Seorang Pengedar Sabu di Muara Angke Ditembak Polisi

Seorang Pengedar Sabu di Muara Angke Ditembak Polisi

Polisi menangkap seorang pengedar sabu di area pengasinan ikan di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Pelaku, Nandar (26) terpaksa dilumpuhkan timah panas peluru karena melawan ketika polisi hendak melakukan pengembangan. Bermula pada Sabtu (27/1) pukul 04.50 WIB, tim Unit 1 Satresnarkoba dipimpin AKP Ryan Faozi, awalnya polisi menangkap tersangka Viki alis Caeng yang merupakan seorang pengedar. Akan tetapi, Viki berhasil melarikan diri ketika polisi hendak melakukan pengembangan kepada tersangka “Dari pengembangan Viki ini, anggota berhasil menangkap tersangka Nandar,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso kepada detikcom , Minggu (28/1/2018). Polisi kemudian berupaya mengembangkan penangkapan tersangka Nandar ke jaringan yang lebib besar. Namun Nandar saay itu berusaha melarikan diri ketika polisi membawanya untuk pengembangan di pengasinan ikan, Muara Angke, Jakarta Utara. Tak mau buruannya kabur lagi, polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan terhadapnya. Akan tetapi, tersangka tidak menghiraukannya sehingga polisi kemudian melumpuhkannya dengan tembakan di bagian kaki. “Setelah berhasil diamankan dan kemudian dilakukan penggeledahan badan dan pakaian dan diketemukan 1 paket plastik berisi kristal bening dibalik lipatan uang pecahan sebesar Rp 100 ribu yang diketemukan di kantong celana depan sebelah kiri,” terang Eko. Nandar diduga menjadi pengedar di Muara Angke yang sering memper jual belikan sabu ke kalangan nelayan. “Nandar ini menitipkan sabu kepada Viki alias Caeng untuk dijual dengan harga Rp 1,4 juta dan menjanjikan memberi upah sebesar Rp 100 ribu. Rencananya keuntungan tersebut akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” paparnya. Dari Nandar, polisi menyita sebungkus plastik bening yang diduga sabu dengan total berat 1 gam. Atas perbuatannya, polisi menjerat Nandar dengan Pasal 114 (1) sub Pasal 112 (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polisi menangkap seorang pengedar sabu di area pengasinan ikan di Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Pelaku, Nandar (26) terpaksa dilumpuhkan timah panas peluru karena melawan ketika polisi hendak melakukan pengembangan. Bermula pada Sabtu (27/1) pukul 04.50 WIB, tim Unit 1 Satresnarkoba dipimpin AKP Ryan Faozi, awalnya polisi menangkap tersangka Viki alis Caeng yang merupakan seorang pengedar. Akan tetapi, Viki berhasil melarikan diri ketika polisi hendak melakukan pengembangan kepada tersangka “Dari pengembangan Viki ini, anggota berhasil menangkap tersangka Nandar,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso kepada detikcom , Minggu (28/1/2018). Polisi kemudian berupaya mengembangkan penangkapan tersangka Nandar ke jaringan yang lebib besar. Namun Nandar saay itu berusaha melarikan diri ketika polisi membawanya untuk pengembangan di pengasinan ikan, Muara Angke, Jakarta Utara. Tak mau buruannya kabur lagi, polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan terhadapnya. Akan tetapi, tersangka tidak menghiraukannya sehingga polisi kemudian melumpuhkannya dengan tembakan di bagian kaki. “Setelah berhasil diamankan dan kemudian dilakukan penggeledahan badan dan pakaian dan diketemukan 1 paket plastik berisi kristal bening dibalik lipatan uang pecahan sebesar Rp 100 ribu yang diketemukan di kantong celana depan sebelah kiri,” terang Eko. Nandar diduga menjadi pengedar di Muara Angke yang sering memper jual belikan sabu ke kalangan nelayan. “Nandar ini menitipkan sabu kepada Viki alias Caeng untuk dijual dengan harga Rp 1,4 juta dan menjanjikan memberi upah sebesar Rp 100 ribu. Rencananya keuntungan tersebut akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” paparnya. Dari Nandar, polisi menyita sebungkus plastik bening yang diduga sabu dengan total berat 1 gam. Atas perbuatannya, polisi menjerat Nandar dengan Pasal 114 (1) sub Pasal 112 (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Badan Narkotika Nasional dan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Sebuah kapal motor beserta empat anak buah kapalnya ditangkap di perairan Teluk Jakarta. Penangkapan terjadi Jumat (3/2) pagi, tepatnya di Perairan Teluk Jakarta, Muara Angke, Jakarta Utara. Sebuah kapal motor bernama Dzaky Pratama harus bersandar di dermaga karena kedapatan memuat narkoba di dak kapal. Empat orang anak buah kapal yang berada di dalam kapal ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional. Selain narkoba, petugas BNN menemukan sejumlah uang tunai baik rupiah maupun mata uang asing, kartu identitas, serta telpon seluler. Dalam pengembangan penangkapan kapal dan kru kapal di Muara Angke, polisi dan BNN mengejar seorang warga Malaysia yang diduga sebagai pemasok narkoba. Warga Malaysia bernama Sharil ditembak mati, saat dikejar petugas BNN. Jenazah Sharil kini telah dibawa ke RS Polri untuk diotopsi.

LayarBerita, Jakarta   – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Dirjen Bea Cukai menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu menggunakan sebuah kapal di perairan Teluk Jakarta, Kamis (2/2/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Dilansir bnn.go.id, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 13 bungkus sabu dengan berat  sekitar 13.592,5 gram yang dikemas dalam bungkus warna coklat di dalam kapal nelayan bernama KM Dzaki Pratama. Dalam operasi tersebut, seorang tersangka berinisial SBK, tewas karena berusaha melawan petugas.  Selain barang bukti,  petugas juga mengamankan 2 orang lainnya berinisial MA dan IS. Keduanya berperan sebagai kurir yang merupakan perpanjangan tangan dari SBK seorang pengendali lapangan. Selain itu, petugas juga mengamankan 3 orang saksi yang merupakan anak buah kapal (ABK). Penangkapan tersebut berawal dari laporan yang didapatkan oleh BNN dari NSB Thailand, bahwa akan ada pengiriman Narkotika ke Indonesia yang dikendalikan oleh jaringan sindikat Narkotika Chin Yoon Fah alias Achin alias Acai (WN Malaysia). Berdasarkan informasi tersebut,pada 2 Februari 2017 sekitar pukul 11.00 WIB di atas perariran Teluk Jakarta, petugas berhasil mengamankan kapal nelayan KM Dzaki Pratama dengan 5 orang di dalamnya.  Adapun kelima orang tersebut adalah, MA (52th/nahkoda/kurir penerima barang), ES (42th/ABK), IS (31th/ABK/kurir penerima barang), S (50th/ABK) dan AP (28th/ABK). Setelah mengamankan barang bukti, kemudian petugas melakukan  controlled delivery  ke pelabuhan ikan Muara Angke dan berhasil mengamankan  seorang berinisial SBK alias Alim (38th/WN Malaysia) yang akan menerima sabu tersebut. Pada saat itu, tersangka SBK alias Alim melakukan perlawanan hingga akhirnya terpaksa dilumpuhkan oleh petugas. Kemudian petugas melakukan pertolongan pertama, namun yang bersangkutan tidak dapat diselamatkan, tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sedangkan 5 orang lainnya yang telah diamankan oleh BNN sedang diperiksa lebih lanjut oleh petugas BNN.  Dengan diamankannya barang bukti tersebut, petugas BNN telah menyelamatkan sekitar 67.962 jiwa dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika.  [red]

Related Posts

Comments are closed.