dari arah Harmoni menuju Monas dialihkan oleh petugas karena ruas jalan di Patung Kuda (Bundaran Indosat) ditutup massa. Sasaran buruh adalah Istana Presiden. Lalu lintas dari arah Semanggi menuju Thamrin juga sempat ditutup dan dialihkan karena ruas jalan Bundaran HI menuju Monas ditutup massa. Pengalihan arus yang dilakukan polisi adalah sbb: 1. Bundaran HI ruas Jalan MH Thamrin- Sudirman a. Dari arah selatan atau Jl Sudirman : – Jl Teluk Betung-Jl.K Kacang/D atas-Jl.Kendal. Kemudian dari Dukuh Atas diarahkan ke Tanah Abang-Jalan Galunggung b. Dari arah barat atau Air Mancur dialihkan melalui Jl Wahid Hasyim-Jl A Salim atau Jl Sabang-Jl Sutan Sahrir. 2. Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara: a. Dari arah Jl Thamrin ke arah Harmoni (selatan ke barat) lalu lintas dialihkan melalui: -Jl Budi Kemuliaan-Jl Abdul Muis-Jl Majapahit-Jl Gadjah Mada atau – Jl Medan Merdeka Selatan-Jl Medan Merdeka Timur-Jl Medan Merdeka Utara-Jl Veteran 1-Jl Veteran. b. Dari arah barat Harmoni atau Jl Hayam Wuruk lalu lintas dialihkan melalui: – Jl Juanda-Jl Pos-Jl Gedung Kesenian-Jl Lapangan Banteng Utara-Jl Lapangan Banteng Barat-Jl Pejambon-Jl Ridwan Rais. – Dari ruas Jl Suryo Pranoto dialihkan ke-Jl Balikpapan Raya-Jl Cideng Timur. – Dari arah Jl Majapahit ke Jl Abdul Muis-Jl Budi Kemuliaan-Jl Kebon Sirih c. Dari arah Stasiun Kota ke Harmoni : – Ke kiri TL Olimo-Mangga Besar-Gunung Sahari-Jl Wiryo P- Pecenongan-Jl Samanhudi. – Ke kanan melalui Jl Zainul Arifin 3. DPR/MPR RI, Jl Gatot Subroto arah Slipi; a. Dari arah Smanggi dialihkan melalui Semanggi-Jl Gerbang Pemuda-Jl Gelora-Jl Gelora 1/Jl Palmerah Utara. b. Dari arah Jl Sisingamangaraja/Jl Sudirman dialihkan ke Jl Asia Afrika/Jl Pintu 1 Senayan-Jl Asia Afrika-Jl Gelora-Jl Gelora 1/Jl Palmerah Utara. c. Dari arah Jl S Parman dialihkan ke Jl Pjompongan lalu diteruskan ke Jl Penjernihan/Jl Gelora 1. 4. Gedung Kemenakertrans, Jalan Gatot Subroto arah Cawang dialihkan melalui: a. Dari arah barat ke timur Jl Gatsu dialihkan mellaui TL Kuningan ke kanan ke Jl HR Rasuna Said-Jl Kapten Tendean-Flyover Tegal Parang. Kemudian dari TL Kuningan ke kiri ke arah Jl HR Rasuna Said-Casablanca-Jl Latuharhary. b. Dari arah selatan ke utara Kuningan melalui TL Kuningan lurus-Jl HR Rasuna Said-Jl Kapten Tendean-Flyover Tegal Parang atau dari TL Kuningan ke kanan seperti biasa. source detik

Lalu lintas Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tersendat. Sebabnya, warga berkumpul menunggu aksi ‘hujan duit’ (seperti yang terjadi pada Rabu kemarin) di depan pintu masuk Pasar Festival. Padahal polisi sudah menarik izin keramaian aksi hujan duit tersebut. Pantauan di Pasar Festival, Jalan HT Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018), sekitar pukul 13.00 WIB, puluhan warga tampak berkumpul di trotoar. Ada juga motor ojek online yang diparkir di pinggir jalur lambat depan Pasar Festival. Lalu lintas di depan sepanjang Pasar Festival tersendat. Baik mobil maupun motor kesulitan melintasi jalan tersebut karena banyak motor yang diparkir di pinggir jalan. Menurut salah satu pengendara ojek online yang kerap mangkal di Pasar Festival, ‘hujan duit’ akan kembali terjadi hari ini. Informasi yang mereka terima menyebutkan ‘hujan duit’ akan digelar pada pukul 12.30 WIB, hari ini. “Ya kan kemarin ada tuh ‘hujan duit’, mungkin warga dengar jadi pada ke sini. Kemarin tuh ada yang bilang 3 hari sampe besok, jam setengah 1,” kata salah satu pengemudi ojek online yang enggan disebutkan identitasnya di lokasi. Namun, hingga pukul 13.00 WIB, ‘hujan duit’ tidak juga terjadi. Saran si pengemudi ojek online , seharusnya panitia memberi tahu warga ada-tidaknya ‘hujan duit’. “Kalau begini kan kasihan warga, panas-panasan. Harusnya panitia ngasih tahu nih, nggak jadi ‘hujan duitnya’,” terang si pengemudi ojek online . Hujan duit di depan Pasar Festival pertama kali terjadi kemarin. Menurut Kapolsek Setiabudi AKBP Irwan Zaini Adib, hujan duit di Pasar Festival dalam rangka promosi. “Info sementara, dalam rangka promosi aplikasi kuis di internet,” jelas Irwan saat dimintai konfirmasi kemarin.

Related Posts

Comments are closed.