Soal 3 Bulan Bersih Sampah, Warga DKI Diminta ‘Diet’ Kantong Plastik

Soal 3 Bulan Bersih Sampah, Warga DKI Diminta ‘Diet’ Kantong Plastik

Dinas Kebersihan DKI Jakarta meminta warga untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Permintaan itu berkaitan dengan surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya terkait program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS). “Imbauan dan ajakan (TBBS) ini tentunya dimaksudkan agar semua kepala daerah baik gubernur, bupati dan wali kota bisa menjaga kebersihan wilayahnya. Seperti Jakarta, kami optimalkan pembuatan bank sampah, operasi tangkap tangan pelaku pembuang sampah, perbanyak kompos dan ajakan gerakan diet kantong plastik,” kata Kadis Kebersihan DKI Isnawa Aji lewat pesan singkatnya kepada detikcom , Sabtu (20/1/2018) malam. Isnawa menuturkan edaran TBBS akan diteruskan ke para wali kota, camat dan lurah. Para camat dan lurah nantinya juga diminta menentukan satu kawasan yang bisa dijadikan contoh penerapan program seperti pembatasan penggunaan kantong plastik. “Kita akan kerja sama dengan para wali kota, camat dan lurah untuk lebih ketat menjaga wilayah. Buat RW-RW percontohan dan kawasan percontohan kebersihan,” ujar Isnawa. Sebelum edaran Menteri LHK diterbitkan, Pemprov DKI sebetulnya sudah menerapkan program-program terkait pengelolaan sampah. Program tersebut untuk menekan debit sampah DKI yang sampai saat ini belum berkurang. “Sebetulnya dari sebelumnya para camat dan lurah Jakarta selalu diminta siapkan kawasan percontohan kebersihan. (Sampah DKI masih) 7.000 ton per hari,” terang Isnawa. Pemprov DKI sendiri menilai edaran TBBS ini untuk merangsang warga menjaga kebersihan lingkungan. Isnawa mengimbau agar semua pihak ikut serta menjalankan edaran Menteri LHK ini. “Tiga bulan bersih adalah target yang ditetapkan agar ada kesinambungan, komitmen dan konsistensi dalam menjaga kebersihan dan tidak buang sampah. Menurut saya, edaran tersebut akan efektif bila program TBBS libatkan semua stakeholders, khususnya publik dan warganya,” papar Isnawa. Pelaksanaan TBBS akan berlangsung mulai 21 Januari-21 April 2018. Program ini bertujuan untuk menekan debit sampah, juga untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari. “Skenarionya tiga bulan ini dari 21 Januari sampai 21 April. Kemudian pada 22 April kan Hari Bumi. Nanti akan terlihat bagaimana hasilnya,” kata Siti kepada wartawan di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/1).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyelenggarakan Hari Peduli Sampah. Acara ini mendukung program menteri LHK yaitu Tiga Bulan Bebas Sampah (TBBS) Acara ini diselenggarakan di Car Free Day Kawasan Bundaran HI, Minggu (21/1/2018). Rangkaian acara dimulai pukul 06.30 WIB dan dibuka dengan penampilan drum band serta senam bersama. Acara dilanjut dengan gerakan pungut sampah di sekitar kawasan car free day. Gerakan pungut sampah ini dimulai pada pukul 08.30 WIB, peserta mulai memungut sampah di sekitar bundaran HI. Para peserta memungut sampah yang ada di sekitar bundaran HI dan mengingatkan warga tidak boleh membuang sampah dan merokok di kawasan CFD “Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta hari ini kita bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kita laksanakan hari peduli sampah nasional di mana Kementerian LHK bekerja sama melakukan edukasi kepada masyarakat Jakarta untuk kembali menjaga kotanya,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji. Foto: Sesyha Desnikia/detikcom Gerakan pungut sampah ini terletak di 6 titik yaitu Sarinah, Bundaran HI, Jl Pamekasan, FX mall, Dukuh Atas, Patung Kuda. Diikuti oleh 400 peserta dan disediakan 500 kantong sampah untuk masyarakat yang ingin ikut serta. “Kami menurunkan lebih dari 400 pasukan oranye mereka selain edukasi, ada flashmob mengajak warga untuk tidak buang sampah sembarangan, kita akan mengajak warga pungut sampah mengajak partisipasi warga masyarakat kita siapkan 500 kantong sampah,” ujar Isnawa

Puluhan kader lingkungan sekolah Tunas Hijau Kota Surabaya memperingatan Hari Peduli Sampah di Taman Flora, Bratang. Mereka mengingatkan dan mengajak pengunjung diet kantong plastik. “Kita kampanye diet sampah plastik ke pengunjung Taman Flora,” kata Ailsa Araminta A.P.M di sela sosialisasi Diet Plastik ke pengunjung Taman Flora, Bratang, Gubeng, Minggu (19/2/2017). Aktivis lingkungan peringati Hari Peduli Sampah Foto: Rois Jajeli Puluhan kader lingkungan ini membawa berbagai poster yang intinya mengajak masyarakat diet sampah plastik. Mereka berjalan di sekitar taman bersama ‘Monster Plastik’ dan menemui pengunjung Taman Flora yang masih menggunakan kantong plastik. Mereka menukarkan kantong plastik tersebut dengan kantong ramah lingkungan yang disediakan oleh kader lingkungan ini. Isi dari kantong plastik milik pengunjung dipindah ke kantong ramah lingkungan yang disediakan oleh kader lingkungan ini. Aktivis lingkungan peringati Hari Peduli Sampah Foto: Rois Jajeli “Janji ya pak, jangan pakai tas plastik lagi ya. Ini kami berikan kantong yang ramah lingkungan,” ujar salah satu kader lingkungan, yang menukarkan tas plastik dengan kantong ramah lingkungan. Pengunjung itu pun tersenyum dan berjanji akan menggunakan kantong ramah lingkungan itu untuk dibawa terus. Kata Araminta, kampanye diet sampah terus digelorakan ke masyarakat. Harapannya ke depan, agar sampah plastik di Kota Surabaya dapat dikurangi. Untuk acara hari ini, pihaknya membagikan 500 tas ramah lingkungan ke pengunjung dengan syarat, pengunjung mau menukarkan tas plastik atau 10 botol plastik. Aktivis lingkungan peringati Hari Peduli Sampah Foto: Rois Jajeli “Harapan ke depan, Surabaya bebas dari sampah plastik. Memang tidak bisa bersih 100 persen, tapi jika masih ada sampah plastik diharapkan jangan terlalu banyak juga,” tutur pelajar SDN Kaliasin I Surabaya ini.

KPK siap menghadapi praperadilan yang diajukan Fredrich Yunadi. Bukti kuat perbuatan Fredrich disebut KPK sudah lebih dari cukup. “Bukti yang kita miliki lebih dari cukup. Kalau undang-undang mensyaratkan minimal dua alat bukti, kita punya alat bukti yang lebih dari itu,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018). Alat bukti itu, menurut Febri, sesuai dengan ketentuan KUHAP, antara lain berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Ia juga menyebut ada 35 orang saksi yang telah diperiksa saat proses penyelidikan. “Kekuatan alat bukti itu sudah kita cross-check dalam proses internal, baik dalam penyelidikan maupun penyidikan. Di penyelidikan, misalnya, sudah sekitar 35 saksi dan ahli yang kita periksa, ada kesesuaian satu dan lainnya. Saksi adalah alat bukti, ahli juga alat bukti, dan kita punya alat bukti lain, termasuk bukti-bukti visual,” ujarnya. Soal tudingan penyitaan barang yang tidak sesuai kebutuhan penyidikan perkara dari kantor Fredrich, Febri juga tak mempermasalahkannya. Ia mempersilakan jika hal itu digugat dalam praperadilan. “Silakan saja. Saya kira, kalau tersangka mau komplain melalui jalur praperadilan, itu merupakan hak tersangka,” ucap Febri. Sebelumnya, pengacara Fredrich, Sapriyanto Refa, mengatakan kliennya mengajukan gugatan praperadilan karena menganggap penetapan tersangkanya tidak sah. Menurutnya, penetapan tersangka harus disertai minimal dua alat bukti. Gugatan juga diajukan karena penyitaan yang dilakukan KPK terhadap sejumlah dokumen di kantor Fredrich dinilai tidak sesuai aturan. Alasannya, barang bukti yang disita, menurut Refa, seharusnya hanya berkaitan dengan materi pokok perkara. Dalam kasus dugaan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto, KPK menetapkan dua tersangka, yaitu Fredrich Yunadi dan dr Bimanesh Sutarjo. Bimanesh merupakan dokter yang menangani Novanto ketika mengalami kecelakaan pada 16 November 2017 saat dicari KPK. Baik Bimanesh maupun Fredrich diduga memanipulasi data rekam medis Novanto untuk menghindari panggilan penyidik KPK.

Pengadilan di Tokyo menghukum Seikin Okuma, wanita 34 tahun, dengan 12 tahun penjara (bui). Hal tersebut lantaran Okuma telah membunuh kekasihnya yang juga merupakan suami orang. Dilansir dari Japan Today, Minggu (21/1/2018), Okuma telah terbukti membunuh Kazumasa Kurobe (45), pria beristri yang merupakan kekasihnya sendiri. Fuji TV melaporkan, Okuma membunuh Kurobe di apartemen yang mereka tinggali bersama di Chiyoda Ward, Tokyo. Keduanya diketahui telah tinggal bersama selama 2 tahun. Okuma diketahui menikam Kurobe pada 10 Agustus 2017 lalu sekitar pukul 00.15 waktu setempat. Okuma kemudian menelepon layanan darurat 110 dan melaporkan dia telah menikam Kurobe. Saat tiba di apartemen, Polisi menemukan Kurobe tergeletak di lantai dengan luka tikam di dada. Kurobe langsung dilarikan ke rumah sakit namun dinyatakan meninggal satu jam kemudian. Pengacara Okuma mengatakan di pengadilan Okuma dan Kurobe bertengkar setelah Kurobe mengatakan akan melakukan perjalanan dengan istrinya. Okuma disebutkan kehilangan kesabaran dan menikamnya dengan pisau dapur. Hanya saja pengacara membantah kliennya telah merencanakan pembunuhan sebelumnya.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berbelasungkawa atas meninggalnya kader Gerindra, Fernando Alan Joshua Wowor yang tertembak senjata anggota Brimob Briptu R. Polri sangat prihatin dan menyayangkan adanya insiden tersebut. “Tentunya kami sangat prihatin dan kami menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal kepada detikcom, Minggu (21/1/2018). Iqbal menegaskan, pihaknya akan memproses Briptu R sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Polri tidak akan mentolerir perbuatan pidana yang dilakukan oknum polisi. “Prinsipnya, siapa pun yang terlibat pidana akan kami proses. Apalagi jika itu dilakukan oleh anggota Polri,” tegas Iqbal. Fernando tertembak senjata api Briptu R di area parkir di Jalan Sukasari 3, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Sabtu (20/1) dini hari. Fernando tewas akibat tembakan tersebut. Insiden ini disebut-sebut terjadi setelah keduanya terlibat cekcok mulut di lokasi. Sementara Briptu R sempat dipukuli massa setelah kejadian tersebut dan saat ini dirawat di rumah sakit. “Anggota tersebut masih dirawat di rumah sakit,” imbuh Iqbal. Fernando merupakan kader Gerindra aktif berdasarkan penuturan dari Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi Habiburokhman. Habiburokhman datang langsung ke Mapolres Bogor Kota untuk menjadi kuasa hukum korban. “Kami akan mengadvokasi almarhum, kami ingin kasus ini diusut tuntas karena ini menyangkut nyawa kader kami. Korban itu kader kita,” kata Habiburokhman di Mapolresta Bogor Kota, Sabtu (20/1).

PT Jasa Raharja Cabang Jawa Timur dalam 5 tahun terakhir ini, telah membayarkan santunan asuransi kecelakaan transportasi kepada korban kecelakaan dengan total sebesar Rp 1,4 triliun. Dari lima terahun terakhir ini, pembayaran pada tahun 2017 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. “Selama 5 tahun, Jasa Raharja Cabang Jawa Timur telah membayarkan santunan Rp 1.427.231.215.041,. Untuk tahun 2017 saja, sekitar Rp 414 miliar,” kata Kepala Jasa Raharja Cabang Jawa Timur Evert Yulianto, Kamis (18/1/2018). Rincian besaran pembayaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas di Jatim yakni, Terdiri dari, santunan untuk korban meninggal dunia, santunan untuk biaya perawatan di rumah sakit, cacat tetap dan biaya penguburan. Pada tahun 2017, santunan yang dibayarkan total sebesar Rp 414.782.212.788. Yakni, untuk santunan bagi korban meninggal dunia sebesar Rp 211.679.500.000. Untuk korban yang mendapatkan perawatan sebesar Rp 200.560.837.788. Untuk santunan bagi korban cacat tetap sebesar Rp 2.091.875.000. Santunan untuk biaya penguburan sebesar Rp 450 juta. Pembayaran santunan di tahun 2016 total sebesar Rp 281.268.315.226. Terdiri dari pembayaran santunan meninggal dunia sebesar Rp 138.725.000.000. Untuk santunan biaya perawatan Rp 140.603.065.226. Untuk santunan bagi korban cacat tetap Rp 1.625.250.000. Pembayaran biaya penguburan sebesar Rp 315 juta. Sedangkan pembayaran santunan di tahun 2015, mencapai total Rp 250.183.745.230. Santunan di Tahun 2014 sebanyak Rp 229.964.850.670. Dan Santunan di Tahun 2013 sebesar Rp 251.032.091.127. Saat ditanya, ada kenaikan pembayaran santunan di tahun 2017, Evert mengaku karena di tahun tersebut ada perubahan peraturan tentang pembayaran santunan bagi korban kecelakaan. “Ada kenaikan pembayaran santunan, karena pada tahun 2017 ada perubahan besaran pembayaran santunan bagi korban,” ujarnya. Hal itu ditandai setelah terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 15/2017 tentang besar santunan dan iuran wajib dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang alat angkutan penumpang umum di darat, sungai/danau, dan PMK Nomor 16/2017 tentang besar santunan dan sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan. Kedua PMK ini ditetapkan pada tanggal 13 Februari 2017 dan akan berlaku secara efektif pada tanggal 1 Juli 2017. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu yang cukup kepada PT Jasa Raharja dalam melakukan persiapan yang dibutuhkan. Antara lain penyesuaian sistem dan teknologi pendukung, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait lain. Berikut rangkuman perubahan besar santunan dana kecelakaan lalu lintas jalan sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 15 dan 16 Tahun 2017 1. Santunan meninggal dunia (Ahli waris): Ketentuan lama Rp 25 juta, ketentuan baru Rp 50 juta 2. Santunan cacat tetap (Berdasarkan persentase tertentu, maksimal): Ketentuan lama Rp 25 juta, ketentuan baru Rp 50 juta 3. Santunan biaya perawatan luka-luka (Maksimal): Ketentuan lama Rp 10 juta, ketentuan baru Rp 20 juta 4. Manfaat tambahan (Baru): Ketentuan lama tidak ada, ketentuan baru ada penggantian biaya P3K (Maksimal) Rp 1 juta dan penggantian biaya ambulans (Maksimal) Rp 500 ribu. 5. Biaya penguburan (Jika tidak ada ahli waris): Ketentuan lama Rp 2 juta, ketentuan baru Rp 4 juta Di HUT ke 57 Jasa Raharja, kata Evert, pihaknya tetap mempertahankan pelayanan pembayaran santunan bagi korban meninggal dunia, kurang dari 24 jam pasca kejadian. Serta kecepatan mengerluarkan guarantee letter (Surat jaminan) ke pihak rumah sakit yang menangani korban kecelakaan yang dalam perawatan. “Pada tahun 2018 ini, kita tetap mempertahankan pelayanan dan kecepatan pembayaran santunan, kurang dari 24 jam bagi korban meninggal dunia di tempat. Serta kecepatan menerbitkan guarantee letter di rumah sakit. Itu menjadi prioritas kami. Sehingga masyarakat yang mengalami musibah, dapat dimudahkan prosesnya (Administrasi dan santunan),” tandasnya.

Pemprov DKI Jakarta tengah mempertimbangkan berbagai cara untuk mengatasi kemacetan saat gelaran Asian Games di Ibu Kota. Berbagai masukan sudah diterima, salah satunya meliburkan anak sekolah. “Tadi dipikirkan ada beberapa intervensi, salah satunya meliburkan anak sekolah atau bagaimana kalau dirolling masuk kerjanya, itu misal dari PNS itu mulai kerja pukul 06.30 WIB pagi sampai jam 2 siang gitu loh. Untuk yang swasta jam 10 pagi sampai jam 7 malam,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, di Aula AGD Gedung Ambulans Gawat Darurat, Dinas Kesehatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018). Langkah itu dikatakan bisa mengurangi kemacetan DKI Jakarta. Hanya saja, cara tersebut bisa benar-benar direalisasikan setelah Pemprov DKI melakukan simulasi. “Supaya nggak berat bebannya, itu tadi dibicarakan tapi belum ada karena kita menunggu hasil simulasinya. Tapi saya yakin kalau misal harus ambil yang drastis juga kita siap selama untuk kesuksesan Asian Games ini,” jelasnya. Sandi menuturkan, simulasi Asian Games akan dilakukan 26 Januari 2018. Pemprov memiliki tugas agar dapat mengurangi kendaraan di titik-titik yang menjadi pusat kegiatan Asian Games 2018. “Ada permasalahan utama mengenai kekhawatiran Olympic Council of Asia (OCA) mengenai keadaan lalu lintas di DKI yang sebentulnya menjadi sangat urgent karena ada ketentuan atlet dari perkampungan atlet menuju venue itu harus kurang dari 35 menit,” tutur Sandi. Selain mengatasi macet, Sandiaga juga ingin pihak terkait mengecek kesiapan rute marathon. Dia ingin tata kota Jakarta terlihat menarik saat ditayangkan melalui siaran langsung. “Karena itu akan diliput secara live 42 kilo ini kita ingin mempertontontakan kecantikan Jakarta mungkin Monas, Kota Tua, Bundaran HI, Simpang Semanggi maupun juga dari lokasi-lokasi yang kalau keliatan dari live show Helikopter itu bagus, jadi ini yang akan kita dorong,” paparnya.

Tepat di lepas pantai Pulau Roatan di Karibia, terdapat tumpukan sampah terapung dalam volume yang besar. Sampah tersebut membentang beberapa kilometer dan terdiri atas benda-benda plastik sehari-hari seperti peralatan makan dan benda plastik lainnya. Menurut seorang ilmuwan utama Australia Dr Britta Denise Hardesty, munculnya tumpukan sampah ini kemungkinan disebabkan badai yang terjadi belum lama ini di wilayah tersebut. “Sangat mengejutkan dan menantang,” kata Dr Hardesty, ilmuwan pada lembaga penelitian CSIRO. “Seandainya saya bisa mengatakan bahwa saya belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” katanya. Dr Hardesty bekerja di Karibia, yang diterpa cuaca liar saat Badai Irma dan Maria bulan lalu. Dia mengatakan bahwa sampah terapung akan menampung segala jenis mulai dari limbah bangunan dan sampah rumah tangga hingga “segala macam barang” yang datang dari daratan. Dr Hardesty mengatakan Australia tidak bebas dari bahaya limbah plastik di lautan seperti itu. “Tidak peduli dimana pun berada di Australia, Anda akan menemukan sampah di semua pantainya,” katanya seraya menambahkan bahwa tiga perempat dari sampah tersebut berupa plastik. DiGreatBarrierReef CSIRO telah menyelesaikan survei di lebih 200 lokasi, yang mencakup setiap 100 kilometer di seluruh garis pantai Australia. Di beberapa lokasi para peneliti terpaksa menggunakan pesawat untuk mencapai garis pantai. “Bahkan di tempat yang terpencil seperti Kimberly, setiap daerah pantainya memiliki sampah, entah itu ban karet atau alat penangkap ikan, sikat gigi atau balon dan benda-benda seperti itu,” jelas Dr Hardesty. “Beberapa konsentrasi tertinggi polusi plastik terapung di lautan kita berada tepat di Great Barrier Reef,” katanya. “Apakah karena limpahan sampai itu masuk ke daerah tersebut?” tanya Dr Hardesty. “Apakah karena ada terumbu karang luar yang membuat segala sesuatu terperangkap di sana? Apakah karena kami melakukan survei di sana baru-baru ini setelah hujan lebat?” katanya. “Saya tidak punya jawaban atas pertanyaan itu,” katanya. Dr Hardesty menambahkan bahkan di Antartika pun terdapat bukti adanya sampah plastik, yang dia lihat sendiri saat berkunjung ke sana pada bulan Desember 2016. “Saat kami mengunjungi beberapa tempat terpencil di seluruh dunia, kami tetap menemukan puing-puing plastik,” ujarnya. Di sejumlah lokasi lepas pantai Roatan, Honduras, tumpukan sampah plastik tampak dimana-mana. (Supplied: Caroline Power) Indonesia jadi contoh Namun, menurut Dr Hardesty, keberhasilan Indonesia mengatasi sampah plastik dalam jumlah besar mulai dari tahun 2014 sampai 2016 menunjukkan situasinya bukan tanpa harapan. “Dalam waktu kurang dari dua tahun mereka berhasil mengubah kanal-kanal yang sangat penuh sampah dan tersumbat kantong plastik, botol air kemasan dan benda-benda seperti itu,” ujarnya. “Mereka terjun ke sana, membersihkannya dan benar-benar mengubah seluruh kota,” kata Dr Hardesty merujuk ke penanganan sungai dan saluran air di Jakarta. Dr Hardesty mengatakan Pemerintah Indonesia menangani 12 kanal besar dan sekarang berupaya memulihkan lebih dari 1.000 kanal dan saluran air. “Mereka menciptakan lapangan kerja dan menangani permasalahan sampah yang sudah lama dan jumlahnya besar di saluran air mereka,” katanya. “Jakarta menjadi kisah menakjubkan mengenai harapan dan inspirasi. Dan hal ini menunjukkan seberapa cepat perubahan bisa terjadi,” ujar Dr Haresty. “Hal ini menjadikannya tempat bersih dan aman. Hal ini mengubah daerah tersebut dan menjadi sumber kebanggaan bagi warga yang tinggal di sana,” tambahnya. Dr Hardesty mengatakan bahwa dia sering ditanya apakah bekerja di bidang polusi plastik membuatnya depresi. “Tidak,” katanya. “Karena sebagian besar sampah yang masuk ke lautan kita pernah berada di tangan seseorang sebelumnya,” katanya. Jadi, menurut dia, pertanyaannya adalah, “apa yang sangat kita hargai?” “Apakah kita ingin hidup di dunia yang bersih? Atau apakah kita ingin hidup di dunia yang penuh dengan sampah buangan?” Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris di sini .

Related Posts

Comments are closed.