Sertijab Kepala BNN Digelar Senin Pekan Depan

Sertijab Kepala BNN Digelar Senin Pekan Depan

Serah terima jabatan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dari Komjen Budi Waseso (Buwas) ke Irjen Heru Winarko bakal digelar Senin pekan depan. Heru dititipi sejumlah pesan oleh Buwas untuk memberantas narkoba di Indonesia. “Pak Buwas menyampaikan hari Senin (pekan depan) kita akan serah terima,” ujar Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Pelantikan Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru digelar pada hari ini di Istana Negara. Presiden Joko Widodo yang melantik langsung Heru sebagai Kepala BNN. Sebagai mantan Deputi Penindakan KPK, Heru menyatakan siap untuk menerapkan standar integritas di BNN. Dia siap bekerja cepat demi memberantas peredaran narkoba di Indonesia. “Ya tentu, beberapa hal yang menyangkut mengenai bagaimana kinerja lainnya akan disesuaikan di BNN ini,” kata Heru saat ditanya wartawan seusai pelantikan dirinya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). [Gambas:Video 20detik] Heru melanjutkan dirinya juga sudah menyiapkan sejumlah program di BNN. Dia berjanji akan bergerak cepat, khususnya menjalin kerja sama dengan negara-negara tetangga. “Kita tentu bukan hanya dalam negeri saja, kita juga akan bekerja sama dengan pihak luar negeri, di regional bahwa narkoba ini musuh kita bersama,” ucapnya.

Baca juga : watch

Sertijab Digelar, Letjen Agus Kriswanto Resmi Jabat Pangkostrad . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono memimpin upacara sertijab 9 orang perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI AD. Letjen Agus Kriswanto resmi menjabat Pangkostrad menggantikan Letjen Edy Rahmayadi. Acara sertijab ini dilaksanakan di Markas Besar Angkatan Darat, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018). Hadir Irjenad, asisten dan Kasahli Kasad, Pangkotama, Komandan, Direktur dan Kepala Balakous TNI AD, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) TNI AD.Prosesi pelaksanaan sertijab diawali dengan penyerahan lambang-lambang satuan dari pejabat lama kepada Jenderal Mulyono selaku inspektur upacara. Usai penyerahan lambang, Mayjen TNI Mulyono menanggalkan dan memasangkan tanda jabatan, serta melakukan penandatanganan naskah sertijab.Sertijab dipimpin KSAD Jenderal Mulyono Foto: Indra Komara/detikcomDalam sertijab ini, 3 jabatan yang diserahterimakan yakni jabatan Pangkostrad dari Letjen Edy Rahmayadi kepada Letjen Agus Kriswanto, Pangdam IX/Udayana dari Mayjen Komaruddin Simanjuntak kepada Mayjen Benny Susianto dan Pangdam XII/Tanjungpura dari Mayjen Andika Perkasa kepada Mayjen Achmad Supriyadi.Sementara 3 jabatan lainnya di satuan lembaga pendidikan TNI AD yakni Dankodiklat TNI AD dari Letjen Agus Kriswanto kepada Mayjen TNI Andika Perkasa, Danseskoad dari Mayjen Dody Usodo Hargo kepada Brigjen Kurnia Dewantara, serta jabatan Dansecapaad dari Brigjen Eka Wiharsa kepada Kolonel Inf Urip Wahyudi.Dalam hal ini ada dua pejabat yang mengakhiri masa dinasnya di TNI. Mereka adalah Letjen Edy Rahmayadi yang pensiun dini untuk maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara dan Mayjen Komaruddin Simanjuntak persiapan pensiun. (hri/hri) letjen agus kriswanto edy rahmayadi


Baca juga : ar BBJJjq9

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Juliari Batubara mengingatkan keputusan pemerintah melakukan holdingisasi BUMN harus menciptakan kemaslahatan. Tujuan holdingisasi BUMN harus berlandaskan semangat menciptakan kemakmuran sebesar-besarnya bagi rakyat. “Tujuan utama holdingisasi BUMN secara umum juga harus benar-benar bisa memberikan nilai tambah kepada pemegang saham yaitu Negara. Nilai tambah baik dari sisi keuangan, yaitu setoran dividend yang bertambah kepada Negara, maupun pelayanan atau produk yang lebih berkualitas kepada pelanggannya, terutama kepada rakyat Indonesia,” kata politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu di Jakarta, Kamis (1/3/2018). Juliari mengingatkan, holdingisasi BUMN tidak bisa hanya sekedar untuk konsolidasi di neraca saja, yang ujung-ujungnya hanya untuk memberikan kekuatan leverage yang lebih besar kepada holding BUMN tersebut. Juliari mengingatkan, pemerintah juga jangan lupa dengan program holdingisasi di BUMN Perkebunan tahun 2015 di mana sampai dengan hari ini holdingisasi tersebut belum terbukti memberikan nilai tambah sama sekali kepada Negara. Khususnya dari sisi keuangan, yang sejak 2015 malah merugi terus, padahal sebelumnya BUMN tidak merugi.

seperti di kutip dari https://www.msn.com

“Hal ini tidak boleh terulang kembali. Holdingisasi BUMN harus membawa kemaslahatan,” ujarnya. Terkait dengan holdingisasi BUMN Migas, yakni Pertamina dan PGN, Juliari menyampaikan, tujuan utama holdingisasi BUMN di bidang Migas ini juga sama dengan bidang lain. Semangatnya, tetap harus sesuai dengan konstitusi negara UUD pasal 33 yang mengamanatkan bahwa sektor- ekonomi yang strategis harus dikuasai oleh negara, dan diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan rakyat. “Artinya holdingisasi BUMN di bidang Migas jangan hanya sebuah Rekayasa Keuangan Financial Engineering saja, tanpa memperhatikan amanat konstitusi pasal 33 tersebut,” ujarnya. Secara teori keuangan, Pertamina memang bisa saja meng-akusisi PGN dan memasukannya di dalam Pertamina sebagai anak perusahaan, karena dari sisi Pendapatan dan Asset Pertamina memang jauh lebih besar daripada PGN. Dalam kesempatan ini, Juliari mengutarakan, holdingisasi Pertamina dengan PGN cukup prospektif. Sebab, secara perusahaan Pertamina memang jauh lebih besar daripada PGN, baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi asset. “Kita harapkan holdingisasi ini membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang-Merauke.”

Serah terima jabatan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dari Komjen Budi Waseso (Buwas) ke Irjen Heru Winarko bakal digelar Senin pekan depan. Heru dititipi sejumlah pesan oleh Buwas untuk memberantas narkoba di Indonesia. “Pak Buwas menyampaikan hari Senin (pekan depan) kita akan serah terima,” ujar Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Pelantikan Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru digelar pada hari ini di Istana Negara. Presiden Joko Widodo yang melantik langsung Heru sebagai Kepala BNN. Sebagai mantan Deputi Penindakan KPK, Heru menyatakan siap untuk menerapkan standar integritas di BNN. Dia siap bekerja cepat demi memberantas peredaran narkoba di Indonesia. “Ya tentu, beberapa hal yang menyangkut mengenai bagaimana kinerja lainnya akan disesuaikan di BNN ini,” kata Heru saat ditanya wartawan seusai pelantikan dirinya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). [Gambas:Video 20detik] Heru melanjutkan dirinya juga sudah menyiapkan sejumlah program di BNN. Dia berjanji akan bergerak cepat, khususnya menjalin kerja sama dengan negara-negara tetangga. “Kita tentu bukan hanya dalam negeri saja, kita juga akan bekerja sama dengan pihak luar negeri, di regional bahwa narkoba ini musuh kita bersama,” ucapnya.

Irjen Heru Winarko resmi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Dia mengatakan akan melanjutkan sejumlah program dan kebijakan yang dijalankan Kepala BNN sebelumnya, Komjen Budi Waseso (Buwas). “Yang jelas saya akan lanjutkan apa yang jadi kebijakan Pak Budi Waseso. Tentu kita akan lakukan bagaimana pencegahan, pemberantasan, tugas yang merupakan tanggung jawab BNN. Saya mengharapkan bantuan semuanya karena narkoba adalah musuh kita bersama,” ujar Heru di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/3/2018). Sebelum pelantikan Heru, Buwas mengatakan dirinya telah menitipkan pesan terkait hal yang harus ditingkatkan maupun dibenahi di BNN. Buwas berharap Heru dapat melaksanakan program tersebut sebaik mungkin. “Banyak, nanti mungkin banyak hal yang harus saya sampaikan ke pengganti saya karena itu harus ada yang dilanjutkan, ditingkatkan, kita banyak hal yang harus dibenahi termasuk kemampuan kita tingkatkan,” kata Buwas di Kompleks Istana Kepresidenan. Selain itu, Buwas juga berharap peningkatan di bidang sarana dan prasarana melalui program yang telah dia buat. “Tidak hanya itu, banyak hal yang harus ditingkatkan termasuk sarana prasarana yang lain antara lain gedung BNN. Kemarin kita juga masih tangkap jaringan ini hubungan dengan Lapas. Memang banyak hal harus dibenahi tapi khusus BNN program sudah ada, sistem sudah saya buat, walaupun memang belum sempurna karena ini cukup lama waktunya saya baru 2,5 tahun tapi itu yang bisa saya perbuat bagi bangsa dan negara,” ujar Buwas. [Gambas:Video 20detik]

Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan dukungannya terhadap penunjukan Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko sebagai kandidat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Agus juga berharap Heru benar-benar bisa menjadi menduduki jabatan itu. “Saya berharap Pak Heru jadi (Kepala BNN). Saya sangat berharap Pak Heru jadi. Dan mudah-mudahan ada kabar yang baik tidak lama lagi. Mudah-mudahan, saya sangat berharap itu,” ungkap Agus kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2018). Dengan dipilihnya Heru, Agus mengharapkan standar etika norma yang berlaku di KPK bisa dibawa ke BNN. Misalnya saja, Agus menyebut soal komitmen. “Di KPK juga dalam ‘gajinya lebih tinggi daripada temen-temen yang lain’, standar itu perlu dibawa ke sana. Dan kita nanti kalau Pak Heru di sana bisa berkolaborasi. Jadi banyak hal-hal yang bisa kita kerja samakan supaya BNN jauh lebih efektif,” tuturnya. Terkait promosi anak buahnya ini, Agus mengaku sangat senang karena ini penghargaan terhadap prestasi Heru. Menurutnya, ini merupakan kejadian pertama seorang deputi di KPK mendapat promosi semacam itu. “Iya mendukung. Dari bintang 2 ke bintang 3 masa nggak didukung? Ya kan. Jadi itu. Mungkin anda tak lama lagi akan mendengar kabar yang lebih baik dari itu,” kata Agus memberi isyarat. Dia pun sempat menceritakan pendapatnya soal sosok Heru. Agus mengaku bekerja sama sudah selama 2 tahun ini. “Pak Heru menurut pengalaman saya, selama saya bekerja dengan Heru selama 2 tahun sangat bagus. Jadi Pak Heru sangat bagus. Tidak banyak bicara ya, pendapatnya tapi sangat tajam dan sangat membantu penuntasan tugas-tugas pimpinan,” tuturnya. Soal kemungkinan penunjukan Heru sebagai Kepala BNN pengganti Budi Waseso, KPK juga diakui Agus telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. KPK juga disebutnya akan segera mempersiapkan pengganti Heru. “Kami diskusi sudah lama. Bukan hanya kemarin. Kami diskusinya sudah lama, dan kalau nanti Pak Heru mendapat pengangkatan, KPK juga segera akan melakukan kompetisi terbuka untuk memilih deputi KPK,” kata Agus. Sebelumnya, kabar mengenai pergantian Kepala BNN disampaikan oleh juru bicara Presiden, Johan Budi SP. Ada 3 nama yang diisukan menjadi Kepala BNN, antara lain Kalemdikpol Polri Komjen Moechgiyarto, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, dan Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko. Jokowi sudah menerima masukan dari pihak terkait, seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian, soal pengganti Buwas. Informasi yang didapat detikcom , dari tiga nama itu, Jokowi memilih Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru menggantikan Budi Waseso. Namun belum diketahui apa yang menjadi landasan Jokowi memilih Heru. Berdasarkan informasi yang disampaikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pelantikan akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pukul 09.00 WIB. Kepala BNN yang dilantik akan menggantikan Komjen Budi Waseso, yang akan masuk masa pensiun pada Maret tahun ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Irjen Heru menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas), yang memasuki masa pensiun mulai Maret 2018. Pelantikan Heru berlangsung di Istana Negara pada Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru. Seusai pengucapan sumpah jabatan, Irjen Heru menandatangani sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi. Sesaat kemudian, giliran Jokowi membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut. [Gambas:Video 20detik]

Jabatan Komjen Budi Waseso (Buwas) sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) diisi Irjen Heru Winarko. Buwas menghormati keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Heru sebagai penggantinya. “Sudah lulus. Pengabdian selesai. Ini keputusan Pak Presiden. Pilihan terbaik yang sudah menjadi kriteria dipilih Pak Presiden. Pasti pengganti lebih baik dari saya,” ujar Buwas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Buwas mengatakan Kepala BNN penggantinya memiliki tugas memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Sosok Heru dinilai tepat untuk mengisi posisi itu. “Untuk memberantas narkoba harus orang-orang yang memiliki integritas bagus. Profesional. Itu mutlak,” ujar Buwas. Pelantikan Heru berlangsung di Istana Negara, Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Jokowi. [Gambas:Video 20detik] “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru.

Irjen Heru Winarko akan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru hari ini. Sebelumnya, ia menjabat sejumlah posisi di Polri hingga KPK. Heru merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Rekam jejak kariernya di kepolisian diawali dengan menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. Heru kemudian bertugas di Mabes Polri dan beberapa kali menempati posisi. Dia menjabat sebagai Wakil Direktur (Wadir) II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Polri pada 2009 dan Wadir III tindak pidana korupsi pada 2010. Dari Bareskrim, Heru kemudian ditunjuk untuk menjadi Asisten Deputi (Asdep) 4/ V Kamnas Kemenko Polhukam pada tahun 2010. Dua tahun kemudian, dia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Lampung menggantikan Brigjen Pol Jodie Rooseto. Tiga tahun berselang, Heru kembali ke Kemenko Polhukam. Dia ditunjuk sebagai staf khusus Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Dia merupakan staf ahli bidang ideologi dan konstitusi Menko Polhukam. Pada September 2015, Heru dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK hingga akhirnya ditunjuk Presiden Jokowi pada hari ini sebagai Kepala BNN. Sebelumnya, ada 3 nama yang diisukan menjadi Kepala BNN, antara lain Kalemdikpol Polri Komjen Moechgiyarto, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, dan Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko. Soal pergantian Komjen Budi Waseso (Buwas), Jokowi sudah menerima masukan dari pihak terkait, seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Informasi yang didapat detikcom, dari tiga nama itu, Jokowi memilih Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru menggantikan Budi Waseso. Namun belum diketahui apa yang menjadi landasan Jokowi memilih Heru. Berdasarkan informasi yang disampaikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pelantikan akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pukul 09.00 WIB. Kepala BNN yang dilantik akan menggantikan Komjen Budi Waseso, yang akan masuk masa pensiun pada Maret tahun ini. [Gambas:Video 20detik]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar Irjen Heru Winarko menerapkan standar integritas dari KPK ke BNN. KPK pun berharap hal yang serupa, apa saja? “Salah satu kita tahu, kalau suka dengar ‘Berani Jujur Hebat’, kalau salah adalah salah, kalau benar adalah benar,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). “Kemudian transparansi, salah satu pencegahan utama dalam pencegahan korupsi. Tidak akan mungkin korupsi kita hilangkan tanpa ada transparansi,” imbuh Basaria. Sebelumnya Jokowi menyebut penunjukan Heru sebagai Kepala BNN menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas) adalah agar standar-standar baik yang diterapkan Heru di KPK dapat menular ke BNN. Heru memang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK. “Dan yang terpenting sisi integritas karena di situ peredaran narkoba duit yang gede sekali, omzet gede, gampang menggoda orang berbuat tidak baik,” ujar Jokowi. Heru pun mengaku siap melaksanakan arahan tersebut. Dia siap bekerja cepat demi memberantas peredaran narkoba di Indonesia. “Ya tentu, beberapa hal yang menyangkut mengenai bagaimana kinerja lainnya akan disesuaikan di BNN ini,” kata Heru.

Related Posts

Comments are closed.