Polisi Temukan Luka Benda Tumpul pada Mayat Terikat di Cengkareng

Polisi Temukan Luka Benda Tumpul pada Mayat Terikat di Cengkareng

Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi.

Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi.

Jakarta – Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi. (aik/nkn)

Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Jakarta – Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi. (aik/nkn)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Maryati (56), mayat yang ditemukan tewas terikat tali rafia dan selimut diduga korban perampokan. Emas yang sering digunakan korban tidak ditemukan saat olah TKP. “Kata saksi, korban menggunakan emas. Tapi saat ditemukan pertama kali, emasnya tidak ada. Pintu kontrakan tidak rusak,” ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Sitepu, di lokasi kejadian, Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Dalam tubuh Maryati ditemukan luka akibat benda tumpul. “Ada luka melingkar di dada atas dekat leher korban,” ucap Edi. Saat ini, polisi masih memeriksa keterangan saksi-saksi. Selain itu, beberapa barang bukti yang mendukung penyelidikan diamankan. “Kita amankan pakaian korban sebagai barang bukti, serta kotak uang yang biasa digunakan untuk belanja,” kata Edi. Sebelumnya, Maryati ditemukan tewas dengan ikatan rafia pada tangan dan selimut pada kaki. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta sudah membiru.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Polisi telah selesai melakukan olah TKP penemuan mayat Maryati (56) yang terikat di kontrakan di Cengkareng, Jakarta Barat. Ada bekas luka pukulan pada tubuh korban. “Sementara itu, kami memang menemukan ada luka benda tumpul. Dugaan korban bagian tungkuknya itu dipukul benda tumpul. Lalu luka lebam ditemui juga di tangannya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, di lokasi kejadian di Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Mengenai ada tidaknya unsur pencurian, polisi masih mendalami hal tersebut. “Mengenai masalah barang korban ada yang hilang masih didalami,” kata Agung. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta membiru di kontrakannya. Tangannya diikat dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Sementara itu, Sitti Suhartini (50) selaku keponakan korban mengaku syok saat dirinya mengetahui Maryati meninggal. Sitti mendapat informasi dari polisi jika korban sudah tewas tadi malam pada Kamis (1/2). “Ditemukan warga sini. Itu ya sore tadi sekitar jam empat sore temukan Maryati tewas,” kata Sitti dilokasi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Maryati (56) ditemukan telah membusuk dengan kaki dan tangan terikat. Tangan Maryati diikat ke belakang dengan tali rafia, sedangkan kakinya diikat oleh selimut. Maryati ditemukan di kontrakannya dalam kondisi terkelungkup di Jalan Kapuk Raya Gang Metro, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Dia ditemukan dengan kondisi badan sudah membiru. “Benar terjadi kasus diduga pembunuhan,” ucap Kapolsek Cengkareng, Kompol Agung Budi Laksono, saat dihubungi, Jumat (2/2/2018). Saat ini, polisi dari Polsek Cengkareng dan Polres Metro Jakarta Barat sedang melakukan oleh TKP. Kontrakan korban pun sudah dipasang garis polisi. Maryanti belum lama ditinggal oleh suaminya. Sedangkan anaknya tinggal di Semarang. “Dia, jaga warung, usia tua janda. belum lama suaminya meninggal karena sakit sekitar satu tahun yang lalu,” ucap warga Nur (46). Nur pernah mendengar cerita Maryati kemalingan di kontrakannya. Nur pun mengatakan daerah ini rawan perampokan. “Habis lebaran, dia kehilangan uang. Nominalnya enggak tahu. Disini emang rawan, pemilik kontrakan juga kehilangan uang 50 juta dan emas 59 gram,” ucap Nur. Nur pun mengatakan Maryadi berjualan kopi dan gorengan disekitar kontrakan dengan menggunakan gelang dan kalung emas. Namun, tadi pagi dia tidak terlihat berjualan. “Saya biasa beli gorengannya. Tapi tadi pagi tidak jualan,” ucap Nur.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

INILAHCOM, Jakarta – Tokoh Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Nanang Qosim meyakini Kapolri Jenderal Tito selalu mengedepankan harmonisasi dalam menghadapi organisasi masyarakat. Untuk itu, Nanang meminta publik tak terus menggoreng rekaman video sambutan Tito terkait NU dan Muhammadiyah. “Saya kenal betul Kapolri itu selalu menjaga harmonisasi antara ormas Islam. Viral pidato pak kapolri tak usah dibesar besarkan lagi,” kata Nanang, kepada INILAHCOM, Jumat (2/2/2018). Nanang pun mengimbau seluruh pihak agar bersama sama fokus terhadap perihal yang lebih besar, yakni menjaga kerukukan demi kemajuan Bangsa Indonesia kedepan. “Mari kita hentikan semua ini, mari bersama sama jaga kerukusan dan silahrurahmi antara anak bangsa. Supaya Indonesia tetap maju,” pungkasnya.[jat]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Wisatawan bisa berwisata sekaligus belajar beternak ikan. Solopos.com, KULONPROGO –Berwisata ke pantai Trisik di Desa Banaran, Kecamatan Galur berarti sekaligus bisa belajar tentang budidaya dan pelestarian penyu. Namun ternyata bukan itu saja, di laguna Trisik, wisatawan bisa belajar untuk membudidayakan bandeng atau nila, bahkan bersama pembudidayanya langsung. Ketua Kelompok Bandeng Jaya Supoyo menuturkan para pembudidaya yang berada di bawah naungan kelompoknya bukan hanya membudidayakan ikan bandeng, melainkan nila. Pada awalnya, mereka hanya membudidayakan bandeng, namun seiring waktu, mereka juga menebar bibit nila. Dengan modal awal Rp10 juta, cukup menunggu waktu sekitar empat bulan untuk merasakan hasil kerja keras para peternak ikan ini. Di laguna yang terletak tak jauh dari tambak udang, Jaya Supono selalu siap menerima kehadiran siswa atau mahasiswa yang ingin belajar budidaya bandeng atau nila di sana. Menurut dia, budidaya bandeng atau nila, khususnya di laguna pantai adalah hal yang mudah. Karena ikan-ikan tersebut bisacepat berkembang biak. Ikan-ikan itu makan secara alami makanan yang ditemukan di laguna. “Hanya yang perlu diperhatikan adalah cuaca, khususnya nila. Kalau ikan dipanen saat kemarau, maka ikan ada banyak yang gagal panen,” terangnya, dijumpai beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, bagi mahasiswa atau anak sekolah yang ingin belajar budidaya ikan di laguna, mereka akan mendapat kesempatan mengenal pembibitan, teknik karantina dan perawatan. Menurut dia, budidaya nila maupun bandeng cukup menguntungkan. Sehingga bisa ditiru oleh kaum muda. Nila merah normalnya bisa dijual Rp23.000 per kilogram, sedangkan nila hitam laku sampai Rp18.000 atau Rp20.000 per kilogram. Terlebih lagi dalam sekali panen, pembudidaya bisa meraih dua sampai tiga kuintal ikan nila. “Mereka [wisatawan] juga akan diberitahu hewan apa saja yang menjadi predator di laguna,” kata dia. lowogan pekerjaan PT BACH MULTI GLOBAL CALL CENTER – SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

INILAHCOM, Mojokerto – Pasangan calon gubenur-calon wakil gubenur (cagub- cawagub) Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistyanto Dardak menghadiri deklarasi dukungan yang digelar Protolan Pemuda Ansor (Propesor) dan pendekar pencak silat se-Jatim, Jumat (2/2/2018). Acara digelar di rumah kediaman mantan Ketua Satkornas Barisan Ansor Satuan Koordinasi Nasional (Serbaguna Banser) NU, Abdul Muchid di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Sejumlah kiai pendukung seperti KH Asep Saifuddin Chalim dan perwakilan partai pendukung juga tampak hadir. Mantan Menteri Sosial (Mensos) RI mengatakan, pertemuan tersebut dinilai sangat strategis untuk menyampaikan dukungan dan suport diharapkan menjadi penguatan squadron tim kemenangan. “Terima kasih kepada seluruh Propesor dan pendekar pencak silat,” ungkapnya. Khofifah berharap, agar sinergitas tersebut akan menjadi bagian sinergitas seluruh program singeritas Khofifah- Emil. Khofifah juga berharap, dukungan dari dua kelompok tersebut akan memperkuat jaringan relawan pendukung lain yang sudah mendeklarasikan dukungan lebih dulu. “Dukungan baik secara terbuka maupun tertutup, karena tidak semua elemen pendukung terekspos tapi keduanya sama-sama memiliki posisi strategis sebagai tim pemenangan. Peran semua elemen pendukung ini, akan dimaksimalkan hingga terkonversi menjadi dukungan di dalam TPS 27 Juni,” katanya. Dari kalangan Nahdliyin, Khofifah juga sudah merebut dukungan dari Muslimat Nadhatul Ulama (NU). Sebelumnya, sejumlah pengurus Muslimat NU di tingkat kabupaten dan kota di Jatim sudah mendeklarasikan dukungan, mulai tingkat kepengurusan kecamatan hingga ranting. “Kami juga memaksimalkan penyisiran dan penyapaan-penyapaan. Sejauh saya ada waktu, akan saya hadiri. Ini upaya agar kami tak berjarak. Mas Emil, diharapkan mampu menambah dukungan dari kelompok milenial dan bakal menggarap kelompok-kelompok masyarakat lain dengan civil program yang sudah digagas,” tuturnya. Salah satunya adalah Jalur Lintas Selatan (JLS) bisa memberikan harapan kesejahteraan masyarakat di JLS. Menurutnya, ia akan membangun skema detail soal pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Pasalnya, di Jawa Timur masih banyak pengangguran, khususnya dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). “Karena memang penganggur di Jatim mengelembung di tingkat lulusan SMA/SMK sehingga pendidikan vokasi itu penting,” pungkasnya.[beritajatim]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Merdeka.com – Jajaran Polres Jakarta Barat hingga kini masih mencari siapa pelaku sadis terhadap Afita. Bocah berumur 13 tahun itu tewas dengan mengenaskan di rumahnya di Jalan Safir Nomor 120, RT 3 RW 7, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, dengan kondisi kaki dan lehernya diikat dengan tali plastik, Sabtu malam (3/6). Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Andi Adnan mengatakan, diduga pelaku mempunyai hubungan dekat dengan keluarga korban. “Saya tidak bisa berandai-andai karena belum jelas dan masih melakukan pemeriksan, tapi kemungkinan kenal,” ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Senin (5/6). Di bagian kemaluan Afita disebut-sebut ditemukan luka. Saat dikonfirmasi, Andi enggan membenarkan. Tetapi, ia menegaskan kalau saat ini pihaknya masih mendalami kasus ini. “Kita masih tunggu hasil visum ya terkait itu,” katanya. Sebelumnya, sesosok mayat anak perempuan ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Jalan Safir Nomor 120, RT 3 RW 7, Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu malam (3/6). Diketahui bocah itu bernama Afita (13). Kanit Reskrim Polsektro Cengkareng, AKP Poltar L. Gaul mengatakan, penemuan mayat tersebut berawal ketika kakek korban yang bernama Suhada mencoba masuk rumah. Namun tidak ada seorang pun di dalam. “Setelah masuk dan dicek seluruhnya, lalu naik di lantai dua, kakek-nya ini menemukan korban sudah tewas dengan kondisi kaki dan lehernya diikat dengan tali plastik dengan posisi miring,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (4/6). Lalu si kakek ini berteriak dan didatanginya oleh warga. Setelah itu, kata Poltar, pihaknya segera mendatangi lokasi kejadian. Afita diduga kuat korban pembunuhan yang disertai dengan kejahatan seksual pemerkosaan. Namun polisi belum mau menjelaskan motif pembunuhan ini. “Kami kemarin olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini kita masih melakukan penyelidikan mengenai hal itu, nanti diinfokan ya,” katanya. [rhm]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Maryati (56), mayat yang ditemukan tewas terikat tali rafia dan selimut diduga korban perampokan. Emas yang sering digunakan korban tidak ditemukan saat olah TKP. “Kata saksi, korban menggunakan emas. Tapi saat ditemukan pertama kali, emasnya tidak ada. Pintu kontrakan tidak rusak,” ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Sitepu, di lokasi kejadian, Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Dalam tubuh Maryati ditemukan luka akibat benda tumpul. “Ada luka melingkar di dada atas dekat leher korban,” ucap Edi. Saat ini, polisi masih memeriksa keterangan saksi-saksi. Selain itu, beberapa barang bukti yang mendukung penyelidikan diamankan. “Kita amankan pakaian korban sebagai barang bukti, serta kotak uang yang biasa digunakan untuk belanja,” kata Edi. Sebelumnya, Maryati ditemukan tewas dengan ikatan rafia pada tangan dan selimut pada kaki. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta sudah membiru.

Maryati (56), mayat yang ditemukan tewas terikat tali rafia dan selimut diduga korban perampokan. Emas yang sering digunakan korban tidak ditemukan saat olah TKP. “Kata saksi, korban menggunakan emas. Tapi saat ditemukan pertama kali, emasnya tidak ada. Pintu kontrakan tidak rusak,” ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edi Sitepu, di lokasi kejadian, Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/2/2018). Dalam tubuh Maryati ditemukan luka akibat benda tumpul. “Ada luka melingkar di dada atas dekat leher korban,” ucap Edi. Saat ini, polisi masih memeriksa keterangan saksi-saksi. Selain itu, beberapa barang bukti yang mendukung penyelidikan diamankan. “Kita amankan pakaian korban sebagai barang bukti, serta kotak uang yang biasa digunakan untuk belanja,” kata Edi. Sebelumnya, Maryati ditemukan tewas dengan ikatan rafia pada tangan dan selimut pada kaki. Maryati ditemukan dalam posisi badan telungkup serta sudah membiru.

Related Posts

Comments are closed.