Sekjen PDIP Janji Menari Kecak 3 Jam Jika Wayan Koster Menang di Bali

Sekjen PDIP Janji Menari Kecak 3 Jam Jika Wayan Koster Menang di Bali

PDIP mengusung Wayan Koster-Cok Ace di Pilgub Bali 2018. Jika pasangan itu menang, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berjanji akan menari kecak 3 jam di Bali. “Sekiranya instruksi Ibu Megawati untuk memenangkan seluruh Bali berhasil diwujudkan, maka sebagai Sekjen Partai dan sebagai penghormatan terhadap kebudayaan Bali, saya siap menari kecak 3 jam,” kata Hasto dikutip dari siaran pers PDIP, Sabtu (4/2/2018). Hasto bicara dalam acara pembekalan kader PDIP se-Bali. Hasto mengatakan Bali adalah basis kekuatan PDIP. Sebagai ‘penguasa’ Bali dengan 24 kursi DPRD, PDIP, kata Hasto, berkomitmen terus menunjukkan politik yang berbudaya. “Konsepsi dan nilai-nilai filsafat Tri Hitakarana sangatlah diperlukan untuk menjadikan seluruh alam raya hadir sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Keseimbangan alam raya harus kita jaga. Itulah watak politik yang membangun peradaban,” ujarnya. Politik berbudaya PDIP di Bali, masih kata Hasto, diperlihatkan pada deklarasi pasangan Wayan Koster-Cok Ace yang menampilkan 1.300 penari yang menarikan tari pendet dan tari kecak yang diikuti oleh 14 ribu penari. “Apa yang dilakukan oleh pasangan Wayan Koster-Cok Ace adalah harapan dari Ibu Megawati Soekarnoputri guna mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” pungkas Hasto.

PDIP mengusung Wayan Koster-Cok Ace di Pilgub Bali 2018. Jika pasangan itu menang, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berjanji akan menari kecak 3 jam di Bali. “Sekiranya instruksi Ibu Megawati untuk memenangkan seluruh Bali berhasil diwujudkan, maka sebagai Sekjen Partai dan sebagai penghormatan terhadap kebudayaan Bali, saya siap menari kecak 3 jam,” kata Hasto dikutip dari siaran pers PDIP, Sabtu (4/2/2018). Hasto bicara dalam acara pembekalan kader PDIP se-Bali. Hasto mengatakan Bali adalah basis kekuatan PDIP. Sebagai ‘penguasa’ Bali dengan 24 kursi DPRD, PDIP, kata Hasto, berkomitmen terus menunjukkan politik yang berbudaya. “Konsepsi dan nilai-nilai filsafat Tri Hitakarana sangatlah diperlukan untuk menjadikan seluruh alam raya hadir sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Keseimbangan alam raya harus kita jaga. Itulah watak politik yang membangun peradaban,” ujarnya. Politik berbudaya PDIP di Bali, masih kata Hasto, diperlihatkan pada deklarasi pasangan Wayan Koster-Cok Ace yang menampilkan 1.300 penari yang menarikan tari pendet dan tari kecak yang diikuti oleh 14 ribu penari. “Apa yang dilakukan oleh pasangan Wayan Koster-Cok Ace adalah harapan dari Ibu Megawati Soekarnoputri guna mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” pungkas Hasto.

“Bali dikenal karena kebudayaannya, seluruh ekspresi seni dan kebudayaan begitu indah dan dinamis. Sekiranya instruksi Ibu Megawati untuk memenangkan seluruh Bali berhasil diwujudkan maka sebagai sekjen partai dan sebagai penghormatan terhadap kebudayaan Bali saya siap menari kecak tiga jam,” papar Hasto di sela pembekalan kader se-Bali, Minggu (4/2). Menurutnya, Bali mampu membuktikan jati diri yang membumikan Pancasila dalam seluruh kehidupan. Nilai-nilai gotong royong bekerja dengan baik. Dan di tengah dominasi kebudayaan asing, warga Bali tetap bangga dengan kebudayaanya. “Bali yang merupakan basis kekuatan PDI Perjuangan harus terus menampilkan watak kebudayaan tersebut. Konsepsi dan nilai-nilai filsafat Tri Hitakarana sangatlah diperlukan untuk menjadikan seluruh alam raya hadir sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Keseimbangan alam raya harus kita jaga. Itulah watak politik yang membangun peradaban,” ungkap Hasto. Dia juga menegaskan bahwa tidak mungkin berpolitik tanpa kebudayaan. Menurutnya, politik tanpa kebudayaan akan kering dan kehilangan watak kemanusiaannya. Penampilan deklarasi pasangan Wayan Koster-Cok Ace yang menampilkan ciri kebudayaan seperti Tari Pendet oleh 1.300 peserta dan Tari Kecak oleh 14 ribu penari benar-benar diapresiasi PDIP. “Apa yang dilakukan oleh pasangan KBS-Ace adalah harapan dari Ibu Megawati Soekarnoputri guna mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” demikian Hasto. [wah]

PDIP mengusung Wayan Koster-Cok Ace di Pilgub Bali 2018. Jika pasangan itu menang, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berjanji akan menari kecak 3 jam di Bali. “Sekiranya instruksi Ibu Megawati untuk memenangkan seluruh Bali berhasil diwujudkan, maka sebagai Sekjen Partai dan sebagai penghormatan terhadap kebudayaan Bali, saya siap menari kecak 3 jam,” kata Hasto dikutip dari siaran pers PDIP, Sabtu (4/2/2018). Hasto bicara dalam acara pembekalan kader PDIP se-Bali. Hasto mengatakan Bali adalah basis kekuatan PDIP. Sebagai ‘penguasa’ Bali dengan 24 kursi DPRD, PDIP, kata Hasto, berkomitmen terus menunjukkan politik yang berbudaya. “Konsepsi dan nilai-nilai filsafat Tri Hitakarana sangatlah diperlukan untuk menjadikan seluruh alam raya hadir sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Keseimbangan alam raya harus kita jaga. Itulah watak politik yang membangun peradaban,” ujarnya. Politik berbudaya PDIP di Bali, masih kata Hasto, diperlihatkan pada deklarasi pasangan Wayan Koster-Cok Ace yang menampilkan 1.300 penari yang menarikan tari pendet dan tari kecak yang diikuti oleh 14 ribu penari. “Apa yang dilakukan oleh pasangan Wayan Koster-Cok Ace adalah harapan dari Ibu Megawati Soekarnoputri guna mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” pungkas Hasto.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pada pembekalan kader Partai se Bali dalam rangka pilkada serentak 2018, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berjanji untuk menari kecak selama 3 jam. Hasto akan menari bila dapat memenangkan Pilkada di seluruh Bali. “Bali dikenal karena kebudayaannya. Seluruh ekspresi seni dan kebudayaan begitu indah dan dinamis. Sekiranya instruksi Ibu Megawati untuk memenangkan seluruh Bali berhasil diwujudkan, maka sebagai Sekjen Partai dan sebagai penghormatan terhadap kebudayaan Bali, saya siap menari kecak 3 jam”, ujar Hasto, Minggu, (4/2/2018). © TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Hasto megatakan selama ini Bali mampu membuktikan jati dirinya yang membumikan Pancasila dalam seluruh kehidupan. Nilai-nilai gotong royong bekerja dengan baik, dan ditengah dominasi kebudayaan asing, warga Bali tetap bangga dengan kebudayaanya. “Bali yang merupakan basis kekuatan PDI Perjuangan harus terus menampilkan watak kebudayaan tersebut. Konsepsi dan nilai nilai filsafat Tri Hitakarana sangatlah diperlukan untuk menjadikan seluruh alam raya hadir sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Keseimbangan alam raya harus kita jaga. Itulah watak politik yang membangun peradaban” katanya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Hasto juga menegaskan bahwa tidak mungkin berpolitik tanpa kebudayaan. Karena, politik tanpa kebudayaan akan kering dan kehilangan watak kemanusiaannya. Baca: Disiram Air Panas oleh Ibu Asuh, Bocah SD Alami Trauma Penampilan deklarasi pasangan Wayan Koster-Cok Ace yg menampilkan ciri kebudayaan seperti tari pendet yang diikuti oleh 1300 peserta dan tari kecak yang diikuti oleh 14 ribu penari, benar-benar diapresiasi oleh PDI Perjuangan, “Apa yang dilakukan oleh pasangan KBS-Ace adalah harapan dari Ibu Megawati Soekarnoputri guna mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” pungkasnya,

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

PDIP mengusung Wayan Koster-Cok Ace di Pilgub Bali 2018. Jika pasangan itu menang, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berjanji akan menari kecak 3 jam di Bali. “Sekiranya instruksi Ibu Megawati untuk memenangkan seluruh Bali berhasil diwujudkan, maka sebagai Sekjen Partai dan sebagai penghormatan terhadap kebudayaan Bali, saya siap menari kecak 3 jam,” kata Hasto dikutip dari siaran pers PDIP, Sabtu (4/2/2018). Hasto bicara dalam acara pembekalan kader PDIP se-Bali. Hasto mengatakan Bali adalah basis kekuatan PDIP. Sebagai ‘penguasa’ Bali dengan 24 kursi DPRD, PDIP, kata Hasto, berkomitmen terus menunjukkan politik yang berbudaya. “Konsepsi dan nilai-nilai filsafat Tri Hitakarana sangatlah diperlukan untuk menjadikan seluruh alam raya hadir sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Keseimbangan alam raya harus kita jaga. Itulah watak politik yang membangun peradaban,” ujarnya. Politik berbudaya PDIP di Bali, masih kata Hasto, diperlihatkan pada deklarasi pasangan Wayan Koster-Cok Ace yang menampilkan 1.300 penari yang menarikan tari pendet dan tari kecak yang diikuti oleh 14 ribu penari. “Apa yang dilakukan oleh pasangan Wayan Koster-Cok Ace adalah harapan dari Ibu Megawati Soekarnoputri guna mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” pungkas Hasto.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno mengunjungi rumah almarhum KRT Dr Radjiman Wedyodiningrat. Sahabat kakeknya itu merupakan tokoh yang punya peran luar biasa dalam sejarah Indonesia. Rumah itu berada di Desa Kauman, Widodaren, Ngawi. Puti mengenang perjuangan salah seorang mentor politik dan sahabat Bung Karno tersebut. “Beliau tokoh penting, sahabat kakek saya, Bung Karno. Beliau punya peran luar biasa dalam sejarah Republik Indonesia,” kata Puti di lokasi, Minggu (4/2/2018). Radjiman adalah Ketua BPUPKI. Badan inilah yang menggodok dasar negara Indonesia dan konstitusi UUD 1945. Pada 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidato tanpa teks, yang membahas dan menguraikan falsafah Pancasila. Puti Guntur ditemani Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistiyo. Keduanya disambut 500 lebih warga masyarakat. Mereka menyambut antusias Puti Guntur. “Bapak-bapak, para ibu, dan adik-adik harus bangga, bahwa di tempat ini pernah ditinggali tokoh penting Indonesia, Pak Radjiman. Di tempat ini, kita bisa mengenang sejarah perjalanan bangsa ini,” kata Puti. Bupati Kanang menyampaikan, dulu sebelum 2014, Jokowi memulai dari rumah tersebut. Ia berkunjung sebelum maju menjadi presiden. “Insya Allah, Bu Puti juga akan memimpin Jawa Timur,” kata Kanang. Puti Guntur Soekarno telah tiga kali datang ke tempat itu. Ia terlibat dalam pemugaran kawasan rumah Radjiman, bersama Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, tahun 2008. Puti mengaku belajar dari Presiden Jokowi. “Memang aura rumah ini harus diserap agar semangat kebangsaan kita tidak luntur. Kita teladani dan lanjutkan perjuangan para pendahulu,” kata Puti. Dr Radjiman dalam sidang BPUPKI melontarkan pertanyaan: apa dasar negara Indonesia, ketika kelak merdeka? Bung Karno menjawab pertanyaan itu dengan menguraikan Pancasila dan menegaskan sebagai saripati dari nilai-nilai kehidupan rakyat di nusantara ini. “Dalam bukunya, Dr Radjiman kemudian menegaskan bahwa Bung Karno adalah penggali dan pencetus Pancasila, yang hingga kini nilai-nilainya memandu kehidupan bangsa,” ujar Puti yang kerap diundang berseminar di luar negeri untuk membahas sejarah bangsa. Puti berpesan kepada semua pihak untuk tidak melupakan sejarah. Ia menyebut, udara kemerdekaan yang dihirup saat ini berkat jasa perjuangan para pendahulu, maka generasi penerus harus menyerap nilai-nilai dan semangat perjuangan itu. “Adik-adik, kita yang muda-muda ini, jangan sampai melupakan sejarah,” ujar Puti di atas panggung. Ia mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Banyak warga Ngawi yang terkesan dengan kunjungan Puti Guntur Soekarno. “Saya melihat Mbak Puti seperti Pak Jokowi yang mencintai rakyatnya,” kata Utami, salah seorang warga yang menyambut kehadiran Puti.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

RMOL. Seorang pria menarik perhatian Dedi Mulyadi saat berada di atas panggung acara Paturay Tineung di Lapangan Sempurnunggal, Desa Linggasari, Kecamatan Darangdan, Purwakarta, Sabtu malam (3/2). Pria tersebut memiliki tato di bagian lengan dan kaki. Meski bertato, ia tidak canggung memegang botol susu untuk bayi. Kadieu Kang (kesini kang), duh penampilan tato ala punk tapi hatinya pink ini, salut pisan, panggil Dedi mencandai. Jajang (22), namanya ternyata. Warga Kabupa Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno mengunjungi rumah almarhum KRT Dr Radjiman Wedyodiningrat. Sahabat kakeknya itu merupakan tokoh yang punya peran luar biasa dalam sejarah Indonesia. Rumah itu berada di Desa Kauman, Widodaren, Ngawi. Puti mengenang perjuangan salah seorang mentor politik dan sahabat Bung Karno tersebut. “Beliau tokoh penting, sahabat kakek saya, Bung Karno. Beliau punya peran luar biasa dalam sejarah Republik Indonesia,” kata Puti di lokasi, Minggu (4/2/2018). Radjiman adalah Ketua BPUPKI. Badan inilah yang menggodok dasar negara Indonesia dan konstitusi UUD 1945. Pada 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidato tanpa teks, yang membahas dan menguraikan falsafah Pancasila. Puti Guntur ditemani Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistiyo. Keduanya disambut 500 lebih warga masyarakat. Mereka menyambut antusias Puti Guntur. “Bapak-bapak, para ibu, dan adik-adik harus bangga, bahwa di tempat ini pernah ditinggali tokoh penting Indonesia, Pak Radjiman. Di tempat ini, kita bisa mengenang sejarah perjalanan bangsa ini,” kata Puti. Bupati Kanang menyampaikan, dulu sebelum 2014, Jokowi memulai dari rumah tersebut. Ia berkunjung sebelum maju menjadi presiden. “Insya Allah, Bu Puti juga akan memimpin Jawa Timur,” kata Kanang. Puti Guntur Soekarno telah tiga kali datang ke tempat itu. Ia terlibat dalam pemugaran kawasan rumah Radjiman, bersama Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, tahun 2008. Puti mengaku belajar dari Presiden Jokowi. “Memang aura rumah ini harus diserap agar semangat kebangsaan kita tidak luntur. Kita teladani dan lanjutkan perjuangan para pendahulu,” kata Puti. Dr Radjiman dalam sidang BPUPKI melontarkan pertanyaan: apa dasar negara Indonesia, ketika kelak merdeka? Bung Karno menjawab pertanyaan itu dengan menguraikan Pancasila dan menegaskan sebagai saripati dari nilai-nilai kehidupan rakyat di nusantara ini. “Dalam bukunya, Dr Radjiman kemudian menegaskan bahwa Bung Karno adalah penggali dan pencetus Pancasila, yang hingga kini nilai-nilainya memandu kehidupan bangsa,” ujar Puti yang kerap diundang berseminar di luar negeri untuk membahas sejarah bangsa. Puti berpesan kepada semua pihak untuk tidak melupakan sejarah. Ia menyebut, udara kemerdekaan yang dihirup saat ini berkat jasa perjuangan para pendahulu, maka generasi penerus harus menyerap nilai-nilai dan semangat perjuangan itu. “Adik-adik, kita yang muda-muda ini, jangan sampai melupakan sejarah,” ujar Puti di atas panggung. Ia mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Banyak warga Ngawi yang terkesan dengan kunjungan Puti Guntur Soekarno. “Saya melihat Mbak Puti seperti Pak Jokowi yang mencintai rakyatnya,” kata Utami, salah seorang warga yang menyambut kehadiran Puti.

Related Posts

Comments are closed.