Polisi Tetapkan 6 Tersangka Terkait Pembacokan ABG di Bekasi

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Terkait Pembacokan ABG di Bekasi

Polisi menetapkan 6 orang tersangka terkait pembacokan Muhammad Jafar Sofyan Ali (16), pelajar di Kota Bekasi. Enam orang ini dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. “6 orang hasil pemeriksaan kita melakukan pengeroyokan. Mereka kita sangkakan pasal 170 KUHP,” ujar Kapolresta Bekasi, Kombes Indarto, kepada detikcom, Senin (29/1/2018). Indarto mengatakan, sebelum menetapkan 6 orang tersangka, pihaknya sudah memeriksa 26 saksi. Dari 26 orang ini sebagian adalah teman dari korban. “Dari 26 saksi ini ada yang kenal juga dengan atau teman korban,” ucapnya. Indarto menjelaskan, dari 26 orang ini terbagi dari anak sekolah dan anak yang putus sekolah. Usia rata-rata para saksi ialah 15 tahun sampai 17 tahun. “Termasuk pelaku yang rata-rata usianya masih anak,” ungkapnya. Pembacokan Jafar Sofyan Ali terjadi pada Minggu (28/1) pukul 01.26 dini hari. Pembacokan terjadi di Jalan Raya Seroja Depan Steam Motor Orange, Bekasi Utara. Akibatnya, korban mengalami luka sobek sepanjang 4 Cm dengan 8 jahitan.

Polisi menetapkan 6 orang tersangka terkait pembacokan Muhammad Jafar Sofyan Ali (16), pelajar di Kota Bekasi. Enam orang ini dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. “6 orang hasil pemeriksaan kita melakukan pengeroyokan. Mereka kita sangkakan pasal 170 KUHP,” ujar Kapolresta Bekasi, Kombes Indarto, kepada detikcom, Senin (29/1/2018). Indarto mengatakan, sebelum menetapkan 6 orang tersangka, pihaknya sudah memeriksa 26 saksi. Dari 26 orang ini sebagian adalah teman dari korban. “Dari 26 saksi ini ada yang kenal juga dengan atau teman korban,” ucapnya. Indarto menjelaskan, dari 26 orang ini terbagi dari anak sekolah dan anak yang putus sekolah. Usia rata-rata para saksi ialah 15 tahun sampai 17 tahun. “Termasuk pelaku yang rata-rata usianya masih anak,” ungkapnya. Pembacokan Jafar Sofyan Ali terjadi pada Minggu (28/1) pukul 01.26 dini hari. Pembacokan terjadi di Jalan Raya Seroja Depan Steam Motor Orange, Bekasi Utara. Akibatnya, korban mengalami luka sobek sepanjang 4 Cm dengan 8 jahitan.

Polisi meringkus pelaku pembunuhan terhadap gadis manis berusia 17 tahun Mashita Oktavia di Perumahan Alinda, Kota Bekasi. Pelaku AS (17) diringkus tanpa perlawanan saat masih terpengaruh minuman keras (miras) jenis gingseng. Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto mengatakan, setelah memeriksa sejumlah saksi serta rekaman CCTV dari salah satu warnet di dekat TKP, petugas pun mendapati ciri-ciri dan identitas pelaku. AS dibekuk petugas di tempat persembunyiannya di Kampung Bulak Perwira RT 5/17, Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Senin (11/12/2017) dini hari. ”Saat melakukan pembunuhan AS dalam pengaruh miras jenis gingseng. Ketika ditangkap pun tersangka masih terpengaruh miras tersebut,” kata Indarto kepada wartawan Senin sore tadi. Indarto menuturkan, sehari-hari pelaku merupakan pengamen yang biasa mengais rezeki di sekitar lokasi kejadian. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya kini AS mendekam di tahanan Polrestro Bekasi Kota. AS akan dijerat Pasal 338 KHUP tentang Pembunuhan subsider Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seseorang dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara. Sebelumnya diberitakan, Mashita Oktavia tewas dengan luka sabetan celurit di tubuhnya di depan gerbang Perumahan Alinda Kencana I, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (9/12/2017) dini hari tadi. Dalam peristiwa ini handphone milik korban raib, sedangkan sepeda motornya tetap berada di lokasi. Pembunuhan yang dialami korban ini terjadi pada pukul 01.30 WIB dan sempat dilihat warga setempat yakni, Hartati (13). Menurut Hartati, sebelum dibunuh korban yang mengendarai motor Mio B 3635 FMM  menghentikan motornya karena ada kerusakan. “Sekitar 30 menit saya lihat korban bermain handphone di situ. Tak lama berselang ada seorang pria yang datang menghampiri dan langsung menganiaya korban,” kata Hartati kepada wartawan Sabtu, 9 Desember 2017 lalu. Hartati melihat pria tersebut masih berusia muda dengan tinggi badan sekitar165 cm, berwarna kulit sawo matang dan mengenakan sweater biru gelap. “Pelaku langsung membacok korban berkali-kali menggunakan celurit. Saya tidak berani mendekat saat melihat korban terkarap di jalan,” ujarnya. Hartati menuturkan, usia membacok korban pelaku berjalan kaki ke arah Perumahan Alinda Kencana I. (ade)

Related Posts

Comments are closed.