Viral, Video Oknum Polisi yang Diduga Tarik Pungli Truk di Palembang

Viral, Video Oknum Polisi yang Diduga Tarik Pungli Truk di Palembang

Ulah oknum polisi diduga melakukan pungli terhadap pengendara mobil truk di Palembang, Sumatera Selatan terekam video dan menjadi viral. Dalam rekaman video berdurasi sekitar 60 detik, terlihat seorang sopir lintas provinsi dihadang oleh mobil polisi. Sang sopir kemudian turun dan memberikan sesuatu kepada polisi yang ada didalam mobil tersebut. Tak berapa lama turun dan memberikan sesuatu di mobil patroli diduga milik Polsek Kertapatih, Polresta Palembang. Sang sopir mobil truk langsung kembali ke mobilnya. Namun polisi berpangkat Aipda itu tidak terima dan mendatangi sopir truk. “Tadi sudah Pak,” kata sopir. “Jangan kayak itulah mas, lain lah ini Polresta Palembang ini, tadi itu OI (Polres Ogan Ilir),” kata polisi yang belum diketahui namanya tersebut. Saat ditelusuri, sopir yang protes itu bernama Didik. Ia mengaku merekam video itu setelah beberapa kali dihadang oleh oknum polisi. Kejadian ini terjadi pada 25 Februari 2018 saat melintas di pintu masuk Tol Palindra dan fly over simpang baru Ketapatih. “Saya dari Jawa Tengah bawa cabai merah mau dibawa ke Medan. Sebelum saya video ini, saya sudah kena polisi dua kali dan pertama di dekat pintu masuk tol Indralaya Rp 50 ribu menggunakan motor,” kata pria asal Kendal, Jawa Tengah ini saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kamis (1/3/2018). Tidak berhenti di situ, saat tiba di fly over simpang Kertapatih dirinya pun kembali dimintai setoran oleh oknum polisi dan sempat direkam. Kesal dengan ulah oknum polisi itu, Didik pun langsung memposting ke media sosial Facebook melalui akun @Sindu Alvredo dan sudah dibagikan lebih dari 6 ribuan. Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintono HB saat dikonfirmasi masih belum mau berkomentar banyak. Namun dirinya akan mendalami dugaan pungli jika benar dilakukan oleh anggotanya. Apalagi dalam video tersebut tak terlihat adanya pemberian uang secara langsung. “Kalau terbukti ya kita proses, tapi kan itu harus dibuktikan dulu. Nanti akan kita cek dan seharusnya sopir itu melapor ke Propam kalau memang ada bukti pungli, jangan sampai buat fitnah. Itu juga kasih apa kan kita tidak tahu,” kata Wahyu.

Ulah oknum polisi diduga melakukan pungli terhadap pengendara mobil truk di Palembang, Sumatera Selatan terekam video dan menjadi viral. Dalam rekaman video berdurasi sekitar 60 detik, terlihat seorang sopir lintas provinsi dihadang oleh mobil polisi. Sang sopir kemudian turun dan memberikan sesuatu kepada polisi yang ada didalam mobil tersebut. Tak berapa lama turun dan memberikan sesuatu di mobil patroli diduga milik Polsek Kertapatih, Polresta Palembang. Sang sopir mobil truk langsung kembali ke mobilnya. Namun polisi berpangkat Aipda itu tidak terima dan mendatangi sopir truk. “Tadi sudah Pak,” kata sopir. “Jangan kayak itulah mas, lain lah ini Polresta Palembang ini, tadi itu OI (Polres Ogan Ilir),” kata polisi yang belum diketahui namanya tersebut. Saat ditelusuri, sopir yang protes itu bernama Didik. Ia mengaku merekam video itu setelah beberapa kali dihadang oleh oknum polisi. Kejadian ini terjadi pada 25 Februari 2018 saat melintas di pintu masuk Tol Palindra dan fly over simpang baru Ketapatih. “Saya dari Jawa Tengah bawa cabai merah mau dibawa ke Medan. Sebelum saya video ini, saya sudah kena polisi dua kali dan pertama di dekat pintu masuk tol Indralaya Rp 50 ribu menggunakan motor,” kata pria asal Kendal, Jawa Tengah ini saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kamis (1/3/2018). Tidak berhenti di situ, saat tiba di fly over simpang Kertapatih dirinya pun kembali dimintai setoran oleh oknum polisi dan sempat direkam. Kesal dengan ulah oknum polisi itu, Didik pun langsung memposting ke media sosial Facebook melalui akun @Sindu Alvredo dan sudah dibagikan lebih dari 6 ribuan. Kapolresta Palembang, Kombes Wahyu Bintono HB saat dikonfirmasi masih belum mau berkomentar banyak. Namun dirinya akan mendalami dugaan pungli jika benar dilakukan oleh anggotanya. Apalagi dalam video tersebut tak terlihat adanya pemberian uang secara langsung. “Kalau terbukti ya kita proses, tapi kan itu harus dibuktikan dulu. Nanti akan kita cek dan seharusnya sopir itu melapor ke Propam kalau memang ada bukti pungli, jangan sampai buat fitnah. Itu juga kasih apa kan kita tidak tahu,” kata Wahyu.

Video oknum polisi di Kalimantan Selatan yang melakukan pungli kepada sopir truk, beredar viral di media sosial. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan oknum tersebut akan ditindak tegas jika terbukti melakukan pemerasan. “Kalau peristiwa suap menyuap terjadi, maka polisi dan penyuap dikenakan pidana. Kalau pemerasan yang terjadi, maka polisinya bisa dipidana,” jelas Tito dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (19/8/2017). Kapolri berkomitmen untuk memberikan reward and punishment terhadap anggotanya. Hal ini dilakukan untuk membangun budaya kompetisi yang sehat di tubuh kepolisian. Mantan Kadensus 88 Polri ini juga mengapresiasi bentuk kritikan masyarakat untuk membangun citra Polri yang lebih baik. Dia juga menyarankan agar Polda Kalsel memberikan reward kepada pengunggah video tersebut. “Kalau peristiwa tersebut benar terjadi, pengunggahnya tidak dipidana justru harus dikasih reward karena melaporkan anggota Polri yang mengkhianati institusinya. Kalau pengunggah mengunggah peristiwa yang tidak benar, baru dapat dikenakan UU ITE,” sambungnya. Mantan Kapolda Metro Jaya ini memperhatikan kasus tersebut. Ia menerjunkan tim ke Polda Kalsel untuk menelusuri kebenaran video tersebut. “Saya cek Kapolda Kalsel dan Kadiv Propam Polri, saya turunkan tim ke sana,” imbuhnya. Secara terpisah, Karo Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan Kapolda Kalsel sudah menurunkan tim untuk mengecek ke lapangan. Pihak Polda Kalsel juga telah memeriksa oknum yang diduga melakukan pungli tersebut. “Setelah dilakukan penyelidikan, didapatkan bahwa peristiwa tersebut memang benar terjadi,” ujar Rikwanto. Rikwanto mengatakan, oknum yang melakukan pungli tersebut adalah anggota Lalu Lintas Aiptu MM dan Bripka DB dari Polsek Labuan Aman Selatan Polres Hulu Sungai Tengah. “Saat ini terhadap oknum tersebut telah dilakukan pemeriksaan dan akan dilakukan proses tindakan hukum lebih lanjut di internal Polri,” sambung Rikwanto. Pihak Polda Kalsel juga berencana memberikan penghargaan kepada warga yang merekam kejadian itu. “Rencananya Senin minggu depan akan diadakan acara pemberian penghargaan oleh Kapolda kepada sopir tersebut,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Irjen Heru menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas), yang memasuki masa pensiun mulai Maret 2018. Pelantikan Heru berlangsung di Istana Negara pada Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru. Seusai pengucapan sumpah jabatan, Irjen Heru menandatangani sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi. Sesaat kemudian, giliran Jokowi membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut.

Related Posts

Comments are closed.