Soal Penutupan Jl Jatibaru, F-PKB DKI Bandingkan dengan Era Ahok

Soal Penutupan Jl Jatibaru, F-PKB DKI Bandingkan dengan Era Ahok

Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas memandang keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat adalah keputusan yang tak jelas alasannya. Ia kemudian membandingkan kondisi Jalan Jatibaru saat ini dengan saat Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). “Jakarta hari ini sudah macet, nggak usah pakai ditutup. Toh jalanan nggak ditutup saja macet apalagi ditutup. Zaman gubernur sebelumnya wilayah situ kan sudah dirapikan, sudah teratur. Hari ini masuk lagi pedagang-pedagang kaki lima,” kata Hasbiallah saat dihubungi, Senin (29/1/2018). Hasbiallah pun menilai dengan ditutupnya Jalan Jatibaru, terselip kepentingan bermuatan politik di dalamnya. Ia mengimbau agar Anies melakukan kajian terhadap kebijakan yang dibuatnya sebelum diterapkan. “Jadi sebaiknya Pemprov itu kalau memutuskan sesuatu harus benar-benar berdasarkan pengkajian yang cermat, pengkajian yang secara menyeluruh. Dikaji dulu, jangan keputusan ini terkesan mendadak semua,” katanya. “Jangan hanya keputusan untuk menuju pemilu 2019. Kalau menurut saya, bukan hanya (keputusan) jalanan ditutup, ada beberapa keputusan Pak Anies ini yang memang keputusannya itu keputusan untuk kepentingan politik. Bukan keputusan untuk kemaslahatan masyarakat,” imbuhnya. Sebelumnya, sopir angkot berunjuk rasa di kawasan Stasiun Tanah Abang, Senin (29/1). Mereka mogok beroperasi karena menuntut Jalan Jatibaru, Tanah Abang, dibuka. “Saya sudah capek kalau misalkan diskusi lagi, diskusi lagi. Kalau mau gubernurnya yang ke sini, hari Rabu kita tunggu ke sini, gubernurnya yang datang ke sini,” kata seorang sopir angkot saat bertemu Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah di kawasan Stasiun Tanah Abang, siang. Video 20Detik: Sandi Mau Ajak Sopir Angkot ‘Ngopi’ Bareng di Balai Kota [Gambas:Video 20detik]

Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas memandang keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat adalah keputusan yang tak jelas alasannya. Ia kemudian membandingkan kondisi Jalan Jatibaru saat ini dengan saat Jakarta dipimpin oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). “Jakarta hari ini sudah macet, nggak usah pakai ditutup. Toh jalanan nggak ditutup saja macet apalagi ditutup. Zaman gubernur sebelumnya wilayah situ kan sudah dirapikan, sudah teratur. Hari ini masuk lagi pedagang-pedagang kaki lima,” kata Hasbiallah saat dihubungi, Senin (29/1/2018). Hasbiallah pun menilai dengan ditutupnya Jalan Jatibaru, terselip kepentingan bermuatan politik di dalamnya. Ia mengimbau agar Anies melakukan kajian terhadap kebijakan yang dibuatnya sebelum diterapkan. “Jadi sebaiknya Pemprov itu kalau memutuskan sesuatu harus benar-benar berdasarkan pengkajian yang cermat, pengkajian yang secara menyeluruh. Dikaji dulu, jangan keputusan ini terkesan mendadak semua,” katanya. “Jangan hanya keputusan untuk menuju pemilu 2019. Kalau menurut saya, bukan hanya (keputusan) jalanan ditutup, ada beberapa keputusan Pak Anies ini yang memang keputusannya itu keputusan untuk kepentingan politik. Bukan keputusan untuk kemaslahatan masyarakat,” imbuhnya. Sebelumnya, sopir angkot berunjuk rasa di kawasan Stasiun Tanah Abang, Senin (29/1). Mereka mogok beroperasi karena menuntut Jalan Jatibaru, Tanah Abang, dibuka. “Saya sudah capek kalau misalkan diskusi lagi, diskusi lagi. Kalau mau gubernurnya yang ke sini, hari Rabu kita tunggu ke sini, gubernurnya yang datang ke sini,” kata seorang sopir angkot saat bertemu Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah di kawasan Stasiun Tanah Abang, siang. Video 20Detik: Sandi Mau Ajak Sopir Angkot ‘Ngopi’ Bareng di Balai Kota [Gambas:Video 20detik]

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Yusriah Dzinnun sepakat dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang. Yusriah menuturkan, kewenangan terhadap Jalan Jatibaru dipegang Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Itu kan jalan punya provinsi kan, bukan jalan nasional. Artinya itu masih kewenangannya Pemprov untuk mengatur apa dan bagaimananya,” kata Yusriah saat dihubungi detikcom, Senin (29/1/2018). Yusriah mengatakan Pemprov telah mencanangkan program untuk mengakomodir keluhan para sopir angkot. Di antaranya mengusulkan agar angkutan-angkutan umum yang biasa beroperasi di Jalan Jatibaru dapat menjadi feeder bagi Trans Jakarta sesuai dengan yang dicanangkan oleh program Ok Otrip. Nantinya, angkot tersebut akan bermitra dengan Trans Jakarta. “Mikrolet ini yang menolak-menolak itu kita sebenarnya berharap jadi feedernya TransJ. KWK (Koperasi Wahana Kalpika) kan sudah jadi mobil pengumpan kan. Mikrolet alangkah baiknya jadi pengumpan. Ada program-programnya ke depan. Bisa dibuka kemungkinan dengan program Ok Otrip,” tuturnya. Soal penutupan Jalan Jatibaru, dia menyebut kebijakan tersebut bukanlah keputusan yang permanen. Akan ada evaluasi terhadap kebijakan tersebut per-tiga bulan. Yusriah pun menjadwalkan pemanggilan bagi sopir angkot untuk membahas hal tersebut. “Kalau memang ternyata itu mengurangi penghasilan teman-teman (sopir angkot) mungkin nanti dilihat. Ini kebijakan bukan menetap tapi 3 bulan dievaluasi. (Komisi B) belum memanggil khusus mikrolet, kami baru (jadwalkan) pekan depan,” ujarnya. Sebelumnya, sopir angkot yang biasa melewati Jalan Jatibaru melakukan unjuk rasa di kawasan Stasiun Tanah Abang, Senin (29/1) siang. Mereka mogok beroperasi karena menuntut Jalan Jatibaru, Tanah Abang, dibuka kembali. “Saya sudah capek kalau misalkan diskusi lagi, diskusi lagi. Kalau mau gubernurnya yang ke sini, hari Rabu kita tunggu ke sini, gubernur yang datang ke sini,” kata seorang sopir angkot saat bertemu Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah di Kawasan Stasiun Tanah Abang. Video 20Detik: Sandi Mau Ajak Sopir Angkot ‘Ngopi’ Bareng di Balai Kota [Gambas:Video 20detik]

Presiden La Liga, Javier Tebas menyebut dirinya berharap Neymar bakal pulang ke Liga Spanyol. Menurut Tebas, Neymar tak perlu harus masuk ke tim yang sama, alias Barcelona. Apakah ini adalah permintaan tersirat Tebas agar Real Madrid memboyong sang bintang internasional Brazil? Sampai saat ini, kepergian Neymar dari Barcelona pada bursa transfer musim panas lalu masih [ ] Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

Related Posts

Comments are closed.