Susul Gerindra Banten, 4 Wilayah Lain akan Capreskan Prabowo

Susul Gerindra Banten, 4 Wilayah Lain akan Capreskan Prabowo

Pengurus Gerindra Banten sudah mencapreskan Prabowo Subianto pada Pilpres mendatang. Setelah Banten, akan ada 4 wilayah lain yang mendeklarasikan Prabowo jadi capres 2019-2024. Empat wilayah tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Gotontalo, dan Bengkulu. Deklarasi ini dimaksudkan supaya Prabowo menyatakan kesediaannya maju kembali di Pilpres. “Dalam waktu dekat akan kita hadiri deklarasi itu dengan harapan dukungan dan dorongan bawah membuat Prabowo berketetapan hati teguh untuk mencalonkan diri sebagai presiden,” ujar Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Serang, Banten, Sabtu (24/2/2018). Dasco menambahkan, pengurus tingkat pusat atau DPP Gerindra juga akan mengumumkan Prabowo sebagai capres pada bulan Maret 2018. Mengingat masa pendaftaran capres/cawapres mulai dibuka bulan Agustus 2018. “Di DPP juga punya hitung-hitungan. Kalau bisa Maret mengerucut supaya startnya tidak terlambat,” terang Dasco. Sejauh ini, Prabowo belum menyatakan secara resmi kesediaannya menjadi capres. Parpol yang sudah terang-terangan ingin mendorong Prabowo kembali maju adalah Gerindra. Di lain pihak, Joko Widodo (Jokowi) sudah mendapatkan koalisi yang mumpuni untuk kembali maju di Pilpres 2019. Parpol yang akan mengusung Jokowi antara lain PDIP, Golkar, PPP, NasDem, dan Hanura.

Pengurus Gerindra Banten sudah mencapreskan Prabowo Subianto pada Pilpres mendatang. Setelah Banten, akan ada 4 wilayah lain yang mendeklarasikan Prabowo jadi capres 2019-2024. Empat wilayah tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Gotontalo, dan Bengkulu. Deklarasi ini dimaksudkan supaya Prabowo menyatakan kesediaannya maju kembali di Pilpres. “Dalam waktu dekat akan kita hadiri deklarasi itu dengan harapan dukungan dan dorongan bawah membuat Prabowo berketetapan hati teguh untuk mencalonkan diri sebagai presiden,” ujar Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Serang, Banten, Sabtu (24/2/2018). Dasco menambahkan, pengurus tingkat pusat atau DPP Gerindra juga akan mengumumkan Prabowo sebagai capres pada bulan Maret 2018. Mengingat masa pendaftaran capres/cawapres mulai dibuka bulan Agustus 2018. “Di DPP juga punya hitung-hitungan. Kalau bisa Maret mengerucut supaya startnya tidak terlambat,” terang Dasco. Sejauh ini, Prabowo belum menyatakan secara resmi kesediaannya menjadi capres. Parpol yang sudah terang-terangan ingin mendorong Prabowo kembali maju adalah Gerindra. Di lain pihak, Joko Widodo (Jokowi) sudah mendapatkan koalisi yang mumpuni untuk kembali maju di Pilpres 2019. Parpol yang akan mengusung Jokowi antara lain PDIP, Golkar, PPP, NasDem, dan Hanura.

Banjir yang menerjang pemukiman warga di Kabupaten Madiun berangsur surut. Sebanyak 58 Kepala Keluarga terdampak banjir di 3 desa Kecamatan Pilangkenceng mendapat bantuan logistik. Bantuan logistik dari BPBD berupa paket makanan siap saji tersebut untuk 42 KK di Desa Muneng, 8 KK di desa Pulerejo dan 8 KK di Desa Kedungrejo. “Ini bantuan berupa makanan siap saji untuk keluarga yang terdampak banjir. Untuk bantuan berupa susu, mie dan makanan ringan lainnya,” jelas Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun, Yudi Agus Masruri kepada detikcom, Sabtu (24/2/2018). Bantuan terbanyak 42 rumah terdampak banjir yakni desa Muneng tersebut terbagi di 3 RT terdampak banjir yakni RT 12, RT 13 dan RT 14. Bantuan diserahkan langsung ke warga dan sebagian warga mengambil di kantor desa Muneng. Sementara itu meski banjir sudah surut, namun pihak BPBD Kabupaten Madiun tetap memonitoring perkembangan terkini. Mengingat saat ini cuaca mendung dan gemuruh dikwatirkan hujan deras memicu banjir kembali. “Sebagian kita antar ke rumah dan sebagian mengambil ke kantor desa, karena masih kurang logistiknya belum semua di datang dari BPBD. Kita tetap mematau ini mengingat cuaca masih tinggi curah hujan berdasar porediksi dari BMKG,” jelas Kepala Dusun Muneng Siman. Diketahui hujan deras selama dua hari membuat puluhan rumah di tiga desa di Madiun terendam banjir selama 3 hari, mulai Kamis hingga Sabtu (24/2/2017) dini hari. Banjir setinggi 30 cm-1 meter menggenangi pemukiman warga di Desa Muneng, Desa Pulerejo dan Desa Kedungrejo Kecamatan Pilangkenceng. Banjir paling parah merendam Desa Muneng yakni ada 42 rumah, setinggi 30 cm. Sedangkan di jalanan mencapai 1 meter. Selain merendam puluhan rumah, banjir juga merendam puluhan hektar tanaman padi siap panen.

Fenomena ‘eta terangkanlah’ yang menjadi viral di media sosial sebenarnya berasal dari lagu penyanyi religi, Opick, yang berjudul ‘Khusnul Khotimah’. Opick sendiri santai saat lagunya dibuat menjadi parodi. Kata ‘eta terangkanlah’ pun sering dilihat di media sosial, baik hanya berupa tulisan maupun parodi orang yang sambil menari diiringi lagu tersebut. Budayawan Sunda dari Universitas Pasundan menjelaskan soal fenomena itu. Secara harfiah, kata ‘eta’ berasal dari bahasa Sunda yang berarti ‘itu’. “Sebetulnya, kalau saya lihat di YouTube itu kan pelesetan dari lagu Opick, ada kata ‘terangkanlah’ kan di lagunya. Saya nggak tahu siapa yang melesetin kenapa jadi viral,” kata budayawan Sunda, Hawe Setiawan, ketika dihubungi detikcom , Senin (7/8/2017). Sementara itu, kata ‘eta’ secara harfiah berarti ‘itu’ atau kata petunjuk sesuatu. Ia mengatakan kata ‘eta’ di dalam kalimat ‘eta terangkanlah’ dianggap sebagai verbal intensifiers , yaitu semacam kata bantu penguat kata kerja di depannya sehingga tidak ada artinya. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan orang Sunda yang menambahkan kata bantu sebagai penguat kata kerja di depan kata. “Tapi dalam kesehariannya, kata ‘eta’ dapat dianggap sebagai penghantar penunjuk sesuatu. Di bahasa Sunda, ada sesekali verbal intensifiers , semacam penguat kata kerja. Misalnya, saya kasih contoh misalnya, ‘diuk’ artinya ‘duduk’, sebelum ada kata duduk biasanya ada awalan kata di depannnya, ‘gek’. Jadi ‘gek diuk’,” kata Hawe. Saksikan video 20detik tentang ‘Eta Terangkanlah’ di sini: “Contoh lainnya, kalau mau pakai kata ‘berdiri’ dalam bahasa Sunda disebut ‘nangtung’. Sebelum ada kata ‘nangtung’, harus ada kata ‘jung’. Jadi itu harus dihafal, itu kebiasaan di bahasa Sunda. Di penutur bahasa Sunda selalu dipakai tidak punya arti tapi punya fungsi,” ucapnya. Dengan begitu, dia menganalisis pembuat viral ‘eta terangkanlah’ merupakan seseorang yang berbicara bahasa Sunda. Sebab, dianalisis dari kebiasaan masyarakat Sunda yang biasanya menambahkan kata bantu untuk memperkuat kata depannya. “Kata ‘terangkanlah’ sendiri bahasa Indonesia, kata ‘terangkanlah’ dari Opick, kata ‘eta’ dari bahasa Sunda. Hampir bisa dipastikan anak yang membuat viral video itu adalah anak yang lahir dari penutur Sunda,” imbuhnya.

Related Posts

Comments are closed.