Sabu Liquid di Diskotek MG Dijual Rp 400 Ribu Per Botol

Sabu Liquid di Diskotek MG Dijual Rp 400 Ribu Per Botol

Selain sebagai tempat hiburan, Diskotek MG di Tubagus Angke, Jakarta Barat, juga memproduksi sabu liquid di lantai bagian atas. Sabu liquid itu dijual seharga Rp 400 ribu per 330 militer. Informasi yang didapatkan di lokasi, Minggu (17/12/2017), sabu liquid itu dijual dalam bentuk kemasan air mineral ukuran 330 milimeter. Dalam kemasan itu telah dicampur beberapa jenis narkoba seperti sabu dan ekstasi. Untuk mendapatkan sabu tersebut, pengunjung diwajibkan membeli sebuah voucher kartu. Sementara itu, proses produksi sabu liquid ini dilakukan di lantai 4 gedung yang sama. “Iya, penggerebekan saat ini masih berlangsung dipimpin oleh Deputi Penindakan BNN Bapak Arman Depari,” kata Direktur Prosekusor dan Psikotropika BNN Anjan Pramuka Putra saat dikonfirmasi detikcom . Anjan mengatakan, penggerebekan berlangsung di lantai 4. Penggerebekan dilakukan setelah penyidik BNN mendapatkan informasi adanya transaksi narkotika di lokasi tersebut. “Dia ada menjual minuman satu botol itu dijual Rp 400 ribu, itu dicampur sabu liquid, kemudian ada ekstasi juga,” tutup Anjan.

Selain sebagai tempat hiburan, Diskotek MG di Tubagus Angke, Jakarta Barat, juga memproduksi sabu liquid di lantai bagian atas. Sabu liquid itu dijual seharga Rp 400 ribu per 330 militer. Informasi yang didapatkan di lokasi, Minggu (17/12/2017), sabu liquid itu dijual dalam bentuk kemasan air mineral ukuran 330 milimeter. Dalam kemasan itu telah dicampur beberapa jenis narkoba seperti sabu dan ekstasi. Untuk mendapatkan sabu tersebut, pengunjung diwajibkan membeli sebuah voucher kartu. Sementara itu, proses produksi sabu liquid ini dilakukan di lantai 4 gedung yang sama. “Iya, penggerebekan saat ini masih berlangsung dipimpin oleh Deputi Penindakan BNN Bapak Arman Depari,” kata Direktur Prosekusor dan Psikotropika BNN Anjan Pramuka Putra saat dikonfirmasi detikcom . Anjan mengatakan, penggerebekan berlangsung di lantai 4. Penggerebekan dilakukan setelah penyidik BNN mendapatkan informasi adanya transaksi narkotika di lokasi tersebut. “Dia ada menjual minuman satu botol itu dijual Rp 400 ribu, itu dicampur sabu liquid, kemudian ada ekstasi juga,” tutup Anjan.

Sejumlah tokoh mulai berdatangan ke aksi bela Palestina di Monas, Jakarta Pusat. Mereka yang datang dari mulai Zaitun Rasmin hingga Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis. Pantaun detikcom di lokasi, Minggu (17/12/2017) mereka tampak duduk di atas panggung. Sebagian di antara mereka juga tampak memberikan arahan kepada peserta aksi yang berada di depan panggung. Foto: Sejumlah tokoh mulai berdatangan ke aksi bela Palestina di Monas, Jakarta Pusat. (Kanavino-detikcom) Sementara itu, massa yang telah hadir terlihat melantunkan zikir. Mereka juga ikut menyanyi nasyid dipimpin oleh beberapa orang. Chalil Nafis sempat memberikan sambutan di depan massa aksi. Dia meminta kepada massa untuk menunjukkan dunia bahwa umat islam tidak rela Palestina dijajah oleh Israel. “Bahwa kita hadir di tempat ini insyaallah berjuta juta umat Islam, rakyat Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia, umat terbesar di Indonesia tidak rela Palestina dirampas dan dijajah oleh Israel,” tuturnya. Dia juga meminta kepada peserta aksi untuk tetap menjaga kebersihan. Menurut Chalil, tak boleh ada peserta yang merusak lingkungan Monas. “Untuk menjaga lingkungan ini, jangan injak rumput yang indah. Duduk dan berdiri dan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.

Aksi Bela Palestina atau ‘Aksi 1712’ akan digelar di Monas pada Minggu (17/12) hari ini. Berikut urutan kegiatannya. Aksi itu akan dimulai dengan salat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal, kemudian dilanjutkan penyampaian aspirasi di Taman Pandang, seberang Istana Merdeka. Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis mengatakan jika kantor Kementerian Agama juga dibuka untuk jemaah. “Kalau mau (salat) subuh silakan, kalau sudah penuh bisa di sekitar Istiqlal, tadi saya bicara dengan protokoler Kementerian Agama juga dibuka mungkin bisa salat di BI juga bisa, di sekitar-sekitar Monas mestinya sehingga orang tinggal jalan kaki ke Monas,” kata Cholil saat dihubungi Sabtu (16/12/2017). Cholil mengatakan acara resmi Aksi Bela Palestina ini akan dimulai pada pukul 06.00 WIB di Monas. Aksi itu akan diisi dengan doa bersama sebagai solidaritas untuk Palestina. “Resminya pukul 06.00 WIB kita pastikan sebelum zuhur sudah selesai. Besok akan diisi zikir, tausiah, asmaul husna, ada baca puisi, ada nasyid yang semuanya membela terhadap Palestina, menolak terhadap penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menolak pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem,” urai Cholil. “Itu semuanya hanya berkenaan bebaskan Palestina dari kependudukan Israel, tidak ada aksi di depan Kedubes,” katanya. Cholil mengatakan aksi bela Palestina ini massa tidak long march hingga Kedutaan Besar Amerika Serikat. Namun, polisi memberi keterangan berbeda. Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, dari Monas massa aksi akan melakukan longmarch hingga Kedubes AS. Terkait hal ini polisi telah menyiapkan pengaturan lalu lintas. “Kalau memang harus dilakukan pengalihan, kita alihkan. Tetapi kalau memang tidak, ya tetap. Kita bisa lakukan contraflow, atau buka-tutup atau hanya separuh jalan digunakan. Kita memberi informasi ke pengunjuk rasa untuk berbaris di pinggir jalan sehingga jalan bisa digunakan itu juga bisa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Sabtu (16/12). Polda Metro juga telah menyiagakan kurang-lebih 20.000 personel untuk mengamankan aksi ini. Argo berharap aksi tersebut berjalan lancar dan aman. “Untuk jumlah estimasi massa, kita tidak ada dalam pemberitahuan di situ. Kita berharap semoga dilaksanakan dengan lancar dan aman,” sambungnya.

Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Semarang memanfaatkan limbah plastik untuk dirajut menjadi pakaian. Prosesnya tak mudah dan memakan waktu yang tak sebentar. Seperti apa? Dialah Agung Surtikanti (39), warga Glendang RT 06/RW 03, Desa Watuagung, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Di sela-sela jualan peyek dia mengumpulkan limbah plastik untuk dibawa pulang. “Plastik yang terkumpul, kami cuci terus dijemur. Setelah kering, plastik kami potong-potong dengan lebar 2 cm,” kata Agung saat ditemui di rumahnya, Sabtu (16/12/2017). Plastik yang sudah dipotong-potong, kemudian disambung dengan cara dipanasi. Kemudian, dirajut dengan cara direnda. “Dulu, saya diajari ibu merajut dengan bahan kain wol. Terus sekarang memanfaatkan sampah plastik karena prihatin dengan lingkungan,” ujarnya. Agung Surtikanti sedang mengerjakan pakaian dari limbah plastik. Foto: Eko Susanto/detikcom Sampah plastik yang lama penguraiannya dan bisa mencemarkan lingkungan menjadi kekhawatirannya. Ia pun merajut plastik hanya saat waktu luang saja. Hal ini mengingat saban harinya keliling jualan peyek. “Kalau pas libur seperti ini bisa seharian mengerjakan. Untuk satu baju saja bisa sampai berminggu-minggu baru selesai,” kata dia seraya memperlihatkan plastik yang telah dikumpulkannya. Selain membuat baju hasil rajutan ukuran anak-anak dan dewasa, juga membuat rajutan untuk tutup toples. Perempuan lulusan SMP ini pun ingin membuat sekitar 10-20 baju yang nantinya ingin menggelar fashion show pakaian dari plastik. Dia membanderol pakaiannya ini dengan harga mulai dari Rp 750 ribu – Rp 1 juta. “Ini baru jadi 4. Kalau dipakai harus pakai (tambahan) dalaman biar enak,” tutur istri dari Kholik Syarifudin Zukri (37) ini.

Umat muslim Indonesia menggelar Aksi Bela Palestina untuk menyuarakan protes terhadap pengakuan Presiden AS Donald Trump bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota Israel. Rupanya aksi ini juga memantik umat muslim dari negeri jiran untuk ikut aksi di Jakarta. “Ya mereka memang menyampaikan kalau memang mau datang dan ikut aksi. Kita mempersilakan saja, karena isu Palestina bukan isu Indonesia saja, tapi juga isu internasional. Selain Brunei, ada juga dari Malaysia, temen-temen yang aktif di masjid, di kajian ngasih informasi mau ke Jakarta,” kata Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis saat dihubungi Sabtu (16/12/2017). Cholil mengatakan pihaknya tidak mengundang umat muslim dari Brunei maupun Malaysia. Mereka datang dan ikut aksi murni karena mempunyai keprihatinan yang sama untuk membela Palestina. “Kita mempersilakan mereka yang punya keprihatinan yang sama untuk Palestina bergabung besok. Asal menjaga ketertiban,” pesan Cholil. Cholil menambahkan pihaknya tidak mengetahui ada berapa rombongan umat muslim dari negeri jiran tersebut yang akan ikut aksi. “Komunitas, masyarakat biasa, yang prihatin terhadap Palestina. Mereka tidak menyebutkan jumlah hanya cerita temen-temen mau hadir (aksi),” jelasnya. Aksi bela Palestina ini akan dimulai dengan salat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal. Aksi itu akan dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi di Taman Pandang, seberang Istana Merdeka. “Resminya pukul 06.00 WIB kita pastikan sebelum zuhur sudah selesai. Besok akan diisi zikir, tausiah, asmaul husna, ada baca puisi, ada nasyid yang semuanya membela terhadap Palestina, menolak terhadap penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menolak pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem,” urai Cholil.

Jika Anda merasakan bagian wajah sebelah kanan nyeri dan cenat-cenut, waspadai perlengketan pembuluh darah di salah satu saraf batang otak. Seperti yang dialami Yanis Candra Santi (39) asal Sidoarjo. Pasien yang menjalani operasi ke 1001 ini mengalami nyeri sejak 2012 silam. “Ibu merasa nyeri di telinga bagian dalam. Semakin lama semakin merambat ke bagian wajah. Tapi masih jarang nyerinya, cuma sebentar saja lalu hilang. Kami konsultasikan ke dokter THT, karena kami pikir ada masalah dengan bagian THT-nya. Tapi asma dokter cuma dikasih obat pereda nyeri,” terang Yus Satyo (39), suami Yanis yang sedang menunggu proses operasi sang istri, Rabu (30/8/2017). Meski sudah mengunjungi beberapa dokter, Yus bersama istri tidak puas dengan hasil yang ada. “Kami pergi ke dokter ahli syaraf, akhirnya diketahui bahwa ada masalah pada syaraf di otak, tapi dokter tidak memberi solusi. Padahal, empat bulan terakhir ini nyerinya semakin konstan. Akhirnya saya inisiatif cari di internet dan ketemu nama dokter Sofyan. Saya dan istri bertemu dokter Sofyan baru tahu bahwa istri menderita Trigeminal Neuralgia atau perlengketan pembuluh darah dengan salah satu saraf di batang otak,” terang Yus. Salah satu ahli bedah saraf di Comprehensive Brain and Spine Center (CBSC) Surabaya, dr M Sofyanto SpBS menjelaskan gejala Trigeminal Neuralgia yakni nyeri yang luar biasa dan tidak tertahankan di satu sisi wajah. “Selain itu nyeri di bagian gigi, gusi, pipi dan terkadang sampai mata dan dahi satu sisi.R asa nyeri yang timbul bersifat mendadak dan singkat seperti diestrum, ditusuk, disilet dan terasa panas,” terangnya. Selain itu, menurut Sofyan, penderita juga bisa merasakan nyeri bila disentuh atau melakukan aktivitas harian. Seperti makan, minum, sikat gigi, membersihkan wajah, bahkan nyeri saat dicium. “Meski terlihat seperti nyeri biasa, namun banyak masyarakat yang tidak memahami tentang sakitnya, karena minimnya informasi yang benar dan terpercaya. Selain itu, masyarakat juga tidak tahu kemana harus berobat,” jelas Sofyan. Trigeminal Neuralgia bukanlah penyakit turunan. Menurut Sofyan penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja. “Bisa terbawa sejak lahir, tapi bukan penyakit turunan. Perbandingannya delapan dari seratus orang bisa mengalami ini (Trigeminal Neuralgia),” jelas Sofyan. Trigeminal Neuralgia selama ini juga dikenal sebagai salah satu ‘silent killer’ yang menjadi penyebab depresi akibat nyeri. “Bila tidak segera diobati dan melampaui batas ambang kemampuan, penderita bisa sampai nyaris bunuh diri,” pungkas Sofyan.

Panji-panji hitam-putih dengan tulisan Arab berkibar di tengah aksi bela Palestina. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa menjadi pemacu semangat para peserta aksi penentang kebijakan sepihak Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dua panji tersebut tampak di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (17/12/2017). Kalimat Arab yang tertera di dua panji itu berbunyi ‘La Ilaha Illallah Muhammadurrasulullah’, yang dikenal sebagai kalimat Tauhid. Ar-Rayah merupakan panji dengan latar hitam dan tulisan Arab putih. Sedangkan Al-Liwa merupakan kebalikannya. Banyak peserta aksi Bela Palestina yang membawa dan mengibarkan bendera ini. Bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa berkibar di tengah massa Aksi Bela Palestina Foto: Gibran Maulana/detikcom Panji Ar-Rayah dan Al-Liwa terus dikibarkan sedemikian rupa hingga terbentang mantap. Si pengibar bendera yang juga salah satu peserta aksi, kemudian memekikkan takbir. “Allahu Akbar!” ucapnya di depan pintu Al-Fattah Masjid Istiqlal. Massa Aksi Bela Palestina di masjid Istiqlal (Foto: Gibran Maulana/detikcom) Sontak, beberapa massa yang mendengar takbir menjadi terpicu. Mereka membalas takbir dengan takbir. Massa makin bersemangat. Tepat pukul 05.30 WIB, massa berangsur meninggalkan Masjid Istiqlal, bergerak menuju Monas, tempat utama aksi Bela Palestina. Kibar bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa, disertai takbir, mengiringi niat massa yang hendak membela habis-habisan Palestina.

Related Posts

Comments are closed.