Polisi Tangkap 3 Bandit Sadis di Tanjung Priok

Polisi Tangkap 3 Bandit Sadis di Tanjung Priok

Baca juga : polisi tangkap 3 bandit sadis di tanjung priok

Polisi menangkap 3 orang bandit sadis di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Para pelaku kerap memalak dan tak segan melukai korbannya saat beraksi. Dalam kurun waktu lima hari terjadi kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah tersebut yakni pada Selasa dan Minggu (19 dan 24 Desember 2017) lalu. Pada peristiwa pertama, pelaku memalak dan melukai korban yang melintas di daerah Kebon Pisang, Tanjung Priok. “Awal mula pelapor dan saksi yang sedang mencari hiburan diadang sekitar 8 pria. Mereka meminta uang, dan ketika dirasa kurang, pelaku mendorong motor yang digunakan korban,” kata Kapolres Jakut Kombes Reza Arief Dewanto dalam keterangannya, Senin (8/1/2017). Salah seorang korban berhasil kabur. Namun, rekannya yang terjatuh dari motor mengalami luka serius berupa satu luka tusuk, 4 luka bacok dan luka memar di sekujur tubuh. “Korban juga diperintahkan para pelaku untuk memakan sampah. Selanjutnya HP korban dirampas,” ujar Reza. Sementara pada peristiwa kedua, korban bernama Benny Gunawan yang melintas di sekitar lokasi juga diadang oleh 4 orang pria. Dia diminta turun dari motor dan langsung dikeroyok di lokasi hingga mengalami luka memar. Setelah menerima dua laporan, Tim Opsnal Jatanras dan Tim Tiger Bravo melakukan pengembangan kasus. Petugas kemudian mengamankan 3 orang pelaku di dua tempat berbeda yakni di Kebon Pisang dan Kampung Bahari pada Minggu (7/1) sekitar pukul 21.00 WIB. “Pada saat melakukan penangkapan, ketiga pelaku melakukan perlawan terhadap petugas sehingga petugas melakukan tindakan tegas kepada ketiga pelaku,” ujar dia. Identitas ketiga pelaku yakni Abdul Ganit alias Adit (17), Ari Sandi (20), dan Septian Priyanto alias Bolang (19). Ketiganya ialah pelaku di dua peristiwa tersebut dan merupakan residivis dalam kasus pencurian dengan kekerasan ini. “Pelaku yang diamankan juga mengakui sering terlibat penyerangan terhadap petugas apabila melakukan penangkapan di wilayah Kebon Pisang, Pela-pela, dan Kampung Bahari dengan menghujani batu kepada petugas,” ungkap Reza. Ketiga pelaku disangkakan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan.


Baca juga :

Jakarta, CNN Indonesia — Polda Metro Jaya menyelidiki penembakan yang dilakukan salah satu anggota polisi dari Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, terhadap seorang warga sipil bernama Jufri Pasaribu alias Jamal (45) hingga tewas di kawasan Sungai Bambu, Jumat (3/7).   Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditembak polisi, Jamal mengamuk dan merusak sejumlah barang maupun kendaraan yang berada di sekitarnya. Salah seorang warga bernama Prapto yang mencoba menenangkan Jamal justru diserang dan sejumlah barang pribadi miliknya juga ikut dirusak Jamal. Tak terima barang pribadinya dirusak, Prapto melapor ke Polsek Tanjung Priok untuk mendapatkan pengamanan sekaligus meminta Jamal diamankan. Setibanya di lokasi, anggota Polsek sempat melakukan tindakan persuasif, namun tidak digubris oleh Jamal sehingga terjadi aksi kejar-kejaran yang berujung pada penembakan terhadap Jamal.   Jamal sempat dibawa ke rumah sakit setelah peluru menembus punggungnya. Namun dia tewas karena kekurangan darah dan peluru mengenai organ penting tubuhnya.   Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal mengatakan kasus penembakan tersebut ditangani satuan Profesi dan Pengamanan institusinya.   “Sejauh ini anggota (yang melakukan penembakan) tersebut sedang diperiksa. Apakah nanti ditemukan kesalahan SOP (standar operasi prosedur) dalam eksekusi penanganannya, kita lihat nanti,” ujar Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/7).   Selain memintai keterangan anggota personel yang melakukan penembakan, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap senjata, selongsong yang ditemukan di TKP dan mayat korban. Pemeriksaan sejumlah alat bukti juga diharapkan mampu memberi kejelasan tragedi penembakan tersebut.   Iqbal menuturkan bila dalam proses pemeriksaan ditemukan pelanggaran, maka oknum polisi tesebut terancam akan mendapat sanksi berupa hukuman disiplin, kode etik, hingga pidana penjara.


Baca juga : watch

Tanggal Tayang: 11/08/17 Subscribe iNewsTV Official Youtube Channel: dan subscribe untuk program News kami di channel: Follow Our Official Twitter: Check Our Website: Like Our Facebook: Saksikan info berita terkini di: iNews Pagi: Setiap hari Pukul 06.00 – 07.30 WIB iNews Siang: Setiap hari Pukul 11.30 – 12.30 WIB iNews Petang: Senin – Jumat Pukul 17.03 – 17.30 WIB | Sabtu – Minggu Pukul 17.03 – 18.00 WIB iNews Malam: Senin – Jumat 21.03 – 21.30 WIB | Sabtu – Minggu Pukul 21.03 – 21.45 WIB Sabang, Lampung, Pelaihari, Banjarmasin, Masohi – 50 UHF | Lhokseumawe, Jabodetabek – 30 UHF | Banda Aceh – 40 UHF | Medan, Pontianak, Semarang – 45 UHF | Pematang Siantar – 58 UHF | Pekan Baru – 48 UHF | Tanah Datar, Bukit Tinggi, Palangkaraya – 33 UHF | Padang, Cirebon – 31 UHF | Batam, Samarinda – 61 UHF | Palembang, Kendari – 44 UHF | Pangkal Pinang – 37 UHF | Bengkulu, Merauke – 24 UHF | Bandung – 22 UHF | Tasikmalaya – 52 UHF | Magelang – 54 UHF | Surabaya – 62 UHF | Denpasar – 53 UHF | Mataram – 38 UHF | Kupang, Gorontalo 56 UHF | Makassar – 51 UHF | Mamuju – 28 UHF | Tarakan – 41 UHF | Palu – 45 UHF | Manado – 26 UHF | Ternate, Manokwari – 34 UHF | Indovision -Channel 83 |Top TV – Channel 83 | Okevision – Channel 101

Polisi menangkap 3 orang bandit sadis di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Para pelaku kerap memalak dan tak segan melukai korbannya saat beraksi. Dalam kurun waktu lima hari terjadi kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah tersebut yakni pada Selasa dan Minggu (19 dan 24 Desember 2017) lalu. Pada peristiwa pertama, pelaku memalak dan melukai korban yang melintas di daerah Kebon Pisang, Tanjung Priok. “Awal mula pelapor dan saksi yang sedang mencari hiburan diadang sekitar 8 pria. Mereka meminta uang, dan ketika dirasa kurang, pelaku mendorong motor yang digunakan korban,” kata Kapolres Jakut Kombes Reza Arief Dewanto dalam keterangannya, Senin (8/1/2017). Salah seorang korban berhasil kabur. Namun, rekannya yang terjatuh dari motor mengalami luka serius berupa satu luka tusuk, 4 luka bacok dan luka memar di sekujur tubuh. “Korban juga diperintahkan para pelaku untuk memakan sampah. Selanjutnya HP korban dirampas,” ujar Reza. Sementara pada peristiwa kedua, korban bernama Benny Gunawan yang melintas di sekitar lokasi juga diadang oleh 4 orang pria. Dia diminta turun dari motor dan langsung dikeroyok di lokasi hingga mengalami luka memar. Setelah menerima dua laporan, Tim Opsnal Jatanras dan Tim Tiger Bravo melakukan pengembangan kasus. Petugas kemudian mengamankan 3 orang pelaku di dua tempat berbeda yakni di Kebon Pisang dan Kampung Bahari pada Minggu (7/1) sekitar pukul 21.00 WIB. “Pada saat melakukan penangkapan, ketiga pelaku melakukan perlawan terhadap petugas sehingga petugas melakukan tindakan tegas kepada ketiga pelaku,” ujar dia. Identitas ketiga pelaku yakni Abdul Ganit alias Adit (17), Ari Sandi (20), dan Septian Priyanto alias Bolang (19). Ketiganya ialah pelaku di dua peristiwa tersebut dan merupakan residivis dalam kasus pencurian dengan kekerasan ini. “Pelaku yang diamankan juga mengakui sering terlibat penyerangan terhadap petugas apabila melakukan penangkapan di wilayah Kebon Pisang, Pela-pela, dan Kampung Bahari dengan menghujani batu kepada petugas,” ungkap Reza. Ketiga pelaku disangkakan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan.

Related Posts

Comments are closed.