Setahun Buron, Pembunuh Sadis di Makassar Ditangkap Polisi

Setahun Buron, Pembunuh Sadis di Makassar Ditangkap Polisi

Polisi menangkap Bohari Daeng Jaling (44), pelaku pembunuhan sadis di Makassar, Sulawesi Selatan. Bohari membacok leher korban dan membuangnya di rawa-rawa. Bohari ditangkap di persembunyiannya di Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Minggu (28/1/2018) dinihari. Dia tak berkutik saat disergap tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Sulsel. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan pelaku sempat berusaha kabur dengan mendorong polisi. Karena itu, polisi terpaksa menghadiahi dua butir timah panas ke kaki pelaku. “Diberikan tembakan peringatan ke atas 3 kali tetap tidak diindahkan dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas langsung melumpuhkan tersangka pada betis kaki kiri 1 kali, dan betis kanan 1 kali,” kata Dicky. Foto: Pelaku pembunuhan sadis (kemeja hijau) ditangkap di Makassar. (Istimewa) Usai tertembak, Bohari langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, Tim Resmob menyerahkan pelaku kepada pihak Polsek Panakukang guna penanganan lebih lanjut. Dicky Sondani mengatakan aksi pembunuhan itu dilakukan pelaku kepada korban atas nama Madi alias Bidol. Bohari menghabisi Madi di Karuwisi, Panakukang, Makassar, Februari 2017 lalu. “Dia melakukan pembunuhan tanggal 8 Februari 2017, dengan cara menebas leher dan kepala korban menggunakan parang, selanjutnya korban dibuang di rawa-rawa. Kemudian tersangka melarikan diri ke wilayah Bantaeng,” ujarnya.

Polisi menangkap Bohari Daeng Jaling (44), pelaku pembunuhan sadis di Makassar, Sulawesi Selatan. Bohari membacok leher korban dan membuangnya di rawa-rawa. Bohari ditangkap di persembunyiannya di Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Minggu (28/1/2018) dinihari. Dia tak berkutik saat disergap tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Sulsel. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan pelaku sempat berusaha kabur dengan mendorong polisi. Karena itu, polisi terpaksa menghadiahi dua butir timah panas ke kaki pelaku. “Diberikan tembakan peringatan ke atas 3 kali tetap tidak diindahkan dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas langsung melumpuhkan tersangka pada betis kaki kiri 1 kali, dan betis kanan 1 kali,” kata Dicky. Foto: Pelaku pembunuhan sadis (kemeja hijau) ditangkap di Makassar. (Istimewa) Usai tertembak, Bohari langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis. Selanjutnya, Tim Resmob menyerahkan pelaku kepada pihak Polsek Panakukang guna penanganan lebih lanjut. Dicky Sondani mengatakan aksi pembunuhan itu dilakukan pelaku kepada korban atas nama Madi alias Bidol. Bohari menghabisi Madi di Karuwisi, Panakukang, Makassar, Februari 2017 lalu. “Dia melakukan pembunuhan tanggal 8 Februari 2017, dengan cara menebas leher dan kepala korban menggunakan parang, selanjutnya korban dibuang di rawa-rawa. Kemudian tersangka melarikan diri ke wilayah Bantaeng,” ujarnya.

BANJARMASIN – Setelah buron hampir selama setahun, seorang pelaku pencurian dengan kekerasan, Jainal (58), akhirnya diringkus petugas gabungan Ditreskrium Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Timur (Kaltim). Jainal selama ini dikenal sebagai begal yang sadis karena sudah 17 kali beraksi dan tega menghabisi korbannya pakai palu. Kapolda Kalsel, Brigjen Polisi Erwin Triwanto mengatakan, saat beraksi pelaku kerap melukai korbannya dengan palu seberat lebih dari 5 kilogram (Kg). Bahkan, seorang korban tewas akibat dipukul palu oleh pelaku. “Pelaku ditangkap di Balikpapan, Rabu 15 Februari 2017 dini hari. Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena berusaha kabur,” kata Erwin, Kamis (16/2/2017). Selain meringkus pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua palu yang biasa digunakan pelaku melukai korban. Selain itu, disita uang Rp34 Juta, berbagai perhiasan emas milik korban, mobil Toyota Rush yang dibeli pelaku dari uang hasil kejahatan. Menurut Erwin, sejak 2016 pelaku tercatat sudah 17 kali beraksi di Kalsel dan Kaltim. Di Kalsel, pelaku beraksi lima kali dan di Kaltim tercatat tiga kali. Dalam setiap aksinya, lelaki asal Jalan MT Hariono RT 30 Blok A Kelurahan Damai, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) ini, berpura-pura menjadi sales. Kebanyakan, sasarannya perempuan yang mengenakan perhiasan emas mencolok. Saat ada kesempatan, pelaku memukulkan palu ke kepala korbannya dari belakang. Atas perbuatannya, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (wib)

Merdeka.com – Kasus pembunuhan sopir GO-CAR Ardhie Nur Aswan (23) terungkap setelah polisi melakukan tes DNA tengkorak yang ditemukan di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak beberapa waktu lalu. Empat dari enam pelaku berhasil dibekuk. “Empat orang pelaku pembunuhan terhadap korban Ardhi yang kita tangkap. Sebenarnya pelaku ada 6, tapi dua lagi dalam proses pengejaran,” ujar Kapolresta Pekanbaru, Komisaris Besar Polisi Susanto kepada merdeka.com, Senin kemarin. Polisi juga mengamankan barang bukti milik korban, di antaranya mobil Suzuki Ertiga dengan nopol BM 1654 NV yang digunakan korban terakhir kali menerima orderan penumpang. Mobil itu ditemukan di jurang daerah Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara pada Selasa (14/11) lalu. Kondisi mobil dalam keadaan ringsek karena jatuh ke jurang. “Mobil masuk ke jurang karena diduga pelaku ini mau menghilangkan barang bukti. Pelaku membunuh korban tempat di Pekanbaru, kemudian membuang jasad korban di Siak,” jelasnya. Motif empat tersangka membunuh Ardhie lantaran ingin mendapatkan uang untuk pergi liburan akhir tahun ke Yogyakarta dan Bandung. Keempat pelaku berinisial VH (20), MT (20), LP (20) dan FS (20). Semuanya diamankan di tempat dan waktu yang berbeda. “Jadi para pelaku ini pengen liburan ke Jogja dan ke Bandung. Tapi gak ada uang. Lalu mereka buat rencana dengan memesan GO-CAR ini. Nantinya mobil ini yang rencananya akan mereka jual sebagai modal buat pergi liburan itu,” terang Susanto. Dijelaskan Susanto, tersangka VH dan MT ditangkap saat berada di Jalan Purwodadi, Pekanbaru, Sabtu (11/11). LP diciduk di daerah Simalungun-Sumatera Utara, Selasa (14/11). Selanjutnya tersangka FJ diamankan di Ciledug-Banten, Rabu (22/11). “Para pelaku dijerat pasal tindak pidana pembunuhan berencana atau Pasal 340 KUHP. Ada unsur perencanaan, karena pelaku sudah membuat email palsu dan nomor handphone baru untuk memesan GO-CAR. Niatnya untuk menguasai mobil korban,” kata Susanto. Para pelaku juga sempat memesan dua sopir GO-CAR yang lainnya dengan lokasi penjemputan di karaoke koro-koro Jalan HR Subrantas, Kelurahan Tampan dan tujuan PO Medan Jaya, Minggu (23/10). Namun karena kedua mobil itu tak memiliki nilai jual yang tinggi, para pelaku pun menolak pesanan tersebut. Sehingga mereka mengurungkan niatnya. Para pelaku sebenarnya ada 6 orang, namun polisi baru menangkap 4 dan sisanya masih dalam pengejaran. “Mobil awal yang dipesan pertama Agya karena Agya gak muat untuk pelaku enam orang. Jadi di-cancel. Lalu pesan lagi, yang datang mobil Avanza. Karena nilai jualnya rendah juga gak jadi. Kemudian ketiga mobil Ertiga, ini yang jadi dipesan karena nilai jualnya lebih tinggi,” jelas Susanto. [gil]

Related Posts

Comments are closed.