Usai Sidang e-KTP, Setya Novanto: Kita Ikuti Saja

Usai Sidang e-KTP, Setya Novanto: Kita Ikuti Saja

Sidang lanjutan perkara e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto selesai digelar. Novanto mengaku akan mengikuti seluruh proses sidang yang digelar. “Kita ikuti saja,” kata Novanto sambil masuk ke mobil tahanan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2018). Novanto, yang sudah mengajukan diri sebagai justice collabolator, masih bungkam soal apa yang akan dibongkar dalam persidangan berikutnya. Ia juga tak menanggapi soal anggapan KPK yang menyebut dirinya masih menyangkal keterlibatan di kasus e-KTP. Persidangan kasus e-KTP akan dilanjutkan pada Senin (29/1) pekan depan. Agendanya masih untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi. “Sidang ditutup dan dibuka kembali Senin, 29 Januari, pekan depan,” kata ketua majelis hakim Yanto.

Baca juga : kasus e ktp

Peristiwa 25 Jan 2018 23:28 Terdakwa kasus e-KTP Irman menyebut Andi Narogong sempat janji, memberi Rp 78 miliar untuk Kemendagri setelah proyek itu selesai. Peristiwa 25 Jan 2018 23:03 Nama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut dalam sidang kasus e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Peristiwa 25 Jan 2018 15:57 Mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Mirwan Amir mengaku sempat bertanya ke Setya Novanto soal proyek pengadaan e-KTP. Peristiwa 25 Jan 2018 15:29 Ajun Komisaris Reza Pahlevi, mantan ajudan Setya Novanto telah diperiksa dua kali sebagai saksi oleh penyidik KPK. Peristiwa 25 Jan 2018 06:55 Setya Novanto janji buka-bukaan soal kasus e-KTP. Hal itu merupakan konsekuensi dari pengajuan diri sebagai justice collaborator. Peristiwa 22 Jan 2018 12:21 Di tengah jalannya persidangan, tidak jarang Setnov melirik ke kursi depan, tempat Deisti Astriani Tagor duduk. Peristiwa 17 Jan 2018 17:35 Mantan Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka kasus e-KTP. Peristiwa 17 Jan 2018 13:28 KPK mendalami kasus dugaan merintangi proses penyidikan e-KTP yang menjerat Setya Novanto ke anggota Dewan Pertimbangan IDI. Peristiwa 16 Jan 2018 13:57 KPK telah menetapkan Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh sebagai tersangka atas dugaan menghalang-halangi penyidikan Setya Novanto. Peristiwa 16 Jan 2018 11:27 Abdul Malik akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo. Peristiwa 16 Jan 2018 10:42 KPK menegaskan tidak pernah meminta seorang tersangka untuk menjadi justice collaborator (JC). Peristiwa 16 Jan 2018 09:31 Bamsoet dijadwalkan diperiksa sebagai saksi kasus e-KTP dengan tersangka Dirut PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo. Peristiwa 16 Jan 2018 08:25 Neni mengaku saat itu mengirimkan uang tersebut melalui rekening Bank OCBC sebesar USD 400 ribu. Peristiwa 15 Jan 2018 11:59 Terdakwa kasus e-KTP, Setya Novanto alias Setnov, tertidur saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2018). Peristiwa 14 Jan 2018 15:02 Ketua PBHI menilai keyakinan Friedrich Yunadi bahwa KPK melakukan kriminalisasi terhadap profesi advokat, tidak benar. Peristiwa 14 Jan 2018 06:41 Tersangka dugaan menghalang-halangi penyidikan kasus e-KTP, Fredrich Yunadi, tidak terima atas tuduhan penyidik tersebut.

Sidang lanjutan perkara e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto selesai digelar. Novanto mengaku akan mengikuti seluruh proses sidang yang digelar. “Kita ikuti saja,” kata Novanto sambil masuk ke mobil tahanan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2018). Novanto, yang sudah mengajukan diri sebagai justice collabolator, masih bungkam soal apa yang akan dibongkar dalam persidangan berikutnya. Ia juga tak menanggapi soal anggapan KPK yang menyebut dirinya masih menyangkal keterlibatan di kasus e-KTP. Persidangan kasus e-KTP akan dilanjutkan pada Senin (29/1) pekan depan. Agendanya masih untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi. “Sidang ditutup dan dibuka kembali Senin, 29 Januari, pekan depan,” kata ketua majelis hakim Yanto.

TEMPO.CO, Jakarta – Terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP Setya Novanto didakwa telah memperkaya diri sendiri dengan menerima uang US$ 7,3 juta dari proyek e-KTP. Namun, Setya membantah menerima aliran dana dari proyek bernilai Rp 5,9 triliun itu. “Tidak benar itu,” kata Setya usai sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat pada Kamis, 28 Desember 2017. Usai sidang dengan pembacaan tanggapan jaksa atas eksepsi terdakwa, Setya pun memberikan tanggapannya kepada awak media. Mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu menyerahkan proses persidangan kepada hakim dan jaksa penuntut umum (JPU). “Kita serahkan semua pada hakim dan JPU,” ujarnya. Baca: Eksepsi Setya Novanto, Kuasa Hukum Minta Hakim Bersikap Obyektif

seperti di kutip dari https://nasional.tempo.co

Dalam sidang dakwaan yang digelar pada 13 Desember 2017, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi Eva Yustiana menyebutkan Setya menerima uang dari Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung secara bertahap. “Total uang yang diterima terdakwa, baik melalui Irvanto dan Made Oka, seluruhnya berjumlah US$ 7,3 juta,” kata dia. Jaksa menjelaskan, pemberian duit kepada Setya berawal dari pertemuan Andi Agustinus atau Andi Narogong dan Paulus Tannos di Apartemen Pacific Place. Pertemuan yang juga dihadiri Anang Sugiana Sudihardjo dan Johannes Marliem itu menyepakati pemberian fee US$ 3,5 juta untuk Setya. Pemberian duit itu akan direalisasi Anang, yang dananya diambil dari bagian pembayaran PT Quadra Solution kepada Johannes Marliem, melalui perusahaan Biomorf Mauritius dan PT Biomorf Lone Indonesia. Caranya, dengan mentransfer ke rekening Made Oka Masagung di Singapura. “Made Oka akan menyerahkan kepada Setya,” ujar Eva. Baca: KPK Harapkan Hakim Tolak Eksepsi Setya Novanto Marliem, kata Eva, mengirimkan beberapa invoice kepada Anang sebagai dasar pengiriman uang sehingga seolah-olah pengiriman tersebut merupakan pembayaran Quadra Solution kepada Biomorf. Anang juga disebut bertemu dengan Marliem dan Sugiharto guna membahas fee untuk Setya, yang rencananya sejumlah Rp 100 miliar. “Namun, jika tidak memungkinkan, hanya akan diberikan sejumlah Rp 70 miliar,” ucap Eva. Eva menjelaskan, duit itu disamarkan menggunakan beberapa nomor rekening perusahaan dan money changer, baik di dalam maupun luar negeri. “Uang tersebut akhirnya diterima terdakwa melalui Made Oka berjumlah US$ 3,8 juta,” kata dia. Rinciannya, melalui rekening OCBC Branch atas nama OEM Investment US$ 1,8 juta serta melalui rekening Delta Energy di Bank DBS US$ 2 juta. Duit berikutnya diterima Setya Novanto melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, pada 19 Januari-19 Februari 2012. Pada periode itu, Setya disebut menerima duit US$ 3,5 juta. Jadi total duit yang diterima Setya US$ 7,3 juta. ARKHELAUS WISNU TRIYOGO

Related Posts

Comments are closed.