TransJ Tembus 500 Ribu Penumpang/Hari, Sandi: Kami akan Tumpengan

TransJ Tembus 500 Ribu Penumpang/Hari, Sandi: Kami akan Tumpengan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku senang atas pencapaian TransJakarta, yang berhasil mengangkut 500 ribu penumpang per hari. Untuk merayakan hal tersebut, Sandi mengatakan akan menggelar syukuran. “Hari ini alhamdulillah saya bisa bersujud syukur, tadi bahwa TransJakarta tembus angka setengah juta riders (penumpang) setiap hari. Kami nanti akan tumpengan dan sujud syukur. Hari ini pecah telur, setengah juta riders dari TransJakarta,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Menurutnya, pencapaian mengangkut 500 ribu penumpang per hari itu tak lain dari sumbangan penumpang di TransJakarta Tanah Abang Explorer. “Jadi integrasi moda transportasi ini sudah alhamdulillah mulai terasa,” ujarnya. Syukuran, lanjut Sandi, akan digelar pekan depan. Dia juga mengatakan sudah berkomunikasi dengan Direktur PT TransJakarta Budi Kaliwono terkait perayaan dalam rangka 500 ribu penumpang TransJakarta. “Saya bicara sama Pak Budi, mungkin minggu depan kita mau bikin syukuran kecil-kecilan,” ucapnya. Sebelumnya, pada 2017, PT TransJakarta menargetkan 185 juta penumpang dalam satu tahun.

KPK ikut angkat bicara tentang pernyataan Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto soal kasus bisa disetop bila duit diduga hasil korupsi dikembalikan. Menurut KPK, hal seperti itu bisa saja terjadi, tetapi dengan kondisi tertentu. “Jadi sebenarnya, kalau para pengawas (APIP/aparat pengawasan intern pemerintah) ini bekerja dengan ini ya, sebelum dia ke arah pidana, ditemukan kejahatan, ‘wah ini ada uangnya’, belum diproses, segera dikembalikan. Itu sih bisa saja,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018). Meski demikian, Basaria mengaku sebenarnya belum membaca isi dari nota kesepahaman ( memorandum of understanding /MoU) antara APIP dan APH (aparat penegak hukum) tersebut. MoU itu ditandatangani oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kejaksaan Agung (Kejagung), serta Polri di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (28/2). “Jadi konsepnya adalah sepanjang, ya, sepanjang semua pengelolaan dana yang ada secara intern bisa dikawal, bisa diawasi untuk tidak sampai ke ranah tindak pidana, kita memang punya harapan para APIP ini yang melaksanakan, termasuk KPK, bukan hanya polisi saja,” ujar Basaria. “Jadi, kalau kita ke daerah, itu kita selalu mengatakan bagaimana supaya APIP ini benar-benar bekerja semaksimal mungkin karena kalau APIP itu benar-benar bekerja dan tegas, ya tidak perlu ada tindak pidana korupsi selanjutnya,” imbuh Basaria. Namun Basaria menekankan hal itu bukan berarti KPK melunak pada indikasi tindak pidana korupsi. Menurutnya, apa yang tertuang dalam MoU tersebut lebih ke arah kesalahan-kesalahan administratif. “Ya memang APIP itu lebih penekanannya adalah ke administratif. Jadi, sebelum terjadi, saya katakan sebelum terjadi, tapi kalau sudah ditangani KPK, apakah mungkin? Ya nggak mungkin lagi, dong. Boleh dikembalikan uangnya, tapi bukan menghilangkan tindak pidana. Begitu, lo. Saya yakin mereka pengertiannya seperti itu,” kata Basaria. Dalam acara MoU tersebut, Ari Dono–dalam sambutannya–mengatakan kemungkinan tidak berlanjutnya suatu kasus ke penyidikan apabila tersangka mengembalikan uang yang diduga dikorupsinya. Namun Polri–melalui Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto–belum memberikan tanggapan terkait pernyataan Kabareskrim itu karena masih akan lebih dulu meminta penjelasan. Berikut kutipan Ari Dono saat memberikan sambutan dalam acara tersebut: “Kami pun sudah mengeluarkan STR (surat telegram rahasia) jajaran, kalau masih penyelidikan, kemudian si tersangka mengembalikan uangnya, kita lihat persoalan ini mungkin tidak akan kita lanjutkan kepada penyidikan,” kata Ari Dono di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (28/2).

Media sosial diramaikan oleh poster digital tentang workshop Muslim Cyber Army. Salah satu pembicara yang tercantum dalam foto tersebut adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher. Saat dimintai konfirmasi, Aher membantah pernah menjadi pengisi acara tersebut. Dalam poster yang viral, acara tersebut bernama One Day Workshop Cyber Dakwah. Foto Aher ditampilkan dalam poster. Selain Aher, ada sederet pembicara lainnya. Workshop tersebut digelar pada Rabu (20/12/2017) pukul 07.00 WIB sampai selesai. Acara bertempat di Convention Hall At-Taqea Centre, Cirebon. Sejumlah fasilitas juga diberikan kepada peserta yang hadir. Tertulis pula dalam poster itu kontak panitia. Saat dimintai tanggapan, Aher menepis ada undangan soal kegiatan tersebut. Dia juga mengaku tidak pernah datang ke acara itu. “Tidak. Tidak ada undangan apa-apa,” kata Aher di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (1/3/2018). Aher juga tak tahu-menahu soal workshop Muslim Cyber Army. Dia kembali menegaskan tak pernah terlibat dalam kegiatan tersebut. “Mau undang saya atau gimana, saya tidak tahu. Tidak. Saya tidak diundang. Saya tidak datang,” ujarnya. Seperti diketahui, Muslim Cyber Army (MCA) merupakan kelompok terstruktur yang menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. Ada empat jaringan yang bekerja, yakni menampung, merencanakan, menyebar, dan menyerang kelompok lain agar hoax berhasil menyebar kepada masyarakat. Bareskrim Polri menangkap enam tersangka pelaku lainnya, di antaranya ML (39) seorang karyawan yang ditangkap di Jakarta, RS (38) seorang karyawan yang ditangkap di Bali, RC yang ditangkap di Palu, Yus yang ditangkap di Sumedang, dan dosen UII TAW (40) yang ditangkap di Yogyakarta. Mereka dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 33 UU ITE.

Evy Susanti, istri mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, mencabut laporannya tentang dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan pengacara Razman Arif Nasution. Pencabutan laporan dilakukan karena Razman telah mengakui kekeliruannya ketika mendampingi Gatot terkait kasus di KPK. “Terkait pelaporan saya, 20 Februari 2018, pada hari ini saya secara resmi mencabut laporan saya di Polda Metro Jaya dengan alasan bahwa saya telah menerima permintaan maaf dari Saudara Razman,” kata Evy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Evy beralasan Razman telah mengaku keliru kepadanya. Persoalan itu pun telah dibicarakan dengan baik-baik, sehingga Evy mencabut laporannya. “Yang penting bahwa apa yang disangkakan itu sudah diakui, bahwa itu suatu kekeliruan. Saya harap ini jadi pembelajaran ke depan agar segala sesuatu dapat dibicarakan dengan baik,” kata Evy. “Paling utama bagi kami, dia akui kekeliruan itu dan bagi saya itu sudah cukup dan nggak boleh kita menolak permintaan maaf dari orang–sebenarnya ini adalah ketulusan Pak Razman–saya harap tidak terjadi lagi,” imbuh Evy. Evy mengaku tidak ada kompensasi apa pun dari Razman atas pencabutan laporan tersebut. Yang terpenting bagi Evy, Razman telah mengakui kekeliruannya itu, sehingga dia memutuskan mencabut laporan tersebut. “Ada kesepakatan yang baik dan tidak ada dorongan dari saya untuk lanjut,” ucapnya. Razman Minta Maaf Dalam kesempatan yang sama, Razman mengapresiasi langkah Evy yang mencabut laporan atas dirinya itu. Razman meminta maaf kepada Evy karena tidak mendampingi suaminya hingga proses pengadilan. “Sebagai manusia, saya mengucapkan maaf karena tidak sampai pada tugas saya sampai pada proses peradilan,” ujar Razman. Razman menyambut baik Evy yang telah bersedia mencabut laporan tersebut. Kedua pihak telah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya untuk pencabutan laporan tersebut. “Kami telah melakukan perdamaian dengan tanda terima perdamaian ini, tadi di SPKT dan surat perdamaiannya ditandatangani saya dan Bu Evy, sehingga kasus yang dilaporkan kepada saya sudah selesai,” lanjut Razman. Selesai di ‘Meja Makan’ Pengacara Evy, Ilal Ferhand, juga menyambut baik perdamaian kedua pihak ini. Menurut Ilal, tidak semua persoalan harus diselesaikan di meja hijau. “Intinya, suatu persoalan hukum tidak harus selesai di meja hijau, tetapi bisa selesai di meja makan,” kata Ilal. Menurut Ilal, upaya ini juga sangat baik untuk menjaga nama Razman selaku advokat. “Artinya, kami sebagai pengacara mengingatkan, harus diselesaikan dengan baik. Menjaga nama baik Razman juga. Justru ini bukti adanya kesalahpahaman antara klien saya dan Razman,” ucap Ilal.

Kondisi mobil Nissan X-Trail yang menyeruduk ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat, rusak berat. Mobil berwarna putih itu rusak di bagian kaca hingga spion akibat dipukuli driver ojek online . Setelah dirusak driver ojek online , mobil tersebut kini diamankan di halaman Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Dilihat di lokasi, mobil tersebut ‘babak-belur’. Mobil yang terlibat insiden dengan ojek online di underpass Senen (Indra Komara/detikcom) Dua kaca spion rusak. Di bagian dalam mobil berserakan serpihan kaca. Tampak juga batu-batu berukuran kecil di jok mobil belakang. Kaca belakang mobil yang ditumpangi pelapor M Hidayat Sangaji pecah. Tubuh mobil bagian kanan penyok serta ada lecet. Mobil yang terlibat insiden dengan ojek online di underpass Senen (Indra Komara/detikcom) Sebelumnya, mobil Nissan X-Trail dirusak oleh sekelompok pengemudi ojek online di underpass Senen, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. Atas kejadian itu, pengendara mobil melapor ke polisi. “Laporan pihak mobil, terjadi tindak pidana bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu kepada detikcom , Kamis (1/3/2018) siang tadi. Saat ini polisi masih menggali fakta-fakta dari video yang viral dengan keterangan pelapor. Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak ojek online untuk mencari informasi lebih lanjut. Hingga saat ini, pengemudi Nissan maupun driver ojek online belum diperiksa.

Artis Jennifer Dunn ketahuan petugas Rutan Polda Metro Jaya membawa handphone ke dalam kamar sel. Artis yang biasa disapa Jeddun itu mendapatkan sanksi. “Karena itu dilarang, kemudian dia oleh Dirtahti (Direktur Tahanan dan Titipan Barang Bukti) akhirnya dikasih sanksi 2 minggu tidak boleh dibesuk,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Hal ini diketahui setelah muncul foto wefie Jeddun bersama beberapa perempuan di dalam sel tahanan yang beredar di media sosial. Dalam foto itu, Jeddun dan para wanita itu kompak mengenakan piyama. Tidak jelas siapa wanita-wanita dalam foto bersama Jeddun itu, apakah temannya yang membesuk atau teman dalam satu sel tahanan. Tapi Argo memastikan Jeddun memiliki handphone di dalam sel tahanan. “Ya memang yang bersangkutan sempat membawa handphone kemudian selfie , foto dengan teman-temannya,” tuturnya. Menurut Argo, Jeddun mengaku membawa handphone ke dalam sel sebagai alat komunikasi. “Ya mungkin dipakai buat foto-foto saja di dalam sel,” imbuhnya. Masuknya handphone diduga diselundupkan pembesuk Jeddun. Argo memastikan pihaknya menjalankan SOP terkait hak-hak dan kewajiban seorang tahanan di dalam sel, salah satunya tidak boleh menggunakan handphone . “Sejak awal masuk kita periksa, tidak boleh bawa barang-barang yang dilarang, termasuk handphone ,” ujar Argo.

Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman disebut akan kembali ke ‘kandang’ di Mabes Polri. Namun, kabar tersebut masih simpang siur di tingkat pimpinan KPK. Awalnya Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut ada penugasan lain bagi Aris sehingga tidak akan menggantikan posisi Irjen Heru Winarko sebagai Deputi Penindakan KPK. Heru sendiri meninggalkan posisinya itu untuk menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). “Nggak (menggantikan Heru Winarko), karena Pak Aris ada penugasan yang lain,” sebut Agus di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/3/2018) usai menghadiri pelantikan Heru Winarko sebagai Kepala BNN. “Kelihatannya akan ditarik oleh Polri. Nggak tahu (ditempatkan di mana),” imbuh Agus. Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengaku belum tahu tentang hal itu. Sebelum bertugas di KPK, Aris menjabat sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi di Bareskrim Polri. “Itu belum kita terima (informasi tentang Aris kembali ke Polri) sampai saat ini. Nanti kalau sudah diterima, nanti saya informasikan,” ujar Basaria. Basaria pun mengaku belum ada surat resmi yang disampaikan oleh Polri. Sampai saat ini, menurutnya, Aris masih bertugas di KPK. “Belum, belum (ada surat dari Mabes Polri tentang Aris),” ucap Basaria.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan ada tiga orang di dalam mobil Nissan X-Trail yang seruduk ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat. Roma mengatakan kondisi ketiganya masih mengalami shock. “Tiga orang itu syok jadi belum ada pemeriksaan. Kita juga (akan) melakukan pendalaman fakta-fakta,” kata Roma di Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Roma mengatakan salah satu pengemudi mobil itu sudah melapor ke polisi. Pelapor diketahui bernama M Hidayat Sangaji. “Kondisi pelapor saat melapor ada luka di kepala, muka, terus bibir dan tangan. Luka tersebut belum diketahui akibat pemukulan atau akibat pecahan kaca, itu hasil visum yang akan ketahui itu luka karena apa,” paparnya. Sebelumnya Roma menjelaskan terkait penyebab pengemudi mobil Nissan berwarna putih itu menyeruduk driver ojek online. Menurut laporan dari pelapor, seperti disampaikan Roma, pengemudi menabrak motor karena merasa terintimidasi driver ojek online. “Kalau versi dari pengemudi bahwa mereka sudah berusaha membunyikan klakson minta dibukakan jalan namun ada yang memancing mungkin dari teman ojek online berteriak melakukan intimidasi sehingga mobil tersebut merasa tertekan akhirnya karena dipukul-pukul (mobilnya) dia menerobos kerumunan ojol,” ujar Roma. “Pada saat nerobos ternyata posisinya lampu merah sehingga mobil terhenti sempat dilakukan pengrusakan seperti di video viral itu,” lanjutnya.

Related Posts

Comments are closed.