Sidang di Bawaslu, Partai Idaman Hadirkan Ahli dari UI dan Al Azhar

Sidang di Bawaslu, Partai Idaman Hadirkan Ahli dari UI dan Al Azhar

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali menggelar sidang gugatan yang diajukan Partai Idaman terhadap KPU. Agenda sidang adalah mendengar keterangan saksi ahli Partai Idaman selaku pihak pemohon. “Sidang ajudikasi Partai Idaman dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum. Hari ini kami agendakan sidang pemeriksaan bukti dan saksi yang akan diajukan dari pemohon,” ujar Ketua Bawaslu yang menjadi ketua majelis pemeriksa sidang, Abhan, di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018). Abhan didampingi anggota Bawaslu sebagai anggota majelis pemeriksa Fritz Edward Siregar, Ratna Dewi Petalolo, Mochammad Afifuddin dan Rahmat Bagja. Dalam sidang, pihak pemohon dihadiri Sekjen Partai Idaman Ramdhansyah yang didampingi kuasa hukumnya, Heriyanto. Sedangkan pihak termohon dihadiri Komisioner KPU Hasyim Asyari didampingi kuasa hukum KPU Ali Nurdin. Partai Idaman menghadirkan dua saksi ahli dalam persidangan. Kedua saksi tersebut yakni saksi ahli bidang hukum dan perundang-undangan dari Universitas Indonesia dan Dosen Universitas Al Azhar. Sebelumnya, Partai Idaman mengajukan sengketa terkait keputusan KPU tentang peserta Pemilu 2019. Dengan objek sengketa Surat Keputusan KPU Nomor 58/ PL.01.1-Kpt/03/KPU/II/2018. Dalam Surat Keputusan, KPU menyatakan Partai tidak lolos menjadi peserta pemilu. Hal ini dikarenakan Partai Idaman tidak memenuhi syarat dalam tahapan administrasi, yang membuat Partai Idaman tidak dapat dilanjutkan dalam proses verifikasi.

Gempa 5,9 skala Richter (SR) mengguncang wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa ini belum menimbulkan kerusakan. Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi dalam keterangannya yang diterima detikcom, Jumat (2/3/2018). BMKG memperbaharui informasi kekuatan gempa 5,9 SR dari sebelumnya 6,1 SR. Riyadi menjelaskan, analisis BMKG gempa 5,9 SR yang terjadi sekitar pukul 09.20 WIB atau 11.20 WIT ini berada di koordinat episenter 6,23 lintang selatan-130,33 bujur timur, atau tepatnya berlokasi di laut. Gempa berlokasi di laut pada jarak 357 km arah timur laut Kota Tepa, Maluku Barat Daya, Maluku, pada kedalaman 153 km. Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat, dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Saumlaki dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI), di Dobo I-II SIG-BMKG (II-III MMI). Guncangan gempa ini belum menimbulkan kerusakan. Skala intensitas I SIG-BMKG artinya, gempa tidak dirasakan atau dirasakan hanya oleh beberapa orang tetapi terekam oleh alat. Sedangkan skala intensitas II SIG-BMKG, gempa dirasakan oleh orang banyak tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar. “Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi Laut Banda. Hal ini sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukkan mekanisme sumber naik mendatar (thrust oblique fault),” jelas Riyadi. Ditambahkan Riyadi, hingga pukul 10.00 WIB hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). “Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbuhnya.

Related Posts

Comments are closed.