Sebut Ombudsman Hits Banget, Ini Penjelasan Sandiaga

Sebut Ombudsman Hits Banget, Ini Penjelasan Sandiaga

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut Ombudsman dengan kalimat ‘Ombudsman yang hits banget’. Sebutan itu menurut Sandiaga merujuk pada hasil investigasi Ombudsman terhadap penataan PKL di Tanah Abang. “Ya kan Pak Adrianus (Adrianus Meliala, Komisioner Ombudsman) memberikan masukan ke kita, dan itu jadi trending topic, jadi sangat hits,” kata Sandiaga usai pelantikan pengurus DPW Ikatan Keluarga Minang DKI Jakarta, di Gelanggang Remaja Kecamatan Pulo Gadung, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018). Wagub usungan Partai Gerindra dan PKS itu menekankan hasil investigasi Ombudsman merupakan masukan yang baik untuk Pemprov DKI. Tak ada prasangka buruk terhadap temuan Ombudsman. “Menurut saya itu masukan yang baik, dan saya berterima kasih ke Pak Adrianus,” terang Sandiaga. Sandiaga sebelumnya mengatakan penataan kawasan Tanah Abang harus diawasi masyarakat. Dia berjanji akan menindak tegas setiap pelanggaran. “Kami minta bantuan juga dari teman-teman, termasuk Ombudsman yang hits banget, untuk memantau Tanah Abang. Kalau ada terpantau ada yang mengambil biaya iuran pungutan, laporkan ke kami dan kami akan tindak tegas,” ujar Sandiaga, Jumat (5/1). Ombudsman sebelumnya merilis hasil investigasi terkait dugaan oknum Satpol PP memungut uang dari PKL agar tidak terjaring penertiban.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut Ombudsman dengan kalimat ‘Ombudsman yang hits banget’. Sebutan itu menurut Sandiaga merujuk pada hasil investigasi Ombudsman terhadap penataan PKL di Tanah Abang. “Ya kan Pak Adrianus (Adrianus Meliala, Komisioner Ombudsman) memberikan masukan ke kita, dan itu jadi trending topic, jadi sangat hits,” kata Sandiaga usai pelantikan pengurus DPW Ikatan Keluarga Minang DKI Jakarta, di Gelanggang Remaja Kecamatan Pulo Gadung, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2018). Wagub usungan Partai Gerindra dan PKS itu menekankan hasil investigasi Ombudsman merupakan masukan yang baik untuk Pemprov DKI. Tak ada prasangka buruk terhadap temuan Ombudsman. “Menurut saya itu masukan yang baik, dan saya berterima kasih ke Pak Adrianus,” terang Sandiaga. Sandiaga sebelumnya mengatakan penataan kawasan Tanah Abang harus diawasi masyarakat. Dia berjanji akan menindak tegas setiap pelanggaran. “Kami minta bantuan juga dari teman-teman, termasuk Ombudsman yang hits banget, untuk memantau Tanah Abang. Kalau ada terpantau ada yang mengambil biaya iuran pungutan, laporkan ke kami dan kami akan tindak tegas,” ujar Sandiaga, Jumat (5/1). Ombudsman sebelumnya merilis hasil investigasi terkait dugaan oknum Satpol PP memungut uang dari PKL agar tidak terjaring penertiban.

Sebelum adanya penataan Tanah Abang oleh Gubernur Anies Baswedan dua pekan lalu, Ombudsman mengungkapkan adanya maladministrasi yang dilakukan Satpol PP DKI Jakarta dalam penataan PKL. Berdasarkan hasil investigasi lembaga itu, petugas Satpol PP di lapangan sengaja membiarkan pedagang menempati trotoar. “Mereka membiarkan PKL menggunakan trotoar, meminta uang, kerja sama dengan preman dan ormas, sehingga tidak menjalankan fungsinya,” kata anggota Ombudsman, Adrianus Meliala, di kantornya, Kamis, 2 November 2017. Tim investigasi diturunkan di sejumlah lokasi yang paling sering dikuasai kaki lima, di antaranya Tanah Abang, Stasiun Manggarai, dan Stasiun Tebet. Di tiga lokasi itu petugas Satpol PP tidak melakukan tindakan apa pun meski melihat PKL berjualan di trotoar. Simak juga: Lulung Sangsi dengan Temuan Ombudsman Soal Pungli di Tanah Abang Larangan untuk berdagang di trotoar diatur dalam Pasal 25 Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007. Sedangkan pembiaran yang dilakukan Satpol PP jelas-jelas melanggar Pasal 33 Peraturan Gubernur Nomor 221 Tahun 2009. Selain itu, Ombudsman mendapati petugas Satpol PP justru memfasilitasi pedagang membuka lapak di tempat-tempat terlarang di Tanah Abang . Sebagai imbalannya, petugas menerima insentif sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 8 juta per bulan dari satu pedagang.

Related Posts

Comments are closed.