Viral Parkir 2 Jam Bayar Rp 213 Ribu, Ini Penjelasan Bandara Soetta

Viral Parkir 2 Jam Bayar Rp 213 Ribu, Ini Penjelasan Bandara Soetta

Foto karcis parkir di Bandara Soekarno-Hatta sempat viral karena pengendara yang parkir selama 2 jam harus membayar Rp 213.000. PT Angkasa Pura II lalu memberi penjelasan. Foto yang viral itu memperlihatkan karcis tertanggal 18 Desember 2017. Pemilik mobil B 1469 BRH masuk pada pukul 13.30 dan keluar pada pukul 16.22. Total si pemilik mobil menghabiskan waktu 2 jam 53 menit di parkiran. Total biaya parkir yang harus dibayar pemilik mobil sebanyak Rp 213.000. Ada rincian di bawahnya yaitu tarif parkir sebesar Rp 13.000 dan denda tiket sebanyak Rp 200.000. Foto viral itu diikuti dengan narasi bahwa ketika si pemilik mobil hendak masuk lokasi parkir bandara, dia memencet tombol tiket hingga 4 kali. Namun, tiket tidak keluar. Saat itu, palang parkir terbuka. Dia lalu melewati palang karena berasumsi tinggal membayar parkir dengan e-toll dan tiketnya tidak ditanyakan lagi. Namun, si pemilik mobil ternyata tetap ditanya soal tiket parkir dan dia berdebat dengan petugas. Pada akhirnya, dia membayar denda Rp 200.000 serta biaya parkir. PT Angkasa Pura II yang menaungi Bandara Soekarno-Hatta lalu memberi penjelasan. Seperti dikutip dari akun Twitter @contactap2, PT AP II memaparkan kekeliruan yang terjadi. “Dengan adanya kekeliruan dalam pembayaran parkir terhadap pengguna jasa yang menggunakan kendaraan bernomor polisi B 1469 BRH pada hari senin tanggal 18 Desember Manajemen Bandara Soekarno-Hatta meminta maaf & bertanggung jawab atas adanya kerusakan mesin pencetak tiket parkir,” demikian pernyataan dari PT AP II. PT AP II telah menelusuri CCTV saat mobil tersebut masuk dan keluar area parkir. Ternyata, karcis parkir tidak keluar karena tergulung di mesin. “Dikarenakan tiket yang tercetak tergulung di dalam mesin, hal itu membuat penumpang tidak mendapatkan tiket, meski gate terbuka. Sehingga penumpang ketika akan keluar dikenai sanksi denda kehilangan tiket,” jelasnya. Dengan adanya kekeliruan dalam pembayaran parkir terhadap pengguna jasa yang menggunakan kendaraan bernomor polisi B 1469 BRH pada hari senin tanggal 18 Desember Manajemen Bandara Soekarno-Hatta meminta maaf & bertanggung jawab atas adanya kerusakan mesin pencetak tiket parkir — Contact Center AP II (@contactap2) December 19, 2017

Baca juga :

Faktor penyakit penyebab stroke antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), Kolesterol, Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Gangguan jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga. Sebanyak 80 persen pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis. Faktor perilaku penyebab stroke antara lain merokok (aktif & pasif), Makanan tidak sehat (junk food, fast food), Alkohol, Kurang olahraga, Mendengkur, Narkoba, Obesitas. Tanda dan Gejala Stroke Bagian sistem saraf pusat : Kelemahan otot (hemiplegia), kaku, menurunnya fungsi sensorik. Batang otak, dimana terdapat 12 saraf kranial: menurun kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, pernafasan dan detak jantung terganggu, lidah lemah. Cerebral cortex: aphasia, apraxia, daya ingat menurun, hemineglect, kebingungan. Jika tanda-tanda dan gejala diatastersebut hilang dalam waktu 24 jam, maka seseorang dinyatakan mengalami Transient Ischemic Attack (TIA) atau serangan awal stroke. Penyembuhan Stroke Dengan Terapi Sinar Matahari Terapi Sinar Matahari (Helioterapi): Paparan sinar matahari (terapi sinar matahari/helioterapi) memiliki efek sangat efektif untuk menyembuhkan stroke dan stres. Sinar matahari juga bisa menurunkan tekanan darah, membuat jumlah denyut jantung dalam keadaan normal dan menambah volume darah yang dipompa jantung sekitar 39 persen. Helioterapi juga dapat meningkatkan hormon seks, kekuatan otot, ketahanan terhadap infeksi, jumlah oksigen dalam darah, memperbaiki tingkat stres, memperbanyak adrenalin, serta menambah energi dan ketahanan. Dokter menganjurkan terapi paparan sinar matahri yang tepat ialah berjemur antara pukul 07.00 sampai 09.00 pagi “Inilah waktu di mana sinar surya efektif mengurangi kadar bilirubin. Di bawah pukul 07.00, sinar UV belum cukup efektif, sedangkan di atas pukul 09.00 kekuatannya sudah terlalu tinggi sehingga akan merusak kulit,” kata Dr. Hanifah Oswari, Sp.A(K), dari Divisi Gastroentero-Hepatologi Anak Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM. Terapi Warna Sinar Matahari: Terapi warna sinar matahari memiliki energi. Sinar matahari menjadi dasar dari terapi warna sinar matahari. Dalam situs pengobatan alternatif Austin Holistic, praktisi terapi warna, akupuntur, hipnoterapi, dan reiki, Dr. Rochelle McCray, mengatakan tiap penyakit yang diderita manusia dapat diidentikkan dengan warna khusus. Untuk itu, tubuh manusia mesti mendapatkan sinar matahari tanpa disaring dan langsung bisa diserap kulit atau mata, minimal dua jam per hari. Terapi Air Sinar Matahari: Masukkan air minum ke dalam botol warna jingga, hijau, dan biru yang bersih. Biarkan seperempat bagian botol kosong. Botol ditutup dan diletakkan di bawah sinar matahari selama 6-8 jam. Air ini dapat Keyboard Shortcuts

Keberangkatan di Terminal 1 B Bandara Soetta (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan) PT Angkasa Pura II (Persero) meminta maaf kepada pengguna jasa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta atas permasalahan yang terjadi pada mesin pencetak tiket parkir di Terminal 1. Hal itu diungkapkan langsung Executive General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan dalam keterangan pers yang diterima kumparan ( kumparan.com ), Selasa (19/12) “Dengan adanya kekeliruan dalam pembayaran parkir terhadap pengguna jasa yang menggunakan kendaraan bernomor polisi B 1469 BRH, kami meminta maaf dan bertanggung jawab atas adanya kerusakan mesin pencetak tiket parkir,“ terang Wakan. Wakan menjelaskan, berdasarkan hasil analisis CCTV mobil tersebut masuk ke Terminal 1 pada Senin 18 Desember pukul 13.30.45 WIB. Dan, keluar pukul 16.22.45 WIB. Seharusnya, pengemudi kendaraan tersebut cukup hanya membayar Rp13.000. Namun, dikarenakan tiket yang tercetak tergulung di dalam mesin, hal itu membuat pengemudi tidak mendapatkan tiket, meski gate terbuka. Didenda di parkiran Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: Dok. Istimewa) “Sehingga pengemudi ketika akan keluar dikenai sanksi denda kehilangan tiket. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami. Selain itu kami akan mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP). Seharusnya petugas memeriksa gulungan yang ada di dalam mesin pencetak tiket. Untuk mengantisipasi kejadian ini terulang, kami akan menambah petugas di area parkir,” jelas Wakan. PT Angkasa Pura Solusi merupakan anak perusahaan PT Angkasa Pura II (Persero) yang menjadi operator pengelolaan parkir di Bandara Soekarno-Hatta. Untuk menghindari peristiwa serupa, PT Angkasa Pura Solusi telah melakukan perbaikan mesin dispenser yang rusak tersebut. Angkasa Pura II dalam hal ini juga akan meninjau proses, sarana dan prasarana serta besaran denda terkait sistem parkir di Bandara Soekarno-Hatta.

Foto karcis parkir di Bandara Soekarno-Hatta sempat viral karena pengendara yang parkir selama 2 jam harus membayar Rp 213.000. PT Angkasa Pura II lalu memberi penjelasan. Foto yang viral itu memperlihatkan karcis tertanggal 18 Desember 2017. Pemilik mobil B 1469 BRH masuk pada pukul 13.30 dan keluar pada pukul 16.22. Total si pemilik mobil menghabiskan waktu 2 jam 53 menit di parkiran. Total biaya parkir yang harus dibayar pemilik mobil sebanyak Rp 213.000. Ada rincian di bawahnya yaitu tarif parkir sebesar Rp 13.000 dan denda tiket sebanyak Rp 200.000. Foto viral itu diikuti dengan narasi bahwa ketika si pemilik mobil hendak masuk lokasi parkir bandara, dia memencet tombol tiket hingga 4 kali. Namun, tiket tidak keluar. Saat itu, palang parkir terbuka. Dia lalu melewati palang karena berasumsi tinggal membayar parkir dengan e-toll dan tiketnya tidak ditanyakan lagi. Namun, si pemilik mobil ternyata tetap ditanya soal tiket parkir dan dia berdebat dengan petugas. Pada akhirnya, dia membayar denda Rp 200.000 serta biaya parkir. PT Angkasa Pura II yang menaungi Bandara Soekarno-Hatta lalu memberi penjelasan. Seperti dikutip dari akun Twitter @contactap2, PT AP II memaparkan kekeliruan yang terjadi. “Dengan adanya kekeliruan dalam pembayaran parkir terhadap pengguna jasa yang menggunakan kendaraan bernomor polisi B 1469 BRH pada hari senin tanggal 18 Desember Manajemen Bandara Soekarno-Hatta meminta maaf & bertanggung jawab atas adanya kerusakan mesin pencetak tiket parkir,” demikian pernyataan dari PT AP II. PT AP II telah menelusuri CCTV saat mobil tersebut masuk dan keluar area parkir. Ternyata, karcis parkir tidak keluar karena tergulung di mesin. “Dikarenakan tiket yang tercetak tergulung di dalam mesin, hal itu membuat penumpang tidak mendapatkan tiket, meski gate terbuka. Sehingga penumpang ketika akan keluar dikenai sanksi denda kehilangan tiket,” jelasnya.

Tangerang: Jagat media sosial tengah ramai membahas tarif parkir di Bandara Soekarno Hatta yang mencapai ratusan ribu rupiah. Pesan viral itu bermula dari curahan hati pengguna jasa parkir Bandara Soetta yang harus membayar ratusan ribu karena tak bisa menunjukkan karcis parkir. Pengguna jasa Bandara Soetta itu mengaku sempat mengambil karcis parkir di mesin yang sudah disediakan. Namun, karcis tak kunjung keluar dan palang mesin terbuka. Saat akan keluar dari Terminal 1 Bandara Soetta, sang pengendara tidak dapat menunjukan karcis parkirnya. Ia pun diharuskan membayar Rp213 ribu dengan rincian tarif parkir Rp13 ribu dan denda Rp200 ribu.  PT Angkasa Pura II (Persero) pun meminta maaf atas permasalahan yang terjadi pada mesin pencetak tiket parkir di Terminal 1 Bandara Soetta. “Dengan adanya kekeliruan dalam pembayaran parkir terhadap pengguna jasa yang menggunakan kendaraan bernomor polisi B 1469 BRH, kami meminta maaf dan bertanggung jawab atas adanya kerusakan mesin pencetak tiket parkir,” kata Executive General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta M. Suriawan Wakan di Tangerang, Banten, Rabu, 20 Desember 2017.  Berdasarkan hasil analisa CCTV, kata Wakan, mobil tersebut masuk ke Terminal 1 Bandara Soetta pukul 13.30 WIB pada Senin, 18 Desember 2017. Mobil kemudian keluar pukul 16.22 WIB. Menurut Wakan, tiket yang tercetak tergulung di dalam mesin. Hal itu membuat penumpang tidak mendapatkan tiket, meski gate terbuka. “Sehingga penumpang ketika akan keluar dikenai sanksi denda kehilangan tiket. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami. Selain itu, kami akan mengevaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP). Seharusnya petugas memeriksa gulungan yang ada di dalam mesin pencetak tiket. Untuk mengantisipasi kejadian ini terulang, kami akan menambah petugas di area parkir,” jelas Wakan.

TNI AD sudah melatih dua penerbang atau pilot untuk mengemudikan helikopter AH-64 Apache. Helikopter tersebut dikirim dari Ameriksa Serikat dan baru sehari tiba di Lanud Utama AD Ahmad Yani, Semarang. “Kita sudah ada pilot yang hadir, katanya dua orang ya, pilot yang sudah dilatih,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sabrar Fadhilah di Lanud Halim Perdanakusuma, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017). Sabrar mengatakan TNI belum memutuskan perlu atau tidaknya menghadirkan instruktur penerbang dari Amerika Serikat untuk mendampingi kedua pilot AD melakukan uji coba terbang Heli Apache. “Itu tetap berproses, apakah nanti ada pendampingan dulu oleh instruktur dari sana, dan seterusnya,” kata Sabrar. Sabrar sebelumnya mengatakan helikopter Apache milik TNI AD kini dalam proses perakitan di Lanud Utama AD Ahmad Yani. “Karena kemarin (dikirim dari Amerika Serikat) pakai pesawat, jadi sekarang dalam proses dirakit,” tutur Sabrar. Sabrar menjelaskan setelah selesai dirakit maka pihak penerbang AD (Penerbad) akan melakukan pengecekan untuk persiapan uji coba terbang. “Setelah proses ini, setelah dirakit dan seterusnya dicek persiapan terbangnya,” ujar Sabrar. “Mungkin kurang lebih seminggu ya (waktu perakitan). Dirakit di Semarang, kan Skadronnya di Ahmad Yani, Semarang,” jelas Sabrar. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan tiga helikopter AH-64 Apache tiba dari Amerika Serikat, kemarin (19/12). Tiga heli itu merupakan milik TNI Angkatan Darat. “Sudah ada, tiga unit pesawatnya sudah datang. Saya terima kasih, sudah datang, sehingga pada renstra (rencana strategi) kedua ini secara bertahap kita memiliki alutsista yang sesuai keinginan kita,” ucap Hadi di lapangan tembak Wing 1 Paskhas Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (19/12).

TNI Angkatan Udara (AU) akan memberikan brevet wings kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, KSAL Laksamana Ade Supandi dan KSAD Jenderal Mulyono. Brevet menandakan ketiganya adalah penerbang kehormatan. Penyerahan brevet akan dilakukan Panglima TNI yang juga masih menjabat sebagai KSAU, Marsekal Hadi Tjahjanto di Lapangan Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pagi ini, Rabu (20/12/2017). Sebelum brevet diserahkan, TNI AU akan mengajak mereka semua terbang di ketinggian 10.000-25.000 kaki. Keempatnya akan diajak merasakan sensasi menjadi penerbang TNI AU. Sebelum terbang, keempatnya dibriefing tata cara menerbangkan pesawat tempur. Dalam briefing diberitahukan keempatnya akan diajak terbang oleh 4 penerbang TNI AU menggunakan pesawat tempur Sukhoi SU-30 yang akan melakukan manuver air combat tactical 2 versus 2. Empat pesawat Sukhoi yang akan terbang pagi ini didatangkan dari Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Usai briefing, Kapolri, Panglima TNI, KSAL dan KSAU mengikuti cek kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku terbang dengan Sukhoi SU-30 MK 2 milik TNI Angkatan Udara adalah pengalaman pertamanya menaiki pesawat tempur. Tito mengungkapkan rasa bangga dapat menaiki salah satu pesawat tempur yang disebutnya tercanggih di dunia itu. “Ini pertama kali naik pesawat tempur. Tapi saya terus terang nyaman naik pesawat ini karena kecepatannya kalau tidak dimanuver, nyantai saja, dia seperti naik Mercy, ya,” kata Tito di gedung Suma, Lanud Halim Perdanakusuma, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017). “Jadi 30 menit lumayan ya terbang dan ini saya merasa sangat beruntung karena kalau nggak jadi Kapolri, mungkin saya nggak terbang naik Sukhoi, pesawat salah satu yang tercanggih di dunia,” sambung Tito. Saat ditanya sensasi naik Sukhoi, Tito mulai berkelakar. Dia menceritakan awalnya merasa nyaman, namun saat pesawat mulai bermanuver, dia merasa pusing dan mual. “Kesannya nyaman naik pesawat ini… awalnya. Setelah itu dibawa manuver belok kanan, kiri, ke atas, ke bawah, kepala pusing juga,” ujar dia sambil tertawa. “Biasa nangkep maling sekarang diajak naik pesawat,” imbuh dia. Namun Tito menyebut pengalaman menaiki Sukhoi menjadi pengalaman berarti seumur hidupnya. Dia menerangkan kegiatan ini tak hanya untuk menjalin hubungan baik antara dirinya dan Panglima TNI, KSAD, serta KSAL secara personal. Lebih dari itu Tito berharap kemesraan pimpinan Polri dan TNI dapat menular ke jajaran bawah. “30 menit ini memberi arti bagi saya seumur hidup. Kegiatan ini bukan hanya menjalin hubungan yang lebih baik secara personal antara Panglima TNI, Kapolri, KSAD, dan KSAL, yang hari ini kaki 30 menit mengarungi udara Indonesia bersama pesawat kebanggaan kita, Sukhoi,” tutur Tito. “Momentum ini juga memberi dampak yang luas kepada institusi, hubungan antara Polri dan TNI. Saya harap kebersamaan ini juga akan mewarnai di jajaran TNI dan Polri untuk tetap kompak di masa mendatang karena TNI dan Polri adalah dua pilar yang paling utama dalam peran menjaga keutuhan NKRI,” lanjut Tito. Sebelumnya, Tito bersama Panglima TNI selaku KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAD Jenderal Mulyono, dan KSAL Laksamana Ade Supandi terbang mengarungi langit menggunakan empat pesawat Sukhoi. Kegiatan ini diinisiasi Marsekal Hadi dalam rangka pemberian brevet wings , tanda penerbang kehormatan kepada Kapolri, KSAD, dan KSAL.

Pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya sudah siap membacakan eksepsi yang diajukan pihaknya dalam sidang dugaan korupsi proyek e-KTP. Dia menitikberatkan pada nama yang hilang dari dakwaan kliennya. “Intinya berkaitan dengan kebenaran formal maupun substansi daripada dakwaan itu sendiri, yang selama ini muncul memang spekukasi tentang nama yang ada dan kemudian hilang ini menjadi bagian-bagian penting juga yang akan kami sampaikan dalam eksepsi ini,” ungkap Firman Wijaya begitu tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). Sebab, menurut pengacara ini dengan hilangnya sejumlah nama itu, ada peran yang hilang. Akibatnya, lanjut Firman, konstruksi perkara e-KTP tidak lengkap. Padahal nama-nama itu juga muncul dalam dakwaan terdakwa lainnya seperti Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong. “Highlight kita lebih kepada nama-nama yang hilang itu, karena itu akan menentukan konsep peran serta, termasuk kerugian negara, itu berdasarkan putusan MK harus actual trust (nyata). Beberapa nama yang hilang ini tentu memberikan tidak hanya indikasi pertanyaan tentang kebenaran dakwaan ini, tetapi juga bisa mengandung persoalan-persoalan hukum yang agak serius, misalnya penetuan kerugian negara yang kemudian menjadi spekulatif, serba tidak pasti, karena nama hilang ini kaitannya dengan penerimaan yang didakwaan pada pada Irman, Sugiharto,” ucapnya. Nama yang dipermasalahkan menghilang dalam dakwaan itu antara lain Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Pihak kuasa hukum juga berharap adanya putusan sela. Sama halnya seperti proses praperadilan yang juga berjalan hingga sidang pokok digelar. “Semua proses kami harapkan ada putusan sela, sama dengan proses praperadilan kemarin. Hemat kami baik praperadilan maupun pokok perkara itu bagian yang tidak terpisahkan,” kata dia.

Dinas Sosial DKI Jakarta akan meluncurkan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) Kamis (21/12) besok. Lansia di ibu kota akan dapat tunjangan Rp 600 ribu per bulan. Informasi tersebut disampaikan Kepala Seksi Data dan Informasi Dinas Sosial DKI Jakarta Miftahul Huda dalam keterangannya, Rabu (20/12/2017). Peluncuran KLJ ini akan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Dinsos DKI Jakarta akan mengadakan kegiatan peluncuran KLJ, Kartu Lansia Jakarta. Sebanyak 14.250 orang lansia dengan mendapat tunjangan Rp 600.000 per bulan pada tahun 2018 yang akan dilaunching oleh Gubernur DKI Jakarta,” katanya. Miftahul menerangkan, peluncuran KLJ ini akan dilakukan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/12) pukul 07.00 WIB. Sebanyak 4.500 orang lansia dijadwalkan hadir. Dalam kesempatan itu, para lansia juga akan diberikan 500 buah kaca mata baca, kursi roda, serta kaki dan tangan palsu.

Related Posts

Comments are closed.