Warga Kumpul di Lokasi Hujan Duit di Kuningan

Warga Kumpul di Lokasi Hujan Duit di Kuningan

Polisi telah menarik izin acara hujan duit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan yang kemarin bikin heboh. Meski begitu, banyak warga yang tetap berkumpul di lokasi berharap ada hujan duit lagi. Pantauan detikcom di Pasar Festival, Jalan HT Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018), warga mulai berdatangan sekitar pukul 12.10 WIB. Para warga mengaku memang sengaja datang. Puluhan warga berkumpul di trotoar tepat di depan pintu masuk Pasar Festival. Karena banyak warga yang berkumpul petugas keamanan Pasar Festival harus menjaga agar warga tidak menutupi pintu masuk. “Ya kemarin denger bagi-bagi duit di sini. Baru tahu semalem dari anak-anak katanya ada bagi-bagi duit,” kata Siti Marma di lokasi. Siti menyarankan bagi-bagi uang tidak di jalan raya. Selain mengganggu kenyamanan pengendara, kegiatan bagi-bagi bisa dibubarkan aparat. “Seharusnya jangan di jalanan dong. Kan nanti jadi nggak dapet uangnya. Kalau di jalanan disetop sama polisi nanti,” ujar Siti.

Baca juga :

Aksi serentak pembebasan 20 ABK MV Sinar Kudus dengan kekuatan 2 KRI, 1 helikopter, Kostrad dan Sandi Yudha pimpinan Dankormar. Pasukan khusus yang dikirim dalam operasi Duta Samudra I/2011, kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, terdiri dari Marinir ( TNI-AL ), Kopassus ( TNI-AD ) dan Kopaska ( TNI-AU ). Tebusan dan operasi militer dilakukan paralel. Belum ada negara yang bisa membebaskan 20 sandera hidup2 dari perompak Somalia yang telah lego jangkar selain Indonesia. Bahkan sampai menewaskan 4 perompak ( dari 35-60 penyandera ). Prestasi tersendiri. Seperti di film2 action, kata ABK. Good job. Thanks to our heroes.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

TNI yang mengawal pengiriman uang tebusan ( sekitar Rp 40 milyar ? ) tak urung gemas. 4 perompak yang terakhir turun dari geladak ditembak mati. Pemerintah Indonesia memilih bernegosiasi dengan perompak daripada menghajarnya, demi keselamatan  ABK, sesuai permintaan keluarga mereka. Berbeda dengan pemerintah  Korea Selatan  ( Korsel ) yang memilih operasi militer penuh. Rekor Korsel : 7 hari sejak ditawan perompak ( tercepat dalam operasi militer ). Rekor Indonesia : 46 hari ( tercepat dalam tebusan ). Sama2 berhasil membebaskan awak kapal.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Bagaimana dengan gengsi ? Terlebih, pemerintah Somalia mempersilakan Indonesia melakukan operasi militer di Somalia untuk membantu menstabilkan negeri mereka. Menertibkan para warlord di sana yang membuat pemerintah Somalia kehilangan wibawa. Banyak pengamat mengatakan Somalia, contoh negara gagal. Isi perairan Somalia telah rusak sehingga banyak warga terpaksa hidup dengan merompak. Dari 142 pembajakan Januari-Maret 2011, 97 serangan terjadi di perairan sekitar Somalia. Dari tebusan sandera, lanun di negeri Afrika Timur itu bisa meraup 79 ribu USD ( Rp 711 juta ) setahun. Bandingkan, dengan upah rata-rata warga Somalia yang hanya 600 USD ( Rp 5,4 juta ) setahun. Bagian terbesar ‘bisnis’ multi jutaan dolar itu disetorkan ke sindikat internasional ( dealer senjata ) yang menguasai mereka.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Tapi, Indonesia bukan negara kecil, yang bisa langsung menyambar kesempatan tanpa pikir panjang.  Ada beban berat di pundaknya. Terngiang, ‘mereka dari jauh yang akan membebaskan, bersama kalian. Yang membanggakan, generasi sesudah kalian, yang tak pernah bertemu aku, punya keyakinan seteguh itu’. We know that . Mei 2011, ada perundingan perbatasan RI dengan 11 negara. ( Pagi2, menteri Malaysia sudah bilang akan ke Mahkamah Internasional jika menemui jalan buntu. Kita tahu siapa yang mengendalikan PBB. Kita tahu pasukan Australia, dll, yang pasang badan bertempur dengan kita ( sipil yang dilatih militer ) sementara pemerintah Malaysia ngumpet di belakang ( masa konfrontasi Indonesia-Malaysia era Soekarno ). Pemerintah Malaysia saat ini bukan yang terbaik. Hanya saja, masih ada putri mantan deputi PM Malaysia Anwar Ibrahim, di oposisi yang membuat saya masih respek. Malaysia, masih negerinya Nurul Izzah Anwar ( 31 )). Pekerjaan menguras otak, mental, strategi, stamina dan kekuatan militer kita. Kuatkan dulu basis kita. Manusia didesain Allah untuk berfungsi baik pada satu pekerjaan pada satu waktu. Stay focused .

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sekjen PBB, Ban Kin-moon ( warga negara Korsel ) mengajak warga dunia memberantas para perompak. Apakah duet TNI dengan tentara Korsel bisa menghabisi semua perompak Somalia ? Bagaimana anak istri yang mereka tinggalkan ? Kita ‘bunuh’ juga ? ( tanah dan laut Somalia tak bisa menghidupi mereka ).  Berapa uang yang kita punya ? ( Amerika ‘perlu’ 10 tahun untuk menemukan Osama bin Laden, sejak menara kembar WTC ditabrak runtuh. Sampai mengobok-obok Afganistan, Pakistan dan Yaman dengan ongkos lebih 413  miliar USD ( 300 juta USD/ hari ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sebagian analis mengatakan, keberadaan perompak di Somalia terkait usaha AS  menyingkirkan pemerintah Yaman yang mereka anggap tak becus mengatasi pemberontak dan kelompok radikal. Osama bin Laden ditembak mati  pasukan elit AS Navy SEALs Minggu dini hari ( 1/5/2011  ) di Abbottabad, Pakistan. Jasadnya dikubur di laut. Presiden Obama memilih tidak merilis foto jasad Osama agar tidak memancing reaksi yang membahayakan keamanan mereka. Begitu saja, sudah memancing amarah dan balas dendam selama berabad-abad dari pengkultusnya. Mereka : Tanzim Al Qaeda regional, seperti Al Qaeda di Semenanjung Arab ( AQAB ), Al Qaeda di Maghribi Islami, Al Qaeda di Bilad Rafidien ( Irak ), Al Qaeda Asia Tenggara, serta sel2 tidur di Eropa dan AS. Apalagi kalau diperlihatkan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Tak lama kemudian, Taliban menyerang kantor gubernur Kandahar, Pakistan. Menyusul, 2 perwira menengah Al Qaeda disebutkan tewas oleh drone predator AS ( pesawat tempur tak berawak yang banyak diturunkan AS untuk memburu simpatisan Al Qaeda ) di basis Shabwa, Yaman. Ekor pesawat yang sama ditemukan di rumah bertingkat 3 di Abbottabad, tempat Osama bersembunyi selama 2 minggu. Sekitar 500 meter dari instalasi militer Pakistan. Lokasi Osama disinyalir ( atau diadudomba ) surat kabar Al-Watan ( Arab Saudi ) dibocorkan oleh wakilnya sendiri, Ayman al-Zawahiri, yang berasal dari Mesir. Pemerintah Pakistan mendapat dana triliunan selama lebih 5 tahun untuk beraliansi dengan AS dalam pemberantasan terorisme. ( Indonesia juga disumbang ). Diduga menyembunyikan Osama, bantuan ini ditinjau kembali. Diberitakan kemudian, Khaled Hathal Abdullah al-Atifi al-Qahtani, petinggi Al Qaeda menyerahkan diri ke Saudi Arabia.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

FPI mengadakan tahlilan untuk Osama. Meminta AS untuk menguburkan Osama di darat secara Islam. Warga Eropa mempermasalahkan cara AS menewaskan Osama. Pemerintah Pakistan protes wilayah kedaulatannya dilanggar AS. Perdebatan seru. Pengalaman Indonesia menangani Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan ( Sulsel ) yang ditembak mati beberapa dekade silam, tak jauh beda. Daripada pusaranya dijadikan simbol perlawanan dan kesumat baru, jenderal M.Jusuf ( panglima kodam Hasanuddin saat itu ) memutuskan jasad Muzakkar tak dikebumikan di darat. Masyarakat Sulsel yang amat religius bisa menerima keputusannya.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Ajaran kedaulatan negara mulai dipakai dan dikembangkan tahun 1648 melalui perjanjian damai Westpalia yang mengakhiri perang 30 tahun di Eropa. Setelah itu, ada norma jus cogen yang tidak membenarkan genosida, kejahatan perang, perbudakan, bajak laut, terorisme, dsb, dibiarkan. Warga dunia ( masyarakat internasional ) bisa intervensi menghentikannya ( saat ini melalui tangan PBB ). Dalam Konvensi Wina dijelaskan, semua perjanjian internasional yang menyalahi prinsip jus cogen batal dengan sendirinya ( dari “Debat Soal Osama bin Laden”- Hamid Awaludin, dubes RI untuk Rusia/ Kompas, 6/5/2011 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Pertimbangan ini yang mungkin digunakan AS saat memutuskan tak memberitahu Pakistan soal penyerbuan Osama di Abbottabad. Presiden Obama juga hanya memberitahu sedikit orang kepercayaannya tentang operasi Geronimo Style Strikes. Ia tidak takut memilih sendiri bawahan yang benar2 dia percaya untuk melaksanakan kebijakannya. Obama harus yakin semua berjalan baik, tidak banyak diintervensi atau dibocorkan. Berbeda dengan George W. Bush, 60% data intelejen sudah cukup bagi Obama untuk ambil tindakan. Di bawah Barrack Obama, kebijakan luar negeri AS sekarang lebih lunak dan dialogis. Ia mulai berkampanye masa jabatan kedua untuk pilpres tahun depan. Tewasnya Osama, pendiri dan pemimpin Al Qaeda, teroris paling dicari AS, mungkin jadi jualannya.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Mereka memuji pondok pesantren ( ponpes ) Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. Terbesar di Asia Tenggara. Megah. Panji Gumilang yang diwawancara reporter TV-One berkata : orang2 yang menuduh saya itu cuma cari2 alasan menutup Zaytun. Wajahnya datar. Tak terlihat empati ketika disinggung korban2 NII yang sampai mencuri uang orang tua setelah mengkafirkan mereka ( saya penasaran, apa wajah2 santri yang sedang main bola di dekatnya duduk, juga berwajah datar ?  ). Tak percaya kalau ada korban sampai dihipnotis ( kalangan praktisi menyebutnya hipnosis ). Cuci otak. Panji tak hadir ketika diundang ke JLC. Forum yang didatangi mantan bupati NII yang menerima sisa gaji Rp 70 ribu ( setelah dipotong sekolah anaknya di Zaytun ), setelah menyetor Rp 17 miliar untuk NII. Robert Tantular, terpidana/ mantan direktur Bank Century, mengatakan Abu Ma’arif ( Panji Gumilang ) punya simpanan di bank abal2 itu. Tapi menolak mengkonfirmasi jumlah Rp 250 miliar.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Si bupati tersenyum getir, ia naik sepeda sementara Panji naik mercy dan BMW. Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo, pendiri NII, sudah dieksekusi mati tahun 1962. ( NII sudah mati. Dalam sejarahnya memang ada NII yang diproklamasikan tahun 1949 dan diperjuangkan sampai 1962. Setelah itu NII selesai, kata Panji Gumilang pada wartawan Kompas ).  Namun, anda tahu korban2-nya di media mengindikasikan NII masih eksis hari ini. Jaman Soeharto yang pro-Barat, dimanfaatkan untuk menekan aktivis muslim yang vokal ( kasus pembajakan pesawat Woyla ). Jaman berikutnya, dijadikan lumbung suara pemilu berbagai partai, seperti pesantren lain. ( tahun 2009, anda ingat mereka yang ogah-ogahan datang untuk mencontreng, sehingga pemilu di wilayah tsb harus diulangi ? pakai uang kita/ rakyat  ). Para tamu diperdengarkan lagu Indonesia Raya setiap kali datang. ( apa Panji cs terkekeh ketika tamu pulang ? ). Semua tahu, Jakarta ibukota Indonesia, bukan Indramayu, kata Panji datar ( tak ada ekspresi kebanggaan atau rasa memiliki ). Kamuflase, istilah si bupati.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Bagaimana santrinya ? Di sini, pokoknya the best . Tidak seperti di luar, di sini santri tak kenal rokok dan hape ( handphone ). Di luar, siswa bisa punya 2-3 hape, kata santriwati Zaytun. Menteri Olahraga Zaytun saat dirinya masih santri, menolak mentah2 jika Zaytun dikaitkan dengan NII. Alumni Zaytun protes, terganggu dengan pemberitaan gencar media belakangan ini, yang memojokkan almamater mereka. Zaytun itu santrinya dari mancanegara, bahkan sampai Afrika, bukan cuma Indonesia, kata mereka.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Seorang pengunjung GP & C berkomen, kalau saja ada 10 % orang Indonesia berpikir kritis, Indonesia bisa mengalahkan Amerika dan China. Ligwina Hananto, penulis “Untuk Indonesia yang Kuat”, mengatakan jika saja ada 20 % orang Indonesia bisa mengelola keuangannya dengan baik, mereka bisa jadi kalangan menengah yang mendorong Indonesia menjadi kuat, berdaulat penuh. Agen perubahan. Tak tergantung segelintir orang super kaya ( they just think about themselves ) . Bagaimana jika 30 % anggota NII undercover ini tak terlacak si mantan menteri olahraga Zaytun ? ( namanya juga menyamar. Mereka menyuruh anak membohongi orang tuanya. Enteng juga, tentu, membohongi si mantan menteri olahraga atau para tamu yang berkunjung ke Zaytun dari jaman Megawati sampai SBY. Di luar NII ( gadungan ) dianggap kafir. Harta curian dari non NII dan kebohongan untuk mereka, dianggap halal.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Mungkinkah 70% santri Zaytun yang bukan ‘agen ganda’ NII dimanfaatkan sebagai humas ‘Zaytun is the best ’ ? ( apakah nanti warga NKRI yang merokok atau punya hape dianggap nggak level ? jika Taliban, kata seorang diplomat, mencabut kuku wanita yang berkuteks, memotong tangan yang usil, meledakkan heritage Budha, bagaimana nasib warga NKRI ( Islam diluar kelompok mereka ) yang mereka kafirkan ? Bagaimana nasib warga RI yang beragama Katolik, Kristen, Budha dan Hindu ? Bagaimana nasib warga asing yang berwisata ke Indonesia ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Staf puslitbang sebuah ormas Islam ( duduk di sebelah si mantan menteri olahraga Zaytun ) menyimpulkan 3 hal : salah satunya, Panji Gumilang mantan gubernur di KW 9, menerima estafet kepemimpinan NII dari Adah Djaelani tahun 1992. Pengecek harus mengikuti irama kehidupan di Zaytun sedikitnya 24 jam setahun penuh untuk bisa mengendus siklus aslinya. Masuk pendidikan di Zaytun dengan fasilitas semewah itu cukup dengan satu sapi sampai lulus. Pengalaman si bupati, tamu diajak bertemu santri kelas 1 dan 2. Padahal, kelas 3-nya yang mulai menyimpang. Jadi, ada golongan yang diperah ( pelajar, mahasiswa yang baru direkrut ) dan yang menikmati perahan itu ( seperti si mantan menteri olahraga yang tak tahu ‘kyai’ mereka adalah presiden NII ? Saya ragu, apa dia kapabel masuk kabinet NKRI dengan pemahaman dan usaha segitu . Apalagi menghadapi Amerika, bahkan ‘hanya’ perompak Somalia. Orang yang memilih dia jadi menteri olahraga, juga saya ragukan bisa menghadapi  ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Indonesia bakal dianggap negara gagal, seperti halnya Somalia, Pakistan dan Yaman. Pemerintah dianggap gagal mengatasi teroris ( seperti Yaman ) atau bahkan dituduh menyembunyikan para radikal ( seperti Pakistan ) yang selama ini membahayakan kepentingan AS di dalam dan di luar Amerika. 70 % mereka yang berlatih di kamp bekas GAM di Aceh adalah alumni NII. Hambali, mantan anggota JI yang di tahan AS, penyuplai dana bom Bali dari Osama, juga alumni NII. Muhammad Syarif, pelaku bom bunuh diri di mesjid Adz-Dzikro di wilayah kepolisian resor kota Cirebon kemarin, sebelumnya anggota NII.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

“Dulu teknis, pola, dan metode DI/TII adalah bergerilya di hutan dan gunung,sekarang malah masuk ke perkotaan, jantungnya, dan sangat mengkhawatirkan. Ini sudah makar,” kata mantan kepala Bais, Letjen ( Purn ) Ari Sudewo. “Presiden Yudhoyono harap ada empati dengan orang2 tua yang kehilangan anaknya sehingga segera menuntaskan masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun ini,” kata Kamarudin, direktur kemahasiswaan UI. “Saya ke Polri, Komnas HAM, BIN, Bais, Kemhan, MUI, Departemen Agama, akhirnya hanya dilempar-lempar saja,” kata Sukanto, mantan aktivis NII tahun 1996-2001. Imam Supriyanto melaporkan pengurus Yayasan Pesantren Indonesia, Panji Gumilang ke Polri. Diduga terjadi pemalsuan dokumen akta pendirian yayasan. Nama Imam sebagai pendiri juga sudah diubah atau dihilangkan. Mustafa Kamal Singadirata, kuasa hukum Imam, akan meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ) untuk melindungi kliennya, juga saksi2 lain yang akan memberi keterangan dan perlu mendapat perlindungan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Boy Rafli Amar, kabag Penerangan Umum Polri mengatakan Badan Reserse Kriminal ( Bareskrim ) Polri telah menerima laporan dugaan kasus pemalsuan akta pendirian yayasan terkait Negara Islam Indonesia ( NII ). Todung Praktisi hukum Mulya Lubis, meminta pemerintah bersikap tegas, terutama keberadaan anggota NII di birokrasi. Herry Suhardiyanto, rektor IPB, meminta dosen membangun kehidupan mahasiswa yang aktif dan positif. Bazri Zain, pengajar program pascasarjana UIN Maliki, Malang, mengatakan, pembaruan kurikulum pendidikan Islam diarahkan pada guru agama dan murid jadi solusi deradikalisasi generasi muda. Di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mahasiswa bersama TNI, polisi dan pemkab Banyumas ( 5/5/2011 ) menandatangani deklarasi anti-NII. Polda Jateng dan perguruan tinggi kini tengah merumuskan lembaga yang membangun ketahanan mahasiswa.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Johny Cahyono, ketua Tim Investigasi Pusat Krisis Negara Islam Indonesia ( NII Crisis Center), mantan anggota NII 2009-2010 mengatakan, solusi persoalan NII adalah kemauan politik dari pemerintah untuk membubarkan NII dan perangkat NII yang ada selama ini. Al-Zaytun juga ditutup, yang diduga terlibat pun ditangkap. Masalah NII sudah menjadi persoalan bangsa, bukan cuma umat Islam. Korban sudah banyak berjatuhan. Pemerintah bisa mengeluarkan perppu untuk membubarkan NII dan perangkatnya, kata Johny. Sukanto yang juga ketua NII Crisis Center mengakui, secara ideologi, anggota NII diajak untuk bersikap anti-NKRI. NKRI bertentangan dengan NII. Dianggap tak bisa berubah, sehingga orang harus hijrah menjadi anggota NII. Setelah menjadi anggota NII, orang didesak mencari dana dan merekrut anggota baru. Seperti kanker ganas, jaringan sel terus bertambah sampai sulit dihitung. Uang dikumpulkan dari tingkat kepala desa, camat, bupati sampai provinsi. Untuk wilayah Jakarta, uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 10 miliar perbulan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Arsyaad Mbai, kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) menegaskan, kematian Osama tidak otomatis menghentikan ancaman terorisme di Indonesia ( banyak alumni NII ). Tidak semua jaringan teroris secara langsung terkait Al Qaeda. Selama ini fatwa2 Osama menjadi referensi bagi jaringan teroris lain. Seperti Pepi Fernando, pelaku rencana bom di saluran pipa gas Gading Serpong, Tangerang Selatan, yang tak berhubungan dengan Al Qaeda.”Target mereka siapa saja dan kelompok mana saja yang dianggap menghambat pencapaian tujuan mereka, entah itu Barat atau domestik. Sebelum menargetkan kepentingan Barat, kelompok teror ini kan menjadikan Negara Kesatuan RI sebagai target utama mereka,” ujar Mbai.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Negara lain sudah mengerahkan militer untuk menghadapi teroris. Sedang Indonesia, dengan bom semeriah itu, civil society  kita masih bisa mengatasi. Selalu tertangkap. Densus 88 Anti Teror dari kepolisian RI di garis depan. Terima kasih untuk Densus dan Polri. Tinggal ulama bersatu padu menertibkan dakwah yang menganjurkan kekerasan, anti toleransi ( atau toleransi berlebihan. Sesuatu yang berlebihan tidak baik ). Rakyat diberdayakan menjadi mata dan telinga aparat dalam memberantas radikalisme. Guru mengajarkan toleransi sewajarnya pada siswa ( dalam hal kemanusiaan, kemiskinan, bencana, kita harus tetap bergandengan dengan warga non muslim. Masih sama2 manusia, kan ?  ). Warisan para founding father kita yang berhasil merekatkan lebih 40 kerajaan dan lebih 600 suku bangsa di Indonesia ( dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI ) harus terus dihidupkan di dada warga Indonesia.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Berseliweran running text : tahun 2015, ekonomi Indonesia bisa masuk 10 besar dunia. Jepang akan merelokasi industrinya ke Indonesia. Myanmar ( dulu Birma ) ingin belajar demokrasi dari Indonesia. Uni Eropa ikut Pertemuan Puncak Bisnis ASEAN di Jakarta. Justin Bieber sukses show di Jakarta. Kabarnya, Justin Timberlake akan menyusul datang. Lalu, di atas running text saya lihat Tina dan para nara sumber keplok tangan pada Kombes Boy Rafli Amar ( sebelumnya membawa Briptu Norman keliling stasiun TV dengan “Caiya caiya”- Shahrukh Kahn-nya yang menghibur ). Maklum, bom seberat ratusan kilo berhasil dilumpuhkan sebelum acara Jumat Agung di gereja Christ Cathedral, Tangerang Selatan. ( jika pemerintah mau serius, kita bisa menghentikan teror, kok   ). Sepanjang nonton TV, saya belum pernah melihat adegan pers dan masyarakat memberi aplaus tepuk tangan, kompak, meriah dan cair seperti itu, pada polisi. Kita harap Polri di bawah Kapolri Timoer Pradopo jauh lebih baik dari BHD. Rasanya baru di Indonesia, ada yang begitu. Sukar dilukiskan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Apa hasilnya ? Polisi terlihat lebih bersemangat. Kompak berenang menyelami sungai keruh Kali Soka, Plumbon, Kabupaten Cirebon,  untuk menyakinkan kita ( rakyat ) dan pengamat asing ( termasuk AS ) bahwa Indonesia masih mampu mengatasi terorisme. 6 bom pipa rakitan mirip di mesjid Adz-Dzikro ditemukan di dasar sungai. 6000 polisi dikerahkan menjaga KTT-ASEAN akhir pekan ini. Mereka, para polisi muda kita, juga yang tergabung di Densus berusaha men- cover peta merah dari Sabang Merauke tadi. Agar Indonesia tak sampai diobok-obok seperti Afganistan, Irak, Pakistan dan Yaman. Apa mereka berpikir seperti yang saya pikirkan tentang hal ini ? Apakah mereka masih mampu jika NII ( gadungan, sempalan Kartosuwiryo yang diajalnya baru sadar bahwa selama ini ijtihad -nya salah. Bahwa NKRI yang terbaik untuk Indonesia, pesannya pada Sarjono, putranya  ) dibiarkan ? ( kita tidak seperti pemerintah Pakistan, kan ? memelihara Osama agar dapat sumbangan AS ? )

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Indonesia menjadi negara Islam ? ( pihak Barat malah sudah duluan mencap kita demikian ). Betapa ingin menjalankan syariat Islam di tanah air. Sebagian diri ini juga tak menampiknya. Kekhalifahan Islam terbukti lebih lama dan adil mengayomi rakyat berbagai negeri. Ribuan tahun. Dibanding kapitalisme, liberalisme, pasar bebas yang sedang dijalani mayoritas negara dewasa ini. Sebagian mulai tercekik. ( anda bayangkan, gudang penuh makanan lebih cepat dikuras oleh pemilik truk daripada pemilik kantong keresek. Yang tak punya akses dan modal, jelas tak kebagian makanan. Hanya bisa gigit jari sampai mati kelaparan ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Islam diturunkan untuk menyempurnakan agama sebelumnya. Telah Ku-sempurnakan agama untukmu, firman Allah. Namun, betapa sulitnya kita mengabarkan agama Allah ini ( tidakkah mereka ingin surga juga ? mampukah mereka menganalisa kebenaran Islam ? ). Kita hanya berusaha taat menjalankan perintah-Nya yang disampaikan dalam Al-Qur’an. Namun, betapa besar perlawanan yang kita hadapi ketika berusaha menghentikan perusakan agama kita di rumah sendiri ( dan negara ). Begitu berbahayakah kita ? ( Betulkah Barat ketakutan jika muslim sudah memegang teguh Al-Qur’an ? Seperti para sahabat Rasul, yang segarang singa di siang hari, sesenggukan seperti pertapa di malam hari ( sholat ). 17 Ramadhan 2 H di Badar, 300 muslim dipimpin Rasulullah mengalahkan 1.000 orang tentara musyrikin Mekah. Ada tentara malaikat yang tak terlihat, membantu diam2. Ramadhan 92 H, Tariq Ziyad memimpin  12.000 muslim bertempur ( dan menang ) melawan 90.000  tentara yang dipimpin Raja Frederick ( Spanyol ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

NII dibuat seperti ini ( gadungan ), agar orang Indonesia kapok mendirikan negara Islam, kata mantan NII yang tobat. Khalifahnya berkelakuan seperti Panji Gumilang. Kaum muda dibikin jera dan trauma berurusan dengan ‘negara Islam’. Duit dikuras, masa depan dihancurkan ( sekolah, kuliah putus di tengah jalan ), hubungan dengan orang tua, saudara dan sahabat dirusak. Indonesia dihajar dengan rentetan bom, rekamannya ditawarkan ke TV asing untuk disiarkan ke seluruh dunia. Masjid dan gereja diledakkan. Hanya mereka, anggota NII yang boleh hidup. Lainnya, kafir dan harus dihancurkan. Seperti kaum Khawarij yang membunuh khalifah Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah. Seperti Taliban yang mengkafirkan muslim di luar kelompok mereka, kata mantan JI yang tobat.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

( asal dia selamat, dia dapat kerja, nama almamater dan dia sebagai alumninya tidak diusik pemberitaan miring di media. Persetan dengan korban NII yang malu kembali pada orang tua setelah menguras duit dan mengkafirkan mereka. Sebagian gila dan hilang ingatan. Mereka yang tidak narkoba dan nggak doyan dugem ini dicabut dari keluarga dan masa depannya. Calon2 penerus bangsa, pemegang tongkat estasfet di berbagai bidang. ‘Mati’ sebelum berkembang. Berapa banyak kekosongan yang mereka tinggalkan yang sanggup ditanggung bangsa ini ke depan jika NII gadungan terus dibiarkan ? ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Bak bahtera perkawinan, antar pasangan jika sudah berbeda prinsip dan orientasi, yang ada hanya pertengkaran dan perpisahan. Anda bayangkan, satu orang berjalan ke kanan dan terus meng- upgrade diri, yang lain tetap di tempat/ comfort zone , tak ikut meng- upgrade , enggan menyelaraskan irama pasangan. Tentu, ia akan ketinggalan, tak lagi memikat, ngobrol jadi tak nyambung , sementara di luar sana ‘pesaing’ membludak. Kereta api, jika satu berjalan lempeng, yang lain ke kanan, sudah beda rel. Pisah. Harus ada visi dan misi bersama, jika ingin bertahan. Plus ciptakan kegiatan bersama yang disukai dan rutin dilakukan tiap pekan agar keharmonisan perkawinan/ keluarga bisa dipertahankan. Dalam skup negara, saya berharap prestasi timnas sepakbola kita bisa menjadi pengalaman bersama dan bersatu antar sesama komponen bangsa.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kita dengar cerita para mualaf ( orang yang baru masuk Islam ) mendapat hidayah. Ada yang mendengar kumandang azan, tergerak, dan menjadi Islam. Mendengar alunan merdu pembacaan Al-Qur’an, tak terasa menitikkan air mata, lalu menjadi Islam. Melihat kita berwudhu, menjadi Islam. Melihat kita sholat kusyu’, menjadi Islam. Membaca arti surat Al-Ikhlas ( Qur’an, surat ke-112 ) menjadi Islam. Dst. Saya sendiri menjadi Islam ( tak sekedar Islam KTP ) sejak menulis Astagfirullah di kertas yang menyebabkan tulisan orang kerasukan jin menjadi garis ( sebelumnya lancar menulis kalimat demi kalimat di kertas yang sama ). Tak ada bom yang memaksa saya sholat 5 waktu. Kalau Allah mau, semua manusia di bumi Dia Islam-kan dengan mudah. Kun fayakun . Dalam satu tiupan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kadang saya terpikir, Allah tidak ( belum ) meng-Islamkan semua warga Indonesia, agar kita ( muslim ) terus meng- upgrade diri. Siapa yang paling tahu kekurangan kita selain rival kita ? Kita ‘butuh’ mereka untuk memacu diri. Seperti hiu di kapal ikan Jepang. Ikan dikondisikan terus bergerak agar tetap fresh , prima, di kondisi puncak. Kita perlu Amerika ( uuw.. ) untuk memacu ke kondisi puncak, memaksimalkan seluruh potensi kita. Kalau dulu muslim tidak terlena dengan keberhasilan yang dicapai selama lebih seribu tahun dan menjadi tumpul, muslim tidak akan terpuruk di PD I dan II. Palestina takkan jatuh ke tangan Inggris. Israel takkan dicangkokkan di situ. Kita tak berurusan dengan rentetan bom yang tidak ramah pada sektor pariwisata kita.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Di satu sisi, sepertinya kita dan Amerika menghadapi ancaman yang sama. Keturunan kaum Khawarij/ Haruriah/ Syurah ( mayoritas suku badui Arab pendukung Ali Bin Abi Thalib, yang juga membunuhnya karena tidak puas pada 24 Januari 661 M ). Mereka seperti mengobarkan teror sampai seisi bumi bergabung dengan mereka, karena ( klaim ) mereka yang memonopoli surga. ( ekstremis Yahudi/ zionis juga melakukan hal yang sama ). Di sisi lain, ektremis Kristen juga bergerilya di belakang kita sampai mayoritas warga Indonesia menjadi Kristen tahun 2020. Apa anda sudah merasa berjalan di titian rambut dibelah tujuh ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Tayangan media tentang Osama bin Laden pasca berita kematiannya ( di internet, remaja 13-17 tahun banyak men- search sosok Osama yang begitu dicari Amerika, menjadi ikon perlawanan terhadap arogansi AS ), mengesankan pada saya tentang kegetiran hidupnya. Ghirah Islam Osama, keturunan kaya ( keluarga kontraktor pembangun mesjid al-Haram, Mekah, Saudi Arabia ) membawanya ke Afganistan untuk membantu Taliban mengusir Uni Soviet. ( belajar membuat bom pada CIA, dinas rahasia Amerika ). Apa yang diperolehnya setelah membela Islam ? Namanya dikaitkan dengan pengeboman menara WTC yang menewaskan lebih 3000 orang Amerika ( 9/11/2001, sering disebut peristiwa nine eleven ). Dicatut Bush untuk mengobrak-abrik Irak ( negeri mayoritas muslim kaya minyak  ) menewaskan lebih 100.000 orang Irak ( Maret 2003 ). Setelah itu banyak negara diminta bersiaga membendung pengaruh Al Qaeda, pimpinan Osama. Perang terhadap terorisme pimpinan AS pun dikobarkan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kuwait diserang ( tahun 1991 ) oleh Saddam Husein, presiden boneka AS di Irak. Saudi Arabia yang diincar Saddam berikutnya, malah minta bantuan Amerika untuk mengusir Saddam. Bukannya Osama yang lebih dulu menawarkan diri untuk membela tanah airnya. Saudi Arabia, rumah bagi keluarga Osama bin Laden. Pukulan berikutnya, status kewarganegaraan (  Saudi Arabia ) Osama dicabut tahun 1994. Manusia tanpa kewarganegaraan ini, terpaksa bersembunyi dari gua ke gua lain, menghindari rudal AS. Ketika AS mengancam menyemprot gas beracun ke gua2 tsb, Osama pindah ke Pakistan. Rumah besar dekat West Point-nya Pakistan, menjadi tempatnya menghembuskan nafas terakhir. ( Pengamat Timur Tengah mewanti-wanti pers agar menyebut Osama telah syahid, sesuai 2 jalan yang didambakan para mujahid. Agar Indonesia tidak memerah lagi oleh teror ). Saya yang ‘menghabiskan diri’ selama 9 tahun di keluarga pasca wafatnya ayah, bisa merasakan kegetiran Osama ( juga Antasari ). Benar, Osama memang ikon nan kharismatik.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Saya berharap penerus Osama lebih toleran dan sabar. Agama mengajarkan sabar dan sholat. Konfigurasi otak manusia ciptaan-Nya tidak sama. Ada yang serabut neuronnya lebih rapat di kiri ( sekuler ), ada yang lebih rapat di kanan ( spiritual ). Tidak adil jika, dengan otak condong sekuler, kesulitan mencerna kejadian  spiritual ( peristiwa Isra’ Mi’raj, misalnya ) atau konsep spiritual ( agama, ideologi ), alias masih menampik Islam ( atau Islam versi kalian ), lalu dicap kafir dan dimusnahkan. Islam, agama yang adil. Lebih siip , jika muslim memikat dengan Islam-nya yang sejuk, tidak mengancam. Mereka akan datang sendiri dengan rela. Kita harus sabar. Sesabar Super Nanny mengajari parenthing . Mengajari anak tidur di boks bobo -nya, bisa puluhan kali bolak balik kamar tidur sampai si balita mau tetap di boksnya. Every single night .

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sesabar petinggi PKS mengajari anak meletakkan barang pada tempatnya. Sampai ratusan kali. Tanpa makian, tanpa bom. Sesabar psikolog mendekati anak korban KDRT. Berbulan-bulan berjongkok di samping korban di bawah meja, sampai ia mau bicara. Sebuah perilaku menjadi kebiasaan, setelah 5 kali diulang ( otak bekerja di tingkat tetra ), 50 kali diulang ( tingkat alfa ), 500 kali diulang ( tingkat beta ). Saya juga tidak melihat Osama hitam putih, seperti kebiasaan orang eksakta ( Osama ). Saya juga studi bidang2 eksakta. Namun, saya menambahnya dengan melukis untuk mengasah otak kanan, sekaligus menjinakkan emosi saya yang didera kegetiran masa kecil. Belakangan, saya baru sadar, Allah memberi pengalaman tsb agar saya bisa menulis sampai menggugah hati, dan survive . Seorang penulis mendadak buta setelah sibuk keliling Asia ( bahasa menggunakan otak kiri  ). Seorang profesor otak terkena stroke tak bisa bicara setelah memforsir otak kiri. Baru bisa pulih setelah belajar seni patri berbulan-bulan kemudian ( gambar menggunakan otak kanan ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Apa Amerika perlu dilihat tidak hitam putih juga ? Ketika melukis, warna tidak hanya hitam putih. Ada abu-abu, nuansanya, warna pelangi, warna primer, sekunder, tersier dan percampuran di antaranya sampai kehabisan nama. Ada pelbagai serat kanvas dan ketebalan cat dasar, yang menghasilkan tekstur dan karakter berbeda pada lukisan. Kita belum bicara beragam jenis kuas, minyak, cat dan kualitasnya yang juga berpengaruh pada hasil karya, lho . Seperti lukisan, peristiwa2 yang terjadi di dunia memiliki berbagai variabel yang menghasilkan output berbeda. Kita butuh banyak pengetahuan, pengalaman dan wawasan untuk menganalisa dan menyimpulkan perilaku dan peristiwa. Bahwa hitam itu tidak persis hitam, ada kelabunya sedikit. Atau malah ternyata putih yang tersamar kelabu bahkan hitam, karena intervensi pihak lain ( propaganda, fitnah ). Celakalah, jika yang putih ini dibom tanpa ba-bi-bu ( riset akurat ). Panasnya api neraka melambai-lambai di liang kubur mengundang cepat masuk.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Di Amerika, ada Oprah Winfrey  yang memberdayakan kaum berwarna, terpinggirkan di negerinya, juga Afrika. Ada pemuda yang menggiatkan minyak nabati untuk kendaraan agar negerinya mengurangi ketergantungan pada minyak Timur Tengah ( menghentikan perang ). Ada petinggi perusahaan transnasional yang memilih berhenti kerja dan pergi ke dusun2 miskin di luar Amerika untuk menyumbang buku dan mendirikan perpustakaan, setelah beradu pandang dengan bocah lusuh yang tak dikenalnya. Mereka yang berusaha berinteraksi, mengulurkan tali humanis dengan orang2 di luar ‘dunia’ mereka, apakah tak berarti untuk anda ? Apakah anda ingin dianggap tak berarti, ketika menggapai-gapai minta tolong di kubangan pasir isap ketidakpedulian sebagian besar rakyat negeri anda ? ( yang akan menenggelamkan seluruh negara anda ). Anda tega meledakkan semuanya, termasuk pada humanis Amerika yang lahir dari ibu non muslim, dibesarkan secara non muslim, di lingkungan non muslim ? ( tak mendapat hidayah Islam ). Mereka tak  minta dilahirkan di Amerika ( lingkungan non muslim ). Jika anda bertukar tempat dengannya, anda mau diledakkan ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Syamsul Arifin, guru besar studi filsafat dan Islam Universitas Muhammadiyah mengatakan, ideologi Islam radikal tumbuh sebagai jawaban atas defisit kekuatan dunia Islam pada geopolitik dunia. Susunan ideologi yang membuat Osama menarik simpati generasi muda untuk dilatih paham radikal. Proses radikalisasi berakar pada kondisi sosial, politik dan ekonomi masyarakat muslim dunia yang selama sekian dekade melemah dan bertambah miskin akibat ketidakadilan distribusi kesejahteraan global. Kekecewaan menyulut radikalisme melalui metode perjuangan Osama. Negara2 maju terutama AS harus mengembangkan cara untuk introspeksi diri. Kebijakan politik luar negeri mereka selama ini kerap menimbulkan kekecewaan sekaligus kebencian dari kelompok miskin di dunia Islam. Kondisi kesetaraan, keamanan dan kedamaian harus disokong AS dan Eropa jika ingin mengikis akar terorisme, demi terciptanya dunia yang lebih aman.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Saya pikir, dengan tidak menghabiskan pendapatan negara untuk anggaran pertahanan, AS  akan punya dana untuk mensejahterakan seluruh rakyatnya. ( pasukan AS di Afganistan, Irak, dll, segera ditarik pulang ke AS ). Amerika juga jangan ketinggalan ekonominya sampai gelap mata dan memulai perang dunia atau pembunuhan massal untuk menjual stok senjata canggihnya. Biarlah, jika Amerika sudah kadung ekspert di bidang militer oleh pengalaman PD II. Saya juga pernah beberapa kali berfungsi sebagai ‘pemadam kebakaran’ pada situasi yang hampir merenggut nyawa orang. Sinyal sedikit saja membuat saya bergerak mengantisipasi. Sehingga terkesan ikut campur dan disalahartikan. Warga dunia melalui PBB bisa minta bantuan ( menggunakan keahlian ) Amerika pada saat dibutuhkan. Allah juga tersenyum ridho jika AS bisa seperti ini. Rasanya, kita tak perlu sampai meledakkan nuklir masing2 untuk sadar bahwa perang itu merugikan manusia dan alam. Sayangi bumi kita satu-satunya ini. Jangan sampai tercemar radiasi nuklir dan kebencian hingga manusia tak lagi bisa mendiaminya. Mau tinggal di mana kita ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Peristiwa lain : rombongan anggota Komisi 8 DPR RI datang ke gedung parlemen Australia di Canberra ( 29/4/2011 ), bertemu sejumlah pejabat dan mengunjungi masyarakat miskin. Nyatanya tidak persis demikian dan dianggap menghambur-hamburkan uang. Bahkan, beberapa tak tahu alamat e-mail resmi Komisi 8 ketika ditanya Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia ( PPIA, http ://ppi-australia.org ). Kejadian ini kontan menghebohkan sejumlah forum diskusi dunia maya, dari media massa online, Kaskus, Twitter, Facebook, milis dan grup pengguna Blackberry. Sekaligus mencetuskan tuntutan rakyat agar kunjungan kerja DPR ke luar negeri dikaji ulang.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Memang, kalau dipikir-pikir perbuatan anggota DPR seperti itu tidak match dengan usaha Indonesia beringsut menjadi pemain global. Warga kita di luar negeri merasa lebih Indonesia dari orang Indonesia pada umumnya. Kehadiran anggota DPR yang kapabel merepresentasikan kebanggaan mereka sebagai orang Indonesia. Kalau wakil rakyat itu cakap, siap, menyakinkan, kan enak ceritanya ke temen 2 kalian di Australia. Kalian ( pelajar ) tambah semangat dan bersungguh-sungguh belajar untuk kemajuan Indonesia. Setuju ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Lalu, ada berita dari Wikileaks : data pengguna Facebook bisa digunakan pihak ketiga untuk kepentingan tertentu tanpa sepengetahuan pemilik akun. Saya juga kuatir jika KTP elektronik yang sedianya dimulai Agustus 2011, digunakan pihak asing dan kaki tangannya sampai melanggar privacy kita dan kedaulatan negara. Bayangkan, satu kartu bisa digunakan macam2 ( ATM, kartu pelajar/ mahasiswa, SIM, asuransi, jaminan kesehatan, paspor, dll ). Sekali kita difitnah atau dicap enemy of the state , kartu kita bisa diblokir. Bisa ikutan makan rumput, kita.  Seperti sapi, sebelum akhirnya masuk kotak. Alias, tamat riwayatmu.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kesimpulannya, Somalia bagaimana ? Banyak uang diperlukan untuk menyelesaikannya. Untuk memutuskan rantai sindikat internasional dan suplai senjata. Jika Barat yang memulai, mereka jugalah yang seharusnya menyelesaikan, terutama dalam soal pendanaan, juga untuk memulihkan tanah dan perairan Somalia, agar selanjutnya penduduk mencari nafkah secara halal. Pasukan dari negara2 muslim bisa dikerahkan untuk mengumpulkan senjata para warlord dan memastikan gencatan senjata permanen dilaksanakan. Adakan pemilu jurdil yang menyakinkan seluruh rakyat Somalia bahwa pemimpin cakap dipilih mayoritas secara sah. Legitimated. Ayo, siapa bersedia memulai kerja besar ini ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Soal negara Islam, saya pikir bisa disiasati dengan mempelajari Al Qu’ran, terjemah dan tasfirnya dengan benar. Jika mayoritas warga Indonesia paham bahkan hafal Qur’an, siapa tahu presiden kita berikutnya pun paham dan hafal Qur’an. Bukan simbol ( negara Islam ) semata yang kita perlukan. Lebih penting adalah penerapannya yang adil bijaksana. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila sudah memuat nilai2 Islam dan esensi agama2 yang diakui di Indonesia. Dalam sejarah, Islam-lah yang paling mengakomodir agama lain. Masa Nabi Muhammad, para Khalifau’rasyidin, dan Salahuddin Al-Ayyubi, gereja tidak diusik, juga penganut Yahudi dan Kristen ( ajaran Nabi Musa, Nabi Isa  ) yang menjalankan agamanya dengan benar. Kita ( muslim ) harus menyakinkan warga RI non muslim bahwa kita tidak membahayakan mereka, agar kita sama2 bisa membangun negeri besar ini dengan rukun, kompak dan penuh semangat. Apakah ini kerja besar juga ? Semoga, kita bisa mewujudkan keduanya. Somalia aman. Indonesia damai. Top markotop.


Baca juga :

YJOC dibentuk pada tanggal 7 Juli 2005 dari sebuah mailing list di Yahoogroups yaitu mailing list yamaha-jupiter@yahoogroups.com . Mailing list ini dibuat pada tahun 2002 dan pertama kali adalah sebagai sarana dan diskusi antar pemilik / pengguna dan penggemar motor yamaha khususnya yamaha jupiter dimana pada saat itu belum banyaknya forum online yang dapat memberikan informasi-informasi untuk menjelaskan produk yamaha khususnya tentang yamaha jupiter. Selanjutnya pada bulan Agustus 2005 untuk menunjang informasi atau berita-berita tentang yamaha jupiter lebih baik lagi maka dibuatlah forum diskusi yamaha jupiter dengan dibuatkannya situs .

seperti di kutip dari https://kafemotor.wordpress.com

Dari sejak pertama dibentuknya mailing list yamaha-jupiter@yahoogroups.com dan forum diskusi yamaha jupiter dengan situs sebagai wadah komunikasi pemilik atau penggemar motor yamaha jupiter untuk mendapatkan informasi secara konsisten terus berkembang dikelola secara konsisten oleh para administrator yang profesional dan pemerhati teknologi informasi dan komputerisasi. Terbukti dengan meningkatnya anggota mailing list dan member forum dan juga pengunjung/visitor pada forum diskusi yamaha jupiter. Sebagai contoh dalam waktu kurang lebih 1 tahun anggota/member pada forum yamaha jupiter (belum termasuk pengunjung situs) telah mencapai lebih dari 1500 anggota. Ini menunjukan informasi-informasi yang terdapat pada forum tersebut sangat dicari oleh masyarakat khususnya bagi pemilik atau penggemar motor yamaha jupiter. Dari sini bisa terlihat bahwa YJOC merupakan suatu pasar yang potensial untuk penyampaian informasi, produk dan layanan yang berhubungan dengan otomotif khususnya kendaraan bermotor yamaha jupiter atau lainnya. Sebuah komunitas yang mana didalamnya terdapat beraneka ragam fungsi dan jenjang profesi dari anak sekolah sampai beberapa orang eksekutif muda dengan beragam bidang khusus ikut berpartisipasi memberikan informasi-informasi yang berguna.


Baca juga :

Back to school. Tanpa terasa aktivitas belajar sudah dimulai. Kira-kira baru berjalan satu bulan. Bagi siswa yang telah menempuh ujian dan lulus SMP, tentunya siap-siap untuk melanjutkan ke SMA, ibarat menemukan sebuah planet baru di antara luasnya tata surya. Untuk kali pertama pernah kita datang berkunjung ke planet asing tersebut, akan tetapi kita sudah mendapat bocoran alangkah manisnya kehidupan disana. Kita bakal menemukan  kisah-kisah seru di sana. Termsuk kisah cinta dua anak manusia. Roman picisan. Wuih! ITU, tiga kata yang sudah tidak asing lagi di teling kita, seringkali didedungkan oleh sang motivator terkenal Mario Teguh plus diiringi senyuman khasnya. Disamping kata ‘SUPER’.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Dari segi pelajaran sepintas hampir sama. Hanya suasana dan  lingkungan pasti berbeda. Di SMP ada kita mengenal praktikum di laboratorium. Di SMA juga ada. Yang membedakan hanya di SMP belum ada pelajaran praktek komputer pada masa itu. Ketika menapaki masa SMA aura keseriusan untuk belajar tekun sudah terasa dari awal. Alasannya,  SMA memiliki jadwal spesifik lagi ketat. Artinya kita sudah harus mempersiapkan separuh nasib juga masa depan kita. Betul tidak? Sebab SMA merupakan salah satu cikal bakal seseorang  menuju level yang lebih tinggi lagi yakni melanjutkan ke perguruan tinggi nantinya. Nota bene yang menentukan sebuah masa depan seorang siswa.  Ya, walau tidak selamanya 100% akurat. Teori dan praktek seringkali tidak seiring sejalan. Beda rasanya manakala sudah terjun di lapangan. Masa depan masih merupakan misteri yang tak terpecahkan. Bisa saja sewaktu SMA, bakat bandelnya sudah kelihatan, pokoknya minta ampun deh. E-eh tapi setelah dewasa, masa depannya malah cemerlang. Menurut prediksi niah anak bakalan jadi preman atau centeng pasar. Bisa juga dulunya culun abis, rajin belajar, rajin menolong ibu, pintar dan berkacamata tebal, setelah beranjak dewasa berubah berantakan. Mengkilap atau suram masa depan seseorang tiada yang tahu. Entah dia menjadi saudagar atau kuli bangunan. Who knows? Bagaimanpun pekerjaannya kelak yang penting halal.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Maka dari itu, tanamkan dalam hati bahwa kita ingin sukses. Rencanakanlah kita akan menjadi apa kelak. Tak perlu malu dan minder mempunyai cita-cita tinggi, walaupun mempunyai keterbatasan. Toh banyak orang sukses di tengah kekurangannya. Malah hal itu dianggap sebagai pemicu semangat mereka. Kebanyakan penemu atau ilmuwan terkenal memulai dari sebuah mimpi atau impian. Kemudian bertekad mewujudkannya hingga menjadi kenyataan. Make your dreams came true.  Plan without action akan menjadi sia-sia. Walaupun sehat, sakit, hidup, mati, jomblo, jodoh dan rezeki ada di ‘tangan’ Tuhan.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Jangan baru menjadi kakek bertongkat baru nekat. Sudah telat. penyesalan selalu datang di akhir. Sekali lagi, kita tidak punya kuasa memutar waktu untuk balik ke masa lampau. Seandainya mampu, alangkah nikmatnya hidup ini.  Manusia dapat seenaknya menyetel waktu. Alangkah tidak asiknya apabila manusia sudah ada bocoran apa  yang menimpanya esok hari.  Semua manusia bisa berubah menjadi atheis. Sungguh menyeramkan! Dunia akan kacau. Karena tiap orang dengan mudah mempermainkan waktu sesuai kehendak dan nafsunya.  Betul tidak? Bahkan seorang paranormalpun tak mampu membaca nasibnya sendiri. Mengalami masa depan yang indah penuh wangi bunga, kaya tanpa kekurangan uang adalah impian semua umat manusia di dunia.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Pada tahun 1980-1990 sistem penjurusan dialami saat siswa naik ke kelas dua SMA. Siswa akan dibagi  jurusannya berdasarkan minat dan kemampuannya.  Kelas A1 (untuk katagori ilu pasti seperti matematika dan fisika), kelas A2 (untuk ilmu biologi), A3 (untuk ilmu sosial) A4 (untuk kesenian dan bahasa). Dari sana akan ketahuan jodohnya di bidang ilmu pasti atau ilmu sosial.  Mengalami kebingungan di saat memilih tentu ada. Banyak siswa yang memaksakan kehendak tanpa melihat kemampuannya sendiri. Atau hanya ikut-ikutan saja. Bisa demi gengsi. Setelah terlanjur masuk merasa terjerumus dan tidak cocok lalu kebingungan  sendiri.  Pilihan terakhir pasrah dengan keadaan. Itu yang gawat!

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Hari kemaren Tekya masih bingung dan tak tahu dia ditempatkan di kelas mana. Kelas bulu, berat atau bantam? Melewati was-was dan penuh ketidakpastian, akhirnya nasib Tekya terkuak juga. Pada saat Tekya mendapati namanya terpampang di papan pengumuman  kelas 1.3 (dibaca satu tiga atau three in one).  Cukup cantik. Idealnya Tekya mengimpikan kelas 1.5 sesuai tanggal kelahirannya. Oh dimana posisi kelas tersebut? Denger punya denger lokasinya berada di lantai tiga. Tinngi bener sih. Ruginya sudah ada di depan mata. Kemana-kemana terasa jauh. Kebelet pipis harus ke lantai dasar dulu. Keburu ngocor kali. Apalagi kalau kepingin bolos membutuhkan perjuangan ekstra.  Diperlukan keberanian untuk meloncat dari lantai tiga untuk sampai ke bawah. Untungnya sejarah belum mencatat siapa yang telah berani bertindak bodoh tersebut. Kalau saja ada yang berani tanpa parasut. Sudah pasti sampai di tanah langsung menjadi tapai atau bangkai. Mau? Sepertinya bagi pelajar yang berniat dan hobi bolos kudu menunggu setahun atau dua tahun lagi sampai naik ke kelas dua atau tiga. Lumayan kalau di lantai dua tidak begitu tinggi. Paling kalau loncat paling geger otak ringan doang.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Ketika merasa jenuh dan bosan belajar itulah suka timbul  niat bolos. Makanya mesti ada persiapan khusus. Seperti harus meminjam tangga atau tali tambang biar bisa turun dengan aman. Jangan sampai bernasib apes,  pas mendarat di lantai bawah bisa-bisa sudah terlanjur kepergok oleh guru-guru yang berkantor di lantai dua. Belum lagi Bapak Kepsek juga bersemayam di sana ruangannya. Kalau tidak bertindak hati-hati dan bersikap waspada. Ketangkap oleh mereka hukumannya bisa menyesakkan dada lho. Belum lagi kelas 1.3 persis letaknya ada di pojokan. Untungnya bukan di pojok busana di department store.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Kesan pertama ketika melihat makhluk-makhluk di dalam kelas barunya itu Tekya merasakan aura spritual melanda. Selintas wajah-wajahn mereka pada alim-alim. Kemungkinan karena masih menyandang  predikat sebagai anak baru, jadi menjaga image  masing-masing.  Walaupun sekilas penampilan mereka rata-rata seperti wajah tanpa dosa atau anak-anak Mami. Mirip wajah orang-orang baik, rajin dan kutu buku. Tidak terlintas seperti  tipe-tipe pembangkang atau pecundang. Kenyatannya hampir saban hari kelas 1.3 selalu menciptakan kehebohan dan kebisingan. Semua mengeluarkan bakat bakat kebandelan yang terpendam. Ternyata oh ternyata. Namanya karena masih remaja dan muda tidak dilarang untuk hiperaktif dan energik.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Ujian pertama yang akan dihadapi oleh paguyuban kelas 1.3 adalah ketika diberi mandat dari ketua OSIS SMA mereka agar turut memeriahkan class chalenging competition di bidang informasi dan telekomunikasi lewat media tulis menulis. Salah satunya yang diperlombakan adalah mengisi majalah dinding sekolah yang sudah sekian lama vakum. Mendengar berita santer ini sontak membuat Kelas 1.3 langsung gelagapan bagai disambar halilintar di siang bolong. Masih mending kalau permainan halilintar di Ancol. Sang Ketua kelasnya 1.3 yang bernama Mizal Bom Bom langsung kaget bercampur nanar. Tak ada sangkut pautnya dengan pasar kaget sama pasar segar? Semenjak mendengar berita itu mungkin untuk sebagian orang akan bersikap biasa-biasa saja. Tidak bagi Mizal, yang baru sebulan menjabat sebagai Ketua kelas mendadak terjangkit virus galau dan malas ngomong. Belakangan beliau berubah menjadi calm, pendiam dan suka menyendiri. Syukurnya nafsu makannya tidak berubah dan tetap stabil.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Jelas sudah apa yang menjadi alasan Mizal mendadak pura-pura sakit. Ternyata dia mengalami dilema ringan. Di satu sisi Mizal lebih menyukai menonton bioskop daripada membaca buku. Dia merasa tidak mempunyai bakat dan hobi di dunia tulis-menulis. Kecuali menulis buku catatan sekolah dan membaca buku cetak pelajaran. Itupun karena terpaksa. Biasanya juga meminjam catatan dari temen lalu kemudian membawanya ke tukang potokopi. Beres. Dia ikut  kawatir  anak-anak di kelas yang dikomandoinya terjangkit  penyakit pesimis. Bayangkan jika semuanya yang ada di kelas itu tidak ada yang berminat untuk ikut berpartisipasi menghidupkan kembali ‘nafas’ mading sekolah.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Mizal mempercepat ayunan langkahnya. Lima menit lagi bel sekolah akan berbunyi. Beriringan dengan penutupan pintu gerbang sekolah. Jika apes dan terlambat pelajar wajib lapor dulu ke pos satpam. Setelah itu baru diizinkan masuk. Ketiba sampai di dalam sudah menanti hukuman apa yang akan diterima. Kalau kebetulan yang mengajar gurunya baik, kita akan langsung dipersilahkan duduk. Kalau gurunya killer pasrahlah…Bersiap-siaplah untuk dijemur di tengah lapangan upacara atau disetrap di depan papan tulis sebagai contoh anak yang bandel. Setelah itu dicemooh teman sekelas.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Saat melintasi lapangan basket, Mizal terpaku melihat sebuah mobil truk berhenti di dekat tiang basket. Di bak belakang truk terdapat muatan yang ditutupi  terpal. Mizal berhenti sebentar di bawah pohon rindang. Mizal mengamati dari jauh apakah gerangan isi muatan truk itu. Dia jadi bertanya-tanya. Apakah sekolah memborong seperangkat komputer baru? Atau mungkinkah membeli bangku dan meja baru? Nah! Siapa tahu sekolah bakal pasang AC di tiap-tiap kelas. Beli sound system baru kali. Sudah ah biking bingung saja, bathin Mizal. Tak lama kemudian dua orang turun dari bak. Mereka menurunkan sebuah kotak berbahan kayu dan berpintu kaca. Mirip-mirip jendela. Woww, majalah dinding sekolah baru!

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

“Waduh. Maafkan saya sebagai ketua kelas tidak mungkin menolak perintah orang tertinggi di sekolah ini Gus. Apa dayalah kita sebagai murid. Mana berani Aku membantah. Kita lebih baik turut berpartisipasi. Ini Kegiatan sebagai ekstrakulikuler dari sekolah. Dan akan ada penilaian di akhir semester. Sungguh, berat bagi saya untuk mengemukakan hal ini. Secara pribadi yang notabene males membaca buku. Kalian juga sudah tahu saya tidak suka membaca komik. Novel  pertama kali sentuh hanyalah karya Asmaraman S Kho Ping Hoo. Saking tebal dan banyak ada beberapa jilid, Saya langsung mual. Sumpah! Apalagi disuruh menulis cerita, mohon maaf. Kalau disuruh menyalin dari buku cetak ke buku tulis saya jago. Yuk, mari teman-teman kita meriahkan mading ini ya…”

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Yeah…Sang Kepsek memang sangat merana kalau kelas 1.3 sedang berisik. Apalagi jam istirahat, seharusnya itu kelas keadaannya sepi karena waktunya mereka makan ke kantin. Apa daya susah menebak apa yang ada di dalam pikiran anak didiknya itu. Beliau saban hari memberi ultimatum melalui wali kelasnya Ibu Juminten agar paling meminimalisir tingkat keributan yang terjadi di lantai 3. Hasilnya tetap nihil. Perubahan sikap mereka yang baik hanya bertahan paling banter tiga hari setelah itu penyakitnya kumat lagi. Tiada mempan.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Sosok Iqsan TWEJ  (Topo Wijaya Effendy James)  juga perlu kita kenal. Namanya memang panjang kayak truk gandeng. Berkacamata tebal. Kesukaannya membaca novel berbahasa Inggris. Seperti karya Shakespeare, Enid Blyton dan Alfred Hitchock. Buku-buka bergenre petualang hampir semua sudah dilahapnya. Jabatannya sebagai wakil ketua kelas akhir-akhir ini cukup membuatnya sedikit sibuk. Jadi jarang punya waktu untuk berkunjung ke perpustakaan dan ke toko buku. Culun-culun begini Iqsan TWEJ menghabiskan SD dan SMPnya di negeri Paman Bill Clinton. Tidak heran bahasa Inggrisnya was wis wes wos. Lancar banget dah.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Fatimah berangsur-angsur melepaskan aksi rogoh merogohnya. Membiarkan Yudo mencari kampur yang nyungsep di rambutnya. Setelah kapur papan tulis itu diketemukan langsung dilemparkannya ke rambut Fatimah yang hitam bergelombang dan berombak-ombak. Kebetulah di dalam kelas tidak ada angin berhembus sehingga ombaknya tidak tinggi dan menimbulkan tsunami. Sekarang, kapur itu telah bersemayam pula di rambut cewek berparas ayu itu. Fatimah blingsatan dan mengobrak-abrik rambutnya juga demi menemukan kapur sialan itu. Ketika Yudo berhasrat ingin membantu mengawut-awuti rambutnya. Namun dengan gerakan refleks Fatimah langsung mengusirnya.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

“Iya..Tidak boleh Yudo. Dilarang dalam agama kalau menjamah perempuan. “ Bela Choiruddin sambil memamerkan senyumnya yang manis. Walaupun bertubuh mungil Choi cukup disegani oleh teman sekelah karena ilmu agamanya yang mumpuni. Makanya sering dijuluki Ustad. Jenggotnya yang tumbuh satu dua alias jarang-jarang itu dibiarkan tumbuh untuk menambah profil kewibawaannya dan kesyufiannya. Dan si choi ini mempunyai hobi tersenyum. Mungkin dia ingin menunjukkannya bahwa dia itu orangnya manis,humanis, penyabar dan berwibawa. Dia terkenal ramah dengan siapa saja yang ditemuinya. Sampai-sampai dia kalau sedang makan pempek di kantin Ismail  tetap dengan tersenyum sendiri. Gawatnya kalau orang yang belum mengenal akrab sosoknya bisa-bisa menduga-duga yang macam-macam. Miring kali yeee.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Rapat hari kedua waktu istirahat kembali berubah wujud menjadi waktu rapat darurat. Ketua kelas mengintruksikan kepada khalayak di kelas 1.3 untuk tidak keluar kelas terlebih dahulu. Untunglah semua mengamini. Mizal, sebagai ketua kelas mengemban tugas yang cukup berat demi mengangkat spirit kelas asuhannya untuk berkreatif dan berdisiplin. Tidak mudah mengumpulkan semua anak-anak 1.3 yang rada bandel-bandel untuk tetap berada di dalam kelas. Bayangkan? Tahu sendirikan semestinya perut-perut mereka yang  sudah sibuk berintrumentalia menyanyikan lagu-lagu kelaparan meminta peruti diisi oleh nasi atau cemilan. Menyatukan sebuah kelas untuk satu pikirian satu tujuan membutuhkan sebuah energi yang cukup besar. Mizal sedang mengumpulkan itu. Beliau benar-benar sedang mempertaruhkan karirnya demi suksesnya memeriahkan kembali mading sekolah.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

MizaI menghirup udara dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan-lahan. Tubuhnya yang gempal tidak ada bedanya dengan Iqsan TWEJ dan Yudo yang terkenal doyan makan. Mizal siap ambil ancang-ancang untuk memimpin rapat.  Setelah dia merasakan emosionalnya mulai terkontrol barulah dia meminta  Iqsan TWEJ sambil memohon-mohon menggantinya untuk  memimpin rapat yang kembali berlangsung di kelas. Kemudia Mizal meminta izin untuk ke kantin bersama Fatimah untuk membeli cemilan-cemilan untuk keperluan rapat. Semua kelas berteriak…Asik lapang perutku!”

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

“Ini serius. Maaf, joking dulu biar nggak tegang. Saya mengharapkan kerjsama dari teman-teman untuk dapat menunjukkan karyanya. Kalau bisa kita usahakan isi mading kita lebih berbobot dari yang lain. Mudah-mudahan mading kelas 1.3 bukan hanya sekedar memberikan tulisan atau berita yang menjadi hiburan semata akan tetapi ada sebuah pesan yang bermakna di dalamnya. Tempo hari saya bagi-bagi tugas. Tekya fokus di dalam cerita-cerita lucu, anehdot dan karikatur. Diam-diam ternyata dia jago gambar. Kalau Agus mengurusi berita-berita seputar olahraga. Selly Cheng, tugasnya mengisi tip-tips bagaimana mengelola usaha kelontongan. Karena Papanya punya usaha warung. Rata-rata orang chinese kan pedagang.”

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Kantin itu berdiri sudah cukup lumayan lama. Berawal dari Abinya (Ayah Kak Ma’il) yang keturunan Arab Palembang bersahabat akrab dengan Kepala Sekolah di zamannya. Pas kebetulan Kepala Sekolah kebingungan dengan keberadaan sebuah gudang yang dianggap sudah usang alias  tidak terpakai. Gudang peninggalan zaman Belanda itu, dulunya untuk menyimpan pasokan makanan di masa kemerdekaan. Kwalitas bangunannya masih kokoh banget, hanya saja penopang atapnya yang terbuat dari kayu sudah mendekati keropos termakan usia. Warna cat temboknya  sudah terlihat kusam dan lusuh sekali. Sukar ditebak apa warna aslinya. Karena dianggap akan merusak pemandangan, Bapak kepsek berencana ingin menghancurkan saja agar sekolah memiliki perbendaharaan lahan kosong. Seandainya kalau dipugar tentunya memakan ongkos.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Bapak Kepsek bercita-cita jika gudang itu berhasil diratakan dengan tanah, lokasi tersebut siapa tahu bisa digunakan untuk bercocok tanam.  Waktu Bapak Kepsek sudah deal dengan mandor tukangnya. Sayangnya setelah diteliti, mandor tukang meminta upah lebih. Alasannya masuk akal juga, untuk menghancurkan gudang yang tebal dan kokoh itu juga memakan waktu banyak biaya dan waktu yang lama. Bapak kepsek hanya bisa pasrah. Di saat momen kebingungan ‘high level’ itulah tanpa disangak dan dinyana datang Bapaknya Kak Ma’il datang mengunjungi temannya yang sudah menjadi kepala sekolah. memang kebetulan sedang mencari. Di tengan obrolah yang penuh emosional dan kehangatan, Bapak Kak Ma’il berkata :

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Itulah sekilas kisah historinya kantin Kak Ma’il. Ternyata racikan resep dapurnya sesuai dengan selera para siswa, membuat mereka tidak bosan makan di sana. Belum lagi suasananya dibuat betah untuk nongkrong dan kongkow. Dekorasinya disulap gaya cafe anak muda. Pada dinding dipenuhi ornamen-ornamen yang cantik baik berupa lukisan kota Palembang di masa lalu. Poster-poster artis lokasl dan mancanegara juga tak kalah banyak.  Deretan artis hollywood , Bollywood, Tangkiwood dan Mandarinwood. Semacam poster John Stamos, bintang pameran utama film seri televisi ‘Full House’ dan ‘ Dreams ’sedang tersenyum manis. Poster Silvester Stallone dengan gaya khasnya di film ‘Cobra’ dan Over the Top’. Poster Amitabh Bachan juga ada. Poster Onky Alexander dalam ‘Catatn si Boy’. Tidak ketinggalan poster Jacky Chen dalam ‘Drunken Master’. Dan pernak-pernik dari mutiara dan kulit kerang juga menghiasi dinding. Di meja panjang berjejer becak dan jembatan ampera dalam bentuk miniatur.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Menu yang tersedia juga bermaca-macam. Sayangnya mereka tidak menyediakan nasi. Semua menu diberikan nama sesuai judul film yang lagi ngtren saat itu. Sebangsa empek-empek buntu pendekar mabok, otak-otak ikan tom and jerry, empek-empek panggang rambo, rujak mie galih dan ratna, mie celor jump street, kue donatello, model bold and beautiful dan tekwan james bond. Minuman tidak diberi nama-nama aneh. Kantin Kak Ma’il menyediakan minuman beraneka jenis jus buah, kopi, teh, es jeruk, jamu dan es hoya. Belum lagi pelayananannya yang ramah dan bersahabat juga cepat (note: kalau sepi pengunjung).

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Satu lagi yang membuat para pengunjung betah yaitu full musik. Kak Ma’il memasang double speaker  yang dolby stereo di setiap sudut. Belum lagi tweaternya yahud. Jernih dan berdecit.  Ketahuan kalau pas lagi nyetel lagu yang rada ngrock, kontan kantin serasa diguncang gempa, dan sangat bergemuruh. Namun volumenya masih sebatas wajar, kalau tidak tentu dapat menganggu aktivitas belajar. Untuk kaset lagu disediakan oleh siswa-siswa. Jadi Kak Ma’il tak perlu repot-repot membawa kaset lagu dari rumah. Kebanyakan jadi ajang pengetesan kaset-kaset yang baru mereka beli. Selain tempat berkumpul dan ngegosip di saat suntuk berat dengan pelajaran tertentu.  Berubah fungsi juga sebagai tempat pelarian jika saat pelajaran kosong , guru rapat dan guru berhalangan, sebagai tempat penitipan helm, jaket dan tas. Penitipan tas biasanya untuk yang berniat bolos.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Tiupan semilir angin malam nan dingin menerpa wajah bulat seorang pelajar SMA bernama Iqsan TWEJ.  Malam itu jam telah menunjukkan pukul 22.30. Iqsan masih terbuai dengan bahan-bahan yang akan dipakai untuk perlombaan majalah dinding sekolah. Sebentar-sebentar dia menguap lebar. Lalu membentangkan tangannya sekedar melakukan gerakan senam ringan. Beberapa menit kemudian  ia kembali meraih keyboard komputer untuk melanjutkan mengetik.  Di atas springbednya bertebaran kertas-kertas HVS ukuran A4 selesai diprint. Dia belum sempat menyusun dengan rapi. Sedangkan hasil ketikan yang salah lebih banyak lagi jumlahnya di dalam sebuah kotak sampah berukuran sedang berwarna jingga. Iqsan TWEJ mengetik dengan ditemani penerangan lampu meja belajarnya 25 watt. Tik Tak Tik Tuk begitulah bunyinya. Setiap sepuluh menit sekali ia mencopot kacamata tebalnya. Framenya juga berukuran besar. Lensanya sedikit dihawa-hawain. Setelah itu diseka menggunakan tissue khusus. Oh ya di atas mejanya terpampang poto ketika masih tinggal di Amerika. Iqsan TWEJ memandangi potonya yang masih culun. Dalam kesunyian seperti inilah suka teringat kenangan bersama teman-teman bulenya.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Konon, keluarga Iqsan TWEJ pernah bermukim di negeri Paman Sam atau Amerika selama kurang lebih 7 tahun. Masa SD atau Junior high schoolnya dihabiskan di sana. Papinya seorang arsitek jenius yang bekerja pada perusahaan kontraktor asing. Selaras namanya, kontraktor, ya berarti doyan mengontrak dimana-mana, dikontrak di sana sini. Tapi gajinya dollar bo..Mirip-mirip anak kuliahan yasng ngekos deh. Komunikasi keseharian mereka menganut billingual language. Bahasa Indonesia di mix dengan bahasa Inggris versi Amerika. American English languge dikombinasikan dengan Indonesian language. Semarak euy..

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Di sebuah perkampungan, Faisol Kribo tampak juga kena penyakit ‘sibuk berat’juga. Naga-naganya lebih sibuk ketimbang Iqsan TWEJ. Ceritanya dia juga berniat menyumbang sesuatu demi kemeriahan majalah dinding sekolah. Bukannya sibuk mengetik, akan tetapi dia mencari sesuatu . Kasak kusuk nggak karuan. Betul sekali, Faisol lagi panik akibat kehilangan sebuah buku berjudul ‘ tips menjadi gitaris handal dengan menggunakan dua jari’, yang baru saja dibelinya di toko buku Gramedia sepulang sekolah lenyap entah kemana. Ibu dan adiknya terheran-heran melihat tingkah Faisol nan heboh kayak KPK sedang melakukan aksi geleldah di rumah koruptor. Sekarang rumah mereka keadaannya mirip kapal perang pecah. Berantakan gara-gara seonggok buku? Dari teras depan, ruang tamu, kamar, ruang makan sampai ke halaman belakang terlihat awut-awutan kayak benang sulaman kusut. Buku-buku pelajaran sekolah yang tak bersalah turut menjadi korban keganasan ‘nafsu’ Faisol Kribo. Semua jadi serba salah dan semrawut. Tidak ada bedanya dengan tampangnya saat itu.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Tanpa dikomando, Faisol langsung menyongsong ruang tamu. Dia sudah gemes pengen melabrak kakanya yang ganjen itu. Dugaan Fendi tidak meleset. Benar saja, di sana Faisol menyaksikan kakaknya sedang kusyuk mengajari pacarnya cara memetik gitar dengan menggunakan 10 jari. Kak Fedrosa dengan hati-hati menuntun jemari halus kekasihnya agar gapek memetik tali senar gitar. Buku yang tengah di cari oleh Faisol tergeletak di atas meja. Ternyata buku Faisol dijadikan panduan. Faisol merebut buku seenaknya. “Misi ya mbak Saya mau ambil buku.” Setelah itu langsung kabur. Kedua sejoli itu terkejut. Kemudian mata mereka sejenak saling berpandangan. Fedrosa hanya bisa mingkem.Melongo.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Hari perlombaan kreasi majalah dinding tinggal beberapa hari lagi. Mereka yang ikut terlibat tidak mau membuang waktu lagi. Mereka tidak hanya ingin sekedar mengejar hadiah akan tetapi menyabet gelar ‘king of school bulletin board of the year’ itu lebih penting dan sangat krusial. Dipastikan dapat mendongkrak popularitas kelas mereka di mata kepala sekolah. Walaupun rata-rata anak kelas 1.3 kebanyakan badung tapi mereka bertekad untuk tampil serius. Masing-masing kelas punya kans untuk menjadi pemenang. Ini gelar lumayan pretisius. Disetiap rapat ketua kelas dan wali kelas tidak henti-hentinya berpesan agar serius dan tidak membuang kesempatan emas ini. Bukan saja berusaha sekuat tenaga, menjaga kekompakan dan keseriusan juga belajar memikul tanggungjawab.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Tekya merasa dia pantas mendapatkan semua itu. Dia ogah rugi. Dia rela menjebol duit tabungannya guna membeli kerrta kwarto satu rem, lima buah spidol berwarna, pulpen rapido. Setelah coba dihitung-hitung pakai kalkulator milik Papanya ternyata biayanya cukup fantastis! Sebanding dengan uang jajannya satu minggu. Maka, konsekwensinya paling tidak BEP (Break Even Point). Istilahnya balik bandar. Berkorban untuk moment yang seperti ini bernilai samar-samar kelihatannya kayak orang bodoh. Setiap sesuatu yang besar dimulai dari hal yang kecil. Setipa kesuksesan diawali banyak kegagalan. Lebih baik berbuat sesuatu dari pada hanya berdiam diri bermimpi tapi hanya memendamnya. Suatu saat akan menampakkan hasilnya. Jika diiringi dengan kesabaran. Ada malah yang ekstem, Biarlah  kehilangan masa mudamu daripada kehilangan masa depanmu. Ayo, pilih mana?

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Perlombaan digelar sampai sore. Para juri terdiri dari dewan guru dan Kepala Sekolah. Keputusan juri tidak boleh di ganggu dan digugat. Mereka langsung terjun ke lapangan menyaksikan majalah dinding hasil karya anak didiknya. Wali kelas masing-masing hanya boleh menilai kelas lain. Jadi dilarang menilai kelas asuhannya sendiri. Para juri itu mendatangi majalah dinding yang diletakkan secara berjejer tepat di lobby sekolah, kemudian mengamati dan memberikan penilaian secara objektif. Kriteria penilain cukup berat dan ketat. Yaitu selain menilai kontennya berbobot atau tidak, hasdil saduran atau asli, copy paste atau dari ide murni mereka sendiri.  Misalnya untuk artikel tertentu memerlukan suryey lokasi. Atau ada sumber lain yang menjadi bahan inspirasi namun dikembangkan lagi dengan ide-ide serta disajikan dengan kalimat sendiri.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Tampilan dari majalah dinding itu sendiri cukup mempunyai nilai yang besar sebagai faktor penunjang dan dapat mendongkrak nilai. Panitia lomba juga kelihatan sok sibuk. Mondar-mandir…seperti kita analogikan sebuah kapal mainan yang terbuat dari kaleng yang diletakkan di dalam baskom, ketika mesinnya dinyalakan, kapal itu akan bergerak maju, berjalan seakan berlayar, akan tetap jalannya hanya terbatas mengitari baskom. Ketika kapal itu  membentur dinding baskom lalu membal balik lagi ke arah semula.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

Diam-diam santer terdengar banyak pujian mengalir untuk keelokan majalah dinding kelas 1.3. Terbukti dari survey on the spot, setiap jam istirahat banyak anak-anak berkumpul di lokasi mereka. Walaupun tak sampai berbondong-bondong tapi lumayan juga. Persis orang berkerumun melihat poster film di bioskop. Terlihat dari kepuasan yang terpancar dari wajah para pengnjung. Kadang mereka mengangguk-angguk. Kadang mereka berbisik-bisik. Kadang mereka juga tertawa cekikikan. Bahkan ada yang pengunjung yang saat datang sedang lapar berat ketika melihat majalah dinding kelas 1.3 langsung mendadak kenyang. Dikirain isinya menu restoran apa? Namanya juga barang baru atau ‘new entry’ jadi wajar saja.

seperti di kutip dari https://deddyazwar5.wordpress.com

“Okey. Kamu sedikit beruntung. Ungtungnya belum semua teman kita yang mengetahui pembelotanmu ini.  Fer..Mengapa Kamu tidak pede dengan prestasi kelasmu sendiri? Mengapa Kamu malah sibuk bergabung dan membantu kelas lain? Itu namanya tidak solider. Aku sudah menduga apa penyebabnya. Apalagi kalau bukan karena pacarmu ada di sana ya. Bukan begitu? Kamu tidak ada bedanya dengan penghianat Fer. Saat kami membutuhkan tenagamu kamu hilang. Lenyap secara tiba-tiba. Di saat kami menang kamu malah berteriak paling kencang. Hmm Lucu.”


Baca juga :

kebetulan rumah orang tua gue berada di atas kota kembang sektor anggrek (kalimulya). Di kota kembang ingin dijadikan kawasan elite, Sayang pintu gerbangnya dilalui Sutet, dibagian tengah (perumahan yang berada dipinggir jalan) membelah makam kalimulya dan cilodong yang membuat harga jatuh tidak ada peminatnya dan ditambah terlalu banyak yang meminta jatah dari elite pemerintah depok maupun DPRD, buktinya kantor DPRD Depok dan rumah bekas Walikota Depok Badrul Kamal juga memiliki rumah berada ditengah tengah kota kembang. Jadinya beban pengembang menjadi berat sedangkan peminatnya sedikit, dan akhirnya pengembang mengundurkan diri mungkin juga bangkrut, dan sekarang sudah 3 pengembang yang yang bergantian menangani kota kembang, dari DAKSA GROUP, ISPI dan sekarang SMR. mudah-mudahan banyak peminatnya yang membeli kalo tidak kemungkinan akan ganti pengembang lagi……Sayang sekali developernya yang lama (Daksa) ngabur. Sekarangpun developer baru (SMR) kurang “menyentuh”. Jalanan komplek berkualitas buruk, aq batal beli rumah di GDC, sepagian ini aq browsing di net dan berdasarkan data yang aq dapet by phone dari pengembangnya trus aq masukin ke net ternyata semua perumahan SMR group itu sama dengan perumahan yang dibangun sama Daksa group (ex bogor asri)jadinya tingkat keraguanku semakin tinggi takutnya Daksa group ganti nama jadi SMR group

seperti di kutip dari https://bicararumah.wordpress.com

btw SMR itu Sanubari Mandiri Realindo dah aq cek di net ternyata aq gak dapet referensinya sama sekali. Grand Depok City yang punya sekarang kelompok Artha Graha (konglomerat). Lebar jalan GDC gede banget (tiap berangkat kerja lewat situ- kalo pulang kerja kemaleman ga berani),yang diapit oleh 2 sungai dan hutan bambu serta makam dengan pemukiman warga diatasnya, jadi kudu hati2 kalo pulang lewat dari jam 10 malem, banyak kejadian pembegalan motor yang muncul tiba2 dari jalan pemukiman warga. Beberapa minggu lalu saya survey di GDC…emang beberapa cluster sedang dipersiapkan…tapi masih belum ada tanda-tanda mulai pembangunan rumah..kata marketingnya sih rumah baru jadi sekitar 1tahun setelah akad kredit…lama banget ya???

seperti di kutip dari https://bicararumah.wordpress.com

Bahkan ketika saya tawarin DP lebih dari 50%, developernya kurang “welcome”…mungkin takut gagal sehingga bisa ngecewakan seperti dulu. saya sangat kecewa sekali sama pengembang terdahulu, karena untuk mendapatkan rumah saya perlu waktu panjang untuk berdebat dengan daksa kurang lebih 3 tahunan….(capee….deh….) jadi saya mohon untuk para pembeli rumah di GDC jangan terburu nafsu dengan perubahan sekarang ini, tolong dilihat lagi apakah memang sudah benar-benar berubah atau cuma sekedar “kedok” ajah…beberapa bulan lalu aku dah transaksi di GDC (cluster gardenia)sudah bayar tanda jadi, sudah mencicil DP nya, dll…

seperti di kutip dari https://bicararumah.wordpress.com

entah kenapa istri saya agak punya pikiran ganjil tentang GDC… tanya2 lha aku ke kantor Pajak, BPN, sempet menghubungi SMR segala (bukan gedung SMR…tapi… PT SMR) dan jawaban yang saya terima…NOT RECOMENDED… lemes deh aku ma istri… sudah itu kwitansi yang kita terima untuk pembayaran, tanda tangannya tidak disertai nama jelas… kita sudah menanyakan dan meminta supaya di beri nama jelas pd tanda tangan kwitansi… tapi mereka tidak bersedia dengan alaan “kan ditanda tangan diatas materai…” kita bilang “semua orang bisa tanda tangan di materai… tapi siapa yang tanda tangan..??” dan mereka tidak menggubris..


Baca juga :

Komunitas jin daratan terdiri dari berbagai macam wujud seperti sudah disebutkan sebelumnya. Dibandingkan jin air dan jin udara, jin daratan paling banyak variasi wujudnya. Secara umum variasi wujudnya terbagi dalam 3 jenis, yaitu berwujud seperti binatang darat, berwujud seperti manusia, dan sebagian kecil lainnya berwujud seperti burung dan hewan terbang, dengan rupa dan ukuran yang bermacam-macam. Sebagian di antaranya berkomunitas dan membentuk kerajaan jin darat. Di pulau Jawa ada banyak sekali kerajaan jin darat. Kesaktian mereka bervariasi, ada yang biasa saja, tetapi ada juga yang berkesaktian tinggi. Di pulau-pulau lain juga ada kerajaan jin daratan, tetapi tidak banyak seperti di pulau Jawa.

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Kebanyakan jin daratan telah familiar dengan kehadiran manusia di lingkungannya. Tetapi bangsa jin yang terbiasa hidup di tempat yang sepi dan jauh dari kehidupan manusia, seperti di hutan atau di gunung, seringkali tidak suka dengan keberadaan manusia di lingkungannya. Bila ada manusia yang jelas dianggapnya tidak diinginkan keberadaannya, apalagi perilaku manusia tersebut ‘mengganggu’ atau melakukan ‘kesalahan’, seringkali mereka ‘menegur’ atau ‘menghukum’ manusia tersebut dalam bentuk misalnya membuat manusia tersebut sakit, salah melihat jalan dan tersesat tak bisa pulang, salah melihat jalan sehingga masuk ke jurang, atau bahkan ‘diculik’ masuk ke alam gaib, hilang bersama dengan raganya.

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Persis di posisi Tugu Monas berdiri, ada berdiri satu sosok jin seperti manusia raksasa tinggi besar. Tingginya + 50 meter. Dengan tangan bersedekap berdiri menghadap ke arah timur-selatan (tenggara). Kesaktiannya bisa sampai 100 kali lipat kesaktian Ibu Ratu Kidul. Dengan ukuran tubuh sebesar itu dan pancaran energi yang besar, seharusnya dia dapat terlihat atau terdeteksi dari jarak yang cukup jauh. Tetapi dimensinya sangat halus, sehingga keberadaannya sampai saat ini tidak diketahui orang, termasuk oleh orang-orang ‘sakti’ yang sering muncul di TV dalam acara ‘dunia gaib’.

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Kebanyakan jin air lebih rendah kekuatannya dibandingkan jin daratan, tetapi lebih ‘galak’ dan lebih ‘ganas’. Manusia yang sebagai ‘mahluk daratan’ harus lebih berhati-hati bila berada di air. Selain berbentuk seperti hewan air, kebanyakan dari mereka berwujud seperti manusia yang banyak membentuk kerajaan jin air. Kerajaan jin air kebanyakan berada di dasar laut. Walaupun di laut banyak tinggal gaib-gaib laut yang sakti, bahkan lebih sakti daripada gaib yang menjadi penguasa wilayah, tetapi seringkali mereka tidak menjadi penguasa wilayah. Mereka hidup sendiri. Selama keberadaan mereka tidak diganggu, mereka tidak akan mengganggu mahluk gaib yang lain.

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Dhanyang air adalah mahluk halus penghuni air yang berwujud seperti manusia, tetapi banyak juga yang seperti hewan air, misalnya berwujud seperti ikan besar, ikan mas, ikan lele, kura-kura, dsb. Banyak di antara mereka yang memiliki mustika di kepalanya atau di dalam perutnya. Mereka bukan bangsa jin. Mereka jenis tersendiri. Biasanya mereka berwatak baik, tidak jahat terhadap manusia, tetapi bila manusia mengganggu mereka, mereka juga bisa marah. Tetapi jika kita mau bersikap sopan kepada mereka, mereka juga mau membantu kita. Misalnya kita akan memancing atau menangkap ikan, sebelumnya dengan sopan kita mengucapkan salam dan permisi minta diijinkan memancing atau menangkap ikan dan kita memberi sesaji berupa telor ayam mentah atau telor ayam goreng mata sapi, yang dilemparkan ke dalam air, mudah-mudahan mereka mau membantu supaya ikan hasil tangkapan kita banyak.

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Keberadaan komunitas jin udara berpengaruh sekali terhadap kondisi cuaca di bumi. Mereka suka sekali membentuk sekumpulan awan, sehingga tempat tinggal mereka menjadi lebih teduh dan tenang. Selain yang berbentuk kerajaan, komunitas mereka sering berpindah tempat, sehingga kondisi cuaca di bumi juga ikut berubah-ubah. Di posisi langit yang berawan tebal atau mendung, bisa dipastikan bahwa disitu banyak berkumpul jin udara. Kebanyakan dari mereka bergolongan putih dan suka sekali mandi sinar bulan purnama. Sehingga pada saat malam bulan purnama, mereka akan menyingkirkan awan yang menutupi sinarnya, sehingga mereka bisa bebas mandi cahaya bulan purnama, biasanya dilakukan pada pk. 21.00 s/d. pk. 24.00.

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Wujud jin udara kebanyakan seperti dalam film “Harry Potter”, yaitu berkerudung dan berjubah hitam, tubuh dan wajahnya gelap hampir tidak kelihatan, dan tidak berkaki. Banyak juga yang jubahnya lebar seperti sayap kelelawar. Ada juga yang wujudnya seperti segulungan angin dan dapat berubah menjadi pusaran angin (tornado). Selain itu, banyak jin udara yang sosoknya seperti manusia, yang kemudian banyak membentuk kerajaan jin udara. Ada juga yang sosoknya seperti binatang di bumi, kebanyakan wujudnya bersayap, misalnya ular bersayap, harimau bersayap, kuda bersayap, ular naga bersayap, burung-burung seperti garuda atau rajawali besar, dsb, yang kebanyakan tinggal di sekitar komunitas kerajaan jin udara.

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Ada satu ular gundala seta yang pernah tertangkap oleh Ki Ageng Sela, ketika kaget ada petir di siang bolong menyambar di dekatnya ketika sedang berada di sawah. Ki Ageng Sela memang terkenal sebagai orang sakti yang dapat bergerak cepat sekali. Di dalam genggaman tangannya, petir itu tiba-tiba berubah menjadi seekor ular coklat. Secara refleks ular itu dibantingnya hingga menancap di lumpur sawah. Untunglah kepala ular itu tidak sampai hancur, sehingga setelah dipelajari selanjutnya, diketahuilah bahwa bisa ular itu bersifat penawar racun dan dapat menawarkan racun segala jenis racun binatang berbisa, termasuk juga menawarkan racun dari keris dan tombak.

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Jenis ular gundala seta ini dalam bentuk gaibnya sering menyambar ke bumi sebagai petir. Bila menyambar pohon, batang pohon itu akan pecah dan tumbang. Tetapi di pohon yang tersambar petir itu tidak ada tanda-tanda gosong kehitaman seperti layaknya pohon yang tersambar petir biasa. Ular itu sendiri kemudian akan berubah menjadi sebuah batu yang besarnya kira-kira setengah kepalan tangan orang dewasa, bentuknya seperti gigi taring (salah satu sisinya meruncing). Biasanya batu itu menancap atau tergeletak di dekat pohon tersebut. Batu itulah yang sering disebut mustika untu bledheg (gigi petir). Kegunaannya adalah sebagai penawar racun dan obat berbagai macam penyakit (seperti batu ajaib dukun cilik Ponari). Tetapi mungkin kekuatannya sebagai penawar racun tidak sekuat bisa ular aslinya yang dikristalkan.


Baca juga :

Pengurus diharapkan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Jadi semua merupakan tenaga trampil, dan professional, sesuai bidang masing-masing. Tenaga Ahli Bidang Keuangan harus ada, karena itu menentukan dalam penyelenggaraan Administrasi Keuangan (accounting dan administerasi kuangan perbankan). Baik untuk penerimaan keuangan maupun untuk pengeluaran keuangan. Sehingga semua bukti penerimaan maupun bukti pengeluaran dapat dipertanggung jawabkan kepada semua pihak. Semua pengurus harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, untuk dilakukan dan tidak dilakukan.

seperti di kutip dari https://batubaranews.wordpress.com

Masalah utama adalah Bapak Bambang bukan keturunan Raja, tetapi keturunan ke-32 dari Rasullulah, Kakenya adalah Saudara kandung sebelah Ibu Soekarno, Bapaknya Saudara sepupu Soekarno, jadi Bambang adalah Saudara sepupu dua kali dengan Ibu Megawati Soekarno Putri. Mendapat amanah dari Soekarno dan dia yang punya Sidik Jari untuk mencairkan dana amanah itu. Pak Bambang juga punya amanah dari Soeharto dari dana Cendana Soeharto Senyum dan 100 Mawar Plastik. Pak Bambang juga termasuk keluarga Cendana, sebab itu ia di sekolahkan oleh Soeharto keluar negeri sampai selesai dan mendapat pekerjaan di RS TNI. Tetapi hanya dia yang bisa mengeluarkan Dana Amanah, para keturunan Raja menjadi kendala karena mereka merasa memiliki, kemudian para pemegang amanah lain, birokrasi pemerintah, birokrasi perbankan, urusan dengan IMF dan lembaga keuangan dunia lainnya sangat ketat dan biaya yang sangat mahal. Banyaknya orang lain membuka yayasan juga dengan mengharap dana dari dana amanah. Pengeluaran dana hanya boleh jika semua komponen telah setuju (merestui). Semua persyaratan dan prosedur telah dilalui. Pak Bambang sendiri telah mengeluarkan dana yang sangat mahal untuk urusan ini. Sampai bulan Maret 2009 ia harus pensiun dini dari Jabatan Dokter Ahli Bedah RS TNI dalam jabatan Letjen., karena urusan ini. Dengan pihak leluhur memakai acara spiritual, kemudian jalur perbankan, jalur pemerintah, jalur IMF dan lembaga keuangan dunia.Jika salah adalah kematian dan musibah. Sedangkan seharusnya adalah kesejahteraan rakyat. Tetapi beliau orang yang sangat rendah hati, ia siap setiap saat untuk berhenti, apabila sudah ada penggantinya dan ia akan kembali menggeluti propesinya sebagai dokter ahli bedah selama sisa hidupnya. Mulia.

seperti di kutip dari https://batubaranews.wordpress.com

Dana yang akan dikeluarkan adalah satu lembar dollar senilai 1 milliar rupiah. Kemudian dana-dana pribadi pak Bambang. Kegiatan berurusan dengan perbankan untuk maksud mencairkan dana ini adalah pekerjaan yang paling berat dan paling sangat sulit, karena disamping yang mengurus harus waktunya fulltaimer untuk urusan, full pikiran, full tenaga, full juda dana. Jika salah satu dari komponen itu tidak full maka urusan akan macet. Tidak ada urusan pencairan dana yayasan dengan pihak perbankan yang bisa selesai dalam waktu singkat.


Baca juga :

adi : cantik, indah; ngadi-adi : rewel, nakal, banyak tingkah; adibusana : pakaian yang indah; adidaya : lebih berkuasa; adigang : menyombongkan kekuatan; adiguna : menyombongkan kepandaian; adigung : menyombongkan kebesaran; adikara : berwibawa, berkuasa; adilaga : perang; adiluhung : agung, anggun, bernilai lebih; adiluwih : lebih; adimuka : penguasa, pembesar; adinegara : negara yang lebih baik; adipati : bupati, vatsal; adiraga : bersolek, berhias; adiraja : pemaaf, pemurah; adiwarna : jenis yang lebih baik; adiwignya : orang pandai

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

kala : 1 waktu, zaman; 2 kala (binatang); 3 nama dewa (Batara Kala); kala bénjing : besuk pagi; kala jengking : kalajengking; kalabendu : jaman yang buruk; kalabusana : seperangkat pakaian kebesaran; kalacakra : jenis jimat; kaladésa : perangkat desa; kaladuta : alamat buruk; kalakatha : ketam, kepiting; kalamangga : laba-laba; kala mangsa : kadang-kadang; kalamenjé : sejenis kala; kalamenjing : jakun; kalamenta : nama rumput; kalamudheng : nama perhitungan pencuri; kalanjana : nama rumput; kalan-kalan : kadang-kadang; kalandara : matahari; kalantara : sejenis buah petai; kalasangka : terompet sangkakala; kalawasana: akhir zaman; kalawija : abdi di istana; kalayuga, kaliyuga : zaman kaliyuga, zaman kesengsaraan

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

kami : kami; kamibocahen : kekanak-kanakan; kamigilan : sangat jijik; kamijara : serai; kamijijèn : jijik sekali; kamikakon : kejang, kaku; kamikekelen : tertawa terpingkal-pingkal; kamilurusen : bertambah sedih lalu mati; kamipurun : sangat mau; kamirahan : kemurahan; kamirurusen : bertambah sedih lalu mati; kamisandhanen : sakit pada payudara; kamisasaten : terbeliak matanya; kamisepuh : kepala desa; kamisesegan : tersedan-sedan (menangis); kamitégan : tega, sampai hati; kamitenggengen : melihat tertegun; kamitigan : masak belum waktunya; kamitontonen : tertegun, heran melihat; kamituwa : kepala dusun; kamiwelasen : kasih sayang, perhatian

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

maha : maha, tinggi; maha agung : maha agung; maha bala : kuat, perkasa sekali; maha bara : tidak lazim, mustahil; mahabaya : bahaya besar; mahaguru : mahaguru, guru besar; maha kuwasa : maha kuasa; maha luhur : maha luhur; maha mulya : maha mulia; mahamuni : pendita; maha pawitra: suci, luhur; maha prana : huruf besar pada huruf Jawa; maharaja: raja besar; maharatna : manikam; maharesmi : bulan; maharja : selamat; maharsi : maharesi; mahasiswa : siswa di perguruan tinggi; maha suci: maha suci; mahasura: pemberani,

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

pari : 1 padi; 2 hal, mengenai; paribasan : peribahasa; paribawa : wibawa, pengaruh; paributa : dihina, dihinakan; paricara : abdi, hamba (laki-laki); paricari : abdi perempuan; parigraha : 1 rumah; 2 istri, suami; 3 menyentuh; parihasa : penghinaan, celaan; parikena : cocok, berkenan; parikrama : sambutan, penghormatan; parikudu : mau sekali, seharusnya; parimaha : besar; parimarma, parimirma : kemurahan, belas kasih; paripadu : seharusnya, mau sekali; paripaos: peribahasa, ungkapan; paripeksa : terpaksa, seharusnya; paripolah : bertingkah polah; paripuja: penghormatan; paripurna : paripurna, sempurna, pensiun; paritrana : pertolongan, perlindungan; paritustha : senang, girang, puas; pariwanda : penghinaan, celaan; pariwara : berita, warta; paripasa : paksa

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

pasang : 1 pasang, memasang; 2 pasang surut; pasang aliman tabé : mohon ijin, permisi; pasangan : 1 pasangan, jodoh; 2 pasangan dalam huruf Jawa untuk mematikan huruf di depannya; pasang angkuh : sombong, congkak; pasang gendéra : mengibarkan bendera ; pasang giri : sayembara; pasangliring : mengerling, menjeling; pasang grahita (-cipta) : menggunakan indra; pasang rakit : susunan, struktur, pengaturan; pasang ulat : menggunakan bahasa simbol; pasang semu : menggunakan bahasa simbol; pasang walat : mengenakan tulaknya

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

salah : salah; salah cipta : salah cipta; salah deleng : salah lihat; salah éndah : salah tingkah, berbuat yang tidak perlu; salah gawé : salah kerja; salah gemèn : suka mencampuri urusan orang lain; salah graita : salah rasa; salah ilik: salah lihat; salah kapti : salah niat, salah tujuan; salah kardi : salah kerja; salah karya : salah kerja; salah kedadèn : salah kejadian, keliru; salah mangsa : salah iklim, salah musim; salah pandeleng : salah lihat; salah siji : salah satu; salah surup : salah tahu; salah tampa : salah terima, salah paham; salah ton(en) : salah lihat; salah urat : salah urat, kesleo; salah wèwèng : menyeleweng

seperti di kutip dari https://kepalsemesta.wordpress.com

upa : sebutir nasi; upaboga : mencari makan, kelezatan, kenikmatan; upadamel: pekerjaan, kegiatan; upadana: pemberian; upadrawa: kesusahan kesengsaraan; upagawé : pekerjaan, kegiatan; upajati : nama tembang gedhe; upajiwa: penghasilan, penghidupan, nafkah, rezeki; upajiwana : nafkah, rezeki; upakara : merawat, memelihara; upakarti : 1 hasil kerja, karya; 2 penghargaan; upakarya : hasil kerja, karya; upakawis (dipun-) : (ing.) dipelihara, dirawat; upaksama: ampun, maaf; upalabi: pendapat, pengertian, pemilikan; upalamba : pendapat, pengertian, pemilikan; uparengga: perhiasan, hiasan; uparukti: pasang rakit, merakit; upasadana : penghormatan, penghargaan; upasaka: calon pendita; upasama : sabar, rendah hati; upasanta: sabar, rendah hati; upasantwa: penghibur; upasraya: minta pertolongan, bantuan; upasuba: hiasan untuk penghormatan; upawada: kemarahan, celaan

Polisi telah menarik izin acara hujan duit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan yang kemarin bikin heboh. Meski begitu, banyak warga yang tetap berkumpul di lokasi berharap ada hujan duit lagi. Pantauan detikcom di Pasar Festival, Jalan HT Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018), warga mulai berdatangan sekitar pukul 12.10 WIB. Para warga mengaku memang sengaja datang. Puluhan warga berkumpul di trotoar tepat di depan pintu masuk Pasar Festival. Karena banyak warga yang berkumpul petugas keamanan Pasar Festival harus menjaga agar warga tidak menutupi pintu masuk. “Ya kemarin denger bagi-bagi duit di sini. Baru tahu semalem dari anak-anak katanya ada bagi-bagi duit,” kata Siti Marma di lokasi. Siti menyarankan bagi-bagi uang tidak di jalan raya. Selain mengganggu kenyamanan pengendara, kegiatan bagi-bagi bisa dibubarkan aparat. “Seharusnya jangan di jalanan dong. Kan nanti jadi nggak dapet uangnya. Kalau di jalanan disetop sama polisi nanti,” ujar Siti.

Menurut Neta, kepolisian bersama KPK dapat menelusuri serah-terima uang tersebut dari laporan keuangan perusahaan maupun saksi-saksi yang menguatkan. Kedua lembaga itu pun bisa menelusuri alirannya ke kantong polisi terkait. Adapun penyelidikan harus diulang dari tes urine untuk memastikan dugaan pesta narkoba dan suap. Polisi, Neta menambahkan, juga dapat memeriksa ulang saksi-saksi untuk menguatkan bukti-bukti.   “Kasus semacam ini banyak terjadi, disebut ‘86’ dan telah menjadi rahasia umum,” kata Neta S. Pane. Majalah Tempo edisi 5-11 Februari 2018 dan Koran Tempo terbitan 5 Februari 2018 memberitakan kasus pesta narkoba yang dilakukan enam warga Korea Selatan pada 5 Desember 2017  di Diskotek Golden Crown, Jakarta Barat. Ceritanya bermula dari acara yang dilakukan Presiden Direktur SnowBay Waterpark,  Kim Daejin bersama sekretaris perusahaan  PT Arum Investment Indonesia untuk menjamu empat tamunya dari Korea Selatan. PT Arum Investment Indonesia adalah perusahaan pengelola SnowBay yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).  Acara kumpul-kumpul itu dilakukan di sebuah kamar VIP di Diskotek Golden Crown. Polisi dari Polda Metro Jaya kemudian menggerebek dan menuduh mereka mengadakan pesta narkoba. Keenam orang warga Korea Selatan itu sempat ditahan selama lima hari di Direktorat Narkoba sebelum dibebaskan kembali pada 11 Desember 2017.  Karena kesulitan mengorek informasi dari mereka yang mengaku tak bisa berbahasa Indonesia, polisi kemudian membawa mereka ke kantor Polda Metro Jaya. Barulah keesokan harinya polisi memeriksa mereka dengan mendatangkan penerjemah dan perwakilan dari Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia.  Kabarnya penangkapan pada 7 Desember 2017 disebutkan disertai barang bukti narkotik. “Saya tidak tahu asalnya dari mana, tapi sudah tersedia,” kata satu dari empat investor asal Korea yang sempat ditahan itu kepada Tempo. Investor ini menerima wawancara Tempo secara tertulis melalui surat elektronik dari Korea dengan syarat identitasnya dirahasiakan. Dia dan sebagian lainnya memutuskan langsung terbang kembali ke Korea setelah dibebaskan pada 11 Desember 2017 malam. Mereka dibebaskan diduga setelah polisi menerima uang sebanyak Rp 1,6 miliar. Keterangan ini didapat Tempo dari sumber di dalam perusahaan PT Arum Investment Indonesia, perusahaan pengelola SnowBay. Dia tahu berdasarkan catatan keuangan berupa overbooking sejumlah dana ke rekening perusahaan lalu pencairan kembali pada malam yang sama dengan pembebasan. Dugaan uang suap ini dibenarkan si penulis e-mail. “Ya saya tahu ada serah-terima uang itu karena kami dibebaskan setelah ada dua staf SnowBay datang ke kantor polisi dan melapor kepada Kim Daejin bahwa uang telah diserahkan,” katanya. Dituturkannya lebih jauh bahwa penyerahan uang itu diakui didahului proses negosiasi. Kim Daejin disebutkan menghubungi temannya seorang anggota kepolisian di divisi lain untuk proses tersebut. Uang Rp 1,6 miliar disepakati untuk hitungan per orang memberikan sekitar $ 20 ribu atau 25 juta won. Kim Youngwook, seorang lainnya yang juga berada dalam “rombongan” yang ditangkap pada 7-11 Desember lalu itu, juga membenarkan adanya pembayaran Rp 1,6 miliar. Tapi dia menyebutnya sebagai “jaminan resmi” dan ditransfer ke rekening kepolisian. “Normalnya, jumlah uang itu ditentukan oleh pejabat polisi yang lebih tinggi dan kami menunggu (selama lima hari) sampai jumlah itu diputuskan,” katanya, juga melalui surat elektronik. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Prabowo Argo Yuwono dan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Suwondo Nainggolan membantah adanya penyuapan itu. Simak juga: Jokowi Minta Pengedar Narkoba Ditembak, Ini Syaratnya Suwondo memastikan penyelidikan terhadap Kim dan lima warga Korea lainnya itu dilakukan secara profesional. “Ini kasus barang buktinya enggak ada, kok bilang gitu,” katanya kepada Tempo. Prabowo Argo Yuwono pada Jumat, 2 Februari 2018,  menjelaskan dari hasil pemeriksaan lokasi dan tes urine, enam orang warga Korea Selatan itu dibebaskan kembali karena memang tak menggunakan narkoba .

Balik lagi nih Okezone Goes to Campus!!! Kali ini, giliran Okezone bakal menyambangi Universitas Bakrie. Nah, tema Okezone Goes to Campus sekarang sangat menarik guys. Kita bakal bahas soal Bijak dan Smart Menggunakan Sosial Media. Keren kan Untuk narasumbernya sendiri juga keren-keren. Diantaranya: 1. Pandit Sumawinata – Pakar Komunikasi 2. Wendy Warisman – Praktisi Digital Marketing 3. Sigit Widodo – Praktisi Media Digital Gak ketinggalan, acara Goes to campus ini bakal menghadirkan dua penyanyi yang lagi ngehits, Nadya Fatira dan Galabby. Selain soal gimana mereka menggunakan media sosial dengan bijak, Mereka juga akan cerita tentang project baru lho… So, Don’t Miss It our program yaa!

Related Posts

Comments are closed.