Polisi Tangkap Pengamen yang Curi HP di Restoran di Jakbar

Polisi Tangkap Pengamen yang Curi HP di Restoran di Jakbar

Polisi menangkap TH (24) karena mencuri sebuah handphone yang tertinggal di sebuah restoran di daerah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Aksi pelaku bersama rekannya, FI, saat mengambil HP tersebut terekam CCTV restoran. “TH yang kala itu sedang mengamen bersama rekannya (FI) melihat barang milik korban yang tertinggal di meja makan. Tergiur dengan apa yang dilihatnya, TH pun mengambil HP tersebut tanpa diketahui orang lain,” kata Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Petabang Birana lewat keterangannya, Senin (19/2/2018). Korban yang sadar HP-nya tertinggal lalu kembali ke restoran. Karena tak menemukan HP, dia melihat rekaman CCTV yang ada di restoran. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (15/2) lalu. Pelaku TH kembali datang ke restoran tiga hari kemudian, Minggu (18/2) kemarin. Dia lalu ditangkap dan dibawa ke Polsek Tanjung Duren. Sementara rekannya, FI, melarikan diri. “Pelaku TH sudah kami amankan bersama barang bukti satu buah handphone warna putih. Dan kami ancam dengan Pasal 363 KUHP,” ujar Lambe. Dia meminta kepada pelaku FI yang buron untuk menyerahkan diri. Lambe mengatakan akan menindak tegas bila imbauan tersebut tak diindahkan. “Ini instruksi pimpinan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi untuk menekan angka kriminalitas dan premanisme di Jakarta Barat. Dan jika mencoba melawan petugas, maka kami tidak segan-segan menindak tegas,” tuturnya.

Polisi menangkap TH (24) karena mencuri sebuah handphone yang tertinggal di sebuah restoran di daerah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Aksi pelaku bersama rekannya, FI, saat mengambil HP tersebut terekam CCTV restoran. “TH yang kala itu sedang mengamen bersama rekannya (FI) melihat barang milik korban yang tertinggal di meja makan. Tergiur dengan apa yang dilihatnya, TH pun mengambil HP tersebut tanpa diketahui orang lain,” kata Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Petabang Birana lewat keterangannya, Senin (19/2/2018). Korban yang sadar HP-nya tertinggal lalu kembali ke restoran. Karena tak menemukan HP, dia melihat rekaman CCTV yang ada di restoran. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (15/2) lalu. Pelaku TH kembali datang ke restoran tiga hari kemudian, Minggu (18/2) kemarin. Dia lalu ditangkap dan dibawa ke Polsek Tanjung Duren. Sementara rekannya, FI, melarikan diri. “Pelaku TH sudah kami amankan bersama barang bukti satu buah handphone warna putih. Dan kami ancam dengan Pasal 363 KUHP,” ujar Lambe. Dia meminta kepada pelaku FI yang buron untuk menyerahkan diri. Lambe mengatakan akan menindak tegas bila imbauan tersebut tak diindahkan. “Ini instruksi pimpinan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi untuk menekan angka kriminalitas dan premanisme di Jakarta Barat. Dan jika mencoba melawan petugas, maka kami tidak segan-segan menindak tegas,” tuturnya.

Curi HP Direstoran”Pengamen Ini Lansung Di Gelandang Ke Mapolsek Tanjung Duren Reviewed by Dimensi Nes on Sunday, February 18th, 2018 . This Is Article AboutCuri HP Direstoran”Pengamen Ini Lansung Di Gelandang Ke Mapolsek Tanjung Duren   DimensiNews.co.id JAKARTA – Nasib naas TH (pemuda 24) yang berprofesi sebagai pengamen jalanan ini harus mendekam di tahanan Mapolsek Tanjung Duren Polres Metro Jakarta Barat lantaran aksinya mengambil satu buah Handpone milik korban yang tertinggal di sebuah restoran di bilangan Tanjung Duren Jakarta Barat, kamis (15/2/2018) Kapolsek Tanjung Duren melalui Kanit Reskrim AKP Rensa […]

Muhammad Nazaruddin mengaku lupa ketika ditanya hakim tentang bagi-bagi duit e-KTP di ruang kerja Setya Novanto. Jaksa KPK mengaku tidak mempermasalahkan itu karena Nazaruddin telah membenarkan apa yang disampaikannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP). “Iya, idealnya dia bisa menjelaskan, tapi dia lupa, itulah gunanya pemeriksaan pendahuluan, gunanya BAP untuk guidance . Begitu dibacakan BAP, dia membenarkan,” ujar jaksa Abdul Basir seusai sidang perkara korupsi proyek e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/2/2018). “Iya, prinsipnya, yang bersangkutan (Nazaruddin) membenarkan isi berita acara pemeriksaan,” imbuh dia. Selain itu, jaksa KPK akan meminta konfirmasi kepada penyidik terhadap laporan Novanto mengenai politikus PDIP Arif Wibowo dan politikus Golkar Melchias Marcus Mekeng. Dia mengaku belum mengetahui laporan eks Ketua DPR ini kepada penyidik KPK. “Iya, kan Pak Novanto tadi didengarkan bersama bahwa untuk Arif dan Mekeng sudah dilaporkan ke penyidik, nanti saya tanya penyidik saja,” ucap Abdul Basir. Sebelumnya, Nazaruddin mengaku lupa pernah menyebut adanya realisasi pembagian uang proyek e-KTP di ruang kerja Setya Novanto di lantai 12 gedung DPR. Hakim pun heran lantaran Nazaruddin tiba-tiba lupa. Hakim langsung menegur Nazaruddin. Menurut hakim, Nazaruddin sebelumnya menyebut tentang pertemuan itu, tetapi kini malah mengaku lupa. “Lo, jangan lupa, dong. Dulu Anda tegas adanya pembagian fee , giliran orangnya (Novanto) di depan Anda, pura-pura lupa,” ucap hakim saat sidang pada hari ini. “Kalau berikan keterangan, jangan asal sebut. Kalau benar, bagus, tapi kalau nggak benar, fitnah. Kasihan kolega Anda ini,” imbuh hakim. Hakim membacakan keterangan Nazaruddin tentang Melchias Marcus Mekeng (mantan pimpinan Banggar DPR) yang disebut menerima uang USD 1.400 di lantai 12, Fraksi Golkar di DPR. Keterangan itu pun dimintakan konfirmasi hakim langsung kepada Nazaruddin. “Andi yang cerita di lantai 9,” tutur Nazaruddin Dalam perkara ini, Novanto didakwa melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang/jasa proyek e-KTP. Novanto juga didakwa menerima aliran uang sebesar USD 7,3 juta melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan orang kepercayaannya, Made Oka Masagung.

JAKARTA (!) – Seorang pengamen berinisial TH (24) harus merasakan dinginnya suasana di balik jeruji besi karena mengambil  handphone  seorang pelanggan yang tertinggal di restoran wilayah Jakarta Barat pada Kamis (15/02). Kepala Kepolisian Sektor Metro Tanjung Duren Komisaris Polisi Lambe Patabang Birama membenarkan pihaknya menangkap seorang pengamen yang sekarang sudah ditahan di Polsek Metro Tanjung Duren. “Betul kami menangkap satu orang pengamen, karena ia tidak mengembalikan handphone milik orang yang tertinggal di restoran,” papar Lambe dalam keterangan tertulisnya, Senin  (19/02). Kejadian tersebut bermula dari TH dan temannya FI sedang mengamen di restoran tersebut. Saat mengamen, mereka melihat handphone milik korban yang ketinggalan di meja makan sebuah restoran. Karena tergiur, TH lantas mengambil handphone tersebut tanpa diketahui orang lain. Namun, ia tidak menyadari bahwa sekitar area restoran telah dipasang CCTV. Karena mengetahui  handphone  miliknya tertinggal, korban kembali ke restoran tersebut untuk mengambil  handphone  miliknya. Namun, sesampainya di restoran tersebut, korban tidak menemukan dan langsung mengecek rekaman CCTV yang ada di restoran tersebut. “Berbekal CCTV tersebut korban mengetahui siapa yang mengambil handpone miliknya yang tertinggal,” papar Lambe. Tiga hari kemudian, TH dan FI datang kembali ke restoran tersebut untuk mengamen, namun karena wajahnya diketahui telah mengambil handphone , TH langsung ditangkap oleh pihak restoran namun sayangnya TI berhasil melarikan diri. “Pelaku TH sudah kami tangkap bersama barang bukti satu buah Handpone merek Xiaomi Redmi 4 warna putih. Kami ancam dengan Pasal 363 KUHP,” jelas Lambe. Lebih lanjut Lambe mengatakan, FI kini telah menjadi DPO, dan diminta untuk menyerahkan diri apabila diabaikan, maka ia akan menindak tegas pelaku DPO. “Ini instruksi pimpinan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, untuk menekan angka kriminalitas dan premanisme di Jakarta Barat dan jika mencoba melawan petugas, maka kami tidak segan-segan menindak tegas,” tutur dia.

Related Posts

Comments are closed.