Polisi: Pelat Mobil Penyeruduk Ojek Online di Senen Diduga Bodong

Polisi: Pelat Mobil Penyeruduk Ojek Online di Senen Diduga Bodong

Mobil Nissan X-Trail B-233-PB yang menyeruduk ojek online diduga berpelat bodong. Pihak kepolisian akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait dugaan tersebut. “Ada dugaan pelatnya bodong, tetapi ini masih kami selidiki,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung kepada detikcom , Kamis (1/3/2018). Tahan mengatakan, untuk memastikan hal itu, polisi akan melakukan cek fisik terhadap kendaraan. Hanya, Tahan tidak menyebutkan apakah kendaraan tersebut memiliki surat-surat yang sah atau tidak. “Iya, untuk memastikan itu kan perlu dilakukan cek fisik kendaraan, besok akan dicek karena sekarang sudah malam,” tuturnya. Sementara itu, polisi belum bisa memeriksa lebih jauh pengemudi dan penumpang mobil tersebut karena kondisinya masih belum sehat. Tahan menyebut mereka masih syok. “Iya, orangnya juga belum bisa kita ambil keterangannya,” imbuhnya. Sebelumnya, mobil tersebut diamuk oleh sekelompok driver ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat. Kronologi kejadian masih simpang siur. Ada yang menyebut mobil tersebut awalnya berserempetan dengan kereta jenazah yang diiringi oleh para driver ojek online . Akan tetapi, polisi belum bisa memastikan hal itu.

Mobil Nissan X-Trail B-233-PB yang menyeruduk ojek online diduga berpelat bodong. Pihak kepolisian akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait dugaan tersebut. “Ada dugaan pelatnya bodong, tetapi ini masih kami selidiki,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung kepada detikcom , Kamis (1/3/2018). Tahan mengatakan, untuk memastikan hal itu, polisi akan melakukan cek fisik terhadap kendaraan. Hanya, Tahan tidak menyebutkan apakah kendaraan tersebut memiliki surat-surat yang sah atau tidak. “Iya, untuk memastikan itu kan perlu dilakukan cek fisik kendaraan, besok akan dicek karena sekarang sudah malam,” tuturnya. Sementara itu, polisi belum bisa memeriksa lebih jauh pengemudi dan penumpang mobil tersebut karena kondisinya masih belum sehat. Tahan menyebut mereka masih syok. “Iya, orangnya juga belum bisa kita ambil keterangannya,” imbuhnya. Sebelumnya, mobil tersebut diamuk oleh sekelompok driver ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat. Kronologi kejadian masih simpang siur. Ada yang menyebut mobil tersebut awalnya berserempetan dengan kereta jenazah yang diiringi oleh para driver ojek online . Akan tetapi, polisi belum bisa memastikan hal itu.

Satu unit mobil Nissan X-Trail dirusak oleh sekelompok ojek online di underpass Senen, Jl Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. Atas kejadian itu, pemobil melapor ke polisi. “Laporan pihak mobil, terjadi tindak pidana bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP,” terang Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu kepada detikcom, Kamis (1/3/2018). Pelapor diketahui bernama M Hidayat Sangaji. Sementara Roma tidak menjelaskan siapa Hidayat dan apa perannya di dalam mobil tersebut. Versi pelapor, bermula ketika pelapor mengendarai mobil Nissan X-Trail melintas di Jl Letjen Suprapto, Jakpus pada Rabu (28/1) malam. Di saat bersamaan ada sejumlah driver ojek online yang berkerumun. “Pelapor melewati (kerumunan ojek online) dan pelapor mengklakson ijin numpang lewat tetapi ada anggota Grab tidak terima dan memukul kendaraan pelapor,” tuturnya. Atas kejadian itu, pelapor mengalami luka di mata sebelah kiri bengkak dan kepala sebelah kanan robek. Sementara saksi Andrian Anton (sopir) mengalami luka tangan sebelah kiri dan kanan robek serta kepala sebelah kiri memar dan saksi Anton Leonard (penumpang) luka bibir sebelah kiri, kepala sebelah kanan. Sebelumnya diberitakan, mobil tersebut diamuk massa ojek online karena terlibat percekcokan. Mobil kemudian menyeruduk sejumlah motor, sehingga sejumlah driver ojek online mengamuk. [Gambas:Video 20detik]

Jakarta – Mobil Nissan X-Trail B-233-PB yang menyeruduk ojek online diduga berpelat bodong. Pihak kepolisian akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait dugaan tersebut. “Ada dugaan pelatnya bodong, tetapi ini masih kami selidiki,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung kepada detikcom , Kamis (1/3/2018). Tahan mengatakan, untuk memastikan hal itu, polisi akan melakukan cek fisik terhadap kendaraan. Hanya, Tahan tidak menyebutkan apakah kendaraan tersebut memiliki surat-surat yang sah atau tidak. “Iya, untuk memastikan itu kan perlu dilakukan cek fisik kendaraan, besok akan dicek karena sekarang sudah malam,” tuturnya. Sementara itu, polisi belum bisa memeriksa lebih jauh pengemudi dan penumpang mobil tersebut karena kondisinya masih belum sehat. Tahan menyebut mereka masih syok. “Iya, orangnya juga belum bisa kita ambil keterangannya,” imbuhnya. Sebelumnya, mobil tersebut diamuk oleh sekelompok driver ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat. Kronologi kejadian masih simpang siur. Ada yang menyebut mobil tersebut awalnya berserempetan dengan kereta jenazah yang diiringi oleh para driver ojek online . Akan tetapi, polisi belum bisa memastikan hal itu. (gbr/gbr)

Mobil Nissan X-Trail B-233-PB yang menyeruduk ojek online diduga berpelat bodong. Pihak kepolisian akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait dugaan tersebut. “Ada dugaan pelatnya bodong, tetapi ini masih kami selidiki,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung kepada detikcom , Kamis (1/3/2018). Tahan mengatakan, untuk memastikan hal itu, polisi akan melakukan cek fisik terhadap kendaraan. Hanya, Tahan tidak menyebutkan apakah kendaraan tersebut memiliki surat-surat yang sah atau tidak. “Iya, untuk memastikan itu kan perlu dilakukan cek fisik kendaraan, besok akan dicek karena sekarang sudah malam,” tuturnya. Sementara itu, polisi belum bisa memeriksa lebih jauh pengemudi dan penumpang mobil tersebut karena kondisinya masih belum sehat. Tahan menyebut mereka masih syok. “Iya, orangnya juga belum bisa kita ambil keterangannya,” imbuhnya. Sebelumnya, mobil tersebut diamuk oleh sekelompok driver ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat. Kronologi kejadian masih simpang siur. Ada yang menyebut mobil tersebut awalnya berserempetan dengan kereta jenazah yang diiringi oleh para driver ojek online . Akan tetapi, polisi belum bisa memastikan hal itu.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Polisi belum memeriksa pengemudi yang menyeruduk pengendara ojek online (ojol) di underpass Senen, Jakarta Pusat. Polisi saat ini akan meminta keterangan kepada perusahaan ojek online untuk menggali informasi terkait insiden tersebut. “Katanya kan diserempet. Tapi kalau di video nggak ada mobil atau motor yang diserempet. Semua barikade motor yang tertutup. Kalau logikanya kita kan berarti dia minta jalan. Mungkin nunggu lama, terus ada pancingan emosi. Kami akan koordinasi pihak ojek online dari mereka harus memberi data terkait gambar tersebut,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu di Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Roma mengatakan driver ojek online juga belum ada yang diperiksa. Polisi sampai saat ini masih akan mencari fakta-fakta dari video viral dan keterangan pelapor yang diketahui bernama M Hidayat Sangaji. “Kami telah menerima laporan dari pengemudi Nissan dan melakukan penyelidikan karena tadi malam baru terima laporan, kondisi tiga orang itu shock. Jadi belum ada pemeriksaan. Kita juga melakukan pendalaman fakta-fakta,” ujarnya. Roma menjelaskan tidak ada korban dalam aksi penyerudukan yang dilakukan pengendara mobil Nissan X-Trail itu. Polisi akan mencari kecocokan antara video yang viral dan keterangan saksi. “Yang di gambar (ditabrak) itu motor, kan. Nggak ada (korban) karena jalan ditutup motor. Tapi faktanya harus diperjelas antara video viral, proses pemeriksaan, dan orang itu kita panggil,” jelasnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Mobil Nissan X-Trail B-233-PB yang menyeruduk ojek online diduga berpelat bodong. Pihak kepolisian akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait dugaan tersebut. “Ada dugaan pelatnya bodong, tetapi ini masih kami selidiki,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung kepada detikcom , Kamis (1/3/2018). Tahan mengatakan, untuk memastikan hal itu, polisi akan melakukan cek fisik terhadap kendaraan. Hanya, Tahan tidak menyebutkan apakah kendaraan tersebut memiliki surat-surat yang sah atau tidak. “Iya, untuk memastikan itu kan perlu dilakukan cek fisik kendaraan, besok akan dicek karena sekarang sudah malam,” tuturnya. Sementara itu, polisi belum bisa memeriksa lebih jauh pengemudi dan penumpang mobil tersebut karena kondisinya masih belum sehat. Tahan menyebut mereka masih syok. “Iya, orangnya juga belum bisa kita ambil keterangannya,” imbuhnya. Sebelumnya, mobil tersebut diamuk oleh sekelompok driver ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat. Kronologi kejadian masih simpang siur. Ada yang menyebut mobil tersebut awalnya berserempetan dengan kereta jenazah yang diiringi oleh para driver ojek online . Akan tetapi, polisi belum bisa memastikan hal itu.

Related Posts

Comments are closed.