Polisi: Komplotan Rampok di Metro Mini Sudah Beraksi Puluhan Kali

Polisi: Komplotan Rampok di Metro Mini Sudah Beraksi Puluhan Kali

Polisi sudah menangkap Bagas Prasetya (18) dan Gilang Ramadhan (19), komplotan pelaku perampokan di atas bus Metro Mini hingga menyebabkan korban Tofik Indrawan tewas. Polisi menyebut dalam sebulan para pelaku sudah puluhan kali melakukan aksi yang sama. “Pengakuannya sering melakukan perbuatan yang sama dengan modus yang sama. Dalam sebulan terakhir ini kurang lebih sudah 20 kali beraksi,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jaktim, AKBP Sapta Maulana saat dihubungi detikcom, Kamis (1/3/2018). Sapta menuturkan, kedua pelaku menggunakan modus yang sama saat beraksi. Para pelaku juga dengan sengaja mengubah rute yang bukan semestinya dilewati bus Metro Mini 42. Aksi para pelaku biasa dilakukan pada malam hingga dini hari, dan mengincar penumpang bus yang baru datang dari luar kota. “Jadi rute diubah mereka lewat sisi jalan tol Jl Komarudin karena di situ sepi. Pengakuannya terakhir pada 26 Februari 2018. Para pelaku selalu menggunakan bus Metro Mini 42 jurusan Pulo Gadung-Pulo Gebang,” imbuhnya. Saat beraksi pelaku Bagas Prasetya berperan sebagai eksekutor yang menodongkan obeng ke perut korban. Tak hanya menodong dengan obeng, korban juga diancam agar menyerahkan HP dan dompetnya. Sementara Gilang membantu Bagas untuk mengeroyok korbannya. Saat ini, polisi masih memburu seorang pelaku lain berinisial B sopir tembak yang buron. “Mereka membagi tugas perannya jadi seakan-akan korban tidak curiga, begitu di jalan sepi di situ komplotan ini beraksi. Kita masih mengejar 1 pelaku lain sopir tembak,” jelas Sapta. Sebelumnya, korban bernama Tofik Indrawan ditemukan tergeletak tak bernyawa di Jalan Komarudin Cakung, Jakarta Timur, Rabu (28/2). Tofik warga Banyumas yang baru tiba di Jakarta menjadi korban perampokan di dalam bus Metro Mini 42 jurusan Pulo Gebang-Pulo Gadung.

Polisi sudah menangkap Bagas Prasetya (18) dan Gilang Ramadhan (19), komplotan pelaku perampokan di atas bus Metro Mini hingga menyebabkan korban Tofik Indrawan tewas. Polisi menyebut dalam sebulan para pelaku sudah puluhan kali melakukan aksi yang sama. “Pengakuannya sering melakukan perbuatan yang sama dengan modus yang sama. Dalam sebulan terakhir ini kurang lebih sudah 20 kali beraksi,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jaktim, AKBP Sapta Maulana saat dihubungi detikcom, Kamis (1/3/2018). Sapta menuturkan, kedua pelaku menggunakan modus yang sama saat beraksi. Para pelaku juga dengan sengaja mengubah rute yang bukan semestinya dilewati bus Metro Mini 42. Aksi para pelaku biasa dilakukan pada malam hingga dini hari, dan mengincar penumpang bus yang baru datang dari luar kota. “Jadi rute diubah mereka lewat sisi jalan tol Jl Komarudin karena di situ sepi. Pengakuannya terakhir pada 26 Februari 2018. Para pelaku selalu menggunakan bus Metro Mini 42 jurusan Pulo Gadung-Pulo Gebang,” imbuhnya. Saat beraksi pelaku Bagas Prasetya berperan sebagai eksekutor yang menodongkan obeng ke perut korban. Tak hanya menodong dengan obeng, korban juga diancam agar menyerahkan HP dan dompetnya. Sementara Gilang membantu Bagas untuk mengeroyok korbannya. Saat ini, polisi masih memburu seorang pelaku lain berinisial B sopir tembak yang buron. “Mereka membagi tugas perannya jadi seakan-akan korban tidak curiga, begitu di jalan sepi di situ komplotan ini beraksi. Kita masih mengejar 1 pelaku lain sopir tembak,” jelas Sapta. Sebelumnya, korban bernama Tofik Indrawan ditemukan tergeletak tak bernyawa di Jalan Komarudin Cakung, Jakarta Timur, Rabu (28/2). Tofik warga Banyumas yang baru tiba di Jakarta menjadi korban perampokan di dalam bus Metro Mini 42 jurusan Pulo Gebang-Pulo Gadung.

Satu unit mobil Nissan X-Trail dirusak oleh sekelompok ojek online di underpass Senen, Jl Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. Atas kejadian itu, pemobil melapor ke polisi. “Laporan pihak mobil, terjadi tindak pidana bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUHP,” terang Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu kepada detikcom, Kamis (1/3/2018). Pelapor diketahui bernama M Hidayat Sangaji. Sementara Roma tidak menjelaskan siapa Hidayat dan apa perannya di dalam mobil tersebut. Versi pelapor, bermula ketika pelapor mengendarai mobil Nissan X-Trail melintas di Jl Letjen Suprapto, Jakpus pada Rabu (28/1) malam. Di saat bersamaan ada sejumlah driver ojek online yang berkerumun. “Pelapor melewati (kerumunan ojek online) dan pelapor mengklakson ijin numpang lewat tetapi ada anggota Grab tidak terima dan memukul kendaraan pelapor,” tuturnya. Atas kejadian itu, pelapor mengalami luka di mata sebelah kiri bengkak dan kepala sebelah kanan robek. Sementara saksi Andrian Anton (sopir) mengalami luka tangan sebelah kiri dan kanan robek serta kepala sebelah kiri memar dan saksi Anton Leonard (penumpang) luka bibir sebelah kiri, kepala sebelah kanan. Sebelumnya diberitakan, mobil tersebut diamuk massa ojek online karena terlibat percekcokan. Mobil kemudian menyeruduk sejumlah motor, sehingga sejumlah driver ojek online mengamuk.

BANDUNG , KOMPAS.com  — Satreskrim Polrestabes Bandung menangkap tiga perampok bersenjata tajam yang beraksi lebih dari 20 kali di wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Dalam setiap aksinya, komplotan perampok ini kerap dibekali senjata tajam, seperti samurai, golok, dan pisau, untuk mengancam korbannya. Pelaku yang ditangkap adalah lman Budiman (24), Jimmy Untung Herdiansyah (22), dan Amin Solihin (23). Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menjelaskan, komplotan perampok bersamurai ini tak segan melukai korbannya jika melawan. Sejak akhir Desember 2017 hingga 6 Januari 2018 sudah puluhan tempat disambangi para pelaku. “Yang jadi sasaran minimarket atau aktivitas ekonomi yang buka 24 jam. Terakhir 6 Januari 2018 di minimarket Jalan Otista sekitar pukul 03.00 dini hari. Mereka ini hampir setiap hari melakukan pencurian di Kota Bandung,” kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (10/1/2018).

seperti di kutip dari http://regional.kompas.com

Saat masuk lokasi yang dituju, pelaku kerap menodongkan senjata tajam berupa samurai sambil mengancam dan menyuruh petugas minimarket atau SPBU mengeluarkan uang dalam laci kasir dan brankas untuk kemudian merampas uang tersebut dan melarikan diri. “Setiap aksi, pelaku selalu mencari aktivitas ekonomi yang masih buka antara pukul 02.00 dan 03.00 dan penjagaan lemah. Rata-rata korban yang diancam tak melakukan perlawanan, kalau melakukan perlawanan tidak menutup kemungkinan dilakukan penganiayaan, ditusuk atau dibacok. Namun, tidak ada korban karena korban menyerahkan uangnya lalu teriak rampok,” ungkapnya.

seperti di kutip dari http://regional.kompas.com

Sejumlah tempat yang pernah dirampok kawanan ini adalah minimarket di kawasan Jalan Braga, Sukajadi, Andir, Kebonjati, Suniaraja, dan Otto Iskandardinata (Ottista) serta SPBU di Jalan Mohammad Ramdan, Katapang, Kabupaten Bandung, dan Bojongsoang. Dari lokasi perampokan itu, para pelaku menggondol puluhan juta rupiah.  “Kami kembangkan apakah mereka melakukan aksinya di lintas kota di wilayah Jabar atau ke wilayah DKI,” katanya. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 1 sepeda motor Yamaha X-Ride, 1 Honda Scoopy, Honda Beat, Yamaha Mio, uang tunai Rp 1.870.000, dan 2 bilah samurai. Atas tindakanya, ketiga pelaku dijerat Pasal 365 Ayat (2) ke-1e dan 4e KUHP.

Related Posts

Comments are closed.