Satu Keluarga Tertimbun Longsor di Rel KA Sukabumi-Bogor

Satu Keluarga Tertimbun Longsor di Rel KA Sukabumi-Bogor

Enam orang korban tertimbun longsoran tanah dari atas rel kereta api Sukabumi-Bogor di Cigombong, Cijeruk, merupakan satu keluarga. Saat ini, petugas masih melakukan pencarian terhadap keenam korban tersebut. “Ada enam orang sedang dicari, di antaranya ada anak-anak,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading kepada detikcom, Senin (5/2/2018). Dicky mengatakan, akibat peristiwa tersebut, tiga rumah warga tertimbun longsor. Tujuh orang selamat dalam kejadian tersebut. “Tujuh orang selamat, mengalami luka ringan,” imbuh Dicky. Ada tiga rumah yang terkena longsor. Longsoran tersebut berada di atas rel kereta api di KM 13+800 Kampung Maseng RT 02/08 Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini mengakibatkan KA jurusan Sukabumi-Bogor berhenti beroperasi, sebab longsoran tanah sepanjang 40 meter membuat rel menggantung. Adapun, longsoran tersebut menimpa rumah Ibu Anggi, Bapak Asep Tahudin dan Jana alias Dori. Dihubungi terpisah Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprapto mengatakan proses evakuasi masih terus dilakukan, kondisi medan yang berat menjadi penghambat. “Apalagi ditambah kondisi tanah masih labil dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” kata Hari. Tujuh orang selamat dan mengalami luka yakni: 1. Inggit (23) 2. Anggi (20) 3. Ihsan (20) 4. Jana alias Dori (40) 5. Enur (35) 6. Asep Tajudin (40) 7. Ilham (14). Para korban yang mengalami luka dan telah dibawa Ke Puskesmas Caringin. Enam korban hilang merupakan satu keluarga. Mereka adalah: 1. Nani (30) 2. Bapak Asep (45), suami Ibu Nani. 3. Alan (17) 4. Aurel (2) 5. Aldi (8) 6. Adit (9).

Enam orang korban tertimbun longsoran tanah dari atas rel kereta api Sukabumi-Bogor di Cigombong, Cijeruk, merupakan satu keluarga. Saat ini, petugas masih melakukan pencarian terhadap keenam korban tersebut. “Ada enam orang sedang dicari, di antaranya ada anak-anak,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading kepada detikcom, Senin (5/2/2018). Dicky mengatakan, akibat peristiwa tersebut, tiga rumah warga tertimbun longsor. Tujuh orang selamat dalam kejadian tersebut. “Tujuh orang selamat, mengalami luka ringan,” imbuh Dicky. Ada tiga rumah yang terkena longsor. Longsoran tersebut berada di atas rel kereta api di KM 13+800 Kampung Maseng RT 02/08 Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini mengakibatkan KA jurusan Sukabumi-Bogor berhenti beroperasi, sebab longsoran tanah sepanjang 40 meter membuat rel menggantung. Adapun, longsoran tersebut menimpa rumah Ibu Anggi, Bapak Asep Tahudin dan Jana alias Dori. Dihubungi terpisah Kabid Humas Polda Jabar AKBP Hari Suprapto mengatakan proses evakuasi masih terus dilakukan, kondisi medan yang berat menjadi penghambat. “Apalagi ditambah kondisi tanah masih labil dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” kata Hari. Tujuh orang selamat dan mengalami luka yakni: 1. Inggit (23) 2. Anggi (20) 3. Ihsan (20) 4. Jana alias Dori (40) 5. Enur (35) 6. Asep Tajudin (40) 7. Ilham (14). Para korban yang mengalami luka dan telah dibawa Ke Puskesmas Caringin. Enam korban hilang merupakan satu keluarga. Mereka adalah: 1. Nani (30) 2. Bapak Asep (45), suami Ibu Nani. 3. Alan (17) 4. Aurel (2) 5. Aldi (8) 6. Adit (9).

Longsoran tanah dari atas rel kereta api Sukabumi-Bogor di Cigombong, Cijeruk, menimpa rumah warga. Enam orang, termasuk anak-anak, dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut. “Ada enam orang sedang dicari, di antaranya ada anak-anak,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading kepada detikcom , Senin (5/2/2018). Dicky mengatakan tiga rumah warga tertimbun longsoran. Tujuh orang selamat dalam kejadian tersebut. “Tujuh orang selamat, mengalami luka ringan,” imbuh Dicky. Saat ini Polres Bogor telah mengerahkan 1 SSK (Satuan Setara Kompi) atau sekitar 100 personel Dalmas dan 1 SSK Brimob SAR untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi dilakukan bersama Polsek Koramil dan kecamatan. Sementara itu, proses evakuasi kurang efektif karena menggunakan alat konvensional. Petugas masih menunggu alat berat untuk evakuasi tersebut.

VIVA  – Longsor juga menerjang jalur perlintasan Kereta Api Bogor Sukabumi dari Kilometer 13,800 Stasiun Batu tulis, Stasiun Maseng, Kampung Maseng, Desa Ciadeg, Cigombong, Bogor Jawa Barat. Berdasarkan informasi longsor terjadi sekitar pukul 12.50 WIB mengikis 15 meter tanah yang menopang rel. Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky, mengatakan, longsor diakibatkan wilayah tersebut dilanda dengan eksistensi hujan yang tinggi. “Sementara mengakibatkan Oprasional KA Sukabumi-Bogor terhenti. Tidak ada korban. Kami sudah pasang police line agar tidak ada warga yang melintas, ” katannya kepada VIVA , Senin, 5 Februari 2018.

INILAH, Bogor- Hujan yang mengguyur Bogor pada Minggu (4/2) malam hingga Senin (5/2) pagi, menyebabkan tanah longsor di beberapa titik. Longsor juga menyebabkan jalur kereta api Bogor-Sukabumi lumpuh total, lantaran tanah yang menopang rel amblas di Kampung Maseng, Cigombong, Kabupaten Bogor. Humas PT KAI Edi Kuswoyo menerangkan, perjalanan kereta api Pangrango Bogor-Sukabumi dan sebaliknya, dibatalkan. Dia pun belum bisa memastikan, kapan jalur kereta bisa digunakan kembali. “Secepatnya akan diperbaiki. Penumpang KA Pangrango relasi Bogor-Sukabumi dan sebaliknya yang sudah membeli tiket, silahkan menghubungi loket stasiun dan akan dikembalikan 100% dari harga tiket,” kata Edi saat dihubungi INILAH, Senin (5/2).

INILAH, Bogor- Jalur kereta api Bogor-Sukabumi amblas, Senin (5/2). Akibatnya, operasional kereta terganggu lantaran rel kereta menggantung dengan cukup ekstrem. Tanah amblas sepanjang 15 meter itu terjadi di KM 13.800 dari Stasiun Batu Tulis, Kampung Maseng, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. “Hujan yang mengguyur sejak Minggu malam, diduga jadi penyebab tanah amblas ini,” kata Kapolsek Cijeruk Kompol Safiudin Ibrahim, Senin (5/2). Dia melaporkan, tidak ada korban jiwa atas kejadian ini, namun kereta dari arah Sukabumi menuju Bogor terpaksa dihentikan. “Kami sudah koordinasi dengan PT KAI atas kejadian ini,” tambah Safiudin. Namun, Humas PT KAI Edi Kuswoyo belum memberikan keterangan atas kejadin ini. Saat dihubungi INILAH lewat pesan singkat, dia belum menjawab.

Related Posts

Comments are closed.