Sohibul Iman Ungkap Lobi-lobi Halus Istana ke PKS

Sohibul Iman Ungkap Lobi-lobi Halus Istana ke PKS

Presiden PKS Sohibul Iman mengungkapkan partainya pernah dilobi-lobi untuk bergabung dalam pemerintahan Joko Widod-Jusuf Kalla. Menurutnya, ajakan tersebut merupakan manuver dari pihak Istana langsung. “Ada (tawaran Istana) ke PKS. Untuk mengajak PKS bergabung,” ujar Sohibul saat bertandang ke redaksi detikcom, Gedung TransTv, Jl Kapten Tendean, Jaksel, Kamis (29/2/2018). Lalu, apa tawaran Istana untuk PKS yang diajak bergabung ke pihak pemerintah? Sohibul menyebut tawaran itu berupa kursi menteri Kabinet Kerja. “Ya bergabung, tentu nantinya masuk kabinet sudah pasti,” ucap Sohibul. Sohibul lalu menceritakan bagaimana cara Istana melobi PKS. Lobi-lobi tersebut dikatakan Sohibul sangat halus pada awalnya, dengan menanyakan hubungan PKS dan Gerindra. “Halus sih awalnya, ‘Bagaimana PKS dengan Pak Prabowo? Sudah sejauh mana?’. Itu sebetulnya pertanyaan. ‘Kalau dengan Pak Prabowo belum juga, ya ke kita lah’,” ungkap Sohibul. Bahkan, Sohibul menuturkan PKS pernah berkomunikasi langsung dengan Jokowi terkait tawaran masuk Kabinet Kerja. PKS disebut Sohibul, kala itu, menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al-Jufri. “Yang jelas kami komunikasi dengan Pak Jokowi, kami juga komunikasi dengan orang-orangnya Pak Jokowi. Memang terakhir komunikasi dengan Pak Jokowi kami putuskan biar Ketua Majelis Syuro yang komunikasi. Tapi beliau selalu laporkan ke kami,” tutur Sohibul.

Panwaslu Kota Surabaya segera melayangkan surat penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) yang memuat gambar salah satu Cagub-Cawagub Jawa Timur bersandingan dengan gambar Presiden Jokowi. Panwaslu meminta kepada partai NasDem, untuk membongkar baliho tersebut. “Hari ini akan saya layangkan teguran tertulis jika belum ditertibkan oleh NasDem,” kata Ketua Panwas Kota Surabaya, Hadi saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (1/3/2018). Hadi mengaku, sudah menerima laporan dari Panwascam Genteng terkait keberadaan baliho atau poster yang bertuliskan ‘NasDem Partaiku, Jokowi Presidenku, Khofifah Gubernurku’ tersebut. Baca Juga: Baliho Kampanye Calon Gubernur Jatim Ini Salahi Kesepakatan “Saya sudah mengimbau untuk menurunkan baik dari paslon maupun pemkot. Tetapi Belum juga ada tindakan,” ungkapnya. Terkait baliho dan poster tersebut, Hadi mengaku sosialisasi parpol peserta pemilu 2019 sesuai Surat Edaran KPU RI No.216/PL.01.5-SD/06/KPU/II/2018 tertanggal 26 Februari 2018 untuk menindaklanjuti ketentuan Pasal 276 UU No 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum dinyatakan kampanye dilaksanakan sejak 3 hari setelah Daftar Calon Tetap (DCT) anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta paslon Capres dan Cawapres. “Kampanye Pileg 2019 itu baru dilaksanakan sekitar akhir September 2018. Jadi reklame Partai NasDem itu jelas melanggar dan kami akan segera memberikan teguran tertulis kepada DPD Partai NasDem Kota Surabaya,” ujarnya.

PKS. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com jpnn.com , JAKARTA – Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai sembilan nama yang dirilis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai calon presiden dan calon wakil presiden, bisa jadi juga akan disodorkan ke Presiden Joko widodo, untuk dipertimbangkan sebagai pendamping mantan wali Kota Surakarta tersebut pada Pemilu 2019 mendatang. “Saya kira hal tersebut dapat saja terjadi. Mungkin sebagai langkah alternatif dari PKS ketika melihat peluang kemenangan Prabowo Subianto (yang disebut juga bakal maju di Pilpres 2019 ,red) cukup kecil,” ujar Ari kepada JPNN, Senin (19/2). Menurut pengajar di Universitas Indonesia ini, jika memang benar PKS mengajukan kadernya sebagai cawapres Jokowi , partai-partai pendukung Jokowi selama ini tentu tidak akan tinggal diam. Apalagi partai berlambang padi bulan sabit kembar tersebut, bukan bagian dari koalisi. PKS lebih cenderung memainkan pesan sebagai partai oposisi, yang kerap mengkritisi kebijakan pemerintah. “Pertanyaannya sederhana, apakah misalnya PDI Perjuangan dan NasDem rela jika PKS memasang target RI-2 untuk mendampingi Jokowi . Tentu tidak bisa semudah yang dibayangkan. Karena dalam politik itu semua hal harus dipertimbangkan. Termasuk usulan dari partai-partai politik yang ada,” ucapnya. Sebelumnya, politikus PKS Fahri Hamzah mengatakan, saat ini terdapat gerakan di dalam PKS yang berharap bisa menjadi Calon Wakil Presiden Joko Widodo di Pemilu 2019 mendatang. Wakil Ketua DPR ini menyatakan, informasi tersebut diperoleh dari pengurus PKS . Pandangan tersebut sepertinya tak terlalu berlebihan, meski diketahui hubungan Fahri dengan petinggi PKS kurang baik. PKS diketahui telah merilis sembilan nama bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden untuk diusung di 2019. Masing-masing, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Kemudian, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al’Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (gir/jpnn)

Related Posts

Comments are closed.