Siang Ini, Jalur Puncak Dibuka untuk Uji Coba Pasca Longsor

Siang Ini, Jalur Puncak Dibuka untuk Uji Coba Pasca Longsor

Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat akan diuji coba untuk dilintasi hari ini. Namun, bus dan truk belum diizinkan melewati jalur Puncak pasca-longsor beberapa waktu lalu. “Kalau dibuka, Insyaallah hari ini jam 12.00 WIB dibuka kembali untuk uji coba, akan tetapi hanya untuk roda 4 yang kecil saja. Bus dan truk belum diizinkan,” kata Kapolres Bogor AKBP Dicky Pastika saat dimintai konfirmasi, Senin (19/2/2018). Dicky mengatakan, uji coba ini akan dilakukan sampai jalur benar-benar bisa dilewati semua kendaraan. Saat ini, masih ada pengerjaan perbaikan jalur di beberapa titik dengan estimasi 1 sampai 3 bulan ke depan. “Pengerjaan jalannya komplit 1-3 bulan ke depan,” ujar Dicky. Sebelumnya, Jalur Puncak Ciloto hingga kawasan Gunung Mas ditutup akibat peristiwa longsor pada hari Senin (5/2) lalu. Akibatnya, kendaraan roda empat dari arah Jakarta menuju Cianjur atau Bandung dialihkan melalui jalur Jonggol dan Sukabumi. Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto sudah meninjau langsung jalur Puncak. Irjen Agung mengatakan proses perbaikan di lokasi longsor membutuhkan waktu satu bulan. “Kami cek lokasi pertama itu di Puncak Pass, (masuk) wilayah Cianjur di situ kami lihat sudah dipasang beronjong-beronjong. Insyaallah kalau normal, paling cepat itu bisa satu bulan selesai. Itu informasi dari teman-teman di Kementerian PU,” ujar Agung di Puncak, Bogor, Sabtu (17/2).

Baca juga :

Kehadiran Tol Becakayu dapat menjadi solusi kemacetan di sepanjang ruas Tol Jakarta-Cikampek. Pengendara mempunyai alternatif dari Kota Bekasi menuju ke Jakarta atau sebaliknya. Tol Becakayu akan terhubung dengan Tol Wiyoto Wiyono dan Tol Lingkar Luar Jakarta  (Jakarta Outer Ring Road/ JORR‎). “Kahadiran tol ini menambah pilihan pengguna jalan, menambah kapasitas jalan dan mengurangi‎ waktu tempuh perjalanan Kota Bekasi-Jakarta atau sebaliknya, diharapkan mempersingkat hingga menjadi 30 menit,” katanya.

seperti di kutip dari https://sahammapi.wordpress.com

[MOJOKERTO] Dibukanya ruas jalan tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 kilometer (km) sebagai bagian dari ruas Jalan Tol Trans Jawa, diharapkan dapat menjadi jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas pada hari-hari biasa, terlebih lagi akhir pekan dan hari libur nasional. Selama ini di beberapa titik selalu diwarnai kemacetan yang cukup parah, antara lain di jalur by-pass Mojokerto, tepatnya di simpang empat Mertex hingga simpang lima Kenanten serta pertigaan Mengkreng, Kertosono, yang merupakan tempat pertemuan jalur dari tiga wilayah kabupaten, meliputi Nganjuk, Kediri dan Jombang.

seperti di kutip dari https://sahammapi.wordpress.com

Bersamaan dengan beroperasinya secara komersial jalan tol Joker, maka tarif jalan tol Jombang-Mojokerto (Joker) mulai diberlakukan pula, Selasa (26/9) pukul 00.00 WIB, menyusul turunnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 720/KPTS/M/2017 tentang Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol sepanjang 40,5 km tersebut. Besaran tarif tersebut bervariasi, di antaranya ditentukan jenis atau golongan kendaraan, jarak yang ditempuh dengan memperhatikan masuk dan keluarnya kendaraan dari gerbang tol.

seperti di kutip dari https://sahammapi.wordpress.com

Berdasarkan data Kementerian PUPR, progres konstruksi pembangunan ruas jalan tol Pejagan-Pemalang seksi 3 dan 4 sudah mencapai 57,25% dan pembebasan lahannya mencapai 98%. Untuk diketahui, tol Pejagan-Pemalang secara keseluruhan memiliki panjang 57,5 km, terdiri atas empat seksi. Seksi 1 dan 2 hingga keluar di Brebes Timur telah dioperasikan pada Juni 2016 lalu. Adapun ruas tol Pemalang- Batang memiliki panjang 39 km. Saat ini progres konstruksi ruas tol Pemalang-Batang mencapai 6,63% dan pembebasan lahan 80,80%.

seperti di kutip dari https://sahammapi.wordpress.com

Kemudian untuk ruas tol Batang-Semarang yang telah groundbreaking pada April 2016, beberapa lokasi sudah dapat dilalui. Ruas yang memiliki panjang 75 km tersebut terdiri atas 5 seksi. Progres konstruksinya telah mencapai 10,95%, sementara pembebasan lahannya 65,15%.Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis kemarin menuturkan, Kementerian PUPR bersamaBadanUsahaJalanTol, yakni Jasa Marga , Waskita, dan Sumber Mitra Jaya, sepakat menjaga ritme pekerjaan dan bisa selesai tepat waktu secara fungsional.

seperti di kutip dari https://sahammapi.wordpress.com

Keberadaan tol Jakarta- Semarang ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan arus mudik Lebaran 2017. “Kunjungan kali ini ada dua tujuannya, yaitu memastikan jalan tol trans-Jawa Jakarta- Surabaya sepanjang 650 km ditargetkan selesai 2018. Kedua, untuk meyakinkan mudik 2017 akan bisa tembus tidak hanya sampai ke Pemalang, tapi akan bisa sampai ke Ngaliyan, Semarang. Walaupun fungsional, sudah dilapisi beton,” tutur Menteri Basuki. Menteri PUPR akhir pekan lalu melakukan kunjungan ke ruas tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang.

seperti di kutip dari https://sahammapi.wordpress.com

Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di perlintasan KA Kretek yang berada di ruas jalan Bumiayu-Purwokerto. Pemudik mesti menghadapi kemacetan panjang di ruas tersebut setiap kali kereta melintas. Keberadaan truk bermuatan berat yang berjalan lambat dan mogok di tengah jalan juga kerap memperparah kemacetan. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Brebes Satibi mengatakan, pembangunan fly over di Dermoleng dan Kretek dapat mengatasi kemacetan yang sering terjadi saat arus mudik Lebaran.

seperti di kutip dari https://sahammapi.wordpress.com

Kedua titik tersebut merupakan titik simpul kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran karena menjadi pertemuan arus kendaraan dari arah Brebes, Purwokerto, dan Tegal. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Haron Bagas Prakosa mengungkapkan, pembangunan fly over akan dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Satker Bina Marga. “Proses lelangnya sudah dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Nanti yang melaksanakan Satker Bina Marga sebagai pemenang lelang,” kata Haron. Haron menyebut total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan dua fly over tersebut mencapai Rp 190 miliar.


Baca juga :

Analisis proksimat : penentuan pesentase dari kadar kelembaban, zat terbang , karbon tertambat (karbon tetap) dan abu dengan cara tertentu di laboratorium umumnya untuk batubara dan kokas. Walaupun tidak tepat analisa proksimat lebih sering mencantumkan nilai kalor batubara, analisa dilakukan pada basis conto sebagai diterima(as-reveived), bebas kelembaban (moistur free) dan bebas-abu-(ash-free).                                                                                                                    Analisis ultimat  : analisa laboratorium untuk menentukan kandungan abu, karbon, hidrogen, ogsigen dan belerangdalam batubara dengan metoda tertentu. Kandungan itu dinyatakan dalam persen pada basis contoh dikeringkan pada suhu 105ºC dalam keadan bebas kelembaban dan abu.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Antrasit                         : batubara keras dengan peringkat teretinggi , berwarna hitam dengan kilap tinggi , mengandung persentasi tinggi karbon tertambat (karbon tetap) biasanya antara 92% – 98% (dalam basis kering , bebas bahan mineral/DMMF). Antrasit sukar terbakar dan bila terbakar menimbulkan nyala pendek berwarna biru tanpa asap. Dari segi tingkat pengkarbonan (carbonization) hanya grafit (yang tidak termasuk batubara) yang berada pada tingkat yang lebih tinggi. Di Indonesia satu-satunya tambang penghasil antrasit adalah tambang batubara Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan dengan tonase yang sangat kecil dibandingkan dengan batubara sub-bitumen (steaming coal) sebagai produk utama. Antrasit Indonesia dipasarkan dengan spesifikasi umum ; nilai kalori 7400Kkal/Kg – 8300Kkal/Kg (ADB) , kelembaban total 2%-  8% (ARB) , abu 6% – 20% ( ADB) dan belerang total 0.57% -1.79%.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Backfill              :  Tanah atau batuan yang dipakai untuk mengurangi (mengisi) bekas galian tambang batubara atau galian sipil lainnya. Kata ini juga dipakai sebagai kata kerja, yang berarti pekerjaan pengisian bekas penggalian. Dalam tambang batubara backfill lebih sering diartikan sebagai pekerjaan mengisi galian bekas endapan batubara beserta tanah penutupnya dengan tanah kupasan. Cara ini sangat dianjurkan dari segi teknis ekonomis teknik penambangan maupun dari segi dampak lingkungan, karena jarak pengangkutan kecil dan tanh buangan tidak memerlukan tambahan lahan disekitarnya. Backfill dapat juga berasal dari tambang dalam yang diangkut keluar hasil penggalian terowongan, jalan menuju kepermukaan kerja baru (pekerjaan persiapan)

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Batubara           : istilah yang luas untuk keseliruhan bahan bersifat karbon yang terjadi secara alamiah. Batubara dapat pula didefinisikan sebagai batuan bersifat karbon berbentuk padat, rapuh, berwarna coklat tua sampai hitam., dapat terbakar, yang terjadi akibat perubahan/pelapukan tumbuhan secara kimia dan fisik. Batubara dapat dibeda-bedakan menurut jenis tumbuhan pembentuknya, peringkat metamorfosisnya dan tingkat bahan pengutornya. Klasifikasi seluruh batubara didasarkan pada faktor-faktor diatas tadi.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Batubara tulang             : batubara berkadar abu tinggi, keras dan padat atau batubara yang sangat kotor dengan kadar abu dan mineral terlalu tinggi sehingga tidakbernilai ekonomi. Presentase abunya biasanya lebih tinggi dari 25%. Batubara tulang berwarna suram, lebih berat dan lebih tipis dari batubara berkualitas baik. Adakalanya bahan pemisah/pengotor berupa lapisan tipis ditengah lapisan batubara (yang sama sekali tidak mengandung batubara) disebut batubara tulang. Istilah ini belum begitu dikenal di Indonesia. (dalam bahasa inggris disebut bone coal atau stony coal).

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Bucket Wheel exavator   :  sering disingkat dengan BWE yakni alat gali kontinyu yang perinsipnya terdiri dari mesin penggerak, boom penahan ban kerja pengangkut material galian, rangkaian ember-ember pada teromol beputar  dan ban beserta boom untuk membuang material kearah belakang. Alat ini pada mulanya dirancang utnuk penambangan besar-besaran atas endapan batubara coklat di Jerman . Saat ini BWE berkapasitas besar dioperasikan di Tambang Batubara Bukit Asam sedangkan yang berkapisitas kecil sering digunakan sebagai alat pengeruk tumpukan batubara sekaligus alat pemuat batubara kedalam tongkang atau kapal.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Bulk sample      : conto meruah, yakni conto dalam jumlah besar yang diambil secara sistematik dalam interval tertentu. Untuk batubara, bulk sample pada awalnya adalah conto sebanyak satu lori (gerobak) pada interval tertentu sepanjang lapisan batubara untuk analisa ukuran dan kotoran (abu). Tetapi pengertian ini semakin meluas. Tambang-tambang batubara di Indonesia dapat mengambil lebih dari 100000 ton batubara sebagai conto meruah terutama untuk uji bakar pada PLTU, termasuk uji penambangan, uji pengangkutan, uji pengapalan dan uji pemasaran. Conto meruah ini sering disebut produksi awal atau produksi permulaan (initial production) yang bebas bagi hasil.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Cadangan-cadangan   : sumber-sumber mineral atau lapisan yang mengandung bahan bakar yang dapat ditambang secara ekonomis sesuai tingkat teknologi, pada saat itu. Dapat juga berarti terbatas pada cadangan-cadangan batubara yang asli atau yang telah diselidiki dan dipandang secara teknologi, ekoomis, hukum serta lingkungan layak ditambang. Cadangan-cadangan (reserves) hanya merupakan batubara yang dapat ditambang.(jadi penyebutan cadangan-cadangan yang layak digali adalah istilah yang berlebihan/redundant).

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

CSN                   : singkatan dari crucible swelling number, yaitu angka atau nilai pemuaian batubara yang merupakan salah satu ukuran untuk menentukan baik buruknya batubara bila akan diolah menjadi kokas. CSN ditentukan dengan memanaskan batubara yang telah digerus dan dicetak berbentuk “ kancing kemeja” sampai 800ºC di dalam cawan selama waktu tertentu. Setelah zat terbang habis “kancing” kokas yang lebih kecil dari ukuran semula tetap berada dalam cawan. Penampang sisa kokas dibandingkan dengan penampang baku bernomor 1-10. Bila pemuaian kokas mengakibatkan ia sama dengan ukuran panjang nomor 0-2 ( jadi CSN-nya 0-2) batubara tersebut bukan batubara kokas yang baik (pori-porinya terlalu rendah). Bila CSN-nya 8-10 berarti tingkat pemuaiannya terlalu tinggi berarti bila dijadikan kokas terlalu berpori-pori besar sangat rapuh. Batubara dengan nomor CSN 4-6 adalah ideal untuk diproses menjadi kokas (batubara ini akan menjadi kokas yang cukup berpori dan kuat menahan beban). CSN sama dengan free swelling index (FSI).

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Cut and fill        : suatu cara penggalian (gali dan urug ) tambang terbuka atau tambang dalam ataupun penggalian pembuatan jalan, fondasi dan pekerjaan sipil lainnya dengan memotong bagian tanah/batuan dan menimbun/mengurug bekas galian atau bagian tanah yang rendah/berlembah didekatnya. Khusus untuk tambang dalam sistem cut and fill biasanya yang dipotong adalah bahan galian/mineral-mineral berharga dan bekas pemotongan diisi dengan tanah atau batuan atau lumpur permukaan untukmencegah ambruknya atap atau dinding penggalian.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Dewatering coal            : pengeringan batubara hasil pencucian dan penyaringan getar dan atau sentrifugal. Juga berarti pengeringan batubara slurry setelah pengangkutan dengan pipa (coal slurry pipe line) dengan alat-alat penyaring dan peralatan pemanas khusus. Dewatering untuk batubara slurry memakan biaya yang cukup besar sehingga merupakan sehingga merupakan segi yang perlu dipertimbangkan secara teliti sebelum pembangunan proyek pipa batubara slurry.     Dip meter             : alat untuk mengukur dan mencatat jumlah dan arah kemiringan lapisan yang terdapat didalam/sisi lubang bor (lihat kemiringan/dip).

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Dragline            : alat pemindah tanah mekanis yang sangat efisien dan populer untuk tambang batubara khususnya untuk metoda yang disebut strip mining atau direct cast system dimana tanah penutup batubara (setelah peledakan) digali dan dibuang ke “jalur” galian tanah dan batubara untuk memenuhi persyaratan ekonomi dan teknis pada tingkat rekayasa saat ini. Walaupun pada mulanya alatini bertenaga uap dan diesel (dan sebagian tidak dapat bergerak), sekarang hampir semua dragline dapat berjalan sendiri adalah bertenaga listrik dengan ukuran menara gali(boom) sampai 200 meter dan ukuran bucket lebih dari 100 meter kubik.                                    Draught           : jarak (kedalaman) peremukaan air kedasar atau kedalaman kedalaman air yang diperlukan oleh kapal agar bisa mengambang khususnya kapal yang telah bermuatan penuh. Draugtht sering disebut draft.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Duplikasi batubara  : fnomena geologi yang mengakibatkan lapisan batubara menebal dua kali lebih tebal semula. Belum ada laporan geologi yang menyatakan penemuan fenomena ini di     Indonesia, tetapi penebalan lapisan batubara mendekati sesar bahkan gejala sesar dan sinlin yang hampir menyatukan ujung lapisan batubara yang “terpatah” oleh lapisan itu sendiri dibagian yang tidak dikenai sesar (sehingga menjurus pada duplikasi) terdapat dilapangan Roto, Kabupaten pasir, Kalimantan Timur dan mungkin dilapangan batubara lainnya di K alimantan dan Sumatera.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Enviro coal       : batubara yang diperkenalkan dengan “nama/cap kualitas batubara lingkungan” yaitu batubara dengan kadar belerang sangat rendah sehingga pada pembakaran untuk PLTU, tidak mengeluarkan atau sedikit sekali mengeluarkan gas-gas belerang yang berbahaya/beracun seperti SO (oksida belerang). Enviro coal diperkenalkan dan ditambang oleh Adaro I ndonesia di lapangan Paringin dan sekitarnya, Kalimantan selatan. Batubara Paringin dan batubara tutupan termasuk dalam enviro coal (lihat batubara Paringin).

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Eksplorasi         : penyelidikan lebih rinci dari penemuan dan penyelidikan umum atas endapan suatu bahan galian. Eksplorasi meliputi kegiatan mengetahui ukuran, bentuk, letak, jumlah cadangan dan mutu endapan bahan galian. Kegiatan eksplorasi meliputi penilaian geofisika, pemboran inti penggalian sumuran dan atau pembuatan parit-parit uji dan dapat pula meliputi pengambilan conto dalam jumlah besar (conto meruah). Eksplorasi umumnya dilaksanakan bertahap menurut pertimbangan hasil sebelumnya. Eksplorasi hanya dapat dilaksanakan atas dasar izin K.P. ekslorasi.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Float and sink   : percobaan pemisahan butiran-butiran dan kotoran dengan menggunakan cairan berat, (cairan dengan berat jenis tinggi) misalnya tetrabromoetana (BD 1.6) dan toluena (BD 0.86). percobaan ini dilakukan bertahap mulai dari pemasukan gerusan batubara kedalam cairan yang B.D. nya rendah kemudian kedalam cairan dengan B.D lebih tinggi berturut-turut. Pada setiap percobaan fraksi yang tenggelam dan terapung diambil dan ditimbang untuk selanjutnya dicatat dalam kurva sifat pencucian batubara (washability curves). Hasil percobaan akan menunjukkan persentase bahan bahan yang berat seperti abu dan belerang pirit. Percobaan digunakan sebagai dasar penentuan sistem pencucian batubara.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Generasi           : perioda sistem PKP2B yang berubah dari waktu ke waktu sesuaiketentuan berdasarkan keputusan presiden yang diawali dengan generasi I antara tahun 1981 – 1989, Generasi II tahun 1994 hingga 1997 dan generasi III dimulai tahun 1997 yang kemudian direncanakan di ubah selanjutnya menjadi generasi IV mulai tahun 2002. Pada generasi I nama sistem pengusahaan batubara disebut kontrak kerja sama batubara atau kontrak perjanjian kerja sama yang kemudian sistem ini namanya diubah menjadi PKP2B. 10 perusahaan beroperasi dalam sistem generasi I, 17 perusahaan beroperasi dalam sistem generasi II yang semuanya mulai pada tahun 1994 dan 107 peusahaan beroperasi dalam sistem generasi III mulai tahun 1997 hingga saat ini.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Hardgrove grindability index  : indeks kemampugerusan atau indeks kekerasan hardgrove, yakni ukuran/tingkat mudah atau sukarnya batubara digerus menjadi tepung batubara sebagai bahan bakar (khususnya pada PLTU). Indeks ini terdiri dari angka 0 – 100. Batubara denganindeks hardgove kurang dari 50 adalah keras sehingga sukar digerus menjadi tepung batubara yang memerlukan serangkaian alat alat penggerus yang mahal. Batubara yang mempunyai indeks hardgrove 50 keatas adalah batubara lunak sehingga mudah untuk digerus menjadi tepung.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Identified resources  : sumber-sumber yang terindikasikan(terunjuk/dapat dikenal), yakni bahan-bahan-bahan yang mengandung batubara atau mineral yang telah diketahui ada dan lokasinya. Sumber-sumber ini mungkin telah diketahuipenyebarannyadan kualitasnya tetapi belum diselidiki secukupnya. Sumber-sumber terindifikasi termasuk cadangan-cadangan terukur, terkira, terduga dan termasuk sumber-sumber sub-ekonomis. Khususnya untuk sumber-sumber batubara terindifikasi terdiri dari endapan cadangan batubara ekonomis dan sub-ekonomis.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Important          : setiap lapangan batubara yang dipandang penting dan mempunyai status tertentu dalam hubungannya dengan lapangan-lapangan batubara lainnya dipandang dari tujuan pemasaran yang sama serta peranannya untuk memasok batubara kepasaran tersebut dalam kurun waktu 20 tahun. “status pentingnya” lapangan batubara lazimnya dibagi kedalam tiga kelas, yaitu : penting secara international, yakn mampu memasok dalam jumlah besar untuk kebutuhan energi nasional dan penting secara setempat (lokal) yaitu bila lapangan batubara dimaksud merupakan pemasok utama kebutuhan energi terhadap suatu bagian (misalnya propinsi) dari suatu negara.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Improved I. G Faben (Bergius) process : salah satu proses yang didasarkan pada hidrogenasi untuk mengubah batubnara menjadi bahan bakar cair sintetis. Proses ini terkenal manfaatnya selama perang dunia II, misalnya di Leuna, bensin sintetis diproduksikan sebanyak 100.000 ton pertahun dengan proses hidrogenasi tersebut dari lignit. Pada tahun 1945 terdapat 12 pabrik hidrogenasi Faben model lama disana dengan bahan baku batubara bitumen, lignit dan tar. Hasil perolehan bensin dengan proses Faben yang disempurnakan dapat mencapai 50% untuk batubara bitumen dan 40% untuk lignit dengan tekanan pada reaksi hidrogenasi hanya 31 Mpa dibandingkan dengan 72 MPa pada proses Faben lama sebagaimana dipraktekkan pada masa perang dunia II tersebut diatas.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Inherent ash      : abu bawaan, yakni abu batubara yang berasal dari bahan anorganik yang secara struktur merupakan bagian dari bahan tumbuhan asli. Secara mekanis abu ini tidak dapat dipisahkan dari batubara tetapi kandungannya biasanya tidak lebih dari 1%. Dapat juga diartikan sebagai bahan mineral atau bahan anorganik dalam batubara dalam bentuk tumbuhan aslinya yang kemudian terbentuk menjadi lapisan batubara. abu bawaan tidak terlihat dan tidak dapat dibuang dengan pencucian. biasanya terdapat sekitar 1% dalam batubara. abu bawaan dapat juga disebut abu tertambat (fixed ash).

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Interburden       : lapisan antara, yakni zona (lapisan) tanah/batuan diantara dua atau lebih lapisan batubara yang jarak tegaknya satu dengan lainnya tidak jauh. Dapat juga diartikan sebagai lapisan pengotor yang memisahkan suatu lapisan batubara dengan ketebalan yang layak ditambang. Lapisan pengotor ini biasanya terdiri dari serpih, lempung, batu pasir, batu lanau, batu lumpur, batu lempung limonit dan sejenisnya dan mungkin mengandung lapisan tipis batubara yang tidak layak ditambang (secara ekonomis).

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Intrusi               : penerobosan atau gangguan batuan beku terhadap suatu pelapisan batubara, mineral atau batuan lainnya. Khususnya untuk batubara, intrusi batuan beku sekaligus dapat mengakibatkan gangguan terhadap sistem penambangan dan mengakibatkan tingginya peringkat atau kualitas batubara, misalnya lignit karena pengaruh intrusi dapat berubah menjadi antrasit. Hal ini misalnya dijumpai dilapangan tambang batubara Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Biasanya pengaruh intrusi dilapangan endapan batubara tidak terlalu besar dan intrusi dalam skala kecil umumnya tidak dilaporkan dalam laporan geologi atas daerah endapan batubara yang besar.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Kemiringan       : sudut kemiringan lapisan tanah atau batuan ataupun sudut yang dibentuk oleh bidang pelapisan batuan dengan bidang datar yang dinyatakan umumnya dalam derajat. Secara lebih khusus dapat didefinisikan sebagai kemiringan lapisan pada areal penambangan/lapangan batubara yang dipakai untuk perencanaan akses, kedalaman dan pelipatan. Kemiringan secara keseluruhan sering juga dinyatakan ukurannya/tingkatannya dengan kata-kata “cukup datar”, “kemiringan kecil”, “kemiringan curam”, kemiringan tiggi” atau “hampir tegak”.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Kepala Teknik Tambang  : pemimpin dan pengawas pekerjaan tambang yang melaksanakan tugasnya atas nama pemegang K.P tersebut tidak dapat memimpin atau mengawasi sendiri pertambangan itu. Kepala Teknik Pertambangan dingkat oleh Kepala Inspeksi Tambang setelah mempertimbangkan keahlian dan pengalamannya termasuk pengetahuan tentang peraturan kesaelamatan kerja tambang. Disebut juga Kepala Teknnik Pekerjaan Tambang khususnya bertanggungjawab ataas keselamatan dan kesehatan pekerja tambang serta tugas-tugas pengolaan lingkungan sesuai dokumen AMDAL.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Klasifikasi batubara  : pengelompokan batubara berdasarkan kualitas atau sifat tertentu misalnya jenis batubara, peringkat, perbandingan karbon-hidrogen, zat terbang dan sebagainya. Istilah itu juga berarti pengelompokan atau analisis batubara menurut sifat tertentu seperti derajat metamorfosis (peringkat), bahan tumbuhan pembentuk batubara atau tingkat pengotorannya. Dapat juga diartikan sebagai analisis atau pengelompokan batubara menurut presentase zat terbang, sifat-sifat penggumpalan (caking) dan sifat kokasnya.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Klarifikasi batubara ECE  : sistem ini didasarkan pada analisis proksimat digunakan oleh Panitia Batubara dari Komite Ekonomi Eropa (ECE). Sistem ini sebagian didasarkan pada sistem kode Badan Batubara Nasional (NCB) dan sebagian berdasarkan klasifikasi batubara ASTM. Para meter yang digunakan adalah sifat penggumpalan (caking) dan sifat kokas untuk batubara yang mengandung kurang dari 33% zat terbang dan nilai kalori pada keadaan lembab, bebas abu (ash free basis) (pada suhu 30º Cdan kelembaban 96%) bagi batubara yang mengandung lebih dari 33% zat terbang.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Kokas                : bahan mengandung karbon tinggi yang terdiri dari abu yang meleleh dan senyawa-senyawa karbon tertambat yang dihasilkan pada pembakaran tidak sempurna dari batubara bitumen dalam keadaan tanpa oksigen (karbonisasi). Kokas disebut juga sebagai bahan yang dapat terbakar yang dihasilkan oleh proses penggumpalan batubara terdiri dari bahan mineral dan karbon tertambat yang dibakar bersama-sama. Kokas terbentuk dengan pengeluaran zat terbang dengan cara pemanasan (dalam proses karbonisasi). Kokas umumnya berwarna abu-abu,keras, berpori dan kalau dijadikan bahan bakar ia praktis tidak berasap bila dibakar. Kokas dapat terbentuk alamiah tetapi kebanyakan dihasilkan dalam pabrik pembuatan kokas.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Longwall mining    : sistim penambangan batuabara berbentuk lubang buka (lihat Longwall) berbentuk “Dinding Panjang”  atau “ Ruang Panjang” . Sistim ini memotong batubara dengan alat potong berputar biasanya bertenaga hidrolis dimana pekerja dan peralatan  aktif disangga dengan penyangga hidrolik berbentuk tiang  penyangga dan payung (kanopi) yang dimajukan mengikuti kemajuan pemotongan batuabara. Atap lubang buka dibelakang alat penyangga dibiarkan ambruk. Sistim penambangan longwall lama menggunakan cara peledakan untuk mengekstraksi (merontokkan) batubara dimana lubang aktif disangga dengan tiang-tiang hidrolis, atau tiang mekanis ataupun balok-balok kayu. Batubara yang dirontokkan dipermukaan tambang ditampung oleh rangkaian pelat-pelat yang digerakkan dengan rantai (stage loader) dan seterusnya masuk kedalam conveyor pengangkut menuju permukaan.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

PP                     : singkatan dari pembelian dan penggunaan yang lebih sering disebut P2 yaitu izin pembelian dan penggunaan bahan peledak (untuk industri/pertambangan) yang dikeluarkan oleh Kepala Kepolisin R epublik Indonesia. Izin ini harus dipegang oleh perusahaan pertambangan yang menggunakan bahan peledak. P2 juga adalah izin penyimpanan dan penggunaan bahan peledak untuk kegiatan pertambangan yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Mineral dan Batubara yang lebih dikenal dengan istilah izin gudang bahan peledak.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Quality              : kualitas, yaitu tingkat atau tolok ukur yang menentukan penerimaan batubara dalam pasar, pemanfaatannya maupun untuk proses selanjutnya. Kualitas terkait erat dengan peringkat, kimia dan fisiknya. Kualitas batubara secara keseluruhan tergantung kepada unsur-unsur penentu manfaatnya, unsur-unsur pengotor (pengganggu) serta sifat-sifat fisiknya. Selanjutnya batubara layak tambang dan kemampujualnya di pasar dalam negeri serta manca-negara merupakan faktor penentu pengembangan endapan batubara yang juga akan merujuk kepada kualitas batubara yang tinggi, rata-rata atau rendah.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Radioaktive       : sifat atau kemampuan yang dimiliki oleh beberapa unsur seperti uranium, thorium dan lain-lain untuk melepaskan sinar alpha, bata atau gamma secara spontan dengan pemecahan inti atomnya.                                             Radio frequency oxidation  : proses oksidasi pada suhu rendah sekitar 120ºC untuk menentukan kandungan bahan mineral batubara dengan cara merangsang oksigen menggunakan kumparan yang dialiri dengan frekuensi radio sehingga menjadi ozon dan akan memisahkan bahan mineral dari batubara. proses ini dilakukan dalam bajana tertutup.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Rank                 : peringkat dan derajad batubara berdasarkan proses pengubahan atau genesa batubara.peringkat batubara adalah dasar klasifikasi dari lignit ke antrasit. Peringkat batubara naik pada proses pembentukan batubara, metamorfosis menyebabkan kandungan sat terbang menurun. Peringkat batubara yang tertinggi menunjukkan metamorfosis yang lebih besar. Peringkat batubara secara umum adalah lignit, batubara sub-bitumen, batubara bitumen dan antrasit (urutan peringkat rendah keperingkat tertinggi).

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Recoverabla resource : sumber (batubara) yang dapat diperoleh, yakni jumlah (tonase) sumber batubara yang diperkirakan dapat ditambang. Biasanya angka perolehan ini adalah sekitar 60% dari sumber batubara yang dapat di tambang sedangkan selebihnya 40% dianggap tidak dapat ditambang karena keterbatasan teknologi, keadaan geologi , keterbatasan keadaan mekanika batuan , adanya kegiatan lain atau dibatasi oleh peraturan perundangan yang berlaku dibidang pertambangan, lingkungan hidup, kehutanan dan sebagainya.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Spontaneous combustion  :npembakaran spontan atau terbakar sendiri, yaitu proses kimia dan atau fisika yang terjadi umumnya pada batubara berderajat rendah dimana batubara menjadi panas kemudian terbakar hanya karena berada dimana batubara menjadi panas kemudian terbakar hanya karena berada pada udara terbuka dalam waktu yang relatif singkat. Proses pembakaran spontan diawali dengan penyerapan ogsigen dari udara, selanjutnya karena batubara mempunyai sifat kimia serta fisika tertentu ditambah dengan adanya butiran-butiran batubar dengan ukuran-ukuran tertentu pula maka batubara akan terbakar.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Sub-bituminous coal  : batubara sub-bitumen yang merupakan batubara berperingkat terendah. Disebut juga batubara (sub-bitumen) berperingkat tidak menggumpal pada pembakaran dan mempunyai nilai kalori lebih dari 2092 KKal/Kg sampai kurang dari 2898 Kkal/Kg (lembab,MMF). Disebut juga dengan nama batubara hitam berperingkat antara lignit dan batubara bitumen, berbeda dengan lignit karena mengandung karbon lebih tinggi, hidrogen lebih rendah. Batubara sub-bitumen dibagi atas 3 kelas berdasarkan nilai kalori yang semakin tinggi yaitu C, B dan A.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Sulfur content   : kandungan belerang (lihat kandunagn), yakni jumlah belerang dalam batubara yang dinyatakan dalam persen atau bagian dalam sejuta (ppm). Jumlah beelrang ini dapat dibagi tiga, yaitu kandungan belerang pirit, belerang organik dan belerang sulfat. Belerang terkandung dalam batubara sering-sering dibedakan atas belerang bebas yaitu dalam bentuk pirit dan belerang organik yang terikut dalam bahan batubara. belerang bebas biasanya hilang pada proses pencucian sedangkan belerang organik tidak. Kandungan belerang tidak disukai (sangat dibatasi oleh pembeli/pemakai) karena mencemari lingkungan pada pembakaran batubara.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Terkira              :tingkat keyakinan rendah secara geologi. Untuk sumber-sumber atau cadangan batubara. istilah terkira berarti perkiraan jumlah, peringkat, ketebalan atau penyebarannya didasrkan pada interpolasi atau deduksi atas sumber atau cadangan batubara batubara yang berlanjut dari sumber atau cadangan yang telah terukur dan terduga karena adanya bukti-bukti atau tanda-tanda secara geologi. perkiraan dihitung dari proyeksi data batubara terduga tetapi arealpercontoan dan pengukuran belum ada.

seperti di kutip dari https://lalangbaru.wordpress.com

Underground mine   : pertambangan dalam, yaitu penggalian atau ekstraksi batubara atau bahan galian lainnya dibawah permukaan, yaitu dari lapisan-lapisan endapan yang berada diantara lapisan-lapisan batuan dengan sistem penambangan antara lain seperti room dan pillar, lubang buka (long wall), ambrukan atau dengan gasifikasi in-situ. Jalan masuk ketempat ekstraksi bahan galian berharga adalah sumuran tegak, sumuran miring atau terowongan dari sisi bukit yang diperlengkapi dengan lift tambang, rel atau gerobak katrol.


Baca juga :

Aksi serentak pembebasan 20 ABK MV Sinar Kudus dengan kekuatan 2 KRI, 1 helikopter, Kostrad dan Sandi Yudha pimpinan Dankormar. Pasukan khusus yang dikirim dalam operasi Duta Samudra I/2011, kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, terdiri dari Marinir ( TNI-AL ), Kopassus ( TNI-AD ) dan Kopaska ( TNI-AU ). Tebusan dan operasi militer dilakukan paralel. Belum ada negara yang bisa membebaskan 20 sandera hidup2 dari perompak Somalia yang telah lego jangkar selain Indonesia. Bahkan sampai menewaskan 4 perompak ( dari 35-60 penyandera ). Prestasi tersendiri. Seperti di film2 action, kata ABK. Good job. Thanks to our heroes.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

TNI yang mengawal pengiriman uang tebusan ( sekitar Rp 40 milyar ? ) tak urung gemas. 4 perompak yang terakhir turun dari geladak ditembak mati. Pemerintah Indonesia memilih bernegosiasi dengan perompak daripada menghajarnya, demi keselamatan  ABK, sesuai permintaan keluarga mereka. Berbeda dengan pemerintah  Korea Selatan  ( Korsel ) yang memilih operasi militer penuh. Rekor Korsel : 7 hari sejak ditawan perompak ( tercepat dalam operasi militer ). Rekor Indonesia : 46 hari ( tercepat dalam tebusan ). Sama2 berhasil membebaskan awak kapal.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Bagaimana dengan gengsi ? Terlebih, pemerintah Somalia mempersilakan Indonesia melakukan operasi militer di Somalia untuk membantu menstabilkan negeri mereka. Menertibkan para warlord di sana yang membuat pemerintah Somalia kehilangan wibawa. Banyak pengamat mengatakan Somalia, contoh negara gagal. Isi perairan Somalia telah rusak sehingga banyak warga terpaksa hidup dengan merompak. Dari 142 pembajakan Januari-Maret 2011, 97 serangan terjadi di perairan sekitar Somalia. Dari tebusan sandera, lanun di negeri Afrika Timur itu bisa meraup 79 ribu USD ( Rp 711 juta ) setahun. Bandingkan, dengan upah rata-rata warga Somalia yang hanya 600 USD ( Rp 5,4 juta ) setahun. Bagian terbesar ‘bisnis’ multi jutaan dolar itu disetorkan ke sindikat internasional ( dealer senjata ) yang menguasai mereka.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Tapi, Indonesia bukan negara kecil, yang bisa langsung menyambar kesempatan tanpa pikir panjang.  Ada beban berat di pundaknya. Terngiang, ‘mereka dari jauh yang akan membebaskan, bersama kalian. Yang membanggakan, generasi sesudah kalian, yang tak pernah bertemu aku, punya keyakinan seteguh itu’. We know that . Mei 2011, ada perundingan perbatasan RI dengan 11 negara. ( Pagi2, menteri Malaysia sudah bilang akan ke Mahkamah Internasional jika menemui jalan buntu. Kita tahu siapa yang mengendalikan PBB. Kita tahu pasukan Australia, dll, yang pasang badan bertempur dengan kita ( sipil yang dilatih militer ) sementara pemerintah Malaysia ngumpet di belakang ( masa konfrontasi Indonesia-Malaysia era Soekarno ). Pemerintah Malaysia saat ini bukan yang terbaik. Hanya saja, masih ada putri mantan deputi PM Malaysia Anwar Ibrahim, di oposisi yang membuat saya masih respek. Malaysia, masih negerinya Nurul Izzah Anwar ( 31 )). Pekerjaan menguras otak, mental, strategi, stamina dan kekuatan militer kita. Kuatkan dulu basis kita. Manusia didesain Allah untuk berfungsi baik pada satu pekerjaan pada satu waktu. Stay focused .

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sekjen PBB, Ban Kin-moon ( warga negara Korsel ) mengajak warga dunia memberantas para perompak. Apakah duet TNI dengan tentara Korsel bisa menghabisi semua perompak Somalia ? Bagaimana anak istri yang mereka tinggalkan ? Kita ‘bunuh’ juga ? ( tanah dan laut Somalia tak bisa menghidupi mereka ).  Berapa uang yang kita punya ? ( Amerika ‘perlu’ 10 tahun untuk menemukan Osama bin Laden, sejak menara kembar WTC ditabrak runtuh. Sampai mengobok-obok Afganistan, Pakistan dan Yaman dengan ongkos lebih 413  miliar USD ( 300 juta USD/ hari ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sebagian analis mengatakan, keberadaan perompak di Somalia terkait usaha AS  menyingkirkan pemerintah Yaman yang mereka anggap tak becus mengatasi pemberontak dan kelompok radikal. Osama bin Laden ditembak mati  pasukan elit AS Navy SEALs Minggu dini hari ( 1/5/2011  ) di Abbottabad, Pakistan. Jasadnya dikubur di laut. Presiden Obama memilih tidak merilis foto jasad Osama agar tidak memancing reaksi yang membahayakan keamanan mereka. Begitu saja, sudah memancing amarah dan balas dendam selama berabad-abad dari pengkultusnya. Mereka : Tanzim Al Qaeda regional, seperti Al Qaeda di Semenanjung Arab ( AQAB ), Al Qaeda di Maghribi Islami, Al Qaeda di Bilad Rafidien ( Irak ), Al Qaeda Asia Tenggara, serta sel2 tidur di Eropa dan AS. Apalagi kalau diperlihatkan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Tak lama kemudian, Taliban menyerang kantor gubernur Kandahar, Pakistan. Menyusul, 2 perwira menengah Al Qaeda disebutkan tewas oleh drone predator AS ( pesawat tempur tak berawak yang banyak diturunkan AS untuk memburu simpatisan Al Qaeda ) di basis Shabwa, Yaman. Ekor pesawat yang sama ditemukan di rumah bertingkat 3 di Abbottabad, tempat Osama bersembunyi selama 2 minggu. Sekitar 500 meter dari instalasi militer Pakistan. Lokasi Osama disinyalir ( atau diadudomba ) surat kabar Al-Watan ( Arab Saudi ) dibocorkan oleh wakilnya sendiri, Ayman al-Zawahiri, yang berasal dari Mesir. Pemerintah Pakistan mendapat dana triliunan selama lebih 5 tahun untuk beraliansi dengan AS dalam pemberantasan terorisme. ( Indonesia juga disumbang ). Diduga menyembunyikan Osama, bantuan ini ditinjau kembali. Diberitakan kemudian, Khaled Hathal Abdullah al-Atifi al-Qahtani, petinggi Al Qaeda menyerahkan diri ke Saudi Arabia.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

FPI mengadakan tahlilan untuk Osama. Meminta AS untuk menguburkan Osama di darat secara Islam. Warga Eropa mempermasalahkan cara AS menewaskan Osama. Pemerintah Pakistan protes wilayah kedaulatannya dilanggar AS. Perdebatan seru. Pengalaman Indonesia menangani Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan ( Sulsel ) yang ditembak mati beberapa dekade silam, tak jauh beda. Daripada pusaranya dijadikan simbol perlawanan dan kesumat baru, jenderal M.Jusuf ( panglima kodam Hasanuddin saat itu ) memutuskan jasad Muzakkar tak dikebumikan di darat. Masyarakat Sulsel yang amat religius bisa menerima keputusannya.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Ajaran kedaulatan negara mulai dipakai dan dikembangkan tahun 1648 melalui perjanjian damai Westpalia yang mengakhiri perang 30 tahun di Eropa. Setelah itu, ada norma jus cogen yang tidak membenarkan genosida, kejahatan perang, perbudakan, bajak laut, terorisme, dsb, dibiarkan. Warga dunia ( masyarakat internasional ) bisa intervensi menghentikannya ( saat ini melalui tangan PBB ). Dalam Konvensi Wina dijelaskan, semua perjanjian internasional yang menyalahi prinsip jus cogen batal dengan sendirinya ( dari “Debat Soal Osama bin Laden”- Hamid Awaludin, dubes RI untuk Rusia/ Kompas, 6/5/2011 ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Pertimbangan ini yang mungkin digunakan AS saat memutuskan tak memberitahu Pakistan soal penyerbuan Osama di Abbottabad. Presiden Obama juga hanya memberitahu sedikit orang kepercayaannya tentang operasi Geronimo Style Strikes. Ia tidak takut memilih sendiri bawahan yang benar2 dia percaya untuk melaksanakan kebijakannya. Obama harus yakin semua berjalan baik, tidak banyak diintervensi atau dibocorkan. Berbeda dengan George W. Bush, 60% data intelejen sudah cukup bagi Obama untuk ambil tindakan. Di bawah Barrack Obama, kebijakan luar negeri AS sekarang lebih lunak dan dialogis. Ia mulai berkampanye masa jabatan kedua untuk pilpres tahun depan. Tewasnya Osama, pendiri dan pemimpin Al Qaeda, teroris paling dicari AS, mungkin jadi jualannya.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Mereka memuji pondok pesantren ( ponpes ) Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat. Terbesar di Asia Tenggara. Megah. Panji Gumilang yang diwawancara reporter TV-One berkata : orang2 yang menuduh saya itu cuma cari2 alasan menutup Zaytun. Wajahnya datar. Tak terlihat empati ketika disinggung korban2 NII yang sampai mencuri uang orang tua setelah mengkafirkan mereka ( saya penasaran, apa wajah2 santri yang sedang main bola di dekatnya duduk, juga berwajah datar ?  ). Tak percaya kalau ada korban sampai dihipnotis ( kalangan praktisi menyebutnya hipnosis ). Cuci otak. Panji tak hadir ketika diundang ke JLC. Forum yang didatangi mantan bupati NII yang menerima sisa gaji Rp 70 ribu ( setelah dipotong sekolah anaknya di Zaytun ), setelah menyetor Rp 17 miliar untuk NII. Robert Tantular, terpidana/ mantan direktur Bank Century, mengatakan Abu Ma’arif ( Panji Gumilang ) punya simpanan di bank abal2 itu. Tapi menolak mengkonfirmasi jumlah Rp 250 miliar.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Si bupati tersenyum getir, ia naik sepeda sementara Panji naik mercy dan BMW. Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo, pendiri NII, sudah dieksekusi mati tahun 1962. ( NII sudah mati. Dalam sejarahnya memang ada NII yang diproklamasikan tahun 1949 dan diperjuangkan sampai 1962. Setelah itu NII selesai, kata Panji Gumilang pada wartawan Kompas ).  Namun, anda tahu korban2-nya di media mengindikasikan NII masih eksis hari ini. Jaman Soeharto yang pro-Barat, dimanfaatkan untuk menekan aktivis muslim yang vokal ( kasus pembajakan pesawat Woyla ). Jaman berikutnya, dijadikan lumbung suara pemilu berbagai partai, seperti pesantren lain. ( tahun 2009, anda ingat mereka yang ogah-ogahan datang untuk mencontreng, sehingga pemilu di wilayah tsb harus diulangi ? pakai uang kita/ rakyat  ). Para tamu diperdengarkan lagu Indonesia Raya setiap kali datang. ( apa Panji cs terkekeh ketika tamu pulang ? ). Semua tahu, Jakarta ibukota Indonesia, bukan Indramayu, kata Panji datar ( tak ada ekspresi kebanggaan atau rasa memiliki ). Kamuflase, istilah si bupati.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Bagaimana santrinya ? Di sini, pokoknya the best . Tidak seperti di luar, di sini santri tak kenal rokok dan hape ( handphone ). Di luar, siswa bisa punya 2-3 hape, kata santriwati Zaytun. Menteri Olahraga Zaytun saat dirinya masih santri, menolak mentah2 jika Zaytun dikaitkan dengan NII. Alumni Zaytun protes, terganggu dengan pemberitaan gencar media belakangan ini, yang memojokkan almamater mereka. Zaytun itu santrinya dari mancanegara, bahkan sampai Afrika, bukan cuma Indonesia, kata mereka.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Seorang pengunjung GP & C berkomen, kalau saja ada 10 % orang Indonesia berpikir kritis, Indonesia bisa mengalahkan Amerika dan China. Ligwina Hananto, penulis “Untuk Indonesia yang Kuat”, mengatakan jika saja ada 20 % orang Indonesia bisa mengelola keuangannya dengan baik, mereka bisa jadi kalangan menengah yang mendorong Indonesia menjadi kuat, berdaulat penuh. Agen perubahan. Tak tergantung segelintir orang super kaya ( they just think about themselves ) . Bagaimana jika 30 % anggota NII undercover ini tak terlacak si mantan menteri olahraga Zaytun ? ( namanya juga menyamar. Mereka menyuruh anak membohongi orang tuanya. Enteng juga, tentu, membohongi si mantan menteri olahraga atau para tamu yang berkunjung ke Zaytun dari jaman Megawati sampai SBY. Di luar NII ( gadungan ) dianggap kafir. Harta curian dari non NII dan kebohongan untuk mereka, dianggap halal.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Mungkinkah 70% santri Zaytun yang bukan ‘agen ganda’ NII dimanfaatkan sebagai humas ‘Zaytun is the best ’ ? ( apakah nanti warga NKRI yang merokok atau punya hape dianggap nggak level ? jika Taliban, kata seorang diplomat, mencabut kuku wanita yang berkuteks, memotong tangan yang usil, meledakkan heritage Budha, bagaimana nasib warga NKRI ( Islam diluar kelompok mereka ) yang mereka kafirkan ? Bagaimana nasib warga RI yang beragama Katolik, Kristen, Budha dan Hindu ? Bagaimana nasib warga asing yang berwisata ke Indonesia ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Staf puslitbang sebuah ormas Islam ( duduk di sebelah si mantan menteri olahraga Zaytun ) menyimpulkan 3 hal : salah satunya, Panji Gumilang mantan gubernur di KW 9, menerima estafet kepemimpinan NII dari Adah Djaelani tahun 1992. Pengecek harus mengikuti irama kehidupan di Zaytun sedikitnya 24 jam setahun penuh untuk bisa mengendus siklus aslinya. Masuk pendidikan di Zaytun dengan fasilitas semewah itu cukup dengan satu sapi sampai lulus. Pengalaman si bupati, tamu diajak bertemu santri kelas 1 dan 2. Padahal, kelas 3-nya yang mulai menyimpang. Jadi, ada golongan yang diperah ( pelajar, mahasiswa yang baru direkrut ) dan yang menikmati perahan itu ( seperti si mantan menteri olahraga yang tak tahu ‘kyai’ mereka adalah presiden NII ? Saya ragu, apa dia kapabel masuk kabinet NKRI dengan pemahaman dan usaha segitu . Apalagi menghadapi Amerika, bahkan ‘hanya’ perompak Somalia. Orang yang memilih dia jadi menteri olahraga, juga saya ragukan bisa menghadapi  ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Indonesia bakal dianggap negara gagal, seperti halnya Somalia, Pakistan dan Yaman. Pemerintah dianggap gagal mengatasi teroris ( seperti Yaman ) atau bahkan dituduh menyembunyikan para radikal ( seperti Pakistan ) yang selama ini membahayakan kepentingan AS di dalam dan di luar Amerika. 70 % mereka yang berlatih di kamp bekas GAM di Aceh adalah alumni NII. Hambali, mantan anggota JI yang di tahan AS, penyuplai dana bom Bali dari Osama, juga alumni NII. Muhammad Syarif, pelaku bom bunuh diri di mesjid Adz-Dzikro di wilayah kepolisian resor kota Cirebon kemarin, sebelumnya anggota NII.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

“Dulu teknis, pola, dan metode DI/TII adalah bergerilya di hutan dan gunung,sekarang malah masuk ke perkotaan, jantungnya, dan sangat mengkhawatirkan. Ini sudah makar,” kata mantan kepala Bais, Letjen ( Purn ) Ari Sudewo. “Presiden Yudhoyono harap ada empati dengan orang2 tua yang kehilangan anaknya sehingga segera menuntaskan masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun ini,” kata Kamarudin, direktur kemahasiswaan UI. “Saya ke Polri, Komnas HAM, BIN, Bais, Kemhan, MUI, Departemen Agama, akhirnya hanya dilempar-lempar saja,” kata Sukanto, mantan aktivis NII tahun 1996-2001. Imam Supriyanto melaporkan pengurus Yayasan Pesantren Indonesia, Panji Gumilang ke Polri. Diduga terjadi pemalsuan dokumen akta pendirian yayasan. Nama Imam sebagai pendiri juga sudah diubah atau dihilangkan. Mustafa Kamal Singadirata, kuasa hukum Imam, akan meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK ) untuk melindungi kliennya, juga saksi2 lain yang akan memberi keterangan dan perlu mendapat perlindungan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Boy Rafli Amar, kabag Penerangan Umum Polri mengatakan Badan Reserse Kriminal ( Bareskrim ) Polri telah menerima laporan dugaan kasus pemalsuan akta pendirian yayasan terkait Negara Islam Indonesia ( NII ). Todung Praktisi hukum Mulya Lubis, meminta pemerintah bersikap tegas, terutama keberadaan anggota NII di birokrasi. Herry Suhardiyanto, rektor IPB, meminta dosen membangun kehidupan mahasiswa yang aktif dan positif. Bazri Zain, pengajar program pascasarjana UIN Maliki, Malang, mengatakan, pembaruan kurikulum pendidikan Islam diarahkan pada guru agama dan murid jadi solusi deradikalisasi generasi muda. Di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mahasiswa bersama TNI, polisi dan pemkab Banyumas ( 5/5/2011 ) menandatangani deklarasi anti-NII. Polda Jateng dan perguruan tinggi kini tengah merumuskan lembaga yang membangun ketahanan mahasiswa.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Johny Cahyono, ketua Tim Investigasi Pusat Krisis Negara Islam Indonesia ( NII Crisis Center), mantan anggota NII 2009-2010 mengatakan, solusi persoalan NII adalah kemauan politik dari pemerintah untuk membubarkan NII dan perangkat NII yang ada selama ini. Al-Zaytun juga ditutup, yang diduga terlibat pun ditangkap. Masalah NII sudah menjadi persoalan bangsa, bukan cuma umat Islam. Korban sudah banyak berjatuhan. Pemerintah bisa mengeluarkan perppu untuk membubarkan NII dan perangkatnya, kata Johny. Sukanto yang juga ketua NII Crisis Center mengakui, secara ideologi, anggota NII diajak untuk bersikap anti-NKRI. NKRI bertentangan dengan NII. Dianggap tak bisa berubah, sehingga orang harus hijrah menjadi anggota NII. Setelah menjadi anggota NII, orang didesak mencari dana dan merekrut anggota baru. Seperti kanker ganas, jaringan sel terus bertambah sampai sulit dihitung. Uang dikumpulkan dari tingkat kepala desa, camat, bupati sampai provinsi. Untuk wilayah Jakarta, uang yang terkumpul bisa mencapai Rp 10 miliar perbulan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Arsyaad Mbai, kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) menegaskan, kematian Osama tidak otomatis menghentikan ancaman terorisme di Indonesia ( banyak alumni NII ). Tidak semua jaringan teroris secara langsung terkait Al Qaeda. Selama ini fatwa2 Osama menjadi referensi bagi jaringan teroris lain. Seperti Pepi Fernando, pelaku rencana bom di saluran pipa gas Gading Serpong, Tangerang Selatan, yang tak berhubungan dengan Al Qaeda.”Target mereka siapa saja dan kelompok mana saja yang dianggap menghambat pencapaian tujuan mereka, entah itu Barat atau domestik. Sebelum menargetkan kepentingan Barat, kelompok teror ini kan menjadikan Negara Kesatuan RI sebagai target utama mereka,” ujar Mbai.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Negara lain sudah mengerahkan militer untuk menghadapi teroris. Sedang Indonesia, dengan bom semeriah itu, civil society  kita masih bisa mengatasi. Selalu tertangkap. Densus 88 Anti Teror dari kepolisian RI di garis depan. Terima kasih untuk Densus dan Polri. Tinggal ulama bersatu padu menertibkan dakwah yang menganjurkan kekerasan, anti toleransi ( atau toleransi berlebihan. Sesuatu yang berlebihan tidak baik ). Rakyat diberdayakan menjadi mata dan telinga aparat dalam memberantas radikalisme. Guru mengajarkan toleransi sewajarnya pada siswa ( dalam hal kemanusiaan, kemiskinan, bencana, kita harus tetap bergandengan dengan warga non muslim. Masih sama2 manusia, kan ?  ). Warisan para founding father kita yang berhasil merekatkan lebih 40 kerajaan dan lebih 600 suku bangsa di Indonesia ( dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI ) harus terus dihidupkan di dada warga Indonesia.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Berseliweran running text : tahun 2015, ekonomi Indonesia bisa masuk 10 besar dunia. Jepang akan merelokasi industrinya ke Indonesia. Myanmar ( dulu Birma ) ingin belajar demokrasi dari Indonesia. Uni Eropa ikut Pertemuan Puncak Bisnis ASEAN di Jakarta. Justin Bieber sukses show di Jakarta. Kabarnya, Justin Timberlake akan menyusul datang. Lalu, di atas running text saya lihat Tina dan para nara sumber keplok tangan pada Kombes Boy Rafli Amar ( sebelumnya membawa Briptu Norman keliling stasiun TV dengan “Caiya caiya”- Shahrukh Kahn-nya yang menghibur ). Maklum, bom seberat ratusan kilo berhasil dilumpuhkan sebelum acara Jumat Agung di gereja Christ Cathedral, Tangerang Selatan. ( jika pemerintah mau serius, kita bisa menghentikan teror, kok   ). Sepanjang nonton TV, saya belum pernah melihat adegan pers dan masyarakat memberi aplaus tepuk tangan, kompak, meriah dan cair seperti itu, pada polisi. Kita harap Polri di bawah Kapolri Timoer Pradopo jauh lebih baik dari BHD. Rasanya baru di Indonesia, ada yang begitu. Sukar dilukiskan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Apa hasilnya ? Polisi terlihat lebih bersemangat. Kompak berenang menyelami sungai keruh Kali Soka, Plumbon, Kabupaten Cirebon,  untuk menyakinkan kita ( rakyat ) dan pengamat asing ( termasuk AS ) bahwa Indonesia masih mampu mengatasi terorisme. 6 bom pipa rakitan mirip di mesjid Adz-Dzikro ditemukan di dasar sungai. 6000 polisi dikerahkan menjaga KTT-ASEAN akhir pekan ini. Mereka, para polisi muda kita, juga yang tergabung di Densus berusaha men- cover peta merah dari Sabang Merauke tadi. Agar Indonesia tak sampai diobok-obok seperti Afganistan, Irak, Pakistan dan Yaman. Apa mereka berpikir seperti yang saya pikirkan tentang hal ini ? Apakah mereka masih mampu jika NII ( gadungan, sempalan Kartosuwiryo yang diajalnya baru sadar bahwa selama ini ijtihad -nya salah. Bahwa NKRI yang terbaik untuk Indonesia, pesannya pada Sarjono, putranya  ) dibiarkan ? ( kita tidak seperti pemerintah Pakistan, kan ? memelihara Osama agar dapat sumbangan AS ? )

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Indonesia menjadi negara Islam ? ( pihak Barat malah sudah duluan mencap kita demikian ). Betapa ingin menjalankan syariat Islam di tanah air. Sebagian diri ini juga tak menampiknya. Kekhalifahan Islam terbukti lebih lama dan adil mengayomi rakyat berbagai negeri. Ribuan tahun. Dibanding kapitalisme, liberalisme, pasar bebas yang sedang dijalani mayoritas negara dewasa ini. Sebagian mulai tercekik. ( anda bayangkan, gudang penuh makanan lebih cepat dikuras oleh pemilik truk daripada pemilik kantong keresek. Yang tak punya akses dan modal, jelas tak kebagian makanan. Hanya bisa gigit jari sampai mati kelaparan ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Islam diturunkan untuk menyempurnakan agama sebelumnya. Telah Ku-sempurnakan agama untukmu, firman Allah. Namun, betapa sulitnya kita mengabarkan agama Allah ini ( tidakkah mereka ingin surga juga ? mampukah mereka menganalisa kebenaran Islam ? ). Kita hanya berusaha taat menjalankan perintah-Nya yang disampaikan dalam Al-Qur’an. Namun, betapa besar perlawanan yang kita hadapi ketika berusaha menghentikan perusakan agama kita di rumah sendiri ( dan negara ). Begitu berbahayakah kita ? ( Betulkah Barat ketakutan jika muslim sudah memegang teguh Al-Qur’an ? Seperti para sahabat Rasul, yang segarang singa di siang hari, sesenggukan seperti pertapa di malam hari ( sholat ). 17 Ramadhan 2 H di Badar, 300 muslim dipimpin Rasulullah mengalahkan 1.000 orang tentara musyrikin Mekah. Ada tentara malaikat yang tak terlihat, membantu diam2. Ramadhan 92 H, Tariq Ziyad memimpin  12.000 muslim bertempur ( dan menang ) melawan 90.000  tentara yang dipimpin Raja Frederick ( Spanyol ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

NII dibuat seperti ini ( gadungan ), agar orang Indonesia kapok mendirikan negara Islam, kata mantan NII yang tobat. Khalifahnya berkelakuan seperti Panji Gumilang. Kaum muda dibikin jera dan trauma berurusan dengan ‘negara Islam’. Duit dikuras, masa depan dihancurkan ( sekolah, kuliah putus di tengah jalan ), hubungan dengan orang tua, saudara dan sahabat dirusak. Indonesia dihajar dengan rentetan bom, rekamannya ditawarkan ke TV asing untuk disiarkan ke seluruh dunia. Masjid dan gereja diledakkan. Hanya mereka, anggota NII yang boleh hidup. Lainnya, kafir dan harus dihancurkan. Seperti kaum Khawarij yang membunuh khalifah Ali bin Abi Thalib, menantu Rasulullah. Seperti Taliban yang mengkafirkan muslim di luar kelompok mereka, kata mantan JI yang tobat.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

( asal dia selamat, dia dapat kerja, nama almamater dan dia sebagai alumninya tidak diusik pemberitaan miring di media. Persetan dengan korban NII yang malu kembali pada orang tua setelah menguras duit dan mengkafirkan mereka. Sebagian gila dan hilang ingatan. Mereka yang tidak narkoba dan nggak doyan dugem ini dicabut dari keluarga dan masa depannya. Calon2 penerus bangsa, pemegang tongkat estasfet di berbagai bidang. ‘Mati’ sebelum berkembang. Berapa banyak kekosongan yang mereka tinggalkan yang sanggup ditanggung bangsa ini ke depan jika NII gadungan terus dibiarkan ? ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Bak bahtera perkawinan, antar pasangan jika sudah berbeda prinsip dan orientasi, yang ada hanya pertengkaran dan perpisahan. Anda bayangkan, satu orang berjalan ke kanan dan terus meng- upgrade diri, yang lain tetap di tempat/ comfort zone , tak ikut meng- upgrade , enggan menyelaraskan irama pasangan. Tentu, ia akan ketinggalan, tak lagi memikat, ngobrol jadi tak nyambung , sementara di luar sana ‘pesaing’ membludak. Kereta api, jika satu berjalan lempeng, yang lain ke kanan, sudah beda rel. Pisah. Harus ada visi dan misi bersama, jika ingin bertahan. Plus ciptakan kegiatan bersama yang disukai dan rutin dilakukan tiap pekan agar keharmonisan perkawinan/ keluarga bisa dipertahankan. Dalam skup negara, saya berharap prestasi timnas sepakbola kita bisa menjadi pengalaman bersama dan bersatu antar sesama komponen bangsa.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kita dengar cerita para mualaf ( orang yang baru masuk Islam ) mendapat hidayah. Ada yang mendengar kumandang azan, tergerak, dan menjadi Islam. Mendengar alunan merdu pembacaan Al-Qur’an, tak terasa menitikkan air mata, lalu menjadi Islam. Melihat kita berwudhu, menjadi Islam. Melihat kita sholat kusyu’, menjadi Islam. Membaca arti surat Al-Ikhlas ( Qur’an, surat ke-112 ) menjadi Islam. Dst. Saya sendiri menjadi Islam ( tak sekedar Islam KTP ) sejak menulis Astagfirullah di kertas yang menyebabkan tulisan orang kerasukan jin menjadi garis ( sebelumnya lancar menulis kalimat demi kalimat di kertas yang sama ). Tak ada bom yang memaksa saya sholat 5 waktu. Kalau Allah mau, semua manusia di bumi Dia Islam-kan dengan mudah. Kun fayakun . Dalam satu tiupan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kadang saya terpikir, Allah tidak ( belum ) meng-Islamkan semua warga Indonesia, agar kita ( muslim ) terus meng- upgrade diri. Siapa yang paling tahu kekurangan kita selain rival kita ? Kita ‘butuh’ mereka untuk memacu diri. Seperti hiu di kapal ikan Jepang. Ikan dikondisikan terus bergerak agar tetap fresh , prima, di kondisi puncak. Kita perlu Amerika ( uuw.. ) untuk memacu ke kondisi puncak, memaksimalkan seluruh potensi kita. Kalau dulu muslim tidak terlena dengan keberhasilan yang dicapai selama lebih seribu tahun dan menjadi tumpul, muslim tidak akan terpuruk di PD I dan II. Palestina takkan jatuh ke tangan Inggris. Israel takkan dicangkokkan di situ. Kita tak berurusan dengan rentetan bom yang tidak ramah pada sektor pariwisata kita.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Di satu sisi, sepertinya kita dan Amerika menghadapi ancaman yang sama. Keturunan kaum Khawarij/ Haruriah/ Syurah ( mayoritas suku badui Arab pendukung Ali Bin Abi Thalib, yang juga membunuhnya karena tidak puas pada 24 Januari 661 M ). Mereka seperti mengobarkan teror sampai seisi bumi bergabung dengan mereka, karena ( klaim ) mereka yang memonopoli surga. ( ekstremis Yahudi/ zionis juga melakukan hal yang sama ). Di sisi lain, ektremis Kristen juga bergerilya di belakang kita sampai mayoritas warga Indonesia menjadi Kristen tahun 2020. Apa anda sudah merasa berjalan di titian rambut dibelah tujuh ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Tayangan media tentang Osama bin Laden pasca berita kematiannya ( di internet, remaja 13-17 tahun banyak men- search sosok Osama yang begitu dicari Amerika, menjadi ikon perlawanan terhadap arogansi AS ), mengesankan pada saya tentang kegetiran hidupnya. Ghirah Islam Osama, keturunan kaya ( keluarga kontraktor pembangun mesjid al-Haram, Mekah, Saudi Arabia ) membawanya ke Afganistan untuk membantu Taliban mengusir Uni Soviet. ( belajar membuat bom pada CIA, dinas rahasia Amerika ). Apa yang diperolehnya setelah membela Islam ? Namanya dikaitkan dengan pengeboman menara WTC yang menewaskan lebih 3000 orang Amerika ( 9/11/2001, sering disebut peristiwa nine eleven ). Dicatut Bush untuk mengobrak-abrik Irak ( negeri mayoritas muslim kaya minyak  ) menewaskan lebih 100.000 orang Irak ( Maret 2003 ). Setelah itu banyak negara diminta bersiaga membendung pengaruh Al Qaeda, pimpinan Osama. Perang terhadap terorisme pimpinan AS pun dikobarkan.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kuwait diserang ( tahun 1991 ) oleh Saddam Husein, presiden boneka AS di Irak. Saudi Arabia yang diincar Saddam berikutnya, malah minta bantuan Amerika untuk mengusir Saddam. Bukannya Osama yang lebih dulu menawarkan diri untuk membela tanah airnya. Saudi Arabia, rumah bagi keluarga Osama bin Laden. Pukulan berikutnya, status kewarganegaraan (  Saudi Arabia ) Osama dicabut tahun 1994. Manusia tanpa kewarganegaraan ini, terpaksa bersembunyi dari gua ke gua lain, menghindari rudal AS. Ketika AS mengancam menyemprot gas beracun ke gua2 tsb, Osama pindah ke Pakistan. Rumah besar dekat West Point-nya Pakistan, menjadi tempatnya menghembuskan nafas terakhir. ( Pengamat Timur Tengah mewanti-wanti pers agar menyebut Osama telah syahid, sesuai 2 jalan yang didambakan para mujahid. Agar Indonesia tidak memerah lagi oleh teror ). Saya yang ‘menghabiskan diri’ selama 9 tahun di keluarga pasca wafatnya ayah, bisa merasakan kegetiran Osama ( juga Antasari ). Benar, Osama memang ikon nan kharismatik.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Saya berharap penerus Osama lebih toleran dan sabar. Agama mengajarkan sabar dan sholat. Konfigurasi otak manusia ciptaan-Nya tidak sama. Ada yang serabut neuronnya lebih rapat di kiri ( sekuler ), ada yang lebih rapat di kanan ( spiritual ). Tidak adil jika, dengan otak condong sekuler, kesulitan mencerna kejadian  spiritual ( peristiwa Isra’ Mi’raj, misalnya ) atau konsep spiritual ( agama, ideologi ), alias masih menampik Islam ( atau Islam versi kalian ), lalu dicap kafir dan dimusnahkan. Islam, agama yang adil. Lebih siip , jika muslim memikat dengan Islam-nya yang sejuk, tidak mengancam. Mereka akan datang sendiri dengan rela. Kita harus sabar. Sesabar Super Nanny mengajari parenthing . Mengajari anak tidur di boks bobo -nya, bisa puluhan kali bolak balik kamar tidur sampai si balita mau tetap di boksnya. Every single night .

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Sesabar petinggi PKS mengajari anak meletakkan barang pada tempatnya. Sampai ratusan kali. Tanpa makian, tanpa bom. Sesabar psikolog mendekati anak korban KDRT. Berbulan-bulan berjongkok di samping korban di bawah meja, sampai ia mau bicara. Sebuah perilaku menjadi kebiasaan, setelah 5 kali diulang ( otak bekerja di tingkat tetra ), 50 kali diulang ( tingkat alfa ), 500 kali diulang ( tingkat beta ). Saya juga tidak melihat Osama hitam putih, seperti kebiasaan orang eksakta ( Osama ). Saya juga studi bidang2 eksakta. Namun, saya menambahnya dengan melukis untuk mengasah otak kanan, sekaligus menjinakkan emosi saya yang didera kegetiran masa kecil. Belakangan, saya baru sadar, Allah memberi pengalaman tsb agar saya bisa menulis sampai menggugah hati, dan survive . Seorang penulis mendadak buta setelah sibuk keliling Asia ( bahasa menggunakan otak kiri  ). Seorang profesor otak terkena stroke tak bisa bicara setelah memforsir otak kiri. Baru bisa pulih setelah belajar seni patri berbulan-bulan kemudian ( gambar menggunakan otak kanan ).

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Apa Amerika perlu dilihat tidak hitam putih juga ? Ketika melukis, warna tidak hanya hitam putih. Ada abu-abu, nuansanya, warna pelangi, warna primer, sekunder, tersier dan percampuran di antaranya sampai kehabisan nama. Ada pelbagai serat kanvas dan ketebalan cat dasar, yang menghasilkan tekstur dan karakter berbeda pada lukisan. Kita belum bicara beragam jenis kuas, minyak, cat dan kualitasnya yang juga berpengaruh pada hasil karya, lho . Seperti lukisan, peristiwa2 yang terjadi di dunia memiliki berbagai variabel yang menghasilkan output berbeda. Kita butuh banyak pengetahuan, pengalaman dan wawasan untuk menganalisa dan menyimpulkan perilaku dan peristiwa. Bahwa hitam itu tidak persis hitam, ada kelabunya sedikit. Atau malah ternyata putih yang tersamar kelabu bahkan hitam, karena intervensi pihak lain ( propaganda, fitnah ). Celakalah, jika yang putih ini dibom tanpa ba-bi-bu ( riset akurat ). Panasnya api neraka melambai-lambai di liang kubur mengundang cepat masuk.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Di Amerika, ada Oprah Winfrey  yang memberdayakan kaum berwarna, terpinggirkan di negerinya, juga Afrika. Ada pemuda yang menggiatkan minyak nabati untuk kendaraan agar negerinya mengurangi ketergantungan pada minyak Timur Tengah ( menghentikan perang ). Ada petinggi perusahaan transnasional yang memilih berhenti kerja dan pergi ke dusun2 miskin di luar Amerika untuk menyumbang buku dan mendirikan perpustakaan, setelah beradu pandang dengan bocah lusuh yang tak dikenalnya. Mereka yang berusaha berinteraksi, mengulurkan tali humanis dengan orang2 di luar ‘dunia’ mereka, apakah tak berarti untuk anda ? Apakah anda ingin dianggap tak berarti, ketika menggapai-gapai minta tolong di kubangan pasir isap ketidakpedulian sebagian besar rakyat negeri anda ? ( yang akan menenggelamkan seluruh negara anda ). Anda tega meledakkan semuanya, termasuk pada humanis Amerika yang lahir dari ibu non muslim, dibesarkan secara non muslim, di lingkungan non muslim ? ( tak mendapat hidayah Islam ). Mereka tak  minta dilahirkan di Amerika ( lingkungan non muslim ). Jika anda bertukar tempat dengannya, anda mau diledakkan ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Syamsul Arifin, guru besar studi filsafat dan Islam Universitas Muhammadiyah mengatakan, ideologi Islam radikal tumbuh sebagai jawaban atas defisit kekuatan dunia Islam pada geopolitik dunia. Susunan ideologi yang membuat Osama menarik simpati generasi muda untuk dilatih paham radikal. Proses radikalisasi berakar pada kondisi sosial, politik dan ekonomi masyarakat muslim dunia yang selama sekian dekade melemah dan bertambah miskin akibat ketidakadilan distribusi kesejahteraan global. Kekecewaan menyulut radikalisme melalui metode perjuangan Osama. Negara2 maju terutama AS harus mengembangkan cara untuk introspeksi diri. Kebijakan politik luar negeri mereka selama ini kerap menimbulkan kekecewaan sekaligus kebencian dari kelompok miskin di dunia Islam. Kondisi kesetaraan, keamanan dan kedamaian harus disokong AS dan Eropa jika ingin mengikis akar terorisme, demi terciptanya dunia yang lebih aman.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Saya pikir, dengan tidak menghabiskan pendapatan negara untuk anggaran pertahanan, AS  akan punya dana untuk mensejahterakan seluruh rakyatnya. ( pasukan AS di Afganistan, Irak, dll, segera ditarik pulang ke AS ). Amerika juga jangan ketinggalan ekonominya sampai gelap mata dan memulai perang dunia atau pembunuhan massal untuk menjual stok senjata canggihnya. Biarlah, jika Amerika sudah kadung ekspert di bidang militer oleh pengalaman PD II. Saya juga pernah beberapa kali berfungsi sebagai ‘pemadam kebakaran’ pada situasi yang hampir merenggut nyawa orang. Sinyal sedikit saja membuat saya bergerak mengantisipasi. Sehingga terkesan ikut campur dan disalahartikan. Warga dunia melalui PBB bisa minta bantuan ( menggunakan keahlian ) Amerika pada saat dibutuhkan. Allah juga tersenyum ridho jika AS bisa seperti ini. Rasanya, kita tak perlu sampai meledakkan nuklir masing2 untuk sadar bahwa perang itu merugikan manusia dan alam. Sayangi bumi kita satu-satunya ini. Jangan sampai tercemar radiasi nuklir dan kebencian hingga manusia tak lagi bisa mendiaminya. Mau tinggal di mana kita ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Peristiwa lain : rombongan anggota Komisi 8 DPR RI datang ke gedung parlemen Australia di Canberra ( 29/4/2011 ), bertemu sejumlah pejabat dan mengunjungi masyarakat miskin. Nyatanya tidak persis demikian dan dianggap menghambur-hamburkan uang. Bahkan, beberapa tak tahu alamat e-mail resmi Komisi 8 ketika ditanya Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia ( PPIA, http ://ppi-australia.org ). Kejadian ini kontan menghebohkan sejumlah forum diskusi dunia maya, dari media massa online, Kaskus, Twitter, Facebook, milis dan grup pengguna Blackberry. Sekaligus mencetuskan tuntutan rakyat agar kunjungan kerja DPR ke luar negeri dikaji ulang.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Memang, kalau dipikir-pikir perbuatan anggota DPR seperti itu tidak match dengan usaha Indonesia beringsut menjadi pemain global. Warga kita di luar negeri merasa lebih Indonesia dari orang Indonesia pada umumnya. Kehadiran anggota DPR yang kapabel merepresentasikan kebanggaan mereka sebagai orang Indonesia. Kalau wakil rakyat itu cakap, siap, menyakinkan, kan enak ceritanya ke temen 2 kalian di Australia. Kalian ( pelajar ) tambah semangat dan bersungguh-sungguh belajar untuk kemajuan Indonesia. Setuju ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Lalu, ada berita dari Wikileaks : data pengguna Facebook bisa digunakan pihak ketiga untuk kepentingan tertentu tanpa sepengetahuan pemilik akun. Saya juga kuatir jika KTP elektronik yang sedianya dimulai Agustus 2011, digunakan pihak asing dan kaki tangannya sampai melanggar privacy kita dan kedaulatan negara. Bayangkan, satu kartu bisa digunakan macam2 ( ATM, kartu pelajar/ mahasiswa, SIM, asuransi, jaminan kesehatan, paspor, dll ). Sekali kita difitnah atau dicap enemy of the state , kartu kita bisa diblokir. Bisa ikutan makan rumput, kita.  Seperti sapi, sebelum akhirnya masuk kotak. Alias, tamat riwayatmu.

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Kesimpulannya, Somalia bagaimana ? Banyak uang diperlukan untuk menyelesaikannya. Untuk memutuskan rantai sindikat internasional dan suplai senjata. Jika Barat yang memulai, mereka jugalah yang seharusnya menyelesaikan, terutama dalam soal pendanaan, juga untuk memulihkan tanah dan perairan Somalia, agar selanjutnya penduduk mencari nafkah secara halal. Pasukan dari negara2 muslim bisa dikerahkan untuk mengumpulkan senjata para warlord dan memastikan gencatan senjata permanen dilaksanakan. Adakan pemilu jurdil yang menyakinkan seluruh rakyat Somalia bahwa pemimpin cakap dipilih mayoritas secara sah. Legitimated. Ayo, siapa bersedia memulai kerja besar ini ?

seperti di kutip dari https://anisavitri.wordpress.com

Soal negara Islam, saya pikir bisa disiasati dengan mempelajari Al Qu’ran, terjemah dan tasfirnya dengan benar. Jika mayoritas warga Indonesia paham bahkan hafal Qur’an, siapa tahu presiden kita berikutnya pun paham dan hafal Qur’an. Bukan simbol ( negara Islam ) semata yang kita perlukan. Lebih penting adalah penerapannya yang adil bijaksana. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila sudah memuat nilai2 Islam dan esensi agama2 yang diakui di Indonesia. Dalam sejarah, Islam-lah yang paling mengakomodir agama lain. Masa Nabi Muhammad, para Khalifau’rasyidin, dan Salahuddin Al-Ayyubi, gereja tidak diusik, juga penganut Yahudi dan Kristen ( ajaran Nabi Musa, Nabi Isa  ) yang menjalankan agamanya dengan benar. Kita ( muslim ) harus menyakinkan warga RI non muslim bahwa kita tidak membahayakan mereka, agar kita sama2 bisa membangun negeri besar ini dengan rukun, kompak dan penuh semangat. Apakah ini kerja besar juga ? Semoga, kita bisa mewujudkan keduanya. Somalia aman. Indonesia damai. Top markotop.


Baca juga :

(1) Baik secara kelompok atau organisasi maupun individual, masyarakat secara spontan mengumpulkan bantuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang kena musibah. (2) Hal itu terlihat sejak tsunami di Aceh dan serangkaian bencana alam lainnya di Indonesia. (3) Bahkan membantu korban banjir lumpur panas Lapindo Brantas di Porong-Sidoarjo, Jawa Timur. (4) Walaupun banjir lumpur itu akibat ulah manusia, tetap mengundang rasa kemanusiaan. (5) Kepedulian masyarakat secara spontan itu merupakan perwujudan rasa simpati dan empati terhadap sesamanya.

seperti di kutip dari https://krisperlindunganlaowo.wordpress.com

“Jadi, kita akan kuburkan dia di Sirnagara?” katanya pelan-pelan, setengah ditujukan kepada dirinya sendiri. Soleha tidak bisa menjawab. Ia mau berpikir panjang. Ia mau mengatakannya, tapi ia segera ingat pada yang lain.” Tapi, kita sudah kawinkan dia. Dan sekarang dia sudah jadi istri Sumarto. Apa yang akan dikatakan oleh Sumarto?” Pikirannya makin tidak enak kalau mengingat soal itu. Ia memang sudah keberatan ketika suami Soleha dipanggil orang dari kampung sawah untuk mengobati Pak Murad. Sebagai mantri kesehatan di sekitar itu memang tak ada dokter. Suami Soleha sering diminta pertolongan. Namun, ia tahu betul Pak Murad ayah Murni. Murni sekarang menjanda karena suaminya meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murni ketika masih bujang dan gadis. Mereka tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murni dipaksa kawin.

seperti di kutip dari https://krisperlindunganlaowo.wordpress.com

Aku pikir aku telah tertidur beberapa jam karena pengaruh sampanye dan letusan-letusan bisu dalam film itu. Lalu ketika aku terbangun, kepalaku merasa terguncang-guncang. Aku pergi ke kamar mandi. Dua dari tempat duduk di belakangku diduduki wanita tua dengan sebelas kopor berbaring dengan posisi yang tidak sangat karuan. Seperti mayat yang terlupakan di medan perang. Kaca mata bacanya dengan rantai manik-manik beradu di atas lantai dan sesaat aku menikmati kedengkianku untuk tidak mengambilnya.


Baca juga :

Pengelolaan air tanah berdasarkan pada cekungan air tanah, yang   diselenggarakan dengan berlandaskan pada kebijakan pengelolaan   air tanah, dan strategi pengelolaan air tanah. Kebijakan pengelolaan   air tanah disusun dan ditetapkan secara terintegrasi dalam kebijakan   pengelolaan sumber daya air baik di tingkat nasional, provinsi,   maupun kabupaten/kota oleh wadah koordinasi pengelolaan sumber   daya air. Kebijakan pengelolaan air tanah selanjutnya dijabarkan   lebih lanjut dalam kebijakan teknis pengelolaan air tanah yang   disusun dan ditetapkan oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota   sebagai arahan dalam teknis pengelolaan air tanah meliputi kegiatan   konservasi, pendayagunaan, pengendalian daya rusak dan sistem informasi air tanah.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Pengaturan pengelolaan air tanah diarahkan untuk mewujudkan   keseimbangan antara upaya konservasi dan pendayagunaan air   tanah. Pelaksanaan kegiatan tersebut secara teknis perlu disesuaikan   dengan perilaku air tanah yang meliputi keterdapatan, penyebaran, potensi mencakup kuantitas dan kualitas air tanah serta lingkungan   air tanah. Namun karena keberadaannya dalam batuan yang   pembentukannya erat kaitannya dengan proses geologi, maka dalam   pengelolaan air tanah diperlukan pengaturan yang mendasarkan pada kaidah-kaidah geologi dan hidrogeologi.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Pada dasarnya air tanah tidak mempunyai potensi merusak   sebagaimana pada air permukaan, namun, daya rusak air tanah akan muncul apabila kondisi dan lingkungan air tanah terganggu,   baik akibat pengambilan air tanah yang melebihi daya dukungnya,   pencemaran, maupun akibat kegiatan alam. Mengingat air tanah   berada di bawah permukaan tanah maka kerusakan yang terjadi   pada air tanah tidak terlihat secara langsung, sehingga apabila   dieksploitasi tidak terkendali dapat mengakibatkan dampak negatif yang luas, sehingga rehabilitasi atau pemulihannya sulit dilakukan.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Pengaturan perizinan air tanah diarahkan untuk menata penerapan   hak guna air dari pemanfaatan air tanah. Pada prinsipnya izin di   bidang air tanah berfungsi sebagai legalisasi atas kepemilikan hak guna air dari pemanfaatan air tanah dan sebagai alat pengendali   dalam penggunaan air tanah. Hak guna pakai air dari pemanfaatan   air tanah, sepanjang untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari   bagi perseorangan atau bagi pertanian rakyat berdasarkan   persyaratan tertentu, diperoleh tanpa izin. Hak guna pakai air yang   pemanfaatan air tanahnya dilakukan dengan cara mengebor,   menggali air tanah atau penggunaannya mengubah kondisi dan   lingkungan air tanah dan dalam jumlah besar, diperoleh harus   dengan izin. Demikian pula dengan hak guna usaha air dari pemanfaatan air tanah harus diperoleh dengan izin.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Dalam perizinan air tanah diterapkan rekomendasi teknis untuk   menata penggunaannya sebagai upaya konservasi air tanah   berdasarkan kondisi dan lingkungan air tanah pada zona konservasi   air tanah. Rekomendasi teknis merupakan persyaratan teknis yang   bersifat mengikat yang diberikan kepada bupati/walikota dalam   menerbitkan izin pemakaian air tanah atau izin pengusahaan air   tanah. Izin yang diterbitkan pada cekungan air tanah dalam satu   kabupaten/kota harus memperoleh rekomendasi teknis dari instansi   setempat yang berwenang.Izin yang diterbitkan pada cekungan air  tanah lintas kabupaten/kota   harus memperoleh rekomendasi teknis dari gubernur. Izin yang   diterbitkan pada cekungan air tanah lintas provinsi atau lintas negara harus memperoleh rekomendasi teknis dari Menteri.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Pengaturan sistem informasi air tanah ditujukan untuk menyimpan,   mengolah, menyediakan, dan menyebarluaskan data dan informasi   air tanah dalam upaya mendukung pengelolaan air tanah. Data dan informasi tersebut terdiri atas konfigurasi cekungan air tanah,   hidrogeologi, potensi air tanah, konservasi air tanah, pendayagunaan   air tanah, kondisi dan lingkungan air tanah, pengendalian dan   pengawasan air tanah, kebijakan dan pengaturan di bidang air tanah,   dan kegiatan sosial ekonomi budaya masyarakat yang terkait dengan   air tanah. Data dan informasi tersebut diperoleh dari kegiatan   inventarisasi, baik melalui pemetaan, penyelidikan, penelitian, eksplorasi, maupun evaluasi data.


Baca juga :

Ahmadiyah sudah ada di Nusantara sejak tahun 1920 an. Meskipun tidak plek sama dengan Islam Sunni maupun Syiah, ya selama masa itu sampai paska Suharto lengser keprabon, kaum Ahmadiyah ini aman2 saja. Perbedaan dulu cuma diperdebatkan ,didiskusikan saja, TANPA konflik fisik… Belakangan ini lain. Mereka ,kita tahu, digebuki, mesjid dan rumah2 mereka dibakar di beberapa tempat di Nusantara. Kekerasan pada siapa saja, setahu saya, tidak dibolehkan dinegara yang ber PERIKEMANUSIAAN ini.Hukum saja tidak membolehkan, apalagi … Tuhan.

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Re hak asasi manusia : Memang selalu menurut … manusia. Itu karena kita hidup di dunia. Kalau kita hidup di surga mungkin hak asasi itu tidak diperlukan lagi. Tuhan itu sering … diam saja kalau ditanya … Doa kita tidak selalu di …dengar,apalagi dijawab. Hak asasi menurut Tuhan akan susah dicapai oleh manusia yang tidak selalu setuju dengan konsep Tuhan. Tuhan yang mana ? Tuhannya orang Samawi, Tuhannya orang Buddha ? – tidak relevan dalam agama ini – Tuhannya orang Hindu ? – Mereka punya banyak dewa2 yg disembah .

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Kalau kita pakai bahasa (menurut) manusia yang mengevaluasi nanti kan ya manusia itu sendiri. Kebaikan menurut Tuhan itu kan ya (harus) ditafsirkan menurut manusia, bukan menurut Tuhan … Dari sejarah kita tahu orang2 Kristen/Katholik yang gebuk2an di abad14/15. Kita juga tahu orang Islam juga tidak selalu akur dengan orang Islam sendiri. Tahun 70 -80 an kita tahu ada perang antara Irak yang Sunni dan Iran yang Syiah. Lho itu orang2 yang berkitab suci yang sama ,tapi beda tafsirnya … Kalau sama kan tidak ada … perang …

seperti di kutip dari https://akigendengbanget.wordpress.com

Ngomong2, diantara orang Islam sendiri banyak yang … anti Ulil. Beliau pernah mendapat paket … bom. Gimana ini ? Islam satu, tapi pemahamannya kan lain2. Ada Islam menurut Ulil, menurut Gus Dur, menurut Cak Nurcholis Madjid, menurut Goenawan Mohamad,dll. Tapi ada juga Islam menurut Kahar Muzakkar,Kartosuwiryo,Abu Bakar Basyir,dll. Mana yang benar ? Saya tahu anda pernah menulis disini mengenai bagaimana mengerti paham yang ‘benar’. Lha, benar itu kan tetap subyektif. Benar menurut siapa ? Tidak ada paksaan dalam beragama, kata satu ayat. Prakteknya kan lain …


Baca juga :

Sampai dengan 31 Desember 2009, sebagian besar dari saham biasa TELKOM dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia dan sisanya dimiliki oleh pemegang saham publik. Saham TELKOM diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange (tanpa tercatat). Harga saham TELKOM di BEI pada akhir Desember 2009 adalah Rp9.450 dengan nilai kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun 2009 mencapai Rp190.512 miliar atau 9,43% dari kapitalisasi pasar BEI.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) adalah perusahaan penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and Edutainmet) terbesar di Indonesia. Dengan portofolio yang terdiri dari sembilan anak perusahaan konsolidasi yang bergerak di bidang telepon tidak bergerak, seluler, aplikasi, konten, komunikasi data, property dan konstruksi, Telkom Group adalah salah satu dari perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, yang memiliki sekitar Rp.139.104 miliar kapitalisasi pasar di BEI pada akhir tahun 2008. Telkom menyediakan layanan InfoComm, telepon tidak bergerak kabel (fixed wireline) dan telepon tidak bergerak nirkabel (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan. Telkom memiliki tagline yaitu “The World in Your Hand”.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

1. Telkomsel. Telkomsel merupakan penyedia layanan telekomunikasi seluler dengan teknologi GSM dan 3G. Melalui penawaran serangkaian produknya, seperti kartuHALO, simPATI dan Kartu As, Telkomsel menawarkan layanan pascabayar dan layanan prabayar. Para pelanggan dan pengguna Telkomsel mendapatkan beragam fitur, aplikasi dan layanan bernilai tambah (value added service), termasuk SMS, WAP, GPRS, MMS , Wi-Fi , roaming internasional, mobile banking, CSD dan EDGE. Seluruh fitur layanan tersebut didukung oleh jangkauan sinyal yang luas dan tarif yang kompetitif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan komunikasi dan multimedia.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

2. kartuHALO. kartuHALO diperkenalkan pertama kali pada tahun 1995 dan merupakan kartu pascabayar yang paling banyak digunakan. Pada akhir tahun 2009 kami memiliki 2 (dua) juta pelanggan kartuHALO. Dengan pangsa pasar sekitar 38,2% dari pelanggan pascabayar, kartuHALO tetap menjadi pemimpin pasar pada segmen ini. kartuHALO memiliki tiga pilihan layanan, yaitu HALOkeluarga untuk paket layanan keluarga, HALObebas yang menawarkan sejumlah paket termasuk tarif khusus untuk panggilan ke 10 nomor favorit, gratis 150 SMS per bulan, gratis biaya abonemen dan tarif flat nasional serta HALOHybrid yang merupakan layanan pascabayar yang dapat diubah kapanpun menjadi layanan prabayar sewaktu-waktu atau sampai batas penggunaan telepon dicapai.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

3. simPATI. Produk ini merupakan kartu prabayar pertama dan terpopuler di Asia dan merupakan produk Telkomsel yang paling sukses. Perbedaan dengan layanan prabayar operator lainnya adalah simPATI memberikan jasa roaming internasional dan bebas roaming nasional /domestik . Keunggulan kompetitif lain dari simPATI adalah fitur keamanannya (bebas dari penyadapan dan penggandaan), kemudahan akses serta harga yang terjangkau. Seluruh pelanggan simPATI akan mendapat nilai layanan yang optimal dan berkesinambungan akan penggunaan kartu tersebut.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

Sepanjang tahun 2008, jumlah pelanggan Perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Jumlah pelanggan akses internet broadband, sambungan tidak bergerak nirkabel dan seluler mengalami pertumbuhan tahunan yang signifikan, masing-masing sebesar 168%, 100% dan 36%. Telkom terus mendominasi pasar domestik di produk-produk: seluler, sambungan tidak bergerak nirkabel dan akses internet broadband. Untuk produk seluler, pangsa pasar (per 31 Desember 2008) adalah 47.0% untuk Telkomsel, 26.0% untuk Indosat, dan 19.0% untuk Excelcomindo. Jumlah pelanggan Telkomsel sebanyak 65.3 juta, Indosat sebanyak 36.5 juta, dan Excelcomindo sebanyak 25,6 juta.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

Kepentingan Pemegang Saham Pengendali dapat berbeda dengan kepentingan Pemegang Saham Telkom lainnya. Pemerintah sebagai pemegang saham pengendali sebesar 52,47% dari jumlah saham Telkom yang diterbitkan dan beredar serta memiliki kemampuan untuk menentukan keputusan bagi hampir seluruh tindakan yang memerlukan persetujuan dari para pemegang saham Telkom. Pemerintah juga merupakan pemegang satu lembar saham Dwiwarna Telkom, yang memiliki hak suara khusus dan hak veto untuk hal tertentu, termasuk pemilihan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris Telkom.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

Kebocoran Pendapatan berpotensi terjadi akibat kelemahan internal dan masalah eksternal dan jika terjadi dapat menimbulkan kerugian pada hasil usaha Telkom. Dalam operasional pelayanan pelanggan sejak saat proses aktivasi awal sebagai pelanggan, penggunaan fasilitas teleomunikasi, proses billing hingga proses penagihan dan pembayaran tagihan terdapat beberapa titik potensi kebocoran pendapatan yang disebabkan oleh kemungkinan terjadinya kelemahan kontrol pada level transaksi, kemungkinan terlambatnya proses transaksi dan kemungkinan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pelanggan. Telkom telah melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kebocoran pendapatan melalui peningkatan fungsi kendali pada bisnis proses yang ada saat ini, mengimplementasikan metoda revenue assurance, menerapkan kebijakan dan prosedur yang memadai, serta mengimplemetasikan sistem informasi atau aplikasi untuk mencegah terjadinya kebocoran pendapatan. Namun demikian hal tersebut tidak menjamin di kemudian hari tidak terjadi risiko kebocoran pendapatan yang jika terjadi akan dapat menimbulkan dampak buruk pada hasil usaha Telkom.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

Kondisi persaingan akan menjadi semakin ketat, para operator bertarung untuk mendapatkan pelanggan-pelanggan yang jumlahnya makin kecil. Semakin kompetitifnya pasar telekomunikasi Indonesia sebagai akibat dari reformasi peraturan pemerintah. Menurut Komisaris Utama Telkom, tekanan persaingan dan berbagai perubahan regulasi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan pendapatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dalam tiga tahun terakhir, persaingan yang berkenaan dengan bisnis multimedia, internet, dan layanan yang terkait dengan komunikasi data semakin ketat terutama sehubungan dengan dikeluarkannya lisensi baru sebagai hasil dari deregulasi industri telekomunikasi Indonesia. Telkom memperkirakan persaingan ini akan terus berlanjut dan semakin ketat. Penyedia layanan multimedia, internet dan layanan yang terkait dengan komunikasi data di Indonesia pada dasarnya bersaing dalam hal harga, rentang layanan yang disediakan, kualitas jaringan, jangkauan jaringan dan kualitas layanan kepada pelanggan.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

Terkait dengan upaya melakukan ekspansi bisnis, melalui salah satu anak perusahaannya yaitu PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), Telkom memperoleh lisensi spektrum untuk layanan telepon seluler pada frekuensi 850 MHz, 900 MHz dan 2.1 GHZ serta registrasi layanan provider di Timor Leste. Dengan adanya lisensi tersebut, Telin siap untuk mengadakan layanan Global System for Mobile Communication (GSM) dan 3G di Timor Leste dengan total investasi kurang lebih US$ 50 juta untuk lima tahun pertama. Telin akan menyediakan layanan lengkap di Timor Leste dengan dukungan kuat dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Telin menyediakan layanan inti dalam bentuk wireless broadband, solusi bisnis, dan gaya hidup digital. Selain itu, Telin juga akan memberikan layanan berbasis jaringan, seperti servis data dan transit Internet Protocol (IP)

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

Peningkatan jumlah pelanggan yang cukup berarti juga tercatat pada layanan broadband. Jumlah pelanggan layanan pita lebar (broadband) meningkat sebesar 42,5 persen menjadi 15,9 juta pelanggan yang berarti Telkom memiliki jumlah pelanggan broadband terbesar di Indonesia. Sementara itu pelanggan telepon tetap jugameningkat sebesar 4,0 persen menjadi 8,8 juta pelanggan. Tercatat pertumbuhan pelanggan BlackBerry mencapai 68,7 persen menjadi 5,1 juta pelanggan. Pelanggan Flash juga tumbuh pesat sebesar 45,6 persen menjadi 8,6 pelanggan dan Pelanggan Speedy menjadi 2,1 juta pelanggan.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

Berkaitan dengan kejadian gagal mengorbitnya Satelit Telkom3, Telkom menerima surat dari ISS Reshetnev Rusia selaku kontraktor utama dari Satelit Telkom 3. Secara resmi telah disampaikan bahwa Satelit Telkom 3 dinyatakan hilang sejak satelit tersebut tidak kembali ke orbit dikarenakan adanya anomali saat proses peluncuran pada 7 Agustus 2012. Telkom telah mengasuransikan satelit Telkom 3 secara penuh kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan Jasindo telah memberikan konfirmasi untuk membayar seluruh klaim Telkom.

seperti di kutip dari https://johannessimatupang.wordpress.com

Pemerintah merupakan regulator yang membuat, menerapkan dan menegakkan peraturan yang relevan terkait penetapan tarif. Selain itu, Pemerintah menerbitkan lisensi bagi para operator. Pemerintah mengatur sektor telekomunikasi melalui Menteri Komunikasi dan Informasi (“Menkominfo”). Menkominfo berwenang menerbitkan keputusan pelaksanaan undang-undang, yang umumnya memiliki lingkup yang luas, sehingga memberikan keleluasaan bagi kementerian untuk melaksanakan dan menegakkan peraturan. Terkait dengan peraturan yang berlaku, “kepemilikan” saham dan satu saham Dwiwarna yang beredar berada di bawah perlindungan Departemen Keuangan. Sebaliknya, sesuai dengan wewenang Departemen Keuangan, Menteri Negara BUMN menggunakan hak-hak yang diberikan dalam saham ini sebagai pemegang saham pengendali Telkom.


Baca juga :

Kata agama berasal dari bahasa Sanskrit, yaitu A berarti “tidak”, dan Gama berarti “pergi”. Jadi, tidak pergi, tetap di tempat, diwarisi turun temurun, karena agama memang mempunyai sifat demikian. Ada yang mengatakan bahwa agama berarti teks atau kitab suci. Ada juga yang mengatakan Gam berarti tuntunan, karena agama memang memberi tuntunan. Sedangkan kata Ad-Din dalam bahasa Samit berarti undang-undang atau hukum. Dalam bahasa Arab, kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan, dan kebiasaan. Agama memang membawa peraturan yang mengandung hukum yang harus dipatuhi. Agama memang menguasai diri seseorang dan membuat ia tunduk serta patuh kepada Tuhan dengan menjalankan ajaran-ajaran agama (Usman, 2001: 11).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Islam adalah nama yang diberikan Allah Swt. kepada agama yang disampaikan-Nya kepada Nabi Muhammad Saw. Perkataan agama berarti menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah Swt., mematuhi perintah-Nya, dan menghentikan larangan-Nya. Agama yang diakui Allah Swt. ialah Islam, dengan pengertian agama yang mengandung ajaran patuh kepada Allah Swt., beribadah dan memuja Allah Swt. semata-mata. Dengan menyerahkan diri kepada Allah Swt., mematuhi perintah-Nya, manusia akan selamat di dunia dan akhirat, jasmani dan rohani, pribadi dan masyarakat (Fachruddin, 1992: 94). Menurut Razak dalam Hariyanto (2003: 6), bahwa Islam adalah agama samawi (agama langit) yang terakhir dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. yang diyakini akan membawa kebahagiaan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Secara filosofis, ibadah dalam Islam tidak semata-mata bertujuan untuk menyembah Allah Swt. Sebab, disembah atau tidak disembah, Allah Swt. tetaplah Allah Swt. Esensi ketuhanan Allah Swt. tidak pernah berkurang sedikit pun apabila manusia dan seluruh makhluk di jagat raya ini tidak menyembah-Nya. Ibadah merupakan upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. Allah Swt. adalah eksistensi Yang Mahasuci yang tidak dapat didekati kecuali oleh yang suci. Diakui oleh para ulama dan para peneliti atau pakar, bahwa salah satu ibadah yang sangat penting dalam Islam adalah shalat. Shalat memiliki kedudukan istimewa baik dilihat dari cara memperoleh perintahnya yang dilakukan secara langsung, kedudukan shalat itu sendiri dalam agama maupun dampak atau fadilahnya.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Djalaludin Ancok dalam Hariyanto (2003: xix) menjelaskan, bahwa shalat adalah suatu kegiatan fisik dan mental-spiritual yang memberikan makna baik bagi hubungan dengan Allah Swt., hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan diri sendiri. Dengan demikian, menurut Al-Mahfani (2008: 30), shalat merupakan suatu ibadah (ibadah yang paling utama), dalam proses penghambaan dan pendekatan diri kepada Allah Swt.. Shalat yang dikerjakan dengan ikhlas sepenuh hati karena Allah Swt., akan menumbuhkan sensasi kenikmatan tersendiri.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Ibadah shalat dalam garis besarnya, dibagi kepada dua jenis, yaitu: pertama, shalat yang difardlukan, dinamai shalat maktubah; dan yang kedua, shalat yang tidak difardlukan, dinamai shalat sunah (As-Syiddieqy, 2001: 287). Shalat sunah ialah shalat yang dianjurkan kepada orang mukallaf untuk mengerjakannya sebagai tambahan bagi shalat fardlu, tetapi tidak diharuskan. Ia disyariatkan untuk menambal kekurangan yang mungkin terjadi pada shalat-shalat fardlu disamping karena shalat itu mengandung keutamaan yang tidak terdapat pada ibadah-ibadah lain.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Shalat sunah tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu: pertama: shalat-shalat sunah yang tidak disunatkan berjamaah, seperti shalat sunah Rawatib, shalat sunah witir (kecuali pada bulan Ramadhan), shalat sunah Dhuha, shalat sunah tahiyyat al-masjid, shalat tasbih, shalat istikharah, sunah Hajat, sunah Taubah, sunah Tahajjud, dan shalat sunah Mutlak. Dan kedua: shalat sunah yang disunatkan berjamaah, seperti shalat sunah ‘Id al-fitri, shalat sunah ‘Id al-Adha, shalat sunah Kusuf (gerhana matahari), shalat sunah Khusuf (gerhana bulan), shalat sunah Istisqa’, dan shalat sunah Tarawih (NN, 2008: 18).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Shalat Dhuha merupakan salah satu di antara shalat-shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Banyak penjelasan para ulama, bahkan keterangan Rasulullah Saw. yang menyebutkan berbagai keutamaan dan keistimewaan shalat Dhuha bagi mereka yang melaksanakannya (Alim, 2008: 63). Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa manusia tidak hanya terdiri dari dimensi lahiriyah fisik dan psikis saja, melainkan juga dimensi batin spiritual. Memenuhi kebutuhan fisik dan psikis saja serta merasa cukup dengan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan ini tentunya akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri kita, karena cara seperti itu tidak dapat memenuhi kebutuhan kita secara keseluruhan. Oleh karena itu, salah satu keutamaan shalat Dhuha adalah untuk memenuhi kebutuhan kedua dimensi diri tersebut.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Secara garis besar, ajaran agama Islam mengandung tiga hal pokok, yaitu aspek keyakinan (aqidah), aspek ritual atau norma (syari’ah), dan aspek perilaku (akhlak). Aspek keyakinan yaitu suatu ikatan seseorang dengan Tuhan yang diyakininya. Aqidah Islam adalah tauhid, yang meyakini ke-Esaan Allah Swt. baik Dzat maupun sifatnya. Aspek syari’ah yaitu aturan atau hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah Swt., manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam. Sedangkan aspek akhlak yaitu aspek perilaku yang tampak pada diri seseorang dalam hubungan dengan dirinya, sesama manusia, dan alam sekitar.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Keberimanan seseorang seluruhnya diukur oleh hal-hal yang bersifat akhlaqi, termasuk shalat, sebab seseorang yang melakukan shalat dengan makna yang sebenarnya, akan efektif untuk merealisasikan tanha ‘anil fakhsya’i wal munkar, di mana dengannya akan tercipta masyarakat yang damai, aman dan harmonis. Indikasi bahwa akhlak dapat dipelajari dengan metode pembiasaan, meskipun pada awalnya anak didik menolak atau terpaksa melakukan suatu perbuatan atau akhlak yang baik, tetapi setelah lama dipraktekkan, secara terus-menerus dibiasakan akhirnya anak mendapatkan akhlak mulia.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Hasil observasi sementara yang dilakukan oleh peneliti di MI Miftahul Huda Mlokorejo adalah sebagai berikut, di mana siswa MI Miftahul Huda sebelum diterapkannya pembiasaan shalat Dhuha, mereka kurang produktif dalam memanfaatkan waktu, di saat istirahat mereka hanya dengan bermain-main saja. Setelah para guru dan pengurus yayasan mengadakan musyawarah, disepakati bahwa shalat Dhuha harus diterapkan bagi siswa minimal tiga kali dalam seminggu. MI Miftahul Huda Mlokorejo, mulai diterapkannya shalat Dhuha pada tahun 2006 hingga sekarang telah banyak memberikan pengaruh dan pembinaan akhlak bagi siswa dan juga respon dari orang tua siswa.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata metode berarti cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai suatu maksud (Poerwadarminta, 2007: 767). Secara bahasa metode berasal dari dua kata yaitu meta dan hodos. Meta berarti “melalui.” dan hodos berarti “jalan atau cara”. Bila ditambah logi sehingga menjadi metodologi berarti “ilmu pengetahuan tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan”. Oleh karena kata logi yang berasal dari kata Yunani logos berarti “akal” atau “ilmu”.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Sedangkan kata pembiasaan berasal dari kata dasar “biasa” yang berarti sebagai sedia kala, sebagai yang sudah-sudah, tidak menyalahi adat, atau tidak aneh. Kata “membiasakan” berarti melazimkan, mengadatkan, atau menjadikan adat. Dan kata “kebiasaan” berarti sesuatu yang telah biasa dilakukan, atau adat (Poerwadarminta, 2007: 153). Jadi, kata pembiasaan berasal dari kata dasar “biasa” yang memperoleh imbuhan prefiks “pe” dan sufiks “an”, yang berarti proses membiasakan, yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu kebiasaan atau adat.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Berakhlak mulia merupakan bagian dari tujuan pendidikan di Indonesia. Dalam mendidik akhlak perlu sebuah sistem atau metode yang tepat agar proses internalisasi dapat berjalan dengan baik, lebih penting adalah anak mampu menerima konsep akhlak dengan baik serta mampu mewujudkan dalam kehidupan keseharian. Abdurrahman an-Nahlawi mengatakan, metode pendidikan Islam sangat efektif dalam membina akhlak anak didik, bahkan tidak sekedar itu metode pendidikan Islam memberikan motivasi sehingga memungkinkan umat Islam mampu menerima petunjuk Allah Swt. (www.riwayat.wordpress.com).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pembiasaan mempunyai peranan yang sangat besar dalam kehidupan manusia, karena dengan kebiasaan, seseorang mampu melakukan hal-hal penting dan berguna tanpa menggunakan energi dan waktu yang banyak. Dari sini dijumpai bahwa dalam Al Qur’an menggunakan pembiasaan yang dalam prosesnya akan menjadi kebiasaan sebagai salah satu cara yang menunjang tercapainya target yang diinginkan dalam penyajian materi-materinya. Quraisy Syihab (1994: 198) mengakatan, bahwa pembiasaan tersebut menyangkut segi-segi pasif maupun aktif. Namun, perlu diperhatikan bahwa yang dilakukan menyangkut pembiasaan dari segi pasif hanyalah dalam hal-hal yang berhubungan erat dengan kondisi ekonomi-sosial, bukan menyangkut kondisi kejiwaan yang berhubungan erat dengan kaidah atau Etika. Sedangkan dalam hal yang bersifat aktif atau menuntut pelaksanaan, ditemukan pembiasaan tersebut secara menyeluruh.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Al Qur’an menjadikan kebiasaan itu sebagai salah satu teknik atau metode pendidikan. Lalu ia mengubah seluruh sifat-sifat baik menjadi kebiasaan, sehingga jiwa dapat menunaikan kebiasaan itu tanpa terlalu payah, tanpa kehilangan banyak tenaga dan tanpa menemukan banyak kesulitan. Menurut Zayadi (2005: 64), bahwa proses pembiasaan harus dimulai dan ditanamkan kepada anak sejak dini. Potensi ruh keimanan manusia yang diberikan oleh Allah Swt. harus senantiasa dipupuk dan dipelihara dengan memberikan pelatihan-pelatihan dalam ibadah. Jika pembiasaan sudah ditanamkan, maka anak tidak akan merasa berat lagi untuk beribadah, bahkan ibadah akan menjadi bingkai amal dan sumber kenikmatan dalam hidupnya karena mereka bisa berkomunikasi langsung dengan Allah Swt. dan sesama manusia.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Secara hakekat, shalat mengandung pengertian berharap hati (jiwa) kepada Allah Swt. dan mendatangkan takut kepada-Nya, serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa keagungan, kebesaran-Nya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya (Haryanto, 2003: 59). Menurut Ar-Rahbawi (2001: 169), Shalat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan membaca salam. Lebih lanjut secara dimensi fikih, shalat adalah beberapa ucapan dan beberapa perbuatan (gerakan tubuh) yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam, yang dengannya kita beribadat kepada Allah Swt., menurut syarat-syarat yang ditentukan (Ash-Shiddieqy, 2001: 39).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Sedangkan dhuha adalah nama waktu, yakni waktu selepas waktu Shubuh dan sebelum waktu Dzuhur (www.bungasurgawi.co.cc). Istilah dhuha dapat ditemukan pada beberapa tempat dalam Al Qur’an, kurang lebih pada tujuh tempat. Di satu tempat; (QS. Thoha: 59), (QS. Al-‘Araf: 98), dan (QS. An-Nazi’at: 46), kata dhuha diartikan sebagai “pagi hari” atau sebagai “panas sinar matahari”. Di tempat lainnya; (QS. Thaha: 119), istilah dhuha juga bisa mencakup kedua makna itu sehingga diartikan “sinar matahari di pagi hari” (QS. As-Syam: 1). Pada tempat lain; (QS. An-Nadzi’yat: 29), kata dhuha diartikan sebagai siang yang terang. Namun, makna dhuha ini barangkali tidak merujuk pada keadaan terangnya siang di tengah hari yaitu dzuhur. Barangkali, dalam pengertian inilah kata dhuha diartikan sebagai saat matahari naik sepenggalan (QS. Adh-Dhuha: 1). Oleh karena itu, kata dhuha dipahami sebagian ulama, berdasarkan surat Adh-Dhuha dan Asy-Syam, sebagai cahaya matahari secara umum, atau khususnya kehangatan cahaya matahari (Alim: 2008: 10-11).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Penelitian yang mempunyai relasi atau keterkaitan dengan penelitian ini antara lain seperti penelitian skripsi yang ditulis oleh Hartono tahun 2004 dengan judul “Dampak Pelaksanaan Shalat Sunah Nafilah Terhadap Akhlak Santri di Pondok Pesantren Al-Kautsar Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember”. Hasil penelitia ini menjelaskan, bahwa pelaksanaan shalat sunah Nafilah (Tahajjud) berdamapak positif terhadap akhlak santri, baik akhlak terhadap Allah Swt., akhlak terhadap sesama, dan akhlak terhadap lingkungan.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Penelitian lain juga dilakukan oleh Aris Wibowo dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Ibadah Shalat terhadap Akhlak Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Riyadus Sholihin Jember Tahun Pelajaran 2003/2004”. Dalam penelitian ini data yang diambil adalah 100 responden, yang terdiri dari siswa kelas III sampai dengan kelas VI. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dengan harga Q = 0,723. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh ibadah shalat wajib terhadap akhlak siswa di Madrasah Ibtidaiyah Riyadus Sholihin Jember Tahun Pelajaran 2003/2004.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Berkaitan dengan persoalan status hukum shalat Dhuha, Al Qur’an sendiri sebenarnya tidak mengemukakan secara eksplisit perintah atau anjuran yang tegas atau jelas berkenaan dengan pelaksanaan shalat tersebut. Ada beberapa kata dhuha yang bisa kita temukan dalam Al Qur’an, tetapi kata-kata itu tampaknya tidak berkaitan dengan penetapan hukum shalat Dhuha. Oleh karena itu, secara eksplisit kita tidak dapat menemukan dasar hukum yang tegas dan jelas dalam Al Qur’an berkenaan dengan shalat Dhuha tersebut. Namun, hal itu tidak mengurangi arti penting dalam sahalat Dhuha. Karena penjelasan yang tegas tentang anjuran pengamalan shalat Dhuha ini dapat kita temukan dalam beberapa hadits. Berdasarkan hadits-hadits itulah kita dapat memberi pertimbangan status dasar hukum shalat Dhuha.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Status hukum shalat Dhuha memang hanya sebagai amalan sunah. Namun, hal itu hendaknya tidak dimengerti bahwa ia hanya amalan sunah yang tidak wajib dilaksanakan, melainkan ia adalah amalan shalat sunah yang kedudukannya mendekati kedudukan amalan shalat wajib (Alim, 2008: 8). Menurut Imam Nawawi dalam Alim (2008: 44) bahwa, shalat Dhuha adalah sunah mu’akkad (sangat dianjurkan). Dengan kata lain, shalat Dhuha adalah shalat sunah istimewa sehingga kita dianjurkan untuk tidak melalaikannya sebagaimana kita diwajibkan untuk tidak melalaikan pelaksanaan shalat-shalat wajib.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dari beberapa hadits di atas terdapat beberapa persepsi, namun Imam Nawawi dalam Alim (2008: 44) menjelaskan, bahwa pada dasarnya hadits-hadits tersebut telah disepakati keshahihannya dan tidak ada perselisihan di kalangan para muhaqqiq. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak jumlah rakaat shalat Dhuha yang dikerjakan tentunya akan semakin baik. Namun demikian, hal yang lebih penting lagi disini tampaknya bukan kuantitas jumlah rakaat shalat Dhuha, melainkan kualitas shalat itu. Tidak kalah pentingnya adalah bahwa shalat Dhuha tersebut dilakukan secara konsisten (istiqomah dan terus-menerus) walaupun hanya dengan dua rakaat dan tidak sekalipun melalaikannya.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Berkenaan dengan tatacara pelaksanaannya, shalat Dhuha dilakukan dua rakaat-dua rakaat dan memberikan salam di setiap akhir dua rakaat tersebut. Jadi, ketika melaksanakan shalat Dhuha lebih dari dua rakaat, kita tidak melaksanakannya sekaligus sebanyak empat, enam, atau delapan rakaat dengan satu kali salam, melainkan tetap dua rakaat-dua rakaat dengan salam pada masing-masing dua rakaat itu (Alim, 2008: 43). Shalat sunah Dhuha ini dilakukan seperti shalat-shalat lain, yang berbeda hanya niatnya saja.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

“Ya Allah Swt., sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah Swt., jika rizkiku masih di atas langit maka turunkanlah, jika ada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sukar maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah, berkat waktu Dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu. Limpahkanlah kepadaku karunia sebagaimana yang engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh”.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pemaknaan do’a seperti ini sama sekali tidak mengajarkan kita untuk bersifat pasif. Pada kenyataannya, tidak ada seorang pun yang diam dan tidak berbuat sesuatu sama sekali. Setidaknya, perenungan akan keadaan nasib diri sendiri pada hari ini bisa menjadi langkah atau upaya untuk perbaikan di hari esok. Pemaknaan seperti ini mengajarkan agar kita selalu bersikap optimis dan terus aktif mengerahkan segala daya upaya untuk bisa eksis sekalipun dengan segala keterbatasan kemampuan kita (Alim, 2008: 52).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash berkata, “Rasulullah Saw. berkata, ‘Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!’ Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan mereka peroleh secara cepatnya kembali (dari peperangan). Lalu berkata, ‘Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan)nya dan cepat kembali?’ Mereka menjawab. ‘Ya!”, Rasul berkata lagi, ‘Barang siapa yang berwudlu kemudian masuk ke dalam masjid untuk shalat Dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya, dan lebih cepat kembalinya.” (HR. Ahmad).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Untuk kecerdasan fisikal, shalat Dhuha mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan kebugaran fisik karena dilakukan pada pagi hari ketika sinar matahari pagi masih baik untuk kesehatan. Untuk kecerdasan emosional spiritual, dalam beraktivitas kita sering kali mengalami kegagalan, karena itu kita sering mengeluh. Melaksanakan shalat Dhuha pada pagi hari sebelum beraktivitas dapat menghindarkan diri dari berkeluh kesah. Selain itu, jika shalat Dhuha dilaksanakan secara rutin, keuntungan yang didapat adalah mudahnya meraih prestasi akademik dan kesuksesan dalam hidup.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Hal ini dapat dilihat dari tiga alasan, yaitu: pertama, shalat Dhuha dikerjakan ketika matahari mulai menampakkan sinarnya. Sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan. Pada waktu yang kondusif ini merupakan waktu terbaik untuk ber-muwajjahah (menghadap) kepada Allah Swt.. Kedua, sebelum shalat Dhuha, kita dijawibkan bersuci (mandi atau pun wudhu). Selain sebagai syarat sahnya shalat, berwudhu bermanfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani seseorang, sebab, wudhu menyimbolkan agar kita selalu tetap bersih. Ketiga, Rangkaian gerakan shalat sarat akan hikmah dan manfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerakan tersebut dilakukan dengan benar, tuma’ninah (perlahan dan tidak terburu-buru), dan istiqomah (konsisten atau terus-menerus).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Kata akhlak ( َأخْلأَقٌ ) berasal dari bahasa Arab, yaitu jama’ dari khuluqun (خُلُقٌ ) yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun ( خَلْقٌ ) yang berarti kejadian, yang juga erat hubungannya dengan khaliq ( خَالِقٌ ) yang berarti pencipta, demikian pula dengan makhluqun ( مَخْلُوْقٌ ) yang berarti yang diciptakan. Perumusan pengertian ini akhlak timbul sebagai media yang memungkinkan adanya hubungan baik antara khaliq dengan makhluk.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Ada orang berpendapat bahwa Etika sama dengan akhlak. Persamaan itu memamg ada, karena keduanya membahas masalah baik dan buruknya tingkah laku manusia. Tujuan Etika dalam pandangan falsafah manusia ialah mendapatkan ideal yang sama bagi seluruh manusia di setiap waktu dan tempat dan tentang ukuran laku yang baik dan buruk sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran manusia (Mustofa, 2005: 15). Menurut Masyhur (1994: 2), alat untuk mengukur baik dan buruk dalam ilmu Etika ialah menggunakan penilaian akal pikiran manusia, sedangkan dalam ilmu akhlak ialah menggunakan penilaian akal dan agama Islam.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Menurut Mashanah (1986: 13), moral adalah yang sesuai dengan ide-ide umum tentang tindakan manusia mana yang lebih wajar. Namun pada dasarnya istilah moral (kesusilaan) dan akhlak adalah sama pengertiannya sebagai suatu norma untuk menyatakan perbuatan manusia. Jadi, istilah ini bukan suatu bidang ilmu, tetapi merupakan suatu perbuatan (praktek) manusia. Mashanah (1986: 14) menjelaskan perbedaan antara Etika dengan moral sebagai berikut: Etika lebih banyak bersifat teori, moral bersifat praktek; Etika membicarakan bagaimana seharusnya, moral bagaimana adanya; Etika menyelidiki, memikirkan dan mempertimbangkan tentang yang baik dan yang buruk, moral mengatakan ukuran baik tentang tindakan manusia dalam kesatuan sosial terbatas; Etika memandang laku perbuatan manusia secara universal, sedangkan moral secara lokal.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dengan demikian, moral lebih dekat dengan akhlak, meski tidak sepenuhnya, ketimbang dengan Etika. Meski demikian mesti dikatakan bahwa karakteristika akhlak adalah bersifat agamis, dan ini tidak ada pada moral. Oleh karena itu akhlak lebih merupakan sebagai suatu paket atau barang jadi yang bersifat normatif-mengikat, yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim, tanpa mempertanyakan secara kritis, sehingga akhlak bisa disebut dengan moralitas islami. Studi kritis terhadap moralitas itulah wilayah etika, sehingga moral tidak lain adalah obyek kajian daripada etika. Dengan demikian kalau dibandingkan dengan penjelasan mengenai akhlak di atas, kiranya dapat diketahui bahwa Etika lebih menunjuk pada ilmu akhlak, sedangkan moral lebih merupakan perbuatan konkrit realisasi dari kekuatan jiwa.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dari pengertian di atas, dapat dimengerti bahwa akhlak adalah tabiat atau sifat seseorang, yakni keadaan jiwa yang terlatih, sehingga dalam jiwa tersebut benar-benar telah melekat sifat-sifat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikirkan dan diangan-angan lagi. Maksud perbuatan yang dilahirkan dengan mudah dan tanpa dipikirkan lagi di sini bukan berarti perbuatan tersebut dilakukan dengan tidak sengaja atau tidak dikehendaki. Jadi perbuatan yang dilakukan itu benar-benar sudah merupakan azimah, yakni kemauan yang kuat tentang suatu perbuatan, oleh karenanya jelas perbuatan itu memang sengaja dikehendaki adanya. Hanya saja karena keadaan yang demikian itu dilakukan secara kontinyu, sehingga sudah menjadi adat atau kebiasaan untuk melakukannya, dan karenanya timbullah perbuatan itu dengan mudah tanpa dipikir lagi (Mustofa, 2005: 15-16).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Sebagai salah satu bentuk akhlak religius, akhalak islami berbeda sumbernya dengan Etika. Jika Etika bersumberkan dari pemikiran akal yakni filsafat Yunani, maka akhlak islami, seperti halnya Etika religius pada umumnya, yaitu bersumberkan pada wahyu yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah. Itulah sebabnya Etika bersifat sekuler, sedangkan akhlak islami bersifat religius. Meskipun demikian, akhlak islami sebagai etika religius menjadikan filsafat Yunani sebagai sarana pengembangannya, sehingga tidak sedikit yang kemudian menyebutkan bahwa akhlak islami sebenarnya merupakan perpaduan antara doktrin islam dengan filsafat Yunani.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa akhlak Islam adalah merupakan sistem moral atau akhlak yang berdasarkan Islam, yakni bertitik tolok dari aqidah yang diwahyukan Allah Swt. pada Rasul-Nya yang kemudian agar disampaikan kepada umatnya. Karena akhlak Islam merupakan sistem akhlak yang berdasarkan kepercayaan kepada Allah Swt., maka tentunya sesuai pula dengan dasar daripada agama itu sendiri. Dengan demikian, dasar atau sumber pokok daripada akhlak Islam adalah Al Qur’an dan Hadits yang merupakan sumber utama dari agama Islam itu sendiri (Mustofa, 2005: 149).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Secara struktural, akhlak dapat diartikan sebagai perilaku yang telah berkonotasi baik. Akan tetapi, dalam realita sehari-hari terdapat akhlak yang baik (akhlaq al-karimah) dan buruk (akhlaq al-mazmumah). Akhlak yang baik adalah perilaku yang sesuai dengan norma ajaran Islam, sedangkan akhlak yang buruk adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma ajaran Islam (Sauri, 2004: 126). Menurut Ulama’ Akhlak menyatakan, bahwa akhlak yang baik merupakan sifat para Nabi dan orang-orang Shiddiq, sedangkan akhlak buruk merupakan sifat setan dan orang-orang yang tercela. Akhlak baik (akhlaq mahmudah) yaitu perbuatan baik terhdap Allah Swt., sesama manusia, dan makhluk-makhluk lain, seperti Dan akhlak buruk (akhlaq madzmumah) yaitu perbuatan buruk terhadap Allah Swt., sesama manusia, dan makhluk-makhluk lain (Mahyuddin, 2001: 9).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dalam Al Qur’an banyak menerangkan tentang masalah taubat, antara lain dalam surat An-Nisa’ ayat 17 dan 18 menerangkan bahwa taubat yang akan diterima oleh Allah Swt. adalah kesalahan yang telah dilakukan dengan tidak direncana. Selanjunya, dalam surat An-Nahl ayat 119 menerangkan bahwa kesalahan atau dosa yang dilakukan dengan tidak sengaja, lalu disadari perbuatan itu sebagai tindakan yang mengandung dosa, dengan cara memperbaiki kembali sikap dan perilaku kita, maka Allah Swt. pasti mengampuninya. Lalu, dalam surat At-Tahrim ayat 8 memerintahkan untuk melakukan taubat nasuha, yang artinya taubat yang sebenarnya dengan cara berusaha semaksimal mungkin, agar tidak akan melakukan perbuatan buruk, sebagaimana yang pernah dilakukannya.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dalam Al Qur’an banyak diterangkan masalah sabar, seperti dalam surat Ali Imran ayat 125 dan 200, surat Hud ayat 11, 15, dan 17, serta surat Luqman ayat 17. Namun dari beberapa ayat Al Qur’an tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa: pertama, manusia tidak pernah terlepas dari cobaan yang sering menimpa dirinya, kedua, Allah Swt. tidak menyia-nyiakan manusia yang telah bersabar, tetapi Ia selalu memberinya kekuatan batin dan pahala serta pertolongan, ketiga, kesabaran merupakan kewajiban moral bagi setiap manusia, dan tergolong pekerjaan yang berat dilakukan. Tetapi bila seseorang berhasil melakukannya, maka Allah Swt. memberinya imbalan yang sangat besar nilainya, dan keempat, kesabaran tidak tumbuh dan berkembang begitu saja dalam diri setiap manusia, oleh karena itu harus dijadikan materi pendidikan bagi setiap manusia (Mahyuddin, 2000: 46).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 153 dan 172, Allah Swt. memerintahkan agar hamba selalu ingat pada-Nya, lalu mensyukurinya karena Dia-lah yang memberikan nikmatnya yang selalu dikonsumsi oleh manusia. Dalam surat An-Nahl ayat 14, menerangkan bahwa nikmat itu bukan hanya nikmat yang didapat didarat, tetapi di laut pun banyak nikmat yang disediakan oleh Allah Swt., dan pada ayat 114 dikemukakan, bahwa orang-orang yang menyembah sesuatu selain Allah Swt., tidak mendapatkan rizki dari Allah Swt. (Mahyuddin, 2000: 50).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Belas kasihan dan sayang yaitu sikap jiwa yang selalu ingin berbuat baik dan meyantuni orang lain. Muhyudin (2000: 58) menjelaskan, bahwa penanaman rasa kasih sayang dalam setiap pribadi muslim menjadi anjuran dalam Islam, lewat pendidikan dan pembiasaan. Rasa kasih sayang yang kuat dalam diri manusia dapat menampilkan pribadi yang lemah lembut dalam pergaulannya. Orang yang memiliki rasa kasih sayang dapat dinikmati oleh orang lain, baik dalam kehidupan sosial, kehidupan ekonomi, maupun dalam kehidupan keagamaan.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Memberi nasehat yaitu suatu upaya untuk memberi petunjuk-petunjuk yang baik kepada orang lain dengan menggunakan perkataan, baik ketika orang yang dinasehati telah melakukan hal-hal yang buruk, maupun belum. Sebab ketika ia telah melakukan perbuatan buruk, berarti diharapkan agar ia berhenti melakukannya. Tetapi kalau dinasehati ketika ia belum melakukan perbuatan itu, berarti diharapkan agar ia tidak akan melakukannya. Mahyuddin (2000: 61) mengatakan, pendidikan nasehat berlaku bagi seluruh manusia, terutama diperlukan untuk memberikan tuntutan, arahan dan usulan kepada orang yang sikapnya bergeser dari jalan yang benar.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Tolong menolong yaitu suatu upaya untuk membantu orang lain, agar tidak mengalami suatu kesulitan. Islam sangat menganjurkan pendidikan kerohanian kepada umat Islam, antara lain mendidik dan membangun manusia muslim yang suka memberi pertolongan kepada orang lain sesuai dengan apa yang dibutuhkan orang lain kepadanya. Kalau ia mempunyai harta, maka ia menolong dengan harta. Kalau ia memiliki ilmu, keterampilan dan keahliannya, maka ia memberi pertolongan dengan ilmunya. Dan kalau ia memiliki kemampuan fisik dan tenaga, maka ia memberi pertolongan dengan kekuatan fisiknya.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Suatu penelitian dapat berhasil dengan baik atau tidak tergantung dari data yang diperoleh. Kualitas suatu penelitian juga didukung pula oleh proses penglolahan yang dilakukan. Oleh karena itu, variabel yang digunakan, alat-alat pengumpulan data, desain penelitian, dan alat-alat analisis serta hal-hal yang dianggap perlu dalam penelitian harus tersedia. Metode penelitian dianggap paling penting dalam menilai kualitas hasil penelitian. Keabsahan suatu penelitian ditentukan oleh metode penelitian (Hariwijaya, 2008: 51).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sebagaimana (Yuswadi, 2005: 18) menjelaskan, bahwa sifat dari penelitian kualitatif yaitu mencari makna dari suatu fakta atau fenomena, maka kesungguhan seorang peneliti dituntut ketika melakukan suatu observasi atau pengamatan di lapangan. Seorang peneliti dalam penelitian kualitatif merupakan “instrument utama” dalam proses pengumpulan data melalui pengamatan. Dalam penelitian kualitatif seorang peneliti harus mampu melakukan proses imajinasi, berpikir secara abstrak, dan bahkan jika memungkinkan dapat menghayati dan merasakan fenomena yang terjadi di lapangan.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Informan adalah orang-orang tertentu yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang diperlukan oleh peneliti dalam proses penelitiannya, karena orang tersebut dianggap memiliki pengetahuan tentang data-data atau informasi yang berkaitan dengan masalah yang telah dirumuskan dalam penelitian tersebut. Dalam penelitian ini teknik penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling dan snowball sampling. purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel (informan) dengan pertimbangan tertentu. Sedangkan snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel yang pada awalnya jumlahnya sedikit, lama-lama menjadi besar (Sugiyono, 2008: 218).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Hal ini dimaksudkan untuk memilih informan yang benar-benar relevan dan kompeten dengan masalah penelitian sehingga data yang diperoleh dapat digunakan untuk membangun teori. Selain itu, peneliti juga menggunakan infoman tambahan. Informan awal diminta untuk menunjuk orang lain yang dapat memberikan informasi, dan kemudian informan ini diminta pula untuk menunjuk orang lain yang dapat memberikan informasi, dan seterusnya sampai menunjukkan tingkat kejenuhan infomasi. Artinya, bila dengan menambah informan hanya doperoleh informasi yang sama, berarti jumlah informan sudah cukup (sebagai informan terakhir) karena informasinya sudah jenuh.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Moleong (2000: 3) menegaskan, bahwa sesuai dengan data yang dipilih, maka jenis data dalam penelitian kualitatif dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, tulisan, foto dan statistik. Jenis-jenis data tersebut di atas semuanya dapat digunakan sebagai informasi yang diperlukan. Perlu ditegaskan, bahwa keterangan berupa kata-kata atau cerita dari informan penelitian yang diwawancari dan tindakan yang diamati, dalam penelitian kualitatif dijadikan sebagai data utama (primer), sedangkan tulisan, foto, dan data statistik dari berbagai dokumen yang relevan dengan fokus penelitian dijadikan sebagai data pelengkap (sekunder).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dengan teknik observasi pertisipatif, peneliti harus banyak memainkan peran selayaknya yang dilakukan oleh subyek penelitian, pada situasi yang sama atau berbeda. Pada saat tercipta hubungan baik antara peneliti dan subyek, peneliti bisa berperan serta dalam kegiatan-kegiatan subyek itu. Kemudian peneliti bisa menarik diri lagi dari peran sertanya sehingga ia tidak kehilangan tujuan utamanya. Peneliti yang terlalu terlibat atau berperan serta akan larut dalam pekerjaan subyek penelitian, bisa kehilangan tujuan utamanya (Danim, 2002: 124).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Berdasarkan strukturnya, pada penelitian kualitatif ada dua jenis wawancara. Pertama, wawancara relatif tertutup. Pada wawancara dengan format ini, pertanyaan-pertanyaan difokuskan pada topik-topik khusus atau umum. Panduan wawancara dibuat cukup rinci. Pewawancara pun bekerja, sebagian besar dipandu oleh item-item yang dibuatnya meskipun tetap terbuka berpikir divergen. Kedua, wawancara yang terbuka. Pada wawancara ini, peneliti memberikan kebebasan diri dan mendorongnya untuk berbicara secara luas dan mendalam. Pada wawancara dengan format terbuka, subyek penelitian lebih kuat pengaruhnya dalam menentukan isi wawancara (Danim, 2002: 132).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dokumen resmi berbeda dengan dokumen pribadi, meskipun dilihat dari keperluan penelitian sifatnya dapat saling mengisi, saling melengkapi, atau bahkan mungkin bertolak belakang. Dokumen resmi adalah dokumen Instansi. Isinya dapat memuat data subyek dalam konteks formal dan dapat juga memuat data mengenai pribadi seseorang, berikut keterlibatannya dalam organisasi di tempat bekerja. Dokumen resmi ini ada yang berupa dokumen internal kelembagaan, seperti sistem dan mekanisme kerja, jumlah personal, potensi material lembaga, dan lain sebagainya. Dan juga bisa berupa dokumen eksternal kelembagaan, yaitu dokumen-dokumen komunikasi dengan pihak luar.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Spradley dalam Moleong (2000: 91) mengartikan, analisis adalah penelaahan untuk mencari pola (patterns) pada tahap ini peneliti banyak terlihat dalam kegiatan penyajian dan penampilan (display) dari data yang dikumpulkan. Analisis dilakukan untuk menemukan pola. Caranya dengan melakukan pengujian sistematik untuk menetapkan bagian-bagian, hubungan antar kajian, dan hubungan terhadap keseluruhannya. Untuk dapat menemukan pola tersebut peneliti akan melakukan penelusuran melalui catatan-catatan lapangan, hasil wawancara dan bahan-bahan yang dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap semua hal yang dikumpulkan dan memungkinkan menyajikan apa yang ditemukan.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pada tahap ini, data yang diperoleh dari lokasi penelitian (data lapangan) dituangkan dalam uraian atau laporan yang lengkap dan terinci. Laporan lapangan oleh peneliti akan direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting kemudian dicari tema atau polanya dengan cara: diedit atau disunting, yaitu diperiksa atau dilakukan pengecekan tentang kebenaran responden yang menjawab, kelengkapannya, apakah ada jawaban yang tidak sesuai atau tidak konsisten. Kemudian, dilakukan coding atau pengkodean, yaitu pemberian tanda atau simbol atau kode bagi tiap-tiap jawaban yang termasuk dalam ketegori yang sama. Dan selanjutnya, tabulasi atau pentabelan, yaitu jawaban-jawaban yang serupa dikelompokkan dalam suatu table. Reduksi data ini dilakukan secara terus menerus selama proses penelitian berlangsung.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dalam penelitian kualitatif, penarikan kesimpulan dilakukan secara terus menerus sepanjang proses penelitian berlangsung. Sejak awal memasuki lapangan dan selama proses pengumpulan data, peneliti berusaha untuk menganalisis dan mencari makna dari data yang dikumpulkan yaitu dengan cara mencari pola, tema, hubungan persamaan, hal-hal yang sering timbul, hipotesis dan sebagainya yang dituangkan dalam kesimpulan yang masih bersifat tentatif, akan tetapi dengan bertambahnya data melalui proses verifikasi secara terus menerus, maka akan diperoleh kesimpuan yang bersifat grounded. Dengan kata lain, setiap kesimpulan senantiasa terus dilakukan verifikasi selama penelitian berlangsung yang melibatkan interprestasi peneliti.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Perpanjangan masa observasi ini dilakukan setelah waktu atau masa penelitian telah selesai. Hal ini dilakukan agar dapat meningakatkan kepercayaan atau kredibilitas data. Langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan mengulang kembali tahap-tahap yang dilakukan sebelumnya atau melakukan pengamatan dan wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun yang baru, dengan tujuan untuk mengecek kembali apakah data yang diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak. Bila data yang diperoleh sebelumnya ternyata tidak benar, maka peneliti melakukan pengamatan yang lebih luas lagi dan mendalam, sehingga diperoleh data yang kredibel.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pada tahap ini, sumber pustaka yang dikumpulkan untuk dirujuk hanya benar-benar sangat erat kaitannya dengan masalah pokok penelitian. Sumber pustaka tersebut antara lain: pertama, mengenai metode pembiasaan, seperti bukunya Ahmad Zayadi. 2005. Tadzkiyah Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Berdasarkan Pendekatan Kontekstual, Heri Jauhari Muchtar. 2005. Fikih Pendidikan, Zakiyah Daradjat. 1992. Pendidikan Agama, dan lain-lain. Kedua, tentang ketentuan-ketentuan shalat Dhuha, seperti bukunya Zezen Zainal Alim. 2008. The Power of Shalat Dhuha, M. Khalilurrahman Al Mahfani. 2008. Berkah Shalat Dhuha. Tengku M. Habsyi Ash-Shiddieqy. 2001. Pedoman Shalat. Dan ketiga, tentang akhlak, seperti bukunya Mahyuddin. 2000. Konsep dasar Pendidikan Akhlak dalam Al-Qur’an dan Petunjuk Penerapannya dalam Hadits, dan 2001. Kuliah Ahlak Tasawuf. Mustofa. 2005. Akhlak Tasawuf. Kahar Masyhur. 1994. Membina Moral dan Akhlak, dan lain-lain.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pada tahun 1971 hingga 1974, madrasah mengalami kemunduran sebagaimana air laut yang terkadang pasang terkadang juga surut. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, antara lain: pertama, pada pihak pengurus yayasan tidak ada atau kurang ada kekompakan satu dengan yang lain, dikarenakan pra pemilu tahun 1971 hingga berlarut sampai tahun 1974. Dan kedua, pada tahun 1974 tanaman petani terutama padi terserang hama wereng, sehingga para pengurus hendak membubarkan diri. Tetapi berkat pertolongan Allah, pada tanggal 09 Januari 1974, MI Miftahul Huda mendapat bantuan, pembinaan, dan menjadi anggota Lembaga Pendidikan Ma’arif Cabang Kencong, dengan Surat Penetapan Nomor Regrestrasi 203/SP/A.G/I/74.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pada tahun 1986, pemerintah memberi bantuan rehab satu lokal gedung yang berada disebelah barat madrasah. Selanjutnya, pada tahun 1988 mendapat bantuan lagi berupa BOFP sejumlah Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah), kemudian uang bantuan tersebut digunakan sebagai penyempurnaan gedung dan data-data madrasah. Dan pada tahun 1989, madrasah mendapat bantuan BOFP yang kedua kalinya sebesar Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah), bantuan uang ini dipergunakan melengkapi dan perawatan sarana prasarana, seperti meja kursi guru, almari, buku-buku, dan alat-alat olah raga.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pada tahun 2007, madrasah mendapatkan bantuan DAK dari pemerintah senilai Rp. 250. 000. 000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah). Bantuan tersebut digunakan untuk merehab gedung madrasah dan menambah beberapa ruang, seperti kamar mandi, perpustakaan, ruang UKS, gudang, dan sarana prasarana lainnya. Selain itu, bantuan tersebut juga berupa fasilitas belajar mengajar seperti buku-buku, alat peraga (KIT), CD pembelajaran, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, madrasah hingga sekarang ini mengalami kemajuan yang sangat pesat dan banyak menerima siswa baru.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dalam pembahasan ini akan diungkapkan tentang kondisi yang sebenarnya tentang pembiasaan shalat Dhuha dalam pembinaan akhlak siswa di MI Miftahul Huda Mlokorejo. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada Bab III, bahwa penelitian ini menggunakan metode atau teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumenter sebagai alat untuk memperoleh data yang berkaitan dengan obyek penelitian yang diteliti. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini akan dipaparkan secara rinci dan sistematis tentang obyek yang diteliti, dan hal itu mengacu pada fokus penelitian adalah sebagai berikut:

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dari hasil wawancara dengan Bapak Syamsul Hadi menjelaskan, bahwa hal ini dilatar belakangi karena sebelum diterapkannya pembiasaan shalat Dhuha ini, siswa dipandang kurang produktif dalam memanfaatkan waktu istirahat mereka, contohnya seperti bermain sepeda, bermain di luar lingkungan madrasah, terlalu boros membelanjakan uang sakunya, sering mengganggu teman di dalam kelas, sering terlambat ketika bel masuk dibunyikan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, program pembiasaan shalat Dhuha ini harus diterapkan bagi siswa (Wawancara pada tanggal 28 April 2009 pukul 09.30 Wib di dalam masjid).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Bapak Edi Imam Munajad juga menjelaskan, bahwa pembiasaan shalat Dhuha ini diterapkan dalam rangka supaya siswa dapat memanfaatkan waktu istirahatnya dengan baik dan melatih mereka untuk selalu membiasakan beribadah shalat tepat waktu, salah satunya seperti shalat Dhuha. Kalau siswa sudah terbiasa shalat tepat waktu, insyaallah kegiatan-kegiatan lain yang mereka kerjakan akan tepat waktu pula. Selain itu, dengan adanya shalat Dhuha ini, suasana madrasah menjadi agamis atau bahkan seperti di pondok pesantren. Jadi, siswa tidak hanya menguasai teori-teori materi pelajaran saja, tetapi mereka diharapkan tidak melupakan ritual-ritual ibadah, salah satunya adalah shalat Dhuha (Wawancara pada tanggal 27 April 2009 pukul 07.30 Wib di ruang Kepala Madrasah).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Selanjutnya, Ibu Iin Zunaidah mengatakan, bahwa pembiasaan shalat Dhuha ini bertujuan agar siswa terus mengingat Allah Swt. di saat mereka disibukkan dengan kegiatan-kegiatan belajar yang sangat menumpuk, karena salah satu upaya untuk mengingat Allah Swt. adalah dengan melaksanakan shalat. Jadi, siswa tidak hanya diharuskan berpusing-pusing mengerjakan dan memikirkan tugas atau soal-soal yang diberikan oleh guru (Wawancarai pada tanggal 27 April 2009 pukul 11.00 Wib di ruang guru). Di saat yang bersamaan Ibu Siti Nur Hasanah juga menjelaskan bahwa, pembiasaan shalat Dhuha ini dilaksanakan agar siswa dapat membiasakannya di rumah mereka masing-masing. Selain itu, siswa dapat lebih menghemat uang sakunya, karena waktu istirahat mereka digunakan untuk shalat Dhuha, tidak untuk jajan (membeli makanan atau kue).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Bapak Zaenal Abidin menjelaskan, bahwa pembiasaan shalat Dhuha ini dilaksanakan selain bertujuan untuk melatih beribadah kepada siswa, diharapkan mereka juga menjadi lebih dekat atau akrab dengan sesama teman dan lebih menjaga sopan santun terhadap para guru, atau bahkan terhadap orang tua. Karena shalat Dhuha ini dilaksanakan dengan bersama-sama dalam satu masjid, jadi secara tidak langsung mereka saling menjaga hubungan baik dengan sesama dan tidak saling mengganggu, serta lebih menjaga sopan santun terhadap para guru (Wawancara pada tanggal 28 April 2009 setelah shalat Dhuha, pukul 10.00 Wib di emperan masjid).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pembiasaan shalat Dhuha ini merupakan salah satu kegiatan ekstrakulikuler yang ada di MI Miftahul Huda. Kegiatan ekstrakulikuler merupakan kegiatan yang dilakukan disekolah atau tempat lain (dalam masyarakat) untuk menunjang program pengajaran. Kegiaan ini bertujuan untuk menambah dan memperluas pengetahuan siswa tentang berbagai bidang atau pembahasan pendidikan agama Islam. Dari hasil observasi, bahwa kegiatan shalat Dhuha ini diberlakukan untuk siswa kelas IV, V, dan VI. Bagi siswa diwajibkan membawa perlengkapan shalat masing-masing. Untuk yang laki-laki membawa sarung dan peci (songkok), sedangkan yang perempuan membawa mukenah.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dari hasil observasi terlihat, bahwa shalat Dhuha ini dilaksanakan di dalam masjid yang berada di depan madrasah. Pelaksanaannya pada saat istirahat pertama atau setelah jam kedua pelajaran. Sebelum melaksanakan shalat Dhuha siswa diawasi dan dipersiapkan oleh guru yang mengajar pada jam kedua tersebut, seperti memeriksa perlengkapan shalat, mengawasi cara berwudlu siswa, sampai dimulainya pelaksanaan shalat Dhuha. Sedangkan bagi guru yang telah ditunjuk sebagai imam shalat Dhuha diharuskan berada di dalam masjid sebelum para siswa memasuki masjid.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Shalat Dhuha ini dilaksanakan dengan cara berjamaah pada dua rakaat pertama, dan dua rakaat selanjutnya dilaksanakan dengan sendiri-sendiri. Setelah shalat Dhuha selesai, siswa membaca do’a shalat Dhuha bersama-sama, kemudian diakhiri dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an yang dibimbing oleh guru. Dalam hal ini, Bapak Syamsul Hadi mengatakan, bahwa apabila ada siswa yang terlambat atau tidak mengikuti shalat Dhuha atau kegiatan membaca Al Qur’an, maka ia akan dihukum dengan membaca Al Qur’an surat Yasin dan diawasi oleh guru yang bersangkutan (Wawancara pada tanggal 29 April 2009 pukul 10.00 Wib di ruang guru).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Jika ditinjau dari segi hubungan vertikal (hablu mina allah), shalat Dhuha merupakan satu bentuk amal ibadah untuk mengingat Allah Swt. sebagai penciptanya yang wajib disembah. Senada dengan hal tersebut, Bapak Edi Imam Munajat menjelaskan, bahwa selalu ingat kepada Allah Swt. akan menumbuhkan sifat optimis (kepastian) pada diri siswa dan menyadarkannya bahwa ia tidak sendirian. Ia pun meyakini bahwa Allah Swt. senantiasa dekat dengannya. Jadi, mereka menjadi sadar bahwa semua kegiatan atau perbuatannya selalu diawasi oleh Allah Swt. (Wawancara pada tanggal 02 Mei 2009 pukul 11.00 Wib di ruang guru).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pada umumnya, manusia cenderung mengingat Allah Swt. ketika memiliki masalah atau musibah saja, bahkan terkadang kesibukan dapat menjadikan mereka lupa terhadap Allah Swt. Tetapi dalam hal ini, siswa di MI Miftahul Huda cukup terlatih dan terbiasa untuk selalu ingat kepada Allah Swt. di saat suka maupun duka. Bapak Syamsul Hadi mengatakan, bahwa walaupun kegiatan belajar siswa di madrasah sangat menumpuk, bukan berarti siswa juga lupa akan kewajibannya, yaitu mengingat Allah Swt. Salah satu cara mengingat Allah Swt. yaitu dengan membiasakan siswa untuk shalat Dhuha dan berdo’a (Wawancara pada tanggal 30 April 2009 pukul 19.00 Wib di rumahnya).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Lebih lanjut, Ibu Ida Suhartini (biasa disebut oleh para guru sebagai pakar kesehatan) saat diwawancarai mengatakan, bahwa karena shalat Dhuha dilaksanakan pada pagi hari, tepatnya pada waktu yang paling kondusif, saat-saat seperti itu biasanya pikiran siswa masih tenang, badan masih bugar, dan tenaga masih kuat. Oleh karena itu, pada saat seperti ini adalah saat yang tepat untuk mengingat Allah Swt. atas segala karunianya, yang wujudnya melalui shalat Dhuha (Wawancara pada tanggal 01 Mei 2009 pukul 07.00 Wib di depan ruang kelas III).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Syukur dengan hati ini dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperolehnya semata-mata karena anugerah dan kemurahan Allah Swt. Syukur dengan hati dapat mengantarkan siswa untuk menerima segala nikmat Allah Swt. dengan penuh kerelaan tanpa mengerutu dan keberatan betapa pun kecilnya nikmat tersebut. Hal ini terbukti ketika peneliti melakukan observasi terhadap kondisi siswa, dari hasil observasi tersebut menunjukkan kesederhanaan siswa, baik dari segi busana maupun tingkah laku mereka. Salah satu siswa bernama Hidayatullah kelas V saat diwawancarai mengatakan, bahwa ia merasa apa yang diberikan oleh Allah Swt. kepadanya adalah yang terbaik baginya (Wawancara pada tanggal 02 Mei 2009 pukul 09.30 Wib di emperan masjid).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Sedangkan syukur dengan ucapan, ketika hati siswa sangat yakin bahwa segala nikmat yang diperoleh itu bersumber dari Allah Swt., secara spontan dari lidahnya terucap kalimat “al-hamdilillah”. Karenanya, apabila ia memperoleh nikmat dari seseorang, lisannya tetap memuji Allah Swt. Dalam hal ini, dari hasil wawancara dengan Bapak Edi Imam Munajad (Kepala Madrasah sekaligus guru akidah akhlak) beliau mengatakan, bahwa setiap akhir pelajaran beliau selalu memberikan nasehat kepada para siswa untuk selalu bersyukur, paling tidak dengan mengucapkan kalimat “al-hamdulillah” ketika mendapatkan nikmat, sekecil apapun (Wawancara pada tanggal 01 Mei 2009 pukul 11.30 Wib di depan ruang kelas V).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Selain bersyukur dengan hati dan ucapan, siswa juga dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat, karena siswa cukup bisa mempergunakan nikmat tersebut dengan sebaik-baiknya. Selain itu, mereka juga berusaha untuk menjaga nikmat tersebut, misalnya ketika menerima nikmat berupa seragam, mereka berusaha merawatnya dengan cara mencuci ketika kotor, menyetrika agar rapi, dan menyimpannya dalam lemari. Ketika dianugerahi nikmat kesehatan, siswa dapat menjaga tubuh untuk tetap sehat dan bugar, agar terhindar dari sakit.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dampak shalat Dhuha terhadap akhlak siswa lainnya yaitu, setelah siswa melaksanakan shalat Dhuha, mereka merasa lebih tawakkal, menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt. setelah mereka berusaha semaksimalnya. Hal ini disebabkan karena mereka yakin bahwa dengan melaksanakan shalat Dhuha, maka Allah Swt. akan mempermudah segala urusan. Hasil wawancara dengan Ibu Husniyah, guru kelas I, beliau mengatakan bahwa keyakinan seperti ini dapat menenangkan hati dan menghindarkan siswa dari depresi, stres, putus asa, dan tekanan batin lainnya manakala keinginannya tidak tercapai (Wawancara pada tanggal 02 Mei 2009 di ruang guru).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Selanjutnya, ketika peneliti menanyai salah satu siswi yang bernama Betika Uliyani kelas VI setelah melaksanakan shalat Dhuha tentang dampak shalat Dhuha terhadap hasil belajarnya, ia menjawab, “Kalau saya giat dan rajin belajar, maka akan memperoleh hasil nilai yang bagus, tetapi kalau saya tidak giat atau malas belajar pasti hasil nilainya akan buruk pula”. Ia juga mengakui dengan melaksanakan shalat Dhuha, ia menjadi bersemangat untuk belajar, karena dengan shalat Dhuha dapat menghilangkan pikiran yang kalut, dan menjadikan pikiran lebih berkosentrasi pada pelajaran (Wawancara pada tanggal 02 Mei 2009 di dalam masjid).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Hasil wawancara dengan Bapak Edi Imam Munajat mengatakan, jika pada waktu istirahat siswa mempergunakan untuk shalat Dhuha, berdo’a, dan tawakkal, maka siswa dapat belajar dengan maksimal. Dengan begitu, transfer ilmu dari guru kepada siswa menjadi lebih optimal (Wawancara pada tangal 01 Mei 2009 pukul 11.30 Wib di depan ruang kelas V). Selanjutnya, Bapak Kadir juga menambahkan, bahwa hati siswa menjadi lebih tenang dan bersemangat untuk belajar, sebab mereka yakin bahwa Allah Swt. senantiasa mengawasi dan menaunginya dengan Rahmat dan Kasih sayang. Misalnya, apabila salah satu siswa berharap hasil ulangannya mendapatkan nilai di atas 80, tetapi al-hasil harapan itu tidak terealisasikan, ia tidak putus asa atau tidak bersemangat, namun sebaliknya, siswa dapat menginstropeksi diri dan mengevaluasi diri mereka sendiri (Wawancara pada tanggal 02 Mei 2009 pukul 07.00 Wib).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dalam hal ini, dengan melaksanakan shalat Dhuha para siswa MI Miftahul Huda dapat meningkatkan ketulusan hati kepada Allah Swt. dalam melaksanakan perbuatan terpuji, baik perbuatan yang berhubungan dengan Allah Swt., maupun perbuatan yang berhubungan dengan sesama manusia. Sebagaimana hasil wawancara dengan Ibu Siti Nur Khasanah yang menjelaskan, bahwa pembiasaan shalat Dhuha ini dilaksanakan salah satu tujuannya adalah agar siswa dapat lebih menghemat uang sakunya, karena waktu istirahat mereka digunakan untuk shalat Dhuha, tidak untuk jajan (membeli makanan atau kue) (Wawancara pada tanggal 27 April 2009 di ruang guru).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Selanjutnya, Ibu Lailatul Masfufah saat diwawancarai menjelaskan, bahwa dengan adanya kegiatan ini, waktu istirahat siswa digunakan untuk melaksanakan shalat Dhuha. Oleh karena itu, siswa dapat menyisihkan sebagian uang saku mereka pada saat istirahat pertama, dan sifat keikhlasan terlihat ketika mereka mengeluarkan sedekah amal jariyah (Wawancara pada tanggal 01 Mei 2009 pukul 07.30 Wib di depan ruang kelas V). Peneliti sendiri melihat beberapa siswa sedang memasukan sebagian uang saku mereka ke dalam kotak amal yang terletak di masjid, tanpa diperintah oleh siapa pun.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dari hasil observasi, siswa juga dilatih dan dibiasakan untuk gemar mengeluarkan amal jariyah. Setiap hari jum’at dengan ikhlas siswa menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk disedekahkan, kegiatan ini biasa disebut dengan jum’at amal. Ibu Lailatul Masfufah juga menjelaskan, bahwa sebenarnya dana dari kegiatan jum’at amal ini bukan disumbangkan kepada orang lain, tetapi dana ini digunakan untuk kepentingan siswa sendiri, misalnya ada salah satu siswa yang sakit, maka untuk membantunya diambilkan dari dana hasil kegiatan jum’at amal tersebut.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dampak shalat Dhuha terhadap pembinaan akhlak siswa terhadap sesama manusia, salah satunya yaitu dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan kasih sayang antar siswa, serta hubungan antara siswa dengan guru. Dalam hal ini, Bapak Zaenal Abidin mengatakan, bahwa tujuan diterapkannya pembiasaan shalat Dhuha ini, salah satunya agar siswa lebih menyadari tentang pentingnya rasa persaudaraan. Karena pelaksanaan shalat Dhuha ini dilakukan dengan bersama-sama, maka secara tidak langsung mereka telah menciptakan hubungan yang harmonis atau keakraban antar siswa dan juga guru (Wawancara pada tanggal 28 April 2009 setelah shalat Dhuha, pukul 10.00 Wib di emperan masjid).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Kemudian Bapak Kadir mengatakan, rasa persaudaraan siswa ini diaplikasikan dalam bentuk silaturrahmi, baik antar siswa maupun siswa dengan guru (Wawancara pada tanggal 02 Mei 2009 pukul 12.00 Wib di depan ruang kelas II). Apabila dicermati lebih jauh, silaturrahmi dapat mempererat tali persaudaraan. Tali persaudaraan yang kuat memudahkan kita berbagi solusi untuk mengatasi masalah kehidupan. Dengan mudahnya kita memperoleh solusi hidup, otomatis akan menghindarkan kita dari perasaan tertekan, stres, dan sejenisnya.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Pembiasaan shalat Dhuha juga berdampak pada pembinaan adab kesopanan siswa, baik perkataan maupun perbuatan. Ibu Iin Zunaidah menjelaskan, bahwa siswa harus dibiasakan dan dilatih untuk selalu menjaga kesopanan, baik terhadap orang tua, guru, maupun sesama teman (Wawancara pada tanggal 03 Mei 2009 di rumahnya). Dalam hal ini, siswa cukup menjaga adab kesopanan, misalnya mereka selalu mengucapkan salam ketika masuk atau keluar kelas, mencium tangan setiap guru ketika bertemu, dan berbicara dengan lemah lembut kepada setiap orang, terutama orang yang lebih tua.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Selain sikap kesopanan, dampak pembiasaan shalat Dhuha lainnya adalah siswa menjadi lebih tenang dan dapat menahan amarah mereka. Ibu Ida Suhartini mengatakan, bahwa di tengah-tengah rutinitas kegiatan belajar mengajar, siswa sering mengalami tekanan. Akibatnya, pikiran menjadi kalut, hati tidak tenang, dan emosi tidak stabil. Keadaan seperti ini tentunya tidak kondusif untuk belajar, karena dapat merusak kosentrasi dan mengganggu keharmonisan antar siswa, yang akhirnya prestasi mereka pun menjadi korban (Wawancara pada tanggal 02 Mei 2009 pukul 10.30 Wib di ruang guru). Oleh karena itu, untuk mengatasi keadaan seperti itu, siswa harus berupaya untuk selalu melaksanakan shalat Dhuha. Hasilnya, pikiran menjadi tenang, dan emosi menjadi terkontrol.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada Bab sebelumnya, bahwa data ini diperoleh dari hasil observasi partisipatif, wawancara, dan dokumenter. Setelah dilakukan pengecekan ulang tentang kevalidannya, hal ini sesuai dengan kanyataan yang sebenarnya di lapangan. Selanjutnya pada pembahasan ini akan didiskusikan apa yang menjadi temuan dalam penelitian ini, kemudian diinterpretasikan sebagai jawaban dan tanggapan terhadap apa yang dipaparkan sebelumnya. Adapun diskusi dan interpretasi tersebut adalah sebagai berikut:

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Berdasarkan penyajian dan analisa data, disebutkan bahwa terdapat beberapa dampak dari pembiasaan shalat Dhuha terhadap pembinaan akhlak siswa kepada Allah Swt. di MI Miftahul Huda, yaitu sebagai berikut: Pertama, dengan adanya pembiasaan shalat Dhuha ini siswa cukup mampu menerapkan rasa syukur mereka atas segala nikmat Allah Swt., baik melalui ucapan maupun perbuatan. Kedua, dengan adanya pembiasaan shalat Dhuha ini siswa merasa lebih tawakkal, dan menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt. setelah mereka berusaha semaksimalnya dengan cara giat dan rajin belajar, baik di rumah maupun di madrasah. Dan ketiga, dengan adanya pembiasaan shalat Dhuha ini siswa dapat meningkatkan sikap keikhlasan, salah satunya melalui amal jariyah atau sedekah yang mereka keluarkan, bukan karena perintah dari siapa pun, tetapi memang karena Allah Swt.

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dengan demikian, maka dapat diinterpretasikan bahwa dampak pembiasaan shalat Dhuha terhadap pembinaan akhlak siswa kepada Allah Swt. di MI Miftahul Huda cukup berhasil, karena siswa cukup mampu menerapkan beberapa sikap atau akhlak terpuji terhadap Allah Swt., yaitu siswa lebih bersyukur kepada Allah Swt. atas segala nikmat-Nya, lebih tawakkal setelah mereka berusaha dan berdo’a, serta siswa juga lebih memiliki sifat ikhlas dalam setiap perbuatannya dan diniatkan karena Allah Swt. (lillahi ta’ala).

seperti di kutip dari https://imronfauzi.wordpress.com

Dampak shalat Dhuha terhadap pembinaan Akhlak siswa terhadap sesama manusia di MI Miftahul Huda, antara lain: Pertama, dengan adanya pembiasaan shalat Dhuha ini siswa dapat menyadari akan pentingnya rasa persaudaraan. Hal ini diaplikasikan dengan menyambung tali silaturrahmi, baik antar siswa maupun siswa dengan guru. Kedua, dengan adanya pembiasaan shalat Dhuha ini siswa cukup mampu menerapkan adab kesopanan terhadap setiap orang, terutama orang tua dan guru, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Ketiga, dengan adanya pembiasaan shalat Dhuha ini siswa dapat mengontrol emosi atau amarah, selain itu pikiran dan hati siswa juga menjadi lebih tenang, sehingga akan memperlancar proses belajar. Dan keempat, siswa juga menjadi lebih memiliki sifat jujur, baik berupa perkataan maupun perbuatan.


Baca juga :

Sejak ditandatanganinya PCA pada tahun 1994, PCA—yang menyajikan berbagai poin penting dalam menata pola hubungan antara Rusia dan UE—telah menjadi cornerstone bagi hubungan kedua aktor politik ini. Kendatipun demikian, banyak analis yang juga menyatakan pola hubungan kedua aktor ini lebih cenderung bersifat asimetris. UE merupakan partner dagang utama Rusia, sedangkan Rusia merupakan pemasok utama kebutuhan energi UE. Dalam bidang perdagangan, misalnya, total perdagangan UE terhadap Rusia mencapai 125 miliar euro pada tahun 2004 dengan defisit perdagangan bagi UE sebesar 35 miliar euro.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Rusia selama ini memasok kebutuhan energi UE sejumlah 50 persen kebutuhan gas UE dan 30 persen kebutuhan minyak mentah UE. Pada tahun 2030, diperkirakan Rusia memenuhi 70 persen kebutuhan total energi UE. Guna mengantisipasi berbagai implikasi negatif kebutuhan energi UE terhadap Rusia, kedua aktor telah bersepakat membentuk sebuah komisi bersama untuk membicarakan harga energi Rusia agar sesuai dengan harga pasar dunia, keamanan suplai energi, dan transfer teknologi. Arti penting energi dalam hubungan kedua aktor ini bahkan dirumuskan ke dalam pembentukan “European Strategy for Sustainable, Competitive and Secure Energy” yang akan diintegrasikan sebagai bagian dari kerangka besar kerja sama Rusia dan UE.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Bidang kerja sama lain yang juga mendapa perhatian Rusia dan UE adalah kerja sama dalam bidang internal security, freedom and justice, khususnya dalam aspek terorisme, nonproliferasi senjata pemusnah massal, kriminalitas terorganisasi, serta kerja sama kepolisian dan keimigrasian. Berbagai aspek keamanan tradisional, terutama nontradisional, di atas memang menjadi fokus perhatian disebabkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik yang relatif belum stabil di Rusia yang telah mendorong munculnya beragam ancaman keamanan individual di banyak negara UE.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kemitraan antara Rusia dan UE juga merambah pada bidang-bidang politik keamanan yang bertujuan memberikan kontribusi pada keamanan dan perdamaian global. Namun, berbagai dialog di antara kedua aktor ini dalam bidang kebijakan luar negeri dan pertahanan baru hanya mencapai tingkat konsultasi. Hal ini terutama karena masih tajamnya perbedaan kepentingan antara Rusia dan UE. Rusia, misalnya, tetap menginginkan keterlibatannya dalam berbagai fora yang membahas perkembangan kebijakan pertahanan UE, khususnya yang membahas lingkungan keamanan di negara-negara bekas satelitnya dan negara pecahan Uni Soviet, seperti Polandia, Bulgaria, Moldova, dan Ukraina.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sementara itu, UE pun menolak keterlibatan penuh Rusia dalam berbagai kebijakan pertahanan UE, khususnya mengabaikan usulan Rusia untuk membentuk EU-Russia Council. Usulan Rusia mengenai pembentukan dewan ini mengadopsi Permanent NATO-Russia Council yang sudah terbentuk sebelumnya antara NATO dan Rusia. Kendatipun memang telah banyak terbentuk beragam dialog politik keamanan antara Rusia dan UE, dari sisi substansi, kemitraan antara Rusia dan UE dalam bidang politik keamanan masih sangat lemah. Salah satu faktor utama masih lemahnya kerja sama dalam bidang politik keamanan ini adalah masih tajamnya ketidaksepakatan antara di kedua aktor mengenai bentuk (form) dan cakupan (scope) kerja sama yang ingin dibentuk.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kemitraan Rusia dan UE kini memasuki masa transisi. Ketidakhatihatian dari kedua aktor ini dalam menegosiasikan kembali berbagai kepentingan strategis mereka hanya akan mendorong kemitraan ini menjadi sesuatu yang dapat mengganjal keutuhan UE dan pola hubungannya dengan AS. Pemilihan umum presiden Rusia pada tahun 2008 dapat menjadi salah satu indikator utama arah perjalanan kemitraan Rusia dan UE ini. Sebaliknya, kemampuan Rusia dan UE dalam menyinergikan berbagai kepentingan strategis mereka dapat menjadi faktor pendorong bagi terciptanya road map for a more solid basis for the future partnership.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sementara itu, beberapa kalangan di dalam negeri telah melontarkan kritik terhadap keputusan pemerintah untuk mendukung resolusi tersebut dengan alasan, antara lain, bahwa Indonesia telah mengikuti skenario negara adikuasa, bahwa pemerintah tidak konsisten dalam membela kepentingan negara-negara berkembang di fora internasional, dan bahwa negara-negara Barat belum dapat membuktikan bahwa pengembangan nuklir Iran bukan untuk kepentingan damai. Gaung protes juga terdengar di Rapat Kerja DPR dengan Menlu, Jumat pekan lalu. Lebih jauh, rencana DPR untuk menggunakan hak interpelasi terhadap pemerintah terus bergulir.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mengenai kesan bahwa Resolusi 1747 adalah skenario AS/Barat, perlu dicatat kenyataan bahwa resolusi yang telah diadopsi secara aklamasi tersebut diprakarsai oleh kelima anggota tetap DK PBB, termasuk China dan Rusia yang merupakan partner dekat Iran. Selain itu, Resolusi 1747 juga telah dirundingkan dan didukung oleh negara-negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) di DK PBB, yaitu Kongo, Ghana, Indonesia (mantan Ketua GNB dan negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim), Panama, Peru, Qatar (negara Arab yang mewakili kawasan Timur Tengah), dan Afrika Selatan (juga mantan Ketua GNB). Kenyataan ini menunjukkan bahwa sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran telah benar-benar mencerminkan sikap masyarakat internasional dan telah mendapatkan legitimasi internasional.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Mengenai hak Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan-tujuan damai yang selalu didukung oleh Indonesia, Resolusi 1747 menegaskan kembali “hak negara-negara pihak [termasuk Iran] sesuai ketentuan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (Non-Proliferation Treaty/NPT) untuk mengembangkan penelitian, produksi dan penggunaan tenaga nuklir untuk tujuan-tujuan damai tanpa diskriminasi”, tetapi hak tersebut disertai kewajiban semua negara pihak untuk sepenuhnya mematuhi kewajiban-kewajibannya berdasarkan NPT.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dengan demikian, jelas bahwa hak suatu negara pihak (termasuk Iran) untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan-tujuan damai tidak lepas dari kewajiban-kewajiban negara tersebut untuk dimonitor oleh IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) agar kegiatan nuklir untuk tujuan damai itu tidak diselewengkan ke pembuatan senjata nuklir. Kaitan erat antara hak dan kewajiban ini sering terabaikan dalam memberikan penilaian terhadap masalah nuklir Iran. Masalah utama krisis nuklir Iran ini adalah masalah kepatuhan Iran terhadap kewajiban-kewajibannya sebagai negara pihak NPT, bukan masalah hak Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pada bulan Januari 2007 yang lalu pejabat-pejabat PBB menyatakan, Iran akan memulai pembangunan fasilitas pengayaan uranium di bawah tanah untuk menghasilkan bahan yang akan dapat dipakai untuk membuat senjata nuklir. Mohamed ElBaradei, Dirjen IAEA, menyatakan bahwa Iran akan membuat 3.000 fasilitas centrifuge. Pembuatan centrifuge merupakan tahapan kritis dalam pengembangan tenaga nuklir yang akan memungkinkan pembuatan senjata nuklir. Menurut para ahli, begitu centrifuge dibangun, akan sangat sulit untuk mencegah pembelokan program nuklir untuk tujuan damai ke program senjata nuklir. Sementara itu, Iran tetap menolak inspeksi terhadap fasilitas-fasilitas nuklir yang klendestin oleh IAEA sesuai dengan kewajibannya berdasarkan NPT dan Safeguards Agreements dengan IAEA sehingga kecurigaan masyarakat internasional bahwa Iran sedang mengembangkan kemampuan membuat senjata nuklir makin meningkat. Laporan terakhir IAEA kepada DK PBB makin memperkuat kecurigaan masyarakat internasional ini.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dengan pemahaman mengenai krisis nuklir Iran sebagaimana diutarakan di atas, seyogianya seluruh energi kita jangan sampai terkuras habis oleh perdebatan yang berkepanjangan. Indonesia yang berkepentingan untuk mencegah proliferasi senjata nuklir lebih baik memusatkan upayanya dengan memberikan sumbangan konkret dengan memanfaatkan peluang yang diberikan oleh Resolusi 1747 untuk membantu Iran dan kelima anggota tetap DK PBB dan Jerman untuk mencapai penyelesaian damai melalui perundingan tanpa prasyarat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di masa Orde Baru, UUD 1945 amat dikeramatkan sehingga ketidakmungkinan perubahannya merupakan bagian absolutisme penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Di masa Reformasi, perubahan justru terjadi bertubi-tubi, dalam arti repetitif maupun ekstensif; entahlah dalam hal intensif. Azyumardi Azra mencatat, empat kali perubahan dari 1999 sampai 2002 menghasilkan 174 ketentuan ubahan dari seluruh 199 ketentuan yang tercakup dalam UUD 1945 Perubahan. (Kompas, 27/3) Jadi, tak kurang dari 87,5 persen sehingga banyak pihak merasa pangling.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Betapapun, konstitusi merupakan produk sebuah proses politik, dan sebaliknya merupakan panduan sekaligus koridor bagi pengembangan kerangka kerja politik. Di sini kita berbicara tentang dasar-dasar hukum bagi sistem pemerintahan dan kehidupan sosial-politik 200 juta jiwa warga, yang sosialisasinya bukan perkara sehari dua hari. Menilik hal itu, seyogianya sebuah konstitusi tidak kelewat gampang berubah-ubah mengikuti irama genderang perubahan politik agar lebih dapat memberi kepastian hukum bagi segenap warganya. Jika diadakan angket, diyakini—bahkan hasil amandemen yang pertama sekalipun—belum tersosialisasikan kepada 1 persen penduduk negeri ini.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

John Dewey percaya, penyakit demokrasi hanya bisa disembuhkan dengan menambah dosis demokrasi. Dalam banyak kasus, Zakaria melihat sebaliknya: perlu dikurangi. Salah satu contohnya, undang-undang pajak pendapatan federal AS. Undang-undang ini berrevolusi dari 14 menjadi 2.000 halaman plus 6.000 halaman peraturan, dengan 480 lembar formulir pajak plus 280 lembar penjelasannya, yang setiap tahun membebani rakyat AS 100 miliar dollar AS (lebih dari Rp 900 triliun). Padahal, menurut perhitungan Dale Jorgenson, Kepala Departemen Ekonomi Harvard, jika menerapkan pajak konsumsi model flat-rate saja, pendapatan pajaknya justru akan meningkat dua kali lipat plus ekstra pertumbuhan ekonomi lebih dari 200 miliar dollar AS per tahun.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebaliknya, banyak lembaga, seperti Uni Eropa atau Federal Reserve AS, justru efektif karena disekat dari tekanan politik harian. Demokrasi perlu lebih meluangkan delegasi karena pengejawantahan kebijakan sering punya tuntutan teknis, spesialisasi, maupun ekspertis tinggi, sementara proses politik harian sering amat diwarnai kepentingan sempit, sesaat, dan dipenuhi orang-orang yang sebetulnya amatir dalam bidang yang dibahas. Baginya, proses politik seyogianya berhenti pada menggariskan garis besar panduan, konteks menyeluruh dan jangka panjang, lalu mendelegasikan pengejawantahan pada birokrasi atau instansi yang diberi kelapangan independensi dari terlalu banyak campur tangan politik harian.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Berbagai perubahan UUD 1945 dan pertikaian artikulasi politik di baliknya bukan hanya kerap diwarnai kepentingan politik sempit dan perspektif jangka pendek, tetapi juga terkesan grusa-grusu. Perubahan yang terus berulang dalam waktu pendek, dan kembali diragukan banyak pihak, kiranya sudah bertutur dengan sendirinya. Usulan dan perdebatan bahkan sempat memunculkan kembali ide-ide yang menunjukkan kemunduran ke era konsolidasi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan mengancam kesadaran akan kemajemukan masyarakat kita.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ricky punya gagasan mengarahkan Batam menjadi First ASEAN Economic Zone (FAEZ). Batam tidak menjadi pesaing Singapura, tetapi harus bahu-membahu. Caranya ialah menghubungkan Batam dan Singapura dengan membangun ASEAN Link yang terdiri dari dua bagian. Pertama ialah terowongan di bawah laut sepanjang 14 km, yang melintas dari Singapura ke Pulau Lengkana. Dari Lengkana menuju Batam dibangun overhead bridge sepanjang 12 km. Pembangunan link tadi sekaligus menghubungkan Indonesia (Batam) dengan daratan Asia. Berarti kita bisa menjelajah ke Asia, Timur Tengah, dan Eropa melalui daratan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Terdapat kecenderungan kebijakan untuk memperbesar porsi pembiayaan dan pengurangan utang luar negeri. Apa sebabnya? Terdapat dua alasan utama yang menjadi dasar. Pertama, adanya posisi defisit perkiraan berjalan dalam neraca pembayaran yang telah berlangsung secara terus-menerus dalam waktu lama. Kedua, adanya posisi neto yang negatif dalam aliran masuk sumber-sumber keuangan internasional di sektor pemerintah. Terjadi kesenjangan yang terus-menerus antara kebutuhan investasi nasional dan kemampuan nasional untuk membiayai kebutuhan investasi nasional.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Muncul pertanyaan: dapatkah aliran masuk investasi asing menjadi pemecah masalah neraca pembayaran negara-negara berkembang? Atau malah justru akan memperburuk keadaan? Studi Claessens di atas mendukung proposisi bahwa: “The cost of servicing foreign direct investment is in general higher than the cost of servicing debt.” Kesimpulan ini adalah hasil perbandingan antara nilai keuntungan investasi asing yang direpatriasi ke luar negeri sejak tahun 1950 lebih tinggi daripada nilai investasi yang masuk ke negara-negara berkembang. Dan juga lebih tinggi daripada pembayaran kewajiban yang berkaitan dengan utang luar negeri negara-negara itu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Penelitian Sritua Arief menunjukkan bahwa untuk Indonesia selama 1973-1990 nilai kumulatif investasi asing yang masuk ke Indonesia berjumlah 5,775 miliar dollar AS dan diiringi kumulatif keuntungan investasi yang direpatriasi dari Indonesia pada waktu yang sama berjumlah 58,859 miliar dollar AS. Artinya, setiap dollar AS yang masuk akan diiringi dengan 10,19 dollar AS yang keluar Indonesia. Peranan negatif modal asing dalam pemupukan tabungan domestik di berbagai negara berkembang telah dilaporkan dalam studi Hollis Chenery (1979), Keith Griffin (1986), McDonald (1982). Tidak diketahui apakah angka 18.000 dollar AS Visi 2030 telah memperhitungkan juga dana yang direpatriasi ke luar negeri karena sebagian cukup besar investasi berasal dari luar negeri.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Modal asing masuk ke Indonesia sejak awal Orde Baru. Saat itu pemerintah harus bekerja keras meyakinkan para investor luar negeri untuk masuk ke Indonesia, termasuk di dalamnya keputusan untuk mengembalikan semua perusahaan dan aset non-Belanda kepada pemiliknya yang sah (dan memberikan ganti rugi kepada mereka yang menolak mengambil kembali perusahaan yang sudah rusak). Selama sekitar 30 tahun usia Orde baru, minat untuk masuk modal luar negeri ke Indonesia naik turun. Mereka mempertimbangkan banyak faktor, terutama stabilitas politik dan pengaruhnya terhadap kebijakan pemerintah serta kondisi sosial, seperti reaksi masyarakat terhadap modal luar negeri. Buku Jeffrey Winters berjudul Power in Motion menguraikan dinamika masuknya modal luar negeri ke Indonesia.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sementara itu kita melihat dana menganggur di perbankan nasional kita (SBI) berjumlah ratusan triliun rupiah. Modal pemerintah yang dilarikan ke luar negeri oleh pengusaha hitam jumlahnya juga ratusan triliun rupiah. Bagi masyarakat awam sulit untuk memahami mengapa Presiden dan Wapres menghabiskan banyak waktu berharga untuk menarik minat investasi dari luar negeri. Akan jauh lebih bermanfaat apabila pemerintah fokus untuk meningkatkan investasi pengusaha dalam negeri dengan mendorong pemberian kredit oleh perbankan nasional, terutama UMKM, dan reformasi birokrasi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Perlu kita amati investasi para pengembang besar pada sektor pusat perdagangan seperti Pasar Blok M dan Pasar Tanah Abang yang mengakibatkan hilangnya pekerjaan pada puluhan ribu pedagang kecil tradisional. Pola semacam ini terjadi di hampir semua kota besar di Indonesia. Pemerintah tidak memberikan peluang kepada pedagang kecil yang sejak awal berdagang di situ untuk mengelola pasar yang terbakar itu dan membantu pembiayaannya, padahal proyek itu amat layak secara bisnis. Pemerintah lupa bahwa pedagang kecil dan UMKM-lah yang menjadi penyangga saat ekonomi kita mengalami krisis terakhir.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Masyarakat menyaksikan sikap berani Hugo Chavez dan Evo Morales terhadap kekuatan modal asing yang didukung AS dan kawan-kawan. Cukup banyak yang bertanya, apakah tidak mungkin kita meniru mereka? Kita paham bahwa apa yang dilakukan Chavez dan Morales belum tentu cocok bagi Indonesia, tetapi kita tidak ingin Indonesia makin jauh masuk ke dalam cengkeraman modal asing, karena penelitian membuktikan bahwa itu akan membuat nilai tambah pemanfaatan sumber daya alam kita sebagian besar akan lari ke luar negeri.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebetulnya dapat dipahami jika kepentingan politik SBY menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melakukan reshuffle. Namun, jauh dari elok jika pertimbangan politik mengalahkan pertimbangan untuk memperbaiki kinerja kabinet. Karena, selama ini, desakan publik yang amat kuat untuk melakukan reshuffle tidak terlepas dari kinerja sebagian anggota kabinet amat jauh dari yang diharapkan. Selain karena faktor usia dan kesehatan, banyak anggota kabinet gagal mengimplementasikan pohon-janji yang pernah dikemukakan Yudhoyono-Kalla dalam Pemilu 2004.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Warisan Soeharto terlihat menyeruak saat demokrasi hingga kini masih penuh eforia dan ekses. Saat kehidupan publik dan masyarakat tak sesuai dengan harapan yang melambung di tengah momentum demokrasi pasca- Soeharto; saat keamanan pribadi dan lingkungan kian tidak terjamin; saat harga BBM terus naik; saat tarif utilities dari listrik, gas dan air terus meningkat; dan saat harga beras dan makanan pokok lain terus melambung dan sulit didapat, ketika itulah kalangan masyarakat banyak yang bergulat dengan kelangsungan hidup “merindukan” pemerintahan Soeharto. Tetapi, “kerinduan” itu melanggar logika sejarah dan sunnatullah; sejarah tidak pernah berulang meski orang Prancis bilang l’histoire se repete

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tanpa bermaksud melemahkan usaha antikorupsi yang kini gencar, pernyataan Elson perlu disimak, “Apa pun kerusakan yang disebabkan korupsi (pada masa Soeharto), sebagian besar pertumbuhan ekonomi itu disalurkan ke dalam investasi produktif, elaborasi infrastruktur fisik dan komunikasi, keluarga berencana, pertanian, dan industri”. Lebih tajam, Elson menulis, “So great was his achievement that the damage caused by the 1997-98 financial meltdown—itself ascribed by Suharto to Indonesia’s dearth of appropriate systems and ’talented men’ to handle the rapid economic growth of the late 1980s and early 1990s—made little impact on his overall record” (Elson: 307).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Secara retrospektif, indoktrinasi Pancasila terbukti merupakan kebijakan kontraproduktif, yang membuat Pancasila sebagai dasar negara mendapat nama jelek sehingga para pejabat tinggi pada masa reformasi enggan menyebut Pancasila dalam wacana publik. Kini, di tengah ancaman disintegrasi yang masih berlanjut; di tengah bangkitnya semangat provinsialisme dan etnis; di tengah maraknya politik sektarian, mulai bangkit kembali kesadaran pada kalangan terbatas tentang perlunya rejuvenasi dan revitalisasi Pancasila.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di Tangerang, misalnya, panitia sekolah bahkan minta izin kepada pengawas untuk masuk kelas dan tanpa malu-malu memberikan jawaban ujian kepada siswa. Pasca-UN SMA, ada pejabat yang kebakaran jenggot karena melihat potensi UN yang merugikan reputasi daerahnya lalu segera mengadakan rapat kilat mengundang para kepala sekolah dan mencoba “main mata” dengan Tim Pengawas Independen (TPI) agar hasil UN di daerahnya diatur baik. Dengan uang amplop yang diterima, para pendidik seperti dilecehkan nuraninya. Namun, jika tidak ikut setuju, risiko jabatan menghadang di depan mata!

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sekolah sebenarnya memiliki potensi yang amat efektif bagi pembentukan habitus baru dan karakter siswa. Namun, jika yang mereka saksikan adalah rusaknya moralitas para pendidik dan guru, gagasan sekolah sebagai pembentuk karakter semakin sirna. Sia-sialah mengharapkan pembaharuan pendidikan dalam lembaga pendidikan. Apa pun aturan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk menjaga kualitas pendidikan, aturan itu tetap bisa ditelikung oleh individu melalui perilaku dan tindakannya. Pendidikan karakter akan semakin efektif jika dalam sekolah terdapat figur keteladanan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Partahi adalah contoh anak muda yang tidak mendapat sentuhan negara. Ia mendapat kasih sayang dari kedua orangtuanya, yang salah satu bukan ibu kandungnya. Partahi yang mengejar impian ke negeri orang ternyata menemukan situasi yang tidak bisa dipercaya, ditembak anak muda negeri lain yang sedang kehilangan kepercayaan. Andai Partahi tidak mati, ia akan kembali ke Indonesia dan membangun negeri yang sedang runtuh ini untuk mencapai tujuan kemanusiaan. Ia potensial menjadi seorang pemimpin besar.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kehadiran oposisi bukan hanya diperlukan dalam konteks relasi eksternal parpol, tetapi juga internal parpol. Untuk waktu lama, di Jepang partai berkuasa LDP amat kuat dan di Parlemen oposisi lemah sekali. Tetapi, oposisi muncul berupa faksi-faksi dalam tubuh LDP; antara lain faksi Tanaka, faksi Watanabe, faksi Fukuda, dan banyak lagi. Faksi-faksi dalam LDP menggambarkan kematangan politisi Jepang yang membuat LDP tetap utuh dan mengantar Jepang menjadi adidaya ekonomi karena antarfaksi saling mengawasi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Hal yang paling mendesak bagi penyelesaian masalah itu adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi. Ini membutuhkan kebijakan liberalisasi yang radikal terhadap pasar dan buruh, kompetisi yang lebih besar dan lebih sedikit proteksi, pajak yang lebih rendah, pemotongan belanja publik, serta peningkatan pelayanan publik. Masyarakat Perancis berpandangan, hal-hal itu belum serius ditangani dalam 25 tahun terakhir, baik pada masa François Mitterrand dari sosialis kiri maupun Jacques Chirac dari konservatif kanan. Ini merupakan tantangan terbesar bagi presiden Perancis berikutnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Perlu ditegaskan, tugas pemerintahlah untuk menegakkan hak cipta dan kalau kemudian berdiri CS yang dilaksanakan kalangan pencipta, kalangan pemegang sound recording right/produser rekaman, maka kinerja lembaga itu tidak boleh lepas dari tanggung jawab pemerintah. Jika umumnya harus dihindari campur tangan pemerintah terhadap organisasi kemasyarakatan, campur tangan pemerintah pada lembaga CS justru mutlak perlu demi tegaknya hak cipta dan terlindunginya hak-hak ekonomi pencipta dan pemegang hak terkait.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Bayangan seperti ini perlu dilempangkan. Birokrasi pemerintahan yang begitu gigantis dengan jumlah pekerja yang melebihi jumlah penduduk di sejumlah provinsi membuatnya tak bisa diurus dari satu titik pusat. Lagi pula status konstitusional dari klaim manajerial kepresidenan tidak serinci itu. Bagian terluas pegawai negeri sipil tidak mendapat arahan (langsung) dari presiden, tetapi dari perundang-undangan yang mengesahkan kehadiran badan-badan dan mengarahkan tugasnya. Karena itu, masuk akal untuk menyebut birokrasi sebagai cabang keempat pemerintahan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam mendefinisikan mandat kepemimpinannya, pertama-tama seorang presiden harus memiliki landasan ideologi kerja (working ideology), berupa seperangkat prinsip dasar sebagai haluan kebijakan. Ideologi kerja ini sudah harus dinyatakan dalam kampanye yang bisa memberi semacam jangkar nilai dan suar arah kepada publik pemilih. Dalam hal ini ideologi presiden terkait ideologi partai politik yang mendukungnya, yang dalam situasi Indonesia hari ini justru kesulitan menemukan partai politik dengan ideologi kerja yang jelas. Tak heran jika presiden yang muncul tak punya prinsip dasar dan watak yang jelas.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Atas dasar ideologi kerja ini, sebuah platform bisa diturunkan dengan prioritas yang jelas. Sekali lagi, presiden tidak bisa mengurus dan menyelesaikan semua urusan pemerintahan. Karena itu, agenda pemerintahannya harus jelas dan terbatas dengan arahan jelas. Presiden harus menunjukkan fokus dalam mendefinisikan, dan keefektivan dalam mengejar, agenda substantifnya, demi memudahkan mobilisasi sumber daya serta menawarkan sense of direction bagi aparat pemerintahan, publik dan media. Ambisi menyelesaikan segala masalah sekaligus berisiko menangguk kegagalan di semua lini.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dengan prinsip dan fokus yang jelas, presiden baru bisa menentukan komposisi dan personel kabinet yang tepat. Komposisi dan personel yang dipilih harus merupakan bagian dari solusi, bukan menambah masalah. Jika presiden memberi fokus pada kesejahteraan sosial, sungguh ironis jika menteri yang menangani masalah ini justru figur yang abai terhadap tragedi kemanusiaan. Jika penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sebagai fokus, agak mengherankan jika kementerian di bidang ini diisi menteri-menteri dengan rekam jejak yang buruk di bidang hukum. Menteri-menteri terpilih, terutama di posisi-posisi kunci, harus memahami prinsip dan fokus agenda kepresidenan dengan komitmen utamanya diarahkan kepada presiden, bukan kepada kepentingan partai, kelompok kepentingan, ataupun perseorangan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam memilih personel, presiden cenderung menghendaki kompatibilitas politis dan kebijakan, loyalitas, serta kompetensi profesional pada diri seseorang sekaligus, suatu kombinasi yang sulit diperoleh. Untuk mengatasi hal ini, presiden harus memilih personel itu dalam kerangka pembentukan tim di tiap departemen atau badan, di mana kapasitas para pemimpin puncaknya harus bisa saling mengisi. Misalnya, presiden bisa memilih sekretaris kabinet yang kompatibel secara politik, deputi sekretaris yang memiliki keahlian pemerintahan, dan mantan anggota tim kampanyenya sebagai juru bicara.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Suatu kebetulan atau tidak, penolakan Sultan sebagai Gubernur Yogyakarta dan rencananya berkiprah di domain nasional berbarengan dengan Rapat Konsultasi Partai Golkar di Yogyakarta. Publik pun berspekulasi, kedua hal terpisah ini sebenarnya bertalian. Adakah Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar sedang mengagendakan sekaligus mengondisikan Jusuf Kalla dan Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden dan calon wakil presiden dari Golkar 2009? Spekulasi ini dirangsang oleh gambar akrab Kalla, Sultan, dan Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi, di media.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Namun, tantangan Sultan yang segera berkiprah di kancah nasional—jika itu dimaknai maju sebagai calon presiden atau wakil presiden—bukan pada peta politik pemilih nasional tahun 2009. Tantangan Sultan adalah di internal Partai Golkar, persis pengalamannya tahun 2004. Ada banyak tokoh kelas berat di Golkar yang mungkin menyimpan ambisi yang sama. Mulai dari sosok Agung Laksono, Surya Paloh, hingga Aburizal Bakrie. Belum lagi beberapa tokoh muda yang mulai moncer. Agenda memasangkan Kalla-Sultan, jika benar, akan ada yang menggergaji dari dalam.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kemampuan pemerintah dalam mengamankan harga beras serta pasokan minyak tanah dan elpiji pun tak kunjung membaik. Kelangkaan dan kenaikan harga menjadi peristiwa rutin yang tak pernah bisa dituntaskan. Penanganan bencana juga bertele-tele. Kecelakaan transportasi udara, laut, dan darat mencerminkan lemahnya pemerintah sebagai regulator. Semua itu membawa kita ke jurang pesimisme, terekam dalam jajak pendapat lembaga kajian maupun media. Terlalu sering orang bertanya, mau dibawa ke mana negeri ini?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Campur tangan pemerintah dalam penulisan buku tentu bukan hal baru. Sudah lama pemerintah di sejumlah negara melakukan intervensi atas penulisan buku-buku, khususnya sejarah. Pada abad ke-16, Pemerintah Perancis melarang buku Jerusalem Delivered karya Tasso, yang dinilai bisa membahayakan kekuasaan para raja. Tahun 1792 Pemerintah Inggris memberangus buku Thomas Paine, The Rights of Man, dengan pertimbangan Paine mendukung Revolusi Perancis dan Revolusi Amerika sehingga dapat mengancam kedudukan para penguasa di London.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di tahun 1950-an, senator dari Amerika Serikat, Joseph McCarthy, menentang peredaran buku Civil Disobedience karya Thoreau karena dipandang dapat membuat rakyat bersikap kritis terhadap pemerintah. Tahun 1955 para penguasa apartheid di Afrika Selatan tidak membolehkan publikasi buku Anna Sewell, Black Beauty, meski buku itu hanya bercerita tentang seekor kuda. Pada tahun 2003 pemerintah komunis Kuba memenjarakan 75 warganya, termasuk Pedro Moran dan Pablo Avila, dengan dalih menyebarkan “gagasan-gagasan subversif” melalui jaringan perpustakaan mereka.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Menariknya, dalam hal intervensi atas penulisan dan penerbitan buku, rupanya Pemerintah Indonesia bukan merupakan kekecualian. Sudah lama, khususnya sejak Orde Baru naik, para penguasa amat berkepentingan dalam mengawasi penerbitan buku, khususnya buku-buku sejarah, lebih khusus lagi buku-buku yang topiknya terkait legitimasi dan kedudukan para penguasa. Dalam hal ini sejumlah figur dari kalangan penguasa cenderung mendukung versi sejarah yang menguntungkan kekuasaan, serta menentang narasi yang dipandang akan membuat orang mempertanyakan keabsahan kekuasaan mereka atau berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah di masa lalu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Masalahnya, campur tangan itu biasanya terkait kekuasaan daripada dengan masalah kebenaran sejarah, apa pun definisinya. Alasan yang biasa dipakai para penguasa, terdengar manis, misalnya, alasan legal, moral, pedagogis, dan atau alasan lain. Namun, yang menjadi alasan pokok sejatinya hasrat berkuasa. Dalam lingkaran kekuasaan, sejumlah orang merasa tak enggan mendukung suatu narasi sejarah tertentu meski itu keliru atau melarang narasi lain meski itu benar. Mengapa? Karena, sekali lagi, bagi para penguasa, urusan utama mereka bukan kebenaran sejarah, tetapi perlunya mempertahankan kekuasaan selagi masih ada di tangan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Itu sebabnya menanggapi berbagai bentuk pelarangan buku—di mana pun—dengan hanya bertolak pada masalah kurikulum, legalitas, dan lainnya sebenarnya kurang lengkap. Tanggapan akan menjadi lebih memadai jika disertai analisis mendalam terhadap hasrat untuk mempertahankan kekuasaan, di balik pelarangan itu. Perlu ditanyakan, siapa yang diuntungkan jika narasi sejarah dibelokkan atau dihapus? Siapa yang akan puas jika sebuah buku sejarah dilarang? Jawaban atas pertanyaan itu membawa kita ke alasan sesungguhnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Presiden SBY sebenarnya tergolong pemimpin negara dan pemerintah yang paling dikaruniai demokrasi di antara semua Presiden RI yang pernah ada. Betapa tidak. Setiap hari koran Indonesia tertentu, terutama yang terbit di Jakarta, menyajikan opini di halamannya, juga majalah dan tabloid. Opini ini adalah buah pikiran dari bukan sembarang orang. Ia merupakan hasil penalaran dari warga negara yang terdidik, di antaranya ada guru besar yang terpelajar. Terhadap mereka ini di kampus, ada ejekan “sarjana koran”, berasal dari sementara dosen yang sinis, tidak menyukai partai, politik, lebih-lebih politikus.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ibarat mengunyah tebu, sebaik-baik pendapat yang diberikan penasihat, ia tak lebih dan tak kurang sama dengan ampas yang dilepehkan. Gula hasil kunyahan sudah ditelan sendiri. Analog dengan ini, pengetahuan yang didapat Presiden berupa nasihat dari siapa pun sebenarnya hanya bersifat informasi. Dalam bahasa keilmuan, ia disebut ilmu pengetahuan dalam arti produk, bukan ilmu pengetahuan dalam artian proses. Justru ilmu pengetahuan dalam artian proses inilah yang merupakan pengetahuan ilmiah murni karena ia hasil dari bekerjanya semangat ilmiah.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pharao memimpin kerajaan di zaman purba. Saat itu Mesir sudah mengembangkan tanda-tanda yang berfungsi sebagai catatan tertulis, tetapi belum menerapkannya dalam sistem pemberitaan massal yang menampung pendapat pribadi warga tentang urusan hidup bersama. Maka, Pharao dikelilingi sejumlah penasihat yang berperan dalam menciptakan intrik, kerahasiaan, dan ketertutupan yang mengungkung suasana kerja pemerintahan dan kehidupan pribadinya. Ketiga hal itu bisa terjadi karena melalui interaksi Pharao-penasihat, daya pikir penasihat kian menguat, sedangkan sang raja kian terbius berhubung terus menelan ampas penalaran orang lain.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kini sangat diperlukan keberanian moral dalam proses menghapus aneka bentuk privilège yang melahirkan stratifikasi sosial, kepincangan, friksi, konflik sosial. Ruang publik untuk mewujudkan keadilan sosial diperlebar dan peluang privilège dipersempit. Negara yang adil, sejahtera, aman dan damai dengan sendirinya akan dihormati bangsa lain. Iklim keadilan, kedamaian dan kesejahteraan umum akan lebih mudah terwujud jika sejumlah privilège di bidang hukum positif disingkirkan dalam percaturan hidup berbangsa dan bernegara. Beranikah oknum penguasa mendahulukan kepentingan umum di atas privilège individual atau sektarian?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kehadiran Kartini berbeda dengan pemimpin sebelum Kebangkitan Nasional. Saat itu para pemimpin cenderung menonjolkan kekerasan untuk kekuasaan, sejak Cut Nyak Dien, Diponegoro, Hassanuddin, Imam Bonjol, dan lainnya dengan simbol senjata, massa, kepemimpinan, kekerasan, pertempuran, dan kemenangan. Terbukti, para pemimpin sering menang bertempur tanpa pernah memenangi perang. Aceh harus mengakui “kalah” terhadap teknologi penjajahan Belanda. Para pemimpin, sejak Sriwijaya, Majapahit, hingga Mataram, merasa menang perang saat melawan sesama anak bangsa. Lihat Hang Tuah hingga Joko Tingkir.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kartini memberi pengajaran para pemimpin abad ke-20, entah Taman Siswa, Perguruan Muhammadiyah Kayu Tanam, dan banyak organisasi menggunakan otak-akhlak (bukan kekerasan untuk kekuasaan). Pembelaan Bung Hatta (1925) di landrad Rotterdam dipengaruhi “gaya komunikasi Kartini”. Juga Indonesia Menggugat pembelaan Bung Karno di Pengadilan Bandung. Dengan “penyadaran Kartini” pula rakyat Indonesia menyadari arti kehidupan kemerdekaan dan tidak melahirkan spontanitas luar biasa saat rakyat menghadapi agresi Belanda 1946-1949.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sungguh mencengangkan. Semakin lama kita tidak paham atas apa yang terjadi dengan Lapindo. Bukan hanya masyarakat, pemerintah pun ternyata tidak tahu persis skala bencana yang terjadi. Prediksi skala bencana, skala kerusakan, serta eskalasi kerugian dan korban, banyak yang tidak akurat. Berbagai cara untuk mengurangi luapan lumpur juga tidak efektif. Teknologi yang memungkinkan eksplorasi kekayaan alam bernilai ekonomi tinggi tidak dibarengi ketersediaan informasi dan pengetahuan tentang dampak buruk di kemudian hari.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kini DIY berusaha memperbarui UU No 3/1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam UU ini, mengenai kepala daerah dan wakil kepala daerah tidak diatur secara eksplisit. Pasal-pasal yang terkait tulisan ini adalah Pasal 1 (1) menegaskan daerah yang meliputi daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman ditetapkan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta; (2) Daerah Istimewa Yogyakarta adalah setingkat provinsi. Pasal 3 Ayat (2) jumlah anggota Dewan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, kecuali anggota anggota-Kepala Daerah dan anggota-Wakil Kepala Daerah adalah 5 orang.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Efek pertama terkait pencanangan Visi Indonesia 2030. Visi itu analog dengan “patung perempuan ideal” pangeran Pygmalion. Sejauh mana visi itu dianggap bernilai, bukan hanya oleh SBY–JK, tetapi juga oleh seluruh menteri. Jika visi 2030 hanya “bernilai” bagi presiden, visi itu tak akan pernah “hidup” dan melahirkan harapan bagi seluruh organisasi sebagaimana patung perempuan ideal sang pangeran. Maka, perlu dipertimbangkan, apakah visi 2030 sudah menjadi “ambisi” kabinet atau sekadar “ambisi” SBY-JK.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Satu hal penting yang pernah dikatakan pakar manajemen, Nancy Natapura, efektivitas efek Pygmalion menuntut kepercayaan total, bukan pura-pura percaya, semipercaya, atau hanya formalitas. Seorang pemimpin tak bisa menyembunyikan perasaan sebenarnya kepada bawahan. Bawahan akan menangkap perasaan dan harapan yang terus ditekan dengan berpura-pura dan ini kontraproduktif bagi efek Pygmalion. Ini bukan soal mudah bagi SBY yang sejak awal pembentukan kabinet dilatari motif-motif eksternal dan “tekanan” partai politik.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam pikiran sederhana, dari mana bangsa ini menyandarkan kehidupannya? Katanya, negeri ini kaya-raya alam tropisnya. Namun, mengapa bencana kelaparan dan kurang gizi selalu terjadi. Kapan sejarah hongeroedem alias busung lapar mulai terjadi di Indonesia? Seperti istilahnya, bahaya kelaparan terjadi pada zaman kolonial, saat kaum penjajah mengubah pertanian sawah menjadi industri pertanian. Sawah diubah menjadi ladang tembakau dan ladang tebu. Abad ke-19. Culturstelsel. Saat itulah petani dibunuh budayanya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Bahkan, sampai hari ini serial musibah alam dan sosial masih berlanjut. Ingatan kita masih segar seputar tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, lumpur panas di Sidoharjo, disusul gempa bumi di berbagai daerah lain. Belum lagi sekian banyak kecelakaan udara, darat, dan laut, serta banjir yang membuat kita pesimistis akan kesungguhan pemerintah mengatasinya di waktu dekat. Belum lagi ancaman flu burung dan peredaran narkoba yang membuat suasana batin rakyat kian letih. Di tengah terpaan berbagai musibah alam dan sosial, rakyat masih dibebani berita dan perilaku politik yang tidak jelas parameter kinerjanya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Merebaknya buku-buku agama bernuansa tasawuf, seiring penerbitan majalah porno, mungkin merupakan bagian dari upaya orang untuk meringankan beban hidup, tetapi dengan cara dan visi berbeda. Begitu pula acara Republik Mimpi di Metro TV dan Empat Mata oleh Tukul di Trans-7 yang amat diminati pemirsa telah berjasa mengendurkan saraf tegang akibat kelelahan memikirkan nasib bangsa dan negara yang semrawut ini. Dengan menertawakan bangsa dan pemerintah sendiri, berbagai rasa kesal dan kecewa seakan telah tersalurkan meski belum tentu mengubah realitas yang ada.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kaburnya standar dan komitmen moral, diperparah lemahnya penegakan hukum, bahkan diperlakukan diskriminatif terhadap pelaku korupsi. Ada beberapa pejabat tinggi yang oleh masyarakat diyakini korup, tetapi dilindungi, sementara ada penjahat kelas maling mendapat hukuman berat. Hal ini kian mengaburkan batas halal-haram, baik-buruk, salah-benar, dan memperlemah wibawa pemerintah serta hukum. Lebih jauh lagi, kondisi demikian tidak saja memperbusuk kultur birokrasi, tetapi juga merusak perilaku masyarakat dan bangunan budaya yang sehat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kini, nasib usulan penggunaan hak interpelasi DPR terkait dukungan pemerintah terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dalam kasus nuklir Iran menjadi kartu truf baru bagi Golkar untuk menekan Yudhoyono dalam mempertimbangkan reshuffle kabinet. Pernyataan terakhir Presiden Yudhoyono di Bogor, seperti dikutip di atas, merupakan indikasi awal bahwa manuver Golkar tampaknya sedang “bekerja”. Masalahnya, mengapa Yudhoyono harus mempertimbangkan suara partai jika reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pernyataan terakhir Yudhoyono di Bogor diduga biAsa menjadi sumber ketegangan baru Presiden dan Wapres Kalla di satu pihak serta Presiden dan partai-partai di DPR di lain pihak. Golkar dan ketua umumnya, Jusuf Kalla, juga partai-partai lain sudah mencatat pernyataan Yudhoyono yang kelak digugat jika reshuffle mengecewakan mereka. Seperti kecenderungan selama ini, Presiden Yudhoyono tampaknya ingin kelihatan bijak dan menyenangkan semua pihak. Namun, yang selalu dilupakan adalah pilihan sikap semacam itu merupakan dilema sekaligus menjadi sumber kelemahannya. Pernyataan Yudhoyono akan menjadi bumerang bagi dirinya saat rencana reshuffle kabinet benar-benar diwujudkan karena tidak mungkin dia memuaskan semua pihak.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Apakah reshuffle kabinet akan menghasilkan kinerja pemerintahan lebih efektif? Jika tolok ukurnya sekadar stabilitas makro-ekonomi, perombakan terbatas kabinet pada 2005 relatif berhasil. Perekrutan Budiono sebagai Menko Perekonomian dan mutasi posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, harus diakui, berhasil menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi, stabilitas inflasi, dan kurs rupiah terhadap dollar AS. Namun, keberhasilan makro- ekonomi itu gagal dalam mendorong percepatan investasi sektor riil, mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan, dan gagal memberi insentif bagi peningkatan kualitas kesejahteraan rakyat. Secara umum, pemerintahan Presiden Yudhoyono gagal memenuhi janji-janji politik yang manis dan penuh harapan pada masa pemilu lalu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Karena itu, reshuffle kabinet sebenarnya tidak pernah bisa meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan jika paradigma kepemimpinan Presiden sendiri tidak berubah. Seperti kecenderungan sebelumnya, reshuffle—apalagi jika cenderung kompromistis—hanya meredam tarik-menarik kepentingan dan memuaskan libido kekuasaan elite, tidak menyentuh persoalan mendasar bangsa ini. Mayoritas rakyat menunggu langkah nyata pemerintah mengatasi pengangguran, penyakit, dan kemiskinan, bukan reshuffle kabinet, karena ia bukan solusi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Bagi orang bersuara hati, ia akan malu jika melakukan perbuatan tak bermoral. Ia akan malu jika membiarkan ada perbuatan tak bermoral di sekitarnya. Tentu bisa saja dibalik, orang yang suka perbuatan tak bermoral berarti tak bersuara hati. Atau, orang yang membiarkan perbuatan tak bermoral berlangsung di sekitarnya berarti tak bersuara hati. Inilah yang sering disebut ketumpulan suara hati. Ibarat pisau, ketumpulan terjadi karena jarang digunakan atau enggan diasah. Jika tiap tindakan selalu dipertimbangkan dengan suara hati, berarti seseorang sedang mengasah diri untuk menuju keutamaan moral.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Pengucapan kata-kata yang mendegradasi, mendehumanisasi, dan mendemonisasi manusia oleh siapa pun (sesama manusia, pejabat, pemuka agama, pemimpin partai politik, guru, dosen, dan sebagainya) adalah juga wujud kekerasan. Maka, seorang guru atau dosen yang berkata-kata mendegradasi, mendehumanisasi, atau mendemonisasi siswa atau mahasiswanya—semisal dengan ucapan, “Tolol, goblok!”— dapat disebut sebagai seorang pelaku kekerasan juga. Seorang siswa yang menekan sesama siswa dengan kata-kata atau tindakan (melakukan bullying) adalah seorang pelaku kekerasan pula. Kekerasan juga bermakna penindasan terhadap kelompok minoritas yang memiliki pendapat dan keyakinan berbeda dengan pendapat dan keyakinan kelompok mayoritas. Namun, ketika hal-hal itu terjadi di tengah kita, tokoh-tokoh tidak tergerak untuk “ramai-ramai menghentikan bullying” atau “ramai-ramai menghentikan kekerasan terhadap kelompok minoritas”.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Seyogianya tidak dilupakan, korupsi pun merupakan suatu wujud kekerasan. Korupsi yang dilakukan oleh para koruptor membuahkan degradasi, dehumanisasi, dan demonisasi kehidupan rakyat karena berbagai sumber daya yang seharusnya dapat digunakan rakyat untuk menumbuhkembangkan kehidupan mereka dicuri oleh para koruptor itu. Tetapi, adakah kita menyaksikan tokoh-tokoh negeri ini “ramai-ramai mengoreksi diri pada perspektif pemberantasan korupsi”? Adakah kita menyaksikan tokoh-tokoh negeri ini “ramai-ramai mencerca korupsi, termasuk korupsi yang mungkin telah atau pernah mereka lakukan sendiri”?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam lingkup lebih terbatas, Gerry Spence, advokat senior AS, mengkritik keras komunitas lawyers di negerinya sebagai kumpulan lawyers yang dengan “buas” menggunakan hukum untuk keuntungan pribadi. Kualitas kehidupan hukum di AS pun merosot. Itu disebabkan bukan karena para lawyers tidak profesional dan kompeten, tetapi karena mereka sudah kehilangan rasa-perasaan Kemanusiaannya (Gerry Spence, “The Death of Justice”, 1997). Jadi, “menjadi manusia” harus didahulukan sebelum “menjadi profesional”.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Tujuan model pendidikan berasrama menekankan perolehan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan menumbuhkan tanggung jawab. Institusi pendidikan itu ingin menyiapkan tenaga terampil dan disiplin untuk administrasi negara. Demi tujuan itu, dikembangkan teknik pendisiplinan. Sasaran teknik ini ialah kepatuhan. Disiplin itu mengoreksi dan mendidik (M Foucault, 1975). Agar teknik pendisiplinan efektif, tubuh menjadi obyek utama untuk diatur. Mengapa? Semua orang mau menghindari rasa sakit. Maka, bisa berjalannya sistem pembelajaran yang mendasarkan pada hukuman-imbalan mengandalkan kepatuhan tubuh.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kekerasan atau hukuman fisik untuk mendapat kepatuhan tubuh merupakan teknik pendisiplinan dan pedagogi paling kasar dan primitif. Dari perspektif hubungan kekuasaan, koersi melalui kekerasan fisik menunjukkan kekuasaan tidak efektif. Hukuman fisik atas kesalahan atau pelanggaran menjadi sama jahatnya, bahkan lebih jahat dari pelanggaran itu sendiri. Padahal, kekuasaan yang efektif justru kian tidak membutuhkan kehadiran fisik. Aktualitas pelaksanaannya kian tidak diperlukan, tetapi efeknya dirasakan. Maka, dikembangkanlah sistem panopticon.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sistem panopticon menjadi bentuk pengawasan yang memungkinkan untuk mendapat kepatuhan dan keteraturan dengan meminimalkan tindakan yang sulit diramalkan. Prinsipnya, pengawasan bisa dilakukan secara diskontinu, efek kesadaran diawasi kontinu. Kekuatan sistem panopticon terletak dalam kemampuan mendorong terjadinya internalisasi pengawasan. Obyek kekuasaan menjadi pembawa potensi situasi dominasi. Sistem ini merupakan model berfungsinya penegakan disiplin yang dapat diterapkan di segala bidang. Ia menjadi bentuk pengawasan yang tidak membutuhkan lagi kekerasan fisik.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sistem panopticon memberi inspirasi agar sistem hukuman lebih diarahkan ke restitusi, bukan retribusi. Maka, hukuman diubah menjadi bentuk koreksi, ganti rugi, atau penyembuhan. Model ini diterapkan di Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI), Solo. Terlambat antara 0 dan 15 menit, mahasiswa harus kerja lembur produksi selama 30 menit. Terlambat 15-30 menit, ia harus mengganti dengan kerja lembur satu jam; bila terlambat lebih dari 30 menit, ia harus mengganti dengan kerja dua kali lipat dari jumlah waktu keterlambatan. Dengan mengandalkan pada internalisasi pengawasan, proses pendisiplinan berjalan, hukuman bukan vindikatif (balas dendam), namun bersifat korektif dan restitutif sehingga lebih produktif (semakin meningkatkan keterampilan mahasiswa dan menguntungkan institusi).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Atmosfer ketakutan diubah menjadi persaingan dan kerja sama. Energi mahasiswa diarahkan pada kepekaan dan kepedulian atas masalah-masalah masyarakat (peka terhadap ketidakadilan, penderitaan, dan kebutuhan masyarakat). Jangan sampai mereka terasing dari cara hidup masyarakat berpendapatan rendah, justru ikut merasakan pergulatan mereka. Minat untuk secara kritis memahami aneka perubahan di masyarakat bisa berkembang. Maka, perlu latihan meningkatkan kemampuan mengorganisasi pengalaman dalam konsep yang sistematis, artinya mampu merumuskan masalah (mendefinisikan, mengklasifikasi, memberi prioritas).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sesungguhnya perilaku kekerasan merupakan penjelmaan dari dorongan agresif, misalnya menyakiti atau menyerang orang lain secara fisik, psikologis (verbal-emosional), ekonomi, seksual, dan sebagainya. Padahal, sebenarnya tidak semua dorongan agresif menjelma sebagai tindak kekerasan karena dorongan agresif juga bisa disalurkan dalam bentuk yang lebih berbudaya: perjuangan meraih prestasi tinggi, mengejar cita-cita, hasrat untuk maju dan proaktif, misalnya. Sesuatu yang sesungguhnya sangat erat dengan tujuan pendidikan secara umum. Tindakan agresif yang positif untuk mempertahankan hidup (survival) sebagai individu atau bangsa yang ingin menggapai identitas diri sekaligus mewujudkan bentuk kemandirian.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Bagaimana sistem yang berlaku di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)? Berarti ada sesuatu yang salah. Bukan sekadar manusianya. Apalagi di institusi pendidikan tersebut ’budaya’ kekerasan yang dicontohkan senior dengan dalih melatih disiplin serta ketahanan mental tak pelak akan diimitasi plus diidentifikasi mentah-mentah oleh yuniornya. Tak mengherankan bila seandainya kualitas lulusannya akan membawa seonggok ’budaya kekerasan’ itu ke dalam kancah pekerjaan maupun masyarakat nantinya. Sudah terbentuk blue print dalam memori otak mereka bahwa kekerasan adalah cara yang bisa diterima untuk memperoleh kekuasaan serta menyelesaikan masalah.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Boleh jadi keterampilan tersebut ditangguk dari paparan yang berlebihan pada saat pendidikan yang lantas meningkatkan toleransinya terhadap kekerasan. Jadilah pendidikan menempa mereka menjadi calon-calon pelaku kekerasan ’kerah putih’ di masyarakat, sosok manusia tanpa empati. Sebuah proses dehumanisasi dimulai. Padahal, mereka akan menjadi pemimpin atau birokrat di masyarakat. Bahkan, (mantan) pelaku kekerasan tersebut sudah ada yang berhasil menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tanpa menjalani hukuman secara tuntas (Kompas, 13/4). Lantas, patut dipertanyakan tujuan sebenarnya pendidikan yang konon ingin mencetak pemimpin sipil yang berkualitas tersebut.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Seolah mengandung pesan bahwa kekerasan itu berhubungan dengan keberanian, maka barang siapa yang berani bakal menang. Padahal, paparan yang terus-menerus terhadap kekerasan akan mencetak kultus kekerasan. Terbentuk persepsi bahwa kekerasan adalah satu-satunya jalan menuju kemenangan (baca: kekuasaan), hal yang sangat berharga untuk bisa survive. Alhasil, untuk mempertahankan kekuasaan, maka dibutuhkan kekerasan. Kekerasan yang diperoleh lewat proses pembelajaran maupun peneladanan. Kekerasan tersebut juga terbentuk karena sistem atau struktur yang disfungsional. Di sinilah letak akar permasalahannya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Para politisi lokal juga melakukan perbuatan serupa. Anggota DPRD lebih senang berdemo agar PP Nomor 37 tidak dicabut, bukan memperjuangkan nasib rakyat miskin dan pendidikan di daerah masing-masing. Selain itu, atas nama demokrasi yang konstitusional, banyak kerja sama antara anggota DPRD, pemerintah daerah, dan sekelompok ormas guna mengegolkan perda-perda bernuansa syariah. Dianggapnya itu legal karena melalui jalur demokrasi. Agaknya ada yang terlupakan, salah satu esensi demokrasi adalah menghargai hak minoritas. Hak minoritas yang tercermin pada warga non-Muslim dan kaum perempuan, eksistensinya terbukti kian terugikan oleh perda-perda itu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kita pun harus berani mengubah haluan demokrasi. Demokrasi Pancasila yang menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia kenyataannya justru lebih dekat pada demokrasi radikal daripada demokrasi liberal. Dalam demokrasi radikal, yang diperdebatkan bukan soal mendahulukan prosedur atau substansi, tetapi sebuah demokrasi harus memperjuangkan hak-hak rakyat kecil, lingkungan hidup, kebutuhan sehari-hari, menentang neoliberalisme, dan menguatkan partisipasi dan otonomi politik rakyat. Pembajakan demokrasi harus segera diakhiri. Jika tidak, meminjam istilah Buya Syafii, bangsa ini akan masuk museum sejarah.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Angkatan Udara (AU) memulainya dengan mengembangkan Indonesian Airways di Myanmar, yang merupakan perusahaan jasa angkutan udara nasional pertama yang di awalnya adalah mengumpulkan dana bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berikutnya adalah mengembangkan DAUM (Dinas Angkutan Udara Militer), yang pada dasarnya bertujuan untuk dapat menghubungkan daerah-daerah terpencil di Tanah Air. Transportasi yang bertujuan menembus isolasi daerah-daerah yang sulit terjangkau oleh moda transportasi lainnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Lebih lanjut, beberapa perwira muda AU yang berpandangan maju, di antaranya Nurtanio, Wiweko, dan Yum Soemarsono, telah mulai berinisiatif mengembangkan industri penerbangan. Industri penerbangan yang dapat mulai membuat pesawat-terbang sendiri, dengan pemikiran bahwa AU seyogianya tidak terlalu bergantung pada negara lain dalam pengadaan alat utama sistem senjatanya, termasuk pesawat terbang. Mereka telah memikirkan pula bahwa apabila kita berhasil memiliki pabrik pembuat pesawat terbang untuk angkatan udara, berarti pabrik ini pun akan sangat berguna untuk secara terbatas memenuhi pula kebutuhan angkatan darat dan angkatan laut. Waktu itu telah terbentuk Lipnur (Lembaga Industri Pesawat Terbang Nurtanio), kemudian menjadi Kopelapip (Komando Pelaksana Persiapan Industri Pesawat Terbang).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di bidang industri penerbangan, keberadaan PT DI dan rintisan yang telah dimulai oleh Departemen Pertahanan dalam memulai untuk memenuhi kebutuhan alutsista angkatan perang tentunya akan sangat mudah diperluas dengan memproduksi beberapa pesawat terbang tempur taktis bagi keperluan AU. Demikian pula kebutuhan pesawat-pesawat terbang angkut taktis untuk keperluan angkatan perang dan Polri dapat menjadi pilihan. Khusus dalam pembuatan pesawat terbang angkut ringan, nantinya akan dapat dikembangkan untuk keperluan penerbangan perintis yang dikelola oleh pihak penerbangan sipil.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ada kasus peticionário, kasus Mayor Alfredo Reinaldo, konflik Lorosae dan Loromonu, persaingan kelompok seni bela diri, masalah pengangguran, dan lain-lain. Bahkan, pada 4 April 2007 terjadi kekerasan antara pendukung Fretilin dan partai lain saat kampanye, mencederai 33 orang. Terkait insiden itu, di Dili, Xanana menuduh rivalnya, Fretilin, sengaja menciptakan kekerasan “I believe if their candidate loses, it will be a spiral of violence,” he said. “I believe if they feel they will win by violence, it will be their destruction because all Timorese don’t like violence.” (Reuters, 5/4/2007).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dari delapan kandidat presiden Timor Leste, Ramos Horta dan Francisco Guterres (Lu olu) merupakan kandidat terkuat. Horta sebagai pemenang Nobel Perdamaian dan mempunyai jaringan luas di luar negeri dapat mendatangkan dukungan dalam mendukung kebijakan pro-poor dan pro-job. Namun, Horta kurang mengakar di basis masyarakat dan dianggap kalangan radikal dan nasionalis sebagai berkonspirasi bersama aktor domestik lain dalam mengundang pasukan asing Australia yang kini tidak disukai rakyat Timor Leste. “You better go back to your country instead of making people (here) suffer,” charged a youth in Dili. Unsavory Timor Leste (Jakarta Post, 9/03/2007).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dunia penerbangan terperangah, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru mengawali penyelidikan, sang pilot sudah ditahan polisi. Ia digelandang ke kantor polisi untuk memberi kesaksian, menjawab beberapa pertanyaan hingga berjam-jam. Tentu saja pilot akan menjawab secara teknis proses pendaratan berdasar buku panduan B737-400 serta standard operating procedure yang dikeluarkan Garuda Indonesia: Auto Throttle-SET, Monitor Engine Instrument, Spoiler and Speed Brake-ARM, Check SPEED-according weight, Auto brake SET-2, landing gear Re-check THREE GREEN, No warning LIGHT, dan lainnya, yang awam bagi orang lain biasa tetapi rutin bagi pilot.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dari jauh kasus GA-200 di Yogyakarta mendapat perhatian organisasi pilot dunia yang mempunyai anggota lebih dari 100.000 orang, tersebar di 95 negara. Organisasi yang bernaung dalam IFALPA (the International Federation of Air Line Pilot’s Assosiation) dalam press realesed 14 Maret 2007 di Dubrovnik, Kroasia, mengatakan, kasus kecelakaan ini seharusnya diselidiki dengan mengacu prosedur ICAO (International Civil Aviation Organization) Annex13-5 tentang responsibility for instituting and conducting the investigation. Jika ada kemungkinan tindak pidana atas hasil KNKT, permasalahan baru diserahkan kepada pihak berwajib, dalam hal ini polisi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sejak manusia dapat terbang 100 tahun lalu hingga kini, faktor manusia memegang peran penting. Mulai dari perancang, pekerja pabrik pesawat, pelayan penerbangan, operator penerbangan, teknisi, hingga pilot dan personel pendukung lain tidak terlepas dari human factor. Setiap rangkaian manusia yang bekerja dalam dunia penerbangan selalu ada celah kesalahan. Bila celah kesalahan dan kelengahan ini membentuk garis lurus, akan menjurus pada kecelakaan seperti teori pada the Swiss Cheese Model hasil Prof Dr James Reason tahun 1990.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Setelah mempelajari visi itu, saya malah pesimistis. Ia mengesankan hanya disusun berdasarkan pemikiran teknokratis, persis dengan yang melahirkan konsep pembangunan di zaman Orba, tercermin dalam syarat utama yang harus dipenuhi dalam pencapaiannya. Hasil pembangunan Orba telah diketahui. Ekonomi nasional, yang semula amat dibanggakan pertumbuhannya, rontok bagai istana kertas. Sebab utama kejatuhan Rezim Orba bukan demo mahasiswa, tetapi kerapuhan penalaran pembangunan teknokratis itu. Demo hanya merupakan suatu coup de grace.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Di antara sinergi tiga kelompok yang disebut dalam Visi Indonesia 2030 sebagai syarat keberhasilan, penerapannya tidak termasuk penduduk dan daerah, hanya wirausaha, birokrasi, dan pekerja. Ini sama dengan yang dilakukan Orba secara teknokratis. Karena ukuran kemajuan pembangunan hanya kenaikan GNP, tidak peduli ia hanya menjadi spectator development: sebagian besar penduduk, termasuk yang terpelajar dan terutama menetap di daerah, dan daerah sendiri sebagai entitas hidup, telah direduksi menjadi “penonton”, bukan “peserta” proses pembangunan. Hal inilah yang lama-lama membina ketidakpuasan politik, pemukul final terhadap Orba yang sudah sekarat.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Indonesia lahir dari sejarah. Begitu lahir mendefinisikan suatu Rakyat, suatu Bangsa, dan suatu Tanah Air. Dan sejarah ini adalah sejarah pemikiran par excellence karena sekaligus mengilhami dan memandu perjuangan kemerdekaan secara teringegrasi. Hingga akhir abad XIX, usaha penduduk gugus terbesar kepulauan di garis khatulistiwa dalam mengusir penjajah berupa perjuangan lokal yang terpisah-pisah. Sejak awal abad XX, mulai terpikir memadukan semua itu dalam satu kesatuan visi politiko-sosio-kultural yang tersimpul dalam istilah, Indonesia. Ini berhasil dinyatakan eksplisit dan terbuka berupa sumpah di kalangan pemuda terpelajar pada 28 Oktober 1928.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Namun, sejak itu kita lalai mengonsep potensi unggulan khas Tanah Air yang menentukan bobot maknanya bagi kondisi kehidupan dan kehidupan dunia. Jadi, ada missing link dalam perkembangan rangkaian pemikiran kolektif. Dan ini berakibat fatal saat kita memikirkan konsep dan jalan pembangunan nasional yang relevan. Pemikiran pembangunan yang diambil dari buku-buku teks memang cukup ilmiah, tetapi rata-rata mengabstrakkan entitas ruang (space) begitu saja dalam penalaran keilmuannya, ruang dalam arti geografi fisik dan sosial. Maka, konsep pembangunan teknokratis dari Orba dan Yayasan Indonesia Forum tidak membumi. Padahal soal geografi kian menyibukkan diskusi meski tak selalu disebut eksplisit begitu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam dimensi obyektif, material, kultural, dan spiritual, ruang sosial ini adalah produk transformasi alam melalui proses pikiran dan kerja manusia. Ruang sosial ini merupakan sebuah pentas aneka hubungan sosial dan direkayasa penduduk dalam berbagai derajat intervensi/perubahan. Secara filosofis pembangunan dalam arti ruang sosial, diformulasikan sebagai “gerakan komunitas”—lokal atau nasional—yang tak berkesudahan, selama proses mana komunitas bersangkutan menjadi lebih adil, lebih manusiawi, dan lebih akseptabel bagi warganya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dengan menghidupkan “gerakan komunitas” ke dalam penalaran, berarti pembangunan dalam arti ruang sosial berusaha menghidupkan semangat dan praktik demokrasi di kalangan rakyat, jadi terus melibatkan “politik” dalam proses pertumbuhan “ekonomi” dan pembangunan “nasional”. Yang dikembangkan tidak hanya participatory (economic) development, tetapi sekaligus participatory democracy. Jadi, secara bersamaan, karena saling mengisi, berpotensi mengembangkan demokrasi politik, ekonomi, dan sosial di komunitas bersangkutan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Penyusunan visi pembangunan perlu melibatkan disiplin ilmiah yang bersifat universal dan memakai peralatan teknologi canggih—komputer dan lainnya—yang dibuat ilmu pengetahuan. Biarkan peralatan/mesin berbuat apa yang dapat dibuatnya, tetapi manusia melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh alat masinal itu, yaitu berfilosofi. Bila ilmu pengetahuan membantu kita merumuskan solusi dari masalah, filosofi—baik yang berdimensi lokal maupun mondial—menuntun kita menemukan masalah yang tersembunyi di balik tiap solusi. Filosof Aldous Huxley mengingatkan, ancaman nyata bukan di saat komputer mampu berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Para guru menjadi teladan penguasaan keterampilan berbahasa. Kebiasaan berbahasa para siswa, baik di SD maupun di sekolah menengah, hanya dapat dibentuk dalam suasana disiplin para guru bahasa Indonesia-nya. Hanya guru yang mempunyai kebiasaan membaca, terbuka dengan pemikiran baru, dan membiasakan menulis yang dapat memaksa siswa melakukan hal yang sama. Para guru bahasa Indonesia seharusnya tidak sekadar sebagai pengajar, tetapi juga menempatkan diri sebagai pendidik yang membangun kebiasaan berbahasa para siswanya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Jika kehadiran UU Kebahasaan tak diimbangi perbaikan pengajaran bahasa Indonesia di sekolah, hal itu akan membuat masyarakat tergagap-gagap, tidak bisa membedakan yang benar dan salah. Artinya, pengajaran bahasa Indonesia sebagai proses pembiasaan berbahasa yang baik dan benar harus sampai pada pemahaman akan keutamaan, bahwa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar harus diperjuangkan oleh bangsa Indonesia. Kecuali jika bangsa ini tidak lagi bangga dengan bahasanya sendiri. Begitu juga guru. Bagaimana guru akan menawarkan nilai-nilai yang dihayatinya kalau ia tak lagi bangga dengan kegurubahasaannya?

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Model parodi tulisan di atas juga marak beredar di Tanah Air saat rezim Orde Baru Soeharto mengekang dan membredel media. Banyak teks terjemahan kisah-kisah parodi mati ketawa ke dalam bahasa Indonesia dan banyak akronim sindiran semi parodi dalam singkatan SDSB. misalnya. Apalagi di “bawah tanah”, kisah-kisah lucu yang memperolok rezim dan aktor-aktornya nyaris menjadi wacana di warung-warung atau saat-saat arisan, bahkan jeda-jeda rapat maupun kampus. Setting-nya biasanya penguasa diimajinasikan nanti bila meninggal akan ke neraka dan lawannya ke surga lalu muncul kisah-kisah lucu parodis di sekitar itu.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Jawaban pertama, bisa terjadi delegitimasi bila suasana hubungan sosial antarkita minus humor atau lenyap canda (humor-less). Ini indikasi keadaan distrust antarkita yang rawan untuk sebuah bangsa yang butuh saling percaya (trust) guna menapak peradaban. Dalam kondisi “miskin humor”, ketersinggungan harkat yang diperolok dan direndahkan akan memompa sikap antikritik dan tidak terbuka pada fungsi sehat dari kritik, yaitu saling mengoreksi agar perkembangan kemanusiaan dalam berbangsa dan kecenderungan salah menggunakan amanah jabatan dan kuasa tidak terjadi atau dikurangi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Parodi tidak akan mendelegitimasi siapa pun bila watak humor dan menertawakan diri antarkita punya ruang lebar-lebar, lalu kita bersama menjadi sehat. Jangan lupa, di relief Candi Prambanan Yogya, watak humor bangsa ini sudah terpahat di sana. Dalam adegan pralaya perang, sang seniman candi memahatkannya di tengah bakul nasi yang tumpah miring dan air minum yang juga tumpah, lalu di bawahnya binatang dengan lahap memakan tumpahan itu. Ekspresi humor karena manusia-manusia saling perang, sementara binatang tertawa dan riang karena bisa makan tumpahan nasi. Dan kita yang melihat dan menikmati relief candi itu menikmatinya dengan tersenyum.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam hal ini, kesalahan terbesar dari ilusi identitas soliter adalah pengotakan identitas ke dalam federasi agama-agama dan peradaban. Padahal, setiap manusia tidak bisa disederhanakan dalam identitas soliter karena setiap manusia mempunyai identitas beragam. Di antaranya identitas bahasa, suku, organisasi, pendidikan, afiliasi politik, profesi, dan lain-lain. Karena itu, paham tentang “Barat dan anti-Barat” yang melanda masyarakat dunia saat ini menyimpan kemuskilan tersendiri. Paham itu dapat memupuk kebencian dan kecurigaan, bahkan kekerasan. Di satu sisi paham itu mengotak-ngotakan identitas ke bentuk tunggal yang ekstrem. Di sisi lain, paham itu mengabaikan kemajemukan dan persinggungan antaridentitas.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dengan demikian, simplifikasi identitas “Barat dan anti-Barat” serta “Islam” dan “Barat” merupakan salah satu bentuk identitas soliter yang tidak bisa dipertahankan lagi. Pada hakikatnya, tiap manusia diciptakan Tuhan dalam bermacam identitas. Sebab itu, kesadaran terhadap kemajemukan identitas seharusnya menjadi alternatif untuk keluar dari jebakan ideologi para teroris. Dalam multi-identitas yang paling fundamental adalah menentukan pilihan. Pilihan atas identitas adalah pilihan terbuka, yang sejatinya membangun rasionalitas dan perdamaian. Karena itu, federasi agama-agama dan peradaban sebisa mungkin dijadikan federasi yang terbuka untuk dialog, bukan federasi yang tertutup dan soliter sebab federasi yang soliter hanya menyuburkan kebencian dan kekerasan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kematian pada dasarnya absurd. Ia menghancurkan semua yang baik. Saat seorang anak mati, kematiannya disayangkan sebab terlalu muda. Ketika seorang dewasa mati, kematiannya disayangkan sebab tanggung jawabnya masih banyak. Ketika seorang tua mati, kematiannya disayangkan sebab pada diri orang tua terkumpul segala kearifan yang tak dimiliki orang muda. Kekuatan dan daya tarik orang tua bukan kekuatan fisiknya, melainkan kekayaan pengalaman hidup dan wibawa. Orang tua, tempat orang muda bertanya dan belajar. Orang muda memetik hikmah dari pengalaman hidup orang tua.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebaliknya, Dewan Keamanan PBB di New York, 24 Maret, secara aklamasi mengesahkan Resolusi 1747 yang menjatuhkan sanksi lebih berat kepada Iran setelah negara ini mengabaikan batas waktu untuk menghentikan program pengayaan uraniumnya (uranium enrichment). Di bawah resolusi ini Iran antara lain dilarang mengekspor dan mengimpor senjata, asetnya dibekukan, dan dikenai pembatasan bepergian bagi individu yang terlibat program nuklir itu. Jika dalam 60 hari Iran tidak memenuhi isi resolusi ini, DK PBB akan mengambil langkah berikut (yang lebih keras) sesuai Pasal 41 Bab VII Piagam PBB.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam konteks pengembangan energi alternatif, keinginan Iran mengembangkan program nuklir bisa dimengerti. Berdasar data terakhir IAEA, kini di dunia ada 435 reaktor nuklir, tersebar di berbagai negara, termasuk Jepang, yang justru pernah mengalami pahitnya bom nuklir. Energi nuklir di Jepang menyumbang sekitar 30 persen kebutuhan listriknya; sementara di Perancis menyumbang sampai 78 persen. Selain itu, kini juga ada sekitar 30 reaktor yang sedang dibangun. Yang harus dicatat, tidak semua negara itu melakukan proses pengayaan uranium sendiri.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kini yang dibutuhkan adalah sikap menahan diri (self-restraint) Iran dan pencetus resolusi (AS, Inggris, Perancis, dan Jerman) serta mengedepankan kepercayaan (confidence building measures). Dalam konteks ini, resolusi DK PBB tidak dimaksudkan untuk menghukum Iran, tetapi sebagai dorongan agar negara ini mau lebih terbuka sehingga penyelesaian krisis akan mudah. Jika program nuklir itu untuk tujuan damai dan Iran dituntut membuka fasilitas nuklirnya untuk inspeksi IAEA, Iran cukup menjawab (seperti dalam bahasa gaul anak muda dewasa ini) “siapa takut?”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Yesus hidup di antara mayoritas masyarakat yang mengalami penderitaan ganda di bawah tatanan politik-religius yang opresif. Kekaisaran Roma tidak memberi ruang bagi aspirasi masyarakat jajahan untuk merdeka. Hidup beragama lebih digerakkan eros hukum (a religion of law) daripada spiritualitas kasih (a religion of love). Penderitaan warga di bawah tatanan opresif, mengambil wajah kematian prematur dan tidak adil (premature and unjust death). Mayoritas masyarakat memanggul salib-salib sejarah. Salib menjadi simbol penderitaan masyarakat korban.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Gutierrez mengundang komunitas Kristiani untuk menjadi saksi kehidupan bagi masyarakat korban sebagai anak-anak Allah. Yesus berkonfrontasi dengan struktur-struktur kekuasaan yang memeluk kultur kematian karena berpihak kepada Allah kehidupan dan kehidupan masyarakat korban. Konfrontasi Allah kehidupan dengan ilah kematian berlangsung terbuka dalam konfrontasi Yesus melawan kekuasaan politik-religius zaman itu. Komitmen Yesus untuk membebaskan masyarakat korban dari penindasan politik-religius menghantar-Nya mengalami sendiri realitas salib yang menjadi pengalaman sehari-hari masyarakat korban.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Konfrontasi Allah kehidupan dengan ilah kematian itu terpotret dalam drama pengadilan Yesus. Ia didakwa ganda dari kekuasaan sipil dan religius. Inkarnasi Yesus dalam komunitas korban dipandang sebagai tindakan subversif terhadap kekaisaran Roma. Kekuasaan religius menolak identitas Yesus sebagai Anak Allah yang memeluk kultur kehidupan dan solider dengan penderitaan masyarakat korban. Pengadilan itu sendiri sejatinya menempatkan penguasa politik yang memeluk kultur kematian dan penguasa agama yang menyembah ilah kematian sebagai terdakwa utama.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Paus Benedictus XVI dalam Pesan Prapaskah 2007 mengundang komunitas beriman Kristiani di dunia untuk mengenali kuasa kematian yang melukai martabat kemanusiaan. Kita diundang untuk melawan setiap bentuk serangan terhadap kehidupan dan eksploitasi terhadap manusia sebagai anak-anak Allah. Kenangan akan penderitaan Yesus di salib mengundang kita untuk melihat realitas salib di Indonesia. Banjir, gempa bumi, dan tanah longsor memperburuk kondisi kemanusiaan Indonesia. Kita melihat antrean panjang korban bencana kemanusiaan yang menanti untaian solidaritas.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Resolusi juga melarang semua negara dan lembaga keuangan internasional membuat komitmen baru dalam rangka hibah, bantuan, dan pinjaman keuangan kepada Iran. Beberapa pejabat Iran dan anggota Garda Revolusi, di antaranya Wakil Komandan Garda Revolusi Brigadir Jenderal Morteza, Kepala Staf Gabungan dan Wakil Administrator Ali Akbar Ahmadian, dan Komandan Angkatan Darat Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi, dicekal ke luar negeri. Resolusi ini memberi tenggat 60 hari bagi Iran untuk memenuhi permintaan DK PBB atau akan menghadapi sanksi lebih jauh.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Indonesia sebagai salah satu negara anggota tidak tetap DK PBB—selain Qatar dan Afrika Selatan—semula menolak resolusi itu karena pembangunan energi nuklir Iran untuk tujuan damai. Hingga menit-menit terakhir menjelang voting, berlangsung negosiasi intensif dengan Afrika Selatan, Indonesia, dan Qatar. Ketiga negara itu ingin ada pernyataan tentang zona bebas nuklir Timur Tengah dalam mukadimah resolusi. Namun, aspirasi ketiga negara itu kalah dengan kepentingan negara-negara besar, terutama AS. Indonesia pun akhirnya menyatakan “ya” atas resolusi itu. Tak pelak, sikap Indonesia yang dianggap plin-plan ini dikecam berbagai kalangan di Tanah Air. Bahkan, sejumlah anggota DPR bersiap melancarkan serangan melalui hak interpelasi.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Kedua, pasca-Resolusi DK PBB, situasi Timur Tengah akan kian tidak menentu, dan segera menyusul situasi destabilisasi yang akan menimbulkan ketegangan baru. Ketika konflik di Irak yang memicu kekerasan belum mereda, konflik Palestina-Israel belum ada tanda-tanda selesai, kini Iran menjadi medan ketegangan baru. Dalam konteks kekerasan Sunni-Syiah di Irak, Resolusi DK PBB pada Iran akan kian menyulitkan proses perdamaian. Bagaimanapun, Iran yang menganut Syiah mempunyai kedekatan psikologis dengan Syiah di Irak. Kondisi ini kian menyulitkan penyelesaian konflik di Irak, di mana Iran merupakan tetangga dekat Irak.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ketiga, hal yang patut menjadi kekhawatiran bersama adalah kemungkinan terjadinya agresi bersenjata, meski tidak tercantum dalam resolusi. Namun, hal ini bukan tidak mungkin terjadi melihat sikap keras Presiden Iran yang berulang kali menyatakan akan mempertahankan diri dengan segala cara. Akses Badan Tenaga Atom Internasional untuk menginspeksi reaktor nuklir Iran juga sudah ditutup. Hal ini akan memperbesar kecurigaan dunia internasional, terutama AS, bahwa Iran mempunyai agenda lain di balik program pengayaan uranium.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Siapa pun tahu, AS punya kepentingan besar untuk menaklukkan Iran. Maka jalur-jalur penting perdagangan minyak dari wilayah Teluk dikuasai. Ini bukan mengada-ada. Sejak Roosevelt hingga Bush Junior memimpin AS, diikuti doktrin untuk mengamankan pasokan minyak dari Teluk Persia dengan cara apa saja. Doktrin ini mengkristal semasa Jimmy Carter, yang di hadapan Kongres AS mengatakan, Washington akan menggunakan cara apa pun, termasuk kekuatan militer, untuk memperoleh aliran minyak. Dengan cadangan 65 persen minyak dunia, kawasan Teluk Persia menjadi incaran semua negara.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Begini soalnya. Dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, WNI keturunan Tionghoa merasa secara legal formal dan politis telah 100 persen disamakan dengan warga negara Indonesia (asli) lainnya. Karena dalam undang-undang ini, kata “asli” telah dijelaskan secara formal legal, bukan dalam pengertian etnis-rasial. Ini sudah menjadi titik tolak bahwa cantolan legal untuk mengadakan segregasi dan diskriminasi rasial ditiadakan. Namun, rasa gembira ini belum seumur jagung, lalu dibuat kabur lagi dengan ada- nya pasal-pasal dalam UU No 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk).

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Serupa dengan lagu anak-anak di awal tulisan ini, hidup serupa dengan mengurus taman. Kendati yang ditanam rumput Jepang, ada rumput liar yang ikut tumbuh. Kendati sudah banyak berbuat baik, banyak berdoa, sering ke tempat ibadah, bila saatnya bencana menggoda, ia tetap menggoda. Bila rumput Jepang yang ditanam seratus meter, rumput liar hanya mengambil porsi sedikit sekali, tetap juga mengganggu. Demikian juga dengan kehidupan. Sehat berumur bertahun-tahun, tetapi kerap lupa disyukuri. Sakit hanya segelintir hari, sudah penuh caci maki. Indonesia sebentar lagi akan berumur 62 tahun, hanya segelintir hari yang digoda bencana.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Dalam bahasa indah sejumlah sahabat penyair, keuntungan adalah hasil pelajaran dari banyak kerugian, kekotoran adalah kesucian yang sedang siap-siap menunjukkan rahasianya, kekayaan adalah sisi lain dari kemiskinan dalam mata uang kehidupan. Pada jiwa yang sedang bertumbuh, dualitas terus bergerak dari satu ujung bandul ke ujung bandul lain. Habis bahagia derita, setelah untung rugi, dan seterusnya. Dan lagu anak-anak ini mengajarkan, setelah semua segi kehidupan dicintai, disirami, diterima, kemudian dari dalam sini ada yang bernyanyi: “semuanya indah!”.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Sebagai bangsa yang potensial kita tetap optimistis, di balik penderitaan masih bersinar cahaya baru sebagai energi rohani untuk pembaruan sosial. Energi ini akan membebaskan kita dari egoisme, primordialisme, sektarianisme, dan eksklusivisme dalam hidup berbangsa dan bernegara. Hanya, sopir, kondektur, dan pilot negara perlu lebih tegas dan lebih berani merombak dan memperbaiki seluruh sistem pemerintahan yang sebenarnya sudah out of date dan menyengsarakan orang. Salib akan menjadi ringan jika dipikul bersama. Cruce glorior!

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Itu sebabnya dalam manajemen klasik sering digunakan kedua instrumen itu. Target yang tinggi diberikan agar karyawan bergerak. Jika tidak tercapai, seseorang akan menerima sanksi-sanksi menakutkan. Kalau tidak juga berubah, maka rasa sakit digunakan. Rasa sakit biasanya diwujudkan dengan mengambil aneka kenikmatan yang biasa diterima, termasuk bonus, jabatan, dan yang paling berharga adalah pekerjaan. Seperti kata orang-orang bijak, “Hidup akan menjadi mudah jika kita mau keras (sakit) terhadapnya.”

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Ini berlebihan karena, seperti dinyatakan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Singapura Lim Hng Kiang, justru Singapura ingin segera mewujudkan perjanjian ekstradisi dengan Indonesia agar persepsi Singapura sebagai surga bagi para koruptor dan pencucian uang tidak merugikan Singapura di mata dunia. Namun, Singapura adalah negara yang lebih kompleks dan lebih berkembang sistem hukumnya ketimbang Indonesia sehingga pembuatan perjanjian ekstradisi harus hati-hati agar tidak merugikan mereka. Untuk menandatangani perjanjian ekstradisi dengan negara yang morat-marit sistem dan pola penegakan hukumnya seperti Indonesia, penandatanganan sebuah perjanjian ekstradisi dengan Indonesia merupakan suatu keberanian sekaligus pengorbanan.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Fakta menunjukkan, kondisi dasar penegakan hukum kita belum banyak berubah. Kita masih menyaksikan kualitas penegak hukum yang rendah, mentalitas penegakan hukum yang buruk, intervensi kekuasaan yang besar, dan kinerja peradilan yang tidak memuaskan. Hal ini dikarenakan bangsa Indonesia terlalu menyibukkan diri dengan masalah-masalah kemanfaatan perekonomian eksklusif, sibuk dengan persoalan pemberantasan korupsi, menangkap, menahan, dan memenjarakan para tersangka/terdakwa koruptor. Namun, negara ini tidak memikirkan bagaimana memperbaiki sistem hukum dan pola penegakan hukumnya.

seperti di kutip dari https://danielpinem.wordpress.com

Defisit demokrasi terjadi saat dalam kehidupan sehari-hari kita dijebak oleh apa yang dinyatakan Riggs (1985) sebagai “formalisme”. Artinya, apa yang sudah menjadi cita-cita dan garis besar yang sudah ditulis dan disepakati kian jauh dari yang seharusnya dipraktikkan. Riggs menyebut karakter “formalisme” hidup dalam masyarakat prismatik, yakni sebuah situasi transisi masyarakat yang mendapat tekanan dari nilai-nilai “tradisionalisme” dan “modernisme” sekaligus dan melakukan kehidupan sehari-hari secara tumpang-tindih, penuh ketidakjelasan.

Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat akan diuji coba untuk dilintasi hari ini. Namun, bus dan truk belum diizinkan melewati jalur Puncak pasca-longsor beberapa waktu lalu. “Kalau dibuka, Insyaallah hari ini jam 12.00 WIB dibuka kembali untuk uji coba, akan tetapi hanya untuk roda 4 yang kecil saja. Bus dan truk belum diizinkan,” kata Kapolres Bogor AKBP Dicky Pastika saat dimintai konfirmasi, Senin (19/2/2018). Dicky mengatakan, uji coba ini akan dilakukan sampai jalur benar-benar bisa dilewati semua kendaraan. Saat ini, masih ada pengerjaan perbaikan jalur di beberapa titik dengan estimasi 1 sampai 3 bulan ke depan. “Pengerjaan jalannya komplit 1-3 bulan ke depan,” ujar Dicky. Sebelumnya, Jalur Puncak Ciloto hingga kawasan Gunung Mas ditutup akibat peristiwa longsor pada hari Senin (5/2) lalu. Akibatnya, kendaraan roda empat dari arah Jakarta menuju Cianjur atau Bandung dialihkan melalui jalur Jonggol dan Sukabumi. Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto sudah meninjau langsung jalur Puncak. Irjen Agung mengatakan proses perbaikan di lokasi longsor membutuhkan waktu satu bulan. “Kami cek lokasi pertama itu di Puncak Pass, (masuk) wilayah Cianjur di situ kami lihat sudah dipasang beronjong-beronjong. Insyaallah kalau normal, paling cepat itu bisa satu bulan selesai. Itu informasi dari teman-teman di Kementerian PU,” ujar Agung di Puncak, Bogor, Sabtu (17/2).

PT Jasa Marga memberitahu ada pengerjaan proyek Light Rail Transit di ruas tol Cawang-Cikampek. Pengendara diminta berhati-hati. “Hati-hati di ruas Tol Cawang-Cikampek dalam pembangunan konstruksi LRT/elevated,” tulis Jasa Marga dalam akun Twitternya, @PTJasamarga, Senin (19/2/2018). Selain itu, Jasa Marga meminta pengendara mengurangi laju kecepatan kendaraan. Kecepatan maksimal disarankan dalam kisaran 30-50 kilometer per jam. “Kurangi kecepatan kendaraan anda dan hindari jalan berlubang. Kecepatan maksimum 30-50 km/jam,” tambahnya. Sementara itu, ruas tol CawangkeCikampek masih lancar hingga pukul 03.00 WIB. Begitu juga arah sebaliknya yang mengarah ke Tol Dalam Kota. 02.00 WIB #Tol_Japek HATI-HATI DI RUAS TOL JAKARTA – CIKAMPEK pic.twitter.com/Jis1fB50l8 — PT. JASAMARGA (@PTJASAMARGA) February 18, 2018

Sebuah rumah warga di Purworejo, Jawa Tengah diterjang tanah longsor. Akibatnya tembok rumah jebol. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun penghuni rumah diungsikan sementara demi keamanan. Salah satu pemicu longsor tersebut adalah hujan deras yang mengguyur wilaya Purworejo sejak Kamis (15/2/2018) siang hingga malam hari. Tanah longsor di Dusun Dukuh, RT 02/RW 02, Desa Banyuasin Kembaran, Kecamatan Loano. Satu rumah milik Saryanto (32) mengalami kerusakan parah karena tertimpa longsoran pada Kamis malam saat hujan deras. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Sigit Ahmad Basuki menuturkan longsor tersebut mengakibatkan tembok rumah milik Saryanto ambrol. Pemilik rumah dan anggota keluarga yang lain diungsikan sementara ke tempat yang lebih aman. “Longsornya tadi malam dan mengenai rumah milik pak Saryanto sehingga temboknya jebol. Kemudian pemilik rumah, istri dan anaknya diungsikan sementara di tempat tetangga demi keamanan,” tutur Sigit ketika dihubungi detikcom, Jumat (16/2/2018). Kerugian materiil akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Keperluan logistik untuk korban tanah longsor sendiri sudah disalurkan oleh pihak BPBD. “Yang utama logistik sama keperluan lain yang dibutuhkan seperti selimut, pakaian dan alat dapur sudah kami salurkan,” imbuhnya. Warga pun diimbau untuk tetap hati-hati dan waspada terutama di daerah yang rawan bencana. Hingga kini petugas bersama warga masih membersihkan puing-puing rumah dan material longsor di lokasi kejadian. BPBD bersama muspika terus melakukan pemantauan di beberapa wilayah di Purworejo yang berpotensi longsor di musim hujan saat ini.

“Tapi tim gabungan dari BPBD, polisi, dan dinas terkait langsung membersihkan material longsor,” ujar dia. Untuk mengatasi  hal tersebut, Asep mengatakan pihaknya menyemprotkan air ke badan jalan yang terimas longsor agar jalan tidak licin. “Arus lalulintas sekarang sudah kembali normal,” kata Asep. Sebelumnya, tebing longsor menutup akses jalan utama Cianjur-Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/3/2017). Longsor tebing setinggi 15 meter terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, tepat di Jalan Raya Cipanas, Lembah Koi Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Material longsor menutup ruas jalan menuju kawasan Puncak Bogor sepanjang 10 meter.

Anjing pelacak membantu petugas dalam melanjutkan pencarian korban longsor Puncak yang belum ditemukan di Riung Gunung, Desa Tugu Selatan, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/2/2018). Dalam laporan dan keterangan saksi, tiga orang masih hilang diduga tertimbun material longsor di lokasi Riung Gunung. Pencarian tersebut melibatkan sejumlah elemen seperti TNI, Pemadam Kebakaran,BPBD, Polisi, serta diturunkan anjing pelacak K3 untuk mempercepat proses evakuasi. (ANTARA/Yulius Satria Wijaya) ()

seperti di kutip dari https://www.antaranews.com

Cianjur (ANTARA News)- Jalur Puncak, Cianjur, Jawa Barat, menuju Bogor tepatnya di Jalan Raya Puncak Pass-Ciloto, masih tertutup untuk kendaraan karena proses perbaikan mengunakan alat berat masih berlangsung di tebing yang longsor dan mengancam bahu jalan. Kapolsek Pacet Kompol Suhartono mengatakan, penutupan masih diberlakukan ke arah Bogor mulai Jalan Cagak Ciloto sehingga kendaraan yang hendak menuju Bogor dan seterusnya kembali diarahkan ke jalur alterntif Jonggol atau Sukabumi. Hingga saat ini, sejumlah alat berat masih bekerja di bahu jalan yang mengalami longsor di Puncak Pass, sehingga jika jalur dilalui ditakutkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan dan menghambat proses perbaikan tebing yang longsor. “Bahkan tim dari Kementrian PUPR hari ini, baru akan memasang pancang paku bumi di tebing yang longsor sebanyak 180 buah mengunakan alat berat yang terletak di bahu jalan utama tersebut. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sesuai petunjuk dari kementrian jalur masih ditutup,” kata dia. Dia belum bisa memastikan sampai kapan jalur tersebut dapat dilalui secara normal, namun kementrian menargetkan pengerjaan perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu secepatnya.  “Kami juga belum tahu pasti kapan jalur utama antar kota atau kabupaten ini dibuka secara normal,” katanya. Ratusan pengemudi yang hendak melintas jalur ini kecewa karena sebagian besar mengetahui jalur ini semestinya di buka hari ini  sehingga mereka memilih masuk Jalur Puncak-Cianjur. “Saya mau ke Jakarta dan tahunya Jalur Puncak menuju Bogor sudah dapat dilalui setelah sepuluh hari ditutup untuk perbaikan. Sejak pukul 9 pagi kami sudah masuk jalur Puncak, namun masih ditutup dan kami diarahkan ke jalur alternatif,” kata Deni Hendra, warga Kecamatan Cianjur. Dia dan ratusan penguna jalan mengharapkan perbaikan jalan selesai dalam waktu dekat karena warga terganggu dan bahkan merugi karena penutupan jalan yang hampir dua minggu itu. “Jalur Puncak II yang seharusnya menjadi solusi batal dibangun. Harapan kami ke depan pemerintah pusat membangun jalur Puncak II sebagai solusi ketika terjadi bencana alam di Jalur Puncak dan solusi kemacetan yang selama ini selalu terjadi setiap hari di Puncak,” kata Deni. Pewarta: Ahmad Fikri Editor: Jafar M Sidik COPYRIGHT © ANTARA 2018

Related Posts

Comments are closed.