Polisi: Terduga Pelaku Penganiaya di Le Meridien Ibu Angkat Korban

Polisi: Terduga Pelaku Penganiaya di Le Meridien Ibu Angkat Korban

Polisi menyebut terduga pelaku penganiayaan terhadap bocah M (8) adalah ibu angkat korban yang berinisial CW. M diduga dianiaya di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. “Dia ibu angkatnya. Masih kami dalami dokumen-dokumennya,” kata Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indardi kepada wartawan, Kamis (1/3/2018). Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan dokumen serta hal terkait pengangkatan M oleh CW masih didalami. Sejauh ini, CW diketahui mengadopsi M dari sebuah rumah sakit. “Dokumennya masih kami cek, sehingga kami belum bisa mengetahui siapa orang tua kandungnya,” ujar Argo. Bocah M diamankan polisi pada Rabu (28/2) kemarin dari sebuah kamar di Hotel Le Meridien. Selain bocah M, ada 3 bocah lainnya yang diamankan polisi dengan dugaan menjadi korban kekerasan. Tindakan tersebut diambil pihak kepolisian setelah mendapatkan laporan dari LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia). CW, yang ikut diamankan, tadinya diduga sebagai pengasuh bocah-bocah tersebut. Di sisi lain, Le Meridien memberikan tanggapan. Pihak hotel tersebut mengaku akan bekerja sama dengan kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. “Terkait pemberitaan pada hari Rabu, 28 Februari 2018 mengenai penyelidikan polisi yang melibatkan tamu hotel kami. Le Meridien Jakarta melihat dugaan tersebut dengan serius dan akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang setempat untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujar Arditiya Chandra Putra, Marketing Communication Manager, Le Meridien Jakarta. Arditya mengatakan Le Meridien belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh mengenai kasus tersebut karena itu merupakan ranah kepolisian. Yang jelas, lanjut Arditya, Le Meridien mendukung penuh upaya perlindungan terhadap hak asasi manusia. “Karena masalah ini masih dalam penyelidikan, kami tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut baik mengenai tamu hotel ataupun penyelidikan saat ini. Le Meridien Jakarta mendukung dan menghormati perlindungan hak asasi manusia dan mengecam keras segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak,” kata Arditya.

Seorang laki-laki aksi menari di atas patung ikon Pekanbaru, Riau, Tugu Tarian Zapin. Aksinya ini sempat menyita perhatian bagi warga pengguna jalan. Aksi orang yang diduga alami gangguan jiwa ini terjadi Kamis (1/3/2018) di Tugu Zapin. Lokasi tugu ini berada di depan Kantor Gubernur Riau di persimpangan Jl Sudirman dan Gajah Mada. Tugu Zapin ini berada di bundara di kawasan pusat kota. Aksi orang kurang waras ini pun menyita pengguna kendaraan yang berhenti di traffic light baik di depan Kantor Gubernur Riau atau di depan Mapolda Riau. Aksi pria itupun sempat direkam warga dan menyebar di medsos. Dalam video yang dilihat detikcom, pria diduga gila ini menari-nari di kepala patung pria. Dia juga melakukan push up. Selain itu pria yang naik dengan membuka pakaian atasnya itu juga menirukan gaya patung yang tangannya tengah bergaya menari khas Melayu Riau itu. Usai memanjat patung zapin itu, pria ini pun turun dan mengenakan kembali kaos warna merah. Di bundaran itu dia pun bergaya mengatur lalu lintas. Karo Humas Pemprov Riau, Firdaus saat dikonfirmasi detikcom, mengatakan, bahwa pria tersebut sepertinya mengalami gangguan jiwa. “Saya tidak melihat langsung saat pria itu memanjat Tugu Zapin itu. Tapi ini saya lagi melintas, pria itu sudah di jalan malah mengatur lalu lintas,” kata Firdaus. Saat ini, pria tersebut telah turun dengan sendirinya. Ia kembali menari-nari di perempatan jalan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Irjen Heru menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas), yang memasuki masa pensiun mulai Maret 2018. Pelantikan Heru berlangsung di Istana Negara pada Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru. Seusai pengucapan sumpah jabatan, Irjen Heru menandatangani sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi. Sesaat kemudian, giliran Jokowi membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut. [Gambas:Video 20detik]

Qari muda Muzamil Hasballah (24) akan menikah di Aceh pada Jumat (7/7/2017) besok. Hal ini diketahui setelah undangannya menjadi viral di media sosial. “Betul, Jumat itu hanya akadnya saja. Insyaallah resepsi akan dilakukan hari Minggu (9/7) di kediaman istri di Banda Aceh,” kata manajer Muzamil, Muhammad Randi, kepada detikcom , Kamis (6/7). Dia menanggapi undangan yang menjadi viral tersebut karena Muzamil sendiri mem- posting -nya di akun Instagram miliknya. Selain itu, Ustaz Yusuf Mansur mem- posting kembali undangan tersebut, yang membuatnya semakin tersebar. “Undangan nikahnya ya? Tanggapannya wajar, sebetulnya karena di -share juga. Dia (Muzamil) juga mem- posting di akun Instagram-nya. Dan dua hari lalu, Ustaz Yusuf pun juga mem- posting di Instagram-nya,” ujarnya. [Gambas:Instagram] Randi sedikit menceritakan profil singkat calon istri Muzamil bernama Sonia Ristanti (22). Dia mengatakan Sonia ialah adik kelas Muzamil sejak di SMA. Sonia sendiri baru lulus pada tahun ini dari Universitas Syiah Kuala, Aceh. Dalam undangan tersebut, sebelum keduanya melangsungkan akad nikah, akan digelar salat subuh berjemaah. “Memang seperti itu, direncanakan seperti itu konsepnya. Dan itu pun ada masukan dari takmir masjid setempat. Dia memang berencana menikah di hari Jumat, hari baik. Lalu ditawari salat subuh dulu. Mungkin juga agar menarik jemaah juga,” ucap Randi. Dia mengatakan pasangan ini akan melaksanakan pernikahan dengan tradisi lokal Aceh. Selain seperangkat alat salat, maskawin yang akan diserahkan ialah beberapa mayam emas. Muzamil Hasballah dikenal lewat suara indahnya ketika melantunkan Alquran. Videonya membaca ayat Alquran juga sempat menjadi viral di medsos saat menjadi imam salat.

Kawanan perampok bersenjata menyatroni rumah tengkulak gabah di Jombang. Korban tewas akibat terlalu lama disekap para pelaku. Rumah megah berpagar setinggi 2 meter di Desa Ngumpul, Jogoroto, adalah milik pasangan Suyanto (69) dan Mundziroh (49). Pasangan suami-istri dua anak ini merupakan pengusaha jual-beli gabah. Namun, dini hari tadi kawanan perampok bersenjata celurit menyatroni rumah mereka. Kakak korban Abdul Azis mengatakan, para pelaku masuk dengan cara menjebol pagar rumah korban. Saat itu hanya ada Suyanto dan istrinya di dalam rumah. Putri korban sedang kuliah di Surabaya, sedangkan putranya sedang menjaga kandang ayam tak jauh dari rumah tersebut. Para pelaku menyergap Mundziroh yang sedang menonton TV dan menyekapnya. Suyanto yang sedang tidur pulas juga tak luput disekap pelaku. “Kejadiannya 02.30 Wib, korban diancam kalau tak mau menyerahkan hartanya akan dibunuh. Kemudian korban dilakban dan diikat dengan kawat,” kata Azis kepada wartawan di lokasi, Rabu (8/11/2017). Perampok menjebol tembok rumah/ Foto: Enggran Eko Budianto Dengan begitu, kawanan perampok leluasa menguras harta korban. Para pelaku meninggalkan pasangan suami-istri itu dalam kondisi masih terikat. “Untungnya ikatan kawat di tangan Mundziroh ada yang longgar sehingga dia bisa melepaskan diri, kemudian dia memanggil anaknya di kandang ayam,” ujar Azis. Nahas bagi Suyanto, tengkulak gabah ini dalam kondisi lemas akibat kesulitan bernafas setelah lakban para perampok menutup mulut dan hidungnya. “Korban tidak mengalami luka, dia kesulitan bernafas akibat dilakban pelaku. Sempat dibawa ke Puskesmas Jogoroto, tapi tak tertolong,” terangnya. Penyebab meninggalnya korban dibenarkan Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi. “Korban meninggal karena dilakban oleh pelaku sehingga terganggu pernafasannya,” jelasnya. Berdasarkan keterangan korban, lanjut Gatot, kawanan perampok diperkirakan berjumlah 5 orang. Setelah menjebol pagar rumah, para pelaku masuk melalui pintu depan rumah yang tak terkunci. “Pintu tak terkunci, korban (Mundziroh) sedang melihat TV sehingga tak mendengar para pelaku masuk,” ungkapnya. Selain melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi, polisi juga mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Jombang untuk diautopsi. Petugas memasang garis polisi di sekeliling rumah korban. “Pelaku masih kami selidiki,” tandas Gatot.

Related Posts

Comments are closed.