Polisi Sosialisasi Jalur Motor di Sudirman-Thamrin

Polisi Sosialisasi Jalur Motor di Sudirman-Thamrin

Polisi menggelar sosialisasi jalur motor di Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin. Para personel polisi akan meminta pengendara motor untuk berada di lajur kiri. “Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar bulan tertib berlalu lintas di sepanjang Sudirman-Thamrin dengan cara membawa poster bertuliskan ‘Sepeda motor lajur kiri dan menyalakan lampu’,” ujar Kasubdit Bidang Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, kepada detikcom , Senin (29/1/2018). Polisi juga akan memberikan brosur yang berisi ajakan untuk tertib berlalu. Sosialisasi ini diterapkan sebelum diberlakukannya aturan motor di lajur kiri. Nantinya, jika masa sosialisasi sudah selesai maka motor yang tak ada di lajur kiri bisa ditilang. “Tujuan melaksanakan bulan tertib berlalu lintas untuk mengajak masyarakat tertib dan berdisiplin berlalu lintas,” ungkapnya. Aksi ini juga bagian dari rangkaian bulan tertib lalu lintas. Agenda sosialisasi ini akan terus dilakukan pada pagi hari. “Dalam rangka membangun budaya tertib berlalu lintas, partisipasi dan keikutsertaan masyarakat dan seluruh stakeholders sangat diharapkan untuk mencapai tujuan yang dimaksud,” ucapnya.

Polisi menggelar sosialisasi jalur motor di Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin. Para personel polisi akan meminta pengendara motor untuk berada di lajur kiri. “Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar bulan tertib berlalu lintas di sepanjang Sudirman-Thamrin dengan cara membawa poster bertuliskan ‘Sepeda motor lajur kiri dan menyalakan lampu’,” ujar Kasubdit Bidang Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, kepada detikcom , Senin (29/1/2018). Polisi juga akan memberikan brosur yang berisi ajakan untuk tertib berlalu. Sosialisasi ini diterapkan sebelum diberlakukannya aturan motor di lajur kiri. Nantinya, jika masa sosialisasi sudah selesai maka motor yang tak ada di lajur kiri bisa ditilang. “Tujuan melaksanakan bulan tertib berlalu lintas untuk mengajak masyarakat tertib dan berdisiplin berlalu lintas,” ungkapnya. Aksi ini juga bagian dari rangkaian bulan tertib lalu lintas. Agenda sosialisasi ini akan terus dilakukan pada pagi hari. “Dalam rangka membangun budaya tertib berlalu lintas, partisipasi dan keikutsertaan masyarakat dan seluruh stakeholders sangat diharapkan untuk mencapai tujuan yang dimaksud,” ucapnya.

Setelah sosialisasi, polisi akan menindak pengendara motor di luar jalur REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Setidaknya, sepekan ke depan terhitung sejak Senin (29/1), Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan mensosialisasikan kebijakan terbaru dari Pemprov DKI Jakarta, terkait marka jalan bagi pengguna motor di Jalan MH Thamrin. Sosialisasi kepada pengguna jalan dilakukan akan dilakukan hingga Ahad (4/2) mendatang. Pemberlakuan tilang pun baru akan mulai dijalankan pada 5 Februari 2018, mereka yang melanggar akan dikenakan pidana. “Pada tanggal 5 Februari, kami sudah lakukan penegakkan hukum terhadap masyarakat yang tidak dilajur sepeda motor,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra, Jumat (26/1).

seperti di kutip dari http://nasional.republika.co.id

Menurut Halim, lebih lanjut ia mengatakan, kebijakan terbaru Pemprov DKI Jakarta ini merupakan sesuatu yang baik dalam menyikapi rekomendasi kepolisian. Apalagi setelah dicabutnya pasal 1 dan 3 di Pergub No. 141 tahun 2015. Selain ganjil genap, kepolisian juga menyarankan untuk membuat kanalisasi sepeda motor, sehingga semua bisa terpantau. “Dengan dibuatnya lajur sepeda motor di situ, tentunya kami lebih mudah melakukan penegakkan hukum,” kata Halim. Selain aturan motor yang tidak boleh melewati marka jalan, pengendara mobil juga dilarang melewati marka jalan khusus pengendara motor. Kepolisian juga akan mengimbau melalui surat kepada instansi yang di depan kantornya dilintasi marka jalan. “Ya (untuk mengawasi selama sosialisasi), Polwan-Polwan sudah disiapkan pagi-pagi, saya buat tim, kami ada Tim Cakra Women Response dengan Cakra Police Response. Lebih kurang 50-an khusus Thamrin karena di situ markanya jelas, di tempat lain Sudirman belum jelas,” papar Halim. Sebelumnya diberitakan, Gubernur Anies mengembalikan Jalan MH Thamrin untuk bisa dilalui kembali kendaraan roda dua. Pelarangan roda dua atau sepeda motor di jalan tersebut dinilai tidak adil lantaran membatasi penggunaan jalan yang juga sama-sama warga DKI.

Related Posts

Comments are closed.