Tiba di Monas, Anies Salami Massa Aksi Bela Palestina

Tiba di Monas, Anies Salami Massa Aksi Bela Palestina

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir di Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Pusat. Begitu tiba, Anies langsung bersalaman dengan sejumlah massa aksi. Pantauan di lokasi, Minggu (17/12/2017), Anies tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Dia datang mengenakan kostum putih berkopiah dengan syal khas Palestina atau kafiyeh Palestina. Usai menyalami warga, Anies naik ke atas panggung dan duduk di sebelah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sementara itu sejumlah tokoh secara bergantian menyampaikan orasinya kepada massa aksi. Massa aksi terus berdatangan di Monas. Massa membawa berbagai atribut seperti spanduk hingga bendera Palestina. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sempat memimpin doa Aksi Bela Palestina. Aa Gym mendoakan agar Palestina segera merdeka dan bebas dari penjajahan. “Lepaskan dari penjajahan kaum yang zalim. Kabulkan ya doa kami. Semoga Allah memuliakan guru-guru kita, habaib, uztazah,” ujar Aa Gym dalam doanya.

Baca juga : blog post_299.html

Stadion Wibawa Mukti sepertinya akan menjadi mimpi buruk yang terus diingat oleh bakal calon wakil bupati Bekasi, Ahmad Dhani. Pasalnya, pada Rabu (12/10/2016) malam, Dhani diusir dari lapangan itu saat menyaksikan laga antara Persib Bandung melawan Bhayangkara United. Saat itu, Dhani yang menonton pertandingan tersebut bersama ketiga putranya, Al, El, Dul, nyelonong turun dari tribun penonton ke lapangan. Dhani diketahui bermaksud menyalami para pemain yang bertanding. Namun, pihak official pertandingan lantas menggiring kembali Dhani ke atas tribun. Padahal, suami Mulan Jameela itu belum sampai ke area lapangan. “Kami tak bisa melarang personal yang datang ke stadion untuk menonton. Tetapi kalau masuk ke area pertandingan seperti lapangan itu memang tak boleh,” kata salah seorang panitia pertandingan, Jumat (14/10/2016) Menurutnya, Ahmad Dhani dan rombongannya memang tak diperbolehkan masuk ke lapangan. “Yang boleh masuk ke lapangan itu saat seremonial sebelum pertandingan seperti bersalaman dengan pemain,” jelasnya. “Itu pun yang diperbolehkan hanya pejabat daerah dan para manager. Itu pun kondisi diperbolehkannya tak setiap pertandingan. Hanya dalam pertandingan tertentu saja seperti semi final, final dan lainnya,” imbuhnya. Ditegasknnya, yang boleh masuk ke area sekitar lapangan adalah yang memiliki kartu id card dengan aksesSOP (State Of Play), OA (Operational Area), dan pihak pengaman situasi pertandingan. “Jadi, tak sembarangan orang yang bisa masuk ke sekitar area pertandingan itu,” pungkasnya.(Gobekasi) beritateratas.com Bagikan di Facebook Bagikan di Twitter


Baca juga : intoleran indonesia 2.html

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bersifat keagamaan, kemahasiswaan, kebangsaan, kemasyara-katan, independen, dan profesional. Sifat tersebuat membuat PMII sebagai salah satu organisasi yang paling terdepan dalam menjaga cita-cita kemerdekaan Indonesia tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman. PMII didirikan di Surabaya pada tanggal 21 Syawal 1379 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 17 April 1960 M dengan menjadikan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sebagai manhaj al-fiqr atau landasan berpikir.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Pemahaman Aswaja ini diadopsi dari Nahdatul Ulama yang merupakan Organisasi Masyarakat islam pertama kali di Indonesia yang menegaskan diri berpaham Aswaja. Konstitusi dasar yang dirumuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari juga tidak disebutkan definisi Aswaja namun tertulis dalam konstitusi tersebut bahwa aswaja merupakan sebuah paham keagamaan dimana dalam bidang aqidah menganut pendapat dari Abu Hasan Al-Asy’ari dan Al- Maturidhi, dalam bidang fiqih menganut pada salah satu madzhab empat, dan dalam bidang tasawuf menganut pada Imam Junaid al Baghdadi dan Abu Hamid Al-Ghozali.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Kaum Pergerakan memandang bahwa aswaja adalah orang-orang yang memiliki metode berfikir keagamaan yang mencakup semua aspek kehidupan dengan berlandaskan atas dasar moderasi, menjaga keseimbangan, dan toleran. Aswaja bukan sebuah madzhab melainkan sebuah metode dan prinsip berfikir dalam menghadapi persoalan-persoalan agama sekaligus urusan sosial kemasyarakatan, inilah makna aswaja sebagai manhaj al fikr. Sebagai manhaj alfikr, Kaum Pergerkan berpegang pada prinsip-prinsip tawasuth (moderat), tawazun (netral), ta’adul (keseimbangan), dan tasamuh (toleran).

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

The latest outrage was triggered by banners in front of a number of mosques in South Jakarta, which said the mosques would not perform funeral prayers for deceased fellow Muslims who were found to have supported or voted for “blasphemers” or an infidel — a clear reference to incumbent Jakarta Governor Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, who is on trial for insulting the Quran. The banners have taken their toll, even on the city’s dead. The grieving families of the late Hindun binti Raisan, 77, a resident of Setiabudi, and of the late Siti Rohbaniah, 74, of Pondok Pinang, both in South Jakarta, said they had faced bullying from neighbors and religious leaders.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Demikian ditegaskan anggota Komisi III DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12). Menurut politikus Partai Gerindra itu, tidak sedikit pihak yang ingin memanfaatkan suasana Natal untuk membuat kericuhan. Apalagi, diketahui bahwa perayaan Natal sudah berkali-kali digelar di Gedung Sabuga. “Kenapa harus dilarang? Itu menciderai kerukunan umat beragama di Indonesia. Walaupun ada aturan (perizinan) yang tidak dipenuhi, kan kita bisa toleransi sedikit,” ucapnya. Dasco menolak dalih Ormas yang menuduh perayaan Natal di Sabuga melanggar peraturan tentang tata ruang. “Katakanlah perayaan Lebaran, kemudian salat di sana sini dianggap melanggar? Jangan begitulah, toleransi. Natal ini kan setahun sekali,” ucapnya. Dia juga bertanya-tanya mengapa kepolisian menuruti kemauan Ormas yang melarang perayaan Natal itu. “Nanti kita tanya kepolisian. Mungkin agak lebih berhati-hati karena masalah agama,” pungkasnya.  [ald]

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

TEMPO.CO ,  Jakarta  – Rohaniwan Katolik, Benny Susetyo, mengatakan dampak rencana demonstrasi 2 Desember 2016 bisa menjalar menjadi ketakutan yang dirasakan golongan minoritas tertentu, baik dari agama maupun etnis. “Banyak mereka yang pergi ke luar negeri untuk mencari keamanan,” kata Benny Susetyo di Jakarta, Senin, 28 November 2016. Benny mengaku mendapat informasi bahwa sebagian umat non-Islam, khususnya di Jakarta, telah berencana pergi ke luar negeri. Bahkan mereka meninggalkan Tanah Air hingga perayaan Natal 2016. Ia mengatakan motif mereka pergi ke luar negeri karena khawatir akan adanya gangguan keamanan di dalam negeri.  Meski Benny belum memiliki data yang riil perihal jumlah golongan minoritas yang akan pergi ke luar negeri, ia memastikan sudah ada beberapa warga Ibu Kota yang meninggalkan Indonesia. Ia mengaku mendapatkan informasi tersebut dari media sosial dalam bentuk ungkapan kekhawatiran terhadap kondisi di Indonesia menjelang perayaan Natal 2016.  Benny mengatakan situasi di bawah saat ini sudah menjurus pada konflik etnis. Ia mencontohkan ancaman bom dan teror lainnya yang ia anggap sebagai dampak. Ia menilai golongan minoritas merasa trauma apabila konflik etnis pada masa lalu kembali terulang. “Jangan sampai masuk ke persoalan teknis karena akan runyam dan berdampak pada ekonomi,” ujarnya.  Benny telah mengimbau agar kelompok-kelompok minoritas tertentu tidak perlu bepergian ke luar negeri lantaran khawatir atas potensi gangguan keamanan di Ibu Kota. Sebab, menurut Benny, negara sudah menjamin keamanan bagi mereka. Ia pun mengimbau agar pemerintah serius menangani kecenderungan kondisi politik yang bergejolak saat ini.  Pegiat hak asasi manusia, Todung Mulya Lubis, menilai penegakan hukum adalah prioritas yang diberikan oleh undang-undang. Menurut dia, apabila masyarakat percaya bahwa Indonesia adalah negara hukum, demonstrasi pada 2 Desember 2016 tak perlu terjadi. Ia justru melihat ada gelombang untuk melemahkan negara hukum dan seolah-olah ketentuan hukum positif tidak diakui lagi.  Rencana demo Aksi Bela Islam Jilid III menuntut tersangka dugaan penistaan agama, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama, untuk ditahan. Menurut Todung, masyarakat harus menghormati hukum yang tengah berlangsung terhadap Basuki alias Ahok. “Tidak ada gunanya mendikte. Menekan dengan dalih apa pun, tidak akan tercapai keadilan itu,” tuturnya.  Todung menambahkan, apabila terjadi demonstrasi pada 2 Desember 2016 dan sampai menimbulkan kerusuhan, Indonesia dihadapkan pada kondisi kritis. Ia menilai kerja keras pendiri bangsa akan mengalami kemunduran yang luar biasa. Dampaknya bisa mengarah pada pelemahan ekonomi. “Akan mengalami kembali masa-masa sulit sebagai bangsa,” ucap Todung. DANANG FIRMANTO

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

4. Kepada seluruh warga negara Republik Indonesia hendaknya belajar dari kasus ini, bahwa agama adalah ajaran suci yang mutlak diyakini oleh pemeluknya serta harus dijunjung tinggi keberadaannya sebagaimana dijamin konstitusi. Karenannya siapapun harus menghormati setiap keyakinan beragama termasuk oleh pemeluk yang berbeda agama, dengan sikap luhur dan toleran. Bersamaan dengan itu hendaknya dijauhi segala ujaran dan tindakan yang dapat merendahkan, menodai, menghina, menista keyakinan luhur agama apapun yang hidup dan diakui sah hidup di negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan penduduknya dikenal religius.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Beritateratas.com – Aktivis Rumah Gerakan 98 mengecam tindakan sejumlah elite politik DPR RI yang menunggangi aksi demo 4 November 2016. Elite politik tersebut tidak mengedukasi massa agar mempercayakan penangan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut dalam ranah hukum. ”Elite politik DPR RI terbukti menunggangi demo 4 November. Mereka justru mengobarkan semangat aksi mendesak perubahan pemerintahan hingga aksi berubah menjadi anarkis,” ujar Juru bicara Rumah Gerakan 98, Bernard Haloho kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/11/2016). Elite DPR RI, kata Bernard, telah membungkus kepentingan politik terselubung atas nama dugaan penistaan agama. ”Aksi ini sebenarnya menjadikan Ahok sasaran utama. Ujung-ujungnya aksi ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo,” tegasnya. Karenanya, aktivis 98 melihat ada potensi bahaya jika transisi demokrasi yang sudah menemukan jalannya lalu dirusak lagi oleh kepentingan kekuasaan sejumlah elite. Untuk itu kepolisian diminta untuk mengambil tindakan secepat demi menyelamatkan keutuhan NKRI yang merupakan konsensus bangsa yang final Selain itu, lanjut Bernard, Rumah Perubahan 98 menyampai enam penyataan menyikapi ulah sejumlah elite poitisi DPR RI tersebut.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

TEMPO.CO ,  Jakarta  –  Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mulyadi P. Tamsir membantah pihaknya telah memprovokasi kerusuhan dalam demonstrasi Jumat, 4 November 2016. Mulyadi balik mengatakan kericuhan justru dipicu oleh sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Aksi Bersama Rakyat. “Penglihatan kami, benturan tadi itu dari Aliansi Aksi Bersama Rakyat,” kata Mulyadi saat dihubungi  Tempo , Jumat malam, 4 November 2016. Mulyadi mengatakan, posisi rombongan HMI pada awal demonstrasi memang berada di barisan paling depan. Namun setelah pukul 19.00, Mulyadi mengklaim mereka memutuskan untuk mundur. Simak Pula HOAX: Berita Ahok Mundur dari Pilkada DKI 2017 Saat Demonstran Kepung Istana, Rupanya Ini yang Diperbuat Ahok Mulyadi menambahkan, anggota HMI tidak bisa mundur terlalu jauh saat itu. “Jarak kami dengan pagar Istana sekitar 30-50 meter,” kata dia. Menurut dia, kawat berduri di depan barisan HMI sudah terputus dan dimanfaatkan Aliansi Aksi Bersama Rakyat untuk menimbulkan kericuhan di depan Istana. Hingga Jumat malam ini pukul 22.15 WIB,  Tempo  masih berupaya menghubungi perwakilan Aliansi Aksi Bersama Rakyat untuk mengkonfirmasi pernyataan Mulyadi. Demonstrasi yang menuntut calon gubernur inkumben DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu segera diproses hukum semula berjalan damai hingga sore hari. Selepas magrib, kericuhan pecah. Aksi lempar batu dari demonstran dibalas polisi dengan tembakan gas air mata. Korban dari demonstran dan polisi berjatuhan, namun angkanya belum dapat dikonfirmasi.  VINDRY FLORENTIN

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

TEMPO.CO ,  Jakarta  –  Ketua Umum Front Pembela Islam Rizieq Shihab memastikan ada dana yang cukup untuk mendukung pelaksanaan unjuk rasa 4 November 2016. Sayangnya, Rizieq menolak mengungkapkan siapa donatur utama kegiatan itu.  “Dananya jelas, unlimited (tak terbatas). Kenapa? Karena yang kasih dana Maha Kaya, yaitu Allah SWT,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi ahli di kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis malam, 3 November 2016. Rizieq menjelaskan bahwa peserta unjuk rasa dari luar DKI Jakarta datang dengan inisiatif dan biaya perjalanan masing-masing. “Dari Sabang sampai Merauke mereka turun ke Jakarta dengan ongkos sendiri.” Sebelumnya, sempat santer beredar spekulasi bahwa aksi 4 November dibiayai partai politik yang berada di balik salahsatu kandidat calon Gubernur DKI Jakarta. Akibat isu itu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menggelar konferensi pers membantah keterlibatan Demokrat dalam pendanaan aksi 4 November. Sebelumnya Ikatan Alumni Universitas Indonesia juga sudah merilis pernyataan, membantah mendanai aksi ini. Pada kesempatan yang sama, Rizieq Shihab menjanjikan unjuk rasa 4 November bakal berlangsung tanpa rusuh. Ketua Umum sekaligus Imam Besar FPI itu meminta aparat bersikap kooperatif terhadap para peserta unjuk rasa yang jumlahnya diperkirakan sangat masif. Rizieq pun berharap penjagaan satuan Polri dan TNI tak terlampau represif. “Kalau ada tindakan yang membahayakan nyawa peserta aksi, menyiksa, atau menyakiti, kami wajib melakukan pembelaan diri terhadap umat Islam,” tuturnya. YOHANES PASKALIS

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

TEMPO.CO ,  Jakarta  – Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Penjaringan Jakarta Utara, Komisaris Bismo Teguh membantah adanya informasi eksodus warga keturunan Cina yang tinggal di Pantai Mutiara akibat rencana unjuk rasa pada Jumat, 4 November 2015.  “Tidak ada, itu info  hoax ,” kata Bismo kepada  Tempo  pada Kamis, 3 November 2016. Bismo mengatakan semua wilayah di Kecamatan Penjaringan, termasuk Pantai Mutiara aman. Semua warga yang tinggal di tempat itu beraktivitas seperti biasanya.  Apalagi pihaknya juga telah mengajak diskusi berbagai elemen masyarakat sekitar untuk mengamankan wilayah menjelang demo besar-besaran yang menuntut Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diproses secara hukum  karena diduga menistakan Islam dan Al Quran. Meski demikian, Bismo tetap mewaspadai terkait rencana demo pada besok tersebut. Pihaknya telah mengerahkan 160 personel gabungan untuk mengamankan wilayah Penjaringan, khususnya Pantai Mutiara. Personel gabungan itu berasal dari Brigade Mobil (brimob), jajaran polsek, TNI, dan elemen masyarakat. Bismo juga telah mengantisipasi jika ada massa demonstran yang datang berusaha masuk wilayah Pantai Mutiara. Mengingat di tempat itu adalah kawasan rumah Ahok. Sejauh ini semua petugas telah didistribusi untuk pengamanan siaga tingkat satu. Selain itu, Bismo juga menjamin akan mengamankan para pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yang berkampanye di Penjaringan. Pihaknya mengamankan wilayah dari Kamal, Pejagalan, Muara Baru, Penjaringan, Pluit, hingga Pantai Mutiara. “Titik-titik pengamanan sudah saya kantongi,” ujar dia. Dia juga menegaskan sejauh ini kawasan Pantai Mutiara kondusif. Jika ada demonstran yang datang, pihaknya juga siap mendatangkan bantuan pengamanan tambahan dari Polres Metro Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya. Sebelumnya, beredar informasi warga keturunan Cina yang tinggal di kawasan Pluit hingga Pantai Mutiara resah. Mereka eksodus pergi dari Jakarta karena alasan kemananan jelang demonstrasi. Tapi informasi itu belum terkonfirmasi. AVIT HIDAYAT

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

“Demonstrasi adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Saya menghimbau, lakukan dengan aman dan tertib. Sampaikan kebaikan dengan cara-cara yang baik,” kata Zul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/11).  Dia mengingatkan bahwa baik yang ikut demo atau yang tidak, semuanya Pancasilais dan bersaudara sebagai anak bangsa. Pancasilais adalah penganut ideologi Pancasila yang baik dan setia. “Yang turun ke jalan juga saudara-saudara kita yang Pancasilais. Jadi mari hormati ekspresi dan sikap masing-masing. Jaga persaudaraan kita,” ucap Zul mengajak. Ketua umum PAN ini juga menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Presiden Jokowi untuk tidak mengintervensi kasus hukum dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki T Purnama “Ahok”. “Kita apresiasi komitmen Presiden Jokowi untuk objektif dan independen. Dengan begitu kepolisian bisa mengusut kasus ini dengan terbuka, tanpa rekayasa dan memenuhi rasa keadilan masyarakat,” ungkapnya.  Terakhir, Zul berharap semoga kasus ini bisa menjadi introspeksi bagi pemimpin, untuk menjaga ucapannya.  “Semoga kasus ini menjadi introspeksi bagi kita semua. Pemimpin seharusnya merawat kebhinnekaan dan menjaga persatuan. Jangan melampaui batas,” tutupnya.  [rus]

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

TEMPO.CO ,  Bandung  – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membantah pemberian beasiswa provinsi untuk mahasiswa Universitas Padjadjaran diskriminatif. “Bukan persyaratan, baca yang bener atuh, baca yang bener. Gak salah baca itu? Gagal paham,” kata dia di Bandung, Kamis, 5 Oktober 2016. Media sosial diramaikan dengan viralnya surat dengan logo Universitas Padjadjaran mengenai beasiswa pemerintah Jawa Barat. Pada butir tiga persyaratan khusus penerima beasiswa itu disebutkan “Prioritas pada mahasiswa berprestasi di bidang hapal Al Quran minimal lima juzz, olahraga, seni, budaya, sains, teknologi dan komunikasi dibuktikan dengan sertifikat dari pihak berwenang.” Persyaratan hapal Al Quran itu yang ramai dituding diskriminatif. Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, beasiswa itu diberikan pada calon penerima yang dinilai memiliki prestasi. “Diskriminasi kalau yang hafal Al Quran saja yang diberi beasiswa, ini mah dari sejumlah prestasi yang dihargai, salah satunya yang di apresiasi adalah hafalan Al Quran,” kata dia. Menurut dia, salah satu alasan mencantumkan penghafal Al Quran sebagai “prestasi” karena sulit menghafalnya. “Itu hanya salah satu kriteria, ada prestasi di bidang seni, olahraga, dan di bidang akademik sendiri diberi penghargaan beasiswa,” kata Aher. Bagaimana dengan agama lainnya? “Masalahnya hapalan Bible kan gak ada, kalau ada, kita hargai juga sama,” kata Aher. Aher mengatakan, beasiswa pada penghafal Al Quran yang digunakan Jawa Barat saat ini diklaimnya bukan yang pertama. Universitas Padjadjaran terhitung baru. “Ada enam sampai sepuluh perguruan tinggi negeri yang sudah melakukan itu, Unpad baru mau. Pertanyaannya kenapa diributin, ributin tuh yang sepuluh yang sudah. Salah satunya UIN, UNS, ada daftarnya. Jabar karek erek geus ribut,kalau yang lain geus, teu ribut-ribut,” kata dia. Menurut Aher, dari semua penerima beasiswa pemerintah Jawa Barat untuk program S1, S2, dan S3 hanya sedikit yang lolos karena hafalan Al Quran. “Kemarin hampir 6 ribuan yang diberi beasiswa tahun 2015, yang hafal Al Quran paling 6 orang,” kata dia. Aher mengatakan, beasiswa yang diberikan sebelumnya bukan permanen, tahun depan penerima belum tentu menerima lagi beasiswa itu. “Mulai tahun ini kita ingin lebih fokus beasiswanya. Kita ingin memberi beasiswa satu siklus, sampai tamat, makanya kita pilih betul, orientasinya betul-betul prestasi,” kata dia. Menurut Aher, kemungkinan penerima beasiswa bakal anjlok jumlahnya mulai tahun ini. Penilaian prestasi yang jadi pertimbangan penerima beasiswa juga akan lebih ketat. “Kalau kemarin sampai 6 ribu orang, tahun ini mungkin hanya seribu orang atau 500 orang,” kata dia. AHMAD FIKRI

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada untuk DKI Jakarta masih terbilang jauh. Namun gegap gempita penyambutannya luar biasa. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok saja sudah melakukan kejut gerilya di setiap-setiap wilayah Ibukota melalui sikapnya. Bahkan ada tim yang dinamakan ‘Teman Ahok’ untuk mewadahi suara. Tim Ahok ini bertugas melakukan safari “liar”, propaganda ke mall-mall. Entah ini bagian pelanggaran atau tidak. Tetapi yang jelas bagi penulis ini merupakan bagian dari kampanye terselubung. Namun Ahok sebagai Gubernur bisa saja mengatakan bahwa itu bukan dari usul dirinya. Benar. Karena Ahok sendiri tidak langsung turun ke jalan.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Tim Ahok ini tidak hanya memperluas jaringannya melalui dunia nyata.  Face to face . Akan tetapi Tim ini pun juga bergerak ke hampir setiap lini jaringan media sosial, salah satunya Twitter. Dalam jaringan Twitter mereka begitu massif menggelontorkan sisi positif Ahok. Nyaris tanpa kelemahan sama sekali. Dan itu sebetulnya tidak sehat. Karena yang kita tahu manusia pastilah ada sisi buruknya. Namun Tim ini seakan menutupinya. Sebut saja dugaan terindikasinya Ahok melakukan korupsi terhadap rumah sakit Sumber Waras. Atau juga dugaan ia bermain terhadap pengadaan UPS.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Setelah didaulatnya Adyaksa ternyata tidak membuat sebagain tokoh ataupun aktivis pergerakan puas. Dalam pertemuan yang dipelopori Gerindra tersebut, misalnya ada beberapa orang yang hadir. Ada yang berlatarbelakang pengusaha, pakar hukum dan lain-lain. Acara tersebut dimaksudkan memilih calon dari  rating  yang ada. Hal ini terlihat tersirat penulisan nama-nama tokoh yang terdapat dalam undangan. Di sisi lain tidak lama ini telah ada pula dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendaulat musisi Ahmad Dhani sebagai calon Gubernur. Tetapi hal ini belum final karena dari DPP PKB sendiri belum mengeluarkan pernyataan dukungannya secara resmi.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Jakarta, walau ditinggali oleh bermacam suku atau etnis dan agama tetapi umat Islam adalah sasaran utamanya dari intrik ini. Suara yang dapat dimainkan ini dimaksudkan untuk membuyarkan suara mayoritas terhadap banyak calon (nantinya). Sehingga nanti pada hari ‘H’ suara mengecil karena terbagi-bagi. Sedangkan ‘Teman Ahok’ yang saat ini telah didukung partai Nasdem, juga sejak awal telah gerilya akan mendapatkan suara besar karena secara otomatis suaranya akan mengerucut. Merek SATU. Suara besar ini didapat karena tidak seperti “kita” yang cuma sibuk membentuk nafsu kebenaran sendiri. Tidak melihat sisi positif besar ke depan umat, yang selama Ahok menjabat jauh dari prestasi atau gebrakan. Banjir dan macet salah satu dari sekian warna kesemrautan Jakarta. Dan itu tidak cukup membuat tokoh-tokoh Islam atau nasionalis menyadarinya.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siti Noor Laila mengecam penyegelan gereja St. Bernadette di Bintaro, Tangerang Selatan, yang terjadi pada Minggu 22 September 2013. Ia menilai kasus penyegelan rumah ibadah berulang akibat ketidaktegasan aparat penegak hukum. “Para pelaku intoleransi beragama itu tak pernah mendapat hukuman yang membuat jera, kejadian serupa kerap berulang,” katanya kepada Tempo, Senin 23 September 2013. (Baca: Gereja St Bernadette Didemo, Pintu Digembok)

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Kasus terakhir melanda Gereja Pariko St Bernadette di Bintaro, Tangerang Selatan. Gereja itu didemo massa yang mengatasnamakan warga sekitar pada Ahad 22 September 2013, sekitar pukul 8.00 hingga 11.00 WIB. Massa lalu menggembok gereja tersebut dari luar dan meminta pembangunan gereja dihentikan. Ini bukan kali pertama kalinya ada penolakan pembangunan tempat ibadah. Sejumlah tempat peribadatan lain juga beberapa kali mendapat perlakuan serupa. “Penegakan hukumnya masih tidak tegas, seharusnya tidak boleh ada bias penegak hukum kepada kelompok mayoritas,” kata Siti.

seperti di kutip dari http://yesussangmesiasnaif.blogspot.com

Kekerasan beragama masih sering terjadi di Indonesia. Mereka merujuk kepada insiden seperti yang terjadi pada Februari 2011, di mana ratusan orang, beberapa diantaranya membawa golok, menyerang rumah seorang pemuka agama Ahmadiyah, yang dianggap oleh kelompok Islam tertentu sebagai aliran sesat. Saat itu, polisi tak terlihat di lapangan. Kepala kepolisian Cikeusik beserta dua anggota senior lainnya dipecat seminggu setelah insiden tersebut. Tiga orang dinyatakan bersalah dalam aksi penyerangan tersebut, dijatuhkan hukuman penjara selama 3,5 tahun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir di Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Pusat. Begitu tiba, Anies langsung bersalaman dengan sejumlah massa aksi. Pantauan di lokasi, Minggu (17/12/2017), Anies tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Dia datang mengenakan kostum putih berkopiah dengan syal khas Palestina atau kafiyeh Palestina. Usai menyalami warga, Anies naik ke atas panggung dan duduk di sebelah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sementara itu sejumlah tokoh secara bergantian menyampaikan orasinya kepada massa aksi. Massa aksi terus berdatangan di Monas. Massa membawa berbagai atribut seperti spanduk hingga bendera Palestina. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sempat memimpin doa Aksi Bela Palestina. Aa Gym mendoakan agar Palestina segera merdeka dan bebas dari penjajahan. “Lepaskan dari penjajahan kaum yang zalim. Kabulkan ya doa kami. Semoga Allah memuliakan guru-guru kita, habaib, uztazah,” ujar Aa Gym dalam doanya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon menghadiri Aksi Bela Palestina atau Aksi 1712 di Monas, Jakarta Pusat. Keduanya kompak memakai peci hitam. Pantauan di lokasi, Minggu (17/12/2017), Fahri dan Fadli terlihat sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya kemudian langsung naik ke panggung dan duduk bersama sejumlah tokoh yang telah hadir sebelumnya seperti Menteri Agama Lukman Saifuddin hingga Ketum MUI Ma’aruf Amin. Fahri memakai baju hitam, peci, serta syal Palestina. Sementara Fadli memakai baju putih, memakai kafiyeh Palestina, dan memakai peci. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid juga terlihat di lokasi. Sebelumnya, sejumlah tokoh masih terus menyampaikan orasinya kepada massa aksi. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sempat memimpin doa Aksi Bela Palestina. Aa Gym mendoakan agar Palestina segera merdeka dan bebas dari penjajahan. Ketum MUI Ma’aruf Amin juga sempat menyerukan untuk mengambil sikap terhadap Amerika Serikat. Teriakan ‘boikot Amerika’ pun langsung menggema. “Hari ini kita akan membuat pernyataan sikap. Setuju atau tidak? Saya tanya, Kalau Donald Trump tidak mau juga mencabut bagaimana? Boikot?” tanya Maruf Amin dari atas panggung. “Boikot Amerika,” teriak massa ramai-ramai menjawab Ma’ruf. Ma’ruf mengatakan massa berkumpul hari ini semata-mata hanya untuk membela Palestina. Pernyataan Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, kata Ma’ruf, sangat menyakiti umat Islam. “Palestina merupakan negara yang sampai saat ini masih dijajah. Kita bebaskan Palestina,” kata Ma’ruf.

Panji-panji hitam-putih dengan tulisan Arab berkibar di tengah aksi bela Palestina. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa menjadi pemacu semangat para peserta aksi penentang kebijakan sepihak Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dua panji tersebut tampak di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017). Kalimat Arab yang tertera di dua panji itu berbunyi ‘La Ilaha Illallah Muhammadurrasulullah’, yang dikenal sebagai kalimat Tauhid. Ar-Rayah merupakan panji dengan latar hitam dan tulisan Arab putih. Sedangkan Al-Liwa merupakan kebalikannya. Banyak peserta aksi Bela Palestina yang membawa dan mengibarkan bendera ini. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa berkibar di tengah massa Aksi Bela Palestina Foto: Gibran Maulana/detikcom Panji Ar-Rayah dan Al-Liwa terus dikibarkan sedemikian rupa hingga terbentang mantap. Si pengibar bendera yang juga salah satu peserta aksi, kemudian memekikkan takbir. “Allahu Akbar!” ucapnya di depan pintu Al-Fattah Masjid Istiqlal. Massa Aksi Bela Palestina di masjid Istiqlal (Foto: Gibran Maulana/detikcom) Sontak, beberapa massa yang mendengar takbir menjadi terpicu. Mereka membalas takbir dengan takbir. Massa makin bersemangat. Tepat pukul 05.30 WIB, massa berangsur meninggalkan Masjid Istiqlal, bergerak menuju Monas, tempat utama aksi Bela Palestina. Kibar bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa, disertai takbir, mengiringi niat massa yang hendak membela habis-habisan Palestina.

Umat muslim Indonesia menggelar Aksi Bela Palestina untuk menyuarakan protes terhadap pengakuan Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel. Rupanya aksi ini juga memantik umat muslim dari negeri jiran untuk ikut aksi di Jakarta. “Ya mereka memang menyampaikan kalau memang mau datang dan ikut aksi. Kita mempersilakan saja, karena isu Palestina bukan isu Indonesia saja, tapi juga isu internasional. Selain Brunei, ada juga dari Malaysia, temen-temen yang aktif di masjid, di kajian ngasih informasi mau ke Jakarta,” kata Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis saat dihubungi Sabtu (16/12/2017). Cholil mengatakan pihaknya tidak mengundang umat muslim dari Brunei maupun Malaysia. Mereka datang dan ikut aksi murni karena mempunyai keprihatinan yang sama untuk membela Palestina. “Kita mempersilakan mereka yang punya keprihatinan yang sama untuk Palestina bergabung besok. Asal menjaga ketertiban,” pesan Cholil. Cholil menambahkan pihaknya tidak mengetahui ada berapa rombongan umat muslim dari negeri jiran tersebut yang akan ikut aksi. “Komunitas, masyarakat biasa, yang prihatin terhadap Palestina. Mereka tidak menyebutkan jumlah hanya cerita temen-temen mau hadir (aksi),” jelasnya. Aksi bela Palestina ini akan dimulai dengan salat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal. Aksi itu akan dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi di Taman Pandang, seberang Istana Merdeka. “Resminya pukul 06.00 WIB kita pastikan sebelum zuhur sudah selesai. Besok akan diisi zikir, tausiah, asmaul husna, ada baca puisi, ada nasyid yang semuanya membela terhadap Palestina, menolak terhadap penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menolak pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem,” urai Cholil.

Aksi Bela Palestina atau ‘Aksi 1712’ akan digelar di Monas pada Minggu (17/12) hari ini. Berikut urutan kegiatannya. Aksi itu akan dimulai dengan salat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal, kemudian dilanjutkan penyampaian aspirasi di Taman Pandang, seberang Istana Merdeka. Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis mengatakan jika kantor Kementerian Agama juga dibuka untuk jemaah. “Kalau mau (salat) subuh silakan, kalau sudah penuh bisa di sekitar Istiqlal, tadi saya bicara dengan protokoler Kementerian Agama juga dibuka mungkin bisa salat di BI juga bisa, di sekitar-sekitar Monas mestinya sehingga orang tinggal jalan kaki ke Monas,” kata Cholil saat dihubungi Sabtu (16/12/2017). Cholil mengatakan acara resmi Aksi Bela Palestina ini akan dimulai pada pukul 06.00 WIB di Monas. Aksi itu akan diisi dengan doa bersama sebagai solidaritas untuk Palestina. “Resminya pukul 06.00 WIB kita pastikan sebelum zuhur sudah selesai. Besok akan diisi zikir, tausiah, asmaul husna, ada baca puisi, ada nasyid yang semuanya membela terhadap Palestina, menolak terhadap penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menolak pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem,” urai Cholil. “Itu semuanya hanya berkenaan bebaskan Palestina dari kependudukan Israel, tidak ada aksi di depan Kedubes,” katanya. Cholil mengatakan aksi bela Palestina ini massa tidak long march hingga Kedutaan Besar Amerika Serikat. Namun, polisi memberi keterangan berbeda. Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, dari Monas massa aksi akan melakukan longmarch hingga Kedubes AS. Terkait hal ini polisi telah menyiapkan pengaturan lalu lintas. “Kalau memang harus dilakukan pengalihan, kita alihkan. Tetapi kalau memang tidak, ya tetap. Kita bisa lakukan contraflow, atau buka-tutup atau hanya separuh jalan digunakan. Kita memberi informasi ke pengunjuk rasa untuk berbaris di pinggir jalan sehingga jalan bisa digunakan itu juga bisa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Sabtu (16/12). Polda Metro juga telah menyiagakan kurang-lebih 20.000 personel untuk mengamankan aksi ini. Argo berharap aksi tersebut berjalan lancar dan aman. “Untuk jumlah estimasi massa, kita tidak ada dalam pemberitahuan di situ. Kita berharap semoga dilaksanakan dengan lancar dan aman,” sambungnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyemangati para petugas yang menghadapi banjir. Anies mengapresiasi kinerja mereka yang bekerja hingga tengah malam untuk menjauhkan warga dari dampak banjir. Anies mengaku menuliskan pesan tersebut saat akan berangkat ke kantornya di Balai Kota. Dia mengirimkan pesan tersebut melalui pesan elektronik WhatsApp kepada kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. “Saya sambil di jalan nulis pesan. Cuma begini, ketika ada kondisi hujan yang deras seperti ini, ratusan, bahkan ribuan, warga negara Indonesia, ada sebagian yang aparat pemerintah, ada yang sebagian relawan, mereka hujan-hujan, mereka bekerja tengah malam, dan mereka berbasah-basah untuk memastikan warga Jakarta bisa kering,” kata Anies di Britama Arena, Jalan Kelapa Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (12/12/2017). Anies mengapresiasi pasukan oranye, pasukan biru, dan pasukan kuning yang dinilai telah bekerja keras. Dia ingin semangat para petugas tersebut dapat terpacu oleh pesan yang ia kirimkan. “Sering kali kita melewatkan untuk memberikan apresiasi kepada mereka. Merekalah garda terdepan, petugas kesehatan kita standby 24 jam, sampai tengah malam. Dan mereka tidak terlihat. Pasukan oranye, pasukan biru, pasukan kuning, semuanya terlihat di lapangan dan kita sudah apresiasi kepada mereka,” terangnya. Anies menuliskan pesan tersebut juga untuk mengajak petugas selalu waspada terhadap dampak hujan deras yang melanda Jakarta. Anies memuji kerja keras mereka dalam melayani warga. “Jadi tadi saya di salam saya tuliskan terima kasih kepada mereka sambil mari kita terus jaga kewaspadaan. Dan kita harus lebih sering mengekspresikan orang-orang yang bekerja, yang banyak kelihatan yang banyak diwawancara kan gubernur. Ada ribuan orang dan saya sampaikan terima kasih bahwa malam ini, tadi malam, bekerja sampai pagi,” sebutnya. Berikut ini isi pesan tersebut: Kepada Yth Ibu, Bapak, Saudara Petugas dan Relawan di Ibukota Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi semua. Kemarin siang hingga sore Jakarta dilanda hujan angin. Hujan lebat dan angin kencang. Terjadi genangan di banyak tempat. Alhamdulillah, genangan itu semua bisa surut dalam waktu singkat. Sore hingga malam, kemacetan terjadi di banyak tempat. Efek genangan terasa oleh warga, utamanya warga yang di perjalanan pulang dari kerja. Ada sebuah tanggul terbuat dari kantong pasir yang jebol. Air pun mengalir menggenangi perkampungan sekitar dan beberapa KK terpaksa mengungsi ke lantai atas Masjid terdekat. Di sana saya temukan para petugas dengan seragam berbeda-beda di lokasi kejadian. Ada petugas negara, ada sukarelawan. Semua basah, sebagian terlihat basah hingga dada. Saya salami mereka satu-satu. Saya pandang mata mereka satu-saru. Genggaman salamnya kuat, sorot matanya kuat. Hingga larut malam kita bersama berada di lokasi itu. Semua bersemangat tinggi. Situasi seperti ini terjadi bukan di satu tempat. Dari laporan foto dan pesan dari berbagai tempat yang terus dipantau di grup SIAGA IBUKOTA, ada ratusan petugas yang terus bekerja keras sepanjang malam membereskan masalah yang muncul, mulai dari penyedotan air di sekolah hingga pembersihan jalanan dari ranting cabang pohon yang tumbang. Semua terus hadir di garis depan. Salut! Di pagi yang mataharinya terbit cerah, dalam perjalanan menuju Balaikota, saya menulis pesan ini untuk semua dan setiap aparatur pemerintah dan relawan yang kemarin, bahkan hingga pagi ini masih, bekerja baik di lapangan, maupun dalam mengkoordinasi dan memantau. Saudara-saudara berada di garis depan, bekerja keras di saat mayoritas warga bisa istirahat. Para petugas kesehatan yang berjaga sepanjang malam, yang mendatangi warga sakit. Para petugas Pasukan Oranye, Pasukan Biru yang terus membersihkan sampah2 penghalang aliran air, yang tanggap membersihkan cabang2 pohon tumbang. Para petugas Satpol PP yang berjaga dan membantu warga di berbagai wilayah. Para petugas perhubungan yang terus menjalankan tugas di bawah siraman hujan. Para Polisi Lalu Lintas yang dalam derasnya limpahan air hujan tetap mengatur lalu lintas. Para petugas pemadam kebakaran (terputus) . Musim hujan belum selesai. Mari terus berjaga sambil memegang 3 pesan utama: Siaga, Tanggap dan Galang. Jadikan hujan kemarin sebagai evaluasi. Pastikan tidak ada peralatan yang dibiarkan tidak berfungsi. Pastikan papan dan pepohonan diperiksa dan dijaga dari risiko tumbang. Pantau terus informasi prakiraan cuaca dan wilayah terdampak dari BMKG dan BPBD agar bisa lebih dini dalam antisipasi. Ikhtiar pencegahan harus kita lakukan dengan sesungguh-sungguhnya dan dengan tuntas, sambil terus berdoa semoga Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Melindungi akan menjauhkan Ibukota dari segala macam bencana. Salam hormat dan hangat untuk Saudara-saudara semua! Anies Baswedan

Badan Narkotika Nasional dan kepolisian melakukan melakukan penggerebekan di diskotek MG, Tubagus Angke, Jakarta Barat. Sejumlah pengunjung baik laki-laki dan wanita dites urine oleh petugas. Pantauan detikcom , Minggu (17/12/2017), pukul 08.00 WIB, usai dites urine, pengunjung yang hasilnya positif ditahan di diskotek. Terlihat puluhan laki-laki dikumpulkan di satu ruangan. Tidak hanya laki-laki, sejumlah pengunjung wanita juga ikut dites urine. Pengunjung wanita yang hasilnya positif juga dikumpulkan di dalam ruangan terpisah. Para wanita itu terlihat dikumpulkan di ruangan dan mereka duduk di atas sofa. Sedangkan pengunjung laki-laki yang positif dikumpulkan di dan disuruh duduk di atas lantai. Penggerebekan dilakukan sejak pukul 04.00 WIB. Diskotek ini digerebek karena BNN dan polisi mencurigai adanya aktivitas narkoba di diskotek yang berada di Tubagus, Jakarta Barat ini. Hingga pukul 09.00, petugas masih melakukan pemeriksaan kepada para pengunjung yang terbukti positif hasil tes urinenya.

Tim aparat gabungan dengan sandi Operasi Bersinar melakukan penggerebekan di Diskotek MG Tubagus Angke, Jakarta Barat. Diduga Diskotek MG ini merangkap pabrik sabu versi cair. Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (17/12/2017), gedung Diskotek MG terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat hiburan dan lantai 2 dan 3 masih dalam tahap pembangunan. Saat dikunjungi, lantai 3 terdapat 2 buah ruangan. Ruangan yang paling besar digunakan sebagai pabrik sabu dan ekstasi yang akan dicampur ke dalam minuman. “Ini pabrik narkoba,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, di lokasi. Saat ini, ada ratusan pengunjung yang terjaring dan terbukti positif menggunakan narkotika. Mereka saat ini masih diperiksa lebih lanjut. Aparat gabungan juga terus melakukan penggeledahan di setiap ruangan untuk mencari alat-alat bukti yang lain. Operasi bersinar ini merupakan operasi gabungan BNN, BNNP DKI, Resmob Mabes Polri, Brimob Polda Metro Jaya, dan POM TNI.

Related Posts

Comments are closed.