Tergiur Batu Merah Delima, Warga Aceh Tertipu Rp 350 Juta

Tergiur Batu Merah Delima, Warga Aceh Tertipu Rp 350 Juta

Seorang warga Aceh Tengah, Aceh bernama Damai (60) menjadi korban penipuan dengan modus penawaran batu merah delima. Akibat tergiur dengan omongan tiga pelaku, korban rugi Rp 350 juta. Kapolres Aceh Tengah AKBP Hairajadi mengatakan pelaku dan korban bertemu di salah satu bank di Aceh Tengah. Saat itu, korban Damai dihampiri pelaku dan mereka mulai terlibat perbincangan. Berselang beberapa menit, obrolan mereka mulai nyambung dan pelaku mengeluarkan jurusnya. “Setelah pelaku dan korban berkenalan. Pelaku menawarkan barang antik dan pelaku menawarkan batu merah delima. Komunikasi pelaku bagus makanya korban tergiur,” kata Hairajadi saat dihubungi wartawan, Jumat (12/1/2018). Korban pun saat itu tertarik dengan tawaran pelaku. Terlebih setelah pelaku yang belum diketahui identitasnya itu memberitahu korban jika batu tersebut dijual harganya bakal naik dua kali lipat. “Ini bukan hipnotis. Jadi dugaan sementara penipuan. Korban sadar waktu itu tapi ditipu oleh pelaku,” jelasnya. Setelah terlibat perbincangan panjang, korban masuk ke dalam bank dan menarik uang sekitar Rp 350 juta. Usai menyerahkan uang, korban dan pelaku naik ke dalam satu mobil. Saat itu, pelaku mengaku membawa korban ke suatu tempat untuk mengambil batu yang ditawarkannya. “Di perjalanan, pelaku memberhentikan mobil dan menyuruh korban salat dulu di masjid. Korban menuruti dan ketika selesai salat, korban melihat pelaku sudah tidak ada,” ujar Hairajadi. Polisi masih menyelidiki dan memburu para pelaku tersebut. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Kejadiannya terjadi pada Senin 8 Januari lalu,” katanya.

Seorang warga Aceh Tengah, Aceh bernama Damai (60) menjadi korban penipuan dengan modus penawaran batu merah delima. Akibat tergiur dengan omongan tiga pelaku, korban rugi Rp 350 juta. Kapolres Aceh Tengah AKBP Hairajadi mengatakan pelaku dan korban bertemu di salah satu bank di Aceh Tengah. Saat itu, korban Damai dihampiri pelaku dan mereka mulai terlibat perbincangan. Berselang beberapa menit, obrolan mereka mulai nyambung dan pelaku mengeluarkan jurusnya. “Setelah pelaku dan korban berkenalan. Pelaku menawarkan barang antik dan pelaku menawarkan batu merah delima. Komunikasi pelaku bagus makanya korban tergiur,” kata Hairajadi saat dihubungi wartawan, Jumat (12/1/2018). Korban pun saat itu tertarik dengan tawaran pelaku. Terlebih setelah pelaku yang belum diketahui identitasnya itu memberitahu korban jika batu tersebut dijual harganya bakal naik dua kali lipat. “Ini bukan hipnotis. Jadi dugaan sementara penipuan. Korban sadar waktu itu tapi ditipu oleh pelaku,” jelasnya. Setelah terlibat perbincangan panjang, korban masuk ke dalam bank dan menarik uang sekitar Rp 350 juta. Usai menyerahkan uang, korban dan pelaku naik ke dalam satu mobil. Saat itu, pelaku mengaku membawa korban ke suatu tempat untuk mengambil batu yang ditawarkannya. “Di perjalanan, pelaku memberhentikan mobil dan menyuruh korban salat dulu di masjid. Korban menuruti dan ketika selesai salat, korban melihat pelaku sudah tidak ada,” ujar Hairajadi. Polisi masih menyelidiki dan memburu para pelaku tersebut. “Saat ini kita masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Kejadiannya terjadi pada Senin 8 Januari lalu,” katanya.

RMOL. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri membentuk Satgas e-commerce. Satgas tersebut bakal diketuai oleh Kesubdit II Ditsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Safrudin. Karena sekarang banyak kerawanan. Kita tahu financial teknologi (fintek) ada beberapa celah digunakan orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. Karena disitu banyak terjadi transaksi secara digital yang tentu Polisi harus hadir, kata Asep di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/1). Belum Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

Related Posts

Comments are closed.