Truk yang Terguling di DI Panjaitan Dievakuasi, Lalin Kembali Normal

Truk yang Terguling di DI Panjaitan Dievakuasi, Lalin Kembali Normal

Truk bermuatan batako yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal. Pantauan di lokasi, nampak muatan truk berupa batako sudah tersusun rapi di pinggir Jalan DI Panjaitan arah Tanjung Priok. Truk yang sebelumnya terguling juga sudah tidak ada di lokasi. Foto: Lalu lintas di Jalan DI Panjaitan, Jaktim, kembali normal. (Ibnu-detikcom) Salah satu warga, Cahyo mengatakan truk yang terguling dievakuasi petugas sekitar pukul 08.30 WIB. Truk itu dievakuasi dengan cara semua muatan dibongkar lalu diderek. “Tadi sekitar pukul 08.30 WIB itu evakuasinya selesai. Truk diderek lagi, tapi muatannya dibongkar dulu karena memang sudah gulingkan dan dipinggirkan semua itu muatannya,” kata Cahyo saat ditemui di lokasi, Selasa (27/2/2018). Truk itu terguling sekitar pukul 06.30 WIB. Awalnya truk yang bermuatan batako itu mengalami patah as ban. Saat hendak diderek petugas dishub, truk terguling karena muatannya yang penuh. “Gara-gara as patah. Pas diderek petugas Dishub mau diderek karena muatan penuh jadi guling dan tumpah muatannya,” ujarnya. Selama proses evakuasi, lanjut Cahyo, lalu lintas di Jalan DI Panjaitan macet parah. “Sempat macet parah, makin lama makin parah macetnya,” sambungnya.

Truk bermuatan batako yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal. Pantauan di lokasi, nampak muatan truk berupa batako sudah tersusun rapi di pinggir Jalan DI Panjaitan arah Tanjung Priok. Truk yang sebelumnya terguling juga sudah tidak ada di lokasi. Foto: Lalu lintas di Jalan DI Panjaitan, Jaktim, kembali normal. (Ibnu-detikcom) Salah satu warga, Cahyo mengatakan truk yang terguling dievakuasi petugas sekitar pukul 08.30 WIB. Truk itu dievakuasi dengan cara semua muatan dibongkar lalu diderek. “Tadi sekitar pukul 08.30 WIB itu evakuasinya selesai. Truk diderek lagi, tapi muatannya dibongkar dulu karena memang sudah gulingkan dan dipinggirkan semua itu muatannya,” kata Cahyo saat ditemui di lokasi, Selasa (27/2/2018). Truk itu terguling sekitar pukul 06.30 WIB. Awalnya truk yang bermuatan batako itu mengalami patah as ban. Saat hendak diderek petugas dishub, truk terguling karena muatannya yang penuh. “Gara-gara as patah. Pas diderek petugas Dishub mau diderek karena muatan penuh jadi guling dan tumpah muatannya,” ujarnya. Selama proses evakuasi, lanjut Cahyo, lalu lintas di Jalan DI Panjaitan macet parah. “Sempat macet parah, makin lama makin parah macetnya,” sambungnya.

Peristiwa WNA yang liburan ke Indonesia lalu kehabisan ongkos sudah berkali-kali terjadi, ada yang lalu diberi tumpangan bahkan mengemis. Sebenarnya, apa yang seharusnya dilakukan ketika masyarakat menjumpai fenomena demikian? Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM mengimbau masyarakat untuk melapor kepada petugas jika WNA tersebut mengganggu ketertiban umum. Termasuk dengan tidak memberi uang ke mereka. “Kalau terkait aktivitas orang asing baik yang disampaikan tadi (meminta uang) ataupun mengganggu ketertiban masyarakat sekitar, di luar Tim Pora (pengawas orang asing), masyarakat juga bisa lapor ke Ketua RT atau segala macem,” kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno saat dihubungi, Senin (26/2/2018). Agung mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap bule yang akan masuk ke Indonesia. Hal ini untuk memastikan WNA yang datang ke Indonesia memiliki finansial yang cukup untuk hidup. “Dilakukan itu di pintu masuk. Kita tak hanya periksa paspor. Tapi kita minta tiket pulang-pergi. Kedua, kalau mau tinggal di hotel, ditanya juga buktinya,” ujarnya. Namun, dia tak menampik ada ekses dari masuknya WNA ke Indonesia. Dia mengatakan masyarakat memiliki peran untuk melaporkan ekses tersebut kepada petugas. “(Lapor) Ke mana saja bisa. Jadi bisa ke Tim Pora. Ada polisi, imigrasi, dan pemda. Hanya saja prosesnya tergantung di lapangan,” tuturnya. Agung memberikan beberapa contoh adanya gangguan ketertiban umum dari bule yang tinggal di Indonesia. Penindakan yang dilakukan petugas tak terlepas dari informasi masyarakat. “Barangkali ingat juga, kasus yang di Jogja, ada orang asing yang menyiram Tugu Jogja dengan cat. Kemudian ditangkap masyarakat dan diserahkan ke polisi,” ujarnya. “Peran masyarakat memang besar karena petugas punya keterbatasan. Di awal bulan ini, kita tangkap orang asing kulit hitam yang mengganggu masyarakat di apartemen. Setelah dicek, ternyata dia overstay,” sambung Agung. Menurutnya, hal tersebut ialah peristiwa imigrasi. Dia mengatakan WN Indonesia pun ada yang mengalami hal serupa. Pihak imigrasi bekerja sama dengan negara terkait untuk pemulangan WN yang bermasalah. Hal ini sudah termaktub dalam konvensi internasional yang tertulis di bagian depan paspor-paspor yang dipakai. “Terkait dengan pemegang paspor ini, mereka meminta negara yang didatangi untuk dimintakan bantuannya, dalam hal ini melaporkan ke negara perwakilannya. Nanti negara perwakilan yang menangani. Itu berlaku,” kata dia. “Waktu orang kita yang telantar di Arab Saudi ada 3.000-an. Itu TKI telantar. Ada juga ratusan TKI di Malaysia yang tiap hari kita pulangkan dari Johar,” sambung Agung. Pelaporan yang dilakukan masyarakat akan dikoordinasikan dengan negara terkait WN tersebut. Untuk di Indonesia, pihak imigrasi juga menyediakan fasilitas nomor telepon yang dapat dihubungi untuk melapor. “Hotline ada. Nomornya ada di tiap wilayah. Itu lebih memudahkan daripada harus ke sentral dulu lalu diserahkan ke kantor wilayah,” tuturnya.

Sederet pemuka agama dilaporkan mengalami penyerangan dan sebagian pelakunya disebut memiliki gangguan jiwa. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yakin otak di balik peristiwa ini akan terungkap. “Memang awalnya orang gila, tapi saya yakin suatu saat akan ketahuan siapa yang bermain di belakangnya,” kata Moeldoko saat berbincang dengan detikcom di Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Jl Veretan, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018). Dia menyadari ini adalah modus yang sudah lama. Salah satunya pernah terjadi di Banyuwangi di tahun 1998. “Iya (sama). Actually hampir sama modus-modus seperti itu,” ungkap Moeldoko. Dia tak membeberkan panjang analisisnya soal peristiwa serupa yang terjadi saat ini. Namun dia memastikan, pemerintah sudah mengetahui pola-polanya. “Ada yang diindikasikan orang gila, tapi saya sampaikan ini model lama. Saya paham betul modus operandi seperti itu karena saya cukup lama di Jakarta, mulai dari kapten dan kolonel di Jakarta 11 tahun, paham betullah peristiwa demi peristiwa,” tutur Moeldoko. Dia pun telah memaparkan analisisnya ini kepada Presiden Jokowi. Dia meyakinkan Jokowi bahwa pelaku peristiwa ini mudah dikenali. “Saya sudah sampaikan kepada beliau bahwa, ‘ini gaya lama Pak Presiden, gampang untuk kita kenali’,” kata dia. Selain serangan oleh orang disebut gila kepada para ulama, juga ada serangan ke Romo Karl Edmund Prier di Gereja Santa Lidwina di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Prier dan sejumlah jemaat gereja mengalami luka-luka karena ditebas oleh pelaku kekerasan, Suliono. Menkopolhukam Wiranto mengatakan Suliyono masuk dalam jaringan teroris dan beberapa kali mengajukan paspor untuk terbang ke Suriah. [Gambas:Video 20detik]

Ketum Partai Gerindra Prabowo menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, YM Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar. Pertemuan digelar di Padepokan Garuda Yaksa. Kunjungan Dubes Qatar itu dilakukan pada Sabtu (24/2) lalu. Prabowo menerima Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar di Padepokan Garuda Yaksa yang merupakan merupakan miliknya. Padepokan Garuda Yaksa berada di kompleks rumah Prabowo yang berada di Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Bogor. “Terima kasih atas kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, YM. Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar ke Padepokan Garuda Yaksa pada hari Sabtu, 24 Februari 2018,” demikian tulis Prabowo di akun Facebook miliknya seperti dilihat detikcom, Selasa (27/2/2018). Foto: (Dok Facebook Prabowo Subianto) Dalam kesempatan itu, Prabowo tampak didampingi oleh sejumlah kader Gerindra, termasuk sang Waketum, Fadli Zon. Itu terlihat dari foto-foto yang diposting mantan Danjen Kopassus itu. “Semoga memberikan manfaat bagi hubungan kedua negara, Indonesia dan Qatar,” tambah Prabowo. Seorang pengguna Facebook sempat menuliskan komentar bernada sarkas dengan mempertanyakan mengapa duta besar negara sahabat saat ini jarang datang ke Istana Negara. Namun Prabowo membalas dengan kata-kata positif. “Jangan berpikiran negatif. Mari sebar hal positif,” tulis Prabowo membalas di kolom komentar. Foto: (Dok Facebook Prabowo Subianto) Tampak dari foto-foto itu, Prabowo memperkenalkan Dubes Qatar kepada para kader Gerindra. Berbeda dengan para kadernya, Prabowo tidak mengenakan seragam Gerindra melainkan memakai baju adat lengkap dengan kain songket. Terdapat salah satu foto di mana Prabowo dan Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar tengah memegang pedang bersama-sama. Mereka berpose dengan latar belakang gambar fenomenal saat Sukarno tengah membacakan proklamasi. Hingga berita ini diturunkan, postingan Prabowo sudah disukai oleh sebanyak 28 ribu orang. Pertemuan dengan Dubes Qatar itu juga diposting di Instagram milik Prabowo. Belum jelas mengapa pertemuan antara Prabowo dan Ahmad Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamar dilakukan di Padepokan Garuda Yaksa. Di lokasi yang sama, Prabowo juga pernah menerima Presiden Joko Widodo pada bulan Oktober tahun 2016. Jokowi saat berkunjung ke Padepokan Garuda Yaksa di Hambalang. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom). Soal Padepokan Garuda Yaksa, Prabowo pernah sedikit menceritakan. Padepokan itu merupakan kediamannya di Bukit Hambalang. Dia membangun padepokan tersebut selama 12 tahun. Prabowo mengisahkan, dulu tidak ada yang mau naik ke atas bukit tempatnya tinggal. “Jadi saya katakan, kalau ada yang mau cari saya dan dia mau naik ke tempat ini, berarti dia sungguh-sungguh adalah sahabat saya. Orang kalau tanya mau cari Pak Prabowo di Bukit Hambalang, dengarnya saja sudah malas datang,” cerita Prabowo pada Selasa (10/3/2015). Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ini mengaku sejak kecil dididik jadi pendekar. Alasan itu yang kemudian membuatnya membangun padepokan di Bukit Hambalang. Di lokasi tersebut, Prabowo mendidik dan mengajar anak-anak muda. “Biasanya di daerah sini, tiap saat ada yang kita didik. Sekarang mungkin lagi kosong. Hampir tiap bulan 300 sampai 500 pemuda-pemudi kita didik di sini. Makanya ini saya namakan Padepokan Garuda Yaksa. Artinya Di sini roh garuda, roh nilai-nilai bangsa kita. Kita tanamkan nilai budaya, nilai yang diajarkan nenek moyang kita,” ucapnya. Foto: (Dok Facebook Prabowo Subianto). [Gambas:Video 20detik]

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyadari kritik yang ditujukan kepada pemerintah datang silih berganti. Namun, kata Moeldoko, pemerintah tak lantas menjadi reaktif menanggapi kritik. “Pemerintah semakin menyadari kritik itu bukan berarti kita reaktif menanganinya, tapi reaktif dalam menyempurnakan kebijakan. Bukan reaktif respons atas (kritik) itu, tapi reaktif atas apa yang dikritik itu,” tutur Moeldoko saat detikcom berbincang di kantornya, Gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018). Mantan Panglima TNI itu lalu mencontohkan saat pemerintah menanggapi kritik soal cantrang. Pemerintah tak lantas beradu argumen dengan pengkritik, melainkan justru mengajak nelayan berdialog. “Jadi bukan reaktif marahnya, tapi reaktif apa sih yang dirasakan masyarakat saat ini. Bukan reaktif retorika, tapi betul-betul merasakan,” ujar Moeldoko. Presiden Jokowi bahkan sempat dikritik oleh Ketua BEM UI Zaadit Taqwa melalui sebuah aksi bak memberikan kartu kuning. Menurut Moeldoko, ada yang perlu diluruskan dari argumen kritik Zaadit. “Kemarin salah satu teman kita yang menyampaikan ‘kartu kuning’ itu (mengkritik), ‘untuk apa pemerintah bangun jalan yang hanya digunakan mobil pribadi?’, ini kan pemahaman yang perlu disempurnakan. Bahwa pembangunan jalan tol dan infrastruktur yang lain, memiliki multiplier effect luar biasa,” tutur Moeldoko. Multiplier effect yang dimaksud adalah bagaimana distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih lancar. Purnawirawan Jenderal TNI itu lalu menyebut perlu perbaikan pola komunikasi ke publik. “Saya pikir itu yang sekarang saya lagi lakukan, bagaimana bangun komunikasi dengan berbagai pihak agar semakin bisa dipahami dengan bijaklah, gitulah ,” kata dia. Kritik dari Komikus Jepang Moeldoko menjelaskan beda kritik dengan penghinaan. (Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom) Seorang komikus asal Jepang yang tinggal di Thailand, Onan Hiroshi, membuat komik tentang Presiden Jokowi. Dalam komik itu, salah satunya, digambarkan Jokowi seakan jadi ‘pengemis’ kereta cepat. KSP Moeldoko lantas mengatakan kritik dari perorangan seperti itu tak perlu ditanggapi pemerintah. Terlebih masih ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang. “Sekali lagi, kita tak boleh hanya marah, hanya menyikapi dengan kontraproduktif, tapi semuanya kritik-kritik itu justru jadi pupuk agar kita semua, kalau tanaman itu jadi subur. Prinsipnya, pemerintah sekarang tak begitu alergi dengan kritik,” ungkap Moeldoko. Belakangan, Onan menyampaikan permohonan maaf lewat akun Twitter. Menurut Moeldoko, wajar jika Onan meminta maaf. “Pada akhirnya kalau hal hal yang disampaikan belum tentu seperti situasi yang sebetulnya pasti pengkritik itu akan introspeksi, siapa pun, orang Indonesia sendiri,” ujar dia. Ketika kritik tak ditanggapi dengan marah, kata Moeldoko, pengkritik akan memahami kondisi sebenarnya. Menjalankan roda pemerintahan, menurutnya, tak semudah membalikkan telapak tangan. “Tapi kalau hanya berkomentar memang mudah, tapi kalau kita masing-masing memiliki sikap bijak, maka sebetulnya kita menuju keseimbangan sempurna,” kata Moeldoko. Moeldoko lalu menjelaskan perbedaan antara kritik dan penghinaan. Pemerintah, kata Moeldoko, memang tak antikritik, tapi jangan sampai yang muncul justru bersifat menghina. “Saya pikir kritik okelah, tapi kalau penghinaan, apalagi ke presiden sebagai simbol sebuah negara, janganlah. Nggak boleh, harus jelas, clear , harus bisa bedakan kritik dengan penghinaan,” tutur Moeldoko.

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) kembali melakukan mediasi dengan KPU hari ini terkait peserta Pemilu 2019. Sebab, mediasi sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan. “Kemarin (26/2) KPU belum sepakat atas tawaran PKPI agar dilakukan verifikasi ulang ke daerah-daerah yang dinilai KPU masih tidak memenuhi syarat,” ujar Sekjen PKPI Imam Anshori Saleh saat dihubungi detikcom, Selasa (27/2/2018). Imam mengatakan KPU menolak tawaran yang diberikan PKPI dengan alasan proses verifikasi sudah sesuai prosedur. Namun, menurut Imam, pihaknya meminta waktu untuk kembali mediasi hari ini. “Belum setuju dengan verifikasi ulang karena mereka menganggap proses yang dilakukan KPUD sudah sesuai prosedur,” kata Imam. Mediasi akan digelar pukul 11.00 WIB nanti. Mediasi itu, kata Imam, agar kedua pihak dapat berpikir ulang untuk mencari solusi terbaik. Nantinya, PKPI akan kembali menawarkan KPU untuk melakukan verifikasi ulang. Imam berharap mediasi dapat berjalan dengan baik dan adil. “Tentu PKPI akan tawarkan ulang dilaksanakannya verifikasi ulang, agar semuanya berjalan fair. Mudah-mudahan mediasi nanti berjalan baik seperti yang terjadi kemarin,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI Teddy Gusnaidi mengatakan PKPI telah mempersiapkan kelengkapan data daerah yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). PKPI yakin dengan data yang disampaikan KPU akan melihat kelengkapan data yang dimiliki. “Mediasi ke dua hari ini persiapannya sama seperti mediasi kemarin, kami menampilkan kelengkapan data daerah-daerah yang dinyatakan TMS kemarin oleh KPUD. Kami yakin KPU akan menemukan fakta kelengkapan kami, baik pengurus dan anggota,” kata Teddy. Sebelumnya, PKPI menggugat KPU terkait keputusan KPU tentang partai politik peserta Pemilu. Dalam putusannya, KPU menyatakan partai PKPI tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2019.

Related Posts

Comments are closed.