Polisi Siapkan Pengamanan Abu Bakar Ba’asyir di RSCM

Polisi Siapkan Pengamanan Abu Bakar Ba’asyir di RSCM

Narapidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir menjalani perawatan di RSCM pagi ini. Ba’asyir akan dijaga ketat polisi selama menjalani perawatan di rumah sakit. “Pasti ada pengamanan dari Densus dan Brimob,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi detikcom, Kamis (1/3/2018). Menurut Argo, pemindahan Ba’asyir menjadi kewenangan dari pihak LP Gunung Sindur. Polisi hanya akan menyiapkan pengamanan apabila ada permintaan dari pihak Lapas. “Dia (Ba’asyir) kan sudah wewenang Lapas, kalau dibawa ke rumah sakit minta bantuan ke polisi,” tuturnya. Selain dari polisi, pengamanan Ba’asyir di RSCM juga akan dilakukan oleh pihak Lapas. “Lapas juga kan punya Pamdalnya,” sebutnya. Dalam pengamanan Ba’asyir ini, polisi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan melakukan penjagaan di depan ruang perawatan. “Semua kita antisipasi oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Narapidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir menjalani perawatan di RSCM pagi ini. Ba’asyir akan dijaga ketat polisi selama menjalani perawatan di rumah sakit. “Pasti ada pengamanan dari Densus dan Brimob,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi detikcom, Kamis (1/3/2018). Menurut Argo, pemindahan Ba’asyir menjadi kewenangan dari pihak LP Gunung Sindur. Polisi hanya akan menyiapkan pengamanan apabila ada permintaan dari pihak Lapas. “Dia (Ba’asyir) kan sudah wewenang Lapas, kalau dibawa ke rumah sakit minta bantuan ke polisi,” tuturnya. Selain dari polisi, pengamanan Ba’asyir di RSCM juga akan dilakukan oleh pihak Lapas. “Lapas juga kan punya Pamdalnya,” sebutnya. Dalam pengamanan Ba’asyir ini, polisi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan melakukan penjagaan di depan ruang perawatan. “Semua kita antisipasi oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Irjen Heru menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas), yang memasuki masa pensiun mulai Maret 2018. Pelantikan Heru berlangsung di Istana Negara pada Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru. Seusai pengucapan sumpah jabatan, Irjen Heru menandatangani sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi. Sesaat kemudian, giliran Jokowi membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com – Hampir 11 bulan sudah kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bergulir. Berbagai cara telah ditempuh polisi untuk mengungkap siapa dalang penyiraman air keras yang mengakibatkan sebelah mata Novel tak dapat melihat. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sebagai lokasi penyiraman, memeriksa CCTV di sekitar TKP dalam radius 500 meter, hingga bekerjasama dengan Australian Federal Police (AFP). Polisi juga telah merilis dua wajah terduga pelaku penyiraman berdasarkan keterangan dari seseorang yang disebut sebagai saksi kunci hingga mengumumkan nomor hotline dengan harapan masyarakat dapat turut memberikan informasi mengenai keberadaan terduga pelaku. Namun hingga hari ini hasilnya masih nihil. Kamis (22/2/2018) lalu, Novel tiba di tanah air setelah lebih dari 10 bulan menjalani serangkaian pengobatan mata di Singapura. Kepulangan Novel disebut-sebut akan mempermudah polisi dalam melakukan penyelidikan lanjutan.

seperti di kutip dari http://megapolitan.kompas.com

Polisi menyatakan pantang menyerah dalam menangani kasus Novel itu. Polisi diam-diam mengirimkan surat pemanggilan pemeriksaan Novel pada tanggal 19 Februari 2018. Dalam surat panggilan tersebut polisi menjadwalkan Novel diperiksa pada tanggal 22 Februari 2018. Namun karena Novel baru tiba di Indonesia pada tanggal yang ditentukan, polisi memaklumi jika Novel tak memenuhi panggilan. Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya pun menyambangi rumah Novel Baswedan di Jalan Deposito RT 003 RW 010, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 27 Februari 2018. Selain untuk bersilaturahim, tujuan penyidik adalah menanyakan kesiapan Novel menjalani pemeriksaan. Novel menjawab belum siap diperiksa. Ia dapat diperiksa jika kondisi kesehatannya sudah benar-benar pulih. Novel Saksi Kunci Mantan Kompolnas sekaligus kriminolog Edi Hasibuan mengatakan, keterangan Novel menjadi salah satu kunci terungkapnya kasus itu.

seperti di kutip dari http://megapolitan.kompas.com

“Bisa disebut keterangan Novel ini jadi kunci ya,” kata Edi ketika dihubungi Kompas.com Kamis pagi ini. Ia mengatakan, hal ini terkait sejumlah nama yang pernah disebut Novel sebagai pihak-pihak yang kemungkinan besar terlibat dengan kasus itu. “Kalau Novel pernah menyebut pelaku penyerangan terkait kasus E-KTP atau ada jenderal aktif yang terlibat itu kan banyak. Novel yang tau siapa pihak yang tidak suka terhadapnya,” tambah Edi. Ia mengatakan, keterangan itu perlu didapatkan polisi untuk melakukan pendalamanan.

Jakarta, CNN Indonesia — Presidium Alumni 212 menyatakan belum bisa memastikan Rizieq Shihab akan hadir secara langsung atau hanya lewat sambungan video dalam aksi reuni 212. Menurut Slamet kemungkinan Rizieq hadir selalu terbuka. “Belum ada kepastian sampai saat ini, tapi kesempatan untuk itu (kehadiran Rizieq secara langsung) selalu terbuka,” ujar Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Ma’arif kepada CNN Indonesia, Rabu (29/11). Rizieq sejak akhir April 2017 lalu pergi dari Indonesia usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan konten pornografi terkait percakapan mesum. Ketika itu, Rizieq beralasan umrah, namun sejak itu pula ia tak pernah kembali ke Tanah Air sampai hari ini. FPI sebelumnya menyatakan, imam besar mereka, Rizieq akan menyampaikan ceramah secara langsung melalui layanan live streaming pada peringatan satu tahun aksi 212. Meski belum ada kepastian, namun Slamet memastikan jika nanti ada konfirmasi kehadiran Rizieq, Presidium Alumni 212 akan menerjukan penjagaan ketat. “Kalau sudah ada kepastian, kita akan turunkan pengamanan mulai dari bandara. Pasti kita akan siapkan pengamanan,” kata juru bicara Front Pembela Islam (FPI) itu. Adapun terkait aksi reuni 212 nanti, Slamet mengatakan, Presidium Alumni 212 menjamin keamanan dan kebersihaan saat aksi reuni 212 yang rencananya akan digelar di pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat tersebut. Untuk menjamin hal itu, Presidium Alumni 212 telah menyiapkan ribuan personel untuk menjaga keamanan dan kebersihan. Presidium Alumni 212 mengklaim total ada 3.500 personel dari laskar-laskar ormas yang tergabung di dalamnya. Sementara 500 orang juga akan diturunkan untuk menjaga kebersihan di lokasi acara. “Ada sekitar 3.500 orang untuk pengamanan. Ditambah bantuan dari Polda yang akan menurunkan ribuan personel. Untuk kebersihan juga ada lima ratus orang. Insya Allah kami menjaga tetap bersih dan kondusif,” ujar dia. Berbeda dengan aksi tahun lalu, kali ini menurut Slamet, aksi 212 tidak memiliki ‘musuh bersama’. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW untuk kembali mempersatukan umat Islam se-Indonesia. “Kami sebenarnya ingin mengaji dan mendengarkan ceramah saja, sekalian mempersatukan kekuatan dan persatuan umat muslim. Sekalian temu kangen, teman-teman sudah lama kan tidak ketemu, sudah setahun,” tuturnya. Slamet juga mengklaim satu juta umat Islam akan memenuhi kawasan Monas. Namun ia tidak menutup kemungkinan jumlah massa akan bertambah, mengingat aksi 212 tahun lalu jumlah masa yang ikut melonjak sepuluh kali lipat dari prediksi panitia. “Hanya prediksi berdasarkan laporan teman-teman di daerah. Tapi seperti tahun kemarin kan, siapa sangka akan membeludak seperti itu? Intelijen pun tidak menyangka,” ucap Slamet. (osc/djm)

Related Posts

Comments are closed.