Sosok Zaadit Taqwa, Mahasiswa Fisika UI yang ‘Kartu Kuning’ Jokowi

Sosok Zaadit Taqwa, Mahasiswa Fisika UI yang ‘Kartu Kuning’ Jokowi

Aksi mahasiswa UI mengacungkan ‘kartu kuning’ ke Presiden Jokowi jadi sorotan. Si mahasiswa itu adalah Ketua BEM UI Muhammad Zaadit Taqwa. Zaadit merupakan mahasiswa jurusan Fisika Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI. Dia angkatan 2014. Dikutip dari capaian.rumahkepemimpinan.org, Zaadit merupakan aktivis kampus. Dia pernah menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Fisika (HMDF) 2016. Kemudian, tahun ini, dia terpilih sebagai Ketua BEM UI periode 2018. Soal karakternya, dikutip dari farhanmersal.wordpress.com, Zaadit tergolong pemuda ceria. Di situs itu diungkap juga Zaadit akrab disapa Babeh. “Babeh, seorang yang katanya pernah kurus ini merupakan pribadi yang ceria, tenang, sering bercanda, kritis dan tentunya selalu tersenyum walau hati menangis (?) hahaha,” demikian potongan testimoni soal Zaadit dari situs itu. Sebelumnya, Zaadit berdiri dan mengacungkan kertas sebesar map berwarna kuning ke arah Presiden. Peristiwa itu terjadi ketika Jokowi berfoto bersama rektor dan para profesor UI di acara Dies Natalis ke-68 di Balairung UI, Depok, Jumat (2/2/2018). Zaadit Taqwa. Foto: @zaaditt/instagram Saat momen foto bareng itu, Zaadit yang berkemeja batik berdiri sambil mengacungkan ‘kartu kuning’. Lantas anggota Paspampres yang ada di lokasi menghalau dan menggiring Zaadit ke luar ruangan. Zaadit kemudian diserahkan ke pihak keamanan kampus.

Aksi mahasiswa UI mengacungkan ‘kartu kuning’ ke Presiden Jokowi jadi sorotan. Si mahasiswa itu adalah Ketua BEM UI Muhammad Zaadit Taqwa. Zaadit merupakan mahasiswa jurusan Fisika Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI. Dia angkatan 2014. Dikutip dari capaian.rumahkepemimpinan.org, Zaadit merupakan aktivis kampus. Dia pernah menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Fisika (HMDF) 2016. Kemudian, tahun ini, dia terpilih sebagai Ketua BEM UI periode 2018. Soal karakternya, dikutip dari farhanmersal.wordpress.com, Zaadit tergolong pemuda ceria. Di situs itu diungkap juga Zaadit akrab disapa Babeh. “Babeh, seorang yang katanya pernah kurus ini merupakan pribadi yang ceria, tenang, sering bercanda, kritis dan tentunya selalu tersenyum walau hati menangis (?) hahaha,” demikian potongan testimoni soal Zaadit dari situs itu. Sebelumnya, Zaadit berdiri dan mengacungkan kertas sebesar map berwarna kuning ke arah Presiden. Peristiwa itu terjadi ketika Jokowi berfoto bersama rektor dan para profesor UI di acara Dies Natalis ke-68 di Balairung UI, Depok, Jumat (2/2/2018). Zaadit Taqwa. Foto: @zaaditt/instagram Saat momen foto bareng itu, Zaadit yang berkemeja batik berdiri sambil mengacungkan ‘kartu kuning’. Lantas anggota Paspampres yang ada di lokasi menghalau dan menggiring Zaadit ke luar ruangan. Zaadit kemudian diserahkan ke pihak keamanan kampus.

Presiden Jokowi diacungi ‘kartu kuning’ oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2018, Zaadit Taqwa, saat menghadiri Dies Natalis ke-68 UI. BEM UI menyatakan aksi itu merupakan bentuk peringatan. Kepala Kajian dan Aksi Strategi BEM UI, Alfian Tegar Prakasa, mengatakan BEM UI menggelar aksi #KartuKuningJokowi terkait kedatangan Jokowi ke UI. Aksi digelar sejak pagi di Stasiun UI dan di dalam Balairung UI. “Banyak orang melakukan aksi dengan ricuh, tapi kami menghindari itu semua dengan aksi simbolis. Makanya kami menggunakan kartu kuning sebagai simbolis untuk bisa memberi pesan kepada Presiden Jokowi, bahwa di tahun terakhirnya masih banyak evaluasi yang harus dikerjakan,” kata Alfian saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (2/2/2018). “Aksi simbolis itu adalah bentuk peringatan kepada Presiden Jokowi,” ia menegaskan. Alfian menerangkan ada 3 hal penting yang dikritik BEM UI. Mereka meminta Presiden Jokowi mengevaluasi hal ini. Tuntutan tersebut adalah: 1. Tuntaskan persoalan gizi buruk di Asmat, Papua. 2. Menolak dengan tegas rencana pengangkatan Pj gubernur dari kalangan Polri aktif. 3. Menolak draf Permendikti tentang Organisasi Mahasiswa yang dianggap sangat membatasi pergerakan mahasiswa. “Kami meminta Presiden Jokowi menuntaskan permasalahan tersebut,” ujarnya.

RMOL Restrukturisasi bisnis dan peningkatan performa melalui pembentukan holding BUMN Migas perlu ditinjau secara objektif dan mendalam dari berbagai perspektif. Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto menilai hal itu perlu dilakukan karena rencana Kementerian BUMN itu sesungguhnya bertentangan dengan kontitusi. Makanya jangan terburu-buru diputuskan rencana Holding tersebut. Holding BUMN Migas harus mempertimbangkan tiga aspek secara matang, yakni kemanfaatan, keadilan, dan aspek Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

Related Posts

Comments are closed.