Pujian Djarot untuk Sihar Sitorus yang Jadi Cawagubnya

Pujian Djarot untuk Sihar Sitorus yang Jadi Cawagubnya

Djarot Saiful Hidayat dipasangkan dengan Sihar Sitorus untuk maju di Pilgub Sumatera Utara. Djarot pun memuji pasangannya yang merupakan putra DL Sitorus. “Beliau juga punya pengalaman, sekolahnya bagus, kuliahnya bagus, ya toh tinggal kita jalan sama-sama,” kata Djarot, di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (5/1/2018). Ia memuji Sihar yang merupakan lulusan dari universitas di Inggris. Sihar juga mendirikan beberapa club sepak bola di Sumatera Utara. “Yang penting niat kita sama, Sumut sama, Sumut bangkit, Sumut bersih. Marilah aku mengajak seluruh warga Sumut diperantauan ayo mari bersama sama bangun Sumut kan gitu ya,” sambungnya. Djarot mengaku optimis bersaing di Pilkada Sumut walaupun dirinya terkenal di Jakarta. Saat ini fia berfokus akan segera mendaftarkan diri ke KPUD. “Persiapan jangka pendek yaitu persiapan administrasi pendaftaran di KPU,” kata Djarot. Saat mengantar Ketum PDIP Megawati Soekarno memasuki mobil, puluhan fans Djarot membawa spanduk meneriaki Djarot. Kemudian Djarot yang memakai baju merah PDIP itu langsung menghampiri massa yang memakai pakaian putih dan berfoto-foto.

Djarot Saiful Hidayat dipasangkan dengan Sihar Sitorus untuk maju di Pilgub Sumatera Utara. Djarot pun memuji pasangannya yang merupakan putra DL Sitorus. “Beliau juga punya pengalaman, sekolahnya bagus, kuliahnya bagus, ya toh tinggal kita jalan sama-sama,” kata Djarot, di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (5/1/2018). Ia memuji Sihar yang merupakan lulusan dari universitas di Inggris. Sihar juga mendirikan beberapa club sepak bola di Sumatera Utara. “Yang penting niat kita sama, Sumut sama, Sumut bangkit, Sumut bersih. Marilah aku mengajak seluruh warga Sumut diperantauan ayo mari bersama sama bangun Sumut kan gitu ya,” sambungnya. Djarot mengaku optimis bersaing di Pilkada Sumut walaupun dirinya terkenal di Jakarta. Saat ini fia berfokus akan segera mendaftarkan diri ke KPUD. “Persiapan jangka pendek yaitu persiapan administrasi pendaftaran di KPU,” kata Djarot. Saat mengantar Ketum PDIP Megawati Soekarno memasuki mobil, puluhan fans Djarot membawa spanduk meneriaki Djarot. Kemudian Djarot yang memakai baju merah PDIP itu langsung menghampiri massa yang memakai pakaian putih dan berfoto-foto.

Sihar Sitorus (Foto: Facebook Sihar Sitorus) Nama Sihar Sitorus digadang-gadang akan menjadi calon wakil gubernur yang maju bersama Mantan Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat di Pilgub Sumut 2018. Meski belum disebutkan secara resmi, namun dari dua kandidat yang masuk bursa cawagub Djarot, hanya Sihar yang sesuai dengan karakteristik yang disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto menggambarkan calon wakil gubernur tersebut adalah sosok yang populer di kalangan muda, suka olahraga dan memiliki rekam jejak pendidikan yang bagus. Selain Sihar, kandidat cawagub Djarot adalah Nurhajizah Marpaung, yang tak identik dengan karakteristik itu. Bagaimana profil Sihar? Sihar Sitorus (Foto: Facebook Sihar Sitorus) Dalam hal pendidikan, pria yang lahir dengan nama Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus Pane di Jakarta, 13 Juli 1968 tersebut memang tidak perlu diragukan. Setelah lulus SMA di Jakarta, tahun 1987 Sihar mengambil gelar S1-nya di bidang Science in Business Administration di University of Arizona, Amerika. Lulus dalam waktu 4 tahun, Sihar langsung mengambil gelar master di bidang yang sama di Creighton University, Amerika. Seolah belum puas menuntut ilmu, tahun 1993 ia pun memutuskan mengambil program diploma di bidang ekonomi bisnis di Strathclyde University, Skotlandia. Baru, pada tahun 1998 ia mengambil gelar doktor masih di bidang administrasi bisnis di Manchester Business School, UK. Saat menempuh pendidikan diploma, Sihar sebenarnya sedang bekerja di di PT Freeport Indonesia dan BEJ pada kurun waktu 1993-1995. Keluar dari BEJ dan Freeport, ia pun memutuskan untuk menekuni dunia bisnis dan menjadi Direkur Lembaga Peduli Hutan Indonesia hingga sekarang. Sihar Sitorus (Foto: Facebook Sihar Sitorus) Selain masalah pendidikan yang begitu baik, Sihar juga memenuhi kualifikasi soal kecintaan terhadap olahraga. Sebab, nama Sihar memang tidak asing bagi pecinta sepakbola di Indonesia karena pernah menjadi ketua umum salah satu Tim Indonesia di era keemasan PSMS Medan. Kecintaan Sihar terhadap sepakbola bahkan membuatnya rela menggelontorkan dana cukup besar bagi tim kesayangannya. Sihar juga tercatat pernah mendirikan tiga klub sepakbola Medan Chiefs Deli Serdang, Pro Titan, dan Nusaina Fans Club yang ia bentuk sebagai bentuk keprihatinannya terhadap persepakbolaan dalam negeri. Saat PSMS Medan berlaga di Indonesia Super League, Sihar bahkan tak segan mengearkan dana agar tim yang ia bangun bisa terus bertanding. Sihar kemudian dikenal sebagai satu dari sedikit pengusaha yang begitu cinta dan peduli dengan kemajuan sepakbola. Di bidang sepakbola, Sihar juga pernah menjabat sebagai anggota komite eksekutif PSSI yang sering muncul dengan ide-ide segar tekait sepakbola. Baginya, banyak bakat-bakat terpendam di rumput hijau dalam negeri yang sayang jika dibiarkan begitu saja tanpa ada yang mengembangkan. Sihar juga aktif di bidang politik dan menjadi tokoh dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PRRN) yang didirikan oleh ayahnya, Darius Lungguk Sitorus. Bahkan, di tahun 2009, Sihar sempat mencalonkan diri sebagai anggota leislatif dari partai PPRN. Suara untuknya sebenarnya cukup untuk mengantarkannya menjadi anggota DPR-RI di dapil Sumatera Utara II. Namun, karena partainya tidak lolos di KPU, ia harus legowo dan menerima kenyataan belum bisa duduk di pemerintahan saat itu. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (Foto: Intan Alfitry/kumparan) Sepak terjangnya di dunia politik pun terus berlanjut dengan menjadi Juru Kampanye Nasional di pemilu 2014 dan ditunjuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai salah satu dari 120 tokoh-tokoh PDIP. Bahkan, ia juga ditunjuk sebagai anggota tim kampanye Jokowi-JK bersama degan Sukardi Rinakit, Andreas Pareira, Arie Sumarmo, Arief Budimanta, Ady Prasetyono, Heri Achmadi, Ida Fauziah, M Prakosa, Muhtosim Arief, Musdah Mulia, Pataniari Siahaan, Rizal Sukma, Syaifullah Mashum, Sakti Wahyu Trenggono, dan Silverius Sonny. Langkahnya di dunia politik sudah cukup mulus. Kini, Sihar kembali memberanikan diri untuk masuk dalam kontestasi yang lebih besar, Pilgub Sumut 2018. Meski namanya belum resmi disebut, namun sosok Sihar cukup bisa dipertimbangkan untuk diwaspadai para pesaingnya. Recananya, PDIP akan mengumkan secara resmi siapa yang akan menjadi cawagub mendampingi Djarot Syaiful Hidayat pada Minggu (7/1) besok.

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (Foto: Intan Alfitry/kumparan) PDIP memutuskan untuk mengusung Djarot Saiful Hidayat sebagai cagub Sumut dan Ganjar Pranowo sebagai cagub Jateng untuk maju di Pilkada serentak 2018. Keputusan ini akan diumumkan PDIP dalam deklarasi cagub dan cawagub yang digelar siang ini. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri secara khusus melontarkan pujian kepada Djarot dan Ganjar di sela acara deklarasi cagub dan cawagub. Pujian disampaikan Mega saat memberikan pidato di acara deklarasi. “Saya lihat, pada tahun pertamanya berhasil. Saya tidak akan susah payah untuk mencari orang lain. Saya izinkan dia untuk jadi kedua kalinya,” ujar Megawati di DPP DPIP, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1). Megawati pun menyebutkan, Djarot sebagai salah satu contoh tokoh DPIP yang diusung kembali karena terbukti pernah sukses memimpin. Ia menilai sepak terjang Djarot di politik terbilang cemerlang. “Saya bisa lihat, umpamanya seperti Pak Djarot, setelah saya lihat lulus, membentuk kariernya di partai itu juga bukan langsung jadi tokoh,” katanya. Ia memuji, kinerja Djarot selama menjabat sebagai Wali Kota Blitar dua periode sudah berhasil. Sehingga, tidak ada keraguan saat ia menunjuk Djarot sebagai cagub Sumut. “Dua kali itu kan sepuluh tahun, jadi Wali Kota Blitar dan berhasil. Sehingga saya selalu merekrut di kalangan internal. Yang muda-muda yang selalu saya doakan. Ini anak bagus,” pujinya. Megawati kemudian juga melontarkan pujian kepada Ganjar yang ia kenal sejak baru bergabung di PDIP dan kemudian menjadi anggota DPR. Melihat potensi yang dimiliki Ganjar, Megawati kemudian memasukkannya ke jajaran eksekutif untuk menjadi gubernur di Jawa Tengah. “Banyak orang waktu itu dengan sinis bilang, ‘Ibu kok naruh dia, surveinya hanya sekitar enam persen saja’. Bagi kami, survei tidak masuk sebagai pegangan, hanya sekadar menambah modal saja,” tambahnya. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (Foto: Intan Alfitry/kumparan) Namun, keputusan Megawati untuk terus mengusung Ganjar di Pilkada 2013 lalu rupanya berbuah manis. Ganjar yang mengawali dengan elektabilitas yang rendah, bisa terpilih sebagai gubernur. “Di PDIP itu utamanya soliditas. Kalau saya sudah katakan maju tempur, tidak akan adanya yang bisa menyatakan tidak bisa,” ungkap Megawati.

Related Posts

Comments are closed.