Susul PBB, PKPI Gugat KPU ke Bawaslu Siang Ini

Susul PBB, PKPI Gugat KPU ke Bawaslu Siang Ini

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) akan menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Bawaslu siang ini. Gugatan ini terkait keputusan KPU yang menyatakan PKPI tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2019. “Hari ini kita akan ajukan gugatan ke Bawaslu” ujar Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI Teddy Gusnaidi saat dihubungi detikcom, Selasa (20/2/2018). Sebelum mengajukan gugatan, PKPI akan terlebih dulu rapat di kantor DPN PKPI, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat. Teddy mengatakan rapat itu untuk menentukan siapa yang akan menyerahkan gugatan ke Bawaslu. “Siang ini pukul 11.00 WIB kami rapat dulu, setelah itu baru akan ke Bawaslu. Kita akan putuskan pada rapat siang ini (siapa yang akan menyerahkan gugatan),” kata Teddy. Teddy mengatakan gugatan yang akan diajukan terkait dengan tuduhan kesalahan input sistem informasi partai politik (sipol). Selain itu, Teddy menuding ada KPUD yang tidak mendatangi kantor partai di daerah untuk melakukan verifikasi. “Terkait sipol lebih banyaknya ya, selain itu ya misalnya ada KPUD yang tidak mendatangi kantor Partai kami di daerah, lalu ada kesalahan Input KPUD di Jawa Timur, di mana memenuhi syarat menjadi tidak memenuhi syarat,” ujar Teddy. Sebelum PKPI, Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra telah mendaftarkan gugatan terhadap KPU ke Bawaslu, Senin (19/2). Yusril melaporkan KPU terkait keputusan yang menyatakan PBB tidak lolos verifikasi menjadi peserta Pemilu 2019. “Mendaftarkan gugatan terhadap KPU (atas keputusan) yang kami anggap telah melakukan kesalahan fatal yang berakibat PBB tak memenuhi syarat mengikuti Pemilu 2019,” kata Yusril di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) akan menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Bawaslu siang ini. Gugatan ini terkait keputusan KPU yang menyatakan PKPI tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2019. “Hari ini kita akan ajukan gugatan ke Bawaslu” ujar Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI Teddy Gusnaidi saat dihubungi detikcom, Selasa (20/2/2018). Sebelum mengajukan gugatan, PKPI akan terlebih dulu rapat di kantor DPN PKPI, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat. Teddy mengatakan rapat itu untuk menentukan siapa yang akan menyerahkan gugatan ke Bawaslu. “Siang ini pukul 11.00 WIB kami rapat dulu, setelah itu baru akan ke Bawaslu. Kita akan putuskan pada rapat siang ini (siapa yang akan menyerahkan gugatan),” kata Teddy. Teddy mengatakan gugatan yang akan diajukan terkait dengan tuduhan kesalahan input sistem informasi partai politik (sipol). Selain itu, Teddy menuding ada KPUD yang tidak mendatangi kantor partai di daerah untuk melakukan verifikasi. “Terkait sipol lebih banyaknya ya, selain itu ya misalnya ada KPUD yang tidak mendatangi kantor Partai kami di daerah, lalu ada kesalahan Input KPUD di Jawa Timur, di mana memenuhi syarat menjadi tidak memenuhi syarat,” ujar Teddy. Sebelum PKPI, Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra telah mendaftarkan gugatan terhadap KPU ke Bawaslu, Senin (19/2). Yusril melaporkan KPU terkait keputusan yang menyatakan PBB tidak lolos verifikasi menjadi peserta Pemilu 2019. “Mendaftarkan gugatan terhadap KPU (atas keputusan) yang kami anggap telah melakukan kesalahan fatal yang berakibat PBB tak memenuhi syarat mengikuti Pemilu 2019,” kata Yusril di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Jakarta (SIB) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menutup waktu pendaftaran gugatan parpol sore kemarin. Sebanyak 8 parpol melaporkan KPU ke Bawaslu. “Ada 8 Parpol yang mendaftar, sebenarnya (catatan Bawaslu) ada 9 tapikan yang PKPI parpolnya sama jadi dihitung satu” ujar Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (26/10). Rahmat mengatakan 8 parpol yang melapor telah menyerahkan Formulir ADM-2. Serta mendapatkan Formulir ADM-3 (Formulir Tanda Terima Berkas). “Iya kedelapannya sudah menyerahkan formulir ADM-2 dan mendapat formulir tanda terima berkas,” ujar Rahmat. Ia mengatakan saat ini dokumen kedelapan parpol belum lengkap. Masing-masing parpol diberikan waktu tiga hari untuk melengkapi dokumen, terhitung sejak penyerahan laporan. “Kalau Partai Idaman dan PKPI deadline kelengkapan berkasnya besok (27/10), sisanya partai yang lain Senin (30/10),” kata Rahmat. Setelah berkas dinyatakan lengkap, parpol akan menerima keputusan apakah laporannya dapat dilanjutkan prosesnya. Laporan ini nantinya akan diproses selama 14 hari kerja sebelum pengambilan keputusan. “Setelah register, 14 hari dari situ baru harus ada putusan. Putusan itu (nanti semacam) menyatakan KPU terbukti langgar atau tak langgar. Kalo tidak terbukti ya jelas mohon maaf pada kepada para partai tersebut,” lanjutnya. Berikut 8 parpol yang melaporkan KPU ke Bawaslu antara lain Partai Idaman, PKPI, PBB, PPB, PPPI, Partai Bhinneka, Partai Rakyat dan Partai Republik. (detikcom/h)

Related Posts

Comments are closed.