Sandi Perintahkan Lurah Cari Tempat Baru untuk PKL Melawai

Sandi Perintahkan Lurah Cari Tempat Baru untuk PKL Melawai

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memerintahkan jajarannya mencari tempat baru untuk PKL yang berjualan di trotoar kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Sandi ingin para PKL tetap bisa menjual makanan atau barang-barang yang dibutuhkan para karyawan yang bekerja di kawasan tersebut. “Nah, kuncinya sebetulnya harus disediakan tempat di situ, lokasi sementara. Saya sekarang lagi minta Ibu Lurah (Lurah Melawai Kurnia Rita), juga Dinas UKM di wilayah Jakarta Selatan, untuk mencoba mencari di mana lokasi sementara. Karena sebetulnya masyarakat di sekitar situ memerlukan (PKL),” kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Sandi berharap para PKL yang berjualan di Jalan Sunan Ampel dan Jalan Aditiawarman ikut program OK OCE. Selain itu, nantinya juga akan dibuka komunikasi dengan pengelola gedung di sekitar kawasan tersebut agar mau menyediakan tempat. “Kita nanti lihat dari hasil pelatihannya, lokasi sementara di mana cocoknya. Dan sebetulnya kita ingin tawarkan ke pemilik gedung sih, di sekitar situ. Maulah menampung mereka (PKL). Karena ini murni, pekerja di gedung-gedung tersebut yang menggunakan servis mereka,” papar Sandi. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto menyayangkan PKL masih berjualan di trotoar kawasan Melawai dan berharap ada penertiban. Menurut Wahyu, kawasan Melawai bisa menjadi percontohan konsep transit oriented development (TOD) mass rapid transit (MRT), asalkan trotoar di kawasan tersebut bebas dari PKL. “Keberadaan TOD membutuhkan kemudahan akses, terutama bagi pejalan kaki. Sayang sekali kalau Melawai, yang sangat berpotensi untuk didorong menjadi suatu kawasan percontohan TOD di Jakarta, harus dihadapkan pada persoalan yang tak sesuai dengan skala TOD untuk moda angkutan sebesar MRT,” ujar Wahyu. Lurah Melawai Kurnia Rita mengaku dialah yang menata PKL di kawasan Melawai untuk berjualan di trotoar. Rita mengatakan ada tiga lokasi yang trotoarnya dijadikan lahan untuk PKL berjualan. Tiga jalan dimaksud adalah Jalan Sunan Ampel, Jalan Wijaya IX, dan Falatehan. Penataan itu disepakati oleh para PKL dengan persyaratan, jika nantinya ada protes, PKL akan ditertibkan. “Jadi, karena sudah kesepakatan hasil rapat antara kelurahan, Pak Camat, PKL (pedagang kaki lima), kalau sudah sepakat, ya tidak melanggar aturan,” ujarnya saat ditemui detikcom di kantornya, Selasa (27/2).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mentolerir keberadaan PKL di trotoar kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Menurutnya, karyawan di sekitar lokasi mendukung keberadaan para PKL di sana. “Saya tanya yang berjalan kaki. Saya bilang terganggu nggak? (Dijawab) ‘kami justru perlu ini’. Jadi karena itu bukan arteri jalan kaki,” kata Sandiaga di Hotel Luminor, Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Meski demikian, Sandiaga mengaku akan tetap memberi ruang bagi pejalan kaki di trotoar yang telah diokupansi PKL tersebut. Dia ingin fungsi trotoar tetap harus mengutamakan pejalan kaki. “Karena trotoar itu memang harus menjadi fungsinya untuk pejalan kaki. Kita harus carikan jalan supaya ada sedikit ruang untuk pejalan kaki,” jelasnya. Politikus Gerindra ini juga mengatakan, PKL di Melawai akan segera didaftarkan untuk mengikuti pelatihan OK OCE. Dia akan segera menggelar pelatihan OK OCE bagi PKL tersebut. “Ya sekarang mulai 75 dari para pedagang kecil mandiri tersebut akan didaftarkan (OK OCE) di kecamatan Kebayoran Baru. Mereka hadir di situ karena dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, termasuk (karyawan) gedung-gedung tersebut,” terangnya. “Gedung PLN yang karyawannya kemarin secara volunteer datang ke saya, bilang bahwa kami butuh untuk makan pagi di sini, untuk makan siang,” pungkasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan sudah mengecek PKL di kawasan Melawai yang sempat memasang spanduk OK OCE. Sandiaga menuturkan kehadiran PKL sudah sesuai dengan aturan. “Saya tadi pagi lari ke daerah melawai, Sunan Ampel yang diberitakan kemarin. Dan ada beberapa masukan, karena saya bicara sama paguyuban di sana. Rupanya mereka sudah tertata bersama lurah, Bu Kurnia Rita,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Sandiaga menuturkan warga sekitar mendukung adanya usaha PKL di lokasi tersebut. Dia menjelaskan banyak karyawan perkantoran yang membutuhkan PKL untuk menyediakan makan siang bagi mereka. PKL di trotoar di kawasan Melawai, Jakarta Selatan Foto: Agung Pambudhy “Jadi tadi saya on the spot langsung memberikan perintah kepada bu Rita. Warga di sana itu mendukung adanya kegiatan itu karena PLN dan beberapa tempat perkantoran di sana. Termasuk teman-teman saya di sana tidak menyediakan lahan untuk makan siang dan untuk berkegiatan usaha,” jelasnya. Sandiaga mengatakan PKL hanya berjualan pada Senin hingga Jumat. Pada akhir pekan, para PKL tersebut tidak berjualan di lokasi. “Jadi mereka Senin sampai Jumat di sana. Sabtu, mereka kosong,” jelasnya. Sandiaga telah menawarkan pada pedagang PKL untuk mendaftarkan diri ke kecamatan Kebayoran Baru untuk mengikuti program OK OCE. Dia ingin membantu PKL agar lebih berdaya. “Sehingga nanti program penataannya itu bisa sinkron dengan apa yang dilakukan di kecamatan Kebayoran Baru. Itu satu, mereka diberikan pelatihan, pendampingan, P1, P2, P3 nya jalan,” terangnya. Sandiaga mengatakan kehadiran PKL sebagai hubungan yang saling menguntungkan. Dia menyebut PKL hadir karena ada yang membutuhkan. “Jadi ini adalah sebuah simbiosis mutualisme. Dan ini untuk pembelajaran bagi kita, bagi gedung termasuk Balai Kota, menyediakan tempat makanan murah yang menampung kebutuhan. Jadi dimana ada kebutuhan pasti ada suplai. Di mana ada demand pasti ada supply,” terangnya. [Gambas:Video 20detik]

Sandiaga menceritakan, ia menemui para warga dan pedagang sembari berlari pagi ke daerah Melawai. Saat datang ke sana, para pedagang telah ditata oleh Lurah Melawai, Kurnia Rita. Para PKL mengaku sempat khawatir karena maraknya pemberitaan media. Kepada mereka, Sandiaga menyatakan akan memberikan dukungan dengan syarat mereka mau ditata dan warga sekitar tidak keberatan. “Saya sampaikan pada mereka, asal ditata dan warga di sekitarnya tidak berkeberatan, mendukung dan diberi ruang juga untuk pejalan kaki, karena di situ memang rutenya orang lewat situ untuk belanja,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (28/2). Politikus Partai Gerindra itu mengklaim para warga setempat juga mendukung pedagang berjualan di sana. Ia menyebut ada simbiosis mutualisme antara warga, para karyawan, dan para pedagang. Para karyawan membutuhkan pedagang kaki lima pada hari-hari kerja. Mereka beralasan, kantor-kantor di sekitar lokasi itu tidak menyediakan tempat makan siang. “Saya mendapat masukan dari staf-staf PLN di sana, bahwa sangat dibutuhkan untuk makan pagi dan tidak ada tempat makan pagi di sana. Makan siang juga. Jadi ini adalah sebuah simbiosis mutualisme,” kata dia. Para PKL juga berdalih tidak ada lahan lain bagi mereka untuk berjualan. Dengan tidak adanya tempat makan di perkantoran, mereka juga tidak mendapatkan tempat. “Di mana ada kebutuhan pasti ada suplai. Di mana ada demand pasti ada supply . Kalau demand -nya ada, tidak ada supply -nya. Akhirnya terjadi ketidakseimbangan,” kata Dengan pertimbangan itu, Sandiaga mengizinkan para pedagang berjualan di trotoar pada hari Senin hingga Jumat. Ia meminta agar tetap disediakan ruang untuk pejalan kaki agar bisa melintas. Di akhir pekan saat kantor-kantor libur, para pedagang dapat berjualan di lahan yang lain. Sandiaga juga mendorong para pedagang untuk mendaftarkan diri dalam program One Kecamatan One Center of Enterpreneurship (OK OCE) pada Sabtu. “Sabtu, mereka kosong. Nah tadi saya perintahkan Sabtu mereka mendaftar dan sudah didaftarkan di Kecamatan Kebayoran Baru,” kata dia. Dengan mengikuti program OK OCE, Sandiaga berharap penataan PKL yang dilakukan oleh kelurahan Melawai bisa sinkron dengan program pemerintah provinsi. Para pedagang akan mendapatkan pembinaan berupa pelatihan, pendampingan, hingga permodalan. Menurut Sandiaga, kasus yang terjadi di Melawai seharusnya menjadi pembelajaran bagi gedung-gedung di Jakarta, tak terkecuali Balai Kota. Ia mengatakan gedung-gedung itu harus menyediakan tempat makan yang terjangkau sehingga kebutuhan para karyawan terpenuhi. Kepala Dinas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) DKI Jakarta Irwandi mengatakan para PKL berjualan di trotoar hanya untuk sementara. Selama masa penataan, para pedagang memang masih akan memanfaatkan trotoar. “Dipakai setengahnya saja, pejalan kaki masih bisa melewati trotoar untuk pejalan kaki,” kata dia. Irwandi belum dapat memastikan kapan target relokasi akan dilakukan. Saat ini pihaknya sedang mencari tempat untuk merelokasi para pedagang. “Kita lagi cari tempat relokasinya secepatnya,” ujar dia. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yani Wahyu mengatakan akan mengkonfirmasi teknis pelaksanaan keputusan itu ke Dinas UMKM. Ia akan melihat kembali apakah keputusan itu mungkin dilakukan. “Kita akan pelajari di lapangan kalau memang feasible memungkinkan. Saya akan koordinasikan ke UMKM apakah memungkinkan atau tidak,” ujar dia. Pada dasarnya, kata Yani, ia tetap pada pendirian untuk tidak mengizinkan pemanfaatan trotoar selain untuk pejalan kaki. Penggunaan trotoar selain untuk pejalan kaki adalah pelanggaran terhadap Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. “Saya tetap pada pendirian saya, trotoar itu untuk pejalan kaki dan melanggar bila ada dimanfaatkan untuk selain itu,” kata Yani. Yani mengingatkan bahwa tugas Satpol PP adalah menegakkan aturan. Selain itu, sudah ada peraturan gubernur yang mengatur tentang pembinaan pedagang, mulai dari lokasi sementara, lokasi binaan, hingga lokasi terjadwal. Oleh karena itu, ia akan tetap menegakkan perda apabila ditemukan adanya pelanggaran. “Kalau saya, sepanjang dia melanggar aturan, saya tegakkan aturan. Itu saja,” kata dia.

Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) merangsek berjualan di trotoar di Jalan Sunan Ngampel dan Jalan Adityawarman I, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (suara.com/Welly Hidayat) Suara.com – Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemerintah Provinsi Jakarta tidak pernah memiliki program OK OCE di daerah Melawai, Jakarta Selatan. “Kami perlu lihat. Karena OK OCE tidak pernah punya program di daerah Melawai. Kami lihat bahwa untuk penataannya yang dilakukan oleh Dinas UMKM dan Sudin di wilayah Selatan itu adalah yang sudah waktu itu tertata di kampung kuliner,” ujar Sandiaga. Pernyataan Sandiaga menyusul Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) merangsek berjualan di trotoar di Jalan Sunan Ngampel dan Jalan Adityawarman I, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka menggunakan spanduk OK OCE atau Program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship. Tak hanya itu, Sandiaga mengatakan dirinya pun telah mengecek adanya PKL di Melawai. Ia pun memberikan izin kepada PKL yang berdagang dan menginstruksikan kepada Lurah Melawai, Kurnia Rita untuk menyediakan lahan dan memperbolehkan PKL untuk berdagang di kawasan tersebut. “Saya tadi pagi lari ke daerah Melawai, Sunan Ampel yang diberitakan kemarin. dan ada beberapa masukan, saya bicara sama paguyuban (pedagang) di sana. Rupanya mereka sudah ditata oleh Lurah, Bu Kurnia Rita,” ucap dia. “Jadi tadi saya on the spot langsung memberikan perintah kepada Bu Rita. Warga di sana itu mendukung adanya kegiatan itu. Karena di sana ada kantor PLN dan beberapa tempat perkantoran, termasuk teman-teman saya di sana tidak menyediakan lahan untuk makan siang dan untuk berkegiatan usaha,” sambungnya. Lebih lanjut, Sandiaga menuturkan nantinya PKL tersebut bisa berjualan dengan jadwal yang ditentukan yakni Senin sampai Jumat dan hari kerja. “Jadi mereka jualan hanya dari Senin sampai Jumat. Sabtu mereka kosong. Karena rupanya hari Minggu itu mereka tidak di sana. Sudah ada lahan usaha di tempat lain. jadi Senin sampai Jumat mereka dibutuhkan. Saya mendapatkan masukan dari staf-staf PLN di sana, bahwa sangat dibutuhkan untuk makan pagi dan makan siang. Jadi ini adalah sebuah simbiosis mutualisme,” ucap Sandiaga. Sandiaga menambahkan, dirinya juga telah menawarkan para PKL untuk bergabung ke program OK OCE. “Nah tadi saya perintahkan Sabtu, mereka mendaftar dan sudah didaftarkan di Kecamatan Kebayoran Baru. Sehingga nanti program penataannya itu bisa sinkron dengan apa yang dilakukan di kecamatan kebayoran baru. Itu satu, mereka diberikan pelatihan, pendampingan, P1, P2, P3 nya jalan. Nanti juga dibantu untuk pemasarannya,” tandasnya.

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku keberadaan pedagang kaki lima berspanduk OK OCE di kawasan Melawai, Jakarta Selatan didukung warga sekitar. Hal tersebut dia ketahui setelah meninjau langsung ke lokasi pada Rabu (28/2/2018) pagi. “Warga di sana itu mendukung adanya kegiatan itu, karena PLN dan beberapa tempat perkantoran di sana, termasuk teman-teman saya di sana tidak menyediakan lahan untuk makan siang dan untuk berkegiatan usaha,” ujar Sandiaga di Balai Kota, Rabu. Sandiaga menambahkan, keberadaan PKL di lokasi tersebut merupakan simbiosis mutualisme dengan para pekerja kantoran. Sebab, para pekerja mengaku kesulitan mencari tempat makan di lokasi tersebut. “Ini untuk pembelajaran bagi kita, bagi gedung, termasuk Balai Kota, menyediakan tempat makanan murah yang menampung kebutuhan (karyawan),” ucap dia.

seperti di kutip dari http://megapolitan.kompas.com

KOMPAS.com/NURSITA SARI Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Sunan Ampel, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berjualan di atas saluran air dan trotoar, Selasa (27/2/2018). Mereka sempat memasang spanduk bertulisan OK OCE. Sandiaga mengaku sudah memerintahkan Lurah Melawai untuk menata PKL tersebut agar tidak mengganggu kepentingan umum. Selain itu, para PKL akan diberi pelatihan OK OCE. “Nanti juga dibantu untuk pemasarannya. Karena rupanya hari Minggu itu mereka tidak di sana karena mereka sudah di tempat-tempat lain. Sudah ada lahan berusaha di tempat lain, tapi Senin sampai Jumat mereka dibutuhkan,” kata Sandiaga. Puluhan PKL di Jalan Sunan Ampel dan Jalan Aditiawarman I memasang spanduk bertuliskan “OK OCE” di tenda-tenda tempat mereka berjualan. Namun, spanduk itu telah dicopot pada Selasa (27/2/2018) siang karena mereka memang bukan bagian dari progaram OK OCE yang digagas Pemprov DKI.

Winnetnews.com –  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno, melakukan kegiatan olah raga pagi seperti biasanya. Kali ini rute yang dilaluinya adalah kawasan Melawai, tempat PKL yang memasang spanduk OK-OCE. Sandi Minta PKL Tak Jualan di Trotoar Dalam hal ini, Sandi menuturkan bahwa PKL yang berjualan di atas trotoar Melawai sudah sesuai aturan. Sebab, mereka sudah ditata oleh lurah setempat. “Saya tadi pagi lari ke daerah Melawai, Sunan Ampel yang diberitakan kemarin. Dan ada beberapa masukan, karena saya bicara sama paguyuban di sana. Rupanya mereka sudah tertata bersama lurah, Bu Kurnia Rita,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (28/2). “Tadi saya on the spot langsung memberikan perintah kepada bu Rita. Warga di sana itu mendukung adanya kegiatan itu karena PLN dan beberapa tempat perkantoran di sana. Termasuk teman-teman saya di sana tidak menyediakan lahan untuk makan siang dan untuk berkegiatan usaha,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa PKL berjualan pada hari Senin hingga Jumat saja. Sementara Sabtu dan Minggu kosong. “Mereka Senin sampai Jumat di sana. Sabtu, mereka kosong,” jelasnya.

Jual Obat Pembesar Mr.p Terbaik @klinik_fortuna 🔁 klik goo.gl Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung detikcom @detikcom 🔁 Sudah mengecek PKL di kawasan Melawai, menuturkan warga sekitar mendukung adanya usaha PKL di lokasi tersebut. Apa r twitter.com encana selanjutnya ya? Iklan Bandung @iklanBisnis_ 🔁 cek -> Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung Sandiaga Uno menyebu m.detik.com Motivasi @akuNgiklan 🔁 cek yuk -> Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung Sandiaga Uno menyebu m.detik.com Optik Melawai @optikmelawai 🔁 Buat kalian yang sedang mencari pekerjaan, Optik Melawai akan hadir di Job Fair NSCD 2018 loh! Catat lokasinya dan w twitter.com aktunya yah: Tanggal 01-03 Maret 2018 Pukul 09:00 – 16:30 Lokasi : Hall BC Both D13 Informasi lebih lanjut boleh di tanyakan melalui Relawan Indonesia @KamiRelawan 🔁 Sedih juga melihat tata kota saat ini, demi #keberpihakan dan hajar semuanya fb.me Mags Berita 05 @andri000me_15 🔁 Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung magsberita821592885.wordpress.com KABARLAIN.com @kabarlain 🔁 Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung goo.gl Panji Muhammad @MuhammadPanjiSx 🔁 Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung goo.gl Iklan Bandung @iklanBisnis_ 🔁 cek -> Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung Sandiaga Uno menyebu news.detik.com Deasy Alfa Saputri @deasyalfasap 🔁 Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung Sandiaga Uno menyebu news.detik.com KRIS @galxxs 🔁 @null Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung Sandiaga Uno menyebu news.detik.com Motivasi @akuNgiklan 🔁 cek yuk -> Soal PKL di Trotoar Melawai, Sandi: Warga di Sana Mendukung Sandiaga Uno menyebu news.detik.com Sutardi @ztw868992 🔁 PKL Melawai yang Pasang Spanduk “OK OCE” Diusulkan Jadi Binaan KUMKMP kom.ps aulia_99 @aulia2199 🔁 PKL Berspanduk OK OCE Buka Lapak di Trotoar Jaksel PKL memenuhi news.detik.com trotoar di wilayah Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Para PKL ini memasang spanduk OK OCE. Seperti apa penampakannya? Kompas.com @kompascom 🔁 PKL Melawai yang Pasang Spanduk “OK OCE” Diusulkan Jadi Binaan KUMKMP kom.ps Budi Utomo @BudiUto17891334 🔁 @detikcom tanah Abang aja boleh Napa Melawai nggak boleh jgn pilih kasih dong …… Farhan @my_hanz01 🔁 Tim Verifikasi Program EUCS KPID DKI Jakarta melakuakan evaluasi program siaran lembaga penyiaran berlanganan jasa penyiaran televisi (Kabel), Pada PT. Fasilitas Telekom Nusantara (FTVC STAR) di jln Panglima Polim Raya No. 27 Melawai, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. (26/02/18) Adee (아데) @adee393 🔁 @optikmelawai min tanya dong, harga di optik melawai store dan melawai online store nya beda ga min? 8u4Na @harrybuana 🔁 Kesepakatan untuk melanggar aturan!! Namanya TROTOAR, untuk pejalan kaki bukan untuk berdagang. Gubernur twitter.com koq terkesan diem aja? Fyi: I Putu Dedi Tresna @codetcongsi 🔁 Tak Ada Izin, PKL Tetap Diperbolehkan Berdagang di Trotoar Melawai kom.ps TIDUNG WOLES @tidung_woles 🔁 Spanduk OK OCE di Melawai Dicopot – Republika Online: Republika Online Spanduk OK OCE di Melawai Dicopot Republika O twitter.com nline Spanduk -spanduk itu terpasang di sejumlah tenda pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga… wrahardian @wrahardian2 🔁 @detikcom @OmbudsmanRI137 apa maksudnya Lurah Melawai ini Trotoar untuk PKL dan bukan untuk Pejalan Kaki ? apa benar begitu aturannya ? GotoTheJek @GoTotheJek 🔁 *Sialan Gabener & Wagabenernya…hancur kotanya* PKL memenuhi news.detik.com trotoar di wilayah Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Para PKL ini memasang spanduk OK OCE. Seperti apa penampakannya? Paulus hobeng @GmailHb 🔁 Lurah Melawai: PKL di Trotoar Jalan Sunan Ampel Tak Langgar Aturan fb.me Deistiatri N.A @dysnoor 🔁 Semakin sini semakin harus berangkat subuh ke Melawai 🎃 Mas Ridho Pratama @dhoyzonly 🔁 Tak Ada Izin, PKL Tetap Diperbolehkan Berdagang di Trotoar Melawai kom.ps Lis R @natafosca 🔁 Habis jalan raya ditutup trus dijadikan pasar, sekarang gantian trotoar dijadikan tempat pkl jualan. Trus pejalan kak twitter.com i suruh lewat mana? Terbang?

Related Posts

Comments are closed.