Wall Street Ditutup Beragam Usai Suku Bunga AS Naik

Wall Street Ditutup Beragam Usai Suku Bunga AS Naik

New York: Bursa saham Wall Street ditutup beragam pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan Dow berakhir di rekor tertinggi, setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, kenaikan ketiga tahun ini.

Mengutip Antara , Kamis, 14 Desember 2017, indeks Dow Jones Industrial Average naik 80,63 poin atau 0,33 persen menjadi berakhir di 24.585,43 poin, sedangkan indeks S&P 500 turun 1,26 poin atau 0,05 persen menjadi ditutup di 2.662,85 poin. Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq berakhir meningkat 13,48 poin atau 0,20 persen menjadi 6.875,80 poin.

Setelah berakhirnya pertemuan kebijakan dua hari, the Fed mengumumkan pada Rabu sore 13 Desember bahwa mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, bank sentral memutuskan untuk menaikkan target tingkat suku bunga federal fund sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen hingga 1,50 persen.

Dalam menentukan waktu dan ukuran penyesuaian mendatang terhadap kisaran target suku bunga federal fund, Komite (Pasar Terbuka Federal) akan menilai realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi ekonomi relatif terhadap tujuan lapangan kerja maksimum dan inflasi dua persen, kata bank sentral dalam sebuah pernyataan.

Pejabat-pejabat bank sentral masih membayangkan tiga lagi kenaikan suku bunga pada 2018, tidak berubah dari perkiraan mereka pada September, menurut proyeksi kuartalan terbaru yang dirilis. Bank sentral juga menaikkan estimasi PDB dari 2,1 persen pada September menjadi 2,5 persen.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk semua konsumen perkotaan naik 0,4 persen pada November pada basis disesuaikan secara musiman, sesuai dengan konsensus pasar, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan. Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item (barang) naik 2,2 persen.

Indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi (IHK inti) meningkat 0,1 persen pada November, dan naik 1,7 persen selama 12 bulan terakhir.

seperti di kutip dari http://ekonomi.metrotvnews.com

Related Posts

Comments are closed.