Soroti KLB Asmat, PDIP: Kita Terlalu Asyik Mendapatkan Kekuasaan

Soroti KLB Asmat, PDIP: Kita Terlalu Asyik Mendapatkan Kekuasaan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan keprihatinan Ketum Megawati Soekarnoputri terkait kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang terjadi di Asmat, Papua. PDIP menilai beberapa pihak lebih sibuk soal kekuasaan sehingga lupa mengenai kemanusiaan. “Bu Mega juga mengingatkan keperihatinan beliau mengenai apa yang terjadi di suku Asmat seharusnya tidak perlu terjadi. Kita terlalu asik di dalam mendapatkan kekuasan dengan segala cara sampai lupa kekuasaan itu membangun peri kehidupan dengan memperhatikan bagaimana ibu-ibu yang hamil, anak-anak yang ada dalam kandungan yang seharusnya mendapatkan sentuhan politik dengan nilai-nilai kemanusiaan itu,” kata Hasto di Hall Leonie, Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Minggu (28/1/2018). Selain itu, Hasto juga mengatakan Megawati memberikan pengarahan kepada calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah agar tak terpancing dengan segala kampanye hitam. Para calon diharapkan tetap bersikap sesuai aturan dalam menjalani proses kampanye. “Kampanye sehitam apapun mereka harus tetap tersenyum karena kekuasaan yang diperoleh dengan segala cara tidam akan pernah langgeng, itu yang diingatkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri mengingat watak kekuasaan seharusnya membangun peradaban bukan memecah belah,” ujarnya. Kata Hasto, Megawati juga banyak berbicara soal kepahlawanan para pendiri bangsa. Di sela-sela pengarahan itu, Megawati menceritakan pengalamannya saat keluar dari Istana. “Bu Mega Soekarnoputri bahkan beliau menceritakan pengalamannya keluar dari Istana, ketika situasi politik tahun 1965 dan membuat Bung Karno dan keluarganya keluar dari Istana. Dengan waktu yang begitu terbatas. Saat itu Ibu Mega tidak boleh membawa barang-barang di luar barang yang diberikan oleh Bung Karno dan kemudian Ibu Mega bertanya kepada Bung Karno bagaimana untuk kehidupannya,” imbuhnya. Dari pengalaman-pengalaman itu, Megawati berpesan agar para calon yang diusung PDIP tak memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri. Kekayaan yang ada di negeri ini harus dialokasikan untuk kemakmuran rakyat. “Lalu bung Karno mengatakan untuk pensiun pun tidak tahu. Di mana harus mengurus pensiun. Di mana harus mengambil dana pensiun karena selama ini seluruh pemikiran tercurahkan untuk bangsa dan negara. Dari pengalaman pendiri republik, Bu Mega mengingatkan agar kepala daerah dilarang untuk menyalahgunakan, lebih-lebih menjarahkan kekayaan negeri ini yang seharusnya milik rakyat,” tuturnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan keprihatinan Ketum Megawati Soekarnoputri terkait kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang terjadi di Asmat, Papua. PDIP menilai beberapa pihak lebih sibuk soal kekuasaan sehingga lupa mengenai kemanusiaan. “Bu Mega juga mengingatkan keperihatinan beliau mengenai apa yang terjadi di suku Asmat seharusnya tidak perlu terjadi. Kita terlalu asik di dalam mendapatkan kekuasan dengan segala cara sampai lupa kekuasaan itu membangun peri kehidupan dengan memperhatikan bagaimana ibu-ibu yang hamil, anak-anak yang ada dalam kandungan yang seharusnya mendapatkan sentuhan politik dengan nilai-nilai kemanusiaan itu,” kata Hasto di Hall Leonie, Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Minggu (28/1/2018). Selain itu, Hasto juga mengatakan Megawati memberikan pengarahan kepada calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah agar tak terpancing dengan segala kampanye hitam. Para calon diharapkan tetap bersikap sesuai aturan dalam menjalani proses kampanye. “Kampanye sehitam apapun mereka harus tetap tersenyum karena kekuasaan yang diperoleh dengan segala cara tidam akan pernah langgeng, itu yang diingatkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri mengingat watak kekuasaan seharusnya membangun peradaban bukan memecah belah,” ujarnya. Kata Hasto, Megawati juga banyak berbicara soal kepahlawanan para pendiri bangsa. Di sela-sela pengarahan itu, Megawati menceritakan pengalamannya saat keluar dari Istana. “Bu Mega Soekarnoputri bahkan beliau menceritakan pengalamannya keluar dari Istana, ketika situasi politik tahun 1965 dan membuat Bung Karno dan keluarganya keluar dari Istana. Dengan waktu yang begitu terbatas. Saat itu Ibu Mega tidak boleh membawa barang-barang di luar barang yang diberikan oleh Bung Karno dan kemudian Ibu Mega bertanya kepada Bung Karno bagaimana untuk kehidupannya,” imbuhnya. Dari pengalaman-pengalaman itu, Megawati berpesan agar para calon yang diusung PDIP tak memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri. Kekayaan yang ada di negeri ini harus dialokasikan untuk kemakmuran rakyat. “Lalu bung Karno mengatakan untuk pensiun pun tidak tahu. Di mana harus mengurus pensiun. Di mana harus mengambil dana pensiun karena selama ini seluruh pemikiran tercurahkan untuk bangsa dan negara. Dari pengalaman pendiri republik, Bu Mega mengingatkan agar kepala daerah dilarang untuk menyalahgunakan, lebih-lebih menjarahkan kekayaan negeri ini yang seharusnya milik rakyat,” tuturnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan keprihatinan Ketum Megawati Soekarnoputri terkait kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang terjadi di Asmat, Papua. PDIP menilai beberapa pihak lebih sibuk soal kekuasaan sehingga lupa mengenai kemanusiaan. “Bu Mega juga mengingatkan keperihatinan beliau mengenai apa yang terjadi di suku Asmat seharusnya tidak perlu terjadi. Kita terlalu asik di dalam mendapatkan kekuasan dengan segala cara sampai lupa kekuasaan itu membangun peri kehidupan dengan memperhatikan bagaimana ibu-ibu yang hamil, anak-anak yang ada dalam kandungan yang seharusnya mendapatkan sentuhan politik dengan nilai-nilai kemanusiaan itu,” kata Hasto di Hall Leonie, Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Minggu (28/1/2018). Selain itu, Hasto juga mengatakan Megawati memberikan pengarahan kepada calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah agar tak terpancing dengan segala kampanye hitam. Para calon diharapkan tetap bersikap sesuai aturan dalam menjalani proses kampanye. “Kampanye sehitam apapun mereka harus tetap tersenyum karena kekuasaan yang diperoleh dengan segala cara tidam akan pernah langgeng, itu yang diingatkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri mengingat watak kekuasaan seharusnya membangun peradaban bukan memecah belah,” ujarnya. Kata Hasto, Megawati juga banyak berbicara soal kepahlawanan para pendiri bangsa. Di sela-sela pengarahan itu, Megawati menceritakan pengalamannya saat keluar dari Istana. “Bu Mega Soekarnoputri bahkan beliau menceritakan pengalamannya keluar dari Istana, ketika situasi politik tahun 1965 dan membuat Bung Karno dan keluarganya keluar dari Istana. Dengan waktu yang begitu terbatas. Saat itu Ibu Mega tidak boleh membawa barang-barang di luar barang yang diberikan oleh Bung Karno dan kemudian Ibu Mega bertanya kepada Bung Karno bagaimana untuk kehidupannya,” imbuhnya. Dari pengalaman-pengalaman itu, Megawati berpesan agar para calon yang diusung PDIP tak memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri. Kekayaan yang ada di negeri ini harus dialokasikan untuk kemakmuran rakyat. “Lalu bung Karno mengatakan untuk pensiun pun tidak tahu. Di mana harus mengurus pensiun. Di mana harus mengambil dana pensiun karena selama ini seluruh pemikiran tercurahkan untuk bangsa dan negara. Dari pengalaman pendiri republik, Bu Mega mengingatkan agar kepala daerah dilarang untuk menyalahgunakan, lebih-lebih menjarahkan kekayaan negeri ini yang seharusnya milik rakyat,” tuturnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dalam berbagai postingan yang viral di media sosial, terlihat jelas bahwa gambar yang dihasilkan oleh Windi sangatlah bagus dan mendetail sehingga sama sekali tidak mencerminkan anggapan banyak orang bahwa dirinya bukanlah anak yang cerdas. Sebagian orang berkomentar bahwa Windi mengalami Sindrom Savant , kondisi dimana seseorang sebenarnya mengalami kekurangan dalam hal fisik atau mental namun memiliki kelebihan luar biasa dalam bidang tertentu. Kelebihan ini bisa saja berupa keahlian dalam bidang musik, seni visual, olahraga, atau bahkan matematika.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sindrom Savant pertama kali ditemukan oleh dokter Langdon Down pada tahun 1887. Istilah Savant sendiri diambil dari Bahasa Prancis “Savior” yang berarti mengetahui. Pakar kesehatan Dr. Darold Treffert yang berasal dari University of Wisconsin Medical School dalam jurnalnya yang bernama Savant Syndrome: An Extraordinary Condition menyebutkan bahwa pemilik Sindrom Savant cenderung memiliki daya ingat yang luar biasa. Sayangnya, jika pemilik Sindrom Savant tidak melatih kelebihannya ini, maka kelebihannya ini akan menghilang seiring dengan waktu. Namun, jika kelebihannya terus dilatih, maka ketrampilannya akan meningkat dengan sangat luar biasa.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

INILAHCOM, Jakarta – Indonesia menempatkan empat wakil di final Indonesia Masters 2018, tapi hanya dua wakil yang menjadi juara. Hasil tersebut disambut positif ketua umum PBSI, Wiranto. Indonesia meraih dua gelar melalui tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting yang menundukkan wakil Jepang, Kazumasa Sakai, 21-13 dan 21-12. Hasil ini mengulang pencapaian Simon Santoso yang menjadi juara di negeri sendiri, yakni Indonesia Terbuka 2012. Satu gelar lagi disumbangkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ganda putra rangking satu dunia itu menumbangkan unggulan kedua asal China, Li Junhui/Liu Yuchen, 11-21, 21-10, dan 21-16. Sayang, dua finalis lainnya harus puas menjadi runner-up. Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir ditundukkan pasangan China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, 14-21 dan 11-21. Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dikalahkan peraih medali emas Olimpiade 2016 asal Jepang, Ayaka Takahasi/Misaki Matsutomo, 17-21 dan 12-21. “Saya kira turnamen ini merupakan tes untuk Asian Games karena diikuti negara-negara Asian dan juga negara lain. Pemain-pemain kelas satu juga ambil bagian. Bersyukur kita menempatkan empat finalis dari lima nomor. Ini belum pernah terjadi,” ujar Wiranto, dalam jumpa pers. “Harapan kita memang ingin menang semua. Tapi kita bersyukur (Marcus/Kevin) bisa menunjukkan kelasnya melawan rangking dua dunia (Li Junhui/Lu Yuchen),” tambahnya. “Bersyukur juga tunggal putra bisa menyaingi pemain kelas dunia lainnya. Tontowi/Liliyana yang diharapkan juara tapi gagal. Sementara ganda putri masih perlu dipoles lagi. Pengurus tidak bicara puas dan tidak puas. Kita harus menghargai perjuangan atlet, perjuangan penonton. Kita apresiasi penonton, pelatih, dan pemain,” tandasnya. Hasil lengkap Indonesia Masters 2018 Tunggal Putri: Tai Tzu Ying vs Saina Nehwal 21-9, 21-13 Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Ginting v Kazumasa Sakai 21-13, 21-12 Ganda Campuran: Zheng Siwei/Huang Yaqiong v Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir 21-14, 21-11 Ganda Putri: Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi v Greysia Polii/Apriyani Rahayu 21-17, 21-12 Ganda Putra: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo v Li Junhui/Liu Yuchen 11-21, 21-10, 21-16

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Wawan pertama kali ditemukan oleh adiknya Solopos.com, KULONPROGO- Seorang pemuda berusia 25 tahun asal Dusun VII, Desa Pleret ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri, di ruang dapur rumahnya, Minggu (28/1/2018) pukul 14.00 WIB. Korban yang diketahui bernama Wawan Prasetyo Widagdo itu diduga mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, setelah diputus cinta oleh kekasihnya lewat pesan singkat telepon genggam di hari yang sama. Adik korban bernama Tri W merupakan orang pertama yang menemukan tubuh kakaknya bergantung pada seutas tali pada sekitar pukul 14.00 WIB. Ia berteriak histeris dan meminta pertolongan kepada tetangganya. Kapolsek Panjatan AKP Gunardi Tejomurti menerangkan, dari hasil olah TKP bersama aparat dan tim medis, diyakini korban telah meregang nyawa akibat gantung diri. Hal itu dikuatkan dengan sejumlah tanda pada tubuh korban, seperti lidah menjulur dan tergigit, bekas sperma di celana dalam, bekas ikatan tali melingkar di leher, dan tidak ada bercak darah atau kekerasan pada tubuh korban. “Saat jenazah diturunkan, didapati simpul hidup pada tali yang diketahui biasa digunakan untuk tujuan gantung diri. Jenis simpul itu akan semakin mengencang ketika terdapat beban dan dimungkinkan semakin menjerat leher Wawan hingga tewas,” terangnya. Berdasarkan olah TKP, didapati pula sebuah pesan singkat dalam telepon genggam korban yang isinya berbunyi ‘ Wis cukup semene le pacaran [Sudah cukup sampai di sini pacarannya]’. Diketahui pesan masuk ke nomor ponsel korban sekitar pukul 12.30 WIB. Menurut Gunardi, pesan tersebut kemungkinan menjadi penyebab korban kemudian merasakan beban psikologis. Kemudian membuatnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ditambah lagi, menurut keterangan sejumlah saksi, korban berkarakter pendiam dan tertutup. “Kami akan mendalami untuk memastikan penyebab korban bunuh diri,” ungkapnya. Setelah pemeriksaan medis, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. lowongan pekerjaan PT TIGA SERANGKAI PUSTAKA MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

RMOL. PDI Perjuangan mengerahkan tim kesehatan yang tergabung di Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) ke Kabupaten Asmat, Papua. Tim bersiap membantu penanganan pasca Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah campak dan gizi buruk. Laporan mengatakan setidaknya 63 balita meninggal karena kekurangan gizi dan penyakit campak. Kami dari Baguna menerjunkan sembilan orang untuk membantu pasca KLB campak dan gizi buruk di Asmat,” kata Koordinator Tim Baguna DPP PDIP, Dewi Kencana melalui pesan ter Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai Penjabat (Pj) Gubernur bukan pihak yang menentukan kemenangan di Pilkada Serentak 2018. Menurut Hasto, dukungan rakyat lah yang paling penting dalam pertarungan di pesta demokrasi tersebut. “Pilkada itu yang menentukan kemenangan, bukan Plt. Itu adalah pergerakan yang menyatu dengan rakyat sendiri,” kata Hasto di Hall Leonie, Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Minggu (28/1/2018). Pernyataan tersebut disampaikan Hasto untuk menanggapi pro-kontra soal adanya usulan Pj Gubernur dari perwira aktif polisi di Sumatera Utara dan Jawa Barat. Bagi Hasto, usulan itu semata-mata untuk menjaga kondusivitas Pilkada di dua tempat tersebut. “Jadi supaya tidak miss leading, Jabar ini gubernur incumbent itu habis masa jabatannya pertengahan Juni atau sekitar 10 hari sebelum pemilukada dilaksanakan sehingga persoalan-persoalan terkait dengan Plt kami tidak pernah berpikir karena ini adalah kewenangan pemerintah untuk mengatur pemerintahan berjalan dengan baik sehingga 10 hari Plt di Jawa Barat dan Sumatera Utara tentu sama mereka punya tugas untuk menjaga suasana agar tetap kondusif,” ujar Hasto. Hasto juga yakin bahwa pemerintah tidak berpikir jangka pendek untuk menempatkan anggota Polri sebagai Pj gubernur agar jagoannya menang. Dia lantas menceritakan pengalaman PDIP mengikuti Pemilu dan diintervensi kekuasaan. “Kami pernah punya pengalaman buruk bagaimana diintervensi kekuasaan dengan segala cara tidak ikut pemilu, DPT pernah dimanipulasi kemudian ibu Mega pernah harus diawasi oleh intel dan kemudian alat-alat negara dikerahkan untuk memenangkan calon-calon tertentu. PDIP dengan pengalaman baik buruk di masa lalu kami justru ingin memelopori agar alat negara, KPU itu betul-betul dapat menjalankan tugasnya sebaik-baiknya tanpa intervensi kekuasaan biarlah rakyat yang menjadi hakim,” tuturnya. Menurutnya, PDIP juga tak mungkin mengerahkan aparat agar memenangkan calon tertentu. Hasto lalu mencontohkan Pilgub Banten 2017, dengan selisih yang cukup tipis, bisa saja dimenangkan oleh PDIP. Namun hal itu tak terjadi. “Ya yang berpikir itu merupakan bagian dari pemenangan dengan segala cara mungkin masa lalunya punya pengalaman menggunakan alat-alat kekuasaan itu. Ya sekali lagi banyak contoh, yang saya sebutkan kemarin kalau mau menang, di Banten dengan selisih tipis kami bisa menangkan itu. Tetapi kan kami dilarang,” tuturnya. Selain itu, Hasto juga menyerahkan sepenuhnya perihal usulan Pj Gubernur tersebut kepada pemerintah. Kata Hasto, pemerintahan Jokowi akan responsif terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. “Yang sebenarnya kami melihat itu sebuah kritik-kritik wajar saja. Tapi kita lihat di Sumatera dan Jawa Barat, masa akhir jabatan bagi gubernur incumbent itu pertengahan Juni. Atau sekitar 10 hari sebelum pilkada berlangsung. Bukan sekarang, masukan-masukan itu akan terus didengarkan karena kami yakin pemerintahan pak Jokowi pemerintahan yang mendengarkan,” imbuhnya. Sebelumnya PDIP meminta Mendagri untuk mempertimbangkan lagi kebijakan mengusulkan perwira polisi aktif sebagai penjabat gubernur sementara, sekalipun itu tak melanggar aturan. PDIP lantas menyinggung mengenai kebijakan pemerintah di Pilgub 2008. “Ada pasal 201 ayat 10 UU Pilkada, ada pasal 109 UU ASN dan Permendagri. Yang itu semua menjadi dasar hukum bagi Mendagri untuk mengusulkan kepada Presiden dua perwira tinggi Polri menjadi Gubernur,” kata Wasekjen PDIP Ahmad Basarah di Hall Leonie, Wisma Kinasih, Jalan Raya Tapos, Depok, Minggu (28/1).

Related Posts

Comments are closed.