Pria Ini Menari di Puncak Tugu Zapin Pekanbaru

Pria Ini Menari di Puncak Tugu Zapin Pekanbaru

Seorang laki-laki aksi menari di atas patung ikon Pekanbaru, Riau, Tugu Tarian Zapin. Aksinya ini sempat menyita perhatian bagi warga pengguna jalan. Aksi orang yang diduga alami gangguan jiwa ini terjadi Kamis (1/3/2018) di Tugu Zapin. Lokasi tugu ini berada di depan Kantor Gubernur Riau di persimpangan Jl Sudirman dan Gajah Mada. Tugu Zapin ini berada di bundara di kawasan pusat kota. Aksi orang kurang waras ini pun menyita pengguna kendaraan yang berhenti di traffic light baik di depan Kantor Gubernur Riau atau di depan Mapolda Riau. Aksi pria itupun sempat direkam warga dan menyebar di medsos. Dalam video yang dilihat detikcom, pria diduga gila ini menari-nari di kepala patung pria. Dia juga melakukan push up. Selain itu pria yang naik dengan membuka pakaian atasnya itu juga menirukan gaya patung yang tangannya tengah bergaya menari khas Melayu Riau itu. Usai memanjat patung zapin itu, pria ini pun turun dan mengenakan kembali kaos warna merah. Di bundaran itu dia pun bergaya mengatur lalu lintas. Karo Humas Pemprov Riau, Firdaus saat dikonfirmasi detikcom, mengatakan, bahwa pria tersebut sepertinya mengalami gangguan jiwa. “Saya tidak melihat langsung saat pria itu memanjat Tugu Zapin itu. Tapi ini saya lagi melintas, pria itu sudah di jalan malah mengatur lalu lintas,” kata Firdaus. Saat ini, pria tersebut telah turun dengan sendirinya. Ia kembali menari-nari di perempatan jalan.

Baca juga :

Pekanbaru, adalah sebuah kota yang terletak di bagian timur dari Pulau Sumatera. Ibu kota dari provinsi Riau ini adalah kota yang sibuk. Dari pagi hingga malam, kota ini yang aderus berdenyut dengan berbagai aktifitas masyarakat. Banyak wisatawan menganggap Pekanbaru hanya memiliki pasar bawah sebagai daerah tujuan wisata. Namun, pendapat mereka ini salah. Pekanbaru memiliki wisata yang menarik bahkan dikatakan unik. Wisata tersebut adalah wisata makan atau yang dikenal dengan sebutan culinary adventure .  Secara spesifik, wisata makanan tersebut adalah wisata  kedai kopi.

seperti di kutip dari https://bayuwinata.wordpress.com

Banyak terdapat kedai kopi di kota ini. Sebagai gambaran, jika kita menyusuri kawasan di pinggir sungai Siak. Yang di mulai dari Pasar Bawah hingga kawasan pelabuhan Sungai Duku. Dengan mudahnya kita akan menemukan kedai-kedai yang menjual kopi. Kedai kopi yang ada di kota ini, juga berperan sebagai saksi sejarah dalam perkembangan kota. Menurut sejarahnya. Kota ini  dahulu nya bernama Senapelan, yang berada di tepi sungai Siak, karena memiliki posisi yang strategis, daerah ini menjadi kawasan perdagangan. Pada awal abad ke 17, daerah Senapelan berkembang menjadi kawasan pasar. Yang ramai di datangi oleh  pedagang-pedagang dari dataran tinggi Minangkabau. Daerah Senapelan ini, berada di bawah pemerintahan Kerajaan Siak. Dan, pada tanggal 23 Juni 1784. Berdasarkan musyawawah dewan menteri kerajaan Siak, kawasan ini diberikan nama Pekanbaru atau secara harfiah memiliki arti pasar baru.

seperti di kutip dari https://bayuwinata.wordpress.com

Seiring perkembangan zaman,  Pekanbaru menjadi sebuah kawasan perdagangan yang besar. Berbagai macam suku bangsa datang ke daerah ini. Para pendatang ini membawa kebudayaan mereka masing-masing. Salah satu suku bangsa yang membawa kebudayaan asli adalah suku bangsa China yang sudah lama merantau dan mendiami kawasan ini. Budaya tersebut adalah budaya minum kopi. Budaya ini mereka bawa, secara tidak langsung. Saat mereka terjun ke usaha warung kopi. Pada zaman dahulu, warung kopi ini akan ramai oleh para pedagang karet, setelah mereka selesai menimbang karet dan menjual nya. Mereka akan melepas lelah mereka dengan minum kopi di kedai. Pelan-pelan, hal ini menjadi kebiasaan.

seperti di kutip dari https://bayuwinata.wordpress.com

Yup, mereka akan menyajikan kopi kedalam cangkir yang terbuat dari keramik. Alasan penggunaan cangkir keramik ini agar panas dari kopi ini bisa tahan dengan lama. Karena sudah menjadi kebiasaan, kedai kopi adalah tempat untuk bertukar pikiran dan berdiskusi. Bagi masyarakat Pekanbaru, jika ingin mendapatkan gosip-gosip terbaru. Silahkan berkunjug ke kedai kopi. Karena dari secangkir kopi panas ini obrolan akan mengalir dengan lancer. Jika ingin memesan secangkir kopi panas. Kita tinggal menyebutkan kopi O. Kopi O adalah kopi hitam.  Penamaan ini, sama seperti di Malaysia,Singapura,Medan,Tanjung Pinang,Batam,Bangka, dan Belitung. Selain kopi O, kita juga bisa memesan kopi susu dan juga teh susu.

seperti di kutip dari https://bayuwinata.wordpress.com

Kedai kopi Liana. Kedai kopi yang terletak di jalan Kuantan Pekanbaru ini buka dari pukul 06.30 WIB sampai dengan   pukul 15.00 WIb.  Di sini, menu andalan nya adalah mie  Selat Panjang. Mie yang meminjam nama sebuah kabupaten di Riau ini memiliki keunikan.  Mie ini dihidangkan dengan kuah udang ataupun kuah kacang. Kuah udang yang di gunakan berasal dari campuran udang dan bumbu-bumbu pelengkap lain nya. Rasa dari kuah kaldu udang ini hampir mirip dengan rasa dari kuah mie Belitung. Perbedaan nya  terletak pada rasa. Jika rasa dari kuah mie Belitung agak manis. Maka rasa kuah udang dari mie Selat Panjang ini, pedas dan kaya akan rasa rempah dan bumbu.  Bau dari kaldu udang mampu menggugah selera saat mie ini dihidangkan. Hal yang sama dengan kuah kacang. Kuah kacang ini berasal dari campuran kacang, santan, dan bumbu penyedap. Rasa dari kuah kacang yang disiram ke mie ini hampir sama seperti dengan kuah gado-gado. Namun, lebih ringan. Kuah nya tidak pekat dan tidak terlalu manis. Di dalam sepiring mie yang kita pesan. Terdapat tahu,toge, serta mie kuning. Saat kita menikmati sepiring mie, lebih terasa nikmat jika menambahkan cabe rawit.

seperti di kutip dari https://bayuwinata.wordpress.com

Dari Kedai kopi Liana, kita menuju kedai kopi Megaria. Kedai kopi  ini terletak di jalan Juanda, Pekanbaru. Di sini, kita bisa menikmati semangkuk mie pangsit. Yap, menu andalan dari kedai kopi ini adalah mie pangsit keriting. Mie yang digunakan dalam mie pangst ini adalah mie keriting. Saat menghidangkan mie ini.akan ditambahkan  ayam yang sudah di bumbu merah, dan semangkuk pangsit rebus. Jika mie diaduk. Kita dapat melihat di dasar mie ini, terdapat bumbu yang berwarna coklat. Bumbu ini hampir mirip tekstur nya dengan bumbu mie ayam. Namun, rasa dari bumbu pangsit ini tidak lah semanis bumbu mie ayam.  Ada rasa pedas dari bumbu ini. Saat menikmati mie pangsit Megaria, jangan lupakan untuk menambah acar cabe rawit. Jika kita menambahkan acar cabe rawit kedalam mie  ini, paduan rasa pedas, asin akan semakin memanjakan lidah kita.

seperti di kutip dari https://bayuwinata.wordpress.com

Selain pangsit keriting dan mie Selat Panjang, ada lagi sebuah kedai kopi yang unik. Kedai kopi ini bernama kedai kopi Sahabat. Kedai kopi Sahabat ini terletak di jalan Juanda Pekanbaru. Selain menyediakan kopi. Kedai kopi ini juga menyediakan hidangan yang unik. Hidangan tersebut bernama mie kari. Mie kari ini tidak menggunakan mie kuning, namun menggunakan bihun dan di hidangkan bersama  kuah kari. Bihun ini tidak direbus ataupun digoreng. Namun disiram. Kari yang akan di campurkan kedalam mie ini bukanlah kari kambing, kari tersebu adalah kari ayam. Dan rasa kari nya tidak sepekat rasa kari kambing. Namun masih menyisakan sengatan pedas nya kari. Selain ayam, di dalam semangkuk mie kari ini juga ditambahkan dengan kentang rebus. Sangat mengugah selera bagi kita para pecinta makanan.

Seorang laki-laki aksi menari di atas patung ikon Pekanbaru, Riau, Tugu Tarian Zapin. Aksinya ini sempat menyita perhatian bagi warga pengguna jalan. Aksi orang yang diduga alami gangguan jiwa ini terjadi Kamis (1/3/2018) di Tugu Zapin. Lokasi tugu ini berada di depan Kantor Gubernur Riau di persimpangan Jl Sudirman dan Gajah Mada. Tugu Zapin ini berada di bundara di kawasan pusat kota. Aksi orang kurang waras ini pun menyita pengguna kendaraan yang berhenti di traffic light baik di depan Kantor Gubernur Riau atau di depan Mapolda Riau. Aksi pria itupun sempat direkam warga dan menyebar di medsos. Dalam video yang dilihat detikcom, pria diduga gila ini menari-nari di kepala patung pria. Dia juga melakukan push up. Selain itu pria yang naik dengan membuka pakaian atasnya itu juga menirukan gaya patung yang tangannya tengah bergaya menari khas Melayu Riau itu. Usai memanjat patung zapin itu, pria ini pun turun dan mengenakan kembali kaos warna merah. Di bundaran itu dia pun bergaya mengatur lalu lintas. Karo Humas Pemprov Riau, Firdaus saat dikonfirmasi detikcom, mengatakan, bahwa pria tersebut sepertinya mengalami gangguan jiwa. “Saya tidak melihat langsung saat pria itu memanjat Tugu Zapin itu. Tapi ini saya lagi melintas, pria itu sudah di jalan malah mengatur lalu lintas,” kata Firdaus. Saat ini, pria tersebut telah turun dengan sendirinya. Ia kembali menari-nari di perempatan jalan.

PEKANBARU – Seorang pria tak dikenal, melakukan aksi nekat, Kamis (1/3/2018) siang. Ia memanjat Tugu Zapin yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Aksi ‘nyelenehnya’ ini tak ayal membuat pengguna jalan was-was. Wajar saja, Tugu Zapin yang jadi salah satu icon Kota Pekanbaru itu memiliki ketinggian yang lumayan. Jika tergelincir sedikit saja, tentunya dapat menyebabkan cidera dan luka fatal. Namun itu tidak membuat pria tak dikenal tersebut takut.Sambil bertelanjang dada, ia menaiki Tugu Zapin hingga ke puncak. Setelah di atas, ia sempat meliuk-liukkan badan seperti sedang menari, seraya mengangkat kedua tangannya. Aksi nekat itu sempat jadi tontotan pengguna jalan.Ia juga memanjat hingga ke bagian kepala patung lalu ‘bertengger’ di atasnya. Lagi-lagi, pria itu menunjukkan semacam gaya. Kali ini dia merentangkan kedua tangannya. Tidak diketahui siapa orang yang melakukan aksi nekat tersebut. Tak ayal, ‘tontonan’ langka ini sempat diabadikan warga, baik dengan merekamnya hingga memfoto. Tak lama, aparat pun datang kemudian menyuruh pria ini turun. Setelah itu, dia langsung dibawa petugas.Tidak diketahui apa alasan pria ini memanjat Tugu Zapin, yang tentunya beresiko menimbulkan insiden. Namun aksi ‘nyeleneh’ tersebut sontak menjadi tontotan pengguna jalan. *** loading…

Pekanbaru, (Antarariau.com) – Sebanyak 200 anggota Pengawas Pemilu tingkat Kota Pekanbaru, turun ke Jalan Sudirman setempat tepatnya di Tugu Zapin, Rabu. Mereka melakukan aksi damai dan sosialisasi proses pencocokan dan penelitian (coklit) serentak bagi  data pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah 2018. “Ini cara kita sosialisasi dan ingin mengingatkan masyarakat Pekanbaru bahwa saat ini sudah berlangsung proses coklit data pemilih, ” kata Ketua Panwaslu Kota Pekanbaru, Indra Khalid Nasution di Pekanbaru. Indra menjelaskan cara ini diharapkan efektif untuk menarik minat masyarakat untuk tahu dan ikut terlibat memantau bahkan mensukseskan proses coklit yang sudah dimulai 20 Januari kemaren hingga 18 Februari 2018. “Kami Panwas dalam aksi ini melakukan orasi di persimpangan Tugu Zapin, sekaligus memasang spanduk dan membagikan stiker tempel dan sebagainya yang berisikan sosialisasi dan ajakan untuk ikut menyukseskan tahapan KPU ini, ” tuturnya. Ia berharap masyarakat Pekanbaru peduli terhadap proses coklit ini,  karena akan mempengaruhi validitas Daftar Pemilih Tetap (DPT)  nantinya. “Bagaimana cara masyarakat peduli yakni memastikan bahwa tiap anggota keluarga sudah di coklit, ” imbuhnya. Sementara itu salah satu pengendara motor Basuki (45) yang terjebak dikerumunan para anggota Panwaslu yang melakukan aksi jalan kaki dari Tugu Zapin menuju Kantor RRI Pro I awalnya mengaku kaget bahkan mengira ini aksi demo biasa yang sering terjadi di Riau. Namun setelah memperhatikan spanduk dan stiker yang diterimanya saat dibagikan anggota Panwaslu, ia mengaku sedikit faham. “Rupanya kita akan di data lagi nanti sebelum ikut memilih, ” ucapnya mencoba menyampaikan pemahaman yang dia miliki. Pantauan antara dilapangan aksi turun ke jalan tersebut dimulai pagi sekitar pukul 09.00 WIB, tepat di persimpangan Tugu Zapin Jalan Sudirman. Dengan seragam orange semua anggota yang dikomandoi Ketua Panwas Indra Kalid meneriakkan awasi coklit, sesekali berorasi dan membagikan stiker. Walau proses ini tidak berlangsung lama namun cukup menarik perhatian para pengendara baik roda empat maupun dua, lalulintas dibawah pengawalan kepolisian Resort Kota Pekanbaru juga dengan sigap sehingga tidak menyebabkan kemacetan.

“Sudah 1000 Hari Rezim Jokowi-JK menahkodai negeri ini, begitu banyak peristiwa yang mengguncangkan bangsa Indonesia. Mulai dari kegaduhan politik yang menjadi sajian menarik di media, tokoh penista agama cenderung dibela, subsidi listrik dicabut, BBM premium langka, hutang negara membengkak, daya beli melemah, Perppu Ormas yang dikeluarkan pun menyiratkan pemerintahan yang otoriter dan mencinderai konstitusi hukum, keadaan ekonomi tak kunjung membaik sesuai janji manis kempanye serta lapangan kerja semakin sempit,” sebut Alvian membacakan pernyataan sikap dari para mahasiswa.

Samudera Awan di Bukit Suligi, Riau. (ist) SERURIAU.COM, Pekanbaru  – Bukit Suligi di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, memiliki keunikan dipuncaknya berupa gulungan gumpalan awan yang disebut warga setempat dengan “samudra awan”. Fenomena alam ini mulai dikemas sebagai objek wisata baru oleh komunitas pencinta alam di Desa Aliantan Kecamatan Kabun, Rokan Hulu (Rohul). Lokasinya berjarak sekira 120 kilometer dari Kota Pekanbaru. “Samudra awan ini hanya ada pada pagi hari dipuncak bukit,” kata Kepala Desa Aliantan, Muhamad Rois Zakaria, kepada Antara di Aliantan, Sabtu (11/11) kemarin. Bukit Suligi merupakan deretan bukit yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan hutan lindung. Kawasan ini memiliki luas sekitar 33.000 hektare (Ha), yang hampir 80 persen atau 25.000 Ha di Rohul dan sisanya masuk wilayah Kabupaten Kampar. Awan merupakan butiran air atau kristal yang mengelompok di atmosfer. Di Bukit Suligi awan tersebut sangat pekat dan besar hingga bisa menutupi hamparan hutan lindung hingga terlihat hanya puncaknya saja. Massa berwarna putih itu terus bergerak seperti gelombang ombak yang menggulung-gulung dipantai. Hal ini yang membuat warga setempat menyebutnya sebagai fenomena “samudra awan”. Menurut Rois, puncak Bukit Suligi dari Desa Aliantan merupakan tempat terbaik untuk melihat langsung “samudra awan” pada pagi hari karena merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 812 meter dari permukaan laut (mdpl). Untuk pengunjung yang belum pernah ke sana, Rois mengatakan tidak perlu risau karena sudah ada komunitas sadar wisata “The Care Taker” yang bisa mendampingi. Komunitas ini mengelola jasa pengantaran, angkut barang, parkir, hingga tenda dan konsumsi. Mereka juga sudah memasang tanda-tanda dan tali di jalur ke puncak bukit, serta membuat ornamen hiasan dipuncak bukit yang cocok untuk swafoto (selfie) para pengunjung. “Mereka pemuda-pemuda yang kreatif, sayang kalau tidak dibina. Sudah satu tahun ini mereka saya bina demi kemajuan daerah,” kata Rois yang mengaku membiayai pengelolaan wisata Bukit Suligi Desa Aliantan dari kocek pribadinya. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, mengatakan sangat mendukung Bukit Suligi Desa Aliantan menjadi destinasi wisata baru dari Kabupaten Rohul. Ia menilai tempat tersebut menawarkan keindahan alam, petualangan dan keramahan warganya. Meski begitu, untuk menuju ke puncak yang memakan waktu hingga satu jam jalan kaki dan mendaki bukit di kemiringan 85 derajat merupakan tantangan yang cukup membutuhkan kondisi fisik prima. “Tempat ini sangat cocok sebagai tempat wisata minat khusus, menawarkan alamnya yang indah bagus untuk mendaki dan fotografi. Dan saya salut kepada kepala desa dan komunitas pemudanya yang kreatif mengemasnya jadi menarik,” kata Fahmizal Usman. Koordinator komunitas sadar wisata The Care Taker, Saprizal, mengatakan bagi pengunjung yang jarang mendaki tidak perlu khawatir karena akan selalu dipandu dari naik hingga turun bukit. Setiap pengunjung juga diberikan tips cara mendaki, mengatur nafas dan pertolongan darurat. “Keamanan dan kenyamanan pengunjung kita selalu prioritaskan,” katanya. Ia mengatakan, paket wisata melihat “samudra awan” hanya dibuka pada akhir pekan dan jumlahnya dibatasi hingga 30 orang agar bisa lebih puas menikmati pemandangan. Tarif wisatanya juga sangat terjangkau. “Paling maksimal Rp50 ribu satu orang. Itu sudah termasuk makanan dari kita,” katanya. Sejak dibuka untuk umum pada 2016, Puncak Bukit Suligi dari Desa Aliantan sudah menyedot cukup banyak pengunjung dari daerah-daerah di Riau hingga Provinsi Sumatera Barat. “Sejak dibuka sampai sekarang, ada sekitar 2.000 orang sudah datang ke sini. Kunjungan pada tahun ini saja sudah mencapai 1.000 orang,” kata Saprizal. (ara/ant)

Related Posts

Comments are closed.