Sandi: Atlet Kalau Berprestasi Langsung Diangkat Jadi PNS

Sandi: Atlet Kalau Berprestasi Langsung Diangkat Jadi PNS

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan atlet yang berprestasi akan diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Sandi menyebut banyak contoh atlet yang saat ini bekerja di pemerintahan. “Mereka kalau berprestasi langsung diangkat ASN, PNS dulu. Jadi kayak mbak Dedeh (atlet nasional), Kepala Sudin Jakarta barat. Itu atlet kita di Pemprov DKI,” kata Sandi di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Senada dengan Sandi, Kadispora DKI Ratiyono menyebut Pemprov DKI bahkan akan menjamin biaya sekolah para atlet yang berprestasi. Para atlet itu pun mempunyai kesempatan kuliah gratis apabila meraih emas. “Yang jelas mereka sudah free. Anak-anak ini ada uang saku dari pemprov kemudian makannya dijamin, sekolahnya dijamin setelah mereka mendapatkan emas, dijamin masuk perguruan tinggi, untuk UNJ, fakultas olahraga, tinggal memilih jurusannya,” tuturnya. Sementara itu, atlet nasional cabang lari gawang, Dedeh Erawati, menjelaskan para atlet harus tetap memperhatikan pendidikan bila ingin menjadi pegawai pemerintahan. Orang tua juga didorong untuk mendukung para atlet dalam mengembangkan bakatnya masing-masing. “Jadi saya kebetulan dulu atlet nasional, masih. Sekarang saya ASN juga. Selain latihan yang keras juga sekolah dan kuliah yang pertama. Jadi ketika prestasi yang tinggi, jadi pemerintah nggak ragu lagi untuk memberikan pekerjaan. Jadi buat para orang tua, nanti pendukungan karakter baik,” tuturnya. Pengangkatan atlet berprestasi jadi PNS ini adalah komitmen pemerintah pusat. Menpora Imam Nahrawi bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Asman Abnur sebelumnya telah menggodok aturannya. Imam Nahrawi mengatakan, atlet berprestasi yang telah mengibarkan Bendera Merah Putih di kancah internasional sudah selayaknya mendapatkan penghargaan terbaik dari negara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan atlet yang berprestasi akan diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Sandi menyebut banyak contoh atlet yang saat ini bekerja di pemerintahan. “Mereka kalau berprestasi langsung diangkat ASN, PNS dulu. Jadi kayak mbak Dedeh (atlet nasional), Kepala Sudin Jakarta barat. Itu atlet kita di Pemprov DKI,” kata Sandi di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Senada dengan Sandi, Kadispora DKI Ratiyono menyebut Pemprov DKI bahkan akan menjamin biaya sekolah para atlet yang berprestasi. Para atlet itu pun mempunyai kesempatan kuliah gratis apabila meraih emas. “Yang jelas mereka sudah free. Anak-anak ini ada uang saku dari pemprov kemudian makannya dijamin, sekolahnya dijamin setelah mereka mendapatkan emas, dijamin masuk perguruan tinggi, untuk UNJ, fakultas olahraga, tinggal memilih jurusannya,” tuturnya. Sementara itu, atlet nasional cabang lari gawang, Dedeh Erawati, menjelaskan para atlet harus tetap memperhatikan pendidikan bila ingin menjadi pegawai pemerintahan. Orang tua juga didorong untuk mendukung para atlet dalam mengembangkan bakatnya masing-masing. “Jadi saya kebetulan dulu atlet nasional, masih. Sekarang saya ASN juga. Selain latihan yang keras juga sekolah dan kuliah yang pertama. Jadi ketika prestasi yang tinggi, jadi pemerintah nggak ragu lagi untuk memberikan pekerjaan. Jadi buat para orang tua, nanti pendukungan karakter baik,” tuturnya. Pengangkatan atlet berprestasi jadi PNS ini adalah komitmen pemerintah pusat. Menpora Imam Nahrawi bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Asman Abnur sebelumnya telah menggodok aturannya. Imam Nahrawi mengatakan, atlet berprestasi yang telah mengibarkan Bendera Merah Putih di kancah internasional sudah selayaknya mendapatkan penghargaan terbaik dari negara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan atlet yang berprestasi akan diangkat menjadi PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Sandi menyebut banyak contoh atlet yang saat ini bekerja di pemerintahan. “Mereka kalau berprestasi langsung diangkat ASN, PNS dulu. Jadi kayak mbak Dedeh (atlet nasional), Kepala Sudin Jakarta barat. Itu atlet kita di Pemprov DKI,” kata Sandi di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Senada dengan Sandi, Kadispora DKI Ratiyono menyebut Pemprov DKI bahkan akan menjamin biaya sekolah para atlet yang berprestasi. Para atlet itu pun mempunyai kesempatan kuliah gratis apabila meraih emas. “Yang jelas mereka sudah free. Anak-anak ini ada uang saku dari pemprov kemudian makannya dijamin, sekolahnya dijamin setelah mereka mendapatkan emas, dijamin masuk perguruan tinggi, untuk UNJ, fakultas olahraga, tinggal memilih jurusannya,” tuturnya. Sementara itu, atlet nasional cabang lari gawang, Dedeh Erawati, menjelaskan para atlet harus tetap memperhatikan pendidikan bila ingin menjadi pegawai pemerintahan. Orang tua juga didorong untuk mendukung para atlet dalam mengembangkan bakatnya masing-masing. “Jadi saya kebetulan dulu atlet nasional, masih. Sekarang saya ASN juga. Selain latihan yang keras juga sekolah dan kuliah yang pertama. Jadi ketika prestasi yang tinggi, jadi pemerintah nggak ragu lagi untuk memberikan pekerjaan. Jadi buat para orang tua, nanti pendukungan karakter baik,” tuturnya. Pengangkatan atlet berprestasi jadi PNS ini adalah komitmen pemerintah pusat. Menpora Imam Nahrawi bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Asman Abnur sebelumnya telah menggodok aturannya. Imam Nahrawi mengatakan, atlet berprestasi yang telah mengibarkan Bendera Merah Putih di kancah internasional sudah selayaknya mendapatkan penghargaan terbaik dari negara.

“Saat ini masih dalam proses, kita mendorong agar peluang ini juga bisa berlaku untuk para atlet disabilitas yang mendapatkan emas ini,” terangnya kepada wartawan, Jumat (13/10). Lebih lanjut Bayu mengatakan, untuk persyaratannya jelas berbeda dengan pegawai yang lainnya. Misalkan dengan surat permohonan atau mengajukan untuk menjadi PNS. Karena, meski berpeluang menjadi seorang PNS, belum tentu semuanya bersedia. “Ini masih dalam peluang, nanti bisa mengajukan permohonan. Karena tidak semua atlet mau menjadi PNS, makanya dengan surat permohonan, formulir dan persyaratan lainnya,” katanya. Peluang ini juga sesuai dengan Undang-Undang penyandang disabilitas bahwa mereka mendapatkan tempat sebesar 2 persen untuk menjadi seorang PNS. Porsi ini lebih besar jika dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya satu persen. “Jadi ini juga sudah sesuai dengan Undang-Undang disabilitas bahwa mereka mendapatkan 2 persen untuk menjadi PNS,” pungkasnya.

Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia (Kemenpan RB) pada pertengahan Januari 2018 bakal mengumumkan atlet yang berhak mendapatkan bonus pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menpan PAN-RB Asman Abnur mengatakan saat ini daftar persyaratan khusus atlet yang bisa mendapat bonus menjadi PNS sudah hampir final. Nantinya, kriteria penetapan atlet yang akan diangkat menjadi PNS akan disahkan melalui Peraturan Menpora (Permenpora) dan Peraturan PAN-RB (Permen PAN-RB). “Kami harapkan nanti pertengahan Januari, tepatnya 17 Januari akan kami umumkan atlet-atlet yang diberikan formasi khusus untuk menjadi PNS,” kata Asman di Kantor Kemen PAN-RB, Senin (8/1). Asman berharap lewat pemberian bonus PNS ini atlet-atlet berprestasi punya masa depan yang jelas. Selain itu bonus ini bisa memberikan motivasi baru buat para atlet. Asman berharap lewat pemberian bonus PNS ini atlet-atlet berprestasi punya masa depan yang jelas.(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) Terkait kuota, Asman mengatakan pihaknya tidak menetapkan jumlah tertentu. Semua tergantung pada kriteria yang diatur lewat Permenpora dan Permen PAN-RB nantinya. “Jadi atlet mana saja yang dianggap bisa diangkat dan bisa diberi formasi khusus itu, tentu kriterianya adalah di tingkat dunia medali apa yang diperoleh, di ASEAN, kemudian nasional apa?“ ucap Asman. Menpora berharap bonus menjadi PNS memacu semangat atlet jelang Asian Games 2018. (CNN Indonesia/Hesti Rika) Mengenai jabatan sebagai PNS yang bakal didapat atlet nantinya akan disesuaikan dengan pendidikan terakhir atlet bersangkutan. Kemen PAN-RB juga memberikan batasan usia dan jenjang waktu atlet berprestasi yang bisa menerima bonus tersebut. “Fokusnya dijadikan pegawai Kemenpora dulu. Nanti bisa saja didistribusikan ke daerah, bisa ke provinsi atau kabupaten kota. Jadi selama ini kami lihat atlet tidak punya masa depan, hanya digunakan pada saat berprestasi. Dia akan menjadi pegawai negeri yang bermanfaat sampai dia pensiun,” ujar Asman. Semantara itu, Menpora Imam Nahrawi mengungkapkan penetapan bonus PNS bagi atlet berprestasi adalah kebijakan terbaik yang dibuat Meteri Asman untuk atlet Indonesia. “Kami harapkan ini bisa memacu semangat berprestasi khususnya menjelang Asian Games 2018. Karena di Asian Games selain uang juga mendapatkan bonus PNS, karenanya momentum ini tidak boleh disia-siakan seluruh atlet,” kata Imam. (har/ptr)

Jakarta (ANTARA News) – Peraih medali emas SEA Games (SEAG) 2017 Malaysia bakal mendapatkan bonus ganda setelah pemerintah dalam hal ini Kemenpora akan memberikan bonus uang serta menjanjikan “slot” sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Ini adalah terobosan yang kami lakukan. Kami juga sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) terkait hal ini (pengangkatan menjadi PNS),” kata Menpora Imam Nahrawi di sela peninjauan pelatnas karate di Jakarta, Jumat. Menurut dia, pengangkatan peraih medali emas menjadi PNS ini merupakan salah bentuk apresiasi dari pemerintah. Untuk itu pihaknya meminta kepada semua atlet Indonesia benar-benar memberikan kemampuan terbaiknya pada kejuaraan dua tahunan itu. “Kami akan buktikan rencana ini. Kami berharap ini akan menjadi motivasi lebih bagi atlet Indonesia,” kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu. Apa yang dilakukan oleh Kemenpora ini juga bakal berlaku untuk peraih emas untuk kejuaraan diatasnya yaitu Asian Games 2018. Apalagi Indonesia bakal menjadi menjadi tuan rumah kejuaraan empat tahunan itu. Janji yang diucapkan oleh orang nomor satu di Kemenpora ini sangat diapresiasi oleh atlet yang bakal menjadi tulang punggung Indonesia pada SEA Games 2017. Salah satu atlet yang mengapresiasi adalah Jintar Simanjuntak. Atlet karate nomor kumite ini berharap janji dari menpora itu benar-benar terealisasi karena pasti banyak atlet Indonesia yang bakal mengejar posisi sebagai PNS itu. PNS selama ini masih menjadi salah satu primadona pekerjaan masyarakat Indonesia. “Semoga janji mengangkat jadi PNS dan pemberian bonus bagi peraih emas SEA Games 2017 benar-benar terealisasi,” tuturnya dan didukung rekan pelatnas karate lainnya. Demi memotivasi atlet, Menpora Imam Nahrawi bersama dengan komandan kontingen Indonesia Aziz Syamsuddin dan ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto melakukan peninjauan langsung pelatnas masing-masing cabang olahraga. Setelah meninjau pelatnas karate, Menpora dan rombongan meninjau pelatnas boling di Ancol. Rencananya, peninjauan pelatnas ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Pewarta: Bayu K Editor: Tasrief Tarmizi COPYRIGHT © ANTARA 2017

Mendagri Tjahjo Kumolo – Antara/Sigid Kurniawan Kabar24.com, JAKARTA–Kementerian Dalam Negeri memutuskan perangkat desa tidak bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan hal tersebut juga sudah mendapat kesepakatan para aparatur desa. “Tadi sepakat perangkat desa tidak usah di PNS-kan. Tapi hak dan kewajibannya sebagai ujung tombak pemerintahan ingin disamakan, misalnya gaji minimal UMR yang ada di desa dan bisa mendapat fasilitas BPJS,” kata Tjahjo dalam rilis, Jumat (4/8/2017). Dia menambahkan para perangkat desa bersedia untuk tidak disebut sebagai PNS, setelah beberapa kali dilakukan pertemuan dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPID). “Hanya nanti peningkatan kualitas aparaturnya, termasuk kesejahteraannya, tanah bengkok ada, ada tunjangan pokok, tunjangan kesehatan, itu mau ditata dengan baik,” ujarnya. Pihaknya sedang mempersiapkan keterbukaan data agar semua bisa mengakses, di mulai dari penggunaan keuangan desa. “Kemudian partisipasi masyarakat bagaimana. Jangan hanya anggaran desa itu dikerjakan sekelompok kecil orang, bagaimana partisipasi masyarakat harus bisa optimal,” beber Tjahjo. Ia menegaskan Kemendagri hanya mengatur aparatur desanya ,sedangkan anggarannya dari Kemenkeu diserahkan langsung ke bupati. Kemudian dari bupati langsung ke desa.

“Aturan Kemenpan RB harus ditegakkan,” tegasnya di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (29/12). Sebelumnya, Menpan RB Asman Abnur sudah mengingatkan kepada semua PNS di negeri ini bahwa libur bersama tahun hanya pada tanggal 1 Januari. Menteri asal Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut juga menekankan, jika ada PNS yang absen pada tanggal 2 Januari nanti, maka akan dijatuhi sanksi tegas seperti yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah mengenai Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). “Saya malah Rapim tanggal 2. Rapim kita,” imbuh Anies. [wid]

Related Posts

Comments are closed.