Polres Jaksel-KPAI Koordinasi Terkait Eksploitasi Anak Jalanan

Polres Jaksel-KPAI Koordinasi Terkait Eksploitasi Anak Jalanan

Polres Jakarta Selatan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkoordinasi terkait kasus anak jalanan yang menjadi korban eksploitasi seksual. Anak jalanan itu dijual oleh empat orang wanita kepada warga negara asing (WNA). “Rencananya KPAI akan hadir di Polres Jakarta Selatan untuk memaparkan temuan tentang trafficking anak-anak jalanan,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, dalam keterangannya, Rabu (3/1/2017). Secara terpisah, Ketua KPAI Susanto menjelaskan pihaknya telah mendalami secara langsung kasus eksploitasi seksual anak jalanan tersebut. KPAI akan memaparkan sejumlah temuan mengenai hal tersebut pada siang nanti. “Ya, intinya nanti itu kami bertiga Komisioner Bidang Sosial bu Susianah kemudian Bidang Trafficking dan Eksploitasi ibu Ai Maryati, dan saya sama Kapolres. Pertama memang koordinasi terkait dengan hal itu, KPAI sudah mendalami ke lapangan. Maka kita koordinasi hasil itu. Maka kita bicarakan untuk membongkar kasus kasus lain,” ujarnya. Kasus eksploitasi anak ini terbongkar saat Sat Reskrim Polres Jaksel menangkap empat orang wanita yang terlibat dalam sindikat penjual anak jalanan kepada WNA. Kedua korban berinisial N (13) dan J (11) adalah anak yang berjualan tisu asongan di kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Selanjutnya, polisi juga menangkap WN Jepang Ando Akira (49) yang menjadi pelanggan (user) anak jalanan tersebut. Akira membawa korban ke hotel dengan membayar jasa layanan seksual sebesar Rp 1 juta per satu orang. Atas perbuatannya, tersangka Akira dijerat Pasal 76 huruf i jo Pasal 88 UU RI No 35 th 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 6 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Polisi juga telah mengirimkan surat ke Kedubes Jepang terkait penangkapan Akira ini.

Polres Jakarta Selatan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkoordinasi terkait kasus anak jalanan yang menjadi korban eksploitasi seksual. Anak jalanan itu dijual oleh empat orang wanita kepada warga negara asing (WNA). “Rencananya KPAI akan hadir di Polres Jakarta Selatan untuk memaparkan temuan tentang trafficking anak-anak jalanan,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto, dalam keterangannya, Rabu (3/1/2017). Secara terpisah, Ketua KPAI Susanto menjelaskan pihaknya telah mendalami secara langsung kasus eksploitasi seksual anak jalanan tersebut. KPAI akan memaparkan sejumlah temuan mengenai hal tersebut pada siang nanti. “Ya, intinya nanti itu kami bertiga Komisioner Bidang Sosial bu Susianah kemudian Bidang Trafficking dan Eksploitasi ibu Ai Maryati, dan saya sama Kapolres. Pertama memang koordinasi terkait dengan hal itu, KPAI sudah mendalami ke lapangan. Maka kita koordinasi hasil itu. Maka kita bicarakan untuk membongkar kasus kasus lain,” ujarnya. Kasus eksploitasi anak ini terbongkar saat Sat Reskrim Polres Jaksel menangkap empat orang wanita yang terlibat dalam sindikat penjual anak jalanan kepada WNA. Kedua korban berinisial N (13) dan J (11) adalah anak yang berjualan tisu asongan di kawasan Melawai, Jakarta Selatan. Selanjutnya, polisi juga menangkap WN Jepang Ando Akira (49) yang menjadi pelanggan (user) anak jalanan tersebut. Akira membawa korban ke hotel dengan membayar jasa layanan seksual sebesar Rp 1 juta per satu orang. Atas perbuatannya, tersangka Akira dijerat Pasal 76 huruf i jo Pasal 88 UU RI No 35 th 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 6 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Polisi juga telah mengirimkan surat ke Kedubes Jepang terkait penangkapan Akira ini.

Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pria warga negara (WN) Jepang, Ando Akira (49) atas dugaan eksploitasi seksual terhadap anak jalanan. Tersangka Akira mendapatkan korban yang dijual oleh tersangka Dinah (51) yang berperan sebagai mami atau muncikari. Akira ditangkap di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu (31/12/2017). Akira diketahui bekerja sebagai koki di sebuah restoran Jepang di Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan tersangka Akira mencabuli korban N (13) dan J (11) di sebuah hotel di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar Oktober 2017 lalu. “Awalnya ‘maminya’ itu, tersangka Dinah itu menawarkan seks korban N dan J kepada tersangka AA ini,” ujar Argo kepada detikcom , Rabu (3/1/2018). Pada saat itu, disepakati pembayaran untuk layanan jasa seks itu sebesar Rp 1 juta untuk satu orang korban. Tersangka Dinah kemudian membawa kedua korban tersebut ke hotel tersebut. “Kemudian tersangka AA ini di dalam hotel melakukan pencabulan terhadap kedua korban,” sambungnya. Uang pemberian dari tersangka Akira ini kemudian diberikan kedua korban kepada mami Dinah. Uang hasil melayani Akira itu dipotong oleh sang mami. “Uang tersebut disetorkan ke Mami Dinah masing-masing sebesar Rp 400 ribu,” tutur Argo. Atas perbuatannya itu, tersangka Akira dijerat Pasal 76 huruf i jo Pasal 88 UU RI No 35 th 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 6 UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Polisi telah mengirimkan surat ke Kedubes Jepang terkait penangkapan Akira ini. ini.

Malang dialami oleh seorang remaja pria di Johor Baru, Malaysia. Saat dirinya tengah sekarat akibat ditabrak sebuah van, dirinya malah dirampok. Dilansir Straits Times, Rabu (3/1/2018), kejadian itu diposting oleh seorang saksi mata di Facebook. Dia mengatakan sebuah van menabrak remaja yang disebut berusia 16 tahun. Insiden itu terjadi pada Selasa (2/1). Saat itu, sopir van menabrak remaja yang naik motor. Ia terpental di pinggir jalan dalam kondisi sekarat. Saat itu, seorang pria tak dikenal menghampirinya.Pria tersebut berdalih hendak menolong remaja itu. Dia memegang ponsel si remaja dan mengatakan ingin menelpon keluarga korban. Tapi tak berapa lama kemudian, pria itu malah kabur membawa ponsel remaja tersebut. “Kepalanya berdarah parah dan kami semua berusaha membantunya. Kemudian datanglah orang ini. Dia memeriksa ponsel remaja itu lalu lari,” tulis postingan di Facebook. Saat ini, insiden tersebut masih diselidiki oleh kepolisian setempat.

Related Posts

Comments are closed.