Saling Ejek di Instagram, Tawuran di Kembangan Memakan Korban

Saling Ejek di Instagram, Tawuran di Kembangan Memakan Korban

Dua kelompok siswa SMA di Jakarta Barat terlibat tawuran di Jalan Arjuna, Kembangan. Tawuran itu berawal dari saling ejek di Instagram. “Kejadian ini terjadi pada Rabu (10/1), sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut keterangan yang diperoleh, bahwa beberapa hari sebelum terjadi tawuran, kedua kubu saling ejek di Instagram,” kata Kapolsek Kembangan, Kompol Supriadi, dalam keterangannya, Kamis (11/1/2019). Dalam adu komentar tersebut, kedua kubu saling menantang untuk tawuran. Lalu, dipilihlah lokasi di Jalan Arjuna sebagai lokasi tawuran. “Masing-masing kelompok berjumlah sekitar 30 orang. Mereka sudah mempersiapkan senjata tajam seperti celurit dan samurai,” ucap Supriadi. Seorang siswa berinisial ML mengalami luka bacok akibat tawuran tersebut. Dia sempat kritis karena menerima tujuh kali sabetan senjata tajam. “Korban mengalami luka di kepala bagian atas seperti telinga kiri, pangkal lengan kiri, punggung dua bacokan, pinggang, dan lengan kanan,” ucap Supriadi. Korban langsung dibawa ke RS Puri Indah untuk mendapat pertolongan medis. ML sudah menjalani operasi. Saat ini kondisinya masih lemah. “Kasus ini masih kami selidiki untuk menangkap beberapa pelaku yang diduga lebih dari lima orang,” kata Supriadi.

Dua kelompok siswa SMA di Jakarta Barat terlibat tawuran di Jalan Arjuna, Kembangan. Tawuran itu berawal dari saling ejek di Instagram. “Kejadian ini terjadi pada Rabu (10/1), sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut keterangan yang diperoleh, bahwa beberapa hari sebelum terjadi tawuran, kedua kubu saling ejek di Instagram,” kata Kapolsek Kembangan, Kompol Supriadi, dalam keterangannya, Kamis (11/1/2019). Dalam adu komentar tersebut, kedua kubu saling menantang untuk tawuran. Lalu, dipilihlah lokasi di Jalan Arjuna sebagai lokasi tawuran. “Masing-masing kelompok berjumlah sekitar 30 orang. Mereka sudah mempersiapkan senjata tajam seperti celurit dan samurai,” ucap Supriadi. Seorang siswa berinisial ML mengalami luka bacok akibat tawuran tersebut. Dia sempat kritis karena menerima tujuh kali sabetan senjata tajam. “Korban mengalami luka di kepala bagian atas seperti telinga kiri, pangkal lengan kiri, punggung dua bacokan, pinggang, dan lengan kanan,” ucap Supriadi. Korban langsung dibawa ke RS Puri Indah untuk mendapat pertolongan medis. ML sudah menjalani operasi. Saat ini kondisinya masih lemah. “Kasus ini masih kami selidiki untuk menangkap beberapa pelaku yang diduga lebih dari lima orang,” kata Supriadi.

Setya Novanto tak memberikan komentar apapun usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ketika ditanya tentang buku hitam yang digenggamnya, Novanto diam. Dari pantauan, Kamis (11/1/2018), Novanto yang tampak mengenakan kemeja batik warna cokelat itu dikawal menuju ke mobil tahanan di lobi pengadilan. Tak ada komentar apapun yang disampaikan Novanto. Sebelumnya dalam persidangan, Novanto tak pernah lepas dari buku hitamnya itu. Buku itu tampak berada di depannya. Beberapa kali, Novanto terlihat dibukanya. Dia tampak pula menuliskan sesuatu di buku itu ketika salah seorang saksi menjelaskan tentang transaksi uang yang dilakukan keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Kemudian, Novanto juga sempat berbisik-bisik dengan pengacaranya, Maqdir Ismail, yang duduk di sisinya. Begitulah aktivitas Novanto sepanjang persidangan. Isi buku hitam itu pun masih misteri. Namun sebelum sidang siang tadi, Novanto tampak membuka buku hitam itu. Ada beberapa coretan tulisan di buku itu. Hanya saja, isinya tidak terlalu jelas. [Gambas:Video 20detik]

Akhirnya terungkap bila dolar yang ditransfer keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, berasal dari perusahaan milik Johannes Marliem. Fakta itu diungkap komisaris PT Berkah Langgeng, Yuli Hira, dalam persidangan terdakwa Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta. Yuli awalnya diminta bantuan oleh Riswan, karyawan money changer yang didatangi Irvanto untuk barter dolar. “Anda diperiksa KPK bilang dari Biomorf, benar?” tanya hakim pada Yuli dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018). “Saya tahu dari pas di KPK kalau uang dari Biomorf,” jawab Yuli. Awalnya, Yuli mengaku dikabari Riswan bila ada orang yang ingin transfer uang dari luar negeri. Namun, Riswan tak menyebutkan nama Irvanto. “Iwan (nama panggilan Yuli untuk Riswan) transfer saya ada klien mau jual dolar Singapura saya kasih rekening. Kalau masuk saya kasih dia cash,” ujar Yuli. Hakim kembali menyampaikan keheranannya tentang barter dolar itu. Dia menanyakan alasan Yuli tak menaruh curiga atas transaksi itu. “Kok dolar dari sana ke sini tukar dolar juga. Kenapa nggak pikiran, ada apa ini?” tanya hakim. “Sudah biasa kalau di Singapura,” jawab Yuli. Selain itu, Yuli mengaku memberikan beberapa nomor rekening kepada Riswan. Namun Yuli menyebutkan nama rekening yang diberikan kepada Riswan. “Iya ada jual beli ke saya karena murah 40 poin,” kata Yuli. Dalam surat dakwaan Novanto, pemberian fee padanya diambil dananya dari bagian pembayaran PT Quadra Solution kepada Johannes Marliem melalui perusahaan Biomorf Mauritius dan PT Biomorf Lone Indonesia. Duit itu ditransfer ke rekening Made Oka Masagung di Singapura yang diteruskan ke Novanto. “Untuk itu Johannes Marliem akan mengirimkan beberapa invoice kepada Anang Sugiana Sudihardjo sebagai dasar untuk pengiriman uang, sehingga seolah-olah pengiriman uang tersebut merupakan pembayaran PT Quadra Solution kepada Biomorf Mauritius atau PT Biomorf Lone Indonesia,” sebut jaksa KPK dalam surat dakwaan itu.

MY alias Ato (20) terkapar di pinggir Jalan Raya Tegal Buleud, Cipangparang, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, Jawa Barat pada Senin (8/1/2018). Sejumlah warga dan pengguna jalan yang melintas kemudian mengambil gambar saat Ato ‘terkapar’ lalu mengunggahnya ke media sosial. Postingan tentang Ato yang menjadi korban pembegalan kemudian menyebar melalui aplikasi pesan Whatsapp dan media sosial Facebook. sejumlah media bahkan mewawancarai Ato di kediamannya, kepada wartawan saat itu Ato kekeuh dirinya menjadi korban pembegalan. Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi kemudian menceritakan peristiwa pembegalan yang diceritakan Ato kepada petugas saat awal melakukan pemeriksaan. “Pada Senin (8/1) sekitar pukul 13.00 WIB, dia melintas di tempat kejadian menggunakan motor miliknya tiba-tiba dipepet sepeda motor yang dia sebut sebagai pelaku. Dia mengaku saat terjatuh kunci motor miliknya langsung dibuang, agar tidak diambil oleh para pelaku yang dia sebut berjumlah dua orang,” kata Nasriadi, via sambungan telepon dengan detikcom, Kamis (11/1/2018). Baca Juga: Berpura-pura Jadi Korban Begal, Pria di Sukabumi Ini Jadi Tersangka Dua begal itu lalu mendatangi Ato dan langsung memukul korban dari arah belakang menggunakan batang kayu, saat itu Ato mengaku langsung pingsan usai dihajar kedua pelaku begal tersebut. “Dia ini mengaku tidak sadarkan diri, kemudian dia siuman saat dibantu sejumlah orang yang kebetulan melintas untuk bangun, setelah dicek tas miliknya telah hilang di dalam tas tersebut berisikan bon tagihan pulsa dan uang sejumlah Rp 3 juta,” lanjut Nasriadi. Dalam foto-foto yang diperoleh detikcom, akting pria tersebut memang meyakinkan. Dia nampak tidak sadarkan diri dan meringis kesakitan saat sejumlah warga mencoba menyadarkan dirinya. Meski mengaku dibegal, Ato tidak melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian. Polisi kemudian bergerak dan melakukan penyelidikan sampai akhirnya kebohongan Ato terbongkar. “Korban sesungguhnya tidak pernah menjadi korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Begal) akan tetapi korban memberikan keterangan tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat terlepas dari permasalahan dirinya telah menggelapkan uang setoran pulsa sebesar Rp 1,3 juta kepada pemilik konter tempat dirinya bekerja,” terang Nasriadi. Polisi juga menemukan sejumlah fakta, hasil visum tidak memperlihatkan adanya bekas luka ataupun hantaman benda tumpul di bagian tubuhnya. “Hasil visum tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekekerasan,” pungkas Nasriadi.

Tim gabungan Satgas Bareskrim dan Polda Bali menggerebek sebuah rumah mewah di Badung, Bali. Rumah tersebut diduga dijadikan markas sejumlah warga negara asing (WNA) untuk melakukan cyber fraud . Penggerebekan dipimpin oleh Wadir Krimsus Polda Bali AKBP Rudi Setiawan, Kasubdit Kamneg Polda Bali AKBP Yos Guntur, dan Kasubdit Perbankan Ditkrimsus Polda Bali AKBP Agung Kanigoro. Sedangkan tim Satgas Bareskrim dipimpin oleh AKBP Dedi Murti Haryadi, AKBP Raden Bagoes Wibisono, dan Kompol Malvino Edward Yustifia Sitohang. Informasi yang didapat detikcom dari sumber di kepolisian, penggerebekan dilakukan di empat lokasi di kawasan Bali. Penggerebekan dilakukan pada Kamis (11/1/2018). Salah satunya sebuah rumah di Jl Tukad XXI No 22, Badung, Bali. Tim juga menggerebek rumah mewah di Kompleks Pecatu Indah Resort, Jl Sahadewa No A1/47, Badung. “Ada juga yang di Kompleks Pecatu Indah Resort, Jl Vila Sahadewa II No D1/112, Badung. Jadi dia sewa dua rumah di Komplek Pecatu itu, cuma beda blok,” ujar perwira polisi itu kepada detikcom , Kamis (11/1). Rumah tersebut dilengkapi fasilitas kolam renang, kitchen set , furnitur mewah, dan lain-lain. Harga sewa rumah mencapai puluhan juta rupiah. Rumah mewah di Bali (ist) Rumah mewah di Bali (ist) Para WNA tersebut ditangkap atas dugaan cyber fraud . Mereka menyewa rumah mewah di Bali untuk melancarkan operasinya, yakni memeras sejumlah pejabat di negara asalnya dengan modus mengaku sebagai polisi atau jaksa. Di lokasi tersebut, tim mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya peralatan komunikasi, antena pemancar, paspor para pelaku, dan sejumlah barang bukti lain. Saat ini ada puluhan WNA yang terdiri dari pria dan wanita yang diamankan Satgas.

Muda Ikhsan Harahap mengaku pernah menerima transfer uang dari PT Biomorf Mauritius, perusahaan milik Johannes Marliem. Uang itu dikirim dalam 2 tahap, masing-masing sebesar USD 299 ribu. Ikhsan menyebut uang itu diperuntukkan untuk Dedi Priyono, kakak terdakwa kasus e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ikhsan menyebut ada keterangan ‘e-KTP’ dari transfer itu. “Waktu uang masuk, di bukti transfer ada keterangan Biomorf, ada tulisan e-KTP,” ucap Ikhsan yang merupakan pengusaha dari Singapura itu ketika bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018). Penerimaan pertama disebut Ikhsan terjadi pada Maret 2012. Setelah itu, menurut Ikhsan, Dedi memintanya mengirimkan uang itu ke orang kepercayaan Dedi. “USD 299.873, jadi SGD 377.600 masuk ke rekening DBS. Uang ini dari Biomorf Mauritius keterangan software development and konsultasi fee, saya kasih ke seseorang suruhan Dedi,” ujar Ikhsan. Untuk penerimaan kedua terjadi 2 bulan kemudian. Setelah menerima uang itu, Ikhsan kembali mengirimkannya ke seseorang atas perintah Dedi. “Pada 7 Mei 2012, USD 299.873 ke rekening UOB. Ini diperintah transfer ke Raden Gede di Singapura. Uang dari Biomorf,” ucap Ikhsan. Jaksa pada KPK menanyakan apakah PT Medisi Solutions milik Ikhsan punya hubungan bisnis dengan Biomorf. Ikhsan mengaku tidak ada. “Anda ada hubungan bisnis sama Biomorf?” tanya jaksa. “Nggak ada,” jawab Ikhsan.

Dalam persidangan Setya Novanto, terungkap adanya upaya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo melakukan barter dolar. Upaya keponakan Novanto itu disebut PPATK sebagai upaya mengaburkan transaksi. “Misalnya saya ini pedagang valuta asing, kamu punya duit, saya punya rekening di Singapura, kamu juga punya duit di Singapura, terus kamu transfer dari rekeningmu ke rekening saya di Singapura, terus kamu ambil cashnya dari saya di sini (Indonesia). Berarti itu ada upaya untuk mengaburkan transaksi itu,” kata Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin kepada detikcom , Kamis (11/1/2018). Menurut Badar, transaksi seperti itu tidak akan terpantau PPATK. Badar juga mengatakan transaksi itu perlu dicurigai karena jumlahnya pun besar. “Dengan demikian duit itu tidak akan terpantau pada duit yang keluar masuk di Indonesia, karena tidak terpantau ada uang keluar masuk di sini dan itu dalam jumlah yang besar ditarik dalam tunai. Itu dilihat sebagai upaya pengaburan asal usul transaksi dan asetnya,” sebut Badar. Sebelumnya, seorang saksi bernama Riswan yang bekerja di sebuah perusahaan money changer mengaku pernah didatangi Irvanto. Saat itu, Irvanto ingin membarter dolar. “Irvanto datang bawa dolar?” tanya hakim Franky dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, siang tadi. “Nggak, cerita begini dia ada dolar di luar negeri dia tidak mau terima dolar di Indonesia,” ujar Riswan. Namun, Riswan tidak memiliki rekening bank di Singapura untuk urusan itu. Riswan pun menyebut perusahaannya bekerja sama dengan PT Berkah Langgeng untuk urusan transfer tersebut melalui Komisaris PT Berkah Langgeng bernama Yuli Hira. Menurutnya, ada beberapa rekening yang ditransfer Irvanto. Setelah itu, Riswan mengirimkan beberapa nomor rekening bank kepada Irvanto. Kemudian Irvanto memberitahukan bahwa ia mengirimkan uang sekitar USD 2,6 juta ke rekening itu. “Seingat saya USD 2,6 juta,” kata Riswan. “Anda tahu tidak nama pemilik rekening?” tanya hakim. “Tidak tahu,” jawab Riswan. Kemudian, Yuli yang juga dihadirkan sebagai saksi menyebut uang yang ditransfer ke beberapa rekening itu berasal dari PT Biomorf Mauritius. Perusahaan itu merupakan anak perusahaan PT Biomorf Lone Indonesia milik Johannes Marliem, salah satu saksi kasus e-KTP yang meninggal di New York, Amerika Serikat (AS).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran, Jakarta Selatan. Hal ini terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Novanto. Sementara itu, IU membawa pulang penghargaan utama di hari pertama Golden Disc Awards yang ke-32. Saat menyambut penghargaan, ia menyampaikan pidato emosional untuk Jonghyun ‘SHINee’. Berikut Top 5 News edisi Kamis (11/1/2018). [Gambas:Video 20detik] 1. KPK Geledah Kantor Fredrich Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran, Jakarta Selatan. Hal ini terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Novanto. Dalam kasus ini, Fredrich dan dokter RS Medika Permata Hijau dr Bimanesh Sutarjo telah berstatus tersangka. Keduanya disangka memanipulasi data rekam medis Novanto. Manipulasi itu dilakukan untuk menghindari panggilan KPK atas Novanto. Artikelnya dapat disimak di sini: KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi Sampai ke Lantai 3 2. Opsi Ganjil-Genap Motor di Jl Thamrin Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno masih menelisik sejumlah masukan setelah Mahkamah Agung membatalkan larangan sepeda motor di Jl. Sudirman-MH. Thamrin. Salah satunya pertimbangan untuk memberlakukan opsi ganjil genap bagi motor. Usulan ganji genap motor di Jl Sudirman-MH Thamrin dilakukan datang dari Polda Metro Jaya. Hal ini untuk menggantikan pembatasan motor di kawasan Thamrin Artikelnya dapat disimak di sini: Pemprov DKI Kaji Usulan Polisi soal Ganjil-Genap Motor 3. Pidato Emosional IU di Golden Disc Awards untuk Jonghyun ‘SHINee’ IU dianugerahi piala Daesang di Golden Disc Awards. Saat berbicara di atas panggung usai menerima pialanya, sang musisi pun bicara soal Jonghyun. Seperti yang diketahui, Jonghyun adalah salah satu teman baik IU. Sang mendiang bahkan pernah menciptakan lagu untuk IU bertajuk ‘A Gloomy Clock’. Videonya dapat disimak di sini: Pidato Emosional IU di Golden Disc Awards untuk Jonghyun ‘SHINee’ 4. Nokia 2 Resmi Mendarat di Indonesia Nokia 2 akhirnya resmi mendarat di Indonesia setelah dirilis November 2017 lalu di China. Kapasitas RAM hanya 1 GB, sementara memori internalnya juga cuma 8 GB. Kamera depan punya spesifikasi 5 MP, sedang di belakang berukuran 8 MP. Salah satu keunggulan ponsel ini terletak pada baterainya karena diklaim dapat bertahan hingga dua hari pemakaian. Harga yang dibanderol Rp 1,499 juta. Artikelnya dapat disimak di sini: Nokia 2 Mendarat di Indonesia, Harganya? 5. Derby London yang Berakhir Tanpa Pemenang Chelsea bertemu Arsenal di leg I semifinal Piala Liga Inggris. Chelsea memiliki 21 percobaan, 6 tepat sasaran. Sementara The Gunners memiliki 8 tembakan, 3 mengarah ke gawang. Namun tidak ada satu gol pun yang berhasil dilesakkan. Videonya dapat disimak di sini: Derby London yang Berakhir Tanpa Pemenang

Related Posts

Comments are closed.