Polri ke Irjen Heru: Tingkatkan Apa yang Sudah Diraih Buwas di BNN

Polri ke Irjen Heru: Tingkatkan Apa yang Sudah Diraih Buwas di BNN

Irjen Heru Winarko hari ini resmi dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Budi Waseso (Buwas). Polri berpesan agar Irjen Heru mempertahankan meningkatkan prestasi yang telah dicapai Buwas. “Saya mengucapkan selamat pada Irjen Heru yang telah dilantik Bapak Presiden jadi Kepala BNN,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018). Setyo mengatakan, menjalankan amanah sebagai Kepala BNN tentu tidak mudah. Namun dia yakin Irjen Heru Winarko mampu. Menurutnya, Heru merupakan salah satu perwira tinggi terbaik Polri. Irjen Heru Winarko dilantik jadi Kepala BNN Foto: Dok. Laily Rachev-Biro Pers Setpres “Tentunya beliau menjadi salah satu putra terbaik Polri yang mendapat amanah untuk memimpin Badan Narkotika Nasional. Ini merupakan satu tantangan bagi beliau dan kita harapkan beliau bisa mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah diraih Pak Buwas selama ini. Selamat sekali lagi untuk Pak Heru Winarko,” imbuh Setyo. Pelantikan Irjen Heru berlangsung di Istana Negara, Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru.

Baca juga : polri harap heru bisa melebihi prestasi buwas

INILAHCOM, Jakarta – Irjen Heru Winarko resmi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Budi Waseso yang pensiun. Irjen Heru dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (1/3/2018). Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengucapkan selamat kepada Irjen Heru Winarko yang menduduki jabatan barunya. Menurut Setyo, mantan Deputi Penindakan KPK tersebut merupakan putra terbaik Polri. “Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Heru Winarko yang telah dilantik oleh Presiden menjadi Kepala BNN,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018). Setyo mengatakan Irjen Heru akan mendapat tantangan yang lebih besar dibanding jabatan sebelumnya yakni Deputi Penindakan KPK. Lanjut dia, Irjen Heru diharapkan juga dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja dari Komjen Budi Waseso. “Nah ini merupakan satu tantangan bagi beliau tentunya dan kita harapkan beliau bisa mempertahankan dan meningkatkan apa yang telah diraih Buwas,” kata Setyo. Sebelumnya diberitakan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarto sebagai Kepala BNN menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas) di Istana Negara, Kamis (1/3/2018). Sebelum dilantik, Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretarit Negara Cecep Setiawan membacakan Surat Keputusan Presiden (Kepres) tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Badan Narkotika Nasional. “Menetapkan dan seterusnya, mengangkat Inspektur Jenderal Polisi Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional dan diberikan struktur Eselon 1 sesuai Peraturan Perundang-undangan. Ditetapkan di Jakarta tanggal 28 Februari 2018, Presiden Joko widodo,” kata Cecep. [ton]


Baca juga :

Irjen Heru Winarko resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru hari ini. Sebelumnya, ia menjabat sejumlah posisi di Polri hingga KPK. Heru merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Rekam jejak kariernya di kepolisian diawali dengan menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. Heru kemudian bertugas di Mabes Polri dan beberapa kali menempati posisi. Dia menjabat sebagai Wakil Direktur (Wadir) II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Polri pada 2009 dan Wadir III tindak pidana korupsi pada 2010. Dari Bareskrim, Heru kemudian ditunjuk untuk menjadi Asisten Deputi (Asdep) 4/ V Kamnas Kemenko Polhukam pada tahun 2010. Dua tahun kemudian, dia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Lampung menggantikan Brigjen Pol Jodie Rooseto. Tiga tahun berselang, Heru kembali ke Kemenko Polhukam. Dia ditunjuk sebagai staf khusus Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Dia merupakan staf ahli bidang ideologi dan konstitusi Menko Polhukam. Pada September 2015, Heru dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK hingga akhirnya ditunjuk Presiden Jokowi pada hari ini sebagai Kepala BNN. Sebelumnya, ada 3 nama yang diisukan menjadi Kepala BNN, antara lain Kalemdikpol Polri Komjen Moechgiyarto, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, dan Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko. Soal pergantian Komjen Budi Waseso (Buwas), Jokowi sudah menerima masukan dari pihak terkait, seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Informasi yang didapat detikcom, dari tiga nama itu, Jokowi memilih Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru menggantikan Budi Waseso. Namun belum diketahui apa yang menjadi landasan Jokowi memilih Heru. Berdasarkan informasi yang disampaikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pelantikan akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pukul 09.00 WIB. Kepala BNN yang dilantik akan menggantikan Komjen Budi Waseso, yang akan masuk masa pensiun pada Maret tahun ini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Irjen Heru Winarko resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru hari ini. Sebelumnya, ia menjabat sejumlah posisi di Polri hingga KPK. Heru merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Rekam jejak kariernya di kepolisian diawali dengan menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. Heru kemudian bertugas di Mabes Polri dan beberapa kali menempati posisi. Dia menjabat sebagai Wakil Direktur (Wadir) II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Polri pada 2009 dan Wadir III tindak pidana korupsi pada 2010. Dari Bareskrim, Heru kemudian ditunjuk untuk menjadi Asisten Deputi (Asdep) 4/ V Kamnas Kemenko Polhukam pada tahun 2010. Dua tahun kemudian, dia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Lampung menggantikan Brigjen Pol Jodie Rooseto. Tiga tahun berselang, Heru kembali ke Kemenko Polhukam. Dia ditunjuk sebagai staf khusus Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Dia merupakan staf ahli bidang ideologi dan konstitusi Menko Polhukam. Pada September 2015, Heru dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK hingga akhirnya ditunjuk Presiden Jokowi pada hari ini sebagai Kepala BNN. Sebelumnya, ada 3 nama yang diisukan menjadi Kepala BNN, antara lain Kalemdikpol Polri Komjen Moechgiyarto, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, dan Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko. Soal pergantian Komjen Budi Waseso (Buwas), Jokowi sudah menerima masukan dari pihak terkait, seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Informasi yang didapat detikcom, dari tiga nama itu, Jokowi memilih Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru menggantikan Budi Waseso. Namun belum diketahui apa yang menjadi landasan Jokowi memilih Heru. Berdasarkan informasi yang disampaikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pelantikan akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pukul 09.00 WIB. Kepala BNN yang dilantik akan menggantikan Komjen Budi Waseso, yang akan masuk masa pensiun pada Maret tahun ini.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo menunjuk Irjen Pol Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Pol Budi Waseso. Heru akan dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Maret 2018, pukul 09.00 WIB. Heru Winarko merupakan alumnus Akademi Kepolisian 1985. Jenderal bintang dua kelahiran Jakarta, 1 Desember 1962 ini menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK sejak 15 Oktober 2015. Rekam jejaknya di kepolisian diisi dengan berbagai jabatan, termasuk di satuan reserse. Pria 55 tahun ini  pernah menjabat sebagai wakil direktur III (tindak pidana korupsi) dan wakil direktur II (ekonomi khusus) Bareskrim Polri. Sebelum di Mabes Polri, Heru merupakan Kapolres Metro Jakarta Pusat. Dari Bareskrim, Heru diberi tugas baru sebagai Asdep 4/V Kamnas Kemenko Polhukam pada 2010. BACA JUGA: Presiden Jokowi Tunjuk Heru Winarko Jabat Kepala BNN Dua tahun kemudian, Heru dipercaya sebagai Kapolda Lampung (2012). Saat itu, Heru yang berpangkat brigjen (bintang satu) menggantikan Brigjen Pol Jodie Rooseto. Jodie dicopot menyusul bentrokan berdarah antarwarga di Lampung Selatan yang menewaskan sedikitnya 14 orang. Penunjukan Heru saat itu juga dalam rangka memulihkan kondisi Lampung, terutama meredakan konflik horizontal yang dipicu sentiment adat. Selama kariernya memimpin Polda Lampung, dia pernah mengungkap sejumlah kasus besar. Di antaranya penggerebekan bandar narkoba dengan barang bukti sabu 5 kilogram dan ekstasi 3.000 butir yang nilainya diperkirakan mencapai Rp8 miliar. Pada 2015, Heru kembali ke kantor Menkopolhukam. Di era kepemimpinan Menko Luhut Binsar Pandjaitan, Heru menjabat sebagai staf ahli bidang ideologi dan konstitusi Menkopolhukam. Tak sampai setahun, Heru kemudian ditunjuk sebagai Deputi Penindakan KPK. Sederet tanda jasa pernah diterimanya, antara lain Satya Lencana Ksatria Tamtama dan Bintang Bhayangkara Nararya. Penunjukan Heru mendapat apresiasi dari sejumlah koleganya, termasuk ketua KPK Agus Rahardjo. Agus menyambut keputusan Presiden Jokowi. ”Belum pernah ada deputi di KPK jadi Kepala BNN,” kata Agus, Rabu (28/2/2018).

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo pagi ini akan melantik Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Heru Winarko menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Heru menggantikan Komisaris Jenderal Budi Waseso yang pensiun mulai hari ini. Pelantikan dilakukan pukul 09.00 WIB di Istana Negara. “Iya, HW (Heru Winarko) dilantik jadi Kepala BNN,” ujar sumber di lingkungan Istana kepada CNNIndonesia.com . Heru merupakan satu dari tiga nama yang sebelumnya diajukan Polri kepada Presiden Jokowi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dua nama lainnya ialah Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukmanto. Juru Bicara Presiden Johan Budi mengatakan, kepala baru BNN terpilih atas pertimbangan-pertimbangan Presiden Jokowi dan juga masukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Heru bukan sosok yang pernah menangani kasus tindak pidana narkotika secara spesifik. Ia lebih banyak malang melintang di bidang ekonomi khusus dan korupsi. Sebelum menjadi Kepala BNN, Heru menjalankan fungsi perumusan kebijakan untuk sub-bidang penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan di KPK sejak 15 Oktober 2015. Jenderal Polisi bintang dua itu sempat menjadi Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menko Polhukam dan Kapolda Lampung. Ia juga sebelumnya menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakil Direktur Ekonomi dan Khusus, dan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Budi Waseso berharap penggantinya dia memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih baik, berintegritas, komitmen, dan kredibilitas yang jelas sehingga tidak mudah terkontaminasi.


Baca juga : read 210493 2018 03 01 dilantik jokowi sebagai kepala bnn ini profil irjen heru.html

SULUHRIAU- Irjen Heru Winarko akan dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru hari ini. Sebelumnya, ia menjabat sejumlah posisi di Polri hingga KPK. Heru merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Rekam jejak kariernya di kepolisian diawali dengan menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. Heru kemudian bertugas di Mabes Polri dan beberapa kali menempati posisi. Dia menjabat sebagai Wakil Direktur (Wadir) II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Polri pada 2009 dan Wadir III tindak pidana korupsi pada 2010. Dari Bareskrim, Heru kemudian ditunjuk untuk menjadi Asisten Deputi (Asdep) 4/ V Kamnas Kemenko Polhukam pada tahun 2010. Dua tahun kemudian, dia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Lampung menggantikan Brigjen Pol Jodie Rooseto. Tiga tahun berselang, Heru kembali ke Kemenko Polhukam. Dia ditunjuk sebagai staf khusus Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Dia merupakan staf ahli bidang ideologi dan konstitusi Menko Polhukam. Pada September 2015, Heru dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK hingga akhirnya ditunjuk Presiden Jokowi pada hari ini sebagai Kepala BNN. Sebelumnya, ada 3 nama yang diisukan menjadi Kepala BNN, antara lain Kalemdikpol Polri Komjen Moechgiyarto, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, dan Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko. Soal pergantian Komjen Budi Waseso (Buwas), Jokowi sudah menerima masukan dari pihak terkait, seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Informasi dilansir detikcom, dari tiga nama itu, Jokowi memilih Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru menggantikan Budi Waseso. Namun belum diketahui apa yang menjadi landasan Jokowi memilih Heru. Berdasarkan informasi yang disampaikan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, pelantikan akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, pukul 09.00 WIB. Kepala BNN yang dilantik akan menggantikan Komjen Budi Waseso, yang akan masuk masa pensiun pada Maret tahun ini. Sumber: detik.com | Editor: Jandri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Irjen Heru menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas), yang memasuki masa pensiun mulai Maret 2018. Pelantikan Heru berlangsung di Istana Negara pada Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru. Seusai pengucapan sumpah jabatan, Irjen Heru menandatangani sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi. Sesaat kemudian, giliran Jokowi membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut. [Gambas:Video 20detik]

Kapoldasu mengingatkan seluruh Polrestabes Medan dan Polsek jajaran agar menjaga prestasi dan nama baik yang sudah diraih selama ini. Sebab meskipun Polri sudah bertindak tegas terhadap pelaku Begal dan Pengedar Narkoba, masyarakat akan terus memantau kinerja Polri dan memperhatikan sikap prilaku individu personel Polri saat berada di tengah masyarakat. Untuk itu lakukan tugas dengan baik, bekerja saja sesuai tanggung jawab masing masing. Pimpinan akan menilai dan memberikan reward bila personel berhasil mengukir prestasi.

seperti di kutip dari http://beritasumut.com

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol H Sandi Nugroho menambahkan, pihaknya sangat bangga atas kunjungan Kapoldasu berbaur dengan kegiatan olahraga bersama. Melalui kegiatan ini semakin akrab dan terbina soliditas di Polrestabes Medan dan jajaran.”Kedepan apa yang sudah diarahkan oleh Kapolda akan ditindaklanjuti oleh Polrestabes Medan, untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat guna mewujudkan Kamtibmas yang mantab,” pungkas Sandi Nugroho didampingi Waka Polrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK.(BS04)

Upakarya Wanua Nugraha ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota yang dianggap berhasil melakukan pembinaan terhadap desa dan kelurahan sehingga berhasil meraih juara lomba desa dan kelurahan di ajang tingkat nasional. “Ini menjadi cambuk bagi kita untuk lebih serius memperhatikan pembinaan desa/kelurahan di Sumut agar lebih baik lagi ke depan. Pesan Pak Gubernur, para pemangku kepentingan seperti kepala daerah di kabupaten kota harus bersinergi dan terus berkoordinasi,” ujar Aspan.

Segala hal baik prestasi hingga kekurangan Polri dipaparkan secara langsung dan terbuka oleh Kapolri Tito dihadapan peserta konferensi diantaranya prestasi maupun penghargaan yang telah diterima Polri selama 2017, meningkatkan tipologi Polda, tranparansi anggaran, menurunkan angka kriminalitas kejahatan 23 persen dari tahun lalu, keberhasilan satgas pangan menjaga stabilitas pangan, penanganan tindak pungli, perwujudan transparansi, peningkatan pelayanan publik dalam segala sektor, inovasi Polri membentuk aplikasi-aplikasi, pengungkapan sindikat penyebar berita Hoax, penanganan karhutla, apresiasi penghargaan atas sistem anggaran Polri dan manajemensi anggaran dari Kemenkeu, BPK, serta berhasil menjadi percontohan institusi kategori BB oleh Menpan RB

seperti di kutip dari http://jurnal123.com

Lebih lanjut, Tito merinci Densus 88 yang semula-mula Bintang satu menjadi bintang Dua karena tantangan , dimana tantangan terorisme  karena sekarang bukan terorisme local  tetapi terorisme  internasional yang lebih banyak masuk ke Indonesia.  Dan ini sangat tergantung sekali dengan dinamika jaringan terorisme global. Terutama setelah ada ISIS terutama Alkaidah. Kita lihat ada fenomena lagi yaitu mereka yang radikalisasi dari   internet kemudian melakukan dilapangan dan menyusun serangan berdasarkan pembuatan bom dari internet dan lain-lain.“Oleh  karena itu saya mengangap bahwa Densus perlu diperkuat upaya pencegahan harus lebihi kuat juga dpimpin oleh seorang bintang dua wakil nya Bintang satu kemudian anggota densus saya dobelkan ,saya tidak sebutkan angkanya yang jelas saya minta untuk di dua kali lipatkan supaya penangannya maksimal. Tetapi instruksi masalah terorisme ini lakukan gerakan secara sailen  dan lakukan gerakan-gerakan Preemtip Struk lebih baik. Jadikan tindakan sebelum terjadi peristiwa.” rincinya.

seperti di kutip dari http://jurnal123.com

Sering dengan itu, Tito mengungkapkan oleh karena itu kemampuan diteksinya kuat sekali. Ini membutuhkan satgas yang kuat juga. Kemudian membentuk Direktorat khusu s  untuk masalah Cyber saya memperkuat 3 lini, kenapa bahwa masalah Hoax kemudian penggunaan cyber yang sekarang sangat bebas ini juga mengandung kerawanan. Kenapa karena kalau isinya prvokastif itu akan sangat berbahaya apa lagi public cendrung dibentuk opininya dari media social media convensional. “Ada beberapa buku riteratur yang mengatakan nanti beberapa tahun mendatang o personilpini public banyak dipengaruhi oleh media social disbanding media konvensional. Dengan kata lain media social nanti akan kopertik melampui media konvensional, Sekarang saja kita melihat dulunya kita tiap hari itu Polri juga memkuat pengawasan didunia cyber ini,” ungkapnya.

seperti di kutip dari http://jurnal123.com

Sesuai perkembangan, Tito menandaskan dengan satu di Humas bentuk Biro Multi Media. Seoarang bintang satu, yang kegiatannya melakukan patroli di dunia cyber Patrol untuk melakukan control dan menetralisir terutama hal-hal yang negative.  Kemudian membentuk opinin yang positif. Kedua, membentuk satu direktorat keamanan khusus ditkansus di Badan Intelejen Kepolisian dipimoin seorang bintang Satu juga. Yang khusus menangani cyber.Jadi melakukan patroli didunia cyber dan juga melakukan teknik -teknik cyber dalam rangka untuk menetralisir itu teknik intelejen. Ketiga adalah membentuk dan memperkuat direktorat Cyberyang dahulu Direktorat dipinmpin seoarng bintang satu sekarang menjadi seorang  Brigjend yang sekarang Bareskrim.” Tugasnya melakukan parroli di dunia cyber kemudain melakukan penegakan hokum kalau dianggap perlu uhtuk dilakukan upaya paksa dan penindakan.  Tangkap kerja dan lain-lain, itu dilakukan . Dengan begitu tiga lini ini di Humas, di Intelejen dan  Bareskirm  kita harapkan kemampuan Polri dalam menangani pengawasan didunia cyber , cyber media khususnya tanpa mengurangi lagi kebebasan menyampaikan pendapat,” tandasnya.

seperti di kutip dari http://jurnal123.com

Dalam acara turut dihadiri oleh Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, Ketua umum Ombudsman Prof. Amzulian Rifai, SH., LL.M., Ph.D, direktur Lemkapi Dr. Edi Saputra Hasibuan Sp.F, Komisi Kepolisian Nasional Ibu Pungky Indarti SH, Ketua Indo Barometer A.Khudori, Komisi III H. Bambang Soesatyo, Kadiv Humas Irjen Pol Setyo Wasisto, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. M. Iqbal, S.I.K., M.H, Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes. Pol. Drs. Martinus Sitompul, M.Si, Kabarhakam Polri, Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa dan pejabat utama Polri.(VEK)

Related Posts

Comments are closed.