Trans Jogja Dalami Kabar Viral Difabel Ditolak Naik Bus

Trans Jogja Dalami Kabar Viral Difabel Ditolak Naik Bus

Foto seorang anak sekolah yang menggunakan kursi roda jadi viral di media sosial. Anak sekolah itu disebut tiga kali ditolak masuk bus Trans Jogja. Trans Jogja tengah mengecek duduk persoalan dari kabar viral tersebut. Informasi ini dikabarkan seorang pengguna Twitter yang mengunggah foto anak sekolah tersebut. Anak sekolah itu ditolak masuk bus dengan alasan tak ada ruang bagi dia. “Kasihan adik ini ditolak terus sama trans jogja 1A dengan alasan penuh, padahal di dalem bis sudah ada space untuk kursi roda, tetapi malah di pakai naroh barang,” tulis Prasetyo Nugroho lewat akun @prasnug seperti dilihat detikcom , Kamis (4/1/2018). Foto tersebut diunggah pada Rabu (3/1) kemarin. Cuitan tersebut telah di- retweet sebanyak 1.014 kali dan mendapatkan 248 likes . [Gambas:Twitter] Terkait hal ini, Kepala UPT Trans Jogja Sumaryoto mengatakan akan meminta klarifikasi kepada petugas halte. Sebab, petugas halte merupakan pengendali utama. “Saya baru besok manggil, kejadiannya seperti apa. Tentunya tidak sama dengan yang dilihat orang. Ya, tentunya perlu diklarifikasi bukan dari krunya, tapi dari petugas halte. Karena pengendali utamanya adalah petugas halte,” kata Sumaryoto saat dihubungi detikcom . Sumaryoto menjelaskan soal kemungkinan kondisi di dalam bus yang penuh. Hal itu dapat terjadi karena penumpang bandara kerap membawa barang dalam jumlah banyak. “Cuma memang kalau di bandara itu serbasalah. Karena penumpang di bandara kan barangnya banyak. Itu biasanya suka ditaruh koper-koper. Padahal itu prioritas bagi disabilitas,” ucap dia. Dia memastikan di setiap bus Trans Jogja selalu tersedia ruang bagi difabel. Sumaryoto mengatakan sudah membagikan informasi ini kepada Direktur Operasional Trans Jogja. Menurutnya, jika benar ada penolakan terhadap anak berkebutuhan khusus, hal itu merupakan sebuah catatan buruk bagi operator. “Bus penuh atau bus bisa dimuati, tentu petugas halte yang tahu. Diingatkan, kok masih dilanggar? Kapasitas masih memungkinkan tapi tak dilayani, itu jadi rapor buruk bagi operator,” ucap dia.

Bus Trans Jogja (Foto: Wikipedia) Foto seorang anak difabel yang mengenakan seragam sekolah menunggu bus Trans Jogja di sebuah halte viral di media sosial. Disebutkan dalam keterangan foto, anak tersebut sudah 3 kali ‘ditolak’ naik ke bus Trans Jogja pada Rabu (03/01). Pemilik akun Twitter @prasnug, Prasetyo Nugroho mengunggah foto anak itu dan mendapat lebih dari seribu respons. Prasetyo mengatakan saat itu dia berada di lokasi dan sempat memfoto anak difabel itu. Namun, ia tak sempat menanyakan identitas sang anak. “Kasihan adik ini ditolak terus sama Trans Jogja 1A dengan alasan penuh, padahal di dalam bus sudah ada space untuk kursi roda, tetapi malah dipakai naruh barang,” tulis akun Twitter @prasnug. kumparan ( kumparan.com ) kemudian menghubungi Prasetyo pada Kamis (4/11). Prasetyo membenarkan anak difabel tersebut beberapa kali tidak bisa menaiki bus Trans Jogja. “Iya (benar) sudah saya tulis kronologinya,” kata Prasetyo via Twitternya. Menurutnya anak difabel tersebut berada di shelter bandara sekitar pukul 10.00-10.30 WIB. Beberapa kali bus datang, namun ia tidak bisa naik. “Pertama datang 1A penuh, sebenarnya bisa masuk tapi bus buru-buru. Kedua agak longgar tapi space kursi roda ada barang, kalau sabar sebenarnya bisa dipindahin dulu,” katanya. Kemudian datang bus selanjutnya. Menurut Prasetyo petugas bus ketiga ini awalnya terlihat enggan mengangkut anak difabel ini. Tapi, tiba-tiba ada seorang perempuan yang mendorong anak tersebut masuk ke dalam bus. Anak tersebut akhirnya dapat masuk ke dalam bus bersama neneknya. Kabar ini kemudian langsung viral di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan pelayanan dari bus Trans Jogja. “Sangat disayangkan pada pelayanan publik. Mereka masih belum sadar sepenuhnya akan hak terhadap disabilitas. Mereka perlu diberi pelajaran sosial agar sadar,” balas akun @symbiantrader di unggahan Prasetyo. kumparan meminta tanggapan Dinas Perhubungan Yogyakarta pada Kamis (4/01) dengan mengontak kantor Dishub Yogyakarta, namun belum mendapat jawaban.

Related Posts

Comments are closed.