Sempat Diduga Jatuh dari Metro Mini, Tofik Ternyata Korban Perampokan

Sempat Diduga Jatuh dari Metro Mini, Tofik Ternyata Korban Perampokan

Polisi menyebut Tofik Indrawan (sebelumnya disebut Taufik Indrawan) yang ditemukan tewas di Cakung, Jakarta Timur, sebagai korban perampokan. Sebelumnya, Tofik sempat dikira korban tewas karena jatuh dari Metro Mini. “Setelah dilakukan penyelidikan dan olah TKP (tempat kejadian perkara), dia menjadi korban perampokan di dalam bus Metro Mini,” ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana kepada detikcom, Kamis (1/3/2018). Sapta mengatakan awal peristiwa ketika Tofik menaiki Metro Mini 42 dari Terminla Pulo Gebang pada Rabu (28/2) pukul 04.00 WIB. Saat Metro Mini melintas di Jalan Komarudin, Cakung, Tofik dirampok, tetapi sempat berusaha melawan dan kabur dengan lompat dari Metro Mini. “Korban melawan dan kabur dengan lompat dari atas bus Metro Mini, korban tewas di lokasi. Ada barang korban yang sudah diambil pelaku,” kata Sapta. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan kasus itu. Sapta menduga ada lebih dari 1 pelaku perampokan tersebut. Sejauh ini, ada 2 saksi yang telah dimintai keterangan oleh kepolisian. “Masih diselidiki. Korban juga ada luka benda tajam di perut. Pelaku masih dikejar. Nanti detailnya,” ujar Sapta.

Seorang nenek bernama Iis Kartinah (67) ditemukan tewas dalam posisi terikat di kamarnya di Dusun Kawali, RT 5 RW 3, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Diduga Iis menjadi korban perampokan. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan penemuan jasad Iis pertama kali diketahui oleh dua orang warga pada Jumat (4/8/2017) pagi sekitar pukul 6.30 WIB. Saat itu keduanya curiga karena tidak ada aktivitas di dalam rumah. “Pagi itu kedua saksi melihat gorden terbuka dan lampu rumah korban masih menyala. Setelah dipanggil-panggil tidak ada jawaban dari korban,” jelas Yusri dalam pesan singkat yang diterima detikcom. Kecurigaan saksi bertambah saat melihat jendela bagian belakang rumah dalam kondisi terbuka. Penasaran, keduanya lalu masuk ke dalam rumah melalui jendela yang terbuka tersebut. Setelah di dalam rumah, saksi kemudian menuju kamar korban yang dalam keadaan tertutup. Saat dibuka keduanya kaget melihat korban telungkup di atas kasur dalam posisi terikat dengan kondisi kaki terjuntai di lantai. “Saksi mencoba memeriksa denyut nadi korban, dan ternyata sudah meninggal dunia. Kemudian saksi melaporkan hal tersebut pada Polsek Kawali dan Polres Ciamis,” beber Yusri. Dari hasil penyelidikan diduga pelaku masuk ke dalam rumah pada malam hari dengan cara mencongkel jendela bagian belakang rumah menggunakan linggis. Pelaku yang berhasil masuk langsung membekap mulut korban hingga meninggal dunia dan mengikat tangan juga kakinya. “Kemudian pelaku mengambil perhiasan emas berupa gelang dari dalam rumah,” katanya. Pihak kepolisian telah membentuk tim untuk mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut. Salah satu upayanya adalah mencari petunjuk dan keterangan saksi-saksi, termasuk memeriksa sejumlah CCTV di sekitar kejadian.

Ajudan pribadi Rita Widyasari, Ibrahim, mengaku pernah menerima uang secara tiga tahap dari anggota Tim 11 bernama Junaidi. Menurut Rita, uang itu untuk kegiatan partai. “Kalau urusan untuk Junaidi dan almarhum Sabrin untuk kegiatan partai,” ujar Rita dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (28/2/2018). Menurut Rita, beberapa orang memanfaatkan kepolosan Ibrahim, yang selalu bersamanya saat menjabat Bupati Kutai Kartanegara. Rita juga menduga Ibrahim ditekan oleh oknum untuk mengaku menerima uang dari pihak lain. “Mengingatkan kembali tuduhan kepada saya luar biasa dan semua tidak memberikan kepada saya, tapi kepada Ibrahim. Orang-orang ini memanfaatkan Ibrahim karena kepolosannya, dan orang tahu saya sayang sama Ibrahim. Saya tahu dia pernah ditekan. Pernah nggak kamu ditekan waktu Bunda ditahan harus mengaku menerima-nerima him ?” ujar Rita. “Nggak ada, lupa saya,” jawab Ibrahim. Ibrahim, yang juga orang kepercayaan Rita, mengaku pernah menerima uang dari orang kepercayaan Rita bernama Suroto. Setelah itu, Ibrahim menyerahkan uang itu kepada Rita Widyasari di kediamannya. Namun ia tidak mengetahui jumlah uang itu. “Seingat saya serahkan di pendopo , ruang privasi Bunda (Rita Widyasari),” kata Ibrahim. Saat itu, menurut Ibrahim, Suroto tidak pernah menjelaskan asal uang itu yang diserahkan kepada Rita Widyasari. “Nggak tahu,” kata Suroto. Rita Widyasari didakwa menerima uang gratifikasi Rp 469.465.440.000 terkait perizinan proyek pada dinas Pemkab Kukar. Gratifikasi itu diterima melalui Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin, yang juga Tim 11 pemenangan Bupati Rita. Anggota tim pemenangan yang dikenal Tim 11 antara lain Andi Sabrin, Junaidi, Zarkowi, Abrianto, Dedy Sudarya, Rusdiansyah, Akhmad Rizani, Abdul Rasyid, Erwinsyah, dan Fajri Tridalaksana. Rita Widyasari mencalonkan diri sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015 melalui Partai Golkar.

Beredar di media sosial unggahan yang menyatakan seorang marbut Masjid Besar Al-Istiqomah Pameungpeuk, Kabupaten Garut disiksa lima orang tak dikenal. Setelah diselidiki polisi, informasi tersebut ternyata hoax dan rekayasa. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana menjelaskan tak lama setelah kabar tersebut ramai diperbincangkan di Facebook polisi langsung menyelidikinya. Polisi langsung melakukan pra rekonstruksi di lokasi. Hasilnya, polisi menemukan sejumlah kejanggalan. “Tidak ditemukan adanya luka sedikit pun pada tubuh sebagaimana pengakuan korban dibacok oleh pelaku sebanyak lima orang,” kata Umar dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (28/2/18) sore. Informasi yang dihimpun, marbut yang diketahui bernama Uyu Ruhyana itu mengaku dikeroyok pagi tadi sekitar pukul 04.20 WIB. Umar menjelaskan, polisi dari Polsek Pameungpeuk padahal tengah berada di sekitar lokasi kejadian pada jam tersebut. “Pada jam tersebut Polsek Pameungpeuk melakukan patroli ke TKP dan tidak ditemukan adanya orang di sekitar masjid atau suara dari dalam masjid tersebut,” katanya. Dirasa mencurigakan, sambung Umar, pihaknya kemudian kembali memeriksa Uyu setelah melakukan pra rekonstruksi. Ternyata Uyu mengakui peristiwa tersebut merupakan rekayasa. “Korban mengakui bahwasanya peristiwa tersebut merupakan rekayasa dari korban itu sendiri,” ujar dia. Kepada polisi, Uyu mengaku nekat melakukan hal tersebut lantaran permasalahan ekonomi. “Motifnya adalah masalah ekonomi, di mana korban selaku marbut masjid tidak ada yang memperhatikan,” katanya. Dari hasil penyelidikan dan pra rekonstruksi yang digelar hari ini, polisi menyimpulkan jika kejadian yang ramai diperbincangkan di Facebook adalah bohong dan rekayasa. Foto: Istimewa Sekadar diketahui, pengguna media sosial Facebook dihebohkan dengan unggahan salah satu akun bernama Arief Arafah. Pemilik akun mengunggah tiga foto dan sebuah video ke Facebooknya pagi tadi. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menyatakan telah terjadi pengeroyokan terhadap Uyu. “Tkp di dalam masjid… mau azan tak jadi.. ada 5 orang.. setelah menanyakan ulama pameungpeuk ketua MUI pelaku menyerang memukul imam masjid menggunakan golok.. tp Allohloh melindungi hanya sakit di kepala..,” kata pemilik akun dalam kolom komentar. Sejak pertama diunggah, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 11 ribu pengguna.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbagi cerita saat dirinya dibopong petugas damkar dalam HUT ke-99 Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta. Anies salut dengan stamina tinggi para petugas itu. “Saya tadi waktu saat saya menyaksikan petugasnya naik ke atas menggendong korban turun tangga kebetulan mereka itu kuat, tapi itu saya lihat dari jauh. Terus giliran saya digendong, saya pegang pundak mereka pundaknya keras-keras semua. kalau dilihat itu kuat-kuat,” ujar Anies di halaman kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Jl KH Zainul Arifin No 71 Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai petugas pemadam kebakaran merupakan salah satu sosok yang dibutuhkan untuk membantu mengamankan Jakarta. Dia berharap para petugas bisa bekerja maksimal dan selalu menjaga stamina. “Saya bilang inilah yang dibutuhkan, orang-orang yang kuat, orang-orang yang staminanya tinggi ikut memastikan bahwa Jakarta aman. Saya salut. Staminanya dijaga, latihannya jangan berkurang dan semangatnya terus tinggi,” katanya. Dalam HUT tersebut, para petugas pemadam kebakaran juga unjuk kebolehan memamerkan aksi penyelamatan korban kebakaran. Para petugas mulai unjuk kebolehan dengan senam perahu karet, aksi penyelamatan korban kecelakaan kendaraan, sampai penyelamatan korban kebakaran yang terjadi di dalam gedung. Pada saat aksi penyelamatan korban kebakaran pada gedung bertingkat, empat petugas damkar menuruni gedung menggunakan tali. Setelah itu, empat petugas tersebut menyerahkan fire jacket dan kampak rescue kepada Anies.

Seorang pelaku curanmor ingin merampok rumah di Jalan Simorejo 102 A, Surabaya. Namun rumah itu ternyata milik anggota Kopaskas Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo yang menjabat Paopsjar Sekopaska Pusdiksus Kodikopsla. Kadispenal Laksamana Pertama, Gig Jonias Mozes Sipasulta menilai pelaku curanmor salah merampok rumah tersebut. Sebab, korban yang dirampok adalah anggota Kopaska. “Perampok memang bawa senjata, yang dirampok kebetulan Kopaska. Perampoknya salah melirik dia (pelaku) karena yang dirampok Kopaska,” ujar Gig kepada detikcom, Rabu (5/7/2017). Gig mengatakan, awalnya Mayor Tunggul sudah mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, pelaku malah juga mengeluarkan senjata api dan melawan korban. Kasus ini, Polsek Sukomanunggal dan Polisi Militer Angkatan Laut sedang menyelidiki pelaku curanmor itu. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.10 WIB. Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, bahwa korban merupakan seorang tentara. Dan apa yang dilakukan oleh korban sudah benar. Shinto mengatakan, pelaku saat itu sudah melakukan aksinya. Motor yang mereka incar sudah dibawa keluar dari rumah dan hendak dilarikan. Namun korban memergoki dan berusaha menggagalkan usaha pencurian tersebut. Namun dua orang pelaku lain berhasil kabur.

Related Posts

Comments are closed.