Soal Pj Gubernur, F-PKS: TNI-Polri Fokuslah Jaga Keamanan

Soal Pj Gubernur, F-PKS: TNI-Polri Fokuslah Jaga Keamanan

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini tidak setuju dengan usulan Penjabat (Pj) Gubernur dari TNI dan Polri. Jazuli menyarankan aparat penegak hukum sebaiknya fokus pada fungsi dan tugasnya dalam menjaga keamanan. “Fraksi PKS menginginkan karena polisi ini adalah penjaga keamanan, maka fokuskan lah tugas fungsinya untuk menjaga keamanan. Baik dalam pilkada maupun di luar pilkada. Kalau di satu tempat, itu ditempatkan Plt Gubernur atau kepala daerah lainnya dari polisi dengan alasan keamanan, kan di tempat itu ada Kapolres ada Kapolda,” kata Jazuli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (1/2/2018). Menurutnya, jika alasan penunjukan TNI-Polri sebagai Pj Gubernur karena tidak ada lagi calon dari sipil, seharusnya Mendagri Tjahjo Kumolo dapat menunjuk Pj Gubernur dari kementerian lain yang terkait. Jazuli menuturkan, TNI dan Polri telah memiliki tupoksi tersendiri. “Kalau kehabisan pejabat birokrasi yang memenuhi persyaratan eselonisasinya di Kemendagri, dia bisa mencari ke eseloninsasi yang lain yang itu adalah sipil. PKS bukan anti-polisi, polisi ini punya job dan tupoksi sendiri. Kita butuhkan pada tempatnya. Tapi pada Plt (Gubernur), Fraksi PKS menyarankan sebaiknya dari PNS dan sipil,” ujarnya. Sebelumnya, usulan jendral polisi jadi Pj Gubernur menuai sorotan. Malahan yang terbaru, direncanakan ada Pj Gubernur dari TNI/Polri di Papua. “Papua akan saya tempatkan yang sama. Ya bisa polisi, bisa unsur TNI. Gitu aja,” kata Tjahjo di Hotel Ghardika, Jalan Iskandarsyah Muda, Jaksel, Senin (29/1).

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini tidak setuju dengan usulan Penjabat (Pj) Gubernur dari TNI dan Polri. Jazuli menyarankan aparat penegak hukum sebaiknya fokus pada fungsi dan tugasnya dalam menjaga keamanan. “Fraksi PKS menginginkan karena polisi ini adalah penjaga keamanan, maka fokuskan lah tugas fungsinya untuk menjaga keamanan. Baik dalam pilkada maupun di luar pilkada. Kalau di satu tempat, itu ditempatkan Plt Gubernur atau kepala daerah lainnya dari polisi dengan alasan keamanan, kan di tempat itu ada Kapolres ada Kapolda,” kata Jazuli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (1/2/2018). Menurutnya, jika alasan penunjukan TNI-Polri sebagai Pj Gubernur karena tidak ada lagi calon dari sipil, seharusnya Mendagri Tjahjo Kumolo dapat menunjuk Pj Gubernur dari kementerian lain yang terkait. Jazuli menuturkan, TNI dan Polri telah memiliki tupoksi tersendiri. “Kalau kehabisan pejabat birokrasi yang memenuhi persyaratan eselonisasinya di Kemendagri, dia bisa mencari ke eseloninsasi yang lain yang itu adalah sipil. PKS bukan anti-polisi, polisi ini punya job dan tupoksi sendiri. Kita butuhkan pada tempatnya. Tapi pada Plt (Gubernur), Fraksi PKS menyarankan sebaiknya dari PNS dan sipil,” ujarnya. Sebelumnya, usulan jendral polisi jadi Pj Gubernur menuai sorotan. Malahan yang terbaru, direncanakan ada Pj Gubernur dari TNI/Polri di Papua. “Papua akan saya tempatkan yang sama. Ya bisa polisi, bisa unsur TNI. Gitu aja,” kata Tjahjo di Hotel Ghardika, Jalan Iskandarsyah Muda, Jaksel, Senin (29/1).

Stadion Manahan Solo dipilih menjadi tempat penyelenggaraan babak 8 besar Piala Presiden 2018. Lebih dari 2 ribu aparat TNI-Polri disiagakan untuk menjaga kondusifitas Kota Solo. Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan aparat akan bersiaga penuh pada dua hari pelaksanaan, yakni 3-4 Februari 2018. Dalam pengamanan tersebut, pihaknya juga dibantu oleh Polda Jateng. “Prinsipnya Polresta Surakarta diback-up Polda Jateng dan segenap unsur pengamanan terkait. Kekuatan kita lebih dari 2 ribu personel,” kata Ribut kepada wartawan di Mapolresta Surakarta, Kamis (1/2/2018). [Gambas:Video 20detik] Pergerakan suporter, katanya, akan selalu dipantau. Aparat tidak menginginkan adanya kerusuhan antarsuporter. Ribut mengingatkan kepada para suporter untuk tidak membawa benda-benda terlarang, seperti senjata tajam dan petasan. Dia mengancam akan melakukan tindakan tegas jika masih ada yang nekat. “Saya ingatkan pada suporter tidak membawa barang berbahaya masuk. Karena kami akan melakukan tindakan hukum. Kami juga ingatkan kepada masing-masing korlap agar ikut menjaga kondusifitas,” ujarnya. Selain itu, aparat juga akan terus mengawal rombongan pemain dan kru. Menurut Wakil Ketua Panpel lokal Solo, Tri Joko, rombongan dijadwalkan akan datang mulai hari ini. “Yang sudah konfirmasi ke kita ada empat tim yang main tanggal 3 Februari, yaitu PSMS Medan, Bali United, Madura United dan Persebaya Surabaya. Mereka tiba hari ini,” ujar Tri.

Mantan Mendagri Gamawan Fauzi menyebut proyek e-KTP sudah melalui proses yang benar. Namun Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyebut Gamawan sebenarnya sudah diperingatkan bahwa ada yang salah dengan proyek itu. Awalnya ketua majelis hakim Yanto mengutip keterangan Gamawan yang telah dihadirkan dalam sidang sebelumnya. Yanto menyebut Gamawan mengaku proyek itu bahkan sudah dikirim ke KPK agar ditinjau. “Keterangan Gamawan Fauzi, ‘Sejak awal itu mereka minta LKPP pendamping, minta audit BPKP, BPK. Katanya ini ya, bahkan tendernya dikirim ke KPK supaya di- review . Saya bilang juga Pak. Ini seperti itu. Tapi pengakuan dari terdakwa yang diperiksa dan sudah dihukum itu ada pembagian duit saya bilang’. Atau memang pengetahuan saudara itu memang tendernya bener?” tanya hakim pada saksi dari LKPP dalam sidang lanjutan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018). “Kalau benar nggak akan saya keluarkan 5 surat (peringatan) tadi. Tapi tetap dilaksanakan. Alasannya e-KTP nggak bisa ditunda,” kata Direktur Penanganan Permasalahan Hukum LKPP Setya Budi Arijanta. Selanjutnya, Setya Budi juga mengatakan Gamawan seharusnya tahu soal proses lelang. Menurut Setya Budi, sebagai Mendagri, Gamawan-lah yang harus menandatangani pemenang lelang dengan nilai proyek Rp 100 miliar ke atas. Gamawan juga disebutnya paham soal sanggah banding, karena dia yang harus menjawab sanggah banding tersebut. “Mestinya sebagai pengguna anggaran harusnya dia tahu. Nggak boleh nggak tahu. Dia kan harus netapin persetujuan pemenang. Karena di atas Rp 100 miliar harus persetujuan menteri,” ucap Setya Budi. Selain itu, Setya Budi menjelaskan proses lelang proyek e-KTP lewat e-procurement telah batal. Penyebabnya, dokumen yang di- upload hanya sampai penawaran. “Ini kan e-proc Pak. Ternyata hanya sampai upload penawaran. Jadi sistem kita di LKPP, begitu tahap berikutnya nggak pakai e-proc lelang batal,” ucapnya. “Tapi jalan terus?” tanya Yanto. “Kita disuratin . Dimarahi sama Pak Menteri Dalam Negeri. Kita LKPP, ini sistemmu payah. Kenapa lelang batal. Kita nggak terima, wong lu nggak nge-upload selanjutnya,” ucap Setya Budi. “Kemarin di sidang nggak tahu-menahu. Makanya tadi anggota saya bilang, ini yang bener yang mana. Orang sekarang nggak takut sumpah,” ujar Yanto. Yanto kemudian bertanya ke Setya Budi, saat ini bagaimana reaksi pejabat Kemendagri saat bertemu dengannya. Setya Budi menyebut banyak yang ketakutan. “Kalau benar kenapa takut?” tanya Yanto. “Iya,” jawab Setya Budi. “Kalau takut berarti?” tanya Yanto lagi. “Saya nggak tahu Pak,” ujar Setya Budi.

Abdillah (35) ditangkap polisi setelah memasuki sebuah panti pijat di Jl Kaliabang Nainn, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Abdillah mengaku berseragam polisi biar bisa mendapatkan jasa pijat gratis di panti tersebut. “Dia ngaku polisi dengan alasan bahwa biar dia itu bisa keluar masuk panti pijat itu, biar dia itu bisa bebas (bayar),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/2/2018). Abdillah diamankan pada Rabu (31/1) siang kemarin. Bermula dari kecurigaan anggota polisi yang berdinas di Densus 88 melihat mobil pelaku berpelat dinas polisi parkir di panti pijat ‘Cahaya’ di Jl Kaliabang Nainn, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Polisi tersebut kemudian menginterogasi Abdillah. Awalnya, dia mengaku sebagai anggota polisi angkatan 2003. “Namun pada saat ditanyakan NRP-nya, dia tidak dapat menjelaskan,” ucapnya. Abdillah mengaku polisi. (ist) Sementara itu, pelat dinas polisi di mobilnya didapatnya di Harapan Indah, Bekasi. Kedua polisi itu kemudian mengamankan Abdillah, yang saat itu mengenakan seragam polisi dengan pangkat Bripka, berikut kartu tanda anggota (KTA) palsu dari Brimob. “Motif sementara ini dia mengaku anggota Polri karena kepentingan ekonomi, kemudian bilang ke orang panti, agar panti pijatnya aman dan tidak ditutup karena panti pijat tersebut tidak berizin,” sambung Argo. Adapun barang bukti yang disita dari pelaku adalah sejumlah atribut polisi, mobil bernopol dinas 3403-07, pelat nomor B-2523-TOZ, 3 sarung sebhata (roster), sepucuk airsoft gun , korek api berbentuk pistol, sepatu dinas Polri, dan KTP asli atas namanya.

Di pengujung 1968, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin sengaja mengumpulkan para banci untuk berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Hal itu perlu ditempuh mengingat dari laporan yang masuk kepadanya, jumlah mereka cukup banyak, sekitar 15.000. Bila tak ditangani dengan baik, mereka dikhawatirkan akan kian bebas berkeliaran. “Mereka juga manusia dan mereka juga penduduk Jakarta. Jadi saya harus mengurus mereka juga,” kata Ali dalam ‘Bang Ali: Demi Jakarta’ yang ditulis sastrawan Ramadhan KH. Tentu saja para wadam itu senang bukan kepalang. Mereka merasa terhormat bisa bertatap muka dengan gubernur untuk menyampaikan segenap harapan dan unek-uneknya secara langsung. Satu hal yang utama, mereka ingin agar eksistensinya diterima dan dihargai masyarakat luas. “Saya minta kepada Pak Ali supaya pada suatu waktu dikeluarkan seruan kepada masyarakat supaya bencong-bencong diterima sebagaimana adanya,” kata seorang bencong. Tak cuma mendengarkan curhat mereka, Bang Ali malah kemudian memperkenalkan nama baru sebagai pengganti banci atau bencong, yakni wadam (wanita-Adam). Pada 1972, dia juga merestui berdirinya organisasi kaum bencong bernama Himpunan Wadam. “Saya bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi di masyarakat saya… saya merasa kelompok ini (wadam) tidak dihargai sebagaimana hak mereka. Mereka dikucilkan oleh masyarakat… kita harus melihat mereka sebagai manusia, sebagai warga kota ini, sebagai rakyat negara ini,” ucap Ali dalam pidatonya kala itu. Menurut Hendaru Tri Hanggoro dalam majalah Historia, para banci kala itu terbagi dalam berbagai kategori, yakni bencong abadi, bencong separuh, bencong bantet (bencong gagal), dan bencong single fighter (bencong yang bersembunyi). “Sehari-harinya mereka memakai pakaian perempuan. Namun orientasi seksual bencong tak selalu lelaki (gay). Sebagian besar mereka masih berhubungan seks dengan perempuan,” tulis Hendaru. Antropolog Amerika Serikat, Tom Boellstorff, menilai kebijakan Bang Ali merangkul kaum wadam kala itu adalah tepat. Dan kini, tulisnya dalam ‘ A Coincidence of Desires: Anthropology, Queer Studies, Indonesia’ , waria menjadi figur yang akrab dalam lingkup politik sekali pun. Mereka tampil dalam kampanye politik, mengungkapkan referensi mengenai kandidat politik, bahkan mengelola kantor mereka sendiri. Kebebasan diraup waria mendekati abad ke-20. Di Makassar, bupati setempat mensponsori kontes kecantikan waria pada 1990-an. Sang bupati dalam pidatonya meminta masyarakat seharusnya menerima waria karena 90 persen salon dimiliki mereka. Selain itu, di Jawa Timur, kelompok waria berhasil melobi pejabat provinsi agar memberikan tanda khusus dalam KTP mereka. Kartu ini mereka tunjukkan ketika masuk ke Taman Remaja agar dapat menggunakan toilet laki-laki. Sayang, perlakuan pejabat terhadap kaum wadam itu kini tak seperti Bang Ali. Kepolisian Resor Aceh Utara dikabarkan telah menggunduli para wadam yang bekerja di lima salon kecantikan, Sabtu malam, 27 Januari 2018. Langkah penggundulan tersebut mendapat protes banyak pihak karena dinilai tak manusiawi. Kepala Polres AKBP Untung Sangaji pun harus berurusan dengan Propam Polda Aceh.

Tim Densus 88 Antiteror menangkap 3 orang terduga teroris di wilayah Temanggung, Jawa Tengah. Dari lokasi, Densus 88 menyita sejumlah barang bukti termasuk uang tunai Rp 28 juta. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menjelaskan, Densus 88 pagi tadi pukul 09.00 WIB menggerebek toko Aneka Grosir di Jalan Secang KM 03, Dusung Bengkal, Desa Bengkal, RT 05/RW 05, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah. Dari lokasi, ditangkap 3 orang terduga teroris. Ketiga orang ini masing-masing, W alias A dan L alias T asal Tegal. Lalu Z asal Temanggung. Dari lokasi disita 2 buah handphone, 6 buah flashdisk, 1 buah dompet hitam, 1 buah buku panduan, 1 buah buku penjelasan pembatalan keislaman, 2 buah majalah Ar-royan, 1 buah buku zikir pagi dan petang, uang tunai Rp 28.289.000, serta 2 buah ATM Bank Mandiri. “Saat ini barang bukti diamankan di Mapolres Temanggung, sedangkan para pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim densus 88 AT,” ujar Iqbal kepada detikcom , Kamis (1/2/2018).

Jalan tol Ngawi-Kertosono yang belum diresmikan memakan korban jiwa. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova mengalami kecelakaan yang membuat satu orang meninggal. Kecelakaan terjadi di ruas jalan tol KM 610-611 arah Madiun-Surabaya tepatnya di Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Korban meninggal adalah pengemudi Innova, Setiono (55), seorang guru warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Geneng, Ngawi. Karena kurang hati-hati diduga menjadi penyebab kecelakaan. “Kendaraan semua kondisi baik, sarana jalan juga baik tidak bergelombang ataupun tidak berlubang. Diduga pengemudi kurang hati-hati,” jelas Kasatlantas Polres Madiun AKP Evon Fitrianto kepada detikcom di kantornya, Kamis (1/2/2018). Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Innova bernopol AE 1447 JI yang di kemudikan Setiono membawa empat orang lainnya yang masih sekeluarga. Innova berjalan dari arah barat. Tiba-tiba saja mobi berwarna putih itu menabrak pembatas jalan. Kecelakaan terjadi diduga karena pengemudi tak hati-hati (Foto: istimewa) Dari olah TKP Satuan Unit Laka Lantas Polres Madiun, saat kecelakaan terjadi, cuaca cerah dan kondisi jalan mulus dan tak bergelombang. Sedangkan arus lalu-lintas sepi karena kanan kiri lokasi persawahan. “Untuk faktor jalan kondisi cerah dan sepi karena memang jalan tol belum diresmikan,” tutur Evon. Sementara itu, untuk empat penumpang lainnya selamat. Mereka adalah Lilis Suparti (52) istri Setiono, Tiara (29), Elisabet (34), dan Ismail (45). Keempatnya hanya mengalami luka ringan lecet di tangan dan kaki. Jalan tol Ngawi -Kertosono memang belum diresmikan. Tetapi jalan tol tersebut sudah boleh dilewati oleh kendaraan.

Danu Prasetyo (20) tersangka pembunuhan mengaku puas setelah membunuh ayahnya sendiri, Sunaryo (65). Saat ini polisi sedang memeriksakan kejiwaan tetangga ke RS Jiwa Grhasia Sleman. “Pada saat ditanya (polisi), dia (tersangka) merasa puas, lega, karena tidak ada yang memarahinya lagi,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Kamis (1/2/2018). Menurut Anggaito, pihaknya sudah memeriksa tersangka. Namun pihaknya mengakui pemeriksaan kurang maksimal. Oleh karenanya, polisi akan mengoptimalkan peran pendamping dan bila dibutuhkan pihaknya juga siap menyediakan obat (epilepsi). “Menurut keterangan saksi atau dari pihak keluarga tersangka ini sudah menginap penyakit epilepsi sejak umur 9 bulan setelah lahir. Namun dia bisa sekolah sampai SMA. Pada saat ditinggal ibunya ke Lampung tersangka kan ini hanya dirawat oleh bapaknya,” sebutnya. Meski hanya tinggal dengan ayahnya di Dusun Panjangjiwo, Patalan, Jetis, Bantul, hubungan tersangka dengan korban kurang harmonis. Puncaknya beberapa hari sebelum kejadian korban sering menasihati tersangka, namun karena tidak terima dinasehati tersangka akhirnya membunuh korban. “Berdasarkan olah TKP diketahui memang ada beberapa luka lebam di tubuh korban yang disebabkan oleh benda tumpul. Setelah kami lakukan pengecekan, pemeriksaan dokter serta identifikasi ternyata benar dan ada beberapa barang buktinya,” ucapnya. “Di situ dijelaskan bahwa kemarin terbuat disebabkan oleh penganiayaan atau pukulan benda tumpul. Dari situ kami memeriksa saksi dan didapatkan bahwa korban tinggal oleh satu orang putranya. Pada saat itu anak korban tidak ada,” lanjutnya. Setelahnya, polisi langsung mengamankan anak korban, Danu Prasetyo, saat dia berjalan ke arah Simpang Empat Jetis. Kemudian polisi menetapkan Danu sebagai saksi, hingga kemudian statusnya dinaikkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut. “Pada saat kita amankan justru kita mendapatkan keterangan bahwa yang melakukan adalah dia (tersangka) sendiri,” ungkapnya. “Kita kenakan pasal 338 junto 340 KUHP karena kita melihat dari keterangannya tersangka memang ingin menghabisi korban, namun nanti kita lihat apakah itu (keinginan membunuh) muncul seketika atau tidak,” pungkas dia.

Sungguh biadab! Seorang bayi berusia 8 bulan di New Delhi, India diperkosa oleh sepupunya sendiri. Bayi perempuan ini kini dalam kondisi kritis di rumah sakit setempat. Dalam pernyataannya, seperti dikutip media lokal Times of India dan dilansir Channel News Asia , Selasa (30/1/2018), kepolisian India menyebut bayi perempuan itu ‘mengalami luka-luka di organ vitalnya’. Bayi itu harus menjalani operasi selama 3 jam di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. “Tangisannya yang menyayat hati bisa terdengar di dalam unit perawatan intensif rumah sakit. Dia mengalami luka-luka mengerikan dalam organ-organ internalnya,” ucap Ketua Komisi Wanita New Delhi, Swati Maliwal, dalam pernyataannya via Twitter, seperti dilansir media Inggris, BBC . Insiden ini berawal saat orangtua bayi itu menitipkan anaknya ke saudaranya, yang merupakan ibunda pelaku. Saat itulah, pelaku yang merupakan sepupu korban membawa korban ke lantai atas dengan dalih bermain bersama. Namun kemudian si pelaku memperkosa bayi itu. Ibunda bayi itu baru menyadari apa yang terjadi saat dia mendapati bayinya terus menangis dan mengalami pendarahan. Sang ibu lantas membawa bayinya ke rumah sakit setempat pada Minggu (28/1) waktu setempat. Pelaku awalnya menyangkal telah memperkosa korban. Namun kecurigaan polisi terbukti saat pelaku melarikan diri usai dimintai keterangan. Tak lama setelah itu, pelaku berhasil dilacak keberadaannya dan ditangkap. Kepada polisi setempat, pelaku akhirnya mengakui perbuatan bejatnya. Identitas dan usia pelaku tidak dirilis ke publik. Kasus ini menambah panjang daftar kasus pemerkosaan yang terjadi di India. Sejak pemerkosaan maut terhadap mahasiswi India tahun 2012 lalu, otoritas India memperkuat aturan hukum soal pidana kekerasan seksual.

Related Posts

Comments are closed.