Sandi Ingin Tata Ulang Kompleks Masjid dan Makam Luar Batang

Sandi Ingin Tata Ulang Kompleks Masjid dan Makam Luar Batang

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana menata ulang kompleks Masjid Luar Batang dan Makam Habib Al Husein bin Abubakar Alaydrus, Jakarta Utara. Untuk merealisasikan rencana itu akan disusun lebih dulu aturannya. “Ini kami lagi bicarakan. Kami tata dengan baik. Kami lihat dulu regulasinya yang diperlukan seperti apa. Saat ini belum ada SK, belum ada Perda. Kami mesti lihat dulu, karena ini bukan hanya Jakarta Utara tapi Jakarta dan Indonesia dan dunia datang ke sini,” kata Sandiaga di komplek Masjid Luar Batang, Jl Kampung Luar Batang V, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (17/12/2017). Sandiaga ingin masjid dan makam Habib Al Husein bin Abubakar Alaydrus dijadikan tempat wisata yang masuk ke dalam kategori “halal tourism”. Kader Partai Gerindra itu berharap dengan konsep tersebut silaturahmi antar umat beragama di Jakarta meningkat. “Kemarin ada pemikiran bahwa ini menjadi koridor halal tourism yang berpusat di Luar Batang ini menjadi sebuah daya tarik destinasi wisata halal. Kami harus juga melihat bahwa ke depan Masjid Luar Batang ini menjadi sarana untuk mempersatukan umat,” terang Sandiaga. Selain itu, pembangunan hotel syariah juga masuk ke dalam rencana penataan ulang kompleks masjid dan makam dimaksud. Sebab, banyak jamaah melakukan aktivitas di malam hari seperti salah qiyamul lail. “Alangkah baiknya kalau di sini ada untuk wisatawan yang ingin salat malam, ingin salat subuh di sini. Kalau mau istirahat ada hotel syariahnya yang ada di sini. Itu alangkah baiknya juga karena banyak juga yang salat qiyamul lail di sini,” jelas dia.

Baca juga : masjid kramat luar batang mengembalikan.html

Dibangun pada abad ke-17, Masjid Kramat Luar Batang menyimpan banyak perpaduan budaya: Eropa, India, dan tentu Indonesia. Dua belas tiang itu berdiri tegak tepat di tengah masjid. Tak ada beban yang mesti disangga sehingga bagian atas tiang itu tampak kosong. Tak satu pun yang menyentuh langit-langit bangunan, sehingga menyisakan bagian kosong antara ujung tiang dan bagian bawah atap. Bagian kosong itu kian tampak di bagian tengah karena atap bangunan didesain dengan bentuk kerucut. Dua belas tiang itu merupakan bagian terpenting dari masjid ini. Masjid Kramat merupakan salah satu masjid tertua di Jakarta. Masjid ini membentangkan sejarah panjang. Masjid ini dibangun pada 1739 oleh Habib Husein bin Abubakar Alaydrus, ulama keturunan Arab dari Hadramaut. Daya tarik arsitektur masjid ini tak bisa dilepaskan dari keberadaan kampung Luar Batang itu sendiri. Masjid ini terletak di tengah perkampungan Luar Batang, Jakarta Utara dan tak jauh dari pelabuhan Sunda Kelapa. Dulu kampung Luar Batang dikenal sebagai pemukiman orang Jawa di luar tembok kota Batavia. Pemukiman seluas 9,6 hektar ini menampilkan ciri khas Betawi pesisir, sedangkan Masjid Kramat menampilkan campuran arsitektur Eropa dan India. Bangunan masjid ini mengalami perluasan pada 1827. Dalam perluasan inilah makam Habib Husein bin Abubakar Alaydrus masuk dalam kawasan masjid. “Semula makam itu ada di luar halaman masjid,” kata Abdullah bin Abubakar Alaydrus, generasi ketiga Habib Husein. Layaknya bangunan model India, Masjid Kramat ini memanfaatkan banyak tiang ciri khasnya. Begitu pula dengan pintu gerbang yang memadukan gaya kubah dan bangunan tradisional India. Sedangkan nuansa Eropa dapat dilihat dari model tembok dan lengkungan pada setiap jendela. Kini Masjid Kramat Luar Batang menampilkan corak baru setelah mengalami pembangunan ulang pada September 1997. Tidak semua wujud bangunan diubah karena ada beberapa sisi yang dipertahankan seperti aslinya. Salah satunya dalah dua belas tiang yang terletak di tengah bangunan masjid tadi. “Itu simbol 12 imam yang ikut menyebarkan agama Islam,” kata Abdullah, penghuni rumah tua dalam kompleks masjid. Pembangunan yang diprakarsai pemda DKI Jakarta ini berusaha mengembalikan bangunan utama masjid. Karena itu 12 tiang tetap berada di titik tengah masjid, tepat di bawah bagian ujung atap yang berbentuk kerucut. Selain itu menara masjid di bagian luar tetap dipertahankan sebagaimana aslinya, yang berbentuk bulat dengan semi kubah di bagian atasnya. Model ini merupakan ciri khas menara daerah pesisir dengan dinding batu bata yang kokoh dan tebal. Ketebalan tembok sebagai ciri khas bangunan pesisir terlihat pada beberapa bagian pula. Antara lain pada tembok pintu gerbang, sebagian pagar luar, tembok di ruang makam Habib Husein, sampai rumah tua yang dihuni Abdullah dan keluarga. “Ini memang ciri bangunan kuno yang berdiri di dekat pantai,” kata Abdullah sambil menunjukkan tembok rumahnya. Model tembok tebal ini tidak lagi digunakan untuk bangunan utama masjid yang baru. Secara keseluruhan, masjid ini terbilang sederhana. Bentuknya tanpa kubah. Sebaliknya, dikemas atap berbentuk kerucut yang cukup tinggi, yang dirancang untuk meminimalisir hawa panas yang masuk ke dalam ruang. Melalui celah yang dibuat diantara bagian bawah atap dan tembok penyangga, angin mampu menerobos ke dalam masjid. Hembusan angin ini yang membuat suasana Masjid Kramat terasa adem. Desain masjid Kramat sangat memperhitungkan kondisi alam kampung Luar Batang. Cahaya matahari dimanfaatkan sebagai penerang di siang hari melalui bagian atas jendela yang didesain berlubang-lubang. Dengan bentuk semi kubah pada bagian atas jendela, cahaya matahari praktis tak menemukan halangan. Dinding yang didominasi warna coklat muda ini menambah suasana sejuk. Bagian dalam masjid cukup lapang karena tidak memanfaatkan tiang penyangga, kecuali empat sisi dinding. Hanya saja keberadaan 12 tiang itu terkesan mengurangi kelapangan masjid. Namun, hal ini tidak begitu menggangu karena posisi yang teratur. Dengan posisi berjajar 3 x 4 baris, masing-masing tiang berjarak sekitar 1 meter. Artinya ada lahan seluas 12 meter persegi yang digunakan untuk tiang-tiang tersebut. Setelah direnovasi, Masjid Kramat tampak sebagai bangunan baru di tengah kompleks masjid yang penuh nuansa kuno. Lantai, dinding dan pintu misalnya, telah diganti dengan bahan terbaru. Kondisi ini tampak kontras dengan bangunan makam Habib Husein yang tetap bertahan seperti aslinya. Letak makamnya sendiri dikembalikan ke letaknya semula, yakni di bagian luar masjid. Tepatnya di depan pintu masuk utama bagian kiri sebelum melewati anak tangga. Letak makam ini lebih rendah kira-kira satu meter dibanding lantai dasar masjid. Semula posisi makam dan lantai masjid berada pada ketinggian yang sama. “Kalau air laut sedang pasang atau banjir, menimbulkan persoalan,” kata Abdullah. Akhirnya lantai dasar masjid dibuat lebih tinggi untuk mencegah air masuk. Posisi lantai ini membantu makam Habib Husein terhindar dari terjangan air bah. Dengan bentuk bangunan baru, mereka yang shalat dan berziarah tak berada di satu tempat yang sama. Mereka yang ingin ziarah bisa berlama-lama di depan makam tanpa mengganggu mereka yang sedang shalat. Teras depan masjid bahkan bisa difungsikan sebagai tempat orang-orang yang antri masuk ke makam Habib Husein, yang pekan-pekan ini ramai dikunjungi orang. Nah, situasi teras yang hiruk pikuk itu turut memberi warna yang kontras, paling bila dibandingkan dengan bangunan masjid yang tampak bersih. Beberapa bagian dinding terasa terlihat mengelupas. Begitu pula atap teras bangunan makam yang terlihat koyak pada beberapa bagian ciri khas bangunan publik di Indonesia. Jika saja kompleks Masjid Kramat kampung Luar Batang ini ditata lebih rapi, bukan tak mungkin wisata spiritual dan sejarah, termasuk mengagumi arsitekturnya, kian digemari. (TEMPO)


Baca juga : watch

30 Maret 2016 – Yusril VS Ahok Berantem Dan Saling Sindir Jelang Pilgub Sampai Bawa Masjid Dan Kuburan Thanks for Subcribes and Share Please Like and Coment Hubungan dua bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Yusril Ihza Mahendra memanas menjelang pemilihan gubernur DKI 2017 mendatang. Keduanya mulai perang urat saraf sejak menyatakan diri maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Teranyar, keduanya ‘berantem’ mengenai rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menggusur kawasan Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Yusril mengkritisi rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, itu. Yusril bahkan menyatakan siap mendampingi warga Kampung Luar Batang Penjaringan Jakarta Utara untuk berhadapan dengan Pemprov DKI Jakarta terkait rencana penggusuran tersebut. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengaku siap membantu dengan catatan bukan sebagai kuasa hukum secara sukarela. “Saya akan mewakili masyarakat di daerah itu untuk berhadapan dengan Pemprov DKI,” kata Yusril dalam keterangan pers di bilangan Jakarta Selatan, Sabtu (26/3). Yusril mengatakan, niatan untuk menolong itu ada setelah dirinya berdialog dengan warga Kampung Luar Batang. Di mana, warga merasa resah dengan rencana penggusuran Pemprov DKI Jakarta lantaran kampungnya akan dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). “Tadi malam saya sudah dialog dengan ratusan warga Luar Batang. Mereka menerima surat penggusuran dari Camat Penjaringan. Surat itu isinya pemberitahuan untuk memerintahkan penduduk daerah tersebut untuk segera meninggalkan dan pindah ke rusun yang telah disediakan dan mereka enggak tahu rusunnya di mana,” ujar Yusril. Yusril menjelaskan di kawasan itu terdapat sebuah masjid bersejarah dan situs makam Ulama Al-Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. Habib Husein itu dianggap orang yang paling berpengaruh dalam mengembangkan islam di Pulau Jawa. Oleh karenanya, Yusril menuturkan jika dalam perda tata ruang, Kampung Luar Batang memang diperbolehkan dibangun menjadi ruang terbuka hijau. Hanya saja, pemerintah harus membayar ganti rugi terhadap masyarakat setempat. Ahok mengaku tak masalah bila bakal calon gubernur sekaligus pengacara Yusril Ihza Mahendra ingin ‘pasang badan’ untuk mengadvokasi warga sekitar Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebab, menurut Ahok, Yusril memang sudah biasa memberikan bantuan hukum kepada warga. Salah satunya kasus TPST Bantargebang beberapa waktu lalu. Namun, Ahok menilai, kecenderungan kasus yang dibela Yusril adalah kasus-kasus yang bersimpangan dengan rencana pemerintah. “Pak Yusril sudah pasang badan kok, kasus sampah di Bantargebang juga dia. Yusril kan emang suka pasang badan bela-bela yang lawan pemerintah kayaknya,” kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Senin (28/3). Dia mengimbau mantan Mensesneg itu untuk tidak menebar fitnah terkait kabar dirinya bakal melakukan penggusuran wilayah Luar Batang dan membongkar masjid bersejarah serta situs makam Ulama Al-Habib Husein bin Abubakar Alaydrus. Ahok menegaskan tudingan tersebut tidaklah benar. “Jadi tolong jangan pake fitnah bilang mau gusur makam, itu bahaya. Jadi pak Yusril tuh sayang, profesor kayak begitu tuh sayang,” cetus Ahok. Ahok sendiri menampik bila Pemprov DKI bakal menggusur masjid yang kabarnya terdapat makam keramat Habib Husein bin Abubakar Alaydrus itu. Justru, Ahok mengaku akan menata ulang dan mempercantik masjid tersebut. Dia pun mengklaim dirinyalah yang membuat kondisi masjid itu jauh lebih baik dari sebelumnya. “Makanya itu saya bilang, itu pintarnya Pak Yusril (isu penggusuran itu). Sekarang dia tahu enggak tuh, Masjid Luar Batang yang bikin bagus siapa? Nih (saya sendiri). Lu tanya sama muazinnya semua,” ucap Ahok. Ahok menegaskan bahwa nantinya Pemprov DKI akan memperbaiki dan membuat masjid itu tampak dari luar. Sehingga tak hanya jemaah yang akan melakukan ibadah, bagi para peziarah pun akan nyaman dengan kondisi masjid itu. “Orang masuk ke Sunda Kelapa (kawasan di dekat Masjid) itu biar langsung lihat plaza yang besar supaya langsung Masjid Luar Batang menonjol. Ada makam di dalam segala macam, bisa menjadi tempat wisata yang enak. Jadi yang Ahok mau gusur bukan itu (Masjid),” pungkasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berencana menata ulang kompleks Masjid Luar Batang dan Makam Habib Al Husein bin Abubakar Alaydrus, Jakarta Utara. Untuk merealisasikan rencana itu akan disusun lebih dulu aturannya. “Ini kami lagi bicarakan. Kami tata dengan baik. Kami lihat dulu regulasinya yang diperlukan seperti apa. Saat ini belum ada SK, belum ada Perda. Kami mesti lihat dulu, karena ini bukan hanya Jakarta Utara tapi Jakarta dan Indonesia dan dunia datang ke sini,” kata Sandiaga di komplek Masjid Luar Batang, Jl Kampung Luar Batang V, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (17/12/2017). Sandiaga ingin masjid dan makam Habib Al Husein bin Abubakar Alaydrus dijadikan tempat wisata yang masuk ke dalam kategori “halal tourism”. Kader Partai Gerindra itu berharap dengan konsep tersebut silaturahmi antar umat beragama di Jakarta meningkat. “Kemarin ada pemikiran bahwa ini menjadi koridor halal tourism yang berpusat di Luar Batang ini menjadi sebuah daya tarik destinasi wisata halal. Kami harus juga melihat bahwa ke depan Masjid Luar Batang ini menjadi sarana untuk mempersatukan umat,” terang Sandiaga. Selain itu, pembangunan hotel syariah juga masuk ke dalam rencana penataan ulang kompleks masjid dan makam dimaksud. Sebab, banyak jamaah melakukan aktivitas di malam hari seperti salah qiyamul lail. “Alangkah baiknya kalau di sini ada untuk wisatawan yang ingin salat malam, ingin salat subuh di sini. Kalau mau istirahat ada hotel syariahnya yang ada di sini. Itu alangkah baiknya juga karena banyak juga yang salat qiyamul lail di sini,” jelas dia.

Suarakita.co.id – Bijaklah  dalam menerima informasi, apalagi saat ini dengan semakin majunya teknologi  banyak membuat informasi simpang siur yang berujung fitnah. Dari awal, sebenarnya aku ingin membuat tulisan ini, ketika pertama kali mendengar rekaman percakapan dan pesan whats app yang katanya rekaman bukti perselingkuhan Habib Rizieq dan firzha Husein. Namun karena, rutinitas pekerjaan, baru sekarang mencoba menulis dan menelaah dari yang katanya bukti valid rekaman Habib Rizieq dan firzha Husein. Pertama kali, ingin disampaikan aku tidak ada berpihak dengan siapapun yang tengah bergejolak dalam konflik tersebut. Karena aku tidak kenal siapa yang berkepentingan dalam rekaman tersebut. Adanya rekaman ini, membuat ku ingin menelaahnya, apakah benar apa tidak. Maklum, karena pekerjaan ku sebagai jurnalis di satu korban terbitan Medan, yang membuat ku penasaran atas rekaman itu. Ingat kata kuncinya cuman penasaran Kita mulai dengan pesan whats app, Virzha dengan Habib Rizieq. Ups kita hilangkan sebentar tentang transcript WA tersebut, sebab saat ini screenshoot percakapan WA nya sudah hilang seperti ditelan bumi. Mulai dari Facebook sampai mesin pencarian google, tidak ada lagi pesan transcript yang tersebar. Padahal kemarin malam, saat buka facebook bertebaran transcript WA . Ups. Hore..hore,  akhirnya dapat juga SC WA yang katanya transcrpit pembicaraan keduanya. Aduh, namun scnya tidak bisa di download, tapi tenang sudah di foto dari akun @hacker_amatir. transcript pembicaraan WA yang katanya dari Habib Rizieq dan Firzha Husein dari dinding twitter akun @hacker_amatir Kalau dilihat dari pembicaraan WA keduanya, ku rasa dua orang yang sudah berumur tersebut, tidak mungkin mengeluarkan kata seperti murid binal dan lainnya. Apalagi saat, diperhatikan pesan WAnya, tampak yang sedang chating tersebut sedang asik sendiri. (lihat gambar di atas) Oh ya, untuk menguatkan tulisan diatas coba download aplikasi WhatsFake2. Setelah didownload, coba buka dan apa yang bisa kita lakukan dengan aplikasi itu. Ya, tampilannya sama persis seperti Whatsapp dan kita bisa mencoba membuat seperti chatting yang seperti di akun @hacker_amatir. Kita bisa membuat seoah-olah chating dengan artis, tokoh politik atau lainnya (lihat gambar dibawah ini) transcript percakapan yang kubuat dengan aplikasi Whatsfake2 Mungkin, saja orang yang menyebarkan transcript tersebut, menggunakan aplikasi tersebut. Kedua, rekaman percakapan yang katanya suara Firzha Husein. Disini letaknya semakin aneh. Bila katanya, rekaman tersebut disadap dari pembicaraan Firzha Husein, tentunya akan terjadi percakapan dua arah antara Firzha dan Ema (orang yang disebut Firzha dalam perckapannya). Tapi lihat dari videonya yang banyak tersebar di Youtube, orang yang katanya Firzha Husein tersebut tampaknya sedang asik bercakap sendiri. “Saya tidak mau saki sendiri, saya gituin, ada dia janji mau nikah, dia janji mau nikah da semua kak, saya kirim ke dia, stress dia kak ema, tolong Firzha toloong” ucap Firzha yang hanya tampak ngomong sendiri. Kalau dibilang ini sadapan, coba kita bandingkan dengan sadapan KPK terhadap para tersangka korupsi. Pasti kita dengar adanya pembicaraan dua arah, antara A dan B. Apalagi sejak pertama, KPK menyadap pembicaraan dalam mengungkap kasus korupsi, pasti terjadi pembicaraan dua arah. Lihat video dibawah ini. Kalau pun kita mau aman, dan semua pembicaraan kita ditelepon tersimpan, coba saja download Auto Call Recorder di Playstore. Setelah diaktifkan, maka semua pembicaraan kita ditelepon selalu  tersimpan dan dengar rekamannya tentunya, rekaman tersebut akan terjadi dua arah` Dan terakhir, saat ini semua pemberitaan yang pertama kali menyebar berita terbut, kini pemberitaanya sudah pada dihapus semua. Contoh link dari Grilya Politik, coba anda klik pasti link beritanya tidak bisa dibuka lagi Contoh lagi,  link berita dari teratas, ketika diklik link berita yang berjudul Beredar di Medsos Video Perselingkuhan. Saat diklik sudah berganti judul menjadi, Berita Klarifikasi Terkait Video Rizieq Shihab Dan Firza Husein Intinya saat ini, bila tidak ingin terjebak dengan berita palsu or Fake , coba telaah lagi berita yang masuk ke kita dan jangan mudah percaya. Saat ini dengan kemajuan teknlogi, semua bisa menjadi mudah. Yang pasti ingat, hati-hati menyebarkan berita palsu, Fake atau Hoax karena UU ITE menanti kita. Bijaklah dalam menggunakan internet dan bermain di media sosial. (*)

Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib ra berkata : “Sebagian golongan dari umat Islam ini ketika kiamat telah dekat akan kembali menjadi orang-orang kafir (kufur dalam i’tiqod)”. Seseorang bertanya kepadanya: “Wahai Amirul Mukminin apakah sebab kekufuran mereka? Adakah karena membuat ajaran baru atau karena pengingkaran?” Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib ra menjawab : “Mereka menjadi kafir (kufur dalam i’tiqod) karena pengingkaran. Mereka mengingkari Pencipta mereka (Allah Subhanahu wa Ta’ala) dan mensifati-Nya dengan sifat-sifat benda dan anggota-anggota badan.” (Imam Ibn Al-Mu’allim Al-Qurasyi(w. 725 H) dalam Kitab Najm Al-Muhtadi Wa Rajm Al-Mu’tadi).

seperti di kutip dari https://mutiarazuhud.wordpress.com

Telah menceritakan kepada kami Musa telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Al A’masy dari Ibrahim dari Alqamah dari Abdullah berkata, “Datang seorang pendeta (Yahudi) kepada Rasulullah, berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah meletakkan langit diatas satu jari, seluruh bumi diatas satu jari, semua gunung diatas satu jari, pohon dan sungai di atas satu jari, dan semua makhluk di atas satu jari, kemudian Allah berfirman seraya menunjukan jarinya, ‘Akulah Sang raja’.” Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tertawa lalu membaca kutipan firmanNya yang artinya “Dan tidaklah mereka dapat mengenal Allah dengan sebenar keagungan-Nya”.(QS Az Zumar [39]:67) (Hadits riwayat Bukhari 6865, 6897)

seperti di kutip dari https://mutiarazuhud.wordpress.com

Ibnul Jawzi berkata: “Wajib bagi kita berkeyakinan bahwa Dzat Allah bukan benda yang dapat terbagi-bagi, tidak diliputi oleh tempat, tidak disifati dengan berubah, dan tidak disifati dengan berpindah-pindah. Telah diriwayatkan dari Abu Ubaid al-Harawi dan Imam al-Hasan al-Bashri, bahwa ia (al-Hasan al-Bahsri) berkata: Yang dimaksud “ قدم ” (makna dzahirnya kaki) dalam hadits di atas adalah orang-orang yang didatangkan (dimasukkan) oleh Allah dari para makhluk-Nya yang jahat di dalam neraka Jahanam”.

seperti di kutip dari https://mutiarazuhud.wordpress.com

Jelaslah bahwa klaim para pengikut Wahabisme penerus kebid’ahan Ibnu Taimiyyah bahwa Salafush Sholeh menetapkan seluruh sifat-sifat Allah dengan “TANPA TAKWIL” adalah sebuah fitnah karena pada kenyataannya Salafush Sholeh terhadap ayat-ayat sifat menggunakan manhaj takwil (memalingkan makna sesuatu lafaz daripada makna dzahir atau makna yang asal menurut bahasa) yakni takwil secara ijmali (ringkas dan menyeluruh) yakni menetapkan berdasarkan lafaznya (isbat lafaz) dan tafwidh yakni menafikan makna secara bahasa walaupun tidak memberikan makna lain kepada lafaz tersebut dan menyerahkan maknanya kepada Allah.

seperti di kutip dari https://mutiarazuhud.wordpress.com

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan bahwa pada riwayat An-Nasafi terhadap Shahih Al Bukhari terdapat lafal: “kecuali Mulk” yang dinisbatkan kepada Abu Ubaidah Ma’mar bin Al Mutsanna. Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata; “Perkataan “kecuali wajah-Nya” adalah kecuali Mulk, ada pada riwayat An-Nasafi. Ma’mar berkata;…(seperti telah disebutkan). Dan Ma’mar adalah Abu Ubaidah, Ibnul Mutsanna. Dan ini adalah perkataannya dalam kitab-Nya Majaz Al Qur’an namun dengan lafal: “kecuali Dia”. Fathul Bari (8/505)

seperti di kutip dari https://mutiarazuhud.wordpress.com

Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Abu Uwais berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya dari Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan (HR Bukhari 98)

10Berita– “Bukan orang Bekasi namanya kalau dia tidak kenal KH. Noer Ali“. ya itu adalah ungkapan yang sering saya dengar dari para orang tua dulu. Sosok beliau sangat terkenal dimata orang bekasi karena ia menjadi ikon kebanggaan masyarakat betawi (khususnya di Karawang-Bekasi) pada masa revolusi. Beliau terkenal dengan sebutan “Singa Karawang Bekasi” atau ada juga yang menyebutnya “si Belut Putih”. Saya memang tidak banyak tau tentang sejarah beliau. Saya hanya dapat kisahnya dari para orang tua. Beliau adalah seorang ulama dan pemimpin pada zaman revolusi.

seperti di kutip dari https://10beritaterpilih.blogspot.com

Cerita perjuangan beliau begitu banyak yang saya dapatkan baik dari para orang tua maupun guru (ceritanya seperti film-film kolosal ^_^). Ia selalu bisa lolos/menghilang ketika ditangkap belanda (mungkin karena itu kali ya dia berjuluk si belut putih), meriam-meriam belanda yang tidak bisa meledak, murid-muridnya yang kebal peluru karena amalan wirid dan ratibnya, dll. Beliau juga sangat terkenal di mata masyarakat non muslim karena sikap tolerannya, hal itu dibuktikan ketika beliau sangat melindungi masyarakat tiong hoa yang non Muslim dari penjajah Belanda.

seperti di kutip dari https://10beritaterpilih.blogspot.com

K.H. Noer Ali pun kembali ke Jawa Barat jalan kaki dan mendirikan serta menjadi Komandan Markas Pusat Hisbullah-Sabilillah (MPHS) Jakarta Raya di Karawang. Saat itu, Belanda menganggap tentara Republik sudah tidak ada. Noer Ali meminta rakyat Rawagede untuk memasang ribuan bendera kecil-kecil dari kertas minyak ditempel di pepohonan. Tentara Belanda (NICA) melihat bendera-bendera itu terkejut karena ternyata RI masih eksis di wilayah kekuasaannya. Belanda mengira hal itu dilakukan pasukan TNI di bawah Komandan Lukas Kustaryo yang memang bergerilya di sana.

seperti di kutip dari https://10beritaterpilih.blogspot.com

Maka pasukan Lukas diburu dan karena tidak berhasil menemukan pasukan itu, Belanda mengumpulkan rakyat Rawagede sekitar 400 orang dan kemudian dibunuh. Peristiwa ini membangkitkan semangat rakyat sehingga banyak yang kemudian bergabung dengan MPHS. Kekuatan pasukan MPHS sekitar 600 orang, malang melintang antara Karawang dan Bekasi, berpindah dari satu kampung ke kampung lain, menyerang pos-pos Belanda secara gerilya. Di situlah K.H. Noer Ali digelari “Singa Karawang-Bekasi”. Ada juga yang menyebutnya sebagai “Belut Putih” karena sulit ditangkap musuh.

seperti di kutip dari https://10beritaterpilih.blogspot.com

Dalam Konferensi Meja Bundar yang mengakhiri Perang Kemerdekaan 1946-1949, Noer Ali diminta oleh Mohammad Natsir membantu delegasi Indonesia. Selain itu, ia pun masuk ke luar hutan untuk melakukan kontak-kontak dengan pasukan yang masih bertahan. Ketika pengakuan kedaulatan ditandatangani Belanda, MPHS pun dibubarkan. Jasa-jasanya selama masa perang kemerdekaan dihargai orang termasuk oleh A.H. Nasution, yang menjadi Komandan Divisi Siliwangi waktu itu. Kemudian dimulailah perjuangan K.H. Noer Ali dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan maupun melalui jalur politik.

seperti di kutip dari https://10beritaterpilih.blogspot.com

Di lapangan politik, peran Noer Ali memang menonjol. Saat Negara RIS kembali ke negara kesatuan, ia menjadi Ketua Panitia Amanat Rakyat Bekasi untuk bergabung ke dalam NKRI. Tahun 1950, Noer Ali diangkat sebagai Ketua Masyumi Cabang Jatinegara. Tahun 1956, ia diangkat menjadi anggota Dewan Konstituante dan tahun 1957 menjadi anggota Pimpinan Harian/Majelis Syuro Masyumi Pusat. Tahun 1958 menjadi Ketua Tim Perumus Konferensi Alim Ulama-Umaro se-Jawa Barat di Lembang Bandung, yang kemudian melahirkan Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat.

Related Posts

Comments are closed.