Taman GBK Dirusak, Menteri PUPR: Masak Kalah Sama Orang Surabaya

Taman GBK Dirusak, Menteri PUPR: Masak Kalah Sama Orang Surabaya

Bagian taman Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) juga mengalami kerusakan seusai final Piala Presiden 2018. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun menyesalkan hal ini. “Taman ini ada 4,8 hektare, yang rusak sekitar 80 persen,” kata Basuki setelah meninjau kerusakan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2018). Dia didampingi Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks SUGBK Winarto. Basuki menyayangkan massa yang menginjak-injak taman di SUGBK. Padahal taman tersebut dibangun menggunakan uang rakyat dan biayanya tidak murah. Basuki pun mengingat momen Wali Kota Surabaya yang pernah marah besar karena Taman Bungkul rusak pada Mei 2014. Saat itu taman rusak karena ada event bagi-bagi es krim gratis. Sejak saat itu, menurutnya, warga Surabaya selalu menjaga keindahan taman. “Taman-taman ini nggak murah. Makanya kalau Bu Risma dulu marah-marah, masak kita kalah dengan orang Surabaya. Orang Surabaya itu bisa tertib. Semua taman di Kota Surabaya tanpa pagar, tidak ada satu pun orang menginjak taman. Masak orang Jakarta nggak bisa. Kita lebih metropolitan gitu ya. Saya kira itu aja ,” ucapnya. Basuki menyebut biaya perbaikan bagian stadion dan taman ini sekitar Rp 150 juta. Waktu perbaikan diperkirakan 10 hari. “Kalau kerusakannya apa pun pasti kita perbaiki. Tapi jangan sampai terjadi lagi. Eman-eman gitu . Ini pajak Bapak-bapak sekalian, kita semua. Bukan retorika, tapi ini lho kenyataannya. Kita lihat taman, pasti kita tanami lagi, masak kita biarkan, kan nggak,” ujarnya.

Bagian taman Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) juga mengalami kerusakan seusai final Piala Presiden 2018. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun menyesalkan hal ini. “Taman ini ada 4,8 hektare, yang rusak sekitar 80 persen,” kata Basuki setelah meninjau kerusakan di SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2018). Dia didampingi Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks SUGBK Winarto. Basuki menyayangkan massa yang menginjak-injak taman di SUGBK. Padahal taman tersebut dibangun menggunakan uang rakyat dan biayanya tidak murah. Basuki pun mengingat momen Wali Kota Surabaya yang pernah marah besar karena Taman Bungkul rusak pada Mei 2014. Saat itu taman rusak karena ada event bagi-bagi es krim gratis. Sejak saat itu, menurutnya, warga Surabaya selalu menjaga keindahan taman. “Taman-taman ini nggak murah. Makanya kalau Bu Risma dulu marah-marah, masak kita kalah dengan orang Surabaya. Orang Surabaya itu bisa tertib. Semua taman di Kota Surabaya tanpa pagar, tidak ada satu pun orang menginjak taman. Masak orang Jakarta nggak bisa. Kita lebih metropolitan gitu ya. Saya kira itu aja ,” ucapnya. Basuki menyebut biaya perbaikan bagian stadion dan taman ini sekitar Rp 150 juta. Waktu perbaikan diperkirakan 10 hari. “Kalau kerusakannya apa pun pasti kita perbaiki. Tapi jangan sampai terjadi lagi. Eman-eman gitu . Ini pajak Bapak-bapak sekalian, kita semua. Bukan retorika, tapi ini lho kenyataannya. Kita lihat taman, pasti kita tanami lagi, masak kita biarkan, kan nggak,” ujarnya.

Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menyebut kerusakan yang ada di GBK menjadi tanggung jawab pihak penyelenggara Piala Presiden. Dia menyebut panitia telah menyerahkan uang jaminan Rp 1,5 miliar kepada pihak SUGBK. “Jadi kerusakan ini adalah tanggungan dari panitia pelaksana sudah ada di perjanjiannya, mereka juga sudah memberikan uang jaminan kepada GBK Rp 1,5 miliar,” kata Winarto di Stadion GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018). “SC bertanggung jawab. Mereka sudah menyatakan dan sudah press conference juga, mereka bertanggung jawab. Ini adalah panitia yang bertanggung jawablah,” ujarnya. Winarto mengatakan, jika masyarakat ingin mengadukan oknum yang merusak fasilitas GBK, mereka bisa langsung ke pihak penyelenggara. Menurutnya, kemungkinan pihak penyelenggara akan melakukan tuntutan hukum. “Pengaduannya sebaiknya datang dari pelaksana, karena untuk pelaksana kepada GBK mereka sudah membayar. Sehingga mungkin panitia yang akan melakukan tuntutan hukum kepada pelaku,” ucap Winarto. Winarto mengatakan akan membantu pihak penyelenggara jika memerlukan data untuk keperluan hukum. Ia menyebut semua data tersimpan di ruang kontrol GBK. “Tuntutan hukum semuanya ada data dan rekaman ya, control room kita, dan kalau misalnya mereka ada tuntutan hukum, tentu kita akan support dengan data yang ada kepada panitia silakan,” paparnya.

Ketua Steering Comittee (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait diminta bertanggungjawab terkait Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dicegah maju ke podium turnamen. Bagaimana penjelasan Maruarar? “Hubungan Anies dan Jokowi jangan dijadikan hubungan seremonial. Buktinya saya undang Anies, saya sudah datangi kantor Anies ke Balai Kota,” ujar Maruarar mengawali penjelasannya, Minggu (18/2/2018) malam. Ara, sapaan Maruarar, menjelaskan bahwa kejadian ini jangan sampai dijadikan polemik. Apalagi, Ara menjelaskan Anies sudah berkontribusi besar seusai pelaksanaan Piala Presiden. “Buktinya Anies datang dan duduk dekat Presiden, buktinya hubungan mereka baik-baik saja. Anies pernah jadi tim sukses Pilgub DKI 2012, waktu Pilpres 2014, jadi menterinya Pak Jokowi tahun 2014. Waktu Piala Presiden, saya undang Pak Anies, saya juga datang ke Balai Kota DKI. Anies juga bantu kebersihan, Anies bantu TransJakarta beroperasi sampai tengah malam. Waktu Persija nge-golin, Pak Jokowi memberi selamat ke Pak Anies,” bebernya. Justru, Ara menegaskan jangan sampai kejadian ini dijadikan ajang mengadu domba antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Anies. Menurutnya, hubungan keduanya sudah terjalin baik. “Jangan adu 2 kawan saya. Sesudah pertandingan, saya ketemu Pak Anies baik-baik saja. Jadi biasa ada orang yang mengadu-adu saja, kita jangan terpancing. Karena hubungan Pak Jokowi dan Pak Anies baik-baik saja,” papar Ara. Sebelumnya, Wasekjen Golkar Maman Abdurahman mengkritik Anies yang dicegah Paspampres ke podium Piala Presiden. Ara diminta bertanggungjawab. “Ara harus satria dan gentlemen untuk mengklarifikasi dan sampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut secara resmi bahwa ini adalah murni inisiatif dia agar jangan sampai jadi menyebabkan salah tafsir di publik dan dipolitisir,” kata Maman kepada wartawan, Minggu (18/2). [Gambas:Video 20detik]

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik kejadian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dicegah Paspampres maju ke podium Piala Presiden 2018. Menurut Fahri, hal tersebut melanggar UU Protokoler. “Sekretariat Negara perlu melakukan evaluasi. Karena apa pun itu, adalah pelanggaran terhadap hukum dan melanggar UU Protokoler,” ujar Fahri kepada wartawan, Minggu (18/2/2018). [Gambas:Video 20detik] Fahri menambahkan, kejadian itu tak pantas dan tak etis. “Kejadian itu juga memalukan kita karena itu tindakan yang sangat tidak pantas dan tidak etis, karena di depan mata seluruh rakyat Indonesia, Sekretariat Negara mempraktikkan satu tindakan yang memalukan,” tambahnya. Fahri justru bertanya balik ke Presiden Joko Widodo terkait aturan protokoler mengingat kapasitasnya sebagai eks Gubernur DKI Jakarta. Ia kemudian mengkritik protokoler orang-orang di sekitar Jokowi yang dianggapnya amatiran. “Saya tidak percaya Bapak Jokowi sebagai mantan Wali Kota dan mantan Gubernur DKI tidak paham soal aturan protokoler ini. Tapi orang-orang yang bermain-main di sekitar Jokowi ini sudah sangat keterlaluan. Cara orang-orang sekitar Presiden mengelola ini sangat amatir dan memalukan. Saya kira ini perlu menjadi catatan yang sangat keras,” cetusnya. Istana sudah menjelaskan bahwa tak ada arahan dari Jokowi untuk mencegah Anies maju ke podium Piala Presiden. Istana juga menegaskan bahwa acara penyerahan Piala Presiden tersebut bukanlah acara kenegaraan sehingga tidak mengikuti aturan protokoler. Sementara itu, Wasekjen Golkar Maman Abdurahman meminta Ketua Panitia (SC) Maruarar Sirait bertanggung jawab dan minta maaf. Maruarar sendiri mengatakan bahwa memang tidak semua pejabat diminta naik ke podium Piala Presiden.

Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba program One Karcis One Trip (OK Otrip) rute Lebak Bulus-Pondok Labu. Uji coba dilaksanakan mulai hari ini. “Iya per hari ini (dilakukan uji coba),” kata Kepala Seksi Angkutan Jalan Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Afrinda Tri Wardhani, saat dimintai konfirmasi, Senin (19/2/2018). Menurut Afrinda, uji coba dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta tentang Penetapan Operator Angkutan Layanan OK Otrip Trayek OK-3 dan OK-4. Ada dua rute yang dilakukan uji coba sesuai peraturan tersebut, yaitu Lebak Bulus-Pondok Labu dan Grogol-Tubagus Angke. Pelaksanaan uji coba dilakukan mulai pukul 05.00 WIB pagi tadi. Uji coba dilaksanakan hingga 3 bulan ke depan. Kendaraan yang beroperasi berjumlah delapan unit. “(Uji coba) sampai 3 bulan ke depan,” ujarnya. Berikut ini rute OK Otrip Lebak Bulus-Pondok Labu: Rute berangkat: Terminal Lebak Bulus – Jl. Ps. Jumat – Jl. Lebak Bulus Raya – Jl. Pertanian Raya – Jl. Delima Raya – Jl. Karangtengah Raya – Jl. Karangtengah 1 – Jl. H. Ipin – Jl. RS. Fatmawati – Jl. Pinang Raya – Jl. Pinang 1 – Jl. Margasatwa. Rute kembali: Jl. H. Ipin – Jl. Karangtengah 1 – Jl. Karangtengah Raya – Jl. Delima Raya – Jl. Pertanian Raya – Jl. Lebak Bulus Raya – Jl. TB. Simatupang – Terminal Lebak Bulus. Terhubung dengan: 1. Halte busway koridor 8, 6H, 7A, dan 11E 2. Bustop Jl H Ipin dengan TJ koridor 1E

Waketum PAN Mulfachri Harahap mengkritik insiden Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dicegah Paspampres ke podium Piala Presiden 2018. Menurutnya, kejadian itu tak pantas diterima seorang pejabat tuan rumah. “Menurut saya nggak pantes lah, kurang patut. Mungkin ada kesalahan protokoler, ya harus ada penjelasan pihak yang kompeten lah, paling tidak panitia menjelaskan supaya tidak ada spekulasi yang macam-macam yang buat situasi kurang bagus,” kata Mulfachri di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). Pihak panitia, melalui ketua steering comitte Maruarar Sirait sebelumnya sudah memberikan penjelasan pencegahan Anies ke podium. Lebih lanjut, Mulfachri menilai persoalan ini hanyalah insiden kecil. “Saya kira ini masalah kecil saja. Dalam kegiatan lain pun itu sering terjadi,” tutur pimpinan Komisi III DPR ini. Sebelumnya, Istana sudah menjelaskan bahwa tak ada arahan dari Presiden Joko Widodo untuk mencegah Anies maju ke podium Piala Presiden. Istana juga menegaskan bahwa acara penyerahan Piala Presiden tersebut bukanlah acara kenegaraan sehingga tidak mengikuti aturan protokoler. Sementara itu, Wasekjen Golkar Maman Abdurahman meminta Maruarar Sirait bertanggung jawab dan minta maaf. Maruarar sendiri mengatakan bahwa memang tidak semua pejabat diminta naik ke podium Piala Presiden. [Gambas:Video 20detik]

Related Posts

Comments are closed.