Sandi Diusulkan Ubah Kampung Pesisir Jadi Tsukiji Market di Jepang

Sandi Diusulkan Ubah Kampung Pesisir Jadi Tsukiji Market di Jepang

Komunitas Jakarta Tersenyum (KJT) memberikan usulan ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengenai penataan pelelangan ikan di Kampung Pesisir, Jakarta Utara. Usulan KJT pelelangan ikan di sana diubah seperti Tsukiji Market di Tokyo, Jepang. “Di sini (Kampung Pesisir) ini kita lihat keaslian dan kearifan lokal. Ada dari KJT mengusulkan seperti kaya Tsukiji Market di Jepang,” kata Sandiaga, di Kampung Pesisir, Kali Baru, Jakarta Utara, Sabtu (13/1/2018). Sandiaga sempat mengunjungi pelelangan ikan yang ada di Kampung Pesisir. Pelelangan ikan di sana ternyata bukan milik Pemprov DKI. Sandiaga ingin berdiskusi pemilik dan warga sekitar untuk menata ulang pelelangan ikan di Kampung Pesisir. Dia berharap warga sekitar bisa memberikan masukan soal penataan yang baik. “Saya tadi tanya itu punya siapa? Tanahnya bukan milik pemprov ternyata ya, punya warga. Nah bagaimana intervensi pemprov untuk memfasilitasi? Nanti kita akan duduk sama komunitas di sini, mohon diusulkan bagaimana warga maunya,” ujar dia. Sandiaga tak memungkiri pelelangan ikan di Kampung Pesisir tidak teratur. Dia menyebut pelelangan ikan di sana hancur. “Bukan agak kurang rapi, bener-bener ancur, jangan diini, kita terbuka aja,” jelas Sandiaga.

Baca juga :

Program affiliasi ini mencakup bidang yang cukup luas. Mulai dari pengiriman beberapa orang staf pengajar dari FEUI sampai kepada penyediaan tempat tinggal dan kebutuhan lainnya selama mereka tinggal di kota Padang. Tim affiliasi I—yang tinggal dan mengajar selama sembilan bulan—terdiri dari Dwiono Chandradi, Gunawan A. Wardhana, Hisaar Siahaan, Kartono Gunawan, Samiadji Djajengwinarno, Sjofjan Jusuf, Warsono Wiharto, dan Marsudi Djojodipuro (Ketua). Selain dari Drs. Marsudi Djojodipuro, semua staf pengajar yang dikirim ke Padang pada saat tersebut masih berstatus asisten dan dalam proses penyelesaian skripsi.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Sekolah Tinggi Ekonomi Yayasan Perguruan Tinggi Pancasila secara resmi didirikan pada tanggal 7 September 1957 ditandai dengan Kuliah Pembukaan oleh Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo di Balai Prajurit Padang. Disamping tenaga-tenaga pengajar dari tim affiliasi FEUI ini, telah dikerahkan pula staf pengajar dari fakultas-fakultas lain dari Batusangkar, Payakumbuh, dan Bukitinggi untuk membantu. Dalam menjamin kualitas, telah diminta kesediaan Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo untuk memegang jabatan Dekan dengan Drs. Marsudi Djojodipuro sebagai Acting Dekan.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Saat itu tanggal 17 Oktober 1952. Bersamaan dengan menghadapnya Nasution Cs, di luar istana ada demontrasi yang direkayasa kubu Nasution, ditambah lagi pasukan artileri dengan meriam terkokang yang dipimpin Letkol Kemal Idris, mereka menuntut parlemen dibubarkan. Gantian, aksi ini yang membuat Soekarno murka. Nasution dicopot dan diganti dengan Kol Bambang Sugeng yang dianggap netral, sementara Supeno dipulihkan dinas militernya. Krisis ini akhirnya berakhir tahun 1955, dengan dikembalikannya jabatan KSAD kepada Nasution oleh Soekarno.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Setelah peristiwa ini(13 agustus dan 16 oktober 1956), mka pada bulan Desember Peristiwa di daerah-daerah , saya mengingatkan  kepada para Panglima  yang terakhir pad tanggal 20 Oktober dimana memang  jelas dikalangan Pimpinan Angkatan darat timbul suatu  pendapat yang sama  bahwa  keadaan Negara  banyak sekali  tidak memuaskan menurut  apa yang dicita-citakan  dan dalam saat ini sejumlah  dari teman-Teman kita dengan tegas  menyatakan  satu-satunya jalan ialah bahwa  Tentara  mengambil tindakan  untuk mempelopori yang akhir ini dan tidak bisa diharapkan lagi dalam rangka Tata Negara yang berlaku sekarang ini.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Ada beberapa hal perbedaan:Kedudukan Kolonel Simbolon tidak sekokoh kedudukan Letkol Ahmad Husein.sejak Agustus 1956 , KSAD sudah menetapkan Simbolon harus menyerahkan Tongkat Komandonya di Medan karena itu perannya dalam  Gerakan “Ikrar 4 Desember” merupakan pembangkangan langsung.Pada pihak lain, posisi Letkol Ahmad Husein,yang didukung para perwira eks Divisi Banteng diberbgai daerah Indonesia lebih kuat sehingga kedudukannya sebagai Ketua Dewan Banteng tidak mendapat kecaman terbuka dari pihak MBAD,juka ketika ia mendapat mandat dari Gubernur Sumatera tengah untuk menjalankan tugas Kepala Daerah sejak 21 Desember 1956, kedudukannya bahkan diperkuat setelah MBAD meningkatkan Komandonya Daerah sumatera Tengah(KDMST) sehingga ia pun mendapat predikat Panglima.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Berturut-turut terbentuk Dewan Gajah di Sumatera Utara di bawah pimpinan Panglima Tentara dan Teritorium I Kolonel Maludin Simbolon, Dewan Garuda di Sumatera Selatan di bawah pimpinan Panglima Tentara dan Teritorium II Letnan Kolonel Barlian serta Dewan Manguni di Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Panglima Tentara dan Teritorium VII Letnan Kolonel Herman Nicolas ‘Ventje’ Sumual. Berbagai musyawarah yang diselenggarakan sepanjang tahun 1956, di antara para panglima tentara maupun antara tentara dan kalangan pemerintah pusat, tak berhasil menyelesaikan persoalan.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pada tanggal 22 Desember 1956 Kolonel Simbolon pemimpin Dewan Gajah melalui RRI Medan mengumumkan pemutusan hubungan wilayah bukit barisan dengan pemerintah pusat. Ia mengubah nama kodam TT I menjadi Kodam TT I Bukit Barisan. Dia melihat pada permasalahan kesejahteraan dan perumahan prajurit yang sangat memprihatinkan.Karena keterbatasan dana dari pusat maka Kolonel Simbolon mencari jalan sendiri membangun asrama dan perumahan prajurit. Dia mencari dana sendiri namun sayang cara yang digunakan adalah cara illegal. Dia menjual secara illegal hasil perkebunan di wilayah Sumatra Utara.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pada tanggal 26 Desember, di Pematang Siantar, yang menjadi Ibu Kota RES.II , Letkol Wahab Macmour  menyatakan mengambil alih kekuasaan.Letkol Franz Hutabat menyerang  Pematang siantar dan tewas sebagai pemberontak , Let Kol Wahab Makmoer telah mengambil alih kekuasaan Resort II Pematang siantar.karena ketika Pusat merintahkan untuk mengambil alih kekusaan disini, Let Kol djamin Gintings  menyatakan tidak sanggup dan baru bertindak  Letkol Wahab Macmour Kolonel Simbolon melarikan diri  ke Tapanuli , keadaan di  TT –I  boleh dikatakan tenang kembali serta Kol Simbolon dibiarkan berkeliaran di Sumatera Tengah sesuak hatinya

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Walaupun Letkol Ahmad Husein selaku Ketua Dewan Banteng mengambil alih jabatan Gubernur Sumatera Tengah dari tangan Gubernur Ruslan Mulyoharjo, namun Ahmad Husein tidak ditindak sebagai Komandan Resimen 4 TT. I. BB, malah sebaliknya tuntutan Dewan Banteng agar dibentuk satu Komando Militer di Sumatera Tengah yaitu Komando Militer Daerah Sumatera Tengah (KDMST) dipenuhi lepas dari TT. I BB dan Letkol, Ahmad Husein diangkat menjadi Panglima KDMST. Dewan Banteng tetap mengakuo Sukarno sebagai Presiden Republik Indonesia, tetap mengakui Pemerintahan Juanda dan tetap mengakui Jenderal A.H. Nasution sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Disamping bertugas untuk mendampingi Kaso Abdul Gani di PKO, ia juga diberi kepercayaan untuk mengemban tugas-tugas khusus.Ide Abdul Qahhar Mudzakkar untuk mengirim belajar putera-puteri Sulawesi keluar negeri, telah membuktikan bahwa Qahhar Mudzakkar memiliki cita-cita dan berusaha agar tidak terputus mata rantai perjuangan yang sedang dilakukannya waktu itu. Dan diantara yang telah dikirim keluar negeri untuk belajar ialah tiga anak kandungnya sendiri (anak-anak dari istri keduanya/ Corry van Stenus).

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Permasalahan ketimpangan Pusat – Daerah menuai protes sejumlah perwira di Sumatera dan terbentuklah Dewan Gajah di Sumatera Utara Dewan Banteng di Sumatera Tengah serta Dewan Garuda di Sumatera Bagian Selatan. Tahap awal yang terjadi adalah Dewan Garuda melatih kedisiplinan untuk membantu pembangunan dengan anggota pemuda dari PSI, MASYUMI dan sebagian dari mliter.Gerakan ini ternyata tercium oleh MBAD atas laporan dari Lettu Sainan Sagiman yang kelanjutanya adalah pada April 1957 Asisten I MBAD Letkol. Achmad Sukendro mengeluarkan perintah kepada Komandan Resimen V Mayor Djuhartono untuk menangkap perwira TT. II/SRIWIJAYA termasuk Panglimanya Letkol Burlian

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Setelah kami mempelajari acara rapat yang disampaikan kepada kami, timbullah rasa kegembiraan di hati kami , karena rapat ini akan membahas persoalan-persoalan otonomi, ekonomi, keuangan dan keamanan daerah secara teknis, yang akan diekmukakan kelak dalam seksi-seksi yang akan dibentuk untuk memendekkan waktu, tetapi sayang rasa kegembiraan ini segera berkurang , setelah kami perhatiakan bahwa rapat sekarang ini tidak membicarakan soal-soal pokok dari sebab musabab timbulnya pergolakaan di daerah-daerah yang didorong oleh semangat rakyat yang bergejolak , menghendaki perubahan-perubahan radikal dalam taraf pimpinan nasional dan perubahan dari mismajemen yang bersimarajalela dalam segala lapanga.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pada tempatnya kiranya, Pimpinan Negara berteriama kasih kepada Gerakan Rakyat di Daerah-Daerah , yang ingin mencegah pembelokan cicta-cita Proklamasi 1945, yang disebabkan oleh usaha yang tidak jujur dari pemimpin-pemimpin yang berkuasa diwaktu-waktu yang lalu, tapi alangkah kecewanya kami mendengar reaksi-reaksi dari beberapa  pemimpin dan Golongan di Ibu Kota ini, sekan-akan Gerakan-Gerakan yang timbul didaerah itu adalah suatu kesalahan yang besar, dan kami menolak dengan keras dan tegas segala provokasi dan propaganda palsu yang dilancarkan oeh siapapun, yang mencap perjuangan suci rakyat didaerah-daerah  untuk mempertahankan  Republik Indonesia sebagai dicita-citakan oleh Proklamasi 1945, sebagai gerakan saparatisme, sukuisme, agen imperialism, dan lain-lain nama, yang hanya hati yang jahat dapat memikirkannya dan mulut yang kotor dapat mengucapkannya.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Adalah menjadi kenyataan sekarang akibat dari segala persoalan-persoalan tersebut, timbullah keinginan untuk mencari penyelesaiaan yang konkret , baikpun datangnya dari Pusat maupun suara-suara dari daerah.Tetapi yang mengelikan sekali segala keinginan itu yang seharusnya disampingkan dan dijadikan bahan untuk menentukan sikap  selanjutnya tidka dilaksanakan, melainkan mengambil  suatu tindakan penyelesaiaan yang dipaksakan menurut keinginan sendiri dengan tidak mengindahkan sma sekali keinginan-keinginan yang jujur dari pihak lain, dengan menonnjolkan semboyan yang hebat dan menarik yaitu Kebijaksanaan, tegas dan cepat, yang sebenarnya adalah kekeliruan, kesalahan dan keserampangan belaka.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

CIA yang terampil dalam perang propaganda, kembali menampilkan watak sesungguhnya. Fitnah dan berita bohong mengenai Bung Karno diproduksi dan disebar melalui jaringan media massa yang berada di bawah pengaruhnya. Tujuannya mendiskreditkan proklamator itu. Hanya di depan publik menyatakan gembira atas kebebasan Allan Pope, tetapi diam-diam diproduksi berita bahwa kebebasan itu terjadi setelah istri Allan Pope berhasil merayu Bung Karno. Sedang pengeboman istana oleh Maukar, diisukan secara sistematis sebagai tindak balas setelah Bung Karno mencoba menggoda istri penerbang itu.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pemerintah membuka jalan lain, ialah dengan jalan kecuali melaksanakan perimbangan keuangan  buat daerah,juga memberikan sejumlah daripada hasil bea cukai dan devisen eksport,tiap-tiap daerah langsung  buat keperluan daerah itu. Dengand emikian diberkan satu jalan lain,bahwa secara langsung mereka mendapat hasil-hasil itu karena itulah saya berkeliling kedaerah-daerah untuk menyusun BDP-BDP,kantor import/eksport dan lain lain dengan Kementerian-kementerian yang tersangkut supaya selekas mungkin dipenuhi kebutuhan ini.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Timbul lagi persoalan yang baru yaitu keputusan Pemerintah untuk memecat  perwira-perwira  yang secara  pokok telah melanggar norma-norma militer, sudah diketahui  bahwa ini tidak dapat diterima  oleh sejumlah Perwira  yang berperistiwa itu,karena itu dalam meningkat-ningkatnya itu jelas danlah kita melihat salah satu  ketentuan , baik dalam masalah Dwi Tunggal , baik soal  penyelesaian  Angkatan Darat,baik yang disebut soal Pusat dan Daerah itu, dalam suasana  demikianlah  timbul masalah yang baru, yaitu masalah didesas-desuskannya  pembentukan suatu Negara yang baru atau Pemerintah yang baru di Sumatera.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Untunglah sebelum situasi bertambah panas Lettu Sainan Sagiman diperintahkan untuk mengkonsolidasi dan mengkoordinasikan dengan Panglima Sumatera Tengah Letkol A. Husain, Panglima Sumatera Utara Letkol. Djamin Ginting serta Panglima Aceh Letkol  Syamaun Gaharu agar memberikan dukungan kepada TT. II/SRIWIJAYA meyakinkan MBAD masalah Sumatera Selatan dibawa ketingkat pusat dan tidak perlu dengan pengerahan kekuatan mliter. Usulan ini didukung secara penuh oleh ketiga panglima wilayah sumatera dengan tujuan mencegah pertempuran sesama kekuatan NKRI

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kedua kita  tidak bisa membenarkan  bagaimanapun juga bahwa  dalam Pergolakan anatar kita  dengan kita sebagai Negara  yang muda ini kita bersedia  bekerja sama dengan Angkatan Perang Asing.Hal ini sudah melanggar  Tujuh Belas Agustus  Empat Lima Saya tidak usah bicara mengenai  Politik Bebas Yang Aktif  tapi  semua kita  percuma lah berjuang  sejak  45 kalau kita  dalam perkelahian anatar kita dengan kita yang  lumayan sebagai Negara Yang Muda ini, juga bersedia bekerja sama dengan Negara Asing  dan juga alat-alat Senjata asing.Saya tidak akan memberikan satu persatu peristiwa disini,kan tetapi inipun sekarang kita konstantir.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Perdana Menter   : Mr. Syafruddin Prawiranegara                                                                                                Menteri Luar Neger  : Kol. Maluddin Simbolon                                                                                                          Menteri Pertahanan & Menteri Kahakiman : Mr. Burhanuddin Harahap                                                             Menteri Perhubungan & Pelayaran : Dr. Soemitro Joyohadikusumo                                                                       Menteri Pendidikan, Pengajaran, & Kebudayaan(PP & K)                                                                                        merangkap Menteri Kesehatan : Mohammad Syafei                                                                                                                                                                                                                             Menteri Perhubungan     : JF. WarouwMenteri Pertanian & Perburuhan    : S. Sarumpait                            Menteri Agama: Mochtar Lintang                                                                                                                               Menteri Penerangan  : M.Saleh Lahade                                                                                                                     Menteri Sosi    : Ayah Gani Usman                                                                                                                                                 Menteri Dalam Negeri* : Kol. Dahlan Djambek kemudian digantikan Mr. Assa                                               tmenteri Pos dan Telekomunikasi*  : Kol. Dahlan Djambek.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Bertepatan waktu dengan diumumkannya PRRI pada tanggal 15 Pebruari 1958, di Staf Umum Angkatan Darat oleh Gabungan Kepala-Kepala Staf Angkatan dibentuklah suatu Komando Operasi Gabungan (Task Force) yang diberi nama “TEGAS” dengan Komandannya waktu itu Letkol Inf Kaharudin Nasution (sekarang Mayjen TNI) dari AD, dengan Wakil Komandan I Letkol (U) Wirijadinata dari AU dan Wakil Komandan II Mayor (L) Indra Soebagio dari AL. Komando ini merupakan komando pertempuran expedisionir yang langsung di bawah perintah Kasad dengan ditentukan sebagai kawasan operasi daerah Sumatera Tengah

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Selama pergolakan PRRI, sebagian sivitas akademika Unand, termasuk dari Sekolah Tinggi Ekonomi dan bukan Unand secara institusional mulai terlibat dalam kegiatan PRRI, dampaknya tidak dapat dielakkan. Kegiatan perkuliahan di luar kota Padang terhenti sama sekali, sebagian tenaga pengajar Unand mulai berperan selaku staf ahli dalam lingkungan PRRI. Sebaliknya, sebagian besar mahasiswa telah berada dalam medan pertempuran melawan pasukan ABRI. Sebagian besar Tim affiliasi FEUI memegang peranan penting dalam Dewan Banteng. Sjofjan Jusuf langsung ditugaskan untuk mendirikan sebuah bank kemudian berkembang menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD), Samiadji Djajengwinardo sebagai Kepala Urusan Perdagangan Luar Negeri, dan Dwiono Chandradi sebagai penasihat Menteri Perdagangan Kabinet PRRI yang dijabat oleh Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo.(fekonenand)

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Untuk itu ia telah mendapat dukungan Balikpapan(Hartoyo) dan diharapkan  Banjarmasin(Kol Hasan Basri,Ketua dewan Lambung Mangkurat) akan menyediakan Bandar Udara untuk pesawat pembomnya. Kapal-kapal pendarat ke Jakarta itu bersifat pendadakan, karena pasukan Pusat sedang memusatkan perhatian ke Indonesia Timur dan Sumatera tengah. Padahal serangan-serang di indonesai Timur itu (antara lain Pope) hanya gerak tipu saj karena Pusat sudah terikat pada mitos “ Gerakan separatis” yang seolah-olah ingin memisahkan Indonesia  Timur dari RI,maka strategi itu tidak pernah dipahami.Berkobarnya pertempuran di Sulawesi Utara dan Sumatera tengah sejak April 1958 menutup kemungkinan dilaksanakannya rencana tersebut

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Setelah itu dilakukan pengiriman senjata dengan kapal laut, melalui penerjunan dua kali di  udara di lapangan terbang tabing  sehingga cukup untuk mempersenjatai 8000 orang. Sebagain senjata itu secara sembunyi-sembunyi dikirim Kol Simbolon ke Tapanuli untuk melengkapai persenjataan  Mayor Sinta Pohan  dan 3000 pucuk kepada Daud Berueh  di Aceh dan sebagian lagi untuk melengkapi persenjataan Mayor  Nawawi di Bengkulu , Kol Zulkifli Lubis diperbatasan  Sumatera Barat dan Jambi.menurut orang Amerika tersebut pemberian senjata  dalam rangka menjamin  tetap adanya daerah de Facto PRRI dan dijadikan basis operasi militernya dalam rangka membentung kekuatan Komunis diwilayah tersebut.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Soal yang terakhir ini kita tidak bisa melepaskan dari  perkembangan sejak bermula kita melihat selama ini didalam Negeri  adanya pertentangan politik mengenai Pemerintahan,pimpinan Negara dan lain lain yang tidak habis-habisnya  yang meluas kedalam Angkatan Perang kita kecuali  itu janganlah kita lupakan bahwa  Republik kita ini juga belum lepas dari pada persoalan  Perjuangan lain, baik dalam persoalan Irian Barat menghadapi Belanda,maupun dalm persoalan ada dua blok didunia yang juga ingin  membikin Indonesia ini  menjadi  sesuatu  operasi  dari pada cold war yang berlaku itu (di Asia) sekarang ini.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Saya selalu  mengutarakan , sebut satu persatu namanya dan saya akan sebut dari Partai mana diaa,begitu  juga disebut  bahwa Pimpinan Angkatan  Darat telah dikuasai Komunis, seya selin menanya,sebutlah Perwira mana  yang memang Komunis itu. Memang nama-nam itu  belum pernah dapat disampaikan kepada saya, jani memang jelas bahwa  pemberitaan itu  berlangsung dengan luas bahwa Pemerintah  dan Pimpinan Angkatan darat telah dikuasai Komunis ,dikoran-koran Luar Negeri  saya membaca  sendiri seperti di Koran Australia ,dikoran Singapura , bahwa  ayapun telah  komunis. Jadi itu bukan barang baru.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Saya yakin bahwa dikalangan Perwira yang bnayk dihadapan saya  sekarang ini saya kira hamper 70 orang , tentu ada yang setuju  dengan tujuan daripada  mereka  yang telah memberontak di Padang , saya  sebut dengan tujuannya, aertinya tumuannya itu  Kabinet Hatta,Hemangakubuwono adanya  sesaat, adanya Pemerintahan yang tegas anti Komunis  dan Presiden  Sukarno Cuma  konstitutionil  Presiden. Mungkin disini ada yang setuju  saya akan menghormat, tujuan dari tiap-tiap  orang yang semacam itu.itu tersilah, Mungkin  ada yang setuju  dengan perbuatan  itu.Dalam soal ini saya tidak bisa menghormati . Tujuan Politik itu bisa disetujui  tapi  perbuatan itu tidak bisa disetujuinya.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kita semua tahu bahwa ujian itu tidaklah mudah. Tetapi bagaimanapun sulitnya ,kalau kita mau maju terus  mencapai cita-cita bangsa dan Rakyat, yaitu satu Indonesia  yang bersatu jaya dan sejahtera  bagi seluruh rakyatnya, betapun rumitnya ujian itu, harus kita tempuh,. Dari penjelasan tentang situasi Tanah Air, dapatlah  kita pahami, bahwa anasir-anasir yang lebih mementingkan diri daripada  kepentingan bangsa  dan Rakyat, sudah menyatakan dirinya sebagai pemberontak, dengan segala kemampuan nya yang ada, dengan segala cara kaum pemberontak, sudah berbuat jauh bertentangan  dengan sumpah pemuda, bertentangan dengan Proklamasi 1945, bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara,bertentangan dengan Sumpah Prajurit.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kita semua tahu bahwa penderitaaan Rakyat disebabkan karena belum bebasnya secara penuh Tanah Air kita ini dari sisa-sisa Kolonialisme terutama dilapangan ekonomi.Sekarang Rakyat selangkah demi selangkah secara postif menghapuskan sisa-sisa Kolonialisme ini. Dengan penuh rasa persatuan, saling mengerti akan tugasnya, terutama anatara angkatan Perang dan Rakyat,tugas pembebasan ini dilakukan dengan setia tanpa mementingkan diri sendiri.Tetapi kita melihat bahwa pukulan dari rakyat Indonesia terhadap Kolonialisme ini ternyata membikin beringasan orang-orang  avonturir yang mengabdi kepada kolonialsme . Seelsi alam tersu menerus terjadi dan ini akan berfjalan terus. Orang-orang ini dengan berbagai dalih, dengan menunggangi tokoh-tokoh daerah  yang sempit, dengan menggunakan kekuasaan yang diperolehnya dari Rakyat untuk memberontak.Karena  itu penilaian yang secepat-cepatnya dari kita tidak bisa lain pemebrontak ini adalah pengkhianatan! Pengkhianatan terhadap Proklamasi 1945, pengkhianatan terhadap UUD,Negara RI,pengkhianatan terhadap Sumpah Prajurit,Sumpah jabatan dan Saptamarga.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Tindakan-tindakan tersebut adalah tindkan yang wajar, suatu tindakan yang adil demi keselamatn Bangsa,Rakyat dan Tanah Air dijiwai oleh api cita-cita Rewvolusi Agustus 1945.Cita-cita yang senantiasa menuntun arah eprjuangan kita,cita-cita keramat bagi seluruh Bangsa Indonesia,kita harus bertindak setimpal terhadap kaum pemberontak itu. Jalan lain tidak da,demikian pula jalan-jalan mundur tidak ada,sepenuhnya kami menyetujui sikap Pimpina Angkatan Perang bahwa tindkan itu hanya ditujukan kepada yang bersalah.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Sandarn kaum pemerontak buka Rakyat, malainkan impian kekuatan asing, kekuatan kolonialisme. Memang kekuatan kolonialisme di Asia masih ada, Tetapi terang bahw akekuatan ini sedang dengan secepat menuju keproses keruntuhannya. Sebaliknya kekuatan rakyat inti Kolonialisme sedang tumbuh berkembang ddengan kemungkinan tak terbatas. Kaum pemberontak bersandar kepada kekuatan yang lapuk, sebaliknay kita berada dalam kandungan  kekuatan Raksasa rakyat yang sedang tumbuh. Inilah  yang meyakinkan kami,bahwa kaum pemberontak pasti  dapat kita hancurkan, betapapun sulitnya.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pada tanggal 12 Maret 1958 jam 05.00 waktu setempat, dimulai gerakan Komando Operasi Gabungan “TEGAS” dengan memberangkatkan 10 (sepuluh) buah pesawat Mustang dari Tanjung Pinang (tempat berkumpul) menuju sasaran pokok yakni lapangan udara Simpang Tiga Pekanbaru dengan tugas pokok mengadakan penyerangan terhadap objek tersebut. Kemudian menyusul pula pesawat-pesawat Dakota dengan mengangkut dan untuk menerjunkan Komando X Ray di lapangan udara Simpang Tiga untuk merebut dan menguasai lapangan terbang ini.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Lanud Tanjung Pinang merupakan Home Base kekuatan udara yang terdiri dari pesawat-pesawat TNI AU dan Wing Garuda. Peranan TNI AU dalam operasi tersebut sejak hari “H” bertepatan tanggal 12 Maret 1958 yang ditetapkan bagi pelaksanaan Operasi Tegas dalam rangka penumpasan pemberontakan PRRI didaerah Sumatra sampai selesai, Tni Angkatan Udara melibatkan berbagai jenis pesawat yang berpangkalan di pangkalan udara Tanjung Pinang sebanyak 40 Buah pesawat terdiri dari 26 pesawat C-47 Dakota, 10 pesawat P-51 Mustang dan 4 pesawat B-25 Bomber Mitchell. Berbagai peran yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara dalam operasi tersebut sebagai berikut:

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Dan dua B-25 Mitchell di Padang.Melakukan pengejaran terhadap pasukan Nainggolan yang melarikan ke daerah Tapanuli dengan menggunakan pesawat P-51 Mustang dan B-25 Mitchell. Pelaksanaan operasi gabungan APRI dalam rangka penumpasan PRRI merupakan sikap tegas pemerintah Rl terhadap usaha golongan yang tidak puas terhadap kebijaksanaan pemerintah pusat pada waktu itu. Sikap pemerintah ini diarnbil setelah pendekatan yang dilakukan tidak berhasil. Operasi ini merupakan gabungan yang pertama, bagi AURI merupakan operasi yang cukup besar dengan hasil yang gemilang, walaupun kondisi personel dan materiil pada waktu itu sangat memprihatinkan. Keterbatasan jumlah personel khususnya awak pesawat bila dibandingkan dengan banyaknya operasi-operasi yang dilaksanakan, ditambah lagi kondisi pesawat terbang yang sudah tua dengan jumlah yang sangat terbatas dan kesulitan-kesulitan dalam memperoleh suku cadang, itulah kondisi AURI saat itu. Unsur kekuatan udara operasional AU saat itu tergabung dalam Komando Gabungan Komposisi (KGK) yang terdiri dari Skadron I B-25 Mitchell, Skadron II C-47 Dakota, Skadron III P-51 Mustang, Skadron IV T-6 Harvard, Skadron V PBY-Catalina dan Skadron DAUM C-47 Dakota. Latar Belakang pembuatan Monumen Lanud Tanjung Pinang. Lanud Tanjung Pinang merupakan Home Base kekuatan udara yang terdiri dari pesawat-pesawat TNI AU dan Wing Garuda. Peranan TNI AU dalam operasi tersebut sejak hari “H” bertepatan tanggal 12 Maret 1958 yang ditetapkan bagi pelaksanaan Operasi Tegas dalam rangka penumpasan pemberontakan PRRI di daerah Sumatra sampai selesai. TNI Angkatan Udara melibatkan berbagai jenis pesawat yang berpangkalan di pangkalan udara Tanjung Pinang sebanyak 40 buah pesawat terdiri dari 26 pesawat C-47 Dakota, 10 pesawat P-51 Mustang, dan 4 pesawat B-25 Bomber Mitchell. Berbagai peran yang dilaksanakan TNI Angkatan Udara dalam operasi tersebut sebagai berikut:

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Jam D pendaratan 1 bn kko didaerah airtawar dan paratroop di tabing dan sekitarnya ttk jam D tambah 30 menit sampai jam D tambah 210 menit  pemboman objek-objek militer  termasuk jembatan-jembatan ttk jam D tambah 30 menit kapal-kapal mendekati pantai ttk jam D tambah 35 menit waktu untuk 1 bn Infanteri dan komando rtp 2 mendarat ttk jam D tambah X menit pendaratan dari keseluruhan rtp-rtp time table 2 rtp I akan menduduki solok dan pajakumbuh kurungbuka kemungkinan rtp 1 ini adalah pasukan yang dipimpin oleh kaharudin nasution yang bergerak dari timur kuruntutup ttk rtp 2 menduduki jembatan muarapenjalinan dan mengambil over dari rpkad tabing dengan 1 bn cadangan ttp rtp 3 mnduduki padang dan telukbayur ttk konosildasi sesudah itu tt IV keteragan-kterangan sesudah itu kko mendarat akan diberi tanda dengan 2 sein hijau ttk jika mendapat perlawanan yang sengit akan diberi seinmerah ttk batas dari komadua  pancangan kaki komadua kurungbuka bechea kurungtutup akan diberi tanda panels kuning/oranye ttk headquarters dri komando bersama rtp3 berada dikapal tampomas ttk auri akan mempergunakan pbr dan rgt sebagai landasan untuk untuk pemberian penembakan dan drop ttk habis(X)0414 1900 =

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Sungguh suatu kejadian perlu mendapat perhatian para pencipta teknis pesawart P 22. Wlaupun kita diganggu,kita harus diam saja.Perlunya agar mereka mengira bahwa suaranya tidak bisa kita tangkap (ingat jarak capai dari pesawat P 22).Disamping itu ada satu hal lagi yang dapat merhasiakan pembicaraan kita melalui P 22 yaitu mengunakan bahsa jawa halus. Cara ini setelah dilakukan ternyata musuh menjadi marah dan jengkel, karena tidak mengethui pembicaraan kita buktinya mereka pernah masuk dalam channel kita dengan memgatakan Kalau berani  tentara  Sukarno sipaya mengunakan bahasa Indonesia,tetapi kita diam saja.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Yang bersangkutan saya kenal , karena gendut dianmakan si Buncik, beliau setelah pendaratan APRI ikut mengungsi ke pedalaman dan setelah itu tidak pernah ditemukan laigi informainya, KTP ini ditemukan bersama arsip yang bersangkuta lainnya termasuk SK pengangkatannya jadi anggotaKepolisian Negara RI di tempat sampah kertas bekas dari arsip-arsip brimob Sumbar   yang dibuang dan digunakan untuk membersihkan tangan di bengkel POLDA Sumbar d jalan sawahan dekat stasiun kereta api waktu saya menservis ganti oli kendaraan dinas jsaya jeep willys 1957 disana.sebagian arsipnya sudah saya serahkan kepada putrinya Lien yang menikah dengan putra saudara nenek mantu saya grace iteri putra saya anton.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Serangan dilaksanakan. Pemerintah pusat menyerang Padang. Padang dijatuhi bom-bom yang mengakibatkan kota ini hancur. Banyak rakyat padang yang mengungsi ke daerah Solok dengan membawa barang-barang seadanya yang dapat ibawa. Tokoh-tokoh PRRI ditangkap. PRRI mendapat dukungan Permesta. Akhirnya PRRI dapat ditumpas. Setelah PRRI berhasil ditumpas maka untuk mencegah munculnya pemberontakan serupa Suprapto diangkat menjadi Deputi Republik Indonesia Staf Angkatan Darat Untuk Wilayah Sumatra yang bermarkas di Medan. Peristiwa ini meninggalkan trauma bagi rakyat Sumatra.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Segera para wanita Ibu ,kakak dan adik sembunyi diruang perlindungan yang sudah dipersiapkan satu minggu yang lalu dibuat dalam tumpukan karung berisi pasir mengeliling tempat tidur, tetapi karena serangan bom mortir tambah gencar,serta lubang perlindingan sangat pengap, Para wanita dari keluarga kami malam tersebut saya dan akak lelaki mengantarkan mereka berlindung dirumah Paman di kompleks  kampung Pondok Namanya (sekarang jalan Niaga), hal ini diprtuskan ayah berdasarkan pengalaman saat serangan pendudukan jepang tahnun 1942 yang lalu,

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Teman-teman di fakultas kedokteran tahun 1963-1972 ada beberapa eks Tentara Pelajar PRRI ,dan ada yang berasal dari solok, dan ada juag anak kapolres Pariaman masa PRRI, mereka seluruhnay akhirnay jadi dokter dan bertugas di suamtera barat. Duluntya sebelum PRRI  diproklamirkan telah dimualai mendirikan Fakultas kedoteran di Baso dekat Payakumbuh, sisas-sias bangunannya masih ada sedikit, dan baru setelah PRRI  Fakultas kedokteran Universitas Andalas di Pindahkan ke Padang di Air Tawar, dan sekarang sudah dipindahkan Ke jalan Jati Kota Padang/Salam buat mereka Uda Baidar, Cheir, dan Anja NazarAnja pernah bertugas di sulit air, dan pasien saya saat bertugas di solok tahun 1974 sampai 1979  banyak dari Saninbakar yang lokasinya diseberang danau singkarak.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Situasi di kampung yang semula terasa meriah dan menggembirakan setelah terbentuknya PRRI tidak berlangsung lama.Tak lama kemudian terjadi penyerbuan oleh tentara pusat, dan ada pula kabar bahwa dua batalyon tentara menyambut kedatangan tentara pusat.Perasaan optimis kemudian terganggu, situasi semakin tidak jelas, penuh kekuatiran dan kecurigaan.Orang-orang sudah merasa tidak aman lagi jalan sendirian, bisa saja ditangkap karena dicurigai.Kita tidak tahu lagi siapa lawan dan siapa kawan ketika itu.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Suatu hari ibu dan kakak saya mencari pedati dan mengumpulkan barang-barang yang penting-penting saja untuk dibawa.Agar tidak ketahuan oleh orang orang lainnya, kami diam-diam perginya.Kalau masyarakat tahu, pastilah semua pada ikut mengungsi.Ibu saya berpendapat kampung jangan ditinggal.Pagi-pagi sekali, sekitar pukul tiga pagi, pedati yang membawa barang barang bawaan kami berangkat duluan.Kami buat tiga rombongan, seolah-olah ada urusan ke sawah, ke ladang, ke pasar atau ke mana saja.Memang setiap ada yang melihat kami, orang orang selalu bertanya, mau kemana kalian?

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Malam hari, bila telah terdengar suara rentetan tembakan senjata api, atau dentuman granat. Kami segera berkumpul dan bersembunyi didalam lubang di kolong rumah dapur tersebut. Dengan hati berdebar dan rasa takut kalau-kalau ada peluru yang nyasar kearah kami. Aku selalu dalam pelukan umi , aku dengar dia selalu berdo’a, untuk keselamatan kami semua. Juga kakak-kakakku yang sudah bisa mengaji, mereka juga berdo’a sambil berbisik, kadang sambil me-lantunkan ayat Al-Qur’an yang mereka hafal dengan lirih. Suasana hening mencekam, matapun tidak dapat dipejamkan untuk tidur, karena semua tegang, dalam suasana perang yang kami tidak tahu kapan akan berakhirnya.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Satu persatu mulai bangun dan keluar dari lubang perlindungan, udara subuh diluar lubang perlindungan begitu dingin, embun turun menyelimuti tanah, kelihatan seperti kapas beterbangan ketika ditimpa cahaya lampu tempel yang disangkutkan di paku dekat pintu rumah dapur, semua mendekapkan tangan kedada melawan dinginnya udara subuh, ada yang menggigil kedinginan hingga giginya gemertakan, yang pakai sarung menutupi seluruh tubuhnya hingga yang kelihatan hanya muka, atau yang memakai kain panjang menyelimuti badannya. Belum semuanya tenang, suasana masih mencekam, tapi tidak seperti beberapa jam sebelumnya, disaat suara tembakan dan dentuman senjata api saling bersahutan.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Bersama ini surat ananda khabarkan  pada Ibunda . amada telah selamat sampai di Padang Panjang jam 11.45 dan tidak kurang suatu apapun  berkat doa ibu  dan ayah  sekeluarga. Tentang kepindahan ananda telah bicarakan  sama bapak  Saleh ,dia tidak menyetujuinya hanya  maklumlah  kantor baru dibuka  oleh sebab itu  tentu segala nya tentu memakan  waktu agak  sebulan ,persenang saja lah hati Ibunda  jangan suka mendengar  kata-kata orang diluar , selain dari itu  ananda adalah sehat  saja dan  begitu pula  hendaknya  ibu dan ayah  sekeluarga

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pekanbaru dan Padang berjarak kurang lebih 300 km, dengan waktu tempuh sekitar 7 jam perjalan darat. Kendaraan umum yang biasa di gunakan adalah Bis, seperi Yanti Group, Sinar Riau, ANS, dll. Atau bisa juga menggunakan travel seperti Bumi Minang Wisata. Kalau mau cepat anda bisa menggunakan travel “gelap” yang banyak berkeliaran di simpang Panam, Pekanbaru. Tarif angkutan umum ini berkisar antara 70- 90 ribu. Yang penting pintar menawar saja hehe.. Kalau anda ingin lebih leluasa, efisien waktu dan nyaman, sewa mobil saja dengan tarif sekitar 250 ribu perhari. Yang disayangkan adalah tidak adanya penerbangan komersial dari Pekanbaru ke Padang, kabarnya dulu pernah ada namun tidak bertahan lama karena pihak travel merasa di rugikan.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Tidak begitu jauh dari bangkinang, terdapat sebuah desa wisata yang bernama pulau Belimbing (Bukan pulau beneran, tapi cuma nama aja ). Dari ruas jalan utama, pintu masuk desa pulau belimbing hanya berjarak  2 kilometer saja. Yang unik didesa ini adalah rumah Lontiok yang berumur ratusan tahun. Rumah Lontiok adalah rumah tradisional di Kabupaten Kampar, khususnya di pulau Belimbing ini. Lontiok artinya lentik, alias melengkung ke atas. Atap rumah Lontiok ini melengkung ke atas, namun tidak selentik rumah adat di Sumbar.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Setelah menempuh perjalanan 3,5 jam , kami sampai di kelok 9 yang tersohor itu. Disebut kelok 9 karena memang jalan disini terdapat kelokan tajam yang menanjak dan menurun sebanyak 9 kali belokan. Sangat diharamkan buat anda yang baru belajar menyetir untuk mencoba melalui kelokan maut ini Karena sulitnya medan kelokan ini, tidak heran kalau disini sering terjadi macet panjang. . Untuk mengatasi itu, maka dibuatlah jembatan layang yang sangat tinggi serta memutar dan menanjak/menurun dengan landai.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Menurut keterangan 1300 orang sisa Pemberontak PRRI dipusatkan didaerah ini ,terdiri dari 500 orang apa yang mereka namakan “KKO PRRI” dibawah pimpinan Kapten pemberontak Ali Sjahruddin yang terdiri dari Pemuda-Pemuda Pasar dan Preman Pakanbaru dan sekitarnya. 500 orang lagi dari Pasukan  yang mereka namakan SKDR(Staf Komando Dearah riau) dibawah pimpinan  Mayor pemberontak Sjamsi nurdin,yang sebagian besar  terdiri dari Pelajar dan 5000 orang lainya lagi  dari pasukan yang mereka namakan “ Baringin Sati” dan kemudian ditukarnya dengan nama “Harimau Minang” dibawah pimpinan malin Maradjo.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kesemuanya harus dikoordinir sebaik-baiknya oleh kemampuan komunikasi PHB. Betapa pentingnya peran PHB, selama pasukan infantry bergerak mngulung pemberontak PRRI,tidaklah perlu diapnjang lebarkan ceritanya.Akan tetapi, satu hal penting dikethui dan dicatat oleh para tokoh PHB , bahwa akibat dipelajarkan nya vak PHB di SSKAD,PPPL dan lain sebagainya, kami sekarang benar-benar melihat,setiap Komandanpasukan (didaerah bekas PRRRI) tidak pernah pisah dengan Komanda PHBnya,kemanapun beliau pergi atau membuat siasat pertempurannya. Ini adalah suatu kemajuan yang snagat mengembirkan ,yang berrati pula timbulnya suatu kenyataan bahw aPHB, tahu 1958 itu benar-benar lin dengan PHB tahanu 1945 sampai dengan tahun 1957.Keuntungan lain ialah apabila Negara kita cq APRI akan merencanakan dan melaksanakan operasi militer bersama diantara Angkatan Darat.Laut dan udara,para Prajurit PHB tidak pelu kuatir lagi,karena segala sesuatunya tentu sudah dipikirkan oleh atasan,tidak seperti pada tahun-tahun yang lalu.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Memang benar, arti BR itu hanya Banteng Raiders saja, tetapi ada sementara anngota yang mengartikan dengan “Bojok remuk”,kecuali  kita harus menarik pelatuk senjata kalau bertempur dengan musuh gaya berat dari P 22 Scr 694 G.N. dan segala perlatanya harus dipikul dengan tenaga yang ada pada kami . bantua rakyat tidak mungkin diharapkan karea lecuali mereka sudah terlalu mendarah daging diracuni propaganda PRRRI denga anati Pusatnya, juga rakyat tidak baik dibawa dalam pertempuran yang tarsus menerus itu.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Dalam resepsi penutupan Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional di Malang hari Juma’at siang ini Prsediden sukarno mengajak para sarjana yang berkumpul dikota ini untuk berani mengadakan revolusi pula dalam ilmu pengetahuan.Dikatakannya bahwa kita sampai sekarang masih saja memakai system falsafah teori politk dan outlook yang using,yang dilahirkan dalam abad yang lalu,abad lahirnya industrial revolution, sedasng kita kini hidup dalam abad nuclear revolution.Presiden  menyatakan,bahwa kaum sarjana harus berani think and rethink ,terus berusaha mencari kebenaran dan mengabadikan Ilmu Pengetahuan pada masyarakat yang bercita-citkan Keadilan dan kemakmuran.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Sekali lagi Presiden menrangkan tentang pentingnya modal(modal nasional dan kalau perlu pinjaman, tetapi jangan investasi modal  asing) Mangerial Knew how (dimana science penting sekali)  dan suasana (terutama  suasana politik)  yang baik bagi pembangunan.Berkali-kali Presiden  mengemukankan perlunya  kaum sarjana melakukan her-orientasi ,karena  tanpa ini Ilmu Pengetahuan  akan beku, mati, menjadi bangkai,.Terutama  dikemukakannya  pentingnya kaum sarjana  untuk menyelenggarakan  blue-print Pembangunan sesudash  ini disetujui oleh DPR kelak.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

MASUK PARTAI ATAU TIDAK? SEMUA PEGAWAI NEGERI GOLONGAN F  HARUS MEMBERI KETERANGAN                                                                                                                        KSAD Letnan Jendral A.H.Nasution  selaku Pneguasa Perang Pusat telah mengeluarkan surat perintah kepada semua kepala Urusan pegawai dari semua Kementerian dan Instasi Pemerintah Pusat, yang mewajibkan mereka untuk menyampaikan Laporan mengenai Keanggotaan Partai Politik daripada semua Pegawai negeri Golongan “F” yang administratip berdada dalam pengurusannya., harus disampaikan  kepad penuasa Perang Pusat KSAD,dalam hal ini pejabat yang ditunjuk ialah Assisten I KSAD paling lambat tgl 30 Nopember 1958.                                   Surat Perintah ini dikeluarkan atas dasar pertimbangan dalam hubungan dengan penyelenggaraan ketertiban dan keamanan umum dalam intasi pemerintah.Jurubicara KSAD menegaskan  bahwa hal itu adalah salah satu pasal menyatakanSetiap Pegawai negeri  wajib memberikan segala keteranagn yang diperlukan oleh Pemerintah  Perang bila keterangan tsb sangat diperlukan untuk kepentingan ketertiban Umum maupun bila dperlukan untuk menegakkan kelancaran roda pemrintahan,demikian letnan colonel Pirgandie.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Rencana Normalisasi Keadaan yang dibicarakan Kabinet merupakan langkah normalisasi  yang menjadi follow up  atau kelanjutan sesudah berhasilnya tindakan tegas dan Operasional mematahkan potensi pemberontakan di sumatera barat  dan Sulawesi utara. Terutama rakyat didaerah-daerah  tersebut sedang mdnantikan kelanjutan  langkah-langkah  untuk menormalisasikan  daerahnya sesudah  beberapawaktu  lamanya daerah tersebut  dikocar-kacirkan  para pemberontak  dan dirugikan  kerkayaan dan harta –Benda daerah  dan rakyat olh  Petualang-petualang itu dan  mengalami  kerusakan tidak sedikit.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Betapa hebatnya penderitaan rakyat daerah selama pemberontakan itu, krugian yang dialami rakyat berupa harta milik dan korban jiwa serta perlakuan lainnya yang tidak kenal perikemanusiaan ,dapatlah kita ketahui jelas baik dari keterangan umum dan bekas Komandan “operasi 17 agustus” di sumatera barat  Kolonel Ahmad yani .Selain korban manusia yang diderita Rakyat ,pun kesukaran yang dialami sebagai akibat pemberontakan  seperti kekuranagn beras,obat-obatan, sekolah bagi pemuda pelajar dan mahasiswa ,kerugian materiiil seperti alat-alat kantor dlll yang dilarikan pemberontakan,Semuanya itu tentunya menjadi efek dari rencana Pemerintah kearah normalisasi keadaan daerah sesudah pemberontakan.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pada saat sesudah Kota Padang dibebaskan ARI, sekolah tetap berjalan dengan lancer hanya keuliatn guru, guru-guru dimana saya sekolah SMP FRater,kecuali frater masih ada beberapa orang,ada pelajaran yang gurunya masih baru dan belum begitu pengalaman sehingga sebagai murid kita harus aktif belajar mandiri,saya banyak belajar dari buku-buku yang saya peroleh saat mengikuti pertandinagn tennis meja di Surabaya tahun 199,dan tennis di semarang tahun berikutnya sehingga berhasil lusu ujian Negara sMP dengan nilai yang lumaya, kami hanya lulsu 8 orang dari 32 murid kelas III jurusan B,inilah hasil SMP Frater yang paling jelek dalam sehjarah sejak berdiri, dan hanya 5 orang yang diterima di SMA Don Bosco jurusan B,kami seluruhnya yang lim aorang tiga orang jadi dokter,2 orang lulus fakultas tehnik,sedang yang tidak diterima terpaksa sekolah di SMA Adabiah,dan yang tidak lulsu terpaksa mengulang tahun berikutnya,

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Guru say Ahli Paru Prof Ilyah dt batuah mengayakan kepada saya bahwa akibat penderitaan rakyat baik fisik maupu mental,sejak setelah PRRI penderita penyakit TBC Paru sangat meningkat,dengan sangat gigih kami yang bertugas di suamtera barat sebagai doker telah berusah dan berhasil mengobati dan mencegah berkembangnay penyakit TBC paru tersebut,saat saya bertugas di solok tahun 1974-1979,saya menemui sangat banyak rakyat Minang asal solok yang menderita TBC=paru dan saya telah membantu mereka dengan program terapi murthakhir dengan biaya sangat ekonomis untuk membuat penyakit jadi inaktif dan mencegah penularannya lebih lanjut,saya harap saat ini permaslahan TBC paru tersebut dapat teratasi.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Berhubung dengan itu maka Manai Sophiaan berpendapat bahwa kewajiban Pemerintah sekarang ialah menyelidiki Pngkalan terbang Asing  manakah yang dipakai untuk memberangkatkan  Peasawt terbang Asing yang disewa oleh kaum Pemberontak.Dalam hubungan ini ,Manai Sphiaan memperingatkan bahwa PM Djuanda dalam keterangannya kepada Parlemen pernah menyatakan  bahwa apabila Pemrintah Indonesia dihadapkan terus-menerus  pada kenyataan tentang  dipakainya Lapangan terbang  oleh Kaum Pemberontak PRRI/Permesta ,maka

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Patut ditambahkan bahwa seperti diberitakan  Kantor berita Antara, menjelang perayaan ulang tahun ke-13 RI baru-baru ini di Menado masih terjadi serangan oleh pesawat terbang asing guna mengacaukan perayaan itu.Manai membernarkan ketika salah seorang wartawan mengatakan bahwa  seklaipun berita tentang Pengacauan Pemberontak dengan peswat asing itu sudah  agak terlambat ,tapi soalnya kalau bisa menjelang hari Preoklamasi tempo hari,maka unya juga bisa diulangi lagi dihari-hari yang akan datang, lebih-lebih jika kitta kurang waspada.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Penguasa Perang Daerah Swatantara I Jakrta Raya Letkol E.Dachjar mulai tanggal 20 Agustus 1958 melarang semua kegiatan dan berdirnya partai,Badan dan Yaysan dri golongan Kuomintang dalam daerah hokum Jakarta. Dalam larangan itu dimaksud juga badan yang menjadi bagian atau sehaluan dengan Kuomintang termasuk cabang-cabang dan ranting-rantingnya.Yang dimaksud dengan partai Kuomintang ialah A.Tjanang,Bagian,Ranting dari partai tersebut.B.Organisasi ,Badan,Yayasan yang sehaluan dengan partaitersebut.C.Badan Hukum dimana terdapat diantara Pengurus,Direksi,Komisaris,Pemegang Saham atau Pegawainya terdapat orang jadi atau pernah jadi anggota partai Kuomintang.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Amerika Serikat Sabtu 23-8 secara tidak langsung memperingatkan RRC supaya jangan sampai berusaha merebut Quemoy atau Matsu karena langkah itu bisa membahayakan Perdamaian didaerah sekitarnya.Peringatan ini tercantum didalam surat dari Mentyeri Luar negeri AS Dulles kepada Ketua seksi Luar negeri Majeleis Rendah  AS Thomas Morgan dan morgan dengan segera mengumumkannya.Dalam surat tadi Dulles mengatakan bahwa merasa “gelisah”bahwa Angkatan Perang RRC dipesisir Tiongkok  Drat yang letaknya seberang Menyeberang dengan Pulau Quemoy,Matsu dlll yang didduki pasukan Kuomintang diperkuat. Surat dulles tadi adalah Jawaban terhadap surat Morgan Juma’at ini  dalam mana Morgan mengatakan bahw aia “merasa kuatir” memperhatikan Laporan bahwa Angkatan Udara RRC disebrang Pulau Quemoy dan Matsu sedang diperkuat.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kata dulles dalam suratnya AS sungguh merasa gelisah dengan adanya bukti tentang Pemusatan Kekuaatan Komunis tiongkok.Hal ini menimbulkan dugaan bahwa mereka(RRC) mungkin akan ken goda untuk mencoba merebut dengan kekerasan Pulau Quemoy atau matsu.Saya kira akan sangat besarlah resikonya bagi setiap orang yang berkata bahwa seandainay Komunis Tiongkok mencoba mengubah keadaan ini dnegan kekerasan dan mencoba menyerang dan menaklukan Pulau-pulau itu,maka hal itu dapat mwrupakan operasi yang terbatas sja, saya kuatir bahwa perbuatan semacam itu akan berarti ancaman terhadap Perdamaian daerah itu,.Oleh sebab itu saya mengharapkan dan saya percaya bahwa itu tidka akan terjadi kata dulles.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pres. Eisenhower: “Congress has made clear its recognition that the security of the Western Pacific is vital to the security of the United States, and that we should be firm. The Senate has ratified by overwhelming vote, security treaties with The Republic of China, covering Formosa and The Pescadores, and also the Republic of Korea. We have a mutual security treaty with the Republic of The Philippines which, situated so close as it is to Formosa, could be next in line for conquest if Formosa into hostile hands.”

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Saya jadi ingat saat bertugas di Solok tahun 1974, ketika bersama orang tua naik mobil pribadi toyota Corolla 1000 cc, hamper saja menabrak seorang anak kecil umur 4 tahun yang tiba-tiaba lari  menyebrang dari rumahnya, untung saya dapat mengrem karena jalan mobil cukup pelan saat itu lagi ramai hari pasar, tiba-tiba orang—orang drai pasar lari menyerbu hendak merusak mocbil, saya saat itu berpakaian preman, keluar mencabut revolver dan siap untuk menembak perinagtan keatas , dan melihat anak tersebut diatas kap mobil dan ternyata masih hidup dan sehat, dan beberapa polisis lalulintas  dari polres Solok berteriak itu dokter polisi dan saya selamat dari serbuan rakyat.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Bertempat di Gedung fakultas Muhamadijah Guguk Malintang Padang Pandjang                                                                                                                                  mulai Djam 10 pagi                                                                                                                  ATJARA                                                                                                                                             1.Uraian dri walikota Kepala daerah Kotapradja P.P

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Allan Pope was brought to trial before a military court on December 28, 1959. He was accused of flying six bombing raids for the rebels and killing twenty-three Indonesians, seventeen of them members of the armed forces. The maximum penalty was death. During the trial, which dragged on for four months, Pope pleaded not guilty. He admitted to flying only one combat mission, that of May 18, 1958. The other flights, he testified, were of a reconnaissance or non-combat nature. Contrary to the assertion that he had signed a $10,000 contract, Pope insisted he got only $200 a flight.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Keadaan dikota Padang sudah aman,saya sekolah dengan lancar, dan saya diutus oleh Perkumpulan Tennis Meja Seluruh Indonesia cabang Padang selaku juara Tennis meja SUMBAR mengikuti Kejuaraan tennis meja se Indonesia di Surabaya dikawal oleh Mayor Sutrisno, orang tua mengajak famili saya yang lagi sekolah sekolah menengah Farmasi di jakarta Nyo Oen Sam (Iparnya Dr Ronny Handoko spesialis Kukit  Jakarta), inilah perjalan saya pertama ke Jawa naik pesawat terbang ke Jakarta dan dari Jakarta naik Kerata Api ke Surabaya,nginap di Hotel Brantas, sayang saya gagal di babak kedua karena bertemu dengan juara Indonesia,

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Saat menemukan sungai kecil dan jernih yang pantas untuk bertahan hidup, maka barulah diputuskan untuk beristirahat dan membuat tempat berteduh dari kain terpal dan plastik atau kalau sekiranya akan lama berada di tempat itu, membuat dangau apa adanya.Kadang-kadang, dalam perjalanan yang bagi sebagian besar anggota rombongan ini tidak mengetahui arahnya, juga terdapat tempat-tempat yang sangat sulit mendapatkan air, walau seteguk.Ada jenis pohon-pohon tertentu yang meneteskan air di pagi hari, dan air ini dapat langsung diminum, sehingga merupakan kesempatan mendapat pelepas dahaga.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

It is does not change  very soon  its present attitudetoward  the population  at  the outer region which  it does not consider  as free  Citizen  fighting  to their  fundamental rights and Liberties , but  as common  Rebels who dare to protest against  appression ,we shall be compelled to react , not of course  in the same manner , for we  are not terrorist , but  with all  our strength which as  the World  will see the is greater  than most  people think. It is because  that we  are source of our strength  that we can proclaim  openly,  even at the present moment ,the possibility of a peaceful Settlement  on the  reasobable condition  which have been brought to the cognizance of the Djkarta Gouvernment, but this is the last Opportunistis.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Hal ini tidak berubah segera sikap terhadap  yang sekarang , penduduk di luar daerah yang tidak dianggap sebagai pemduduk  bebas berjuang untuk hak-hak dan Kebebasan dasar mereka, tetapi sebagai Pemberontak umum yang berani memprotes appression, kita akan dipaksa untuk bereaksi, tentu saja tidak dengan cara yang sama, karena kita tidak teroris, tapi dengan semua kekuatan kami yang saat Dunia akan melihat lebih besar dari kebanyakan orang berpikir. Hal ini karena bahwa kita adalah sumber kekuatan kita bahwa kita dapat menyatakan secara terbuka, bahkan pada saat ini, kemungkinan Penyelesaian damai pada kondisi reasobable yang telah dibawa ke kesadaran dari Gouvernment Djkarta, tapi ini adalah Opportunistis terakhir .

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Why the people in some saction of Java , are literally starving and now have to look the leaves of the trees in order in order the get some clothing like they used to the times the Javanese occupation, when Indonesia was reduced to a state or servitude  and completely cut out of the oustside world ? Can we get accept to get back to the same condition now, when according to the speeches of Sukarno, our nation enter an era of Glory, and we are supposed to enjoy the utmost posperity  in the potential richest country of the world ?

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Mengapa orang-orang di beberapa bagian Jawa , secara harfiah kelaparan dan sekarang harus melihat daun dari pohon-pohon dalam rangka untuk mendapatkan beberapa pakaian seperti dulu waktu pendudukan Jawa , ketika Indonesia berkurang menjadi negara atau penghambaan dan benar-benar dipotong dari dunia luar ? Bisakah kita menerima untuk kembali ke kondisi yang sama sekarang , ketika menurut pidato-pidato Soekarno , bangsa kita memasuki era Kemenangan Glory , dan kita seharusnya menikmati kesejahteraan  hati dalam potensi negara terkaya  di dunia ?

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

4.Pernyataan bahwa suatu daerah tidak aman dilakukan dengan surat ketetapan  dari Gubernur Jbs yuntuk tiap-tiap kecamatan dan Kewedanaan .Surat ketetapan ini berlaku paling lama 6 bulan,jangka  waktu mana  dengan surat Ketetapan baru dapat diperpanjang untuk tiap kali tidak lebih dari 6 bulan .Tentang ada atau tidaknya surat Ketetapan  ini, yang dibuat  oleh Gubernur berdasarkan  surat keputusan menteri  Dalam negeri no/19 tahun 1956(tanggal 8 Oktober 1956) ,para kepala  Daerah Pos/Telekomunikasi hendaknya berhubungan dengan gubernur itu.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Setelah keamanan dapat dipulihkan seluruhnya di daerah Riau Daratan maka berdasarkan Surat Keputusan KASAD Nomor KPTS-265/4/1959 tanggal 15-4-1959, Surat Keputusan DAN KOOPAG Nomor KPTS-037/4/1959 tanggal 28-4-1959  Surat Keputusan DAN RTP-I “TEGAS” Nomor KPTS-614/6/1959 tanggal 6-6-1959 terhitung mulai tanggal 12-6-1959 RTP-I “TEGAS” diganti namanya menjadi Komando Resor Militer Riau Daratan (KOREM RIDAR), yang daerah kekuasan dan tanggung jawabnya sama dengan daerah kekuasaan dan tanggung jawab RTP-I “TEGAS”

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Personel KOREM RIDAR sebagian diambil dari anggota-anggota yang tadinya bersifat penugasan dalam susunan Komando Operasi Gabungan “TEGAS” kecuali satuan-satuan tempur, yang secara berangsur-angsur diorganikkan pada KOREM RIDAR ditambah dengan anggota-anggota bekas PRRI yang menyerah dan bergabung serta telah selesai di-screening. Dalam pembentukan KOREM RIDAR ini tidak diadakan formatur atau panitia mengingat tenaga sangat kurang dan pembentukkannya bersamaan waktunya dengan pembentukan KOMANDO DAERAH MILITER 17 AGUSTUS.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Sejalan dengan pemberian nomor Kodam 17 Agustus menjadi KODAM III/17 AGUSTUS, maka kepada KOREM RIDAR diberikan nomor kodenya menjadi KOREM 31/RIDAR, yang kemudian berdasarkan Surat Keputusan Panglima Daerah Militer III/17 Agustus Nomor Kep-95/10/1963 tanggal 5 Oktober 1963 dan Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat Nomor Kep-233/3/1964 tanggal 11-3-1964 tentang pengesahan DUADJA dan TUNGGUL untuk Rindam, Korem dan Yonif-Yonif, KOREM 31/RIDAR diberi Lambang kesatuannya dengan sebutan “DHUAJA WIRABIMA”, dan dari saat inilah KOREM 31/RIDAR menjelma menjadi KOREM 031/WIRABIMA

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Perdana Menteri Djuanda menilai tawaran itu sebagi blackmail politik yang amat kasar dan dengan tegas menolak keras kebijakan “Two-Indonesia Policy” serta meminta agar pemerintah Amerika Serikat menghentikan keinginan untuk memecah negara Republik Indonesia menjadi dua bagian yang masing-masing akan mendapat perlakuan yang sama, setingkat dan sederajat, dari pemerintah Amerika Serikat.      Keesokan harinya tanggal 16 Mei 1958 presiden Sukarno dalam suatu kesempatan di Jawa Timur menekankan bahwa rakyat Indonesia tidak saja dirongrong oleh intervensi negara asing tertentu bahkan sudah menjurus ke arah agresi secara terang-terangan.         Kemudian Menteri Luar Negeri Dr. Subandrio pada tanggal 17 Mei 1958 memanggil Duta Besar Howard Jones dan disampaikan permintaan agar pemerintah Amerika Serikat membuat pernyataan secara terbuka menghentikan campur tangan dalam soal intern Indonesia.    Kalau dalam waktu empat hari penyataan dimaksud tidak dilakukan, maka pemerintah Indonesia tidak akan ragu untuk mengundang kehadiran kekuatan asing lainnya guna menghadapi agresi Amerika Serikat itu.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Dunia terkejut mendengar reaksi keras dan berani yang mengandung ultimatum dari pemerintah Indonesia apalagi ditujukan kepada sebuah negara adi kuasa seperti Amerika Serikat.   Dengan harap-harap cemas dunia menunggu apa yang bakal terjadi empat hari kemudian.     Apakah Perang Dunia ke III akan dimulai dari Asia tepatnya Indonesia?. Pada tanggal 20 Mei 1958, tiga hari setelah ultimatum Jakarta, John Foster Dulles mengeluarkan sebuah pernyataan pers: “ Pemerintah Amerika Serikat percaya bahwa keadaan yang terdapat di Indonesia sekarang dapat dan harus dianggap sebagai persoalan intern Indonesia tanpa ikut sertanya kekuatan asing dalam penyelesaiannya.   Kami harap perdamaian dan kestabilan dapat cepat dipulihkan kembali dalam Republik Indonesia ”.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Mereka berdua adalah tokoh pemuda yang pada awal Agustus 1945 mendesak Sukarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di luar BPUPKI dan PPKI yang dianggap bentukan dan di bawah pengaruh Jepang, yang merencanakan dan mempersiapkan sebuah “revolusi di Jakarta” untuk merebut alat-alat kekuasaan dari tangan Jepang segera setelah Sukarno/Hatta memproklamasikan kemerdekaan di Rengasdengklok, yang dengan setengah memaksa membawa Sukarno /Hatta ke Rengasdengklok lalu  mendesak agar  Sukarno/Hatta

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Rengasdengklok namun gagal karena ditolak, yang mengikuti sidang di rumah Admiral Maeda untuk menyusun teks proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, yang tidak bersedia menghadiri saat-saat proklamasi dibacakan oleh Sukarno keesokan harinya di Pegangsaan Timur-Jakarta,   yang menggerakkan pemuda untuk melakukan aksi perebutan kantor-kantor pemerintah dan juga senjata dari tangan Jepang setelah proklamasi kemerdekaan diumumkan, yang menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di awal terbentuknya dan melakukan gerakan menarik Sutan Syahrir ke dalam KNIP, yang mendukung Sutan Syahrir merubah fungsi KNIP dari bagian eksekutif menjadi legislatif, pembukaan kesempatan pendirian partai-partai politik, merubah bentuk pemerintahan presidensial menjadi parlementer dan tampilnya Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri kepala pemerintahan sekaligus menempatkan Sukarno/Hatta hanya sebagai Kepala Negara saja.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Mereka berdua pulalah yang kemudian menentang pemerintahan Sutan Syahrir karena melakukan perundingan dengan Belanda, yang menjalin kerjasama erat dengan Tan Malaka seorang tokoh revolusioner kiri,  yang ikut mendirikan Persatuan Perjuangan di bawah pimpinan Tan Malaka untuk melakukan gerakan oposisi terhadap pemerintahan Sutan Syahrir, yang ditangkap lalu dipenjarakan oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir namun kemudian dibebaskan oleh presiden Sukarno melalui grasi, yang dipenjarakan lagi oleh pemerintah karena dituduh terlibat dalam aksi penculikan terhadap Perdana Menteri Sutan Syahrir di Yogyakarta padahal sebenarnya dilakukan oleh salah satu faksi Persatuan Perjuangan di bawah Mohammad Yamin dan kemudian dibebaskan kembali oleh presiden Sukarno melalui grasi,  yang tetap melakukan oposisi terhadap garis politik perundingan dari pemerintahan Perdana Menteri Amir Syarifuddin,  yang bersama Tan Malaka ikut melakukan gerakan perlawanan dalam bentuk lasykar rakyat terhadap Aksi Militer Belanda kedua,  yang pada tahun 1948 mendirikan Partai Murba di dalam kancah revolusi mempertahankan kemerdekaan Indonesia,  yang tetap meneruskan fungsi korektif terhadap pemerintah baik sebagai anggota Konstituante (Sukarni) maupun sebagai wartawan (Adam Malik).      Posisi mereka berdua di luar pemerintahan membuat mereka lebih mantap dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah yang dipegang oleh siapapun.    Tatkala keduanya ditunjuk sebagai Duta Besar di negara lain, mereka sempat menaruh kecurigaan tehadap presiden Sukarno dengan persangkaan mengucilkan agar tidak bersikap kritis terus.    Di dalam politik, penunjukan sebagai Duta Besar di negara lain acapkali dimaknakan sebagai “pembuangan” sehingga kecurigaan Adam Malik maupun Sukarni cukup beralasan.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Adam Malik menjadi Duta Besar RI untuk USSR dan berkedudukan di Moskow pada 28 November 1959.     Dia mulai melakukan pendekatan dan perintisan untuk melaksanakan secret mission (oleh Maruto Nitimihaardjo disebut: mission impossible ) dari presiden Sukarno.    Setelah semua akses terbuka, Adam Malik memberitahu si Bung di Jakarta, yang segera mengirim Menkohankam Letnan Jendral Abdul Haris Nasution ke Uni Soviet guna melakukan pembelian persenjataan untuk memberdayakan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.     Proses penguatan ABRI ini berlangsung hingga bulan Juni tahun 1962, di saat mana ABRI sudah sampai pada taraf mampu melancarkan penyerbuan total untuk menduduki Irian Barat.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Panglima Komando Mandala, Jendral Mayor Soeharto, yang diberi tugas untuk melaksanakan rencana operasi yang diberi nama “Rencana Operasi Jaya Wijaya” tersebut.   Perintah pelaksanaan akan dikomandokan langsung oleh presiden Sukarno.     CIB-PTT hanyalah bagian kecil saja dari alat perjuangan nasional pembebasan Irian Barat.   Sejumlah anggota CIB-PTT Komponen Khusus telah berangkat lebih maju ke garis depan dan menyatu dalam operasi militer.   Yang lain masih menunggu giliran untuk dikirimkan juga ke garis depan.     Makasar tidak termasuk katagori garis depan, namun semua kebijakan dan komando diolah dan diperintahkan dari Makasar.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kota ini tercatat sebagai salah satu dari tempat terjadinya percobaan pembunuhan terhadap presiden Sukarno, selain juga pemberontakan-pemberontakan terhadap Pemerintah Pusat di Jakarta.      Dalam suatu kunjungannya ke Makasar,  iring-iringan kendaraan rombongan presiden Sukarno yang mengikut-sertakan sejumlah Duta Besar negara-negara sahabat,  beberapa saat setelah meninggalkan pelabuhan udara Mandai, tiba-tiba ditembaki oleh gerombolan bersenjata dengan granat dan mortir tetapi tidak mengenai sasaran.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

telah disiapkan.    Di dalam kota, rakyat menyambut kedatangan presiden mereka dengan gegap gempita, baik di sepanjang jalan yang dilalui rombongan presiden, maupun di tempat rapat raksasa akan diselenggarakan.    Presiden Sukarno membalas sambutan rakyat sambil berdiri di atas Jeep terbuka dan melambai-lambaikan tangannya.   Peristiwa penembakan terhadap presiden Sukarno di dekat lapangan terbang Mandai yang kemudian dikenal dengan sebutan “Peristiwa Mandai”, tidak diketahui oleh masyarakat kota Makasar yang menyambut kedatangan presidennya waktu itu.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Percobaan pembunuhan yang kedua terhadap presiden Sukarno di Makasar terjadi pada tanggal 7 Januari 1962, pukul 20.00 waktu setempat.   Rombongan presiden Sukarno dari Gubernuran Sulawesi Selatan menuju ke Gedung Olahraga Matoangin untuk memberikan amanat kepada para mahasiswa dan pelajar kota Makasar.    Ketika berada di jalan Cenderawasih beberapa orang melemparkan granat ke arah mobil yang membawa presiden dan Kolonel Mohamad Yusuf, Panglima TNI-AD di Sulawesi Selatan.    Granat meledak di sekitar mobil yang disasar.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Sebuah granat meledak di belakang mobil presiden dan mengakibatkan ban depan mobil yang membawa Perdana Menteri Djuanda pecah.    Meskipun demikian sopir tidak menghentikan mobil melainkan terus melaju dengan ban depan yang kempes untuk menghindari granat lainnya.   Beberapa mobil yang ditumpangi pengawal presiden mengalami kaca pecah atau pintu terkoyak.    Korban juga jatuh di kalangan rakyat yang berada di tempat kejadian terkena pecahan granat.     Peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan “Peristiwa Cenderawasih”.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Di daratan Irian Barat sendiri, pasukan penyusup Indonesia telah berhasil masuk dan melakukan penyerangan-penyerangan sporadis ke kota di mana terdapat markas tentara Belanda.    Tiba-tiba keadaan menjadi berubah.    Belanda mulai mengalah.    Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Elsworth Bunker, bertindak sebagai perantara yang menjembatani dialog antara Indonesia dengan Belanda.     Di saat itulah Duta Besar Adam Malik menerima perintah dari presiden Sukarno untuk memimpin delegasi Indonesia pada perundingan rahasia dengan pemerintah Belanda di Middleburg, dekat Washington DC.    Perintah presiden tersebut berbunyi: “ Dalam pembicaraan saya dengan Presiden Kennedy tempo hari (tahun 1961) saya memberi ancar-ancar waktu dua tahun untuk menyerahkan administrasi pemerintahan Irian Barat kepada Indonesia.   Kalau Belanda menolak usul ini kita terpaksa mengambil jalan lain, jalan kekerasan.   Aturlah perundingan sesuai dengan ancar-ancar itu ”.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Adam Malik dibantu oleh sejumlah diplomat karir ternama seperti Sudjarwo Tjondronegoro SH,  Suryono Suryotjondro SH dan Nugroho, SH.    Perundingan berjalan seret karena Belanda terlalu memikirkan efek kerugian bagi mereka, sehingga melakukan taktik memperpanjang waktu, diulur-ulur tanpa memberikan hasil.    Merasa kesal dengan sikap delegasi Belanda itu,  Adam Malik melaporkan hal tersebut kepada presiden.        Pemerintah Indonesia di Jakarta memberitahu agar ditempuh siasat untuk memacetkan perundingan dengan mengajukan tuntutan supaya penyerahan Irian Barat harus sudah dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 1963.   Kalau tuntutan tidak diterima oleh Belanda maka perundingan akan diputuskan.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Keputusan itu diamanatkan kepada wakilnya dalam perundingan antara Indonesia dan Belanda, Duta Besar Elsworth Bunker.  Persetujuan Middleburg-pun tercapai pada tanggal 14 Agustus 1962 yang ditandatangani seharusnya oleh Menteri Luar Negeri Belanda dan Indonesia di Markas Besar PBB.     Dalam kenyataannya Menteri Luar Negeri Luns tidak hadir sebagai protes terhadap tekanan oleh Amerika Serikat dan menguasakan kepada Duta Besar Van Royen.  Dengan tercapainya persetujuan Middleburg itu, maka ketiga kekeliruan hasil Konperensi Meja Bundar di Den Haag semuanya telah diperbaiki.   Wilayah Republik Indonesia kini telah utuh kembali, melengkapi kedaulatan politik dan ekonomi lainnya.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Berita tercapainya Persetujuan Middleburg disambut dengan penuh suka-cita oleh bangsa Indonesia.  Semua kekhawatiran terjadinya peperangan untuk merebut Irian Barat meskipun telah menjadi tekad dari pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, sirna dengan sendirinya.    Suasana sedemikian pulalah yang terjadi di Markas CIB-PTT Makasar.    Kami semua saling berjabatan tangan dengan senyuman yang lebar.   Mereka yang sudah berkeluarga meluapkan kegembiraan karena akan segera bertemu dengan anak dan isterinya kembali dalam waktu yang tidak lama lagi.     Mungkinkah saya juga bisa kembali ke Ungaran untuk bertemu dengan kedua orangtuaku di sana?.      Di dalam surat yang saya kirimkan ke Ungaran, saya belum bisa memastikan hal tersebut karena tugas kami adalah masuk ke Irian Barat, dalam situasi dan kondisi apapun.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pemerintahpun mengendorkan keadaan siap tempur di daerah Maluku yang berbatasan dengan Irian Barat.    Pasukan yang ditugaskan di sana berangsur-angsur ditarik kembali.  Komponen Khusus CIB-PTT yang sudah diberangkatkan ke perbatasan pun ditarik kembali.     Kapal ADRI yang mengangkut mereka telah merapat di dermaga Sukarno.    Anggota CIB-PTT Komponen Khusus yang berasal dari Makasar dan Sulawesi turun di Makasar, sedangkan yang berasal dari Jawa dan Sumatera akan meneruskan perjalanannya ke Jakarta.     Pimpinan CIB-PTT telah mengganti anggotanya yang turun di Makassar dengan anggota lainnya untuk dikirim kembali ke Jakarta dengan menumpang kapal yang sama.  Dalam kesempatan singgah di Makasar itu, Butje Likumahwa, Bernard Pasuhuk dan lain-lainnya sempat bertandang ke Markas.    Mereka menceritakan pengalamannya selama di daerah perbatasan.    Tidak jauh beda dengan apa yang kami lakukan di Makasar ini.   Membantu telekomunikasi militer di daerah perbatasan.    Salah satunya adalah  mendirikan setasiun radio pemancar dan membuka perhubungan ke titik-titik konsentrasi pasukan di tempat lain.    Yang membedakan dengan kami di Makasar adalah suasana kebatinan dan lingkungannya.     Mereka dalam keadaan siap tempur dan harus selalu waspada.     Makan seadanya dengan ransum militer, jauh berbeda dengan kami di Markas.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

urat Perintah Panglima Mandala Pembebasan Irian Barat, No. SP-0089/9/1962, ditandatangani oleh PS Kepala Staf  Kol. Inf. Amir Machmud, NRP. 11646, yang dikeluarkan di Makasar, pada tanggal 27-9-1962, pada jam 16.00, disampaikan ke Markas oleh kurir dari Markas Besar Komando Mandala.     Isinya berupa perintah untuk segera mempersiapkan diri guna berangkat / kembali ke Jakarta secara bergelombang seperti tersebut dalam lajur 5 daftar lampiran Surat Perintah.    Terdapat 34 anggota CIB-PTT yang akan diberangkatkan kembali ke Jakarta, terbagi dalam 5 gelombang.    Saya termasuk dalam gelombang ke-5 atau yang akan diberangkatkan terakhir bersama 6 orang lainnya.     Kalau melihat banyaknya yang diberangkatkan pada tiap gelombang yang hanya 7 orang saja, kami semua menduga akan menggunakan pesawat terbang.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Setelah beberapa hari menunggu tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa semuanya akan diberangkatkan lusa, secara sekaligus dengan kapal ADRI yang akan merapat di pelabuhan Makasar esok hari.    Ada di antara kami yang merasa kecewa tetapi sebagian besar tidak mempermasalahkannya.    Saya sendiri termasuk yang justru merasa senang, karena akan menjadi pengalaman saya yang pertama kali pula bepergian menggunakan kapal laut.     Bentuk kapal ADRI sendiri sudah saya ketahui tatkala melepas teman-teman anggota Komponen Khusus.    Besar, kokoh dan gagah apalagi mampu membawa ratusan penumpang.    Sutjipto memanfaatkan sisa waktu di Makasar itu dengan sering bertandang ke rumah kekasihnya.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Sebuah upacara perpisahan dan pelepasan diselenggarakan pada halaman Markas yang dihadiri oleh Kepala Daerah Telekomunikasi Sulawesi Van Raalten dan para pejabat lainnya.    Kemudian dengan beberapa buah kendaraan kami dibawa ke dermaga.    Setelah menunggu beberapa saat untuk penyelesaian administrasi, kemudian kami menuju ke kapal beriringan menaiki tangga sempit yang agak bergoyang-goyang ke atas kapal.    Anggota TNI Angkatan Darat sudah hampir memenuhi kapal, baik di atas dek maupun pada ruangan di bawah.   Rombongan CIB-PTT yang berseragam coklat tampak mencolok di dalam lautan hijau.     Tempat yang diperuntukkan kami ternyata di atas dek, yang sudah dipasang terpal untuk pelindung sengatan matahari atau air hujan.    Tampaknya kurang luas untuk bisa menampung 34 orang beserta barang bawaannya.    Widho menarik tangan saya dan meletakkan barangnya di suatu sudut yang cukup terlindung.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kapal mengarungi laut dengan gerak yang lambat seakan berlomba dengan punggung-punggung ombak di kedua sisinya.   Haluan kapal menyambut ombak yang datang dan memecahnya tiada henti.   Buritan kapal meninggalkan jalur buih putih yang memanjang ke belakang dan air yang bergejolak dan menggelegak di antaranya.     Warna biru air laut seakan menyimpan  dalam sebuah rahasia alam.      Langit tampak cerah dengan awan tipis putih yang merata.     Sekali-sekali tampak burung terbang rendah mengepakkan sayap.   Kadang-kadang menukik ke laut untuk menyambar ikan yang berenang di permukaan.    Juga ikan lomba-lomba kadang-kadang tampak berenang di samping kapal pada jarak yang cukup dekat sehingga kami bisa puas melihatnya dari balik pagar besi di atas kapal.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pada tahun 1959 Mata Uang  RI tahun 1952 dengan tanda tangan Sjafruddin Prawiranegara yang saat itu menjadi Menteri Keuangan RI  ditarik dari peredaran karena Sjafruddin Prawiranegara memimpin Pemberontakan PRRI dan banyak Uang ini dirampas PRRI dari Bank Pemerintah di Seluruh Wilayah Yang dikuasainya, dan untuk mengatasinya  PRRI mengunakan uang NICA lama, Uang  RI 1952 dibubuhi tanda tangan dan stempel PRRI  yang dinyata sebagai alat pembayaran yang sah di area  yang dikuasai PRRI kecuali nominal 5 rupiah deri Kartini sampai saat ini belumpernah ditemukan..

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Saya merasa bangga sekali dapat ikut menghadiri Kongres ini bersama dengan kawan-kawan, Kongres dari suatu Partai yang tidak saja besar, tapi juga mempunyai tradisi perjuangan yang heroik dari sejak lahirnya hingga sekarang, Partai yang mempunyai sejarah gemilang dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda, Partai yang kesetiaannya telah teruji dengan pengabdiannya yang tulus membela kepentingan rakyat — dengan gagah berani tampil ke depan melawan musuh-musuh rakyat, tidak saja dulu terhadap Belanda, tapi juga sekarang terhadap “PRRI”-Permesta.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Laporan CC yang disampaikan oleh Kawan D. N. Aidit dalam Kongres Nasional ke-VI Partai, saya menyetujui sepenuhnya. Menurut pendapat saya Laporan CC tidak saja telah mengemukakan pengalaman-pengalaman Partai, kelemahan-kelemahan dan sukses-sukses yang pernah dicapai oleh Partai di lapangan politik, organisasi dan ideologi, tapi juga telah menggariskan tugas-tugas pokok Partai untuk masa depan, taktik dan strategi Partai dalam perjuangannya menyelesaikan tuntutan Revolusi 17 Agustus ‘45 yang belum selesai. Mempelajari Laporan CC, sekaligus berarti mempelajari keadaan rakyat dan masyarakat kita, watak revolusi, arah dan perspektif Revolusi kita, disamping mengetahui sejarah perjuangan Partai dan kebesaran Partai kita sekarang.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pada kesempatan ini saya ingin hendak mengemukakan mengenai beberapa persoalan daerah Jambi, tentang penduduk dan kebudayaannya, tentang keadaan kaum tani, dan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh Partai kita. Penduduk daerah ini terdiri dari dua golongan, penduduk asli (suku Melayu) dan penduduk yang datang dari pulau Jawa, Sumbar, dan Tapanuli. Keadaan penduduk asli, ekonomi dan kebudayaannya belum dapat dikatakan maju. 85% dari penduduk yang dewasa masih buta huruf, tifus dan kolera merupakan penyakit yang biasa di kalangan rakyat. Balai-balai Pengobatan di desa-desa hampir tak ada sama sekali, kecuali di ibu negeri Kewedanaan dan Kecamatan-kecamatan. Takhayul, kepercayaan kepada roh-roh yang dianggap keramat merupakan kepercayaan yang teguh di kalangan rakyat.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Disamping itu jika Permindo menemukan sumber minyak baru, untuk keperluan pembikinan jalan dan sebagainya, mau tak mau kaum tani harus menyerahkan tanah berikut tanamannya dan membongkar gubuknya yang dibangun dengan susah payah ¡tu, untuk kepentingan Permindo. Memang oleh Permindo sebelumnya diadakan perundingan dengan kaum tani untuk mengganti kerugian kaum tani, tapi perundingan itu tidak dengan ikhlas diterima oleh kaum tani, karena bagaimana juga mereka tetap merasa dirugikan oleh tindakan ini.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Disamping itu lagi jika terjadi persengketaan antara kaum tani dengan Permindo, kaum tani merasa tidak mendapat perlindungan dari Pemerintah, karena Peraturan Pemerintah mengenai persengketaan tanah antara kaum tani dengan Permindo pada pokoknya membenarkan tindakan Permindo untuk menguasai tanah kaum tani, dan memberikan bantuan langsung pada Permindo dengan mengirim tenaga polisi ke tempat tersebut untuk menjaga keamanan orang-orang yang mentraktor tanah kaum tani. Ini baru sebagian saja dari penderitaan-penderitaan yang dipikul oleh kaum tani, belum lagi peraturan-peraturan lainnya seperti bunga kayu, pancung alas, bunga pasir dan sebagainya yang sangat memberatkan penderitaan kaum tani.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Keadaan ini sepenuhnya membenarkan perumusan Partai, tentang masih berkuasanya sisa-sisa feodalisme di desa-desa, tentang beratnya penderitaan kaum tani karena pengisapan yang terus menerus dari tuan tanah dan lintah darat dan peraturan-peraturan lain yang sangat merugikan kaum tani, yang menempatkan kedudukan mereka sebagai budak tuan tanah dan lintah darat. Ini sepenuhnya berlaku di daerah Jambi. Semboyan Partai di lapangan pertanian, sita tanah tuan tanah, bagikan pada kaum tani, terutama pada kaum tani tidak bertanah, adalah semboyan yang sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan kaum tani. Karenanya semboyan ini tidak saja akan disambut hangat oleh kaum tani, tapi juga akan membangkitkan daya juang mereka untuk mengakhiri sama sekali kekuasaan tuan tanah di segala lapangan.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Penduduk yang mendatang (dari Sumbar dan Tapanuli), sebagian kecil bekerja pada berbagai instansi-instansi jawatan Pemerintahan. Pedagang-pedagang kecil termasuk pedagang pinggiran jalan, umumnya terdiri dari penduduk yang berasal dan Sumbar. Nasib pedagang-pedagang ini tidak berbeda banyak dengan nasib kaum tani, disamping tidak mempunyai modal mereka juga dihisap terus menerus oleh pedagang-pedagang besar. Pedagang-pedagang besar, pemilik-pemilik N.V., pemilik-pemilik perusahaan-perusahaan kecil, seperti rumah-rumah asap, gedung-gedung bioskop, restoran-restoran, warung-warung, pabrik roti, kecap dan sebagainya umumnya dimiliki oleh orang-orang Tionghoa.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Karena tuntutan Otonomi ini menyangkut kepentingan semua golongan, maka kerja sama di kalangan Partai-partai, juga dengan beberapa tokoh-tokoh Masyumi dapat kita wujudkan. Ikutnya beberapa dari tokoh-tokoh kepala batu dalam perjuangan menuntut otonomi ini, ialah dengan tujuan untuk dapat terus berkuasa, atau untuk mempertahankan kedudukannya dalam badan-badan instansi pemerintahan, atau untuk mengharapkan kedudukan baru dalam Pemerintahan Otonomi yang akan dibentuk itu nanti. Begitu pun dari sebagian golongan tengah, juga ada yang dengan harapan seperti itu.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kawan-kawan, tentang tidak teguhnya kekuatan tengah menjalankan politik yang progresif anti-imperialis dan anti-feodal, seperti yang dikatakan Kawan D. N. Aidit dalam Laporan CC pada Kongres ini, yaitu, bergantung kepada tepat atau tidak tepatnya garis politik Partai dalam menghadapi kekuatan tengah, bergantung kepada besar atau kecilnya kekuatan Partai sendiri sebagai sandaran kekuatan tengah, bergantung kepada ada atau tidak adanya pukulan yang jitu dari kekuatan progresif terhadap kepala batu yang menguntungkan kekuatan tengah, sepenuhnya dibenarkan oleh pengalaman Partai kita di daerah Jambi.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Belum berhasilnya Partai kita bersatu dengan kekuatan tengah untuk tetap berada di pihak kekuatan progresif yang dengan teguh menjalankan politik anti-imperialis dan anti-feodal, menentang politik reaksioner dan kepala batu, karena belum berhasilnya Partai kita memobilisasi massa yang luas, kaum buruh dan kaum tani, dan karena belum berhasilnya kita meningkatkan lebih tinggi kesadaran politik massa rakyat kepada taraf yang lebih tinggi, terutama kesadaran politik kaum tani yang masih terbelakang dari kaum buruh.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kawan-kawan. Tentang belum berkuasanya ideologi proletar dalam Partai tidak saja berakibat tidak terurusnya masalah organisasi, dan tidak dapatnya Partai memberikan pimpinan pada rakyat, tapi juga berakibat timbulnya ketegangan-ketegangan dalam badan pimpinan Partai. Ketegangan ini timbul hanya disebabkan karena perbedaan-perbedaan pendapat — yang memang wajar — mengenai masalah yang dihadapi oleh Partai, ketegangan-ketegangan ini jika tidak segera diatasi akan sangat membahayakan Partai. Ucapan-ucapan “tidak mau aktif, terserah pada kawan-kawan”, “merajukisme”, dan sebagainya, sebagai pernyataan ideologi tuan tanah sering dikemukakan dalam Partai. Diskusi-diskusi yang diadakan oleh Partai lebih banyak digunakan untuk menyelesaikan soal-soal seperti ini daripada mendiskusikan masalah tugas-tugas Partai. Dari pengalaman ini amat dirasakan sekali oleh Partai kita, betapa perlu dan dibutuhkannya oleh Partai adanya kesatuan ideologi, kesatuan pendapat, kesatuan tindakan dan kolektifitas dalam badan pimpinan Partai. Masalah mewujudkan kesatuan ini, merupakan masalah yang penting bagi Partai kita di daerah Jambi.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Disamping itu masalah menggunakan kritik otokritik sebagai suatu metode untuk menyelesaikan kontradiksi-kontradiksi yang timbul dalam Partai, juga memerlukan suatu pengertian dan penguasaan yang mendalam tentang prinsip-prinsip bagaimana cara menggunakannya, dan tujuan utama yang harus dicapai dengan kritik otokritik ini bagi kader-kader Partai. Tanpa memiliki prinsip-prinsip ini, kritik yang dimaksudkan untuk menyelesaikan kontradiksi-kontradiksi yang ada, malah menimbulkan sebaliknya yaitu mempertajam kontradiksi-kontradiksi itu. Karena belum menguasai sepenuhnya prinsip-prinsip ini, kritik otokritik yang pernah kita adakan belum dapat berhasil membawa perbaikan-perbaikan dalam Partai.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Demikian beberapa persoalan yang dihadapi oleh Partai kita yang menyebahkan Plan belum dapat dilaksanakan dengan baik. Disamping Comite-comite bawahan yang belum tersusun rapi, disamping kekurangan kader di tiap tingkat organisasi dan keterbatasan tenaga kader yang dapat digunakan untuk Partai, ditambah lagi dengan masih rendahnya teori kader, serta tipisnya rasa tanggung jawab kader terhadap Partai. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini, untuk dapat melaksanakan tugas-tugas Partai selanjutnya penting sekali artinya peringatan Kawan D. N. Aidit yang dikemukakan dalam laporan CC, memperbaiki cara kerja, langgam kerja Partai, mewujudkan kolektifitas dan menjaga kemurnian ideologi Marxisme-Leninisme dalam Partai. Terlaksana atau tidaknya tugas-tugas Partai, dalam pengalaman kita sepenuhnya bergantung kepada ada atau tidak adanya cara kerja dan langgam kerja yang tepat dalam Partai, bergantung kepada ada atau tidak adanya kesatuan ideologi, kesatuan pendapat dan kesatuan tindakan dalam Partai.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Kawan-kawan. Mengingat keadaan Partai kita pada waktu ini, pekerjaan memperkuat Comite-comite Partai, mengadakan pembagian pekerjaan di dalam Partai, mengaktifkan dan memperbarui Comite-comite Partai di semua tingkat, adalah pekerjaan yang mendesak yang harus segera dilaksanakan. Kemudian meneruskan pelaksanaan Plan, mengkonkretkan keanggotaan, mengintensifkan pembentukan Grup-grup, membuang cara kerja yang liberal dan cara berpikir yang subjektif. Jika pekerjaan ini dapat kita laksanakan, barulah ada kemungkinan bagi Partai kita untuk menduduki tempatnya melaksanakan tugas sejarah yang dipikul oleh kelas proletariat sebagai Partai pelopor, sebagai jenderal-staf dari massa rakyat yang mampu mempersatukan massa rakyat ke bawah panji-paji Partai, guna berjuang menghapuskan sama sekali kekuasaan imperialisme dan tuan tanah, menuju pembangunan Indonesia baru yang merdeka di lapangan politik, ekonomi dan kebudayaan, membangun masyarakat Indonesia yang demokratis, bersatu dan makmur sebagaimana yang dicantumkan dalam Program PKI.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Dalam pengumumannya, Ketua Badan Pekerja Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Permesta, Henk Rondonuwu menolak RPI ini. Meskipun RPI ini telah berdiri, namun di daerah gerilya Permesta sendiri seperti di perbatasan Minahasa – Bolaang Mongondow, masih dilaksanakan Upacara Peringatan HUT RI secara resmi dan dihadiri oleh tokoh² militer dan sipil Permesta. Sedangkan oleh pihak perwira Permesta di sebelah utara seperti Mayjen Alex Kawilarang, Kolonel D.J. Somba, Letkol Wim Tenges, menolak RPI ini, apalagi mengibarkan bendera baru (RPI) di wilayahnya dan tetap memakai lambang² NKRI seperti Pancasila dan Merah Putih dalam logo maupun atribut lainnya. Distrik/WK-III dibawah komando Letkol Wim Tenges memiliki hampir separuh kekuatan pasukan Permesta, dan merupakan WK yang paling kompak dan disiplin dari antara WK lainnya.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pasukan rangers dari SPMB Porong ,mulai tanggal 10 maret sampai Oktober 1960 telah menjalankan tugas selama tujuh bulan sebagai “Pengempur” di Komda (Komando Mobil brigade_ daerah VI Sumatera Barat dan RIAU pasukan di tempatkan diwilayah KODIM Padang dan kemudian dipindahkan ke daerah RTP III Sukaramai dan Lintau,dan dari daerah Sumatera Barat juga mempertahankan daerah RIDAR(Riau Daratan),lapangan tempat mereka bertugas merupakan daerah rawa dan hutan serta pegunungan sehingga sepatunya lekas rusak. Dan hancur oleh karena itu diminta pengantiannya.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Pemberontakan Dewan Banteng yang dipimpin oleh Ahmad Husein akhirnya dapat  dipatahkan oleh Angkatan Perang Republik Indonesia yang melakukan “Operasi 17 Agustus”di bawah pimpinan Kolonel Ahmad Yani dalam waktu yang tidak terlalu lama, yaitu kurang lebih satu minggu. Pemberontakan PRRI di Sumatera Barat itu, dengan sendirinya menimbulkan kekacauan, baik terhadap pemerintah daerah, maupun terhadap kehidupan dalam masyarakat, setelah Ahmad Husein mengambil alih fungsi Gubernur Roeslan Muljodihardjo, yang diangkat oleh pemerintah Pusat di Jakarta. Kabinet Karya yang dipimpin

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Meski inti dari perjuangan pak Natsir adalah agar Negara yang baru merdeka tidak jatuh ke tangan komunis dan tidak terpecah belah menjadi beberapa Negara boneka bagi Negara Asing,  dan meskipun dukungan terhadap perjuangan pak Natsir  itu amat besar  seperti  rekomendasi Alim Ulama se-Sumatera itu,  tetapi tidak juga digubris rezim penguasa. Justru, jawaban yang diberikan pada pak Natsir adalah penyerbuan. Beliau  akhirnya  harus masuk hutan-keluar hutan, bahkan dipenjarakan. Tapi itulah  pak Natsir yang saya kenal. Beliau  seorang pemimpin  yang ikhlas dan istiqamah  dimana dan kapan pun,  bahkan  ditengah hutan sekalipun.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Saya menemukan sebuah dokumen faktur pengiriman barang dari PT Yudha Bhakti mengunakan ex BUMN Hindia Belanda Jacobson van De Berg Padang ke Toko Sim Hok Liong (milik Kakek Isteri Saya) Padang Panjang, dengan stempel sampai didaerah melapor kepada PKP,izin berlaku selama dua hari setelah dikeluarkan  dan dibelakang faktur ini lengkap stempel legalisir dari para pejabat  setempat Pelaksana Perang KMKB Padang, (Dr Iwan) , setlah tiba di Padang panjang tanggal 10 januari  dilapor ke Kantor Polisi Distrik Padang Panjang dan Kantor Walikota Padang Panjang.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Selanjutnya dalam operasi ini di area Sarik Alam Tigo Daerah Alahan Pandjang tanggal 23 pebruari 1961 berhasil dirampas beberapa senjata  dan dokumen-dokumen penting PRRI.Di kompleks Sarik tersebut diduga Mayor PRRI Amirhamsjah dan stafnya berada. dan pasukan APRI telah merapas didaerah tersebut sejanta yang terdiri dari 2 buah Bazooka, 2 LMG,1 Karaben, 1 Own Gun.sebuah radio penerima Phillips disamping beberapa dokumen.                                                                                                                                                 2)Dalam surat kabar ini juga ada berita dari Kota Padang Panjang                                                Diruangan balaikota Padang Panjang telah diadakan penyerahan bantuan kepada para korban keganasan gerembolan PRRI didaerah Kotapraja Padangpanjang.Hadir  pada upacara ini R.Sudioto sebagai wakil Walikota Padang Panjang, DAN Vak a Jon 439 Diponegoro Lettu Kasimin, Dan CPM Pelda Sukarim,BUTERPRA Peltu  Mawardi,dsbnya.Para korban berjumlah 50 orang.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

Semua warganegara ,Jawakah ia, Minangkabaukah ia, Minahasakah ia, Batakkah ia, Bugiskah ia, semua warganegara harus bersatu, dengan tidak pandang perbedaan suku bnagsa,tidak pandang agama,tidang pandang keturunan asli atau tidak alsi. Pemberontakan PRRI,pemberontakan Permesta,kegiatan subversif Manguni,tidak boleh diarftikan berontakan atau kegiatan subversif suku Minangkabau atau suku Minahasa. Pemberontakan itu adalah perbuatan kaum imperialis yang memeprgunakan orang-orang pengchianak  dari budak-budak dari suku itu atau suku lain.Rakyat dari semua suku dan dari semua turunan ,asli atau tak asli-sipetani,siburuh,situkang dokar,sinelayan,sipegawai kecil, sipedagang kecil,sijembel ,simarhaen- adalah cinta kepada Republik Proklamsi menyetujui Manipol (manifesto Politik) dan USDEK,gandurng kepada masyarakat adil dan makmur.Rakyat itu semua harus di Gotong Royongkan dalam perjuangan raksasa ini.

seperti di kutip dari https://driwancybermuseum.wordpress.com

3) Illustrasi Masyarakat sumatera barat umumnya dan Kota Padang khususnya memperingatai hari ulang tahun III pembebasan Sumbar , ditengah meneriahkan hari bersejarah ini sejenak kita kenangkan bagaimana kekejaman sisa gerembolan selama ini dengan teroir yang dilakukan dalam kota seperti melemparkan granat di bioskjop,saat Pekan USDEK yang membawa korban bukan sedikit dikalangan rakyat dan anak-anak dibawa umur., mereka baru sjaa menerim abnatuan dari masyarakat yang dilangsungkan dengan satu upacara di Balai Kota Padang tanggal 4 April 1961.

Komunitas Jakarta Tersenyum (KJT) memberikan usulan ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengenai penataan pelelangan ikan di Kampung Pesisir, Jakarta Utara. Usulan KJT pelelangan ikan di sana diubah seperti Tsukiji Market di Tokyo, Jepang. “Di sini (Kampung Pesisir) ini kita lihat keaslian dan kearifan lokal. Ada dari KJT mengusulkan seperti kaya Tsukiji Market di Jepang,” kata Sandiaga, di Kampung Pesisir, Kali Baru, Jakarta Utara, Sabtu (13/1/2018). Sandiaga sempat mengunjungi pelelangan ikan yang ada di Kampung Pesisir. Pelelangan ikan di sana ternyata bukan milik Pemprov DKI. Sandiaga ingin berdiskusi pemilik dan warga sekitar untuk menata ulang pelelangan ikan di Kampung Pesisir. Dia berharap warga sekitar bisa memberikan masukan soal penataan yang baik. “Saya tadi tanya itu punya siapa? Tanahnya bukan milik pemprov ternyata ya, punya warga. Nah bagaimana intervensi pemprov untuk memfasilitasi? Nanti kita akan duduk sama komunitas di sini, mohon diusulkan bagaimana warga maunya,” ujar dia. Sandiaga tak memungkiri pelelangan ikan di Kampung Pesisir tidak teratur. Dia menyebut pelelangan ikan di sana hancur. “Bukan agak kurang rapi, bener-bener ancur, jangan diini, kita terbuka aja,” jelas Sandiaga.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menegaskan akan menyelidiki dugaan mahar politik di Jawa Timur yang melibatkan La Nyalla Mattalitti dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Dua pihak yang berseteru segera dipanggil Bawaslu Jatim. “Masalah Pak La Nyalla ini perlu diklarifikasi dan Bawaslu Jatim sudah melayangkan surat pemanggilan ke La Nyalla, Pak La Nyalla akan diklarifikasi,” ujar anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018). Bawaslu Jatim, disebut Rahmat, akan menyelidiki soal pernyataan La Nyalla. Mantan Ketum PSSI itu akan ditanya tentang sejumlah hal, seperti bukti. Agar adil, Prabowo juga turut dipanggil untuk dimintai klarifikasi. “Jangan sampai ini kabar burung diembuskan. Kami sepertinya akan panggil Pak Prabowo untuk menjelaskan supaya terang. Jadi clear nanti, apakah jelas ada mahar atau tidak,” ucap Rahmat. Soal mahar politik ini, kata dia, diatur dalam UU Pilkada No 10 Tahun 2016 Pasal 47 ayat 3. Jika terbukti, sanksi tegas menanti yang terlibat. “Kalau ada masuk pengadilan sudah inkrah, maka paslon didiskualifikasi dan partai bersangkutan dilarang ikut dalam pilkada selanjutnya. Ini catatan kepada para parpol,” jelas Rahmat.

Nokies Febrianto menjadi terkenal gara-gara video viral yang merekamnya pingsan di pelukan mantan. Kacaunya, peristiwa itu terjadi saat Nokies menggelar resepsi pernikahan bersama mempelai perempuan bernama Musriani. Meski pingsan gara-gara terhipnotis kehadiran mantan saat bernyanyi di resepsi nikahnya, Nokies mengaku tak akan mengkhianati pernikahan dengan istrinya yang sekarang, Musriani. “Istri saya saat ini saya anggap sempurna di mataku, saya akan setia dengannya,” ungkap Nokies sesekali menatap istri yang tersipu malu, di rumah orang tua mempelai wanita di Jalan Seriyakaya, Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe, Wajo, Sulawesi Selatan saat ditemui detikcom (13/1/2018). Nokies Febrianto dan Musriani (Zulkipli Natsir/detikcom) [Gambas:Video 20detik] Dia pun malu dan sempat marah terhadap berbagai komentar miring dari warganet di media sosial yang seolah merundungnya tanpa tahu persoalan yang sebenarnya. Tampak mesra satu sama lain, saling menyuapi, pasangan ini pun sekaligus menepis kabar isu miring bahwa hubungannya dengan sang istri retak gara-gara peristiwa heboh yang terjadi di pelaminan saat resepsi lalu. Nokies Febrianto dan Musriani (Zulkipli Natsir/detikcom) Insiden resepsi pernikahan dua hari lalu (10/1) tak pernah diramalkan Nokies menjadi insiden yang heboh. Saat itu dia pingsan selama sekitar 30 menit. “Saya seakan terhipnotis saat kedatangan Novi yang kemudian menyanyikan lagu ‘Balo Lipa’. Saya iba dan kasihan namun tidak mampu berpikir hingga turun dari pelaminan dan memeluknya,” ungkap Nokies. Mantan yang sempat dipacarinya selama setahun lebih itu pun diakui sempat datang dan bertemu sebelumnya saat malam ‘mappaccing’ sebelum resepsi di rumahnya, namun ditanggapinya biasa saja, tidak seperti saat berada di pelaminan.

Sandiaga Uno di masjid JIC. (Foto: Moh. Fajri/kumparan) Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno baru saja mengunjungi pasar pelelangan ikan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Berdiri sejak tahun 1960-an, pasar lelang ikan tersebut masih terlihat jauh dari rapi. “Bukan agak kurang rapi, benar-benar ancur , kita terbuka aja . Tadi saya tadi tanya itu punya siapa, tanahnya bukan milik pemprov, ternyata punya warga,” ujar Sandi usai OK Cleanup Day di Kampung Pesisir RT 08 RW 05, Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (13/1). Suasana tpasar yang tak rapi, mendapat perhatian Sandi. Dia ingin Kalibaru dapat bertransformasi menjadi pasar lelang ikan yang rapi dan terjaga kebersihannya. Pelelangan ikan Kalibaru. (Foto: dok. Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan) “Nah, bagaimana intervensi pemprov, apa yang bisa kita fasilitasi. Nanti kita akan duduk dengan komunitas di sini, teman-teman KJT (Komunitas Jakarta Tersenyum) nanti mohon diusulkan di mana warga maunya, kita bekerja sama, berkolaborasi,” kata Sandi. Kerja sama yang dilakukan antara Pemprov DKI dan warga diharapkan Sandi dapat mengubah wajah pasar lelang ikan Kalibaru. Namun pekerjaan tersebut tak dapat dilakukan Pemprov DKI semata tanpa parisipasi warga. “Kalau pemprov sendiri enggak akan bisa bekerja, tapi kita harus bekerja dengan komunitas, dengan para penggerak yang ada di sini. Sehingga nanti dengan partisipasi dari masyarakat akan hadir tempat pelelangan yang lebih layak,” jelas Sandi. Sandi berharap suatu saat nanti pasar lelang ikan Kalibaru dapat serapi dan sebersih Tsukiji Fish Market (pasar lelang ikan Tsukiji) di Jepang. Sandi pun sempat berkunjung ke pasar tersebut ketika berlibur ke Jepang. “Di sini ini kita lihat keaslian dan kearifan lokal, ada dari KJT mengusulkan kayak Tsukiji Fish Market (pasar lelang ikan Tsukiji) di Jepang. Saya pernah datang ke Jepang, saya pernah posting di Instagram saya,” ucapnya. Pasar ikan Tsukiji adalah pasar induk yang berada di Tsukiji, distrik kota Chūō, Tokyo. Pasar ini merupakan pusat grosir hasil laut dan hasil pertanian. Setiap harinya dilelang hasil laut yang dipertontonkan pada konsumen dan pengunjung pasar. “Alangkah baiknya kalau kita secara kecil, tradisional, mengajak warga masyarakat juga mempertontonkan hasil penangkapannya dan ada pelelangan juga kecil di sini yang nanti bisa melibatkan semua warga,” ungkap Sandi.

Related Posts

Comments are closed.